Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 1749

Tukang Bangunan Ditemukan Meninggal di Belakang Kafe, Diduga Akibat Hipertensi

0
Pihak keluarga menjenguk Ilham Abadi yang ditemukan meninggal dunia di ruang pemulasaraan RSUD Muhammad Sani, Tanjungbalai Karimun.
f. SANDI PRAMOSINTO

batampos – Seorang pekerja bangunan bernama Ilham Abadi ditemukan meninggal dunia di tempat tinggal sementaranya yang terletak di belakang Cafe Janji Jiwa (JJ), Jalan Poros, Kecamatan Meral, pada Sabtu (12/4).

Yunus, pemilik Cafe JJ, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa jasad Ilham pertama kali ditemukan oleh salah satu karyawan kafe sekitar pukul 11.00 WIB, setelah dihubungi oleh istri Ilham yang merasa khawatir karena tak bisa menghubunginya.

“Saat karyawan saya membuka pintu, tak lama kemudian istri Ilham menelepon dan meminta agar dicek keadaannya karena tinggal di bangunan belakang kafe,” ujar Yunus kepada Batam Pos.

Setelah mencoba mengetuk namun tidak ada jawaban, karyawan masuk lewat pintu belakang dan membuka pintu kamar Ilham. Saat itu, Ilham ditemukan dalam posisi tertelungkup dan sudah tidak bernyawa.

Karyawan langsung melaporkan hal itu kepada Yunus, yang kemudian menginstruksikan agar tidak menyentuh apa pun dan segera menghubungi pihak kepolisian. Tidak lama berselang, polisi tiba dan membawa jenazah ke RSUD Muhammad Sani untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut keterangan istrinya, Ilham diketahui memiliki riwayat tekanan darah tinggi dengan tekanan yang sempat mencapai 200 mmHg. Namun, ia dikabarkan enggan mengonsumsi obat untuk mengendalikan kondisi tersebut.

Yunus juga menyebut bahwa Ilham baru beberapa hari menempati tempat tinggal di belakang kafe. Ia seharusnya pulang ke kampung halamannya di Urung, Kecamatan Kundur Utara, pada Jumat (11/4), namun rencananya tertunda karena masih menyelesaikan pekerjaan konstruksi di rumah warga.

“Jenazah Ilham hari ini akan dibawa oleh pihak keluarga ke Urung dan akan dimakamkan di sana,” tambah Yunus. (*)

 

Reporter : SANDI PRAMOSINTO

Artikel Tukang Bangunan Ditemukan Meninggal di Belakang Kafe, Diduga Akibat Hipertensi pertama kali tampil pada Kepri.

Kucing Terjepit Jari-jari Ban Kursi Roda di Bintan

0
Petugas Damkar menyelamatkan kucing yang terjepit di jari-jari ban kursi roda di Kampung Jeruk, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Jumat (11/4/2025) siang. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Seekor kucing terjepit jari-jari ban kursi roda di Kampung Jeruk, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Jumat (11/4/2025) siang.

Peristiwa ini bermula saat seorang warga bermain dengan kucing kesayangannya di atas kursi roda.

Setelah kucing turun, pria tersebut tanpa sengaja mengerakkan kursi rodanya mundur.

Sehingga, kucing terjepit di jari-jari kursi roda.

Anaknya yang mendengar suara kucing mengeong kesakitan, berusaha menyelamatkannya.

BACA JUGA: Tim Damkar Selamatkan Kucing Terjebak di Selokan

Namun, setelah 10 hingga 15 menit berusaha, mereka tidak berhasil mengeluarkan kucing yang terjerat.

Karena khawatir kucingnya mati, mereka meminta bantuan ke petugas Damkar.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan bahwa petugas yang menerima laporan segera menuju ke lokasi dan terpaksa membongkar baut kursi roda untuk menyelamatkan kucing.

Setelah itu, kucing berhasil diselamatkan, meski kondisinya sudah lemas karena lama terjepit.

