Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1824

Kapal Tenggelam Dihantam Badai di Perairan Bintan, 9 Orang Pemancing dari Batam Ditemukan Selamat

0
Sejumlah pemancing yang berhasil diselamatkan setelah kapal mereka tenggelam dihantam badai di perairan Berakit, Bintan. F.Lanal Bintan untuk Batam Pos.

batampos– 7 orang pemancing dan 2 orang kru kapal yang tenggelam di perairan Berakit, Bintan, Minggu (11/5/2025) pagi dini hari ditemukan selamat.

Asops Pangkoarmada I
Kolonel Laut (P) Nazaruddin mengatakan, kapal yang ditumpangi 9 orang terdiri dari 7 orang pemancing dan 2 orang kru kapal tenggelam di perairan Berakit, Bintan.

9 orang tersebut telah ditemukan berbagai unsur stakholder terkait dengan kondisi selamat.

BACA JUGA: Kelong Pancing Madu 3 Jalin Kerjasama dengan Malaysia, Tingkatkan Kunjungan Wisman ke Pinang

1 orang yakni kapten kapal bernama Mahidi alias Bosang, 65, berhasil diselamatkan MV Magpie lalu diserahkan ke KN Kalimasada dan dibawa ke dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban.

Sementara 6 orang lainnya diselamatkan oleh masyarakat setempat dan TNI AL di perairan Berakit, Bintan.

Mereka 6 orang tersebut kemudian dibawa ke Pos TNI AL di Berakit.

Sedangkan 2 orang lainnya ditemukan selamat di Kelong, Bintan. Kedua orang tersebut kemudian dibawa ke Pos TNI AL di Berakit.

Mereka kemudian dibawa dari Pos TNI AL di Berakit ke dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban.

“Mereka semua berjumlah sembilan orang dalam keadaan sehat, dan akan diserahkan kembali ke keluarganya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, mereka bertolak dari Telagapunggur, Batam pada Sabtu (10/5/2025) dengan tujuan memancing di Perairan Lagoi, Bintan.

Namun, pada Minggu (11/5/2025) pagi dini hari, kapal yang mereka tumpangi dihantam badai dan tenggelam. (*)

Reporter: SLamet

Artikel Kapal Tenggelam Dihantam Badai di Perairan Bintan, 9 Orang Pemancing dari Batam Ditemukan Selamat pertama kali tampil pada Kepri.

Lapor Pak Wali, Simpang Barelang dan Simpang Basecamp Rawan Kecelakaan

0
Simpang Basecamp f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Dua simpang utama di Batuaji, yakni Simpang Barelang dan Simpang Basecamp, kembali menjadi sorotan warga. Dua titik ini dikenal sebagai kawasan rawan kecelakaan dan kerap menimbulkan kemacetan setiap hari. Tidak adanya lampu pengatur lalu lintas membuat arus kendaraan di sana semrawut, bahkan hingga menelan korban jiwa.

Sabtu (10/5) malam lalu, seorang bocah perempuan bernama Adelia (9) tewas setelah sepeda motor yang ditumpanginya bersama kedua orang tuanya bertabrakan dengan truk molen di Simpang Basecamp. Kejadian tragis ini sontak mengundang keprihatinan dan kemarahan masyarakat sekitar.

Dua hari sebelumnya, seorang ibu pengendara motor juga menjadi korban kecelakaan di Simpang Barelang. Ia mengalami luka serius setelah bertabrakan dengan mobil pikap tepat di bundaran simpang tiga tersebut. Dua kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa kedua simpang tersebut membutuhkan penataan lalu lintas yang lebih serius.

Meski kedua persimpangan telah diperlebar menjadi lima lajur dan memiliki bundaran di tengah, namun tidak ada lampu pengatur lalu lintas yang berfungsi. Hanya terdapat lampu rambu peringatan hati-hati, sehingga tidak ada sistem antrean kendaraan dari berbagai arah.

Setiap pagi, Simpang Basecamp menjadi titik kemacetan parah akibat padatnya arus kendaraan, terutama saat para pekerja dan orang tua mengantar anak sekolah. Tanpa pengaturan arus lalu lintas, para pengendara cenderung berebut jalan, yang berisiko menimbulkan tabrakan dan memperparah kemacetan.

