Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 1735

Periksa Proyek Cut and Fill, BP Batam Pastikan Tak Ada Pelanggaran

0
Ariastuty Sirait

batampos – BP Batam telah memanggil sejumlah perusahaan yang disebut tidak memiliki izin cut and fill.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh salah satu aktivis di Kota Batam saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, ke lokasi proyek cut and fill di kawasan Botania. Bahkan, pernyataan aktivis tersebut juga viral di media sosial.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam sekaligus Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa pemanggilan terhadap perusahaan yang disebutkan oleh aktivis tersebut merupakan bentuk komitmen BP Batam dalam mengawal investasi yang harus sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

Adapun sejumlah proyek cut and fill yang disebut antara lain proyek yang berada di dekat Hotel Vista dan di Pulau Setokok.

“Dari informasi yang disampaikan, kami telah memanggil perusahaan yang dimaksud. Pengusaha tersebut sudah datang ke BP Batam, dan telah kami cek serta periksa seluruh dokumennya. Ternyata semuanya lengkap,” ujar Ariastuty saat ditemui di kawasan Batam Center, Senin (14/4/2025).

Untuk itu, melalui kesempatan ini, Ariastuty mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga iklim investasi di Kota Batam. Ia berharap masyarakat tidak lagi menyebarkan isu yang belum jelas kebenarannya di media sosial.

“Adanya investasi di Kota Batam merupakan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Batam. Oleh karena itu, kenyamanan dalam berinvestasi merupakan perhatian utama para investor, baik dalam negeri maupun asing,” katanya.

Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, BP Batam maupun Pemerintah Kota Batam akan memberikan kemudahan perizinan dan pelayanan maksimal kepada tiap pelaku usaha, selama seluruhnya patuh terhadap prosedur hukum. (*)

Artikel Periksa Proyek Cut and Fill, BP Batam Pastikan Tak Ada Pelanggaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Gold Coast Bengkong Diresmikan, Batam Kini Punya 6 Pelabuhan Feri Internasional

0

batampos – Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengapresiasi peresmian Gold Coast International Ferry Terminal di Bengkong, Senin siang (14/4/2025), di kawasan Golden Prawn.

Keduanya turut melakukan penandatanganan prasasti peresmian bersama jajaran menteri.

“Kami mengapresiasi pembangunan Gold Coast oleh PT Aneka Sarana Sentosa. Mewakili tuan rumah, saya berterima kasih atas dukungan Bapak Menteri dan Bapak Kapolri. Sinergitas pemerintah pusat, provinsi, dan Kota Batam membuat Batam lebih maju dan berkembang lebih pesat lagi,” kata Amsakar.

Gold Coast Bengkong diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono; Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo; dan Wakil Ketua KPK RI Johanis Tanak. Menteri Imigrasi diwakili oleh Plt. Dirjen Imigrasi Saffar M. Godam; Menteri Perhubungan diwakili oleh KSOP Khusus Batam Capt. Bharto Ari Raharjo; Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, serta Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut memberikan apresiasi.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada perusahaan yang telah membangun Gold Coast. Ini adalah semangat investasi yang harus kita dukung untuk mewujudkan Indonesia Maju,” kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo.

Ia juga berpesan agar seluruh pemangku kepentingan dapat turut menjaga wilayah dermaga Batam sebagai titik perbatasan terakhir Indonesia menuju negara lain.

“Saya juga mengajak seluruh stakeholders bersama Polri mengawasi potensi penyelundupan manusia dan kegiatan ilegal lainnya di wilayah perairan kita, khususnya Batam sebagai daerah strategis di Indonesia,” pesan Kapolri.

Senada dengan hal tersebut, dalam sambutan puncak, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengajak seluruh stakeholders mengapresiasi hadirnya dermaga baru yang mendukung konektivitas sekaligus menjaga keamanan dan stabilitas Indonesia.

Khususnya dalam pengawasan terhadap potensi kejahatan ilegal di wilayah perairan dan perbatasan Indonesia.

“Kunci transformasi ekonomi adalah konektivitas. Ini merupakan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Terima kasih atas hadirnya dermaga ini yang memenuhi kebutuhan konektivitas di wilayah ini,” kata Menteri AHY.

