Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1811

Panasonic Umumkan PHK Global

0

Panasonic Holdings mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 10.000 karyawannya di seluruh dunia. Kebijakan ini akan diberlakukan secara bertahap, dengan sekitar 5.000 pekerja di Jepang dan sisanya tersebar di berbagai negara tempat perusahaan ini beroperasi.

4 Roro Beroperasi, Penyeberangan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban Kembali Lancar

0
Pengguna jasa kapal RoRo bersiap memasuki kapal di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Selasa (13/5/2025) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Beberapa unit kendaraan seperti truk dan mobil pribadi sempat tidak terangkut di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, Senin (12/5/2025) malam.

Namun, situasi di Tanjunguban tidak seperti yang terjadi di Pelabuhan ASDP Telagapunggur, Batam.

Penumpukan kendaraan terjadi di Batam karena kepadatan kendaraan disebabkan hanya dua kapal RoRo yang beroperasi dan tanpa adanya penambahan trip kapal.

BACA JUGA:Cincin Tersangkut di Jari, Pelajar di Bintan Ini Melapor ke Damkar

Tapi, kini penyeberangan kendaraan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan pada Selasa (13/5/2025) kembali lancar, karena telah dioperasikan empat kapal.

Seorang calon pengguna jasa ditemui di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, Sakhi mengakui dirinya mendengar soal penumpukan kendaraan di Pelabuhan ASDP Telagapunggur, Batam, Senin (12/5/2025) malam.

Tapi ia mengakui, saat ini tidak ada kendala berarti karena telah dioperasikan empat kapal RoRo sehingga penyeberangan rute Tanjunguban-Telagapunggur telah berjalan lancar.

Sementara calon pengguna jasa lainnya, Ami mengatakan, jika hanya dua kapal RoRo yang beroperasi saat akhir pekan atau libur panjang pasti akan terjadi penumpukan kendaraan.

Menurutnya, kalau hari biasa, dua kapal RoRo tidak masalah, karena tidak banyak yang menggunakan kapal RoRo.

Tetapi kalau akhir pekan atau libur panjang pasti membeludak kendaraan di pelabuhan.

“Kalau akhir pekan atau libur panjang sudah semestinya kapal ditambah,” kata warga Lobam ini.

Ia juga berharap, antara jadwal penyeberangan di tiket online dengan kapal disesuaikan.

“Iyalah, harusnya sama, jangan kita beli tiket untuk penyeberangan sekitar pukul 1 siang, menyeberangnya sore,” pungkasnya.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha mengakui, ada beberapa kendaraan yang sempat tidak terangkut karena tidak ada penambahan trip kapal, Senin (12/5/2025) malam.

Tapi, kata dia, saat ini sudah diperbantukan dua kapal sehingga ada empat kapal yang beroperasi untuk rute Tanjunguban-Telagapunggur.

Empat kapal tersebut adalah KMP Barau, KMP Tanjungburang, KMP Persada Nusantara dari Jembatan Nusantara dan KMP Senangin. (*)

Reporter: Slamet

Artikel 4 Roro Beroperasi, Penyeberangan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban Kembali Lancar pertama kali tampil pada Kepri.

Cincin Tersangkut di Jari, Pelajar di Bintan Ini Melapor ke Damkar

0
Pemadam berusaha melepaskan cincin yang tersangkut di jari sebelah kanan pelajar di Tanjunguban, Senin (12/5/2025) dini hari. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Seorang pelajar, Aila Natasya, 13, mendatangi kantor UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjunguban, Senin (12/5/2025) dini hari.

Kedatangannya meminta bantuan pemadam untuk melepas cincin yang tersangkut di jarinya.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, Aila menerima cincin dari sahabatnya.

BACA JUGA: Warga Bintan Tewas Digigit Ular Kobra saat Mengambil Kayu untuk Dipakai Memasak

Cincin itu sebelumnya dipakai di jari manis sebelah kiri.

Setelah dilepas dari jari manis sebelah kiri, cincin malah tersangkut di jari sebelah kanan.

Aila mencoba melepaskan cincin dengan memberi minyak dan sabun di jarinya. Tapi, sayangnya upaya tersebut tidak berhasil.

Setelah itu, Aila akhirnya menceritakan kejadian tersebut ke orangtuanya.

Ayah Aila yang mengenal Kepala UPT Damkar lalu berkonsultasi mengenai kejadian yang dialami si anak.

Panyodi menyarankan agar Aila dibawa langsung ke kantor Damkar agar dapat ditangani.