“Saat kami serahkan ke pemiliknya, kucing masih hidup, meskipun kondisinya lemas,” kata Panyodi. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Kucing Terjepit Jari-jari Ban Kursi Roda di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Pasca Lebaran, Warga Berbondong-bondong Berobat Diabetes dan Hipertensi di Puskesmas Tarempa

0
Petugas medis sedang melayani pasien yang periksa kesehatan di Puskesmas Tarempa. f.ihsan

batampos– Puskesmas Tarempa menerima banyak kunjungan dari masyarakat yang hendak berobat pasca lebaran Idul Fitri 2025.

Kepala Puskesmas Tarempa, Apriyanti mengatakan masyarakat yang datang didominasi oleh pasien rutin menjalankan pemeriksaan

Ramainya pasien ini terjadi sejak Selasa, (8/4) kemarin. Padahal, pihaknya selama libur lebaran tetap membuka pelayanan.

“Mungkin kemarin tidak banyak yang tahu informasi ini, makanya Selasa kemarin langsung ramai pasien. Sampai hari ini, petugas kami kewalahan,” jelas Apriyanti.

BACA JUGA: Petugas Puskesmas Dabo Lama Melakukan Pengecekan dan Pengambilan Sample di Sejumlah Tempat Penjualann Takjil

Apriyanti mengungkapkan rata-rata pasien yang datang ke Puskesmas mengidap penyakit diabetes dan hipertensi.

“Terus ada juga yang minta rujukan untuk ke dokter penyakit dalam di RSUD Tarempa. Semua kita layani,” kata dia.

Petugas medis telah mengantisipasi lonjakan pasien dengan menyiapkan obat-obatan. Karena, sebagian pasien yang datang ke Puskesmas hanya ingin meminta obat untuk meredakan rasa sakit.

“Alhamdulillah lonjakan pasien ini bisa kita atasi dan pelayanan kita optimal. Ini membuktikan masyarakat kita peduli akan kesehatan,” pungkas Apriyanti. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Pasca Lebaran, Warga Berbondong-bondong Berobat Diabetes dan Hipertensi di Puskesmas Tarempa pertama kali tampil pada Kepri.

Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Publik Jadi Fokus BP Batam

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (F.Arjuna)

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa proyek strategis pembangunan jalan di Kota Batam akan terus dilaksanakan sesuai jadwal. Salah satu proyek prioritas yang tengah dikerjakan adalah pelebaran jalan sepanjang 3,8 kilometer dari Simpang Kepri Mall menuju Kawasan Industri Batamindo.

“Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas. Saat ini, pekerjaan jalan dari Kepri Mall ke Muka Kuning sudah dimulai,” ungkap Amsakar dalam arahannya pada Rabu (9/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa infrastruktur yang memadai sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang mendukung investasi di Batam. Untuk itu, Amsakar menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor guna menjamin keberhasilan proyek-proyek tersebut.

“Kemajuan Batam hanya bisa tercapai lewat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Infrastruktur yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya lebih lanjut.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam kepemimpinan yang efektif.

“Diperlukan langkah nyata dan strategi yang tepat agar Batam bisa berkembang lebih cepat,” tambah Amsakar.

Pelayanan Publik Jadi Sorotan

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Amsakar juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia meminta seluruh aparatur di Pemerintah Kota Batam dan BP Batam untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kita harus cepat tanggap terhadap keluhan warga, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar,” tegasnya.

Masalah banjir pun menjadi perhatian utama. Ia menyatakan bahwa penanganan banjir harus menjadi prioritas demi kenyamanan dan keselamatan warga.

“Pembangunan harus berjalan seimbang dengan penanganan isu lingkungan. Kepentingan masyarakat harus tetap menjadi yang utama,” tutupnya. (*)

Artikel Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Publik Jadi Fokus BP Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Publik Jadi Fokus BP Batam

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (F.Arjuna)

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa proyek strategis pembangunan jalan di Kota Batam akan terus dilaksanakan sesuai jadwal. Salah satu proyek prioritas yang tengah dikerjakan adalah pelebaran jalan sepanjang 3,8 kilometer dari Simpang Kepri Mall menuju Kawasan Industri Batamindo.

“Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas. Saat ini, pekerjaan jalan dari Kepri Mall ke Muka Kuning sudah dimulai,” ungkap Amsakar dalam arahannya pada Rabu (9/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa infrastruktur yang memadai sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang mendukung investasi di Batam. Untuk itu, Amsakar menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor guna menjamin keberhasilan proyek-proyek tersebut.

“Kemajuan Batam hanya bisa tercapai lewat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Infrastruktur yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya lebih lanjut.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam kepemimpinan yang efektif.

“Diperlukan langkah nyata dan strategi yang tepat agar Batam bisa berkembang lebih cepat,” tambah Amsakar.

Pelayanan Publik Jadi Sorotan

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Amsakar juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia meminta seluruh aparatur di Pemerintah Kota Batam dan BP Batam untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kita harus cepat tanggap terhadap keluhan warga, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar,” tegasnya.

Masalah banjir pun menjadi perhatian utama. Ia menyatakan bahwa penanganan banjir harus menjadi prioritas demi kenyamanan dan keselamatan warga.

“Pembangunan harus berjalan seimbang dengan penanganan isu lingkungan. Kepentingan masyarakat harus tetap menjadi yang utama,” tutupnya. (*)

Artikel Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Publik Jadi Fokus BP Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

BU-SPAM Nyatakan Masyarakat di Wilayah Stres Area Mulai Menikmati Aliran Air

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU-SPAM) mulai menyelesaikan persoalan air di kawasan stres area. Khususnya di Kampung Ponjen dan Kampung Bukit Tanjung Riau, Patam Lestari hingga Tiban Bertuah.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan saat ini masyarakat yang berada di Kampung Ponjen Tanjung Riau, sudah dapat menikmati aliran air.

Meskipun suplai air belum bisa mengalir selama 24 jam, kondisi ini jauh lebih baik dari pada yang sebelumnya. Masyarakat Kampung Ponjen, sudah bisa mendapatkan aliran air dari pukul 23.30 hingga 05.00 WIB.

“Saat ini sudah ada peningkatan jam aliran air selama kurang lebih 6 jam. Kemarin itu, kita lakukan connecting pipa baru dan penggantian gate pump,” ujar Ariastuty, Jumat (11/4/2025).

Namun demikian, BP Batam akan terus melakukan observasi dengan penambahan booster pump untuk menambah jam aliran air ke kawasan stres area. Sebab, kawasan stres area ini berada pada kontur tanah yang tinggi, sehingga sulit dijangkau. Disamping itu, BP Batam hingga saat ini juga masih mengirimkan truk tangki setiap harinya.

“Kemarin sudah kita pesan dan saat ini masih menunggu pompanya sampai. Mudah-mudahan jam suplai air bisa lebih lama lagi dan menjangkau untuk daerah sekitarnya,” tutup Ariastuty.

Sementara itu warga Kampung Ponjen, Sriyani menyampaikan terima kasih atas kerja keras yang telah dilakukan oleh BU SPAM BP Batam. Ia berharap, air yang sudah mulai mengalir ini, bisa bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Ibu Li Claudia Chandra yang sudah memperhatikan kami,” ujar Sriyani.

Sebelumnya, Ariastuty bersama Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano meninjau langsung ke kawasan stres area. Salah satu kawasan yang dikunjungi adalah Kampung Ponjen RT 01 RW 05, Tanjung Riau.

Aliran air, sangat sulit sampai ke kampung ini karena kondisi topografi atau elevasi yang paling tinggi di kawasan Tanjung Riau. Sehingga, sebagai solusi agar air bisa sampai ke kampung ini, adalah dengan penambahan crossing pipa baru dan pemasangan booster pump.

Selain itu, untuk jangka panjang juga akan dibangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Sei Ladi yang berkapasitas 50 lpd. Proses pembangunan IPA ini sudah masuk dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED), yang diharapkan dapat selesai di tahun 2025 ini.

“Kedepannya, seluruh wilayah stres area bagian Barat Kota Batam diharapkan dapat teraliri air. Sebagaimana hal ini merupakan fokus utama dari Bapak Kepala BP Batam dan Ibu Wakil Kepala BP Batam,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait beberapa waktu yang lalu. (*)

Artikel BU-SPAM Nyatakan Masyarakat di Wilayah Stres Area Mulai Menikmati Aliran Air pertama kali tampil pada Metropolis.

