Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1864

Perbaiki dan Pasang Rambu, Jalur Lambat Jalan Sudirman Rusak

0
Jalur lambat Jalan Sudirman ambla dengan lubang yang cukup lebar Rabu (14/5). Kondisi ini perlu ada perbaikan intansi terkait, karena bila dibiarkan kerusakan akan semakin parah dan membahayakan pengendara. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Jalur lambat di Jalan Sudirman, Batam Kota rusak parah dan terdapat lubang besar. Jalan ini dinilai membahayakan pengendara, khususnya pada malam hari.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Salim mengatakan pihaknya akan memasang rambu di sekitar lobang tersebut.

“Akan kita pasang rambu agar pengendara lebih waspada saat melintas,” ujarnya, Kamis (15/5).

Selain pemasangan rambu, kata Salim, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Bp Batam untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Sudah kami koordinasikan dengan BP Batam. Infonya akan diperbaiki,” katanya.

Sementata KBO Satlantas Polresta Barelang, Ipda Yudi Patra mengatakan jalanan berlubang tersebut memang menyebabkan kecelakaan.

“Biasanya itu kecelakaan tunggal saat malam hari. Kecelakaannya tidak parah,” ujarnya.

Yudi menjelaskan dengan masih adanya jalanan berlubang ini, pihaknya sudah menyurati BP Batam untuk segera memerbaiki dan menambalnya.

“Dari Unit Kamsel juga sudah berkoordinasi dengan BP Batam. Informasi dari BP memang akan segera ditambal dalam waktu dekat ini,” katanya

Menurut Yudi, saat ini kondisi jalanan Batam memang rawan kecelakaan. Sebab, dengan banyaknya proyek pelebaran jalan menyebabkan jalanan minim rambu-rambu.

“Tapi kesadaran masyarakat juga penting. Sehingga kecelakaan ini bisa diantisipasi,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Perbaiki dan Pasang Rambu, Jalur Lambat Jalan Sudirman Rusak pertama kali tampil pada Metropolis.

Psikolog: Pelaku Eksibisionis Kecanduan Pornografi

0
Ilustrasi eksebisionesime.

batampos – Psikolog, Irfan Aulia mengatakan pelaku eksibisionis melakukan perbuatannya karena kecanduan pornografi. Sehingga, pelaku nekat melakukan aksinya di depan umum.

“Biasanya pelakunya dimulai dari melihat pornografi dan kecanduan,” ujarnya, Kamis (15/5).

Irfan menjelaskan kasus seperti ini kerap terjadi di kota besar, seperti Kota Batam. Sebab, pelaku eksibisionis memanfaatkan kelengahan para korbannya.

“Di kota besar seperti Batam, mereka merasa bisa melakukan hal ini karena individu masing masing yang sibuk,” katanya.

Menurut dia, faktor dari eksibisionis lainnya yakni pengalaman pelaku saat remaja. Biasanya, pelaku tersebut mengalami hal yang sama dan tidak memiliki hubungan yang baik dengan orang lain.

“Biasanya, orang atau pelaku seperti ini juga mengalami pengalaman yang sama saat masa remajanya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pelaku eksibisionis di kawasan Nongsa terhadap seorang pengendara wanita akhirnya ditangkap polisi. Ia adalah AA, pria berusia 24 tahun yang tinggal di Jalan Duyung, Lubuk Baja.

AA melancarkan aksinya saat mengendarai motor. Pelaku memepet korban dan mengeluarkan alat vitalnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Psikolog: Pelaku Eksibisionis Kecanduan Pornografi pertama kali tampil pada Metropolis.

