Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1852

Hadapi Barcelona Dini Hari Nanti, Inter Milan Janji Bakal Kerahkan Kekuatan 200 Persen

0
Skuad Inter Milan saat melawan AS Monaco. (Dok. UEFA)

batampos -Inter Milan akan menghadapi laga sengit melawan Barcelona di laga leg kedua semifinal Liga Champions. Laga tersebut akan dimainkan di stadion Giuseppe Meazza, Milan, Rabu (7/5) dini hari WIB.

Di laga leg pertama, Inter Milan harus puas bermain imbang 3-3 melawan Barcelona. Itulah yang membuat laga ini menjadi laga hidup mati untuk memastikan tempat di final Liga Champions musim ini.

Bek Inter Milan Alessandro Bastoni memastikan timnya akan mengerahkan segala kekuatan untuk mengalahkan Barcelona di laga krusial nanti.

“Kami tinggal dua pertandingan lagi untuk memenangkan Liga Champions. Kami akan memberikan lebih dari 110 persen. Kami akan memberikan 200 persen, karena sebagai sebuah tim kami menyadari apa artinya bermain di semifinal,” ucapnya saat konferensi pers, mengutip dari laman Sempre Inter, Selasa (6/5).

Bastoni juga melihat Inter Milan memiliki kepercayaan diri tinggi menjelang laga ini. “Kami punya banyak keinginan untuk bermain. Antusiasme dan kepercayaan diri. Kami tidak sabar menunggu besok malam,” tutur pemain 26 tahun tersebut.

Menurut dia, tim belajar banyak dari kesalahan di leg pertama. Seperti salah mengoper bola. Itu akan coba diminimalisir di pertandingan ini.

“Kami akan belajar dari leg pertama. Kami membuat beberapa kesalahan dalam mengoper bola yang bisa menciptakan peluang bagi mereka. Namun, kita bisa melakukan banyak hal, dan menimbulkan masalah bagi mereka,” ujar Bastoni.

Selain itu, bek tim nasional Italia tersebut menepis anggapan bahwa Inter Milan hanya fokus untuk meraih gelar Liga Champions musim ini. “Pelatih tidak pernah menyuruh kami untuk hanya berkomitmen pada Liga Champions. Jadi, tentu saja tidak,” imbuh Bastoni.

Musim ini, Bastoni hanya absen satu kali dari 13 pertandingan Inter Milan di Liga Champions. Dia telah mencetak satu assist saat laga melawan Sparta Praha di babak penyisihan grup.(*)

Artikel Hadapi Barcelona Dini Hari Nanti, Inter Milan Janji Bakal Kerahkan Kekuatan 200 Persen pertama kali tampil pada Olahraga.

Warga Rempang Temui Wali Kota Batam, Minta Penjelasan Soal Penertiban Lahan Tanjung Banon

0
Walikota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra dan Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin berdialog dengan warga Rempang saat pertemuan di kantor Pemko Batam, Senin (5/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sejumlah warga Rempang mendatangi Kantor Wali Kota Batam menyusul penertiban lahan oleh tim terpadu di kawasan Tanjung Banon, Rempang, yang berlangsung Jumat lalu.

Kedatangan warga bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dan meminta penjelasan langsung dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, terkait pembongkaran kebun warga.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Kapolres Barelang, serta sejumlah pejabat teknis.

Amsakar menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan berdasarkan prosedur hukum, diawali dengan tiga tahapan surat peringatan sebelum akhirnya dilaksanakan pembersihan lokasi.

“Pembongkaran dilakukan karena saat ini sedang berlangsung proses pematangan lahan yang ditargetkan selesai dan diserahterimakan pada 22 September mendatang,” ujar Amsakar, Senin (5/5).

Baca Juga: Gedung SDN 013 Batam Dihantam Puting Beliung, Dinas Pendidikan Ajukan Perbaikan

Ia juga mengungkapkan bahwa alokasi dana dari Kementerian Transmigrasi untuk mendukung program relokasi akan diputuskan pada Rabu mendatang. Oleh karena itu, Pemkot Batam bersama BP Batam diminta segera menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat kelancaran proyek.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar memberikan waktu kepada perwakilan warga untuk menyampaikan pendapat. Dari enam warga yang berbicara, mayoritas menyoroti isu penggusuran. Wali Kota menyatakan bahwa semua pertanyaan telah dijawab secara terbuka dan akan ditindaklanjuti secara teknis.