BU-SPAM Nyatakan Masyarakat di Wilayah Stres Area Mulai Menikmati Aliran Air

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU-SPAM) mulai menyelesaikan persoalan air di kawasan stres area. Khususnya di Kampung Ponjen dan Kampung Bukit Tanjung Riau, Patam Lestari hingga Tiban Bertuah.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan saat ini masyarakat yang berada di Kampung Ponjen Tanjung Riau, sudah dapat menikmati aliran air.

Meskipun suplai air belum bisa mengalir selama 24 jam, kondisi ini jauh lebih baik dari pada yang sebelumnya. Masyarakat Kampung Ponjen, sudah bisa mendapatkan aliran air dari pukul 23.30 hingga 05.00 WIB.

“Saat ini sudah ada peningkatan jam aliran air selama kurang lebih 6 jam. Kemarin itu, kita lakukan connecting pipa baru dan penggantian gate pump,” ujar Ariastuty, Jumat (11/4/2025).

Namun demikian, BP Batam akan terus melakukan observasi dengan penambahan booster pump untuk menambah jam aliran air ke kawasan stres area. Sebab, kawasan stres area ini berada pada kontur tanah yang tinggi, sehingga sulit dijangkau. Disamping itu, BP Batam hingga saat ini juga masih mengirimkan truk tangki setiap harinya.

“Kemarin sudah kita pesan dan saat ini masih menunggu pompanya sampai. Mudah-mudahan jam suplai air bisa lebih lama lagi dan menjangkau untuk daerah sekitarnya,” tutup Ariastuty.

Sementara itu warga Kampung Ponjen, Sriyani menyampaikan terima kasih atas kerja keras yang telah dilakukan oleh BU SPAM BP Batam. Ia berharap, air yang sudah mulai mengalir ini, bisa bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Ibu Li Claudia Chandra yang sudah memperhatikan kami,” ujar Sriyani.

Sebelumnya, Ariastuty bersama Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano meninjau langsung ke kawasan stres area. Salah satu kawasan yang dikunjungi adalah Kampung Ponjen RT 01 RW 05, Tanjung Riau.

Aliran air, sangat sulit sampai ke kampung ini karena kondisi topografi atau elevasi yang paling tinggi di kawasan Tanjung Riau. Sehingga, sebagai solusi agar air bisa sampai ke kampung ini, adalah dengan penambahan crossing pipa baru dan pemasangan booster pump.

Selain itu, untuk jangka panjang juga akan dibangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Sei Ladi yang berkapasitas 50 lpd. Proses pembangunan IPA ini sudah masuk dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED), yang diharapkan dapat selesai di tahun 2025 ini.

“Kedepannya, seluruh wilayah stres area bagian Barat Kota Batam diharapkan dapat teraliri air. Sebagaimana hal ini merupakan fokus utama dari Bapak Kepala BP Batam dan Ibu Wakil Kepala BP Batam,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait beberapa waktu yang lalu. (*)

Artikel BU-SPAM Nyatakan Masyarakat di Wilayah Stres Area Mulai Menikmati Aliran Air pertama kali tampil pada Metropolis.

Merasa Tertekan karena Intimidasi dan Permintaan Uang dari Sang Kanit

0

batampos – Mantan anggota Subnit 2 Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang, Budi Setiawan, memberikan kesaksian mengejutkan dalam sidang lanjutan perkara dugaan keterlibatan narkoba oleh sepuluh mantan anggota Satnarkoba Polresta Barelang yang digelar di Penga-dilan Negeri Batam, Jumat (11/4).

Sidang yang dipimpin hakim Tiwik dengan hakim anggota Douglas dan Andi Bayu ini digelar secara daring, mengingat status Budi yang saat ini sedang menjalani masa tahanan di Rutan Tembilahan atas perkara narkotika. Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) turut menghadirkan dua saksi lainnya, yang semuanya merupakan mantan anggota Subnit 2 Satnarkoba Polresta Barelang.

