Korban ditemukan gantung diri di rumah kosong di Kampung Bangun Rejo, Gunung Lengkuas, Bintan, Jumat (16/5/2025) pagi. F. Kiriman warga
batampos– Seorang remaja ditemukan gantung diri di sebuah rumah kosong di Kampung Bangun Rejo, Gunung Lengkuas, Bintan, Jumat (16/5/2025) pagi.
Pemuda bernama Aprizal kelahiran tahun 1996 ini ditemukan pertama kali oleh warga setempat. Kemudian penemuan ini dilaporkan kepada pihak berwajib.
Menurut salah seorang warga setempat, Rio menjelaskan, warga mendapat kabar seorang laki-laki menggunakan kaus berwarna jingga dan menggunakan celana pendek, tergantung di sebuah rumah kosong.
“Kami dapat kabar dari warga lainnya ada orang yang gantung diri, biasa dia dipanggil wandi,” jelasnya.
Warga setempat juga tidak mengetahui secara pasti alasan korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Setelah mendapatkan laporan dari warga, pihak berwajib tiba di lokasi dan segera melakukan pemeriksaan indentifikasi dan pemeriksaan saksi.
“Tadi jasadnya sudah dibawa ke RSUD Bintan. Mungkin mau divisum,” katanya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait motif korban nekat gantung diri. Polisi belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait penemuan ini. (*)
batampos – Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ariastuty Sirait, meninjau pelayanan di Rumah Sakit BP (RSBP) Batam dan kondisi lapangan di Kawasan Agribisnis Sei Temiang pada Kamis (15/5/2025).
Dalam kunjungannya ke RSBP Batam, Ariastuty ingin memastikan bahwa layanan rumah sakit tetap berada dalam kondisi prima.
“Kehadiran saya hari ini di RSBP Batam untuk melihat langsung bagaimana pelayanan di sini berjalan,” ujar Ariastuty.
“Setelah kami tinjau langsung ke poliklinik, radiologi, dan laboratorium, semua berjalan dengan baik. Saya berharap pelayanan ini dapat terus ditingkatkan agar memberikan dampak positif terhadap kepuasan pasien,” sambungnya.
Ariastuty juga tampak berbincang langsung dengan beberapa pasien. Ia menuturkan bahwa RSBP Batam saat ini membutuhkan sedikit penyempurnaan agar dapat naik kelas sesuai aturan dari Kementerian Kesehatan.
“Saat ini saya rasa pelayanan RSBP Batam sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan melalui percakapan saya dengan beberapa pasien; rata-rata mereka cukup puas dengan layanan di poliklinik,” jelasnya.
“RSBP Batam juga akan terus berbenah untuk meningkatkan kelasnya sesuai Peraturan Kementerian Kesehatan. Ke depan, kami akan melakukan pengadaan peralatan pendukung seperti MRI dan mesin hemodialisis, yang tentunya akan didukung oleh tim medis profesional dan andal,” tegas Ariastuty.
Usai dari RSBP Batam, Ariastuty melanjutkan kunjungan ke Kawasan Agribisnis Sei Temiang. Kehadirannya merupakan tindak lanjut dari diskusi bersama para pelaku usaha yang digelar pada Rabu (14/5/2025) di Balairungsari.
“Di sini saya ingin melihat langsung hal-hal yang menjadi pokok diskusi kemarin bersama para pelaku usaha pertanian, peternakan, dan perikanan,” ujarnya.
“Setelah kami cek di lapangan, memang ada beberapa persoalan seperti drainase, lampu penerangan, tempat penumpukan limbah, dan beberapa hal lainnya yang perlu diperbaiki bersama oleh BP Batam, pelaku usaha, dan stakeholder terkait,” jelasnya.
Menanggapi temuan tersebut, Ariastuty menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan pelaku usaha.
“Kami di BP Batam terus berkomitmen agar pelayanan umum kepada masyarakat dan pelaku usaha di Batam dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa kendala,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini General Manager Hunian, Gedung, Agribisnis, dan Taman, Andi Yunus; Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, Muhammad Yanto; serta beberapa pejabat tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam. (MI)
batampos – Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ariastuty Sirait, meninjau pelayanan di Rumah Sakit BP (RSBP) Batam dan kondisi lapangan di Kawasan Agribisnis Sei Temiang pada Kamis (15/5/2025).
