Tristan Gooijer menandatangi kontrak bersama Klub Ajax hingga 30 Juni 2029. (Instagram Tristan Gooijer)
batampos – Pemain muda berdarah Indonesia, Tristan Gooijer, yang saat ini dipinjamkan dari Ajax Amsterdam ke PEC Zwolle, dilaporkan kian dekat untuk membela Timnas Indonesia. Informasi ini diungkapkan oleh Youtuber sekaligus pengamat sepak bola diaspora, Yussa Nugraha.
Dalam pernyataannya di kanal YouTube pribadinya pada Kamis (10/4), Yussa mengatakan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Tristan. Bek kanan berusia 20 tahun tersebut menunjukkan sikap terbuka jika mendapat undangan resmi dari PSSI.
“Aku pernah ngobrol langsung sama Tristan, aku tanya apakah dia bersedia membela Timnas Indonesia. Dia jawab terbuka, dan akan siap jika memang diundang,” ujar Yussa.
Tak hanya menunjukkan minat, Yussa juga mengungkapkan bahwa Tristan mengaku telah melakukan komunikasi awal dengan pihak federasi sepak bola Indonesia (PSSI), dan hasil pembicaraan tersebut terbilang positif.
“Terakhir aku kontak lagi, aku tanya soal komunikasi dengan PSSI. Dia bilang sudah ada, dan responnya cukup baik. Itu bikin aku yakin proses naturalisasinya bisa berjalan dalam waktu dekat,” tambah Yussa.
Walau saat ini tengah menjalani masa peminjaman di PEC Zwolle, Tristan masih terikat kontrak jangka panjang dengan Ajax Amsterdam. Bahkan, Ajax telah memperpanjang kontraknya hingga tahun 2029, menunjukkan bahwa klub raksasa Belanda itu masih memandangnya sebagai bagian dari proyek masa depan mereka.
“Dia sekarang dipinjamkan ke Zwolle, tapi Ajax baru saja memperpanjang kontraknya sampai 2029. Artinya, Ajax yakin dengan potensinya,” jelas Yussa.
Jika proses naturalisasi berjalan mulus, kehadiran Tristan bisa menjadi tambahan yang signifikan di lini pertahanan Timnas Indonesia. Dengan pengalamannya di kompetisi Eropa dan usia yang masih sangat muda, ia dianggap sebagai opsi jangka panjang untuk memperkuat Tim Garuda.
Perjalanan Karier Tristan Gooijer
Tristan mengawali kariernya di akademi sepak bola Belanda, mulai dari Forza Almere, FC Almere, hingga Almere City. Pada 2017, ia resmi bergabung dengan akademi Ajax Amsterdam. Tiga musim bersama Jong Ajax sejak 2021, ia mencatatkan 50 penampilan, mencetak 3 gol dan 4 assist.
Profil Singkat Tristan Gooijer:
Nama Lengkap: Tristan Gooijer
Tempat, Tanggal Lahir: Blaricum, Belanda – 2 September 2004
Kewarganegaraan: Belanda – Indonesia
Posisi: Bek kanan (juga bisa bermain sebagai bek tengah dan sayap kanan)
Klub Saat Ini: PEC Zwolle (pinjaman dari Ajax Amsterdam)
Sidang lanjutan perkara narkotika yang melibatkan 10 anggota kepolisian Polresta Barelang, Kamis (10/4). F.Yashinta
batampos – Sidang lanjutan perkara narkotika yang melibatkan 10 anggota kepolisian yang pernah bertugas di Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polresta Barelang kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (10/4). Dalam persidangan tersebut, jaksa menghadirkan beberapa saksi.
Salah satunya mantan polisi yang mengungkap adanya aliran dana dari bandar narkoba kepada polisi. Permintaan dana itu disebut untuk biaya operasional pengungkapan kasus narkoba.
Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Tiwik, didampingi hakim anggota Douglas dan Andi Bayu. Sebanyak 12 terdakwa hadir di ruang sidang, terdiri dari 10 mantan anggota Satnarkoba dan 2 terdakwa sipil.
Adapun ke-10 terdakwa dari kepolisian adalah Satria Nanda, Alex Candra, Jaka Surya, Shigit Sarwo Edi, Ibnu Marfu’m, Rahmadi, Fadillah, Ariyanto, Junaidi Gunawan, dan Wan Rahmad. Sementara dua terdakwa sipil adalah Aziz Martua Siregar dan Zulkifli Simanjuntak. Seluruh terdakwa didampingi oleh penasihat hukum masing-masing.
Jaksa menghadirkan saksi bernama Rendra Agus Putra Manihuruk, yang merupakan mantan anggota kepolisian. Dalam keterangannya, Rendra mengaku adalah anak buah dari Azis.
“Terdakwa Azis banyak usaha, ada jackpot, rumah makan dan juga bandar sabu besar. Saya anak buah Aziz,” ujar Rendra.
Menurut dia, ia diperintah oleh terdakwa Aziz untuk menyerahkan uang kepada dua anggota polisi, yakni Junaidi dan Alex. Uang itu diserahkanny di depan Kantor Lurah Simpang Dam, yang ia lupa hari dan tanggalnya.
“Saya diperintah Aziz untuk mengantarkan uang ke Junaidi dan Alex. Jumlahnya saya tidak tahu karena tidak saya buka. Penyerahan dilakukan di depan kantor Kelurahan Simpang Dam, dekat rumah Aziz, sekitar bulan Juni, sebelum tengah hari,” ujar Rendra dalam persidangan.
Menurut Rendra, saat penyerahan uang berlangsung, hanya ada Junaidi dan Alex yang datang menggunakan mobil Avanza putih, dengan Junaidi sebagai sopir.
“Mereka bilang uang itu untuk pengembangan kasus narkoba,” lanjutnya.
Dijelaskan Rendra, ia merupakan mantan polisi yang pernah bertugas di Polresta Barelang, junior dari terdakwa Sigit. Namun di tahun 2019 ia keluar, karena alasan permasalahaan keluarga.
“Saya ditangkap bulan September, yang saya lupa waktunya. Saya diperiksa, dan dites urine positif narkoba. Diperiksa di penyidik di bawah jam 12 malam,” jelasnya.
Disinggung terkait barang bukti 1 kilogram sabu, Rendra mengaku tidak tahu menahu. Yang ia tahu, ia diminta Azis menyerahkan uang yang ia tak tahu jumlahnya ke pada Alex dan Candra.
“Saya tak tahu jumlahnya, terkait sabu 1 kg saya tidak tahu. Namun Azis memang pemain besar yang punya banyak usaha,” ungkapnya.
Seluruh keterangan saksi, dibantah oleh para terdakwa, termasuk Azis. Namun Azis tak menapik kenal dengan Rendra karena teman satu angkatan. Dalam bantahannya, Azis sempat bersuara keras, mempertanyakan keterangan Rendra yang direkayasa.
“Tidak benar itu, kamu pasti ditakut-takut polisi yang banyak di luar sana, makanya kamu buat cerita tak benar,” tegas Azis sambil menunjuk saksi Rendra.
Hakim Tiwik sempat menengahi terdakwa Azis agar tidak berbicara keras, karena saksi punya hak dengan keteranganya.
“Saya ingatkan terdakwa untuk tidak berbicara keras,” tegas hakim Tiwik.
Sementara Rendra usai mendengar tanggapan para terdakwa atas keterangannya, mengaku tetap pada keterangannnya.
Diketahui, kasus dugaan tindak pidana narkotika yang menyeret 10 anggota polisi bergulir di Pengadilan Negeri Batam, sejak Kamis (30/1).