Modus Penyelundupan Iphone Terstruktur: Sidang Ungkap Peran Terdakwa, Saksi, dan Jalur Udara Batam-Jakarta

0
Terdakwa penyelundupan 100 unit iPhone XR melalui Bandara Internasional Hang Nadim menjalani sidang di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (15/5). 

batampos – Pengadilan Negeri Batam kembali menggelar sidang lanjutan kasus penyelundupan 100 unit iPhone XR melalui Bandara Internasional Hang Nadim, Rabu (14/5). Sidang kali ini menghadirkan terdakwa utama, Kendri, pemilik toko handphone di Nagoya, Lubukbaja, yang diduga sebagai otak di balik pengiriman ilegal tersebut ke Jakarta.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Monalisa, Kendri mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh iPhone bekas tersebut dari seorang yang memiliki koneksi di Singapura.

terdakwa lalu memerintahkan terdakwa lain, Yeyen Tumina, untuk membawa barang tersebut menggunakan jalur udara.

“iPhone itu saya dapat dari seseorang yang biasa urus barang dari Singapura,” ujar Kendri di hadapan majelis hakim.

Hakim Monalisa pun mengejar keterangan terdakwa terkait keuntungan yang diperoleh dari bisnis penyelundupan ini.

“Gimana kamu dapat keuntungannya?” tanya hakim.

Kendri menjelaskan bahwa ia menjual kembali iPhone XR tersebut kepada pembeli di Semarang dengan margin keuntungan sekitar Rp 100 ribu per unit. Ponsel dijual tanpa garansi dalam kondisi bekas seharga Rp 2.450.000 per unit, setelah sebelumnya dibeli seharga Rp 2.350.000.

Namun, jawaban Kendri dinilai kurang meyakinkan oleh majelis hakim. Ia beberapa kali mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai proses pengiriman dan keuntungan lain yang mungkin diperolehnya.

Sementara itu, terdakwa Yeyen mengakui bahwa ia memang membawa langsung 100 unit iPhone tersebut dalam koper. Ia mengaku ditahan petugas saat pemeriksaan di bandara.

“Saya membawa 100 unit iPhone dalam koper dan ditahan oleh petugas saat pemeriksaan,” ujar Yeyen.

Sidang juga menghadirkan saksi bernama Norman, yang mengaku membantu proses pemindahan barang. Ia menyatakan bertemu dengan Yeyen di salah satu toko dalam area bandara sebelum ponsel-ponsel tersebut dimasukkan ke dalam koper.

“Saya sudah memegang 100 unit handphone itu sebelumnya. Kami bertemu di toko, dan iPhone langsung dipindahkan ke koper Yeyen untuk dibawa ke Jakarta,” kata Norman.

Norman menyebut dirinya menerima upah sebesar Rp 60 ribu per unit dari Kendri. Ia juga mengaku telah lima kali membantu proses penyelundupan ponsel dari Batam melalui jalur udara.

“Ini bukan yang pertama. Saya sudah lima kali membantu terdakwa menyelundupkan handphone lewat jalur udara,” ujarnya.

Namun pernyataan ini dibantah oleh Yeyen. Ia mengklaim hanya empat kali bertemu dengan Norman dan hanya tiga kali dibantu dalam pengiriman.

“Keterangan saksi tidak sepenuhnya benar, Yang Mulia. Saya hanya empat kali bertemu saksi dan hanya tiga kali menerima bantuan,” ucap Yeyen membela diri.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan saksi dari pihak kepabeanan serta menghadirkan barang bukti.

Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan masih maraknya praktik penyelundupan barang elektronik melalui jalur udara, terutama di wilayah perbatasan seperti Batam.

Pihak kejaksaan menegaskan akan menindak tegas pelaku sesuai Undang-Undang Kepabeanan yang berlaku. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Modus Penyelundupan Iphone Terstruktur: Sidang Ungkap Peran Terdakwa, Saksi, dan Jalur Udara Batam-Jakarta pertama kali tampil pada Metropolis.

Main Ponsel saat Hujan Deras, Warga Bintan Disambar Petir

0
Rumah sakit umum daerah (RSUD) Bintan di Kijang, tempat korban dirawat usai disambar petir. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Warga Sei Lekop, Bintan berinisial DP, 34, disambar petir saat bermain ponsel di kamar rumahnya.