Aila kemudian mendatangi kantor Damkar bersama orangtuanya.

Pemadam dengan cepat mengambil tindakan untuk membantu Aila yang mulai merasa kesakitan di jarinya.

Pemadam akhirnya berhasil melepaskan cincin yang tersangkut di jari Aila dalam waktu kurang lebih 30 menit. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Cincin Tersangkut di Jari, Pelajar di Bintan Ini Melapor ke Damkar pertama kali tampil pada Kepri.

Warga Bintan Tewas Digigit Ular Kobra saat Mengambil Kayu untuk Dipakai Memasak

0
Pemadam saat turun ke lokasi mencari ular yang mengigit warga Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Minggu (11/5/2025) malam. F.Damkar Bintan Timur untuk Batam Pos.

batampos– Seorang wanita lanjut usia, berinisial SKW, 54, meninggal setelah digigit ular kobra.

Warga Kijang, Kecamatan Bintan Timur ini digigit ular kobra di bagian tangan saat hendak mengambil kayu di sekitar rumahnya untuk digunakan memasak.

Setelah kejadian tersebut, korban sempat dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Bintan di Kijang.

Namun, nyawa korban tidak tertolong.

BACA JUGA: Warga Dikejutkan Kemunculan Ular King Kobra di Teluk Sebong

Kepala UPT Damkar Bintan Timur, Nurwendi membenarkan adanya kejadian ini.

Ia mengatakan, kejadian itu terjadi di Kampung Sembat, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur pada Minggu (11/5/2025) malam.

Setelah mendapat laporan, pemadam kebakaran (Damkar) turun ke lokasi kejadian. Tetapi sayangnya, ularnya sudah menghilang.

Sementara itu, Kabid Pengembangan dan Humas RSUD Bintan, Murnilawati mengatakan, korban masih rumah sakit pada Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 20.45 WIB.

Setelah mendapat penanganan medis, korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 22.46 WIB di ruang IGD.

Ia mengatakan, ular kobra merupakan ular berbahaya karena memiliki bisa yang beracun dan dapat merusak saraf pada manusia.

Karena itu, dia mengimbau ke masyarakat agar waspada dengan ular kobra. Bila terkena gigitan ular kobra agar segera ke rumah sakit sehingga dapat ditangani lebih awal. (*)

Artikel Warga Bintan Tewas Digigit Ular Kobra saat Mengambil Kayu untuk Dipakai Memasak pertama kali tampil pada Kepri.

3 Jukir Liar Diamankan Polisi, Hanya Disuruh Buat Surat Pernyataan 

0
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Satreskrim Polresta Tanjungpinang mengamankan tiga juru parkir liar di tiga lokasi berbeda di Tanjungpinang, Senin (12/5) malam. Saat penangkapan, polisi juga mengamankan barang bukti uang pungutan liar senilai Rp94 ribu dari tangan tiga juru parkir liar.

Dalam operasi pemberantasan tersebut, polisi awalnya mengamankan juru parkir liar inisial BS, 50 di Jalan Aisyah Sulaiman Batu 8 Tanjungpinang. Namun polisi tidak menemukan barang bukti uang pungutan.

Selanjutnya, polisi bergerak mengamankan juru parkir liar inisial SU, 49 di Jalan Raja Haji Fisabilillah Batu 8 Tanjungpinang. Saat itu, polisi mengamankan barang bukti uang pungutan liar senilai Rp25 ribu.

BACA JUGA: Pengelola Food Court di Tanjungpinang Tarik Uang Parkir dari Jukir

Polisi kemudian bergerak mengamankan juru parkir liar inisial HH, 29 di Jalan Wiratno Tanjungpinang. Saat itu, polisi mengamankan barang bukti uang pungutan liar senilai Rp69 ribu.

Selanjutnya, tiga juru parkir liar beserta barang bukti yang diamankan, digiring polisi ke Mapolresta Tanjungpinang guna pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Hamam Wahyudi, mengatakan dalam pemeriksaan, tiga juru parkir liar mengakui telah memungut uang parkir tanpa izin dari Dinas Perhubungan Tanjungpinang.

“Benar ada tiga orang yang diamankan di tiga lokasi di Tanjungpinang,” kata Hamam kepada Batam Pos, Selasa (13/5).

Tiga juru parkir liar juga mengakui kesalahannya dan berjanji akan mengurus perizinan pemungutan uang parkir ke Dinas Perhubungan Tanjungpinang.