Dalam dakwaan, terungkap para terdakwa polisi tak hanya menyalahgunakan barang bukti narkoba jenis sabu. Namun juga menjemput 44 kilogram sabu hingga perbatasaan Malaysia, dengan membayar upah tekong Rp 20 juta dan upah informan Rp 20 juta perkilogram.
Dakwaan menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung antara bulan Juni hingga September 2024. Berawal dari salah satu ruangan Satnarkoba Polrest Barelang.
Kasus bermula dari informasi terkait penyelundupan 300 Kg sabu dari Malaysia yang diperoleh Rahmadi SI seorang informan. Namun, rencana tersebut batal hingga akhirnya muncul informasi baru pada Mei 2024 mengenai masuknya 100 kg sabu ke Indonesia.
Atas informasi tersebut, beberapa terdakwa menggelar pertemuan di One Spot Coffee, Batam, guna membahas distribusi barang haram itu.
Awalnya, rencana penyelundupan mengalami kendala, namun setelah Ditresnarkoba Polda Kepri mengungkap kasus narkotika di Imperium, Batam, serta adanya tekanan dari pimpinan Polresta Barelang agar segera mengungkap kasus besar, Satria Nanda diduga memerintahkan timnya untuk kembali menjalankan operasi ini.
Dalam rapat lanjutan, terdakwa Shigit Sarwo Edhi sebagai Kanit memberikan arahan kepada Fadillah dan Rahmadi untuk memastikan eksekusi berjalan lancar. Rencana itu mencakup pembagian 100 Kg sabu, di mana 90 Kg digunakan untuk pengungkapan kasus, sedangkan 10 Kg lainnya diduga disisihkan untuk membayar SI dan keperluan operasional. Pada akhirnya, strategi tersebut mendapat persetujuan Satria Nanda meski awalnya ia menilai skema itu berisiko tinggi.
Hingga akhirnya, pada bulan Juni, beberapa terdakwa menyewa Awang seorang tekong untuk mengambil sabu dari Malaysia. Awang diupah Rp 20 juta dan melaju dari Perairan Nongsa, menuju Tanjung Uban hingga ke Malaysia.
Awang membawa kapal seorang diri, dikawal oleh beberapa terdakwa (polisi) menggunakan kapal terpisah. Namun diperbatasan, para terdakwa berhenti. Sedangkan Awang masuk ke perairan Malaysia.
Setelah Awang kembali dari perairan Malaysia, para terdakwa kembali mengawal Awang hingga perairan Nongsa. Sesampai di perairan Nongsa, Awang tetap berada diatas kapal, sedangkan para terdakwa mengambil dua tas besar dan memasukan ke dalam mobil warna silver untuk menuju Satnarkoba Polresta Barelang.
Di Satnarkoba Polresta Barelang, para terdakwa menghitung jumlah sabu didalam dua tas ada 44 bungkus, yang masing-masing bungkus berisi 1 kilogram. Sabu-sabu tersebut kemudian disisihkan 9 bungkus dan disimpan di tempat terpisah.
Untuk 35 bungkus lagi atau 35 kilogram, dilaporkan untuk diekspos dan disetujui oleh Kasat yang saat itu berada di Bandara Hang Nadim Batam.
Dalam pertemuan para terdakwa dan kasat, kasat juga sempat mengucapkan selamat kepada para terdakwa karena sudah sukses bekerja. Yang kemudian ditentukan waktu untuk melakukan ekspos perkara nantinya. Para terdakwa kemudian menghubungi Poy (DPO), untuk mencari orang yang akan membawa sabu itu ke Jakarta. Dan Poy mendapatkan 3 orang, yakni Effendi, Nely dan Ade.
Dua diantara kurir adalah pasangan suami istri yang dijanjikan upah Rp 150 juta dan Ade yang dijanjikan upah Rp 10 juta. Namun dalam aksi itu, para polisi yang semula memiliki barang, melakukan aksi penyergapan kepada ketiganya. Orang suruhan Poy ditangkap ditangkap di dekat Jembatan Barelang dengan barang bukti 35 kilogram sabu.