Gold Coast dikelola oleh PT Aneka Sarana Sentosa, dengan harapan menjadi ikon baru gerbang transportasi, meningkatkan konektivitas wilayah dan pariwisata Batam, serta pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian Batam dan Kepri.

Dengan dioperasikannya International Ferry Terminal Bengkong, jumlah pelabuhan feri di Batam bertambah dari lima menjadi enam pelabuhan.

International Ferry Terminal Bengkong saat ini melayani rute Batam–Stulang Laut dengan feri Dolphin setiap hari.

“Tepuk tangan untuk Gold Coast. Semoga mendatangkan banyak wisatawan mancanegara, investasi, dan memberikan dampak signifikan terhadap lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” pungkas Menteri AHY. (*)

Artikel Gold Coast Bengkong Diresmikan, Batam Kini Punya 6 Pelabuhan Feri Internasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Gold Coast Bengkong Diresmikan, Batam Kini Punya 6 Pelabuhan Feri Internasional

0

batampos – Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengapresiasi peresmian Gold Coast International Ferry Terminal di Bengkong, Senin siang (14/4/2025), di kawasan Golden Prawn.

Keduanya turut melakukan penandatanganan prasasti peresmian bersama jajaran menteri.

“Kami mengapresiasi pembangunan Gold Coast oleh PT Aneka Sarana Sentosa. Mewakili tuan rumah, saya berterima kasih atas dukungan Bapak Menteri dan Bapak Kapolri. Sinergitas pemerintah pusat, provinsi, dan Kota Batam membuat Batam lebih maju dan berkembang lebih pesat lagi,” kata Amsakar.

Gold Coast Bengkong diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono; Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo; dan Wakil Ketua KPK RI Johanis Tanak. Menteri Imigrasi diwakili oleh Plt. Dirjen Imigrasi Saffar M. Godam; Menteri Perhubungan diwakili oleh KSOP Khusus Batam Capt. Bharto Ari Raharjo; Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, serta Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut memberikan apresiasi.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada perusahaan yang telah membangun Gold Coast. Ini adalah semangat investasi yang harus kita dukung untuk mewujudkan Indonesia Maju,” kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo.

Ia juga berpesan agar seluruh pemangku kepentingan dapat turut menjaga wilayah dermaga Batam sebagai titik perbatasan terakhir Indonesia menuju negara lain.

“Saya juga mengajak seluruh stakeholders bersama Polri mengawasi potensi penyelundupan manusia dan kegiatan ilegal lainnya di wilayah perairan kita, khususnya Batam sebagai daerah strategis di Indonesia,” pesan Kapolri.

Senada dengan hal tersebut, dalam sambutan puncak, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengajak seluruh stakeholders mengapresiasi hadirnya dermaga baru yang mendukung konektivitas sekaligus menjaga keamanan dan stabilitas Indonesia.

Khususnya dalam pengawasan terhadap potensi kejahatan ilegal di wilayah perairan dan perbatasan Indonesia.

“Kunci transformasi ekonomi adalah konektivitas. Ini merupakan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Terima kasih atas hadirnya dermaga ini yang memenuhi kebutuhan konektivitas di wilayah ini,” kata Menteri AHY.

Gold Coast dikelola oleh PT Aneka Sarana Sentosa, dengan harapan menjadi ikon baru gerbang transportasi, meningkatkan konektivitas wilayah dan pariwisata Batam, serta pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian Batam dan Kepri.

Dengan dioperasikannya International Ferry Terminal Bengkong, jumlah pelabuhan feri di Batam bertambah dari lima menjadi enam pelabuhan.

International Ferry Terminal Bengkong saat ini melayani rute Batam–Stulang Laut dengan feri Dolphin setiap hari.

“Tepuk tangan untuk Gold Coast. Semoga mendatangkan banyak wisatawan mancanegara, investasi, dan memberikan dampak signifikan terhadap lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” pungkas Menteri AHY. (*)

Artikel Gold Coast Bengkong Diresmikan, Batam Kini Punya 6 Pelabuhan Feri Internasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Wagub Nyanyang Komitmen Lakukan Pemerataan Investasi di Kepri

0

batampos– Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menyatakan akan melakukan pemerataan investasi di semua kabupaten dan kota, yang ada di wilayah Provinsi Kepri. Hal ini dilakukan, semata-mata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut.

Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

Nyanyang mengakui, selama ini investasi di Kepri masih terpusat di Kota Batam. Sehingga ia akan melakukan pemerataan investasi, terutama di BBK atau Batam, Bintan dan Karimun.

“Terutama investasi di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun. Selama ini investasi di Kepri masih banyaknya di Kota Batam, dengan nilai ekspor rata-rata 300 juta US dolar per bulan,” kata Nyanyang, Minggu (13/4).

BACA JUGA: Dorong Investasi di Karimun, Kapolda Kepri Tekankan Pentingnya Keamanan dan Sinergitas

Nyanyang menerangkan, ia juga akan gencar menggaet investor untuk berinvestasi di Kepri. Beberapa potensi ekspor tersebut, seperti manufaktur, tambang, pertanian hingga perikanan.

Selain itu, baru-baru ini ia mengaku menerima kunjungan dari jajaran PT Anugrah Duta Corporation (PT ADC) yang berencana akan berinvestasi di bidang pertambangan. Ia memastikan akan membantu menyelesaikan permasalahan perizinan yang dihadapi PT ADC.

“Ini merupakan bentuk keseriusan kami mendukung masuknya banyak investor yang akan menjadi pendukung peningkatan ekonomi di Kepri agar tumbuh secara merata,” tambahnya.

Nyanyang menambahkan, bawah ia bersama Gubernur Ansar Ahmad akan terus mengupayakan menjadikan Kepri yang makmur, maju, dan merata. Seperti kesehatan, pendidikan, investasi, dan ketenagakerjaan.

“PT ADC berharap dapat bisa melakukan dan meningkatkan investasi di Kepri sesegera mungkin dan menjadi salah satu eksekutor pelaku ekonomi di Kepri dalam bidang pertambangan,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Wagub Nyanyang Komitmen Lakukan Pemerataan Investasi di Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Terkait Kasus Dana Hibah Pokmas di Jatim, Rumah La Nyalla Digeledah Selama 2 Jam

0
KPK menggeledah rumah mantan Ketua DPD RI La Nyalla terkait kasus dugaan korupsi dana hibah Pokmas Jatim, Senin (14/4). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

batampos – Rumah milik mantan Ketua DPD RI Periode 2019-2024, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (14/4).

Penggeledahan ini berkaitan dengan kasus dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) Jawa Timur.

Kediaman La Nyalla di Jalan Wisma Permai Barat 1 Blok LL Nomor 39, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya itu tampak dijaga ketat oleh puluhan anggota dari ormas Pemuda Pancasila (PP).

Kabar penggeledahan ini dibenarkan oleh Ketua Bidang LPPH Pemuda Pancasila Surabaya, Rohmad Amrullah. Ia menuturkan, ada sekitar 15 orang dari KPK dengan 3 mobil yang datang menggeledah rumah La Nyalla.

“Memang benar ada penggeledahan dari KPK, yang berkaitan dengan kasus dana hibah Pak Kusnadi (Politikus PDIP dan Mantan Ketua DPRD Jawa Timur),” tutur Rohmad, ditemui di kediaman La Nyalla, Senin (14/4).

Lebih lanjut, Rohmad menuturkan bahwa saat penyidik KPK datang sekitar pukul 10.00 WIB, hanya ada asisten rumah tangga dan satpam yang ada di rumah La Nyalla. Penggeledahan berlangsung sekitar 2 jam.

“Ruang apa saja yang digeledah, kita tidak bisa masuk karena tidak masuk dalam kuasa Pak Nyala, sehingga yang bisa mendampingi (penyidik KPK) asisten rumah tangga dan sekuriti,” imbuhnya.

Selama 2 jam menggeledah rumah dua lantai milik La Nyalla, Rohmad mengklaim KPK keluar dengan tangan kosong. Artinya, tak ada temuan bukti yang menunjukkan La Nyalla terlibat dalam kasus dugaan korupsi hibah Pokmas.

“Setelah dilakukan penggeledahan, baik di rumah LL 39 dan rumah yang di belakang, tidak ditemukan sama sekali barang-barang yang berkaitan dengan kasus Pak Kusnadi, tidak ditemukan dan tidak ada,” seru Rohmad.