Dalam kunjungannya ke RSBP Batam, Ariastuty ingin memastikan bahwa layanan rumah sakit tetap berada dalam kondisi prima.
“Kehadiran saya hari ini di RSBP Batam untuk melihat langsung bagaimana pelayanan di sini berjalan,” ujar Ariastuty.
“Setelah kami tinjau langsung ke poliklinik, radiologi, dan laboratorium, semua berjalan dengan baik. Saya berharap pelayanan ini dapat terus ditingkatkan agar memberikan dampak positif terhadap kepuasan pasien,” sambungnya.
Ariastuty juga tampak berbincang langsung dengan beberapa pasien. Ia menuturkan bahwa RSBP Batam saat ini membutuhkan sedikit penyempurnaan agar dapat naik kelas sesuai aturan dari Kementerian Kesehatan.
“Saat ini saya rasa pelayanan RSBP Batam sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan melalui percakapan saya dengan beberapa pasien; rata-rata mereka cukup puas dengan layanan di poliklinik,” jelasnya.
“RSBP Batam juga akan terus berbenah untuk meningkatkan kelasnya sesuai Peraturan Kementerian Kesehatan. Ke depan, kami akan melakukan pengadaan peralatan pendukung seperti MRI dan mesin hemodialisis, yang tentunya akan didukung oleh tim medis profesional dan andal,” tegas Ariastuty.
Usai dari RSBP Batam, Ariastuty melanjutkan kunjungan ke Kawasan Agribisnis Sei Temiang. Kehadirannya merupakan tindak lanjut dari diskusi bersama para pelaku usaha yang digelar pada Rabu (14/5/2025) di Balairungsari.
“Di sini saya ingin melihat langsung hal-hal yang menjadi pokok diskusi kemarin bersama para pelaku usaha pertanian, peternakan, dan perikanan,” ujarnya.
“Setelah kami cek di lapangan, memang ada beberapa persoalan seperti drainase, lampu penerangan, tempat penumpukan limbah, dan beberapa hal lainnya yang perlu diperbaiki bersama oleh BP Batam, pelaku usaha, dan stakeholder terkait,” jelasnya.
Menanggapi temuan tersebut, Ariastuty menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan pelaku usaha.
“Kami di BP Batam terus berkomitmen agar pelayanan umum kepada masyarakat dan pelaku usaha di Batam dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa kendala,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini General Manager Hunian, Gedung, Agribisnis, dan Taman, Andi Yunus; Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, Muhammad Yanto; serta beberapa pejabat tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam. (MI)
WNA yang melanggar aturan tinggal saat ditangkap Imigrasi Batam. f.cecep
batampos– Sebanyak 23 warga negara asing (WNA) diamankan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama Polda Kepulauan Riau (Kepri) dalam operasi gabungan bertajuk Wira Waspada yang digelar sepanjang April hingga Mei 2025.
Operasi ini difokuskan di sejumlah wilayah rawan pelanggaran keimigrasian, seperti Tanjung Uncang dan Marina,Sekupang.
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, menyebutkan para WNA tersebut diduga kuat melanggar izin tinggal serta menyalahgunakan visa kunjungan untuk bekerja secara ilegal di Indonesia.
Saat ini, seluruh WNA yang diamankan telah ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Batam untuk menjalani proses hukum dan persiapan deportasi ke negara asal.
“Mereka masuk dengan visa wisata, namun faktanya ditemukan bekerja sebagai buruh dan pekerjaan lainnya yang tidak sesuai izin tinggal,” ujar Hajar dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Batam, Kamis (15/5).
Dari hasil operasi, petugas mengamankan dua WN Tiongkok yang diketahui bekerja sebagai buruh kasar dalam proyek pembangunan Opus Bay di kawasan Marina City, Tanjung Uncang. Keduanya ditemukan menginap di salah satu penginapan di Batam Center pada 7 Mei 2025.
“Mereka telah melebihi batas izin tinggal dari visa wisata dan bekerja sebagai buruh, yang jelas-jelas melanggar aturan keimigrasian,” ujar Hajar.
Lebih lanjut, dari penyelidikan diketahui bahwa keduanya direkrut oleh subkontraktor asal Surabaya. Kasus ini kini tengah ditindaklanjuti oleh pihak Imigrasi bersama Polda Kepri.