“Ada juga usulan warga untuk mempertimbangkan lokasi lain selain Tanjung Banon, namun saat ini kami fokus pada penyelesaian lahan di Tanjung Banon sesuai arahan dari pemerintah pusat. Jika ada perkembangan lebih lanjut, tentu akan dibahas secara terpisah,” jelasnya.

Mengenai tidak berfungsinya kantor camat setempat, Amsakar menyatakan bahwa kantor tersebut termasuk dalam area yang akan dikembangkan. Meski demikian, pelayanan publik tetap berjalan, dengan camat sementara berkantor di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang.

Baca Juga: Kuota PPDB SMA di Kepri Bakal Disesuaikan, Daya Tampung Terancam Menyusut

“Kami minta warga bersabar menunggu penataan struktur selesai. Setelah itu, semua masukan warga akan kami tindak lanjuti. Saya apresiasi penyampaian warga yang sangat arif dan bijaksana. Intinya, kami ingin mencari solusi terbaik bagi semua pihak,” katanya.

Lahan yang dibersihkan di Tanjung Banon, lanjut Amsakar, akan dibangun fasilitas pendidikan, termasuk SD dan SMP negeri dari Pemkot Batam, serta SMA yang direncanakan dibangun oleh Pemprov Kepri.

Ia menegaskan bahwa bukan “sekolah rakyat” yang akan dibangun, melainkan sekolah formal dengan standar nasional. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Warga Rempang Temui Wali Kota Batam, Minta Penjelasan Soal Penertiban Lahan Tanjung Banon pertama kali tampil pada Metropolis.

Target PAD Batam Rp2,1 Triliun, Realisasi Baru 31 Persen, DPRD Desak Evaluasi OPD Penghasil

0
Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Hendra Asman.

batampos – Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Hendra Asman, mengkritisi rendahnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam hingga April 2025. Dia menilai capaian yang masih jauh dari target ini sebagai sinyal lemahnya kinerja OPD penghasil dan meminta Wali Kota Batam segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Target PAD Batam tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp2,1 triliun. Namun hingga akhir April 2025, realisasinya baru mencapai Rp675,1 miliar atau sekitar 31 persen dari target, berdasarkan data Sistem Informasi Penerimaan Daerah milik Bapenda Batam.

“PAD kita bersumber dari pajak dan retribusi daerah. Target pajak daerah Rp1,7 triliun, tapi realisasinya baru Rp570 miliar atau 32 persen. Sementara untuk retribusi, dari target Rp227 miliar, realisasinya baru Rp56,7 miliar atau 24 persen,” kata Hendra, Selasa (6/5).

Salah satu sektor yang disorot tajam olehnya adalah penerimaan dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor parkir, serta retribusi parkir di tepi jalan. Ia menyebut kinerjanya sangat mengecewakan, padahal potensi sektor tersebut dinilai cukup besar di wilayah perkotaan seperti Batam.

“Parkir ada di mana-mana, kendaraan terus bertambah, juru parkir bertebaran bahkan hingga dini hari, tapi pendapatan kita justru minim. Ini sangat kami sayangkan,” katanya.

Dari data yang disampaikan Hendra, realisasi pajak dari jasa parkir baru mencapai Rp3,6 miliar dari target Rp16,3 miliar. Sedangkan retribusi parkir tepi jalan umum baru terealisasi Rp3,9 miliar dari target Rp18 miliar.

“Selisihnya tipis, padahal kendaraan jauh lebih banyak parkir di tepi jalan dibanding di tempat usaha,” kata dia.

Ia menyebut, OPD penghasil tidak bisa terus berdalih bahwa waktu masih panjang. Sebab, tanpa inovasi dan terobosan, capaian akhir tahun dikhawatirkan tidak akan sesuai harapan.