Dalam keterangannya, Budi membeberkan sejumlah fakta terkait dugaan intimidasi, penyisihan 9 kilogram (kg) dari 44 kg sabu, hingga permintaan uang dalam jumlah fantastis yang menyeret para petinggi dan anggota Satnarkoba Polresta Barelang.

Menurut Budi, intimidasi mulai dirasakan saat Kasat Narkoba saat itu, Satria Nanda, beserta Kanit Satuan, Sigit, dan delapan anggota Subnit 1 ditahan di Polda Kepri. Ia mengaku diminta oleh Sigit sebagai Kanit untuk mencari uang senilai Rp800 juta hingga Rp1 miliar guna “menyelesaikan perkara”, serta Rp300 juta untuk biaya praperadilan. Bila tidak dipenuhi, Budi mengklaim ia juga akan dijebloskan ke penjara.

“Saya takut terbawa-bawa. Permintaan uang itu ada, dan terus ditekan. Saya diminta bertemu dengan pengacara di kampus Uniba, bahkan sempat menyerahkan uang Rp10 juta dan Rp5 juta untuk keperluan fotokopi,” ujar Budi.

Ia menambahkan, permintaan dana ini disebut-sebut sebagai bagian dari “pengamanan” agar kasus tersebut tidak naik ke perkara umum. Uang dari setiap unit pun sempat dikumpulkan, dan menurut Budi, terkumpul sekitar Rp190 juta, masih kurang Rp100 juta dari target.

“Kami bingung mencari uang kemana, karena memang kami juga tak punya uang sebanyak itu,” ungkap Budi.

Kesaksian Budi juga mengungkap detail operasi penjemputan sabu ke OPL Malaysia yang dilakukan Subnit 1 Satnarkoba Polresra Barelang. Dimana, beberapa anggota dari Subnit 2 Satnakorba juga dilibatkan.

“Kami juga diminta kanit mem-backup operasi tersebut. Karena memang, sudah ada teguran kenapa tidak ada pe-ngungkapan kasus narkoba. Jadi saat diminta Kanit untuk mem-backup operasi Subnit 1, kami pun mau,” tegas Budi.

Ia menyebut dalam satu operasi yang digelar di Nongsa, tim Subnit 2 naik ke atas kapal besar yang kemudian melaju ke OPL. Tak lama kapal yang ia tumpangi didekati oleh speedboat. Dari kapal tersebut, dua tas diduga berisi narkoba dilempar ke kapal tim.

“Saat masuk OPL, ada laser hijau seperti tanda. Kemudian sebuah speed (boat) melaju kencang ke arah kapal kami, dan berhenti di samping. Kemudian melemparkan dua tas besar berwarna hitam. Untuk wajahnya saya kurang jelas karena situasinya itu malam,” jelasnya.

Usai melemparkan dua tas, speedboat itu menjauh, begitu juga kapal yang ia tumpangi melaju ke arah Nongsa. Sesampai di Nongsa, kedua tas itu dimasukkan ke dalam mobil dan mereka melaju ke Satnarkoba Polresta Barelang. Di Satnarkoba Polresta Barelang, tas berisi 44 paket kotak itu dijejerkan di Subnit 1.

“Saya melihat 44 bungkus sabu di ruangan Subnit 1, dibungkus plastik hitam,” jelasnya.
Tak hanya itu, Budi juga mengaku diminta Kanit menemaninya bersama tim lainnya ke Bandara untuk menemui Kasat Narkoba. Ia saat itu, diminta menyupiri dan menunggu di mobil.

“Saya tak masuk ke dalam, saya menunggu di mobil dan parkir di dekat kedatangan. Saya lupa berapa lamanya Kanit beserta yang lain di luar karena saya istirahat,” ungkapnya.
Tak berapa lama, Kanit masuk bersama tim lainnya dan mereka pun melaju ke Satnakorba Polresta Barelang. Di perjalanan, ia sempat mendengar celetuk dari salah satu anggota Satnakotba Subnit 1 terkait sabu yang dilaporkan ke Kasat Narkoba.

“Tapi saat saya mendengar percakapan di mobil, disebut hanya 35 bungkus yang dilaporkan, dan sisanya 9 bungkus disisihkan,” imbuhnya.