Kejadian ini terjadi ketika hujan disertai deras melanda pada Selasa (13/5/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut Kabid Pengembangan dan Humas RSUD Bintan, Murnilawati, korban mengaku sedang bermain ponsel yang sedang dicas di kamar sambil tiduran ketika kejadian tersebut terjadi.

Saat hujan deras itu, korban merasa badannya seperti ada yang mendorong dari belakang.”Korban tiba-tiba merasa badannya lemas,” ujarnya, Rabu (14/5/2025).

Korban dilarikan ke Puskesmas Sei Lekop, namun puskesmas tersebut tutup.

Karena hujan deras membuat korban baru dibawa ke IGD RSUD Bintan di Kijang sekitar pukul 18.00 WIB.”Korban lama dibawa ke rumah sakit karena hujan deras,” ujarnya.

Ia mengatakan, korban mengalami keluhan pusing dan mual serta nyeri pada area dada.

“Tidak ada luka di tubuhnya. Kondisinya sadar dan sampai saat ini masih ditangani di ruang ICU oleh tim medis,” pungkasnya. (“) 

Reporter: Slamet Nofasusanto

Artikel Main Ponsel saat Hujan Deras, Warga Bintan Disambar Petir pertama kali tampil pada Kepri.

Mengejar Kursi di Sekolah Negeri Batam

0
ilustrasi pelajar SMA. (simber: freepik)

batampos – Dinas Pendidikan Kepri menyiapkan 17.500 kursi SMA, SMK, dan SLB untuk tahun ajaran baru. Tapi masih banyak sekolah mengusulkan rombel di luar aturan.

Sepekan lalu, ruang rapat Dinas Pendidikan Kepri Cabang Batam dipenuhi tumpukan berkas dan nada cemas dari para kepala sekolah. Sejumlah kepala SMA negeri mengusulkan tambahan rombongan belajar (rombel) untuk tahun ajaran baru 2025/2026. Salah satunya SMAN 8 Batam, yang mengajukan 15 rombel dengan masing-masing 48 siswa. “Itu jelas melampaui batas,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepri Cabang Batam, Kasdianto, kepada Batam Pos, Rabu pekan lalu.

Permintaan itu berbenturan langsung dengan regulasi pusat. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 47 Tahun 2023 menegaskan bahwa jumlah maksimal siswa per rombel di jenjang SMA adalah 36 orang. Juknis serupa juga tertuang dalam Keputusan Gubernur Kepri Nomor 891/KPTS-4/III/2025 yang dijadikan acuan resmi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Namun Dinas Pendidikan Kepri memilih langkah kompromi. Usulan yang melampaui aturan tetap mereka teruskan ke pusat, dengan harapan ada pertimbangan khusus untuk Batam. “Kita tahu animo warga terhadap sekolah negeri di Batam sangat tinggi,” kata Kasdianto. “Tapi tetap, aturan pusat jadi rujukan utama.”

Batam, dengan pertumbuhan penduduk yang pesat dan migrasi tenaga kerja dari berbagai daerah, memang menghadapi tantangan besar dalam penyediaan pendidikan menengah. Tahun ajaran ini, pemerintah menyiapkan total 17.572 kursi untuk siswa baru. Rinciannya: 9.636 kursi untuk 29 SMA negeri, 7.810 kursi di 11 SMK negeri, dan 126 kursi di tiga jenjang SLB negeri.

Namun tak semua sekolah punya kapasitas besar. SMAN 6 dan SMAN 7 Batam, misalnya, hanya mampu menampung satu rombel baru, yakni 36 siswa. Sebaliknya, SMAN 1, 3, 4, 5, dan 25 menjadi sekolah dengan daya tampung terbanyak: masing-masing bisa menampung hingga 528 siswa baru.