Tak hanya itu, 9 kilogram sabu yang disisihkan itu kemudian dijual, salah satunya kepada Azis dengan harga Rp 400 juta per kilogram. Namun diperjalanan, Azis tak melunasi sisa dari pembelian sabu tersebut. Perbuatan para terdqkwa dijerat dengan pasal 112 ayat 2 UU narkotika jo 132 jo pasal 64 UU narkotika. Atau pasal 114 ayat 2 Jo 132 Jo 64 UU narkotika. (*)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Esenboğa, Ankara. (Setpres).
batampos – Presiden Prabowo Subianto menyentil negara-negara pro demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM), namun abai dengan penderitaan yang dialami rakyat palestina. Hal itu dia sampaikan saat berpidato di hadapan Parlemen Turki, Kamis (10/4).
Prabowo mengatakan, situasi keadaan dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian. Hal itu, kemudian diperparah dengan perilaku menindas yang dilakukan bangsa besar terhadap bangsa yang lebih lemah.
“Terutama saudara-saudara kita di Palestina,” kata Prabowo dalam pidato yang disiarkan akun parlemen Turki, Türkiye Büyük Millet Meclisi, TBMM, Kamis (10/4) malam.
Prabowo mengatakan, saat ini banyak negara yang setiap hari berbicara demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). Namun sayangnya, hal itu tidak berlaku saat memandang situasi di Palestina. Di mana ada banyak anak-anak atau perempuan di bom sampai kehilangan nyawa dan segalanya.
“Banyak negara diam pura-pura ga tahu dan pura-pura itu bukan pelanggaran Hak asasi manusia,” kata Prabowo.
Namun, Prabowo memuji sikap pemimpin Turki yang dia anggap tegas dan punya komitmen membela rakyat Palestina. Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, juga akan terus konsisten membela Palestina.
Di tengah ketidakpastian geopolitik, Prabowo menilai dunia memerlukan kepemimpinan yang berani dan penuh kearifan. Prabowo merasa, baik Indonesia maupun Turkiye harus tampil bersama dengan kuat.
“Kalau kita bekerjasama, suara kita akan lebih di dengar oleh seluruh dunia,” jelasnya. Indonesia, kata Prabowo, akan terus berjuang menciptakan dunia yang aman tanpa penindasan.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga memuji sejarah dan peran Turki dalam kemajuan islam serta peradaban dunia. Mulai dari masa Kekaisaran Ottoman hingga di era sekarang.
Kepada anggota Parlemen Turki, dia juga menyampaikan kekagumannya pada dua tokoh Turki. Yakni mantan presiden Mustafa Kemal Atatürk dan Mehmed sang penakluk, tokoh yang menaklukkan konstatinopel dalam sejarah Utsmani.
Sebagai bukti kekaguman, Prabowo memasang patung Mustafa Kemal Atatürk baik di istana maupun di rumah pribadi. “Mustafa kemal atturk icon contoh keberanian,” tegasnya.
Usai berpidato di parlemen, Prabowo menghadiri upacara penyambutan kenegaraan di Istana Presiden Erdoğan. Di situ, ada pertemuan tête-à-tête antara Presiden Prabowo dengan Presiden Erdoğan dan dilanjutkan dengan bilateral meeting, untuk penandatanganan beberapa MoU.
Setelah menyelesaikan kunjungannya di Ankara, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Antalya untuk menghadiri Antalya Diplomacy Forum (ADF). Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam mempererat kerja sama strategis antara Indonesia dan Turkiye di berbagai bidang, serta memperluas peran aktif Indonesia dalam diplomasi internasional. (*)
batampos – Tiga toko Indomaret di kawasan Tiban, Kecamatan Sekupang disatroni maling. Pelaku menggasak puluhan slop rokok dengan kerugian mencapai puluhan juta Rupiah.