Berselang sehari, ia diminta Kanit kembali mem-backup operasi pengungkapan di Jembatan Nongsa Pura. Di sana, para anggota pun sudah berbagi posisi, hingga akhirnya datang kendaraan bermotor yang dinaiki perempuan dan laki-laki.

“Saya dengar ada ribut-ribut, yang ternyata Subnit 1 sudah mengamankan dua orang, laki-laki dan perempuan, berikut barang bukti tas yang menyerupai sabu. Ada 35 paket di dalam tas,” tegasnya.

Setelah itu, keduanya yang ternyata pasangan suami istri dibawa ke Markas Satnarkoba Polresta Barelang. Dan dilakukan pengembangan kasus ke Jakarta.

“Di Jakarta kami menginap 2 sampai 3 hari, yang juga membawa salah satu tersangka di Batam. Sehari berselang satu pelaku tertangkap lagi, namun bosnya tak berhasil ditemukan alias hilang jejak. Sehari kemudian kami balik ke Batam,” jelas Budi.

Tak hanya itu, ia juga sempat mendengar nama Azis, namun ia tak tahu pasti peranan azis terkait apa.

Berselang beberapa bulan, lima orang anggota Subnit 1 Satnakorba, beserta Kanit dan Kasat dipanggil Paminal Polda Kepri. Yang mana pemeriksaan seharian itu, tak memperbolehkan mereka pulang. Sehari berselang, seluruh anggota Subnit 1 dipanggil dan mereka juga tak lagi pulang ke rumah.

“Yang saya tahu, ternyata mereka ditahan. Di sini, Kanit mulai menghubungi kami, menyiapkan segala sesuatu. Awalnya kami bantu dengan ikhlas, namun ternyata membuat kami tertekan,” jelas Budi.

Ia mengaku sering dimintai bantuan oleh Kanit, termasuk membeli kebutuhan pribadi dan rokok, serta mendapat tekanan secara psikologis untuk tidak membocorkan informasi.

“Bahkan kami diminta mencarikan uang Rp800-Rp1 miliar untuk kasus tersebut. Kami bingung cari uang kemana. Namun kami harus mendapatkan, kalau tak ingin terseret bersama mereka,” jelas Budi.

Tak hanya meminta uang hampir Rp1 miliar, sang Kanit juga meminta mereka mencari uang Rp300 juta untuk menghadapi praperadilan. Dimana akhirnya mereka mengumpulkan dari Subnit 2 dan Subnit 3 terkumpul Rp190 juta.

“Kami terus dihubungi, kalau tak diangkat, Kanit marah-marah. Uang yang dikumpulkan tak sesuai permintaan, masih kurang Rp100 juta, kami tertekan,” jelasnya.

Budi juga membeberkan, bahwa Kasubnit 1 Nurdeni bersama ia dan 3 anggota lainnya, terpaksa memasarkan sabu demi mendapatkan uang. Meski awalnya menolak, namun ia tak punya pilihan.

“Kami sempat menolak keras, karena memang tak mau terlibat lagi. Namun, kami tak ada pilihan,” ucap Budi.

Keterangan Budi pun dibantah oleh para terdakwa yang sidang didampingi penasehat hukumnya masing-masing.

Sebanyak 12 terdakwa hadir di ruang sidang, terdiri dari 10 mantan anggota Satnarkoba dan 2 terdakwa sipil.

Adapun ke-10 terdakwa dari kepolisian adalah Satria Nanda, Alex Candra, Jaka Surya, Shigit Sarwo Edi, Ibnu Marfum, Rahmadi, Fadillah, Ariyanto, Junaidi Gunawan, dan Wan Rahmad. Sementara dua terdakwa sipil adalah Aziz Martua Siregar dan Zulkifli Simanjuntak. Seluruh terdakwa didampingi oleh penasihat hukum masing-masing. (*)

Artikel Merasa Tertekan karena Intimidasi dan Permintaan Uang dari Sang Kanit pertama kali tampil pada Metropolis.