Sektor SMK juga tak kalah padat. SMKN 5 Batam menjadi yang terbesar, dengan kuota hingga 1.440 siswa baru di berbagai jurusan: dari Teknik Pengelasan Kapal hingga Desain Komunikasi Visual. “Jurusan SMK kini lebih adaptif dengan industri,” ujar seorang kepala sekolah. Seluruh pendaftaran di SMK akan dilakukan daring, berbeda dengan SLB yang masih menerapkan sistem luring.

SLB Negeri Batam sendiri membuka kuota untuk 126 siswa baru: 30 siswa SDLB, 48 SMPLB, dan 48 SMALB. Sekolah ini melayani peserta didik dengan beragam kebutuhan khusus—tunanetra, tunarungu, tunagrahita, hingga autis.

Jadwal PPDB dimulai 11–14 Juni 2025, dengan verifikasi dokumen pada 16–25 Juni. Pengumuman seleksi jatuh pada 28 Juni, dan daftar ulang berlangsung hingga 2 Juli. Pengenalan lingkungan sekolah dijadwalkan pada 21–25 Juli.

Dinas Pendidikan Kepri mengklaim semua proses akan berlangsung adil dan transparan. “Tolong orang tua perhatikan jadwal resmi. Jangan percaya calo,” ujar Kasdianto.

Namun di luar angka dan jadwal itu, pertanyaan besar masih menggantung: apakah kursi yang disiapkan cukup untuk menjawab kebutuhan pendidikan di Batam? Atau tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, orang tua kembali harus bersiasat demi satu kursi di sekolah negeri? (*)

Oleh: Eusebius Sara

Artikel Mengejar Kursi di Sekolah Negeri Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kredit Mikro Fiktif di Pegadaian Syariah Batam, Negara Rugi Rp3,9 Miliar

0
Kepala Kejari Batam, I Ketut Kasna Dedi, menerima hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam transaksi kredit mikro fiktif di PT Pegadaian Kantor Cabang Syariah Karina Batam, Kamis (15/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos — Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam resmi menerima hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam transaksi kredit mikro fiktif di PT Pegadaian Kantor Cabang Syariah Karina Batam tahun 2023.

“Jadi hasil audit tersebut menyimpulkan kerugian keuangan negara mencapai Rp3,9 miliar,” kata Kepala Kejari Batam, I Ketut Kasna Dedi, Kamis (15/5).

Penanganan kasus ini berawal dari laporan internal pihak PT Pegadaian yang mencurigai adanya praktik ilegal oleh oknum pegawai di bagian kredit.

“Kasus ini merupakan inisiatif dari pihak PT Pegadaian sendiri. Mereka melaporkan dugaan transaksi fiktif yang dilakukan oleh salah satu pegawai. Setelah hasil audit kami terima, proses pemanggilan dan pendalaman tanggung jawab akan dilanjutkan,” ujar Kasna.

Sejauh ini, lanjut Kasna, pihak Kejaksaan telah memeriksa sedikitnya 22 orang saksi dalam proses penyidikan.

Dugaan korupsi ini pertama kali terungkap melalui investigasi internal Satuan Pengawas Intern (SPI) PT Pegadaian. Modus operandi yang digunakan pelaku dinilai rapi dan sistematis.

Transaksi pinjaman dibuat seolah-olah sah secara administratif, namun dana yang seharusnya diterima nasabah tidak pernah benar-benar disalurkan.

“Sistem dibuat seakan terjadi transaksi pinjaman, namun dana tidak disalurkan ke nasabah sebenarnya,” jelas Kasna.

Kejaksaan menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara transparan dan akuntabel. Pihak-pihak yang terbukti terlibat akan dibawa ke meja hijau guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Kredit Mikro Fiktif di Pegadaian Syariah Batam, Negara Rugi Rp3,9 Miliar pertama kali tampil pada Metropolis.