“Jangan hanya menyalahkan kondisi, karena Perda dan Perwako sudah ada, tinggal bagaimana pelaksanaannya,” katanya.

Ia juga menegaskan, OPD penghasil seharusnya tidak sekadar mengejar target, melainkan harus mampu melampaui target yang ditetapkan. Ia menilai potensi PAD Batam sangat besar apabila dikelola dengan baik dan tidak hanya berorientasi pada capaian minimal.

Lebih lanjut, ia menyoroti keberadaan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang menurutnya perlu dievaluasi kembali untuk menyempurnakan regulasi pemungutan PAD. “Aturannya harus mendukung kinerja. Kalau tidak relevan, ya perlu direvisi,” tambah dia.

Atas dasar itu, Hendra meminta Wali Kota Amsakar Achmad untuk mengevaluasi kinerja seluruh OPD penghasil demi peningkatan PAD. “Kita butuh kerja nyata, bukan sekadar laporan tahunan. Evaluasi diperlukan agar pengelolaan PAD makin optimal dan tidak lagi menyisakan PR besar di akhir tahun,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Target PAD Batam Rp2,1 Triliun, Realisasi Baru 31 Persen, DPRD Desak Evaluasi OPD Penghasil pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Orang Warga Bintan Ditetapkan Tersangka Pencurian Kabel Grounding di Lagoi

0
Polisi melakukan olah tempat kejadian kasus pencurian kabel grounding SUTM di kawasan wisata Lagoi. F.Polsek Bintan Utara untuk Batam Pos.

batampos– Dua warga Bintan ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian kabel grounding saluran udara tegangan menengah (SUTM) di enam tower yang ada di kawasan wisata Lagoi.

Dua tersangka adalah Putra Linuddin, 23, warga Desa Sebong Lagoi dan Alviano Seto, 25, warga Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Nurman mengatakan, keduanya ditangkap setelah adanya laporan dari pihak Bintan Resorts.

BACA JUGA: Polisi Militer mulai Selidiki Dugaan Oknum Aparat di Palmatak Jadi Pemodal Pencurian Material Milik Petronas

Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku beraksi di kawasan wisata Lagoi pada Februari 2025 lalu.

Tak hanya di Lagoi, kedua pelaku juga melakukan pencurian kabel grounding tangki timbun di area Pertamina.

Setelah rangkaian penyelidikan, kedua pelaku ditetapkan sebagai tersangka pada 3 Mei 2025.

Ia mengatakan, saat ini kedua pelaku masih dalam pemeriksaan lebih mendalam terkait kasus yang merugikan korban sekitar Rp 50 juta.

Akibat melakukan perbuatan melanggar hukum, kedua pelaku dikenakan sanksi Pasal 363 Ayat 1 Ke (4), (5) KUHP junto Pasal 64 KUHP. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Dua Orang Warga Bintan Ditetapkan Tersangka Pencurian Kabel Grounding di Lagoi pertama kali tampil pada Kepri.

Jemaah Haji Embarkasi Batam Jalani Ibadah di Madinah, Salat di Masjid Nabawi dan Ziarah ke Makam Nabi

0
Keberangkatan Kloter Pertama Calon Jemaah Haji (CJH) Embarkasi Batam yang dilayani melalui Bandara Internasional Hang Nadim. Foto. PT BIB untuk Batam Pos.

batampos – Proses pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Batam terus berlangsung. Hingga Selasa (6/5), sebanyak 2.216 jemaah telah diterbangkan ke Tanah Suci. Para jemaah ini tergabung dalam lima kelompok terbang (kloter), dengan rincian 883 jemaah berasal dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan 1.333 jemaah dari Provinsi Riau.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan bahwa pada hari ini jemaah kloter 5 telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Jumlah jemaah pada kloter 5 sebanyak 445 orang, terdiri dari 206 jemaah laki-laki dan 239 jemaah perempuan. Seluruhnya berasal dari Kabupaten Kampar, Provinsi Riau,” ujarnya.