Supervisor Indomaret Batam, M. Fadli mengatakan pencurian tersebut terjadi sebelum lebaran dan baru diketahui saat pemeriksaan barang di gudang yang ada di toko.
“Setelah dicek barang digudang, ada kekurangan. Ternyata dicuri,” ujarnya di Mapolresta Barelang, Kamis (10/4).
Ia menjelaskan pencurian itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan CCTv toko. Terlihat seorang pria memasuki toko dengan waktu yang berbeda.
Modusnya, pelaku meminta izin untuk menumpang ke toilet. Kemudian menuju gudang penyimpanan barang dan membawa rokok curian menggunakan tas.
“Pelakunya sama, satu orang. Memang biasanya gudang penyimpanan barang itu di belakang, dekat toilet,” katanya.
Adapun 3 toko yang disatroni maling tersebut berada di Graha Permata Indah, Mc Dermott, dan di Gajah Mada. Dengan kejadian ini, pihak Indomaret melaporkan kasus ini ke Mapolresta Barelang.
Perwakilan tenaga honorer Anambas saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Anambas. f.ihsan
batampos– Perwakilan tenaga honorer di Pemkab Anambas mengeluhkan tidak ada kejelasan nasib mereka pasca diberhentikan sementara oleh Bupati Anambas sejak Januari 2025 lalu.
Diberhentikannya honorer ini dalam rangka penataan pegawai sesuai arahan dari Pemerintah Pusat.
Keluhan ini disampaikan langsung ke Komisi I DPRD Anambas, Kamis, (10/4).
Roni Pardot, salah satu tenaga honorer, mengatakan sejak tidak bekerja lagi nasibnya kini merana. Apalagi, penghasilannya untuk keberlangsungan hidupnya bergantung dari sebagai tenaga honorer.
“Ditambah lagi ketika bulan puasa dan menyambut lebaran pengeluaran melebihi ekspetasi kita, apalagi kita ini sudah tidak ada pendapatan lagi,” ujar Roni Pardot.
Roni mengaku terpaksa menyampaikan hal ini agar DPRD maupun Pemkab Anambas dapat mencari jalan keluar. Salah satunya, memperkerjakan kembali honorer sampai pengangkatan PPPK beres.
“Mohon maaf kenapa saya memberanikan diri sampai disini. Karena saya, suami istri penghasilannya dari sebagai tenaga honorer,” kata dia.
Saat ini untuk bertahan hidup, ia harus terpaksa berhutang bahkan mendapatkan rasa iba dari masyarakat dengan memberikan pekerjaan seadanya.
“Selama tiga bulan ini, berhutang dan mendapat pekerjaan dari orang yang iba kepada kami. Jadi ini salah satu perjuangan berat bagi kami,” kata Roni.
Roni berharap Pemerintah Kabupaten Anambas dan DPRD agar memberikan solusi demi keberlangsungan hidup tenaga honorer. Mengingat jumlahnya hampir mencapai 4 ribu orang. (*)
Setelah memecahkan rekor di Liga Inggris, Mohamed Salah dikabarkan siap hengkang ke Liga Pro Saudi dengan Al-Hilal sebagai tujuan utama. (Istimewa)
batampos – Setelah berbulan-bulan spekulasi, teka-teki masa depan Mohamed Salah akhirnya menemukan titik terang. Bintang asal Mesir itu dilaporkan akan menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun bersama Liverpool, sebuah keputusan yang memperkuat tekadnya untuk terus menulis sejarah di Anfield.
Di tengah godaan besar dari Liga Pro Saudi, khususnya dari Al-Ittihad yang sempat mengajukan tawaran mencapai GBP 150 juta, Salah memilih jalan penuh loyalitas. Meski opsi untuk pindah ke liga berintensitas lebih rendah terbuka lebar, Salah tetap teguh pada keinginannya: bertahan di panggung tertinggi sepak bola Eropa bersama klub yang sudah ia bela selama delapan tahun terakhir.
