Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 184

Harga Cabai Berangsur Turun, Stok Juga Mencukupi di Pasar

0
Sejumlah pembeli sedang memilih cabai di Pasar Botania 2, Kamis (8/1). Harga cabai rawit masih relatif tinggi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Batam terpantau stabil memasuki pertengahan Ramadan. Setelah sempat merangkak naik di awal bulan puasa, sejumlah komoditas kini kembali ke harga normal seiring pasokan yang melimpah.

Pantauan di Pasar Viktoria, Senin (23/2) harga cabai merah dijual berkisar Rp55 ribu hingga Rp58 ribu per kilogram. Sementara cabai hijau berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Viktoria Yati mengatakan, lonjakan harga sempat terjadi pada awal Ramadan. Saat itu, cabai merah bahkan menembus Rp70 ribu per kilogram.

“Memang di awal Ramadan sempat naik sampai Rp70 ribu per kilo. Sekarang sudah normal lagi karena stok banyak datang,” ujarnya.

Ia memastikan, ketersediaan bahan pokok selama Ramadan dalam kondisi aman. Pasokan cabai merah banyak didatangkan dari luar daerah, sedangkan cabai hijau dan sejumlah sayuran masih ditopang dari hasil lokal Batam.

“Kalau cabai hijau dan sayuran masih banyak dari Batam. Stok mencukupi,” katanya.

Selain cabai, harga daging ayam ras juga relatif stabil. Di Pasar Viktoria, ayam ras dijual bervariasi antara Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Kondisi serupa terlihat di Pasar Sungai Harapan. Di pasar tersebut, cabai merah dijual Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per seperempat kilogram, atau setara sekitar Rp60 ribu hingga Rp64 ribu per kilogram.

Salah seorang pembeli, Aisyah, mengaku sengaja membeli cabai merah dalam jumlah lebih banyak karena harga sudah kembali turun.

“Tadi beli Rp55 ribu per kilo, jadi ambil satu kilo untuk stok selama Ramadan. Awal Ramadan kemarin beli di pasar pagi Rp65 ribu per kilo,” ujarnya.

Stabilnya harga ini disambut positif warga, mengingat kebutuhan dapur biasanya meningkat selama bulan puasa. Pedagang pun optimistis harga akan tetap terkendali selama pasokan dari luar daerah terus lancar dan distribusi tidak terganggu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, memastikan ketersediaan bahan pokok di Kota Batam dalam kondisi aman. Ia mengungkapkan, stok beras saat ini tercatat mencapai 10.249,14 ton, sementara kebutuhan masyarakat Batam berada di angka 9.288,08 ton.

“Untuk beras, posisi kita aman. Stok yang tersedia lebih tinggi dari kebutuhan bulanan masyarakat Batam,” ujarnya.

Selain beras, ketersediaan cabai merah, vmcabai rawit, cabai hijau, gula dan minyak goreng juga dipastikan dalam kondisi mencukupi. Pihaknya terus melakukan pemantauan rutin terhadap distribusi dan pergerakan harga di pasaran guna menjaga stabilitas.

“Secara umum, pasokan masih tersedia dan kami terus berkoordinasi dengan distributor serta instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya.(*)

Artikel Harga Cabai Berangsur Turun, Stok Juga Mencukupi di Pasar pertama kali tampil pada Metropolis.

Tarif Kontainer Anambas-Jakarta Tembus Rp20 Juta, Warga Pertanyakan Program Subsidi

0
Kapal KM Logistik Nusantara 4 bersandar di Pelabuhan Tarempa saat proses bongkar muat kontainer. Warga menyoroti pembagian kuota kontainer subsidi yang dinilai memicu lonjakan ongkos kirim. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Penggunaan kontainer pada kapal subsidi pemerintah, KM Logistik Nusantara 4, menuai sorotan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Warga menduga pembagian kuota kontainer, khususnya rute Tarempa–Jakarta, tidak tepat sasaran sehingga memicu lonjakan ongkos kirim.