Silaturahmi ke Batam Pos, Imigrasi Anambas Bahas Rencana Sinergi Media

0
Direktur Batam Pos bersama jajaran Direksi Batam Pos berfoto dengan Kasubag tata usaha Imigrasi Anambas Eko Santoso dan jajaran saat kunjungan ke kantor Batam Pos, Kamis (15/5). F Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, melakukan kunjungan silaturahmi ke redaksi Batam Pos pada Kamis (15/5). Kunjungan ini disambut hangat oleh Pemimpin Redaksi Batam Pos, Yusuf Hidayat; Direktur Utama Batam Pos, Elmi Gusti, beserta jajaran redaksi lainnya.

Kedatangan jajaran Imigrasi Anambas dipimpin oleh Kasubbag Tata Usaha Kanim Kelas II Tarempa, Eko Santoso. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan maksud kedatangan pihaknya adalah untuk mempererat hubungan kelembagaan serta membuka peluang sinergi antara instansinya dengan media.

“Kami menjalin silaturahmi kepada rekan-rekan media, termasuk Batam Pos, dalam rangka koordinasi. Siapa tahu nanti kita bisa bekerjasama dalam hal glorifikasi mengenai Kantor Imigrasi Tarempa,” ujar dia.

Menurutnya, saat ini pihak Imigrasi memang didorong oleh direktorat terkait untuk lebih aktif menyosialisasikan produk dan layanan keimigrasian kepada masyarakat, khususnya layanan yang ada di Kanim Tarempa. Hal itu dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman publik terhadap tugas dan fungsi Imigrasi.

“Kami diminta mengampanyekan dan memperkenalkan produk-produk yang ada dalam pelayanan kami di Imigrasi Anambas. Salah satu caranya ya tentu dengan menggandeng media,” katanya.

Eko mengatakan, bentuk kerja sama yang dijajaki bisa berupa pemberitaan, podcast, hingga bentuk publikasi lain yang relevan dan edukatif. “Kami berharap sinergi ini bisa terjalin dan menjadikan kerjasama kita lebih baik ke depannya,” tambahnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Batam Pos, Yusuf Hidayat, menyambut baik rencana sinergi dari Imigrasi Anambas. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik secara akurat dan konstruktif.

“Kami menyambut baik sinergitas antara Batam Pos dan Kanim Tarempa. Semoga kerjasama kita berjalan baik dan lancar,” ujar Yusuf.

Kunjungan ini diakhiri dengan ramah tamah kedua institusi. Baik Imigrasi Anambas maupun Batam Pos berharap komunikasi yang telah terjalin bisa terus berkembang dalam bentuk kerja sama yang konkret dan bermanfaat bagi publik. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Silaturahmi ke Batam Pos, Imigrasi Anambas Bahas Rencana Sinergi Media pertama kali tampil pada Metropolis.

Kunjungi BAKTI Komdigi, Wabup Anambas Raja Bayu Minta Sinyal BTS USO di Daerah Terpencil Segera Diaktifkan Kembali

0
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu (baju kuning) saat berkunjung ke BAKTI Komdigi dalam rangka mendorong pengaktifan kembali layanan sinyal BTS USO di 9 wilayah Anambas. f.diskominfo Anambas untuk batampos

batampos– Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu mendorong Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengaktifkan kembali layanan sinyal Base Transceiver Station Universal Service Obligation (BTS USO) di Anambas.

Dorongan ini disampaikan Raja Bayu saat bertemu langsung dengan Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhillah Mathar di Jakarta.

“Sebagai wilayah maritim dan perbatasan antar negara, akses telekomunikasi ini merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan. Hal ini penunjang komunikasi dan informasi bagi masyarakat,” ujar Raja Bayu.

BACA JUGA: Raja Bayu Apresiasi Tim Sagara Gelar Pertandingan Tenis Persahabatan dengan Pelti Anambas

Menurutnya, sinyal internet di daerah terluar dan perbatasan sangat penting untuk menunjang aktifitas pendidikan, sosial bahkan pertahanan negara.