Selain itu, petugas juga mengamankan 17 WN Myanmar. Dari jumlah tersebut, 10 orang terbukti melebihi izin tinggal, sementara enam lainnya masih dalam masa izin tinggal yang sah. Namun, satu orang berinisial TS yang berstatus sebagai pencari suaka di Indonesia, diduga menjadi koordinator dari 16 WN Myanmar lainnya.
TS diketahui memberikan akomodasi dan transportasi kepada para WNA tersebut serta diduga menerima keuntungan dari aktivitas tersebut.
Modus yang digunakan adalah menawarkan pekerjaan di Singapura, seperti pelayan restoran, perawat, dan asisten rumah tangga.
“Mereka kerap berpindah-pindah hotel untuk menghindari deteksi petugas, karena aktivitas ini dilakukan secara diam-diam,” ujar Hajar.
Dalam operasi pada 15 Mei, petugas juga mengamankan satu WN Kanada berinisial DJM di kawasan OS Hotel, Batam Kota. DJM dilaporkan warga karena mengganggu ketertiban umum dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan kejiwaan.
“Pemulangan akan dilakukan setelah pemeriksaan medis dan dinyatakan layak untuk dideportasi,” kata Hajar.
Sementara itu, tiga WN Bangladesh juga turut diamankan karena memasuki wilayah Indonesia tanpa melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) resmi, yang merupakan pelanggaran serius terhadap ketentuan keimigrasian.
Seluruh WNA yang diamankan dinyatakan melanggar Pasal 113 Undang-Undang Nomor 63 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Mereka terancam hukuman pidana penjara selama satu tahun dan/atau denda maksimal Rp100 juta.
“Imigrasi Batam berkomitmen menjaga integritas wilayah dengan memastikan hanya orang asing yang memberikan kontribusi positif yang boleh tinggal dan berkegiatan di Batam. Tindakan tegas akan diambil terhadap pelanggar yang mengancam ketertiban dan keamanan,” ujarnya. (*)
Beberapa orang meninjau Farm Layer and Pullet yang telah dibangun Japfa di Kecamatan Toapaya, Bintan, Kamis (15/5/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– PT. Indojaya Agrinusa, anak perusahaan Japfa Group telah membangun Farm Layer and Pullet untuk mendukung ketahanan pangan.
Lokasi peternakan petelur tersebut tidak jauh dari Simpang Trafic Light Pasar Tani, Kecamatan Toapaya, Bintan.
Menurut Vice President Head Of Feed Operation Sumatera PT. Japfa Comfeed Indonesia, Anwar Tandiono, 90 persen telur di Kepri masih dipasok dari luar daerah.
Berdasarkan survei Japfa, sekitar 90 persen atau hampir 2 juta butir telur di Kepri masih dipasok dari Medan, Sumatera Utara.
Menurut Anwar, tahap awal peternakan akan diisi dengan kurang lebih 45 ribu ekor ayam per kandang dengan target produksi sekitar 365 ribu telur per hari.
“Besok sudah mulai masuk bibit ayam petelur,” ujarnya.
Ia berharap, peternakan petelur yang dibangun di Bintan dalam mendukung ketahanan pangan dapat mengurangi pasokan telur dari luar daerah.
Dengan demikian diharapkan produksi telur menjadi lebih banyak dan kualitasnya lebih segar.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengapresiasi kehadiran Farm Layer and Pullet yang dibangun oleh Japfa.
Ia berharap perusahaan melibatkan masyarakat dengan memperbanyak program kemitraan dan memprioritaskan tenaga kerja lokal. (*)
batampos – Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis, menerima kunjungan dari PT Caterpillar Indonesia di Gedung Utama BP Batam pada Kamis (15/5/2025).
Kunjungan ini digelar dalam rangka menjalin hubungan yang lebih erat serta menjajaki peluang kerja sama dan pengembangan investasi di Batam.
Fary menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen membangun ekosistem investasi yang efisien, transparan, dan kompetitif di KPBPB Batam.
“Kami sangat menghargai inisiatif dari PT Caterpillar Indonesia. BP Batam akan terus memfasilitasi dukungan dan kebutuhan para investor melalui penyederhanaan proses bisnis dan digitalisasi layanan perizinan,” ujar Fary.