Sinyal kepastian ini kian kuat setelah sumber internal tim nasional Mesir menyebut bahwa Salah memang berambisi melanjutkan kisahnya di Liverpool. Faktor keluarga yang telah mapan di Merseyside, kecintaannya pada klub, serta keinginan mengejar rekor legendaris Ian Rush menjadi landasan kuat keputusan ini.
Salah kini berada di posisi ketiga dalam daftar top skor sepanjang masa Liverpool dengan 243 gol, terpaut 42 gol dari Roger Hunt yang berada di peringkat kedua.
Di tengah musim yang penuh tekanan dan persaingan gelar, Salah sempat mengejutkan publik saat ia bicara ke media di bulan November, menyiratkan kekecewaannya karena belum ada tawaran kontrak baru. Pernyataan itu menuai kritik dari legenda klub Jamie Carragher, namun juga menunjukkan betapa pentingnya sosok Salah bagi Liverpool.
Dalam beberapa bulan terakhir, dia memilih untuk lebih tenang, menghindari konflik dan fokus membantu tim meraih gelar.
Meski usia Salah kini mendekati 33 tahun, performanya tetap luar biasa. Musim ini, ia sudah mencetak 32 gol dan menyumbang 22 assist. Liverpool pun akhirnya menganggap Salah sebagai pengecualian, melampaui keraguan data-data soal penurunan performa pemain senior.
Proses negosiasi panjang yang melibatkan Ramy Abbas, agen dan pengacara pribadi Salah, menunjukkan betapa rumitnya menjaga bintang besar di era sepak bola modern. Namun pada akhirnya, keberhasilan mempertahankan Salah menjadi kemenangan besar bagi Liverpool, Arne Slot, dan jutaan penggemar di seluruh dunia. (*)
Ilustrasi: Sebanyak 57 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Jumat (14/3).
batampos – Sebanyak 96 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, Kamis (10/4/2025). Para PMI yang dipulangkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mayoritas tidak memiliki dokumen resmi selama bekerja di negeri jiran tersebut.
Proses deportasi dilakukan dalam dua gelombang. Trip pertama tiba menggunakan kapal Marina Lines sekitar pukul 14.45 WIB dengan membawa 52 orang. Sementara trip kedua tiba sekitar pukul 15.30 WIB dengan kapal Citra Legacy 5 yang mengangkut 43 orang.
Dari total 96 PMI, sebanyak 81 orang merupakan laki-laki dan 15 lainnya perempuan. Mereka tampak mengenakan kaus biru bertuliskan “Pemulangan Bermartabat – KJRI Johor Bahru”, sebagai penanda resmi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru.
Para pekerja ini sebelumnya menjalani masa tahanan di Malaysia, dengan durasi rata-rata empat bulan karena berbagai pelanggaran, terutama terkait dokumen keimigrasian.
Salah satu PMI, Waluyo, yang berasal dari Jawa Tengah, mengaku telah bekerja di Malaysia selama dua tahun sebagai petugas proyek tanpa dokumen resmi.
“Kerja dua tahun, dengan dokumen kosong,” ujarnya saat tiba di Batam Center.
Meski bekerja secara ilegal, Waluyo mengaku pendapatannya di Malaysia jauh lebih stabil dibanding saat di kampung halaman. Namun, ia juga harus menanggung konsekuensi atas status ilegalnya, termasuk ditahan selama empat bulan.
“Pendapatan jelas di Malaysia, tak seperti di Indonesia, cari kerja sesuai pendapatan susah,” ucapnya.
“Ya, tersiksa selama ditahan, karena memang tidak baik,” tambahnya.
Petugas Pos Pelayanan BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Batam Center, Indra, membenarkan adanya pemulangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa para PMI yang dideportasi akan terlebih dahulu didata dan ditempatkan sementara di selter BP3MI yang berlokasi di Imperium, Batam Center.