Kapal tersebut dioperasikan oleh PT Pelni sebagai bagian dari program subsidi distribusi barang ke wilayah terluar. Tujuannya untuk menekan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Namun di lapangan, sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan kuota kontainer langsung melalui operator. Mereka menduga ada pihak tertentu yang menguasai kuota meski tidak memiliki barang untuk dikirim, lalu menjual kembali jasa pengiriman melalui perantara.

“Kita susah kirim barang. Namun ada orang yang dapat kuota kontainer, tapi barang tidak ada. Jadi jual jasa pengiriman lewat dia, bukan langsung ke Pelni. Ini buat harga pengiriman lebih mahal. Padahal subsidi,” ujar Anton, warga Tarempa, Senin (23/2).

Menurutnya, tarif resmi pengiriman satu kontainer tujuan Jakarta melalui Pelni sekitar Rp8 juta. Namun di lapangan, warga mengaku harus membayar Rp15 juta hingga Rp20 juta per kontainer untuk tujuan yang sama.

Kenaikan biaya tersebut dinilai memberatkan pelaku usaha dan distributor di Anambas. Warga khawatir lonjakan ongkos kirim akan berdampak pada harga kebutuhan pokok di pasaran.

“Kalau begini caranya, harga-harga kebutuhan di Anambas pasti naik. Kasihan masyarakat,” keluh Anton.

Keluhan juga disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Anambas, Agustar. Ia menyoroti keterbatasan kontainer basah (reefer) untuk mengangkut hasil perikanan dan bahan pangan segar.

Menurutnya, nelayan kerap kesulitan mengirim hasil tangkapan ke Jakarta dengan alasan kuota kontainer basah sudah penuh. Padahal, ia menyebut kontainer dari Tarempa ke Jakarta sering berangkat dalam kondisi tidak terisi maksimal.

“Nelayan kami kesulitan kirim hasil tangkapan. Alasannya sudah penuh. Tapi setahu saya, dari sini sering kosong. Justru dari Jakarta ke sini yang penuh muatan daging ayam,” ujarnya.

Agustar menjelaskan, Anambas hanya mendapat jatah empat unit kontainer basah setiap keberangkatan. Permintaan penambahan disebut terkendala kapasitas listrik kapal yang tidak mencukupi untuk unit pendingin tambahan.

“Anambas untuk kontainer basah hanya dapat empat. Mau ditambah, katanya listrik di kapal tidak cukup. Seharusnya pemerintah beri solusi, apalagi kapal ini subsidi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Anambas, Japrizal, membenarkan kuota untuk Anambas terdiri dari 40 unit kontainer kering dan empat unit kontainer basah.

Ia mengaku belum mengetahui secara rinci pihak-pihak yang memegang kuota tersebut. Menurutnya, mekanisme pembagian dan prosedur pemesanan berada di ranah PT Pelni serta instansi teknis di tingkat pusat, termasuk Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

“Kami belum tahu siapa saja yang punya kuota. Itu ranah Pelni, termasuk prosedur mendapatkan kuota dan pengiriman,” kata Japrizal.

Ia menyebut persoalan ini telah disampaikan melalui audiensi dengan Kementerian Perdagangan beberapa bulan lalu. Dalam waktu dekat, Disperindag Anambas berencana menjadwalkan pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Laut dan manajemen Pelni untuk mengevaluasi sistem kuota serta kemungkinan penambahan kontainer basah.

Pemerintah daerah berharap ada solusi konkret agar distribusi barang dan hasil perikanan dari Anambas tetap lancar serta biaya pengiriman sesuai dengan skema subsidi pemerintah. (*]

Artikel Tarif Kontainer Anambas-Jakarta Tembus Rp20 Juta, Warga Pertanyakan Program Subsidi pertama kali tampil pada Kepri.