Kloter 5 diberangkatkan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada pukul 10.04 WIB dengan tujuan Madinah, Arab Saudi. Para jemaah ini tergabung dalam gelombang pertama yang akan lebih dahulu menjalani rangkaian ibadah di Kota Madinah sebelum menuju Makkah untuk pelaksanaan puncak ibadah haji.

Sementara itu, jemaah dari kloter-kloter sebelumnya yang telah lebih dulu tiba di Madinah saat ini tengah menjalankan sejumlah kegiatan ibadah. Di antaranya melaksanakan salat berjamaah di Masjid Nabawi serta berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW yang berada dalam kompleks masjid tersebut.

“Adapun kegiatan jamaah saat ini adalah salat di masjid nabawi dan ziarah ke Makam nabi, ” tambah Zulkarnain.

Masjid Nabawi menjadi tujuan utama para jemaah selama berada di Madinah karena memiliki keutamaan yang tinggi dalam ajaran Islam. Masjid ini merupakan salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk dikunjungi, selain Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Al-Aqsa di Palestina.

Keutamaan salat di Masjid Nabawi sebagaimana sabda Rasulullah SAW, setara dengan seribu kali salat di tempat lain, kecuali di Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsa. Selain itu, makam Nabi Muhammad SAW yang berada di Raudhah, bagian dalam Masjid Nabawi, juga menjadi tempat ziarah utama bagi jemaah.

“Jemaah memanfaatkan waktu di Madinah untuk memperbanyak ibadah dan menunaikan ziarah ke tempat-tempat bersejarah,” kata Zulkarnain.

Untuk musim haji 1446 H/2025 M ini, Embarkasi Batam dijadwalkan melayani pemberangkatan sebanyak 11.840 orang yang terdiri dari 11.732 jemaah haji dan 108 petugas kloter. Mereka berasal dari empat provinsi, yakni Kepulauan Riau (1.284 orang), Riau (5.033 orang), Kalimantan Barat (2.505 orang), dan Jambi (2.910 orang).

Seluruh jemaah akan diberangkatkan dalam 27 kelompok terbang (kloter) yang dibagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung dari 2 hingga 15 Mei 2025 dengan tujuan Madinah, sedangkan gelombang kedua dimulai pada 17 hingga 31 Mei 2025 dengan tujuan Jeddah.

PPIH Embarkasi Batam terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan dan stamina selama berada di Tanah Suci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Jemaah Haji Embarkasi Batam Jalani Ibadah di Madinah, Salat di Masjid Nabawi dan Ziarah ke Makam Nabi pertama kali tampil pada Metropolis.

Amsakar Akui Penanganan Banjir di Batam Jadi Tantangan Berat

0
Banjir Simpang Kepri Mall. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyoroti persoalan banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Batam saat menghadiri sebuah acara di Kawasan KDA, Selasa (6/5).

Dalam pidatonya, Amsakar mengatakan bahwa penanganan banjir menjadi tantangan berat yang tak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Selain persoalan kerusakan lingkungan, pembangunan infrastruktur seperti pelebaran jalan juga mempengaruhi sistem drainase.

“Ini kerja berat. Ada bongkar lahan, hutannya tak ada lagi, kalau hujan langsung air meluncur,” katanya.

Baca Juga: Lapor Pak, Banjir Rendam SMPN 28 Batam, Seluruh Ruangan Lantai 1 Terdampak

Menurut Amsakar, BP Batam telah bekerja keras merumuskan solusi jangka panjang, termasuk pembenahan sistem drainase di kiri dan kanan jalan. Akan tetapi, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.

“Pitinya (biayanya) besar. APBD sesak nafas. Jadi kami kejar pihak kementerian supaya membantu,” katanya.

Ia juga mengkritik pemanfaatan lahan yang keliru di Batam, seperti penutupan DAM dan pemotongan bukit, yang memperparah kerentanan terhadap banjir. Pemberian izin lahan ke depan harus berdasarkan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang ketat.

“Kalau kita berikan lahan, harus sesuai dengan Amdal. Kita upayakan agar air tidak langsung meluncur ke jalan. Pembenahan ini bukan hal ringan dan membutuhkan kerja lintas sektor serta dukungan anggaran yang besar,” ujar dia.