“Ada dua trip pemulangan hari ini, dan mayoritas adalah laki-laki. Semua memakai kaus biru dari KJRI untuk memudahkan proses identifikasi,” jelas Indra.
Menurutnya, proses pendataan dilakukan untuk mengetahui alasan pasti deportasi masing-masing PMI. Namun, berdasarkan informasi awal, mayoritas dari mereka tidak memiliki dokumen resmi saat bekerja di Malaysia.
“Nanti kami dalami di selter. Sementara ini sebagian besar karena masalah dokumen,” pungkasnya.
Proses pemulangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui KJRI Johor Bahru dan BP2MI untuk melindungi dan menertibkan keberadaan PMI di luar negeri, serta memastikan mereka dipulangkan secara layak dan manusiawi.
“Setelah kami data, barulah kami pulangkan ke kampung halaman masing-masing, semua kami fasilitasi,” tegas Indra.
Sementara, Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Erik Mario Sihotang memastikan tak ada kendala dalam pelayaran kapal yang mengangkut puluhan PMI.
“Tak ada kendala, pelayaran lancar karena memang cuaca bagus,” pungkas Erik. (*)
batampos – Artis senior, Titiek Puspa tutup usia hari Kamis (10/4) setelah beberapa hari mendapat perawatan intensif di RS Medistra, Jakarta.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh manajernya, Mia. “Iya benar Mas. Eyang meninggal,” kata Mia saat dikonfirmasi, Kamis (10/4).
Kabar meninggalnya Titiek Puspa juga dikabarkan Evry Joe selaku Ketua Humas PARFI. Dia pun mengungkapkan duka atas berpulangnya penyanyi berusia 87 tahun tersebut.
“Atas nama Ketua Humas PARFI dan Direktur Rumah Film Indonesia mengucapkan bela sungkawa yang sedalam dalamnya atas berpulangnya Eyang Titiek Puspa,” kata Evry Joe.
Diketahui, kondisi kesehatan Titiek Puspa sempat memburuk beberapa waktu lalu. Setelah dia mengalami pecah pembuluh darah saat sedang berada di studio Trans TV. Dia pun dengan cepat dilarikan ke rumah sakit Medistra Jakarta pada 26 Maret 2025.
Tidak lama setelah masuk rumah sakit, Titiek Puspa menjalani tindakan operasi. Proses operasinya berjalan lancar atau tidak ada kendala apa pun.
Penyanyi dangdut Inul Daratista termasuk orang yang sangat dekat dengan Titiek Puspa. Sejak pagi, Kamis (10/4), Inul sudah datang ke RS Medistra Jakarta untuk mengetahui kondisi kesehatan Titiek Puspa secara langsung.
Hal itu terlihat dari unggahannya di Instagram. Dalam foto, terlihat Inul Daratista bersama pimpinan label musik Musica Studios, Indrawati Widjaja atau akrab disapa Bu Acin, sedang berada di RS Medistra.
Pada saat Titiek Puspa dinyatakan meninggal dunia Kamis sore, Inul Daratista mengunggah foto jadul dulu saat berfoto bareng Eyang Titiek. Foto unggahan istri Adam Suseno tersebut dibingkai pigura kemungkinan dipajang di rumahnya.
Dalam unggahan tersebut, Inul Daratista mengabarkan bahwa Titiek Puspa meninggal dunia sekitar pukul 16.25 WIB di RS Medistra. Jenazahnya akan dimakamkan Jumat siang setelah salat Jumat di TPU Tanah Kusir. (*)
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari melaju ke babak perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2025. (Antara)
batampos – Dua pasangan ganda campuran Indonesia sukses melangkah ke babak perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2025. Duet muda Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan pasangan senior Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari sama-sama tampil dominan dalam laga babak 16 besar yang digelar di Ningbo Olympic Sports Centre Gymnasium, China, Kamis (10/4).