Ia mengatakan bahwa selama penggeledahan, pihak La Nyalla bersikap kooperatif. Hasilnya, memang tak ada satupun barang yang disita penyidik KPK untuk dibawa ke gedung Merah Putih, Jakarta.

“Kita pada prinsipnya adalah orang yang taat, kooperatif terhadap hukum. Kalau KPK-nya datang dengan surat tugas yang ditunjukkan, biarkan mereka menjalankan tugasnya,” tukasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Terkait Kasus Dana Hibah Pokmas di Jatim, Rumah La Nyalla Digeledah Selama 2 Jam pertama kali tampil pada News.

Jaksa Tahan Jon Kampar, Tersangka Korupsi Pembangunan Dermaga IC Kundur

0
Jhon Kampar, tersangka dugaan korupsi pembangunan dermaga Islamic Center (IC) Kundur resmi ditahan kejari Karimun. f,.sandi

batampos– Penyidik kejaksaan di bidang tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Karimun, Senin (14/4) pukul 17.00 WIB resmi menahan Rusmadi atau yang biasa dipanggil Jhon Kampar. Penahanan sesuai dengan surat Nomor : PRINT-515/L.10.12/Ft.1/04/2025 dan dengan nomor perkara Nomor : PRINT-01/L.10.12/Fd.2/01/2025.

Jhon Kampar ditahan penyidik kejaksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan dermaga Islamic Center (IC) Kundur di Kecamatan Kundur pada 2024 lalu. Hal ini berawal dari yang muka yang diterima sebesar Rp294.800.000 atau 30 persen dari nilai proyek sebesar Rp900 juta lebih yang bersumber dari APBD 2024. Uang muka sudah diterima tapi proyek yang berasal dari Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun tidak dikerjakan.

”Setelah dilakukan pemeriksaan para saksi dan juga kita lakukan gelar perkara. Selain itu, sudah cukup alat bukti, maka penyidik di Pidsus yang dikomandoi oleh Priandi Firdaus melakukan upaya selanjutnya. Yakni menetapkan R (Rusmadi, red) alias Jhon Kampar sebagai tersangka tindak pidana korupsi,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Karimun, Priyambudi.

BACA JUGA: Mencegah Praktik Korupsi, Kejari Lingga Perketat Pengawasan Terhadap Efesiensi Anggaran

Perlu diketahui, lanjutnya, perusahaan yang memenangkan proyek pembangunan dermaga IC adalah CV Rafanda Al Razak. Hasil pemeriksaan penyidik diketahui bahwa tersangka dalam hal ini bukan bagian dari perusahaan yang memenangkan pekerjaan dermaga IC. Dengan kata lain pinjam bendera atau perusahaan.

”Kronologisnya, ketika uang muka 30 persen telah diterima perusahaan, kemudian semua uang muka tersebut diserahkan pihak perusahaan kepada tersangka. Karena, tersangka meminjam perusahaan dan berjanji akan memberikan fee atau keuntungan sebesar 7 persen dari nilai kontrak kerja. Kenyataan di lapangan sampai dengan penyidik kejaksaan turun ke lapangan tidak dikerjakan,” papar Priyambudi.

Dikatakan Priyambudi, dalam hal ini tersangka Jhon Kampar tidak memiliki legal standing, karena tidak ada dalam struktur perusahaan. Dan hasil perhitungan dari ahli konstruksi yang turun ke lapangan progres pekerjaan pembangunan dermaga IC di Kundur hanya 0,2 persen. Dalam perkara ini tersangka ditahan untuk 20 hari dan dititipkan ke Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun.

”Dari kejadian ini juga saya mengingatkan kepada pemilik perusahaan agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran. Sehingga, ke depannya tidak terjadi hal yang sama,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Jaksa Tahan Jon Kampar, Tersangka Korupsi Pembangunan Dermaga IC Kundur pertama kali tampil pada Kepri.

Rekan Sejawat Tak Percaya Hafiz Pelaku Bullying: “Dia Terlalu Baik untuk Menyakiti”

0
lokasi penikaman honorer. f. rengga/Batam Pos

batampos – Kematian tragis Hafiz Rinanda, 29, pegawai honorer di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, menyisakan luka mendalam bagi orang-orang terdekatnya. Hafiz meregang nyawa usai diduga digorok oleh rekan kerjanya sendiri, Faras Kausar, 26, yang juga merupakan teman satu kampusnya semasa kuliah.

Hafiz dikenal sebagai pribadi yang hangat, bersahaja, dan penuh canda. Teman-temannya, baik semasa kuliah maupun di lingkungan kerja, tak pernah melihat sisi gelap dari pria asal Kampar, Riau, tersebut. Kabar kematiannya yang disertai narasi dugaan perundungan terhadap pelaku, sangat sulit dipercaya oleh rekan-rekannya.

“Saya dan istri sama-sama kenal Hafiz sejak kuliah. Kami satu jurusan, satu kelas di UIN, jurusan Hukum. Sampai detik ini kami masih tidak percaya dengan tudingan bahwa dia membuli. Dia terlalu baik untuk itu,” ujar F, rekan dekat korban saat di temui di Kamar Jenazah RSBP Batam, Senin (14/4).

Menurut F, Hafiz adalah sosok yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki empati tinggi kepada orang-orang di sekitarnya. Ia dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul, suka memulai percakapan, dan selalu memperlakukan teman sebagai keluarga.

“Orangnya care banget. Dia kalau bercanda itu nggak pernah nyakitin, nggak pernah pakai kata-kata kasar. Bercandanya wajar, malah sering bikin suasana jadi cair,” kenang F.

F terakhir kali bertemu dengan Hafiz dua tahun lalu, saat Hafiz baru saja menikah. Karena kesibukan masing-masing, komunikasi sempat terputus, namun F selalu mendengar kabar baik tentang Hafiz, termasuk soal keluarganya yang harmonis dan anak pertamanya yang kini berusia sekitar 1,5 tahun.

Anak laki-laki Hafiz saat ini berada di kampung halaman, dibawa pulang usai lebaran lalu. Hafiz dan istrinya sepakat membawa anak ke Kampar karena keduanya sibuk bekerja di Batam. Kabar duka ini menjadi pukulan berat bagi sang istri.

“Istrinya sempat pingsan di RSBP begitu tahu kabar suaminya meninggal. Sampai sekarang masih trauma berat,” ucap F lirih.

Menurutnya, sejak kuliah hingga bekerja, Hafiz tak pernah menunjukkan sikap yang bisa menyinggung orang lain. Ia dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan, jauh dari kesan kasar atau arogan.

“Kalau soal ngebully, rasanya gak masuk akal. Karena selama saya kenal dia dari kuliah sampai sekarang, gak ada catatan buruk tentang dia, termasuk kepada teman-teman yang lain. Dia bukan tipe orang yang suka menyakiti, malah sebaliknya, selalu berusaha buat orang nyaman,” ujarnya.

Jenazah Hafiz rencananya akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kampar, Riau, untuk dimakamkan. Pihak keluarga tengah mempersiapkan proses pemulangan tersebut. Rekan-rekan korban di lingkungan kerja dan kuliah turut memberikan penghormatan terakhir.

“Kami tidak membela siapa-siapa, tapi kami hanya ingin menyampaikan bahwa Hafiz yang kami kenal bukan seperti yang diberitakan. Dia terlalu baik untuk berbuat sejauh itu,” tutur F.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik pribadi, sekecil apapun, jika tak diselesaikan dengan bijak, bisa berujung tragis. Kepergian Hafiz bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tapi juga duka mendalam bagi mereka yang pernah mengenalnya sebagai sahabat, rekan kerja, dan saudara. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Rekan Sejawat Tak Percaya Hafiz Pelaku Bullying: “Dia Terlalu Baik untuk Menyakiti” pertama kali tampil pada Metropolis.

Alasan Jumlah Penumpang Sedikit, Kapal MV Superjet Tiadakan Rute Penjemputan Penumpang di Desa Mensanak

0
Kapal MV Superjet yang sampai saat ini tidak lagi masuk ke Desa Mensanak, Minggu (13/4). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Warga Desa Mensanak, Kecamatan Katang Bidare Kabupaten Lingga keluhkan Kapal Ferry MV Superjet yang tidak lagi masuk menjemput penumpang yang ingin berangkat di Desa mereka. Berdasarkan keterangan dari salah seorang warga Desa Mensanak, Kapal MV Superjet ini dikabarkan mulai tidak lagi masuk menjemput warga Mensanak pada tanggal 7 April 2025.

Berdasarkan keterangan dari Heri, salah seorang warga yang dikonfirmasi Batampos, alasan kenapa Kapal MV Superjet tidak lagi masuk ke Desa Mensanak untuk menjemput para penumpang adalah jumlah penumpang yang ada di Desa Mensanak tidak banyak.

“Saya hari ini sudah bertanya kepada pihak Kapal MV Superjet alasan mereka mengapa tidak masuk ke Desa kami lagi mengangkut penumpang. Pihak MV Superjet mengatakan mereka tidak masuk lagi ke Desa Mensanak karena jumlah penumpang yang ada di sana sedikit,” ungkap Heri, salah seorang warga Mensanak, Minggu (13/4).

BACA JUGA: Salah Naik Kapal, Dua Penumpang RoRo Tujuan Batam Terangkut RoRo ke Matak, Natuna

Heri mengatakan, akibat hal ini warga menjadi kewalahan jika ingin berangkat ke Tanjungpinang karena kapal yang biasanya masuk ke Desa mereka saat ini sudah tidak lagi masuk untuk mengangkut penumpang di Desa mereka.

“Wara di sini sudah pada sibuk karena kapal MV Superjet yang biasanya masuk ke Desa untuk mengangkut penumpang yang ingin berangkat ke Tanjungpinang mulai dari tanggal 7 April 2025 hingga saat ini sudah tidak lagi masuk ke Desa Mensanak,” ungkapnya.

Selanjutnya, Heri menambahkan, saat ini warga yang ingin berangkat harus menyebrang dulu ke pelabuhan Desa Benan karena Kapal MV Superjet hanya masuk ke sana dan tidak masuk ke Desa mereka.

“Saat ini kami warga Desa Mensanak jika ingin berangkat harus menyebrang dulu ke pelabuhan yang ada di Desa Benan, karena Kapal MV Superjet hanya masuk ke Desa Benan. Kami harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk berangkat karena bagi warga yang tidak memiliki pompong atau speed hari mencatat dulu dengan mengeluarkan uanga Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu dalam satu kali catat,” tambahnya.

Warga sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lingga dan perusahaan kapal agar memperhatikan masalah kapal MV Superjet yang tidak masuk lagi ke Desa mereka dengan alasan jumlah penumpang tidak banyak. Hal ini menjadikan warga semakin sulit karena harus mengeluarkan banyak uang untuk dapat berangkat ke Tanjungpinang. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Alasan Jumlah Penumpang Sedikit, Kapal MV Superjet Tiadakan Rute Penjemputan Penumpang di Desa Mensanak pertama kali tampil pada Kepri.

Video Penjemputan 44 Bungkus Sabu Ditayangkan, Eks Polisi Akui Ikut Operasi di Perairan Nongsa

0
Sidang lanjutan perkara narkoba yang melibatkan 10 mantan anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Barelang kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Senin (14/4).

batampos – Sidang lanjutan perkara dugaan keterlibatan jaringan narkoba yang melibatkan 10 mantan anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Barelang kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Senin (14/4).

Dua saksi, Rheno dan Veridian yang keduanya mantan anggota Subnit 2 Satresnarkoba Polresta Barelang—memberikan kesaksian secara virtual.

Sidang ini mengadili 12 terdakwa, terdiri dari 10 mantan polisi dan 2 terdakwa sipil, yakni Aziz Martua Siregar dan Zulkifli Simanjuntak yang duduk di kursi terdakwa, didampingi penasihat hukum masing-masing.

Majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Tiwik menayangkan sebuah video penting sebagai bukti petunjuk . Video tersebut memperlihatkan momen penjemputan narkotika jenis sabu sebanyak 44 bungkus di perairan Nongsa, menggunakan kapal.

Rheno mengaku ikut dalam rombongan kapal itu pada Juni 2024. Menurutnya, mereka diminta membackup Subnit 1 Satresnarkoba atas perintah langsung dari Kanit.

“Kami dikumpulkan lebih dulu, lalu malam harinya kami berangkat ke pantai Nongsa mengikuti mobil opsnal,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, kapal mereka didekati oleh sebuah speedboat dari arah perairan Malaysia. Dari kapal asing itu, dua tas dilempar ke kapal mereka.

“Isinya 44 bungkus sabu. Kami kembali ke kantor lewat pintu samping agar tidak terekam CCTV,” beber Rheno.

Barang bukti itu kemudian diletakkan di ruang Subnit 1 dan langsung digelar. Ia menyebut, tidak ada briefing sebelumnya dari pimpinan dan perintah yang diterima hanya sebatas backup kegiatan penjemputan.

Sebelumya pada Jumat (11/4) saksi lainnya, Budi Setiawan, yang juga mantan anggota Subnit 2, mengungkapkan diminta oleh Kanit untuk mengantarnya ke Bandara Hang Nadim guna bertemu Kasat Narkoba.

“Saya hanya menyupiri dan menunggu di mobil. Tidak ikut masuk,” katanya.

Namun, hal mengejutkan terungkap dalam perjalanannya kembali ke kantor. Ia mendengar percakapan di mobil yang menyebutkan hanya 35 bungkus sabu yang dilaporkan, sementara 9 bungkus lainnya diduga “disisihkan”.

Budi juga mengaku mengalami intimidasi setelah kasus ini mencuat dan para anggota Subnit 1, termasuk Kasat Satria Nanda dan Kanit Sigit, ditahan di Polda Kepri. Ia diminta mencari uang hingga Rp1 miliar untuk “menyelesaikan perkara” serta Rp300 juta untuk biaya praperadilan.

“Kalau tidak dipenuhi, saya juga diancam akan dijebloskan ke penjara,” ujar Budi di hadapan majelis hakim.

Perkara ini mencuat setelah dugaan penyalahgunaan wewenang dan keterlibatan dalam penggelapan barang bukti narkoba menyeret belasan nama dari institusi kepolisian. Sidang masih akan berlanjut dengan menghadirkan saksi-saksi lainnya dalam waktu dekat. (*)

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel Video Penjemputan 44 Bungkus Sabu Ditayangkan, Eks Polisi Akui Ikut Operasi di Perairan Nongsa pertama kali tampil pada Metropolis.

Puluhan Pati dan Pamen Kena Mutasi, Kapolda Jabar Jadi Astamaops

0

 

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin serah terima jabatan pati Polri di Mabes Polri pada Senin (14/4). (Polri).

batampos – Gerbang perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri kembali bergerak. Tidak kurang dari 49 pati dan pamen kena mutasi dan promosi yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Secara keseluruhan ada 49 pati dan pamen yang pindah tugas. Termasuk diantaranya Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Akhmad Wiyagus.

Melalui Surat Telegram Nomor: ST/688/IV/KEP./2025 tertanggal 13 April 2025, Jenderal Sigit menunjuk Irjan Wiyagus untuk menjadi Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri. Dengan jabatan baru tersebut, secara otomatis Wiyagus akan mendapat kenaikan pangkat menjadi komisaris jenderal atau komjen.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan upaya penyegaran serta pengembangan karier personel Polri.

”Mutasi dan promosi jabatan adalah hal yang rutin dalam tubuh Polri sebagai bentuk regenerasi dan penyesuaian kebutuhan organisasi. Dalam ST mutasi kali ini, terdapat 49 personel yang seluruhnya mendapat promosi jabatan, termasuk beberapa jabatan di tingkat pusat maupun kewilayahan,” terang dia pada Senin (14/4).

selain Irjen Wiyagus, beberapa pati yang masuk dalam mutasi dan promosi tersebut adalah Irjen Pol Rudi Setiawan yang ditunjuk menjadi kapolda Jabar. Kemudian ada tiga pati bintang dua, 10 pati bintang satu, dan 7 pamen berpangkat kombes yang mendapat promosi.

Mabes Polri menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan tersebut dilakukan tidak lain dengan maksud untuk meningkatkan kinerja organisasi, juga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian kinerja para personel yang mendapatkan promosi. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Puluhan Pati dan Pamen Kena Mutasi, Kapolda Jabar Jadi Astamaops pertama kali tampil pada News.