Menolak menyalahkan masa lalu, dia lebih ingin fokus pada solusi masa kini dan masa depan. “Saya tidak mau meletakkan persoalan kepada cerita masa lalu. Ini risiko atas pilihan yang kita ambil, dan kita terima konsekuensinya,” tambahnya.

Dengan nada humor, ia menggambarkan beban kerja yang kini jauh lebih padat. “Dulu saya masih sempat main domino, sekarang tak ada waktu. Sampai harus bawa koper berisi surat dari Pemko dan BP ke rumah,” katanya yang disambut gelak tawa warga.

Dalam wawancara lanjutan, Amsakar menyebut banjir kali ini terjadi hampir merata di seluruh kecamatan, bahkan berdampak ke kantor-kantor pemerintahan dan sekolah. Ia telah meminta para camat dan lurah untuk segera menginventarisasi titik-titik krusial.

“Yang bisa kita lakukan sekarang adalah normalisasi. Penyelesaian permanen belum dimungkinkan karena butuh biaya besar,” katanya.

Solusi banjir tidak cukup hanya mengandalkan pompa air. Reboisasi, pembangunan drainase, dan sistem tata air terpadu harus dilakukan secara simultan. Menurutnya, solusi komprehensif harus dikejar bersama dan tidak bisa hanya bertumpu pada satu metode teknis.

“Pompa saja tak kuat. Hujan 3 jam saja, kita bisa berenang di Batam. Debit air sangat besar. Untuk pendalamannya, awak (kamu) tanya sama Suhar (Kepala DBM-SDA) aja lah, ya,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar Akui Penanganan Banjir di Batam Jadi Tantangan Berat pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Jadi Basis Produksi Apple, Fasilitas AirTag Dibangun di Tunas Industrial Park

0
Amsakar Achmad. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Wacana raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Apple Inc., yang berminat buat berinvestasi di Batam bukanlah isu belaka. Perusahaan itu tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas perakitan di kawasan industri Tunas Prima Industrial Estate, Batam.

Pabrik tersebut diproyeksikan akan memproduksi perangkat pelacakan AirTag, dan ditargetkan mulai beroperasi sebelum akhir tahun 2025.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, membenarkan adanya rencana pembangunan pabrik tersebut. Ia menyebut lokasi pembangunan berada di kawasan Tunas Prima, arah menuju Punggur. “Kalau enggak salah, salah satu titik di antara itu untuk Apple,” katanya, Senin (5/5).

Amsaka mengungkapkan, pihak manajemen kawasan industri Tunas telah menyampaikan rencana peluncuran proyek tersebut. Namun, Apple disebut memilih untuk menjaga kerahasiaan proyek hingga pabrik mulai beroperasi.

“Apple ini sebenarnya ingin setelah running baru akan publish. Proyek itu sepertinya rakitnya itu, finalnya juga sampai di sini. Semuanya di sini,” ujar dia.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, sedikit meluruskan. Pembangunan dilakukan oleh Luxshare-ICT, vendor asal Shenzhen, Tiongkok, yang menjadi mitra Apple. Fasilitas produksi dibangun dalam dua fase.

“Fase pertama 1 hektare sekarang sudah berjalan, Juni-Juli selesai. Fase kedua 4 hektare ditargetkan selesai akhir Desember,” kata dia, Selasa (6/5).

Jika pembangunan berjalan lancar, produksi dapat dimulai lebih cepat dan diresmikan sebelum akhir 2025. Produk yang akan dihasilkan adalah komponen dalam rantai pasok AirTag, termasuk bagian hilirnya.

Fary juga mengisyaratkan potensi masuknya perusahaan manufaktur besar lain seperti Foxconn, yang dikenal sebagai pemain global di bidang ini.

Nilai investasi proyek itu ditaksir mencapai 1 miliar dolar AS, meskipun angka pasti disarankan untuk dikonfirmasi langsung ke Apple atau Luxshare, dan ini adalah program jangka panjang.