Langkah mulus ditorehkan pasangan muda Jafar/Felisha yang tampil tanpa ampun saat menghadapi wakil Taiwan, Chen Cheng Kuan/Hsu Yin-Hui. Mereka hanya butuh dua gim singkat, 21-9 dan 21-7, untuk mengamankan tiket ke delapan besar.
Sejak awal laga, pasangan Pelatnas PBSI Cipayung itu langsung menekan. Mereka unggul 9-2 di awal gim pertama dan menutup interval dengan keunggulan meyakinkan 11-3. Serangan kombinasi dan rotasi yang rapih membuat lawan tak berkutik.
Setelah jeda, dominasi Jafar/Felisha berlanjut. Mereka menambah keunggulan hingga menutup gim pertama 21-9. Di gim kedua, skenario serupa terulang. Mereka unggul telak 11-3 saat interval, lalu melesat jauh hingga menutup pertandingan 21-7.
Jafar/Felisha kini menanti calon lawan mereka di perempat final, yakni pemenang duel antara Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand) melawan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia).
Tak mau kalah, pasangan lebih senior Rinov/Pitha juga tampil impresif saat menghadapi wakil Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara. Mereka menang straight game dengan skor 21-14, 21-8.
Sejak awal, strategi permainan Rinov/Pitha berjalan mulus. Mereka langsung tancap gas dan menjaga margin skor yang cukup jauh. Meskipun sempat mendapat tekanan lewat variasi serangan ke arah Pitha, pasangan Indonesia berhasil menjaga fokus.
Pitha bahkan sempat mencuri perhatian lewat servis flick yang mengecoh Hobara dua kali, membuat lawannya frustrasi dan kehilangan fokus. Gim pertama berhasil dikunci 21-14.
Di gim kedua, kontrol permainan tetap berada di tangan Rinov/Pitha. Mereka melesat 7-3, kemudian unggul 12-5, hingga tak terbendung dengan keunggulan telak 21-8.
Keberhasilan dua pasangan ini melaju ke delapan besar memberikan harapan besar bagi sektor ganda campuran Indonesia di kejuaraan bergengsi BAC 2025. Dengan performa impresif seperti ini, peluang untuk melangkah lebih jauh dan membawa pulang gelar kian terbuka lebar. (*)
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin memimipin sertijab 3 pejabat Polresta Barelang di Mapolresta Barelang, Kamis (10/4). F.Handoko untuk Batam Pos
batampos – Tiga pejabat Polresta Barelang berganti. Pergantian ini ditandai dengan upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, Kamis (10/4).
Pergantian jabatan ini berdasarkan Surat Telegram Kapolda Kepri Nomor STR/207/III/KEP./2025 tanggal 27 Maret 2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Jabatan di lingkungan Polda Kepri.
“Selamat bertugas di tempat yang baru kepada pejabat lama. Selama bertugas di Polresta Barelang, kinerjanya cukup baik,” ujar Zaenal.
Adapun jabatan yang berganti yakni Kapolsek Galang yang sebelumnya dijabat oleh Iptu Alex Yasral kini diserahkan ke Iptu Hendrizal. Kemudian Kapolsek Seibeduk dijabat Iptu Alex Yasral, dan Kapolsek Kawasan Bandara Hang Nadim, Iptu Jessica Debora Panjaitan.
“Kepada pejabat yang baru, saya harap agar segera menyesuaikan diri,” katanya.
Zaenal juga berpesan kepada personelnya untuk terus berbuat baik dan memberikan pelayanan terbaik kepada semua masyarakat.
“Selalu berbuat baik kepada masyarakat adalah salah satu amanah yang harus kita emban. Semoga setiap tindakan kita menjadi ibadah bagi kita semua,” tutupnya.
Sertijab ini ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara sertijab serta penandatangan pakta integritas. (*)