Lantik Irjen, Mendes Yandri Minta Perkuat Pengawasan di Kemendes PDT

0
Yandri Susanto saat memberikan selamat kepada irjen dan meminta agar diperkuat pengawasan internal. f Istimewa

batampos – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto melantik Masyhudi sebagai Inspektur Jenderal Kemendes PDT di Jakarta, Senin (23/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Mendes Yandri menegaskan pentingnya penguatan fungsi pengawasan internal guna memastikan seluruh program kementerian berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan itu dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kinerja serta pakta integritas bagi Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Administrator di lingkungan Kemendes PDT.

Momentum tersebut, menurut Yandri, menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, dalam hal ini membidangi pembangunan desa dan daerah tertinggal itu.

“Kita butuh pengawasan hebat dan kuat di Kemendes. Desa kita banyak, dana desa besar, ada program Koperasi Desa Merah Putih. Hari ini program Bapak Presiden menyasar ke desa. Kami, saya sama Pak Wamen mohon dukungan Bapak Ibu untuk terus melakukan yang terbaik di lingkungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal,” pesan Mendes Yandri dalam acara yang juga dihadiri Wamendes Ahmad Riza Patria tersebut.

Ia menekankan bahwa besarnya anggaran dana desa serta banyaknya program strategis pemerintah yang menyasar hingga tingkat desa menuntut sistem pengawasan yang semakin solid. Dengan pengawasan yang kuat, diharapkan potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana dan program pembangunan desa.

Masyhudi sebagai Irjen yang baru dilantik diharapkan mampu memperkuat fungsi audit, evaluasi, dan pengawasan internal secara menyeluruh. Mendes Yandri juga meminta seluruh jajaran Kemendes PDT untuk mendukung tugas Inspektorat Jenderal dalam memastikan setiap kebijakan dan program benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

“Kemendes tugasnya banyak sekali dari Bapak Presiden dengan Asta cita ke-6. Maka perlu tim yang kompak, perlu kebersamaan, perlu keguyuban kita semua. Waktu terus berjalan, tanggung jawab terus menanti. Maka untuk menunaikan kewajiban itu perlu keikhlasan hati Bapak Ibu,” tuturnya.

Lebih lanjut Mendes Yandri juga memastikan bahwa seluruh mekanisme berjalan terbuka dan bebas dari praktik pungutan liar. Menurutnya, pengawasan dilakukan secara ketat bersama guna menjamin tidak ada celah penyalahgunaan kewenangan.

Pesan tersebut menjadi penekanan kuat agar seluruh jajaran menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih. Mendes Yandri berharap para pejabat yang baru dilantik dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab serta menghindari segala bentuk praktik yang mencederai kepercayaan publik.(*)

Artikel Lantik Irjen, Mendes Yandri Minta Perkuat Pengawasan di Kemendes PDT pertama kali tampil pada News.

Toyota Calya Terbalik di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Dua Mahasiswa Luka

0
Petugas Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang melakukan olah TKP kecelakaan mobil Toyota Calya yang terbalik di Jalan Basuki Rahmat, Minggu (22/2) malam. F. Polresta Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos – Sebuah mobil Toyota Calya terbalik setelah hilang kendali saat melintas di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Minggu (22/2) malam.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.45 WIB. Mobil bernomor polisi BP 1607 MO itu dikemudikan pria berinisial SH (19) dan membawa seorang penumpang perempuan berinisial M (19). Keduanya diketahui merupakan mahasiswa.

Saat melaju dari arah traffic light Basuki Rahmat menuju flyover, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga menghantam median jalan dan akhirnya terbalik.

“Pengemudi diduga tidak berhati-hati sehingga kehilangan kendali dan membentur median jalan hingga mobil terbalik,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Iptu Werry Wilson Marbun, Senin (23/2).

Akibat benturan tersebut, kedua korban mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban hanya mengalami luka ringan, namun kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat kecelakaan ini,” tambahnya.