“Ketiganya telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Kapolresta.

Hamam menambahkan, tiga juru parkir liar ini, diamankan dalam rangka Operasi pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat) yang berlangsung sejak 1 Mei 2025 hingga 14 Mei 2025.

“Termasuk pemberantasan premanisme dan pungutan liar,” tutup Kapolresta. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel 3 Jukir Liar Diamankan Polisi, Hanya Disuruh Buat Surat Pernyataan  pertama kali tampil pada Kepri.

Beasiswa Hanya untuk Anak dari Keluarga DTKS, Warga Miskin Non-DTKS Terancam Terabaikan

0
Ilustrasi. Panitia PPDB (sekarang berganti nama menjadi SPMB) SMPN 12 Batam mementau calon siswa yang melakukan pendaftaran online. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam untuk memberikan beasiswa kepada anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri mendapat sorotan. Pasalnya, syarat utama untuk mendapatkan bantuan itu adalah orang tua siswa harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial.

Hal ini menjadi persoalan karena tidak semua anak yang tertolak di sekolah negeri berasal dari keluarga yang terdaftar dalam DTKS. Padahal, banyak di antara mereka tergolong tidak mampu dan kesulitan membiayai sekolah anak.

Kebijakan ini menuai tantangan tersendiri bagi pemerintah kota, karena menuntut adanya sinergi yang lebih cepat dan fleksibel antara Disdik dan Dinsos, agar tidak ada anak Batam yang kehilangan hak pendidikan hanya karena kendala administratif.

Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan saat ini pihaknya hanya merujuk pada DTKS sebagai acuan dalam menetapkan status “tidak mampu”. Di luar data tersebut, belum bisa dipertimbangkan untuk mendapatkan bantuan pendidikan.

“DTKS itu menjadi acuan kami. Yang enggak masuk di DTKS itu saat ini belum kami pertimbangkan,” katanya, Selasa (13/5).

Ia menjelaskan, jika ditemukan masyarakat yang mengaku tidak mampu namun tidak tercantum dalam DTKS, maka data tersebut akan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) untuk diverifikasi.

“Kalau status mereka menyatakan tidak mampu, berarti kami meyakini mereka terdaftar di DTKS,” ujarnya.

Namun demikian, proses verifikasi DTKS bukanlah hal yang instan. Sering kali, proses ini memakan waktu berbulan-bulan, sementara orang tua harus segera mengambil keputusan terkait pendidikan anak mereka.

Pendekatan ini bisa dikatakan terlalu kaku dan mengesampingkan realitas di lapangan. Keluarga yang kehilangan pekerjaan mendadak atau baru jatuh miskin belum tentu tercatat dalam DTKS, sehingga berisiko luput dari bantuan.

Pihak Disdik saat ini tetap mendata jumlah siswa tidak mampu dan menyerahkannya kepada Dinsos untuk proses lanjutan. “Intinya kami terus mendata jumlah siswa yang tidak mampu, kemudian selanjutnya itu bakal diverifikasi lagi di Dinsos yang mengacu pada DTKS,” tambahnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Beasiswa Hanya untuk Anak dari Keluarga DTKS, Warga Miskin Non-DTKS Terancam Terabaikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Jemaah Haji Embarkasi Batam Meninggal Dunia di Madinah, Dimakamkan di Baqi

0
Petugas kesehatan haji sedang memeriksa ambulance yang digunakan untuk operasional di Daker Madinah. (Andika/MCH 2025)

batampos – Dua orang jemaah haji yang berangkat melalui Embarkasi Batam dilaporkan meninggal dunia saat berada di Tanah Suci. Keduanya wafat di Madinah dan telah dimakamkan di kompleks pemakaman Baqi, yang dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir para sahabat Nabi.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Zulkarnain Umar, menyampaikan jemaah yang meninggal dunia atas nama Abdul Kadir (84), berasal dari Kabupaten Tanjungbalai Karimun. Ia merupakan bagian dari kloter pertama. Abdul Kadir meninggal pada 8 Mei 2025 pukul 09.40 waktu Madinah.

“Almarhum Abdul Kadir wafat karena faktor usia,” ujarnya, Selasa (13/5).

Dia menambahkan, jenazah telah dimakamkan di pemakaman Baqi sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi.

Sementara itu, jemaah kedua yang meninggal dunia adalah Yusman Johar (56), asal Kota Batam. Ia tergabung dalam kloter kedua dan meninggal dunia pada 12 Mei 2025 pukul 04.46 waktu setempat. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes.

“Yusman Johar juga dimakamkan di Baqi. Kami turut berduka dan mendoakan agar amal ibadah keduanya diterima oleh Allah SWT,” kata Zulkarnain.

Hingga saat ini, jumlah jemaah haji asal Kepri yang sudah diberangkatkan mencapai 883 orang, tergabung dalam kloter 1 dan 2. Kepri dijadwalkan akan kembali memberangkatkan jemaah pada kloter 17 dengan jumlah 417 orang.

Secara keseluruhan, Embarkasi Batam tahun ini memberangkatkan 27 kloter, dengan total 11.840 jemaah. Mereka berasal dari empat provinsi, yakni Riau, Kepri, Kalimantan Barat, dan Jambi.

Sebelum keberangkatan, seluruh jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Setelah dinyatakan layak terbang, mereka menerima uang living cost, paspor, dan gelang identitas. Jemaah kemudian beristirahat di asrama haji sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.

Saat ini, tiga orang jemaah masih dalam tahap observasi medis. Mereka adalah Dopan Pangaribuan asal Pekanbaru (kloter 4), Parngadi asal Indragiri Hilir (kloter 7), dan Lasin Slamat Abdullah asal Kuantan Singingi (kloter 10). Ketiganya berada di klinik dan ruang perawatan Asrama Haji Batam untuk pemantauan lebih lanjut. (*)

Reporter: Arjuna

 

Artikel Dua Jemaah Haji Embarkasi Batam Meninggal Dunia di Madinah, Dimakamkan di Baqi pertama kali tampil pada Metropolis.

Sudah 85.195 Jemaah Tiba di Madinah, 16.382 Sudah di Makkah, 10 Wafat

0
Calon Jemaah Haji Indonesia yang menggunakan layanan bus Shalawat untuk beribadah di Masjidil Haram tiba di terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Senin (12/5). (Andika/MCH 2025)

batampos – Proses pemindahan jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah telah memasuki hari keempat pada Selasa (13/5). Skala pergerakan semakin besar.

Hingga pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar 14.00 WIB, tercatat sudah 42 kloter dengan 16.382 jemaah yang tiba di Makkah.

Secara keseluruhan, jumlah jemaah yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi pun terus bertambah. Berdasarkan data Siskohat, hingga Selasa pagi, sudah 219 kloter atau 41,71 persen dari total 525 kloter yang mendarat di Madinah.

Total jemaah yang diberangkatkan mencapai 85.195 orang, atau 41,9 persen dari kuota nasional 203.320.

Dari jumlah itu, sebanyak 18.341 jemaah adalah lansia, setara dengan 21,52 persen dari total jemaah yang sudah tiba.

Hari ini saja, sudah ada 8 kloter dengan 3.190 jemaah, termasuk 574 lansia, yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Sayangnya, kabar duka kembali datang: jumlah jemaah wafat kini tercatat 10 orang (7 laki-laki dan 3 perempuan).

Suhu Capai 43°C di Makkah dan 41°C di Madinah

Tantangan besar yang dihadapi para jemaah dalam proses perpindahan ini datang dari kondisi cuaca ekstrem di dua kota suci.

Berdasarkan laporan prakiraan cuaca dari The Weather Channel, suhu di Makkah dan Madinah pada Selasa pagi kembali menunjukkan angka tinggi yang mengkhawatirkan.

Di Makkah, suhu sudah mencapai 37 derajat Celsius pada pukul 10 pagi, dengan puncak suhu diprediksi menembus 43 derajat.

Kelembapan hanya 15 persen dengan indeks ultraviolet (UV) berada pada level 8 dari 11, kategori sangat tinggi. Kondisi langit cerah tanpa awan, dengan angin sepoi dari arah barat daya sebesar 5 kilometer per jam.

Sementara itu, di Madinah suhu pagi hari tercatat 35 derajat Celsius dan diperkirakan mencapai 41 derajat pada siang hari.

Kelembapan hanya 9 persen dengan tekanan udara menurun, dan angin bertiup 11 kilometer per jam dari timur laut. Sama seperti di Makkah, indeks UV juga menyentuh angka 8, yang menandakan bahaya bagi kulit dan tubuh jika terpapar langsung sinar matahari dalam waktu lama. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Sudah 85.195 Jemaah Tiba di Madinah, 16.382 Sudah di Makkah, 10 Wafat pertama kali tampil pada News.