“Kondisinya sudah parah, apalagi pagi hari. Semua pengendara ingin cepat sampai, tapi karena tak ada lampu lalu lintas, malah saling berebut,” ujar Ulfa, salah satu warga Batuaji. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini.

Simpang Basecamp
f. Eusebius Sara / batam Pos

Warga pun mulai gerah dan menyuarakan kembali pentingnya pemasangan lampu lalu lintas di dua simpang tersebut. Tanpa pengaturan arus yang jelas, insiden seperti senggolan, tabrakan kecil, hingga kecelakaan fatal terus berulang, mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kalau cuma andalkan kesadaran, susah. Harus ada rambu atau lampu pengatur lalu lintas. Sudah sering kejadian kayak gini, apalagi sore pas pulang kerja, semua ngebut,” keluh Ridwan, warga lainnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, membenarkan bahwa dua persimpangan itu memang belum dilengkapi lampu lalu lintas. “Itu memang seperti itu. Lampu kewaspadaan saja karena itu ada bundaran,” ujarnya saat dikonfirmasi. Namun, warga menilai rambu peringatan saja tidak cukup untuk menjamin keselamatan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Lapor Pak Wali, Simpang Barelang dan Simpang Basecamp Rawan Kecelakaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ribuan Umat Buddha Rayakan Waisak dengan Karnaval Hingga Tarian Sannipata

0
Ketua Permabudhi Provinsi Kepulauan Riau saat menyerahkan doorprize dalam rangkaian kegiatan Hari Raya Waisak di Tanjungpinang, Minggu (11/5). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Ribuan umat Buddha di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau menyambut Hari Raya Waisak dengan berkumpul di kawasan Kota Lama, Jalan Merdeka Tanjungpinang. Mereka hadir untuk mengikuti dan menyaksikan rangkaian kegiatan perayaan Waisak tahun 2025.

Ketua Permabudhi Kota Tanjungpinang, Suni mengatakan bahwa pihaknya melakukan banyak kegiatan, untuk menyambut Hari Raya Waisak yang jatuh pada Senin (12/5). Puncak perayaan waisak ini diawali dengan Karnaval Waisak, yakni pawai lilin dan mobil hias.

“Prosesi Waisak ini adalah tradisi umat Buddha sebagai penghormatan kepada guru agung Buddha Utama. Kegiatan ini dihadiri 1.500 umat Buddha, berdasarkan lilin yang kita bagikan,” kata Suni didampingi Ketua Permabudhi Kepri, Hengky, Minggu (11/5).

BACA JUGA: Perayaan Waisak di Vihara Jin Gang Shan, Sekda: Ragam Budaya dan Agama jadi Daya Tarik Wisata di Bintan

Usai karnaval, perayaan Waisak tahun 2025 ini dimeriahkan dengan Sannipata Waisak aay seni tari yang dipertunjukkan oleh seluruh majelis agama Buddha di Kota Tanjungpinang.

Setelah kegiatan ini, ribuan umat Buddha di ibu kota Provinsi tersebut langsung akan kembali ke Vihara masing-masing, untuk melakukan puja atau sembahyang peringatan Waisak.

Sebelum kegiatan ini, para umat Buddha di Kota Tanjungpinang sudah mulai melakukan rangkaian kegiatan untuk menyambut Hari Raya Waisak. Kegiatan tersebut seperti donor darah, gotong royong di Taman Makam Pahlawan.

“Kita juga melalukan penanaman pohon yang dilakukan secara serentak di seluruh Vihara yang ada di Indonesia. Setelah ini, Umat Buddha akan melakukan sembahyang Waisak di Vihara masing-masing,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau, Zoztafia menambahkan bajwa kegiatan tersebut tentunya dapat memberikan semangat bagi Umat Buddha yang ada di Kepri.

“Ini juga menjadi tugas penting, untuk mendekatkan umat dengan agamanya masing-masing. Kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada umatnya, terutama generasi muda,” tambahnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Ribuan Umat Buddha Rayakan Waisak dengan Karnaval Hingga Tarian Sannipata pertama kali tampil pada Kepri.

Pengerjaan Jalan R Suprapto Memasuki Tahap Semenisasi, Warga Harapkan Proyek Cepat Rampung

0
Proyek pelebaran jalan R Suprapto sudah memasuki tahap semenisasi. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Proyek pelebaran Jalan R Suprapto di wilayah Batuaji, Kota Batam, kini telah memasuki tahap penting yakni pengerasan atau semenisasi. Setelah melalui proses pembukaan dan pelebaran row jalan, dilanjutkan dengan penggalian dan penimbunan, kini sebagian ruas mulai dicor beton sebagai dasar jalan baru.

Pantauan di lapangan menunjukkan pengerjaan masih terfokus di sekitar simpang empat utama di kawasan tersebut. Ke arah Mukakuning, pengerjaan row dan semenisasi baru menjangkau pintu masuk kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza. Sementara ke arah Basecamp, aktivitas pembangunan masih terpusat di sekitar simpang empat tersebut.

Ardiansyah, salah seorang warga Batuaji, mengungkapkan harapannya agar pengerjaan proyek ini bisa segera dirampungkan. “Kami berharap proyek ini tidak molor dan cepat selesai. Selain memperindah kawasan, tentu sangat membantu kelancaran lalu lintas yang selama ini sering macet,” ujarnya.

Proyek pelebaran jalan ini digarap oleh kontraktor pelaksana PT Belantara Karyatama atas penugasan Pemerintah Kota Batam. Proyek ini masih berada pada tahap awal, di mana saat ini kegiatan pembersihan area jalan dan pembongkaran sejumlah kios liar di sepanjang row jalan telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelebaran menjadi lima lajur.

Halima, pengguna jalan yang ditemui saat melintas, juga menyampaikan harapan yang sama. “Kami senang dengan proyek ini. Jalan jadi lebar, tidak macet lagi. Tapi harapannya jangan sampai lama pengerjaannya, karena pengguna jalan juga terdampak,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proyek ini merupakan bagian dari rencana besar Pemko Batam untuk memperluas Jalan R Suprapto dari dua lajur menjadi lima lajur sepanjang dua kilometer. Masa pengerjaan proyek ini ditetapkan selama 210 hari kalender.

Namun, proyek ini tidak luput dari hambatan teknis. Salah satu kendala utama adalah keberadaan kabel dan pipa bawah tanah milik beberapa pihak, yang membuat proses penggalian dan pembongkaran harus menunggu koordinasi dengan pemilik jaringan tersebut.

Kehadiran proyek ini secara umum disambut baik oleh warga Batuaji dan sekitarnya. Selain mempercantik wajah kota, jalan yang lebih lebar diyakini akan mampu mengurai kemacetan, terutama di jam-jam sibuk yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa proyek ini telah dikerjakan secara bertahap sejak 2022 dan menargetkan hingga wilayah Tanjung Uncang. Untuk saat ini, fokus pengerjaan masih berada di ruas Simpang Puteri Hijau hingga Simpang Basecamp. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pengerjaan Jalan R Suprapto Memasuki Tahap Semenisasi, Warga Harapkan Proyek Cepat Rampung pertama kali tampil pada Metropolis.

Laka Maut di Simpang Basecamp, Anak Tewas, Ayah Sekarat

0
Motor yang dikendarai korban. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kecelakaan maut terjadi di bundaran simpang empat Basecamp, Batuaji, Kota Batam, Sabtu (10/5) malam. Satu keluarga yang mengendarai sepeda motor mengalami insiden tragis saat melintas di tengah padatnya arus lalu lintas. Dalam kecelakaan ini, Adelia, bocah perempuan berusia sembilan tahun, tewas di tempat setelah terlindas truk molen.

Ayah korban, Sawaluddin, mengalami luka serius dan kini dalam kondisi sekarat di RSUD Embung Fatimah, Batuaji. Sementara itu, ibu Adelia selamat meski mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh. Keluarga ini diketahui sedang dalam perjalanan menuju sebuah acara kondangan di kawasan Sagulung saat kecelakaan terjadi.

Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika sepeda motor yang ditumpangi keluarga tersebut tergelincir di bundaran simpang empat. Saat itu kondisi lalu lintas sedang padat, dan jalanan licin akibat hujan yang baru saja reda. Sepeda motor tiba-tiba kehilangan kendali dan jatuh ke sisi jalan yang bersisian dengan truk molen.

Nahasnya, Adelia jatuh ke arah truk molen yang sedang melaju pelan. Akibatnya, tubuh mungilnya terlindas dan meninggal dunia di tempat. Sementara Sawaluddin mengalami luka berat di bagian bahu kanan dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin Sumarni, menjelaskan bahwa saat ini kondisi Sawaluddin mulai stabil. Ia mengalami cedera berat berupa patah tulang pada bagian bahu kanan (scapula dextra) dan akan menjalani operasi dalam waktu dekat. “Pasien saat ini dalam kondisi stabil dengan GCS 14. Rencana tindakan operasi akan dilakukan hari Selasa,” ujar Ellin.

Sawaluddin dirawat di bawah pengawasan dr. Erstda bersama tim medis lainnya. Mereka telah melakukan visitasi secara berkala untuk memantau perkembangan kondisi pasien sebelum pelaksanaan tindakan medis lebih lanjut. Proses pemulihan diperkirakan akan memakan waktu cukup lama.

Di sisi lain, keluarga korban masih dalam suasana duka yang mendalam. Kepergian Adelia secara tragis meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi sang ibu dan kerabat dekat. Prosesi pemakaman Adelia dilakukan pada Minggu pagi di TPU setempat dengan diiringi isak tangis keluarga.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Batuaji masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Sejumlah saksi mata telah dimintai keterangan, dan pengemudi truk molen juga sedang dalam pemeriksaan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan bahwa kondisi jalan di bundaran simpang empat Basecamp cukup memprihatinkan. Banyak kerikil dan pasir berserakan di jalan, serta terdapat lubang-lubang kecil dan bekas tambalan aspal yang licin ketika terkena air hujan. Kondisi ini diduga turut menjadi faktor penyebab kecelakaan.

Pihak berwenang diimbau untuk segera melakukan pembenahan infrastruktur jalan demi mencegah insiden serupa. Warga sekitar juga berharap adanya peningkatan pengawasan dan pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut, mengingat simpang Basecamp dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Batuaji. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Laka Maut di Simpang Basecamp, Anak Tewas, Ayah Sekarat pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalan Rusak dan Angkot Ngetem Sebabkan Kemacetan Parah di Bawah JPO SP Plaza

0
Di sini simpul kemacetan itu…..
f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Kemacetan parah hampir setiap hari kini menjadi pemandangan biasa di Jalan R. Suprapto, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan SP Plaza. Jalan yang rusak parah di lokasi tersebut kerap menimbulkan antrean panjang kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang menjadi faktor utama penyebab kemacetan. Posisi kerusakan yang tepat berada di bawah JPO membuat pengendara tidak memiliki ruang untuk menghindari jalan rusak karena terhalang tiang-tiang penyangga jembatan.

Selain itu, aksi ngetem angkot jenis Keri dan Bimbar di bawah JPO juga turut memperburuk situasi. Kendaraan umum yang berhenti sembarangan di pinggir jalan mempersempit lajur dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur yang hanya memiliki dua lajur tersebut.

Faktor lain yang memperparah kemacetan adalah proyek pelebaran jalan di Simpang Puteri Hijau yang lokasinya tidak jauh dari titik jalan rusak. Proyek ini menyebabkan penyempitan jalan karena sebagian badan jalan sedang dalam proses pengerjaan. Alhasil, kendaraan harus melambat saat melintasi lokasi tersebut, menyebabkan penumpukan arus kendaraan yang berimbas hingga ke JPO SP Plaza.

Warga mengaku sudah lelah dengan situasi ini. Suherman, warga Batuaji, mengatakan bahwa kemacetan di sana sudah menjadi rutinitas setiap pagi dan sore hari. “Pulang kerja atau saat antar anak sekolah, pasti terjebak macet di sini. Pemerintah harusnya segera turun tangan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Andre, warga lainnya. Ia menyebutkan bahwa perbaikan jalan dengan metode tambal sulam bukanlah solusi jangka panjang. “Tambalan itu cepat rusak lagi, lalu rusaknya malah makin melebar. Harusnya sekalian diperbaiki total seperti proyek di Puteri Hijau,” jelasnya.

Masyarakat berharap agar penanganan jalan rusak dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan sementara. Mereka juga meminta agar angkot yang ngetem sembarangan ditertibkan agar tidak menambah kemacetan.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengatakan bahwa pemerintah kota sedang mengupayakan solusi jangka panjang. Menurutnya, proyek pelebaran jalan dari Simpang Puteri Hijau telah dimulai dan akan menjangkau seluruh titik jalan rusak di sekitarnya.

“Pelebaran jalan ini memang bertahap, tapi kami pastikan mencakup semua ruas yang terdampak. Harapannya, setelah proyek rampung, arus lalu lintas di kawasan ini bisa kembali lancar,” ujar Suhar.

Sembari menunggu proyek pelebaran rampung, warga mendesak pemerintah untuk setidaknya memperbaiki jalan rusak dan menindak tegas angkot yang parkir sembarangan agar kemacetan tidak semakin parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. (*)

 

Reporter: Eusebius

Artikel Jalan Rusak dan Angkot Ngetem Sebabkan Kemacetan Parah di Bawah JPO SP Plaza pertama kali tampil pada Metropolis.

Properti Katalisator Pertumbuhan Ekonomi dan Gaya Hidup, Tana Group Hadir dengan Pendekatan Inovatif

0
PENGEMBANGAN Proyek Tana Group di daerah Bengkong yang didukung dengan fasilitas lengkap nan nyaman. f.f. Tana Group untuk batam pos

batampos– Dengan rekam jejak industri yang kokoh, dorongan pariwisata, kemudahan regulasi, dan kehadiran pengembang visioner, Batam kini menawarkan kombinasi unik antara potensi investasi properti dan destinasi premium.

Investor dan wisatawan yang mencari alternatif strategis di wilayah Segitiga Emas Asia Tenggara akan menemukan Batam sebagai pilihan cerdas—tempat di mana nilai aset tumbuh seiring dengan dinamika kota yang terus berkembang.

Menjawab dinamika tersebut, Tana Group hadir dengan pendekatan inovatif. Berbeda dari pengembang lain yang menempatkan area komersial sebagai pelengkap, Tana Group memosisikan kawasan bisnis sebagai jantung pengembangan.

Sebanyak 50 % lahan dialokasikan untuk fungsi komersial—mulai ruang usaha, hiburan, hingga aktivitas publik—demi menciptakan pusat kehidupan terpadu.

BACA JUGA: REI Batam: Relaksasi BPHTB Bisa Dongkrak Minat Pembelian Properti

“Kami ingin properti bukan sekadar bangunan, melainkan katalisator pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup,” ujar Direktur Tana Group, Francesca Margati. Sentuhan desain yang memprioritaskan sustainability dan interaksi sosial akan menjadikan proyek-proyek Tana Group ikon baru Batam.

Franceska menjelaskanm bahwa kawasan Bengkong akan semakin menarik dengan pengembangan kawasan seluas 20 hektar dengan area komersial di tepi danau buatan seluas 2 hektar.

Terdapat banyak fasilitas pendukung yang menjadikannya semakin menarik dan nyaman di antaranya adalah Aurumqua, danau buatan yang menjadi pusat kawasan, menyatukan elemen alam dan desain urban untuk menciptakan suasana eksklusif dan nyaman.

Aurum Dancing Fountain, atraksi air menari pertama dan satu-satunya di Batam, dilengkapi pencahayaan dinamis untuk pertunjukan malam spektakuler.

Ada juga Aurum Float ‘N Dine yakni restoran terapung yang menghadirkan sensasi bersantap langsung di atas Aurumqua, menjadi daya tarik gaya hidup baru.

Aurum Iconic Art, yakni instalasi seni kontemporer berskala besar yang akan menjadi landmark visual dan ruang ekspresi budaya publik. Aurum Urban Lights, area interaktif dengan pencahayaan artistik, membentuk suasana malam yang hidup dan penuh daya tarik visual.

Ada juga Aurum Groove Promenade yakni Jalur pedestrian tematik yang dirancang untuk aktivitas santai, hiburan, dan pertemuan komunitas kreatif. Aurum Loop yakni Jogging track sepanjang 1,3 kilometer yang menyatu dengan lanskap kawasan, mendukung gaya hidup sehat dan aktif.

BACA JUGA: Potensi Pasar Properti Batam untuk WNA Meningkat

Dan ada juga Aurum Open Plaza, ruang publik serbaguna untuk kegiatan komunitas, pasar kreatif, pertunjukan terbuka, dan event berskala besar.

Francesca menyebutkan ini akan mendukung Batam sebagai pulau strategis di Laut Malaka. Di mana Batam telah menjadi motor ekonomi nasional sejak 1970-an.

Di bawah kepemimpinan BJ Habibie, Otorita Batam (sekarang BP Batam) menetapkan wilayah ini sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (SEZ) terdepan di Asia Pasifik. Berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, Batam dijuluki “Segitiga Emas” Asia Tenggara, dengan ekspor non-migas kedua terbesar setelah Bali dan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

Meski terpukul krisis Asia 1998, dalam satu dekade terakhir Batam kembali bangkit. Selain manufaktur, sektor jasa dan pariwisata kini menjadi penopang utama.

Kawasan Bengkong misalnya telah berubah menjadi pusat gaya hidup modern, dipenuhi kafe, beach club, dan fasilitas rekreasi, sehingga hunian properti di area itu meningkat pesat.

Data BPS menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam naik dari 1.043.078 (Januari–November 2023) menjadi 1.166.849 (Januari–November 2024). Warga Singapura memimpin dengan 58.917 kunjungan pada November 2024, disusul Malaysia (24.375 kunjungan). Realisasi investasi properti juga tumbuh dari Rp 13,2 triliun (2022) menjadi Rp 15,6 triliun (2023).(*)

Reporter: Alfian Lumban Gaol

Artikel Properti Katalisator Pertumbuhan Ekonomi dan Gaya Hidup, Tana Group Hadir dengan Pendekatan Inovatif pertama kali tampil pada Metropolis.

Salip Film Agak Laen, Jumbo jadi Film Terlaris Kedua Indonesia

0
Cuplikan film Jumbo. (imdb)

batampos – Para kreator film Agak Laen sepertinya harus berbesar hati karena kini posisi mereka sebagai pembuat film terlaris nomor dua di Indonesia harus diserahkan pada kreator film Jumbo. Ya, per Minggu (11/5) film Jumbo jadi film terlaris kedua di Indonesia. Film Agak Laen harus rela turun peringkat jadi nomor tiga.

Mengutip dari akun Instgarm @boxofficemovie_, tercatat bahwa setelah 41 hari tayang, film Jumbo telah meraup sebanyak 9.127.865 penonton. Angka ini selisih 263 penonton dibanding film Agak Laen yang turun layar setelah mendapat 9.127.602 penonton setelah 98 hari tayang.

Tentunya selisih 600-an penonton cukup tinggi, apalagi jika mengingat bahwa film Jumbo mampu melampaui jumlah penonton Agak Laen dengan waktu tayang 41 hari, separuh dari waktu tayang Agak Laen di bioskop selama 98 hari. Bukan tidak mungkin, film Jumbo akan mencapai peringkat nomor satu sebagai film terlaris di Indonesia.

Ernest Prakasa selaku pihak rumah produksi yang membuat film Agak Laen menyambut baik kabar ini. Melalui akun Instagramnya @ernestprakasa, suami dari Meira Anastasia ini memberikan ucapan selamat pada seluruh kru dan pemain film Jumbo.

Bahkan Ernest Prakasa juga mendoakan film Jumbo tembus 10 juta penonton lebih dan menjadi film terlaris nomor satu di Indonesia.

“Jumbo resmi menyalip posisi Agak Laen sebagai film terlaris Indonesia ke-2. Jika ini dianggap sebagai sebuah ‘kekalahan’, maka ini adalah kekalahan paling membanggakan. Next stop: film Indonesia nomer 1 sepanjang masa, let’s go!”

Prestasi film Jumbo sebagai film terlaris kedua Indonesia tentunya sangat membanggakan. Hal ini juga membuktikan bahwa penonton Indonesia bisa mengapresiasi genre baru di dunia perfilman. Tidak melulu horor atau romansa, bahkan film komedi dan film animasi anak-anak pun bisa mendapatkan jumlah penonton yang besar.

Meski di awal penayangannya sempat menuai pro kontra dari beberapa orangtua yang menganggap film Jumbo bisa menggoyahkan iman anak, nyatanya film ini tetap ditonton oleh banyak orang.

Film Jumbo sendiri menceritakan tentang seorang anak lelaki yang bernama Don, namun karena bentuk tubuhnya yang gemuk, ia dipanggil Jumbo oleh orang di sekitarnya. Kemudian Jumbo bertemu dengan Meri, seorang arwah yang sedang mencari bantuan untuk mengatasi masalah keluarganya.

Adriandy selaku sutradara film Jumbo melalui akun X-nya @Adriandhy mengatakan bahwa film ini dibuat dengan bantuan 200 lebih kreator animasi. (*)

Artikel Salip Film Agak Laen, Jumbo jadi Film Terlaris Kedua Indonesia pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kapal Pemancing Batam Dihantam Ombak

0

Mahidi, Pria asal Pulau Tunjuk, Batam, ini mengatakan ombak setinggi dua meter menghantam bagian depan kapal hingga membuatnya terangkat.

Artikel Kapal Pemancing Batam Dihantam Ombak pertama kali tampil pada Metropolis.

Diduga Korsleting, Grand Vitara Terbakar

0
Petugas Damkar melakukan pemadaman mobil Suzuki Grand Vitara yang terbakar. f.sandi

batampos– Satu Unit mobil Suzuki Grand Vitara BP 1015 KW, Minggu (11/5) terbakar di Jalan Teluk Air, Kecamatan Karimun. Kejadian ini sempat menarik perhatian warga dan berusaha memberikan bantuan.

Kabid Damkar dab Penyelamat, Hendra Hidayat kepada Batam Pos mengatakan, satu unit mobil pemadam kebakaran (MPK) 03 telah dikirimkan ke lokasi kejadian ketika mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada satu unit mobil yang berada di jalan mengalami musibah kebakaran.

”Tidak butuh waktu lama untuk melakukan pemadaman mobil Suzuki Grand Vitara tersebut. Karena, kepulan asap masih berada pada bagian depan atau pada bagian mesin. Sehingga, petugas pemadam langsung menyembur air ke arah mobil,” ujarnya.

BACA JUGA: Rumah di Kawasan Bekas Lokalisasi di Bintan Terbakar, Diduga dari Obat Nyamuk Bakar

Untuk penyebab kebakaran, katanya, secara pasti belum diketahui. Tapi, diduga Korsleting yang berasal dari tidak berfungsinya radiator di mobil dengan baik. Ditambah cuaca juga panas. Sehingga, menimbulkan panas dan terbakar pada bagian mesin.

”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya menimbulkan kerugian materil jutaan rupiah. Karena, kebakaran hanya pada bagian depan atau mesin saja. Sedangkan untuk bagian dalam mobil tidak sampai ikut terbakar,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Balai Karimun AKP Andri Yusri menyebutkan, pemilik dari mobil Suzuki Grand Vitara warna hitam metalik adalah Syafrizal. ”Saat kejadian kebakaran mobil dibawa oleh Syaraswati dan di dalam ada dua orang penumpang. Yakni, Rosalia dan Misrawati. Rencananya mobil akan menuju ke Pantai Ketam, Kecamatan Tebing.

Dikatakannya, mobil berjalan dari Tugu Love Karimun menuju ke Pantai Ketam. Namun, tidak lama kemudian di Jalan Teluk Air bagian depan mobil mengeluarkan asap. Sehingga, pengemudi langsung memberhentikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil.

”Setelah itu, api mulai menjalar ke badan mobil bagian depan. Laporan ini langsung kita tindaklanjuti. Personil Polsek Balai yang terdiri dari Bhabinkamtibmas serta piket Lantas langsung menuju ke lokasi kejadian untuk pengamanan lokasi kejadian dan membantu pemadaman,” paparnya. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Diduga Korsleting, Grand Vitara Terbakar pertama kali tampil pada Kepri.