Dampak dari investasi ini diperkirakan sangat signifikan bagi ekonomi lokal. Sekitar 2.000 tenaga kerja diperkirakan akan terserap selama operasional pabrik berlangsung. Fary mengatakan, masuknya perusahaan besar dari Amerika menjadi nilai tambah besar bagi Batam.

“Ujungnya pertumbuhan ekonomi kita. Batam bisa jadi model bagi seluruh daerah,” katanya.

Untuk tahun ini, Batam menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,35 persen dengan capaian investasi sebesar Rp46,3 triliun. Pembangunan pabrik Apple diyakini menjadi salah satu penggerak utama menuju target tersebut.

Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini tidak hanya akan memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri strategis, tetapi juga menandai kehadiran langsung Apple dalam peta industri manufaktur Indonesia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Batam Jadi Basis Produksi Apple, Fasilitas AirTag Dibangun di Tunas Industrial Park pertama kali tampil pada Metropolis.

Coret-coret Baju Rayakan Kelulusan, Puluhan Pelajar SMA di Tanjungpinang Diamankan Satpol PP

0
Puluhan Pelajar SMA di Tanjungpinang ditertibkan petugas Satpol PP saat merayakan kelulusan dengan mencoret pakaian, Senin (5/5) malam. F. Satpol PP untuk BATAM POS

batampos– Puluhan pelajar SMA hingga SMK di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri ditertibkan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka diamankan, karena kepergok berkumpul dan melakukan aktivitas coret-coret baju osis, dalam rangka merayakan kelulusan mereka.

Puluhan pelajar itu rata-rata ditertibkan di kawasan Gurindam 12 Tepi Laut dan Dompak Tanjungpinang. Petugas menemukan mereka berkumpul, dengan kondisi baju osis yang sudah penuh dengan coretan cat.

“Mereka melakukan konvoi dan melakukan aktivitas mencoret baju. Itu bentuk mereka merayakan kelulusan,” kata Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Tanjungpinang, Irwan Yacob kepada Batam Pos, Selasa (6/5).

BACA JUGA: APBD Kepri 2025 Turun Jadi Rp3,918 Triliun, DPRD Coret Belanja Tak Penting

Ia menerangkan, puluhan pelajar yang ditertibkan itu tidak ditemukan melakukan pelanggaran. Kendati demikian, aktivitas pelajar tersebut tentunya dapat memicu terjadinya perkelahian, hingga membahayakan pengguna jalan raya.

Sehingga pihaknya melakukan penertiban terhadap para pelajar tersebut. Puluhan pelajar merayakan kelulusan tersebut tidak diberikan sanski usai ditertibkan, mereka hanya diberikan imbauan untuk segera bubar dan kembali ke kediaman mereka masing-masing.

“Kita melakukan pembinaan dan meminta mereka untuk meninggalkan tempat. Kota juga kawal agar mereka tidak keluyuran lagi,” tambahnya.

Ia menambahkan, penertiban ini merupakan bentuk untuk menjaga ketertiban dan pengamanan para kelulusan pelajar SMA. “Untuk jumlahnya ada puluhan, karena kita tidak melakukan pendataan,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Coret-coret Baju Rayakan Kelulusan, Puluhan Pelajar SMA di Tanjungpinang Diamankan Satpol PP pertama kali tampil pada Kepri.

Akhirnya Terminal Khusus TBJ di Desa Tanjung Irat Disegel PSDKP Batam

0
Anggota PSDKP Batam saat melakukan penyegelan terhadapt Tersus PT TBJ di Desa Tanjung Irat, Selasa (6/5). F. Istimewa.

batampos– Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam melakukan penyegelan terhadapt Terminal Khusus (Tersus) Milik PT Telaga Bintan Jaya (TBJ) yang berada di Desa Tanjung Irat Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga, Selasa (6/5).

Semuel Sandi Rundupadang, Kepala Pangkalan PSDKP Batam saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyegelan terhadapt Tersus milik PT TBJ yang berada di Desa Tanjung Irat.

“Benar hari ini sekitar pukul 09.00 WIB kita ada melakukan penyegelan terhadapt Tersus milik PT TBJ dan disaksikan oleh Kepala Desa Tanjung Irat,” ujar Semuel, Selasa (6/5).