Fary juga menegaskan bahwa Batam terus didorong menjadi kawasan yang menarik bagi investor, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk menjadikan Batam sebagai destinasi utama investasi di Indonesia.
“Sebagaimana arahan Bapak Presiden kepada kami setelah dilantik Maret lalu, yaitu bagaimana menjadikan Batam sebagai kawasan berdaya saing untuk tujuan investasi,” tambahnya.
Sementara itu, Government and Corporate Affairs Director PT Caterpillar Indonesia, Dyah Kusumaningtyas, yang hadir bersama Direktur PT Caterpillar Indonesia Batam, Santi Wuthirat, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan oleh BP Batam.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan di Indonesia, serta upaya untuk memperluas jangkauan bisnis perusahaan.
“Kami melihat adanya potensi untuk terus berinvestasi di Batam. Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung peningkatan layanan dan ekspansi pasar kami ke depannya,” pungkas Dyah.
Sebagai informasi, Caterpillar Indonesia merupakan salah satu perusahaan terkemuka dalam industri alat berat dan mesin industri secara global yang mendukung sektor pertambangan, konstruksi, energi, dan transportasi. (*)
batampos – Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis, menerima kunjungan dari PT Caterpillar Indonesia di Gedung Utama BP Batam pada Kamis (15/5/2025).
Kunjungan ini digelar dalam rangka menjalin hubungan yang lebih erat serta menjajaki peluang kerja sama dan pengembangan investasi di Batam.
Fary menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen membangun ekosistem investasi yang efisien, transparan, dan kompetitif di KPBPB Batam.
“Kami sangat menghargai inisiatif dari PT Caterpillar Indonesia. BP Batam akan terus memfasilitasi dukungan dan kebutuhan para investor melalui penyederhanaan proses bisnis dan digitalisasi layanan perizinan,” ujar Fary.
Fary juga menegaskan bahwa Batam terus didorong menjadi kawasan yang menarik bagi investor, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk menjadikan Batam sebagai destinasi utama investasi di Indonesia.
“Sebagaimana arahan Bapak Presiden kepada kami setelah dilantik Maret lalu, yaitu bagaimana menjadikan Batam sebagai kawasan berdaya saing untuk tujuan investasi,” tambahnya.
Sementara itu, Government and Corporate Affairs Director PT Caterpillar Indonesia, Dyah Kusumaningtyas, yang hadir bersama Direktur PT Caterpillar Indonesia Batam, Santi Wuthirat, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan oleh BP Batam.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan di Indonesia, serta upaya untuk memperluas jangkauan bisnis perusahaan.
“Kami melihat adanya potensi untuk terus berinvestasi di Batam. Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung peningkatan layanan dan ekspansi pasar kami ke depannya,” pungkas Dyah.
Sebagai informasi, Caterpillar Indonesia merupakan salah satu perusahaan terkemuka dalam industri alat berat dan mesin industri secara global yang mendukung sektor pertambangan, konstruksi, energi, dan transportasi. (*)
Orangtua dan calon peserta didik saat mendaftar di hari terakhir pelaksanaan PPDB SMK di SMKN 1 Batam, Kamis (13/6). Dinas Pendidikan Kepri Siapkan 17.500 Kursi untuk SMA, SMK, dan SLB di Batam Tahun Ajaran 2025/2026 Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau merilis rencana daya tampung peserta didik baru untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kota Batam. Rencana ini didasarkan pada petunjuk teknis (juknis) yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Kepri Nomor 891/KPTS-4/III/2025 tentang sistem penerimaan murid baru.
Juknis tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, dan menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) untuk sekolah negeri di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Batam.
Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Cabang Batam, Kasdianto, menegaskan bahwa pelaksanaan PPDB tahun ini juga merujuk pada Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023, yang mengatur standar pengelolaan pendidikan, termasuk batas daya tampung dan sistem seleksi di setiap sekolah negeri.
Dalam aturan tersebut, jelas ditetapkan bahwa jumlah maksimal peserta didik per rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMA adalah 36 siswa. Hal ini menjadi acuan utama dalam penetapan daya tampung sekolah, termasuk dalam penyusunan data dapodik.
“Kemarin kami sudah rakor dan menerima usulan kuota dari masing-masing sekolah. Misalