Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 1736

Jorok, Sampah Menggunung Pinggir Jalan di Tanjung Unggat

0
Sampah menggunung di pinggir jalan yang ada di kawasan Tanjung Unggat, Senin (14/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Tumpukan sampah menggunung di pinggir jalan permukiman, yang ada di kawasan Kelurahan Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang, Kepri. Selain merusak pemandangan, keberadaan sampah rumah tangga tersebut juga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Pantauan Batam Pos, kondisi ini tampak membuat pengendara sepeda motor dan warga pejalan kaki yang melintas merasa terganggu. Tidak sedikit dari mereka terpaksa menutup hidung, saat melintas di area tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ahamad Yani mengatakan bahwa sampah-sampah itu diduga hasil perbuatan warga sekitar, yang membuang secara sembarangan.

BACA JUGA: Sampah Dikelola PT AGB tapi Sarana Transportasi Gunakan Milik Pemkab

Terlebih, DLH telah menyiapkan tempat pembuangan sementara (TPS) yang letaknya tidak begitu jauh, dari tempat tersebut.

“Itukan yang buang masyarakat juga. Yang jelas kita sudah siapkan tempat, agar mereka buang sampah di tempat yang sudah kita sediakan,” kata Ahmad Yani, Senin (14/4).

Ia menegaskan, bahwa ada sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan, terutama dalam jumlah banyak. Kendati demikian, kata dia penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2017 itu dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Untuk sanski Satpol PP yang melakukan penegakan hukum. Yang jelas kita sudah siapkan tempat sampah agar warga membuang sampah disitu,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Tanjungpinang, Irwan Yacob menyampaikan akan melakukan pemantauan, untuk mengetahui pelaku pembuang sampah sembarangan tersebut.

Ia mengaku, pihak Satpol PP Tanjungpinang juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga sekita, untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan di area itu. Terlebih lagi, di lokasi itu sudah ada plang larangan membuang sampah.

“Kita juga akan berkoodinasi dengan DLH. Apakah disana (lokasi) kekurangan tong sampah atau tidak,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Jorok, Sampah Menggunung Pinggir Jalan di Tanjung Unggat pertama kali tampil pada Kepri.

2.640 PTK Non ASN Pemprov Kepri Akhinya Nikmati Insentif Hari Raya

0
Kadisdik Provinsi Kepri, Andi Agung

batampos– Ribuan PTK non ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri akhirnya merasakan insentif hari raya. Walaupun, insentif hari raya senilai Rp2 juta per orang tersebut cahir sesudah lebaran Idul Fitri 2025.

Tercatat ada sebanyak 2.640 orang yang insentif hari raya nya cahir sesudah lebaran. Mereka sebelumnya sempat dijanjikan oleh Pemprov Kepri, bahwa insentif hari raya itu dipastikan cahir sebelum Idulfitri.

“Kalau saya dan PTK non ASN sudah cahir (insentif hari raya). Namun cuma Rp2 juta, berbeda dari tahun sebelumnya sebesar satu bulan gaji,” kata seorang PTK Non ASN Disdik Kepri, yang enggan disebutkan identitasnya.

Menurutnya, nilai insentif hari raya yang berbeda dengan Tunjangan Hari Raya (THR) itu terbilang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan saat lebaran. Kendati demikian, mau tidak mau ia terpaksa harus bersyukur, serta menerima insentif hari raya dengan lapang dada.

“Nilainya juga disamakan dengan S1, D3 dan SMA. Kalau THR kan beda. Ya mau tidak mau kita harus bersyukur, daripada tidak cahir,” tambahnya.

Ia juga berharap, telatnya pembayaran insentif hari raya tersebut tidak terulang lagi pada tahun mendatang. Bahkan, ia meminta agar Gubernur Kepri tidak lagi memberikan insentif hari raya, melainkan memberikan THR agar serupa dengan pegawai berstatus ASN.

Sebelumnya. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan terlambatnya penyaluran insentif hari raya ke 2.640 orang PTK non ASN tersebut disebabkan kesiapan data, hingga kepet waktu kerja dengan libur lebaran Idulfitri.

“Saya sempat telfon ke Bank, katanya mereka sudah tutup. Jadi kita serahkan insentif hari raya ini setelah lebaran Idulfitri,” kata Ansar, Selasa (8/4).

Ia meminta kepada ribuan PTK non ASN untuk tidak khawatir terkait insentif hari raya tersebut. Sebab, Pemprov Kepri akan segera melakukan penyaluran mulai hari ini, hingga dua hari kedepan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung mengatakan awalnya penyaluran insentif ini direncanakan dilakukan pada 28 Maret, atau dua hari jelang lebaran Idul Fitri. Namun, dihari tersebut Bank sudah mulai tutup, hingga menyebab penyaluran ditunda.

“Kirain jumat bisa, ternyata isak bisa. Yang jelas akan kita bayarkan Rp2 juta per odang. Mulai hari ini kita usahakan selesai,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel 2.640 PTK Non ASN Pemprov Kepri Akhinya Nikmati Insentif Hari Raya pertama kali tampil pada Kepri.

Honorer Dinas Cipta Karya Batam Tewas Ditikam Rekan Kerja

0
lokasi penikaman honorer. f. rengga

batampos – Insiden berdarah terjadi di lingkungan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Senin (14/4) siang. Dua pegawai honorer yang bekerja di dinas tersebut terlibat cekcok yang berujung pada aksi penikaman hingga menewaskan salah satu di antaranya.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di area belakang kantor dinas yang berlokasi di kawasan Sekupang. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, cekcok mulut antara korban dan pelaku—yang diketahui bertugas di bagian yang sama. Setelah adu mulut, pelaku sempat meninggalkan lokasi dan diduga membeli sebilah pisau dapur.

Tak lama kemudian, pelaku kembali masuk ke kantor melalui pintu belakang dan langsung menyerang korban dari arah belakang. Korban sempat mengalami luka serius di bagian leher akibat gorokan senjata tajam, dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit BP Batam (RSBP).

BACA JUGA: Ketua RT di Batam Ditikam Tetangga Sendiri saat Bersihkan Taman, Polisi Dalami Motif

“Awalnya cuma ribut mulut, tapi nggak nyangka sampai segitunya. Tiba-tiba pelaku balik bawa pisau dan langsung menyerang,” ujar Musdiansyah, salah seorang warga sekitar yang ikut menyaksikan kepanikan usai kejadian.

Polisi dari Polsek Sekupang telah mengamankan pelaku tak lama setelah insiden tersebut. Sementara jenazah korban masih berada di RSBP untuk keperluan visum dan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menyelidiki motif pasti di balik penikaman tersebut. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Honorer Dinas Cipta Karya Batam Tewas Ditikam Rekan Kerja pertama kali tampil pada Metropolis.

Dishub Lingga Dinilai Langgar Aturan Perbup Soal Aturan Kerja Sama Iklan

0

batampos– Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga dinilai langgar Peraturan Bupati (Perbup) terkait aturan kerjasama iklan dengan awak media. Hal ini dikarenakan bunyi dari Perbup untuk tarif kerja sama iklan bagi media yang belum terverifikasi sebesar Rp 75 ribu perhari, media yang terverifikasi administrasi sebesar Rp 100 ribu perhari dan untuk media yang sudah terverifikasi faktual sebesar Rp 125 ribu perhari. Namun, Dishub Lingga mematok untuk tarif periklan sebesar Rp 500 ribu.

Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Minggu (13/4). F. Vatawari/BATAM POS

Terkait patokan tarif Rp 500 ribu periklan yang ada di Dishub Lingga ini berdasarkan pernyataan langsung dari Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kabupaten Lingga Hendry Efrizal saat dikonfirmasi Batampos beberapa hari yang lalu.

“Ada,cuma sudah di plot kemaren utk beberapa media. Karea tak banyak hanya Rp 500 ribu periklan. Hal ini disebabkan pagunya tak banyak akibat dipangkas kemaren. Tak bisa mengakomodir semua media,” ujar Hendry Efrizal, Jumat (11/4).

BACA JUGA: Ini Daftar OPD Lingga yang Anggarkan Kerjasama Media hingga Miliaran Rupiah di 2025

Menurut salah satu Kepala Biro Perusahaan Media yang bertugas di Lingga, tarif iklan yang dipatok okeh Dishub Lingga sudah menyalahi Aturan Perbub Lingga terkait tarif kerjasama iklan.

“Saya menilai Dishub Lingga sangat berani memberikan tarif Rp 500 ribu periklan untuk kerjasama dengan media. Hal ini sudah sangat menyalahi Aturan Perbup yang telah mengatur tarif kerjasama Iklan yang berdasarkan status dari perusahaan media itu sendiri,” ujar salah satu wartawan yang juga merupakan Kelak Biro Perusahaan Media yang bertugas di Lingga.

Selain dinilai berani melanggar Aturan Perbup, Dishub Lingga juga dianggap tidak transparan terhadap informasi ke publik baik masyarakat maupun rekan-rekan media lainnya untuk Anggaran Dana Publikasi yang ada di OPD mereka.

“Tidak hanya melanggar Aturan Perbup terkait tarif Iklan, Dishub Lingga juga tidak transparan dalam memberikan informasi tentang Anggaran Dana Publikasi yang ada di OPD mereka. Hal ini karena informasi Anggaran Dana Publikasi ini tidak pernah sampai ke rekan-rekan media namun sudah ada beberapa media yang diploting oleh mereka untuk kerjasama,” ungkapnya.

Dengan kejadian seperti ini, beberapa wartawan berencana akan melaporkan Dishub Lingga kepada BPKP Provinsi Kepulauan Riau atas tindakan melanggar Aturan Perbup terkait tarif Iklan dan tidak adanya transparansi informasi Anggaran Dana Publikasi ke Publik. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Dishub Lingga Dinilai Langgar Aturan Perbup Soal Aturan Kerja Sama Iklan pertama kali tampil pada Kepri.

Lampu Lalu Lintas Mati di Sejumlah Titik Jalan di Tanjungpinang

0
Ketiga lampu lalulintas tugu tangan Km 11 Tanjungpinang tampak menyala bersamaan beberapa waktu lalu, Rabu (15/5).

batampos-Lampu lalu lintas di sejumlah titik jalan di Tanjungpinang dilaporkan tidak berfungsi sejak pagi hari hingga siang hari, Senin (14/4). Kondisi dikeluhkan pengendara dan pengguna jalan karena menyebabkan kesemrawutan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada jam sibuk.

Pantauan di lapangan, lampu lalu lintas di simpang empat Pamedan Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, tidak menyala. Begitu juga dengan lampu lalu lintas di simpang tiga kawasan Pancur Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.

BACA JUGA: Lampu Penerangan di Pelabuhan Tarempa Mati, Syahbandar Sebut akan Upayakan Perbaikan Agar Penumpang Nyaman

Akibat matinya lampu lalu lintas di jalan utama tersebut, pengendara kerap saling serobot dan kadang menyebabkan panjang kendaraan.

“Saya setiap hari lewat simpang Pamedan. Kalau lampu merah mati, semua pengendara bingung siapa yang harus jalan dulu. Bahaya sekali,” ungkap Iwan, seorang pengemudi ojek.

Beberapa pengendara juga mengeluhkan ketiadaan petugas untuk mengatur lalu lintas di lokasi tersebut. Masyarakat dan pengendara berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan.

Masyarakat pengguna jalan dan pengendara untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan selama melintasi persimpangan yang terdampak.

“Ya semoga segera diatasi,” harap Iwan. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar

Artikel Lampu Lalu Lintas Mati di Sejumlah Titik Jalan di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Permintaan Akta Lahir dan KTP Meningkat, Disdukcapil Batam Dipenuhi Warga

0
Warga mengurus dokumen kependudukan di kantor Disduk Kota Batam.
F. Rengga Y / Batam Pos

batampos – Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam kembali dipadati warga pada Senin (14/4). Sejak pagi, antrean tampak mengular di loket pelayanan, terutama untuk pengurusan akta kelahiran, surat pindah, perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan layanan lainnya.

Banyak warga datang untuk mengurus dokumen anak yang akan masuk sekolah, serta remaja yang akan berusia 17 tahun dan hendak melakukan perekaman KTP untuk pertama kali.

“Saya mau urus akta lahir anak saya. Sekarang sekolah sudah mulai minta data lengkap untuk PPDB,” kata Leni, salah satu warga yang mengantre di Disdukcapil Batam.

Hal serupa juga disampaikan Dedi, orang tua yang mengurus akta kelahiran anak ketiganya. “Sudah dari jam 8 pagi saya di sini. Memang ramai, tapi ini harus diurus supaya nanti tidak repot waktu masuk sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, di loket perekaman KTP, tampak sejumlah pelajar tengah mengantre. Banyak dari mereka ingin segera memiliki KTP sebagai syarat administrasi kependudukan.

“Kebetulan saya baru mau lulus sekolah. Mau segera cari pekerjaan, harus punya KTP,” ujar Iwan, salah seorang pelajar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kota Batam, Ashraf Ali, memastikan pelayanan tetap berjalan normal meski diserbu banyak pengunjung. Ia mengatakan lonjakan ini memang rutin terjadi setiap kali libur panjang berakhir.

“Setiap hari, kantor ini memang ramai, terutama untuk pengurusan KTP, KK, akta kelahiran, perubahan elemen data, surat pindah, dan sebagainya,” jelas Ashraf.

Disdukcapil juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan daring yang tersedia. Namun begitu, sebagian warga mengaku lebih nyaman datang langsung ke kantor karena ingin memastikan proses berjalan lancar dan cepat. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Permintaan Akta Lahir dan KTP Meningkat, Disdukcapil Batam Dipenuhi Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

PGN Raih Hak Khusus Distribusi Gas di Batam

0

batampos – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), subholding gas dari Pertamina, resmi memenangkan lelang Hak Khusus Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Gas Bumi di Kota Batam. Keputusan ini ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melalui Surat Keputusan Nomor 14/KD/Lelang/BPH Migas/Kom/2025.

Penunjukan ini menjadi momen penting bagi PGN dalam memperkuat jaringan dan memperluas layanan gas bumi di Batam. Hal ini juga menunjukkan dukungan nyata terhadap kebijakan pengelolaan gas bumi yang sedang digencarkan pemerintah.

“Kepercayaan ini kami sambut dengan komitmen untuk terus memperluas infrastruktur dan layanan gas, terutama untuk rumah tangga, sektor industri, pembangkit listrik, dan UMKM. Batam punya potensi besar, dan kami siap mendukung program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan pengembangan jargas,” ujar Fajriyah Usman, Sekretaris Perusahaan PGN, Senin (14/4/2025).

Anggota Komite BPH Migas, Abdul Halim, menyampaikan bahwa badan usaha pemenang lelang tidak hanya memiliki hak, tetapi juga kewajiban untuk ikut mendorong pertumbuhan industri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam. Ia menekankan pentingnya kontribusi nyata terhadap ekonomi lokal melalui perluasan jargas rumah tangga, sesuai dengan dokumen penawaran.

Menurut BPH Migas, pengembangan jaringan gas di Batam telah sesuai dengan tata ruang daerah dan termasuk dalam agenda nasional untuk memperluas pemanfaatan energi bersih. “Gas bumi sudah mengalir ke kawasan industri dan pemukiman Batam sejak 2003. Ke depan, pasokan akan diperkuat dari Blok Duyung, Anambas, hingga West Natuna,” jelas Anggota Komite, Wahyudi Anas.

Untuk menjamin pasokan gas tetap andal, PGN akan memaksimalkan berbagai sumber energi, termasuk dari proses regasifikasi LNG, sebagai solusi jangka panjang terhadap kebutuhan yang terus meningkat.

Saat ini, PGN sudah mengoperasikan jaringan pipa sepanjang 273 kilometer di Batam, ditambah 20 unit meter regulator/station (MR/S) dan satu offtake station di Panaran. Infrastruktur ini melayani wilayah industri dan permukiman seperti Tanjung Uncang, Batamindo, Kabil, Batam Centre, Panbil, hingga Lubuk Baja.

Layanan PGN di Batam mencakup 6 pembangkit listrik, 102 pelanggan industri dan komersial, 76 pelanggan kecil, dan 5.686 rumah tangga, dengan konsumsi gas sekitar 96,9 BBTUD. Tahun ini, PGN menargetkan penambahan 4.000 sambungan rumah tangga dari total rencana ekspansi sebesar kurang lebih 16.000 sambungan pelanggan hingga tahun 2027, mencakup segmen rumah tangga, industri, dan komersial.

Perluasan ini sejalan dengan rencana belanja modal PGN tahun 2025 yang mencapai USD 338 juta, dengan 67 persen dialokasikan untuk sektor hilir, seperti jargas, pembangunan pipa Tegal–Cilacap, serta infrastruktur CNG dan LNG.

Melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia, PGN juga menghadirkan layanan gas dalam bentuk CNG bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis di Batam.

“Kami berharap sinergi antara PGN, pemerintah, dan para pemangku kepentingan di Batam terus diperkuat, agar pemanfaatan gas bumi semakin optimal dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Ini juga mendukung misi besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi,” pungkas Fajriyah. (*)

Artikel PGN Raih Hak Khusus Distribusi Gas di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Proyek Pelebaran Jalan R Suprapto Batuaji Masih Fokus di Simpang Puteri Hijau

0
Proyek pelebaran jalan terus digesa.
f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Proyek pelebaran Jalan R Suprapto di wilayah Batuaji saat ini masih dalam tahap awal, dengan titik pengerjaan yang berfokus di sekitar Simpang Puteri Hijau. Pengerjaan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana, PT Belantara Karyatama, ini terlihat masih pada tahap pembersihan area jalur (ROW, right of way) jalan yang akan diperlebar menjadi lima lajur. Sejumlah kios liar yang berada di sepanjang ROW telah dibongkar untuk mendukung kelancaran proses pembangunan.

Pantauan di lapangan, para pekerja sudah memulai penggalian pada bagian jalan yang akan diperluas. Meski demikian, progres proyek berjalan agak lambat karena padatnya instalasi kabel dan pipa yang tertanam di sepanjang jalur tersebut. Proses penimbunan dan pengaspalan belum dimulai, sehingga arus lalu lintas masih terhambat, terutama saat jam-jam sibuk pagi dan sore hari.

Sejauh ini, pelebaran jalan telah mencapai simpang sebelum Perumahan MKGR ke arah Mukakuning. Sementara ke arah Simpang Basecamp, pengerjaan masih terkonsentrasi di sekitar lokasi persimpangan utama. Kendala teknis di lapangan membuat kontraktor harus ekstra hati-hati agar tidak merusak instalasi yang ada.

Halima, salah satu warga pengguna jalan yang ditemui di lokasi, mengungkapkan harapannya agar proyek ini bisa segera rampung. “Kalau bisa cepat selesai, jalan jadi lebih lebar dan tidak macet lagi. Kami sangat menantikan ini,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek peningkatan jalan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Batam untuk memperluas Jalan R Suprapto dari dua lajur menjadi lima lajur. Panjang jalan yang akan dilebarkan mencapai dua kilometer, dengan masa kerja kontrak selama 210 hari kalender. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Proyek Pelebaran Jalan R Suprapto Batuaji Masih Fokus di Simpang Puteri Hijau pertama kali tampil pada Metropolis.

Puncak Mudik dan Balik Telah Usai, BIB Fokus Tingkatkan Layanan Angkutan Haji

0
Bandara hang Nadim, Batam.
(f. Putut Ariyo / Batam Pos)

batampos – Masa angkutan Lebaran di Bandara Internasional Hang Nadim resmi berakhir. Penutupan posko angkutan Lebaran menandai selesainya masa operasional intensif yang berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak 21 Maret hingga 11 April 2025.

Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB), Nugroho Jati, menyampaikan bahwa selama periode tersebut, total pergerakan penumpang di Bandara Hang Nadim mencapai 323.824 orang.

“Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,5 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya,” kata dia, Senin (14/4).

Rinciannya, sebanyak 174.200 penumpang tercatat berangkat, sementara 149.624 penumpang tiba melalui Bandara Hang Nadim.

Selain itu, total penerbangan yang dilayani selama periode Lebaran mencapai 2.203 penerbangan, terdiri dari 1.104 penerbangan keberangkatan dan 1.099 kedatangan.

“Sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan penumpang, pihak bandara juga menyiapkan 193 penerbangan tambahan,” jelasnya.

Adapun puncak arus mudik terjadi pada 29 Maret 2025 (H-2 Lebaran), dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai 19.982 orang.

Sementara puncak arus balik tercatat terjadi pada dua hari, yakni 5 April 2025 (H+5) sebanyak 18.843 penumpang, dan 7 April 2025 (H+7) sebanyak 18.700 penumpang.

Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, mengapresiasi seluruh tim dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan layanan angkutan udara selama masa libur Lebaran tahun ini.

“Kami sangat bersyukur atas kerja sama solid antara manajemen BIB, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran dan kualitas layanan di salah satu bandara tersibuk di wilayah barat Indonesia,” ujarnya.

Pikri menambahkan, keberhasilan layanan angkutan Lebaran tahun ini menjadi semangat baru bagi BIB dalam menghadapi tantangan berikutnya, terutama menyambut musim angkutan Haji.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dan menghadirkan pengalaman perjalanan udara yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengguna jasa,” katanya.

Dengan berakhirnya masa angkutan Lebaran, Bandara Internasional Hang Nadim dinilai berhasil menjaga stabilitas operasional, keamanan, dan kenyamanan para pemudik.

Kini, BIB tengah bersiap menghadapi fase penting berikutnya: pelayanan angkutan Haji, dengan tetap mengedepankan prinsip pelayanan prima dan keselamatan penerbangan. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Puncak Mudik dan Balik Telah Usai, BIB Fokus Tingkatkan Layanan Angkutan Haji pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemkab Anambas Tak Akomodir Permintaan Honorer untuk Bekerja Kembali

0
Sekda Anambas, Sahtiar. f.ihsan

batampos– Pemkab Anambas tidak mengakomodir permintaan tenaga honorer yang ingin kembali bekerja pasca dirumahkan sejak Januari lalu.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Sahtiar, pihaknya takut menyalahi aturan jika memanggil honorer untuk kembali bekerja, meski Pemerintah Pusat memberikan kebebasan kepada daerah.

Selain itu, Pemkab Anambas juga tidak akan membayarkan gaji pegawai honorer yang tetap bekerja dari Januari lalu hingga saat ini.

BACA JUGA: BKPSDM Anambas Upayakan Honorer Bisa Bekerja Kembali Sambil Menunggu Pengangkatan PPPK Beres

“Selama tidak ada SK (Surat Keputusan) kita tidak boleh untuk membayarkan penggajian. Sampai hari ini memang Pemda tidak mengeluarkan SK mempekerjakan kembali,” ujar Sahtiar kepada awak media, Minggu, (13/4).

Meski demikian, Pemkab Anambas saat ini sedang menggesa percepatan keluarnya Pertimbangan Teknis (Pertek) Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk honorer yang dinyatakan lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1.

“Pertek itu salah satu syarat untuk mendapatkan NIPPPK. Insya allah bulan ini selesai, jadi per Mei nanti sudah mulai bisa pengangkatan PPPK tahap satu,” jelas Sahtiar.

Sedangkan untuk honorer yang sedang seleksi PPPK tahap dua akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) pada 30 April hingga 6 Mei.

“Maka konsen kita dua itu dulu. Sejauh ini tidak ada pekerjakan kembali honorer. Kita takut menyalahi aturan,” tegas Sahtiar.

Sebelumnya, pada Kamis, 10 April kemarin, sejumlah perwakilan honer mendatangi Komisi I DPRD Anambas untuk mengadukan nasib usai diberhentikan sejak Januari lalu.

Salah satu tuntutan mereka yaitu meminta Pemkab Anambas agar kembali mempekerjakan seperti di Pemda lain salah satunya Lingga, Bintan dan Pemprov Kepri.

Perlu diketahui, jumlah tenaga honorer di Kabupaten Anambas mencapai 3.707 yang tersebar di setiap OPD. Dari 3.707 orang itu, terdapat 1.782 honorer yang lulus PPPK tahap satu.

Kemudian, 1.202 honorer yang sedang berjuang di seleksi PPPK tahap dua. Sedangkan honorer yang tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PPK terdapat 161 orang. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Pemkab Anambas Tak Akomodir Permintaan Honorer untuk Bekerja Kembali pertama kali tampil pada Kepri.