BACA JUGA: Peringati Hari Buruh, TKBM Anambas Gelar Aksi Damai Bersih-Bersih Sampah di Pelabuhan Tarempa

Semuel menjelaskan, Penyegelan ini dilakukan karena Tersus milik PT TBJ ini tidak mengantongi perizian dan tidak boleh ada aktivitas apapun di lokasi yang telah disegel.

“Penyegelan ini kami lakukan karena Tersus milik PT TBJ ini tidak memiliki perizinan KKPRL lautnya,” jelas Kepala PSDKP Batam.

Untuk PT Hermina Jaya sediri bukan pemilik dari Tersus yang kami segel. Namun, karena mereka sudah beberapa kali melakukan aktivitas loading Stock Bauksit di Tersus yang kami segel tersebut kami akan melakukan pemanggilan terhadap PT Hermina Jaya.

“Kalau PT Hermina Jaya sebenarnya bukan pemilik dari Tersus yang kami segel. Kami sudah melakukan pemanggilan terhadap PT Hermina Jaya dan kami akan mendalaminya. Penyegelan ini kami lakukan agar tidak ada aktivitas apapun di lokasi tersebut sampai pihak PT TBJ yang memiliki Tersus mengurus surat perizinannya,” tutup Semuel.

Jika sudah disegel, namun masih ada aktivitas yang dilakukan di lokasi tersebut, akan ada sanksi administrasi dengan Permen KP 30 Tahun 2021. Kami juga akan mendalami permasalahan ini untuk menentukan dimana letak kesalahannya dan sanksi apa yang akan diberikan kepada pihak terkait. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Akhirnya Terminal Khusus TBJ di Desa Tanjung Irat Disegel PSDKP Batam pertama kali tampil pada Kepri.

Target 20 Ribu Siswa Tercapai, Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Pelaku Usaha Kuliner di Batam

0
Siswa SD di Kota Batam menikmati makanan bergizi gratis di sekolah. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Kota Batam tak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga membawa angin segar bagi pelaku usaha kuliner lokal. Saat ini, enam dapur swasta telah terlibat dalam penyediaan makanan bergizi bagi lebih dari 17 ribu siswa di 23 sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Tri Wahyu Rubianto mengatakan, dua dapur tambahan akan segera beroperasi di Batam Kota dan Nongsa. Dengan begitu, jumlah total dapur yang mendukung program ini akan menjadi delapan, membuka peluang ekonomi baru bagi penyedia jasa katering dan tenaga kerja lokal.

“Kalau sekarang ini ada enam dapur, nanti tambah dua jadi delapan dapur. Kalau sudah delapan dapur, saya yakin tembus 20 ribu siswa,” kata Tri Wahyu, Selasa (6/5).

Dari proses seleksi yang dilakukan, hanya dua dari enam calon dapur baru yang memenuhi kriteria akhir. Artinya, potensi penambahan penerima manfaat diperkirakan mencapai 6.000 siswa.

Setiap dapur rata-rata mampu menyuplai makanan untuk 3.000 hingga 3.500 siswa setiap hari. Ini memberikan peluang kerja bagi puluhan juru masak, tenaga distribusi, hingga pengemasan makanan yang sebagian besar berasal dari warga setempat.

“Dari sisi ekonomi, ini turut menggerakkan roda usaha kecil dan menengah di Batam. Banyak dapur yang juga bekerja sama dengan petani lokal untuk pengadaan bahan baku sayur dan buah,” ungkap salah satu pengelola dapur di Sei Beduk.

Meski demikian, tantangan tetap ada, salah satunya terkait selera makan anak, terutama dalam memperkenalkan menu sehat seperti sayur kepada siswa SMP.

“Kita terus edukasi anak-anak agar suka makan sayur, karena kecenderungannya masih pilih-pilih,” kata Tri.

Saat ini, enam dapur aktif tersebar di berbagai wilayah Batam, termasuk Batam Kota, Sei Beduk, Bengkong, Nongsa, dan Sekupang. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemko Batam dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Target 20 Ribu Siswa Tercapai, Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Pelaku Usaha Kuliner di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.