“Selama ini dengan adanya BTS USO Bakti Komdigi sangat membantu dan memudahkan urusan masyarakat dan sejumlah aspek. Ini yang kami coba usulkan ke pusat agar menjadi pertimbangan,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kadiskominfotik) Anambas, Japrizal yang turut hadir mengungkapkan hasil dari pertemuan ini, Bakti Komdigi siap mengoperasikan BTS USO di lima wilayah Kabupaten Anambas antara lain Rewak, Belibak, Serat, Mengkait dan Air Putih.

“Kita kemarin usulkan sembilan, tapi yang di setujui langsung lima wilayah. Lalu, smpat daerah akan dikaji ulang tapi bukan karena tidak setuju. Daerah ini ya di Bukit Padi, Munjan, Tiangau dan Batu Belah,” jelas Japrizal.

Untuk wilayah yang sedang ditinjau ulang, Bakti Komdigi dikarenakan alasan terdapatnya BTS USO yang low trafic dan/atau low user, terdapat lokasi BTS USO yang tercover BTS 4G reguler, terdapat lokasi BTS USO yang tercover sinyal reguler operator dan efisiensi ketersediaan anggaran.

“Batu Belah itu sinyalnya sudah tercover reguler operator jadi ya diputuskan, untuk Munjan masih akan disurvei ulang, mudah-mudahan dilanjutkan kontrak antara operator dan Bakti,” kata Japrizal.

Kemudian untuk daerah Bukit Padi juga akan dikaji ulang karena sebagian wilayah belum tercover sinyal dari operator.

“Begitu juga untuk Tiangau, kata Dirut Bakti Komdigi sudah tercover tower reguler dari Harung Hijau, kami sampaikan bahwa di lapangan tidak seperti itu, sebagian masih sulit sinyal, untuk itu kita harapkan agar dilanjutkan,” terang Japrizal.

Menurutnya, pemerataan sinyal telekomunikasi di sejumlah desa atau pulau di Anambas masih menjadi atensi pihaknya untuk memenuhi kebutuhan mayarakat.

Pihaknya mengaku bakal terus berupaya, memenuhi keadilan akses telekomunikasi bagi masyarakat dengan berkoordinasi ke pusat.

“Ini sejalan dengan visi dan misi Energi Baru Anambas Maju. Pemerintah bakal berupaya memenuhi kebutuhan akses sinyal ini,” pungkas Japrizal. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Kunjungi BAKTI Komdigi, Wabup Anambas Raja Bayu Minta Sinyal BTS USO di Daerah Terpencil Segera Diaktifkan Kembali pertama kali tampil pada Kepri.

Astragraphia Gelar Kelas ASIK di Batam, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi Kemasan

0

batampos – PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia), salah satu anak usaha dari PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang teknologi informasi, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Astragraphia menggelar kegiatan Kelas ASIK atau Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif di HR Rihanna, Tiban, Sekupang, Kamis (15/5).

Kelas ASIK untuk pertama kalinya digelar di wilayah Kepulauan Riau, sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan tahun 2025. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, dengan total 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kota Batam. Mengusung tema “Kemasan Cantik, Konsumen Melirik”, Kelas ASIK bertujuan membekali pelaku UMKM dengan wawasan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas kemasan produk agar lebih menarik, fungsional, dan ramah lingkungan.

Chief of Business Operation 1 PT Astra Graphia Tbk, Ricky Chandra, menjelaskan bahwa Kelas ASIK merupakan agenda rutin yang digelar di berbagai daerah sebagai bagian dari empat pilar CSR Astragraphia, yaitu pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan kesehatan. Program ini juga didukung oleh fokus bisnis Astragraphia di bidang printing solutions, teknologi, dan layanan transformasi digital.

“Kami melihat potensi Batam sangat besar dalam industri kreatif. Letaknya yang strategis di Kepri juga menjadi keunggulan. Dengan pelatihan ini, kami berharap UMKM lokal bisa makin berkembang dan bersaing di pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, produk digital printing dapat membantu UMKM dalam membangun identitas merek yang kuat dan membedakan produknya di pasaran. Selain visual yang lebih tajam, bahan yang digunakan juga lebih mudah terurai dan cocok untuk kebutuhan pengemasan produk berkelanjutan.

“Kegiatan ini bertujuan mengajak pelaku UMKM untuk naik kelas. Kita bantu mereka memahami bagaimana cara meningkatkan nilai jual produk lewat kemasan yang menarik dan inovatif. Salah satunya melalui digital printing, yang memungkinkan kemasan tampil lebih estetik, mudah dibentuk, dan lebih ramah lingkungan karena berbahan dasar kertas,” tambah Ricky.

Melalui Kelas ASIK, Astragraphia menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Program ini diharapkan mampu membekali pelaku UMKM agar lebih berdaya saing, melek digital, dan siap naik kelas di pasar yang semakin kompetitif.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Hendri Arulan (kemeja putih).
f. Rengga / Batam Pos

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Hendri Arulan, yang turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Astragraphia atas kontribusinya dalam pengembangan UMKM lokal.

“Dinas KUKM Batam diundang untuk memberikan materi seputar kebijakan dan strategi pengembangan UMKM. Kami menyambut baik inisiatif Astragraphia yang telah menggelar Kelas ASIK sebagai bentuk nyata CSR mereka dalam mendukung pelaku usaha di Batam,” ujar Hendri.

Menurut Hendri, kemasan yang menarik sangat berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan kemasan produk yang sesuai dengan tren pasar.

“Selain dari sisi produksi dan pemasaran, packaging menjadi elemen penting yang tidak bisa diabaikan. Melalui kegiatan ini, UMKM kita dibekali pemahaman bahwa kemasan bukan sekadar pembungkus, tapi bagian dari strategi pemasaran,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, dinas memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan usaha, yang kerap menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro.

“Kami sampaikan pentingnya memisahkan keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga. Banyak UMKM yang gagal berkembang karena tidak mampu mengelola arus kas dan aset usaha dengan baik. Ini yang terus kami edukasikan,” tuturnya.

Berdasarkan data Dinas KUKM Kota Batam, hingga akhir 2024 tercatat sebanyak 75.575 UMKM di kota ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.748 UMKM menjadi binaan aktif dinas, dengan rincian: 1.376 pelaku usaha kuliner, 88 jasa, 199 industri kreatif, 46 obat tradisional, 11 pertanian dan peternakan, serta 1 pelaku usaha perikanan.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam membina UMKM, seperti yang dilakukan Astragraphia. Ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong UMKM naik kelas, berdaya saing, dan mampu memperluas pasar,” tutup Hendri. (*)

Artikel Astragraphia Gelar Kelas ASIK di Batam, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi Kemasan pertama kali tampil pada Metropolis.

4 Hari Dibuka, Job Fair Tunas Industrial Sudah 2.923 Pelamar Online

0
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti.

batampos – Job Fair Tunas Industrial Estate yang dibuka sejak 12 Mei 2025 ternyata sangat diminati. Sebab hingga hari keempat pelaksaan, Kamis (15/5) telah mencatat sebanyak 2.923 pelamar yang mendaftarkan diri secara online. Pendaftaran yang dilakukan secara daring melalui microsite resmi ini akan ditutup pada 22 Mei mendatang.

Panitia penyelenggara, Angga Wijaya, menyebutkan bahwa job fair ini menjadi respons konkret terhadap gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai sektor, khususnya di Batam dan Kepulauan Riau.

“Job fair ini adalah bentuk sumbangsih dari Tunas Industrial Estate, bekerja sama dan didukung penuh oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, untuk membuka lapangan pekerjaan. Di dalam kawasan kami sendiri ada beberapa tenant dan rekanan yang tengah membutuhkan tenaga kerja baru,” ujar Angga saat ditemui di lokasi, Kamis (15/5).

Tahun ini, panitia menerapkan sistem pendaftaran digital melalui sebuah microsite khusus. Di dalamnya, pencari kerja bisa mengakses langsung daftar perusahaan, profil singkat, jenis lowongan, dan kebutuhan tenaga kerja masing-masing perusahaan.

“Salah satu alasan kami mengubah sistem pendaftaran menjadi online adalah untuk merespons keluhan publik terhadap sistem penerimaan lamaran langsung yang sempat viral sebelumnya. Kini, semua proses awal dilakukan secara daring dan terverifikasi,” tambah Angga.

Dari data sementara, dua perusahaan yang paling banyak diminati pelamar adalah Tunas Group dan PT Solder Tin Andalan Indonesia (Stania). Kedua perusahaan ini membuka berbagai posisi yang relevan dan menarik perhatian ribuan pencari kerja.

Setelah melalui proses seleksi administrasi, para pelamar yang lolos akan mendapatkan notifikasi resmi untuk mengikuti tahapan wawancara langsung dengan perusahaan pada 27 Mei 2025 di kawasan Tunas Industrial.

Panitia juga mengantisipasi kebutuhan dan kenyamanan para pelamar kerja saat hari wawancara. Posko kesehatan disiapkan bekerja sama dengan Rumah Sakit Awal Bros, termasuk ambulans yang siaga di lokasi. Selain itu, akan tersedia pop-up bazar makanan dan minuman di sekitar area.

“Kami mengimbau pelamar membawa bekal sendiri dan perlengkapan pelindung seperti payung atau topi. Jika terjadi cuaca ekstrem, mereka tetap bisa mengantre dengan aman,” jelas Angga.

Informasi lengkap mengenai lowongan, profil perusahaan, dan tips mengikuti job fair juga dapat diakses melalui akun Instagram resmi @jobfairtunasindustri.

Dengan waktu pendaftaran yang tersisa kurang dari sepekan, panitia mengimbau agar pencari kerja segera memanfaatkan kesempatan ini.

“Jangan tunggu hari terakhir. Pastikan semua persyaratan dikirimkan sebelum 22 Mei,” tutup Angga.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti memastikan pelamar yang dipanggil datang interview kangsung sudah melalui proses verifikasi.

“Kami pastikan yang datang nanti sudah melewati proses verifikasi. Tidak semua pelamar akan dipanggil karena harus sesuai dengan spesifikasi kebutuhan perusahaan,” tegas Rudi.

Menurut Rudi, jumlah lowongan kerja dalam job fair ini mencapai 1.346 posisi, sementara secara umum, hingga pertengahan Mei 2025, telah tercatat 17 ribu penempatan tenaga kerja di Kota Batam. Jumlah pencari kerja yang masih aktif terdata sebanyak 8.000 orang, sementara total lowongan terbuka mencapai 18 ribu posisi.

Rudi juga menekankan bahwa pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap penyelenggara, termasuk dalam hal edukasi teknis dan perizinan. Ia menyambut baik inisiatif beberapa perusahaan yang memberikan akses bagi kelompok rentan.

“Alfamart, misalnya, menyediakan 20 kuota lowongan untuk penyandang disabilitas dari total 220 posisi yang mereka buka,” ujar Rudi.

Menurut dia, Batam tetap menjadi daya tarik utama bagi pencari kerja karena infrastruktur transportasi yang memadai dan upah minimum yang tinggi.

“Upah minimum di Batam saat ini di atas Rp4.989.600. Selain itu, industri shipyard dan manufaktur masih menunjukkan tren yang positif,” ungkap Rudi.

Terkait kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat, ia mengatakan belum ada laporan dampak langsung terhadap industri lokal karena masih dalam tahap negosiasi dan relaksasi. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel 4 Hari Dibuka, Job Fair Tunas Industrial Sudah 2.923 Pelamar Online pertama kali tampil pada Metropolis.