PK Ditolak, Eks Menkominfo Jhonny G Plate Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

0
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

batampos – Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan upaya hukum peninjauan kembali (PK) yang diajukan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Jhonny G Plate.

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Nasdem itu tetap divonis 15 tahun penjara, dalam kasus korupsi proyek BTS 4G.

PK yang diajukan Plate didasarkan pada dugaan adanya kekhilafan hakim atau bukti baru (novum) yang dipertimbangkan dalam persidangan sebelumnya.

“Permohonan Peninjauan Kembali Nomor XXX/PK/Pid.Sus/2025 atas nama Pemohon Jhonny G Plate ditolak, karena tidak memenuhi syarat formil dan materil sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHAP,” sebagaimana dikutip dalam laman resmi MA, Selasa (13/5).

Penolakan ini menunjukkan bahwa alasan upaya hukum PK yang diajukan Jhonny G Plate tidak cukup kuat untuk mengubah putusan kasasi yang telah inkrah.

Putusan PK ini dijatuhkan oleh Majelis Hakim MA yang diketuai Hakim Agung Surya Jaya dengan anggota Agustinus Purnomo Hadi dan Sutarjo. Putusan itu diketok pada Jumat (9/5).

Putusan ini menegaskan bahwa vonis pidana terhadap Jhonny G Plate tetap berlaku sebagaimana ditetapkan sebelumnya, yakni 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Hukuman tersebut dijatuhkan atas perannya dalam merugikan negara hingga triliunan rupiah melalui penyalahgunaan anggaran proyek BTS Kominfo.

Dengan ditolaknya PK ini, seluruh upaya hukum Jhonny G Plate kini telah tertutup, kecuali munculnya mekanisme hukum baru di masa mendatang. (*)

Sumber: JP Group

Artikel PK Ditolak, Eks Menkominfo Jhonny G Plate Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara pertama kali tampil pada News.

PPDB Batam Gunakan Sistem SPMB, Disdik Minta Sekolah Swasta Terima Siswa Kurang Mampu

0
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto. F.Azis Maulana

batampos – Sebanyak 21.566 siswa SD di Kota Batam akan lulus dan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP tahun ini. Namun, jumlah kursi yang tersedia di SMP negeri hanya sebanyak 16.566 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan bahwa kuota di sekolah negeri tidak mencukupi jika seluruh lulusan SD hanya ingin masuk SMP negeri. Meski demikian, ia memastikan tidak akan ada masalah jika kapasitas sekolah swasta juga diperhitungkan.

“Kuota sebenarnya lebih dari cukup, asalkan digabungkan kapasitas sekolah negeri dan swasta. Jika semua memaksa masuk ke sekolah negeri, tentu tidak bisa. Tapi kalau digabung negeri dan swasta, tidak ada masalah,” ujar Tri, Selasa (13/5).

Ia juga mengingatkan bahwa Pemko Batam telah memberikan insentif kepada guru-guru swasta untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah swasta. Namun, pemberian insentif itu akan dievaluasi jika sekolah swasta tidak ikut serta dalam mendukung Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Guru swasta harus berkomitmen mendukung PPDB, khususnya dalam menerima siswa yang kurang mampu. Jika tidak, insentif bisa dihentikan,” tegasnya.

Tahun ini, sistem PPDB juga mengalami perubahan dari sisi platform pendaftaran. Website PPDB yang sebelumnya digunakan, kini diganti dengan nama baru yaitu SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) dan dapat diakses melalui laman https://spmbbatam.id.

Disdik Batam berharap pelaksanaan SPMB dapat berjalan dengan lancar dan menjadi sarana efektif bagi siswa kelas 6 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Untuk penerimaan siswa baru tingkat SMP, terdapat empat jalur yang disiapkan, yakni afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi. Sementara itu, jalur masuk ke SD hanya terdiri dari tiga jalur: afirmasi, domisili, dan mutasi.

“Jalur afirmasi diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, domisili menekankan wilayah administratif tempat tinggal, jalur prestasi untuk siswa dengan capaian akademik dan non-akademik, dan jalur mutasi untuk anak yang ikut orang tua pindah tugas,” jelas Tri.

Sementara itu, jumlah siswa SMP kelas 9 yang akan lulus tahun ini tercatat sebanyak 19.624 siswa. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel PPDB Batam Gunakan Sistem SPMB, Disdik Minta Sekolah Swasta Terima Siswa Kurang Mampu pertama kali tampil pada Metropolis.