Dinkes Kepri Catat 75 Kasus HIV, Didominasi Kaum LGBT

0
Kepala Dinas Kesehatan Kepri), Mohammad Bisri, F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri mencatat terdapat 75 kasus HIV/AIDS sepanjangan tahun 2025 ini. Kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) menjadi penyumbang terbanyak kasus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri), Mohammad Bisri mengatakan penyimpangan seksual dari kelompok LGBT masih menjadi penular penyakit HIV/AIDS tertinggi di Provinsi Kepri. Terlebih, kaum tersebut sangat rentan menularkan penyakit tersebut.

“Resiko kaum menyimpang ini (LGBT) lebih tinggi tertular dibanding yang normal,” kata Mohamad Bisri, Jumat (11/4).

BACA JUGA: 36 Warga di Lingga Terinfeksi HIV-AIDS, Kebanyakan Laki-laki

Ia menyampaikan, setidaknya terdapat 500 kaum LGBT yang mengidap penyakit menular HIV/AIDS sepanjang tahun 2024 lalu. Kebanyakan dari mereka yang tertular HIV tersebut ialah laki-laki, akibat berhubungan seksual dengan laku-laki.

“Untuk data tahun 2024 yang paling banyak Men to Men atau laki dengan laki, kurang lebih 500 orang yang terserang,” tambahnya.

Selain itu, kata Bisri daerah yang paling banyak terdapat kasus HIV yaitu Kota Batam. Kota tersebut masih menjadi penyumbang terbanyak kasus HIV/AIDS, kemudian disusul Kabupaten Bintan.

“Kita cegah agar HIV ini tidak bertambah. Salah satu caranya kita sosialisasikan bahaya seks sesama jenis ataupun seks bebas,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Dinkes Kepri Catat 75 Kasus HIV, Didominasi Kaum LGBT pertama kali tampil pada Kepri.

Ranwal RPJMD Anambas 5 Tahun ke Depan Disepakati, Salah Satu Programnya Seragam Gratis untuk Pelajar

0

batampos– Rancangan awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Anambas untuk 5 tahun kedepan telah mendapat kesepakatan bersama antara Bupati dan DPRD Anambas.

Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu mengatakan ranwal RPJMD ini akan menjadi pedoman arah kebijakan pembangunan Anambas selama lima tahun ke depan.

Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian. f.ihsan

“Seluruh misi dan program strategis yang disampaikan kepada masyarakat ketika berkampanye lalu sudah dimasukkan ke dalam dokumen RPJMD untuk direalisasikan,” ujar Raja Bayu, Jum’at, (11/4).

Program strategis yang telah disusun meliputi pelayanan kesehatan yang baik, seragam sekolah gratis, pengentasan kemiskinan hingga memberikan tali asih kepada lansia sebesar Rp 400 ribu per bulan.

BACA JUGA: Pemkab Lingga Menggelar Konsultasi Publik RPJMD Tahun 2025-2029

Bayu menyadari kemampuan keuangan daerah yang sedang ‘sakit’ membuat pihaknya untuk memutar otak agar seluruh program ini dapat segera di realisasikan.

“Kita sedikit pusing masalah anggaran, harus ikat pinggang kuat-kuat. Dengan ikan pinggang kuat-kuat ini tidak berarti program kita tidak bisa berjalan,” kata Bayu.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Anambas, Andyguna Hasibuan menambahkan ranwal RPJMD ini akan dibawa ke Gubernur Kepri untuk di evaluasi sebelum RPJMD ini difinalisasikan

“Berdasarkan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, kepala daerah wajib mengajukan Ranwal RPJMD paling lambat 40 hari setelah dilantik. Maka ini momennya,” ujar Andyguna.

Andyguna juga mendorong agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk dapat berperan aktif dalam mengawal finalisasi RPJMD.

“Karena di RPJMD ini lah rencana kerja (ranja) setiap OPD tersusun rapi. Maka kita minta kerjasamanya agar kerja kita terararah dan ada targetnya,” pungkas Andyguna. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Ranwal RPJMD Anambas 5 Tahun ke Depan Disepakati, Salah Satu Programnya Seragam Gratis untuk Pelajar pertama kali tampil pada Kepri.