Saat ini, kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Mapolres Tanjungpinang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Polisi mengimbau para pengendara agar selalu waspada dan menjaga konsentrasi, terutama saat melintas di jalur protokol pada malam hari guna mencegah kecelakaan serupa. (*)

Artikel Toyota Calya Terbalik di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Dua Mahasiswa Luka pertama kali tampil pada Kepri.

Bukan Sekadar Bazar Takjil, Dang Anom Disulap Jadi Ruang Main, Belajar, dan Silaturahmi di BWR ke-7

0
Bazar Ramadham Dang Anom. F Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Ramadan tahun ini di Taman Dang Anom, Batamcentre, terasa berbeda. Di tengah semarak tenant kuliner dan deretan takjil yang menggoda, ada wajah lain dari perhelatan Batam Wonderfood & Art Ramadhan (BWR) ke-7, yakni ruang terbuka yang disulap menjadi taman bermain, tempat belajar, hingga panggung komunitas.

‎Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan konsep tahun ini tidak hanya berfokus pada bazar kuliner, melainkan menghadirkan ruang publik yang ramah keluarga.

‎“Konsepnya itu ruang terbuka untuk bermain. Jadi bukan hanya beli takjil lalu pulang,” ujarnya.

‎Di dalam kawasan Dang Anom, anak-anak tak sekadar diajak berjalan-jalan. Mereka bisa menggambar, bermain aneka permainan, hingga mengikuti aktivitas kreatif yang disiapkan panitia.

‎Ada sudut-sudut kecil yang dirancang sebagai tempat diskusi ringan, termasuk ruang bagi komunitas literasi dan membaca.

‎“Di situ ada tempat menggambar, ada ruang diskusi karena konsepnya taman. Ada tumbuhan, ada mini-mini seperti taman edukasi. Jadi keluarga bisa datang, buka puasa, lalu anak-anak punya ruang bermain,” jelasnya.

‎Di kota yang ruang terbukanya kian terbatas, Dang Anom menjadi alternatif selain pusat perbelanjaan. Jika biasanya keluarga menghabiskan waktu di mal, kini mereka bisa berkumpul di ruang terbuka, bersilaturahmi, sekaligus menikmati suasana Ramadan.
‎Tak hanya itu, BWR ke-7 juga membuka ruang kolaborasi sosial.

‎Perusahaan-perusahaan yang ingin menggelar buka puasa bersama anak yatim dapat membeli voucher senilai Rp100 ribu. Dari jumlah itu, Rp50 ribu menjadi voucher belanja bagi anak-anak di area bazar, sementara sisanya dalam bentuk paket kegiatan dan konsumsi.

‎“Bukan tiap hari kita undang, tapi kita menyediakan. Perusahaan bisa ikut berbagi dengan membeli voucher di situ,” kata Ardiwinata.

‎Panggung utama di Dang Anom pun tak sepi. Selama Ramadan, panggung diisi beragam komunitas, mulai dari forum mahasiswa hingga komunitas seni dan literasi. Tercatat tujuh kampus di Batam turut ambil bagian dalam kompetisi dan pertunjukan yang digelar.

‎“Ada forum mahasiswa, ada tujuh kampus se-Batam yang ikut. Panggung itu banyak diisi komunitas,” ujarnya.

‎Selain itu, sejumlah mitra seperti maskapai AirAsia juga ikut meramaikan kegiatan dengan aktivitas interaktif bersama pengunjung. Konsep ini memperluas makna festival, dari sekadar transaksi kuliner menjadi perayaan kolaborasi lintas komunitas.

‎BWR yang kini memasuki tahun ketujuh bukan hanya agenda tahunan, tetapi telah menjadi ruang temu warga. Tahun ini, sisi edukasi dan ruang bermain menjadi penekanan baru, sebuah upaya menjadikan Ramadan bukan sekadar momen berbuka, melainkan momen membangun kebersamaan.

‎Di Dang Anom, orang datang bukan hanya membawa pulang makanan. Mereka membawa pulang pengalaman: anak-anak yang tertawa di ruang terbuka, mahasiswa yang tampil di panggung komunitas, dan keluarga yang menemukan kembali ruang berkumpul di tengah kota.

‎”Kita juga menyediakan ruang bagi perusahaan yang ingin berbagi dengan anak yatim melalui voucher. Panggungnya diisi komunitas dan mahasiswa. Jadi ini bukan hanya bazar, tapi ruang kebersamaan,” ujar Ardiwinata.(*)

Artikel Bukan Sekadar Bazar Takjil, Dang Anom Disulap Jadi Ruang Main, Belajar, dan Silaturahmi di BWR ke-7 pertama kali tampil pada Metropolis.

Amsakar Lepas Pucuk Pimpinan NasDem Kepri, Alasannya Ingin Fokus untuk Batam

0
Walli Kota Batam Amsakar Achmad. f. Istimewa

batampos – Tumpukan persoalan klasik Kota Batam yang tak kunjung reda seperti banjir saat hujan deras, krisis air bersih, hingga gunungan sampah membuat Amsakar Achmad memilih menanggalkan jabatan politik strategisnya.

Dia mengatakan resmi mundur dari posisi Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kepri demi memusatkan tenaga dan waktunya pada pembenahan kota industri tersebut.

Kabar pengunduran diri Wakil Wali Kota Batam itu menguat setelah terbit Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Nomor 66-Kpts/DPP-NasDem/II/2026 tentang Pengesahan Susunan Pengurus DPW Partai NasDem Kepulauan Riau Periode 2026-2029 tertanggal 18 Februari 2026. Dokumen tersebut ditandatangani Ketua Umum NasDem, Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal, Hermawi F Taslim.

Dalam kepengurusan terbaru, jabatan Ketua DPW NasDem Kepri kini diemban Pietra Machreza Paloh. Sementara posisi Sekretaris dipercayakan kepada Endang Dwi Socowati dan Bendahara kepada Khazalik.

Amsakar mengatakan, untuk sementara waktu dirinya tak masuk dalam kepengurusan partai sampai sejumlah pekerjaan besar di Batam dapat diselesaikan. Menurut dia, intensitas kegiatan di Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam sangat tinggi sehingga ruang untuk mengurus partai menjadi terbatas.

“Dengan intensitas kegiatan yang demikian tinggi baik di Pemkot maupun di BP Batam, tentu saja ruang untuk mengurus partai menjadi terbatas. Mengurus partai ini butuh konsentrasi, butuh totalitas dan tidak bisa kerja separuh,” ujarnya, Senin (23/2).

Ia menilai, keputusan tersebut didasari pertimbangan objektif terkait beban kerja, keterbatasan waktu, serta dinamika persoalan kota yang bergerak cepat. Sejak awal menerima mandat sebagai Ketua DPW, ia mengaku telah menyampaikan kepada pimpinan pusat mengenai efektivitas kepemimpinan di tengah padatnya agenda pemerintahan.

“Awal diberikan surat mandat oleh Pak Surya Paloh, tapi melihat volume kerja yang sedemikian tinggi, saya bertemu dengan Waketum menyampaikan beberapa pemikiran tentang tidak efektifnya. Setelah berdiskusi, jika ada yang lebih fokus dan punya waktu untuk mengoordinasikan partai di tingkat Kepri, kita percayakan kepada kawan-kawan yang punya waktu yang cukup,” katanya.

Dari prosesnya, muncullah nama Pietra Paloh yang kemudian ditunjuk sebagai Ketua DPW NasDem Kepri. Pengalihan kepemimpinan itu guna membuat roda organisasi partai di daerah tetap berjalan optimal.

Meski tidak lagi menjabat ketua, Amsakar memastikan tetap menjadi bagian dari Partai NasDem. “Saya tidak meninggalkan NasDem, saya cuma tidak jadi ketuanya saja. Sampai hari ini saya masih anggota NasDem,” tambahnya.

Ia juga membantah berbagai spekulasi politik yang berkembang terkait keputusan tersebut. Tidak ada rencanana berpindah partai ataupun agenda politik lain di balik pengunduran diri itu.(*)

Artikel Amsakar Lepas Pucuk Pimpinan NasDem Kepri, Alasannya Ingin Fokus untuk Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Petugas Bea Cukai Amankan 199 Ponsel dan 13 Laptop dari Speed Boat (SB) Garuda 82

0
SB Garuda 82 yang membawa barang jastip. F.Istimewa

batampos – Perkembangan terbaru penindakan terhadap Speed Boat (SB) Garuda 82 mulai terkuak. Bea Cukai Batam merampungkan proses pencacahan awal terhadap muatan kapal cepat yang diamankan di perairan Jembatan III Barelang tersebut, dengan hasil temuan barang yang sangat beragam dan bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Seksi Humas Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam, Mujiono, mengungkapkan bahwa hasil pencacahan menunjukkan ratusan koli barang yang diduga merupakan jasa titipan (jastip) ilegal. Barang-barang tersebut diangkut tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan resmi.
“Dari hasil pencacahan sementara, jenis barang sangat beragam, antara lain ballpress, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, serta berbagai barang elektronik,” ujar Mujiono, Senin (23/2).

Tak hanya itu, petugas juga menemukan sejumlah perangkat elektronik seperti juicer, hairdryer, dan powerbank. Barang-barang tersebut diduga hendak dikirim ke luar Batam tanpa melalui prosedur kepabeanan yang sah.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, aparat turut mengamankan 13 unit laptop dan 199 unit handphone. Jumlah tersebut menjadi salah satu temuan paling mencolok dalam penindakan kali ini, mengingat tingginya nilai dan potensi kerugian negara dari barang-barang elektronik tersebut.

Selain perangkat elektronik, muatan kapal juga terdiri dari kosmetik, mainan anak, aksesori dan suku cadang kendaraan, hingga berbagai jenis perkakas. Variasi barang yang luas mengindikasikan praktik pengiriman terkoordinasi yang melibatkan banyak jenis komoditas.

Mujiono menegaskan, seluruh barang saat ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut guna memastikan klasifikasi, nilai pabean, serta potensi pelanggaran yang terjadi. Petugas juga mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi yang lebih besar di balik pengiriman tersebut.

SB Garuda 82 sebelumnya diamankan oleh Satuan Patroli Bea Cukai Batam pada Rabu (11/2) malam saat melintas di perairan Barelang. Kapal dengan delapan mesin berkekuatan masing-masing 250 PK itu diduga rutin mengangkut barang melalui pelabuhan tidak resmi.

Bea Cukai Batam menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan di wilayah perairan yang rawan penyelundupan. Penindakan ini diharapkan memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi pelaku usaha agar mematuhi aturan kepabeanan yang berlaku.(*)

Artikel Petugas Bea Cukau Amankan 199 Ponsel dan 13 Laptop dari Speed Boat (SB) Garuda 82 pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Residivis Curanmor Dibekuk, Motor Scorpio yang Hilang di Tiban Centre Berhasil Diamankan

0
Dua pelaku curanmor yang diamankan polsek Sekupang. F. Istimewa

batampos –Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di kawasan Tiban Centre, Sekupang akhirnya terungkap. Unit Reskrim Polsek Sekupang berhasil meringkus dua pelaku yang merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kapolsek Sekupang Hippal Tua Sirait melalui Kanit Reskrim Riyanto mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban bernama Antonius.

Peristiwa pencurian terjadi pada Selasa (6/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Antonius memarkirkan sepeda motor Yamaha Scorpio BP 4807 JG miliknya di area parkir Pasar Tiban Centre untuk bekerja. Namun sekitar pukul 16.00 WIB, saat hendak pulang, korban mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di tempat.

“Atas kejadian tersebut korban kemudian membuat laporan ke Polsek Sekupang,” ujar Riyanto, Senin (23/2).

Meski demikian, setelah menerima pengaduan, Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penelusuran, polisi memperoleh informasi bahwa pelaku diduga berada di sekitar Perumahan RICI Sekupang.

Pada Minggu (15/2) sekitar pukul 11.00 WIB, tim yang dipimpin langsung Kanit Reskrim berhasil mengamankan seorang pria berinisial Y (31) di kawasan tersebut. Dari tangan Y, polisi menyita dua unit sepeda motor hasil curian, yakni motor yang dicuri di Tiban Centre pada 6 Januari 2026 serta satu unit motor hasil pencurian di Perumahan Muka Kuning Indah I, Buliang, pada 10 Februari 2026.

Dari hasil interogasi, Y mengaku beraksi bersama rekannya berinisial ED (38). Tak butuh waktu lama, polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap ED di daerah Bengkong.

Saat kedua pelaku diamankan, polisi juga menemukan barang bukti berupa BPKB dan STNK sepeda motor Yamaha NMax. Berdasarkan pengakuan pelaku, kendaraan tersebut merupakan hasil curian yang dilakukan di kawasan Bengkong Swadebi pada 29 Januari 2026.

“Total ada beberapa lokasi kejadian yang dilakukan kedua pelaku. Saat ini seluruh barang bukti dan pelaku sudah diamankan di Polsek Sekupang untuk proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Riyanto.

Diketahui, kedua pelaku merupakan residivis kasus curanmor. Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 477 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat memarkirkan kendaraan, serta segera melapor jika menjadi korban tindak pidana agar dapat segera ditindaklanjuti.(*)

Artikel Dua Residivis Curanmor Dibekuk, Motor Scorpio yang Hilang di Tiban Centre Berhasil Diamankan pertama kali tampil pada Metropolis.

Termuda 14 Tahun, Tertua 83 Tahun, Tiga Kloter Haji Batam Mulai Tersusun

0
JCH saa mengikuti gladi posko dan simulasi rute perjalanan haji gelombang I dan II di Asrama Haji Batam Center, Senin (16/2/2026). F. Istimewa

batampos -Komposisi jamaah haji Kota Batam yang tergabung dalam Kloter 1, 2 dan 25 Embarkasi Batam (BTH) Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi mulai tergambar. Dari total 636 jamaah, mayoritas merupakan perempuan.

Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Batam, Syahbudi, menyampaikan rekap sementara menunjukkan Kloter 1 berjumlah 222 orang, Kloter 2 sebanyak 236 orang, dan Kloter 25 sebanyak 178 orang.

“Secara umum, jamaah perempuan masih mendominasi di tiga kloter ini,” ujar Syahbudi, Senin (23/2).

Kloter 1 diisi 222 jamaah, terdiri dari 98 laki-laki dan 124 perempuan. Kecamatan Bengkong menjadi penyumbang terbanyak dengan 86 orang.

Disusul Batu Aji 32 orang, Batam Kota 27 orang, Sekupang 22 orang, Nongsa 15 orang, Belakang Padang 14 orang, Sagulung dan Sungai Beduk masing-masing 9 orang, Lubuk Baja 7 orang serta Batu Ampar 1 orang.

Jamaah tertua di kloter ini atas nama Yunu, berusia 83 tahun. Sementara yang termuda adalah Khairul Fadhil Rusman, 20 tahun.

Untuk jadwal keberangkatan, jamaah Kloter 1 dijadwalkan masuk Asrama Haji Embarkasi Batam pada 21 April. Selanjutnya, jamaah akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April menggunakan maskapai Saudia Airlines.

Kloter 2 menjadi kloter dengan jumlah terbanyak, yakni 236 jamaah. Rinciannya, 109 laki-laki dan 127 perempuan.
Sebaran terbanyak berasal dari Batam Kota sebanyak 79 orang. Kemudian Sekupang 52 orang, Sagulung 41 orang, Lubuk Baja 22 orang, Nongsa 18 orang, Bengkong 10 orang, Sungai Beduk dan Bulang masing-masing 4 orang, Batu Ampar 3 orang, Galang 2 orang dan Batu Aji 1 orang.

Di kloter ini, jamaah tertua adalah Syarifah Anisah berusia 82 tahun. Sedangkan yang termuda tercatat atas nama Ibrahim Maulana Bin Mulyawan, masih berusia 14 tahun.

Sementara Kloter 25 berjumlah 178 jamaah, terdiri dari 80 laki-laki dan 98 perempuan. Batam Kota kembali menjadi penyumbang terbanyak dengan 80 orang. Disusul Batu Ampar 24 orang, Sagulung dan Sekupang masing-masing 17 orang, Lubuk Baja 15 orang, Batu Aji 9 orang, Bengkong dan Sungai Beduk masing-masing 5 orang, Nongsa 4 orang serta Belakang Padang 2 orang.

Menariknya, dua jamaah tertua di kloter ini memiliki usia yang sama, yakni Marpati dan Slamet Marjito yang sama-sama berusia 77 tahun. Sedangkan jamaah termuda atas nama Annisa Nur Arini berusia 17 tahun.

Syahbudi menegaskan, data tersebut masih bersifat sementara dan bisa berubah menyesuaikan proses finalisasi manifest keberangkatan.

“Profil ini menjadi bagian dari persiapan teknis dan administrasi pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Batam tahun ini,” jelasnya.(*)

Artikel Termuda 14 Tahun, Tertua 83 Tahun, Tiga Kloter Haji Batam Mulai Tersusun pertama kali tampil pada Metropolis.

Nikmati Ramadan Berkesan! 5 Hotel di Batam Tawarkan Menu Buka Puasa Paling Menarik

0
Menu buka puasa di hotel
Menu buka puasa di Batam Marriot Hotel Harbourbay. (IG/@batammarriottharbourbay)

batampos – Bulan Ramadan menghadirkan berbagai paket buka puasa di hotel dengan menu beragam di Batam.

Mulai dari sajian khas Nusantara, Timur Tengah, hingga hidangan internasional.

Berikut 5 Hotel di Batam yang menawarkan menu buka puasa paling menarik:

1. ibis Styles Batam Nagoya

Buka puasa dengan 99 jenis makanan khas Nusantara. Kamu bisa menikmati berbagai jenis makanan. Lokasi di Jl. Yos Sudarso, Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.

2. Grand Mercure Batam Centre

Buka puasa dengan tema Timur Tengah bisa langsung kesini. Berbagai pilihan takjil dan makanan berat sangat banyak. Lokasi di Jl. Raja H. Fisabilillah, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

3. Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam

Buka puasa di hotel ini menghadirkan konsep dari 7 benua. Pilihan menunya beragam jadi bikin momen ramadan meriah. Lokasi di Batu Selicin, Lubuk Baja, Batam.

4. ARTOTEL Batam

Bagi yang ingin buka puasa dengan menu khas Nusantara dan timur tengah bisa kesini. Setiap hari menunya berbeda. Lokasi di Komplek Penuin Centre, Jl. Komp. Penuin Centre Blok H No.1, Batu Selicin, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam.

5. Batam Marriott Hotel Harbour Bay

Buka puasa yang menghadirkan menu Nusantara, Chinese, Omani, dan Turkish Arabian yang memberi kesan kuliner berbeda. Varian menunya tersedia sangat banyak. Lokasi di Harbour Bay Downtown, Jl. Duyung, Sungai Jodoh, Kecamatan Batuampar, Kota Batam.

Dengan banyaknya pilihan hotel yang menawarkan paket buka puasa, masyarakat Batam memiliki beragam opsi sesuai selera.

Pastikan reservasi lebih awal sebelum berkunjung untuk buka puasa di hotel tersebut.(*)

 

Artikel Nikmati Ramadan Berkesan! 5 Hotel di Batam Tawarkan Menu Buka Puasa Paling Menarik pertama kali tampil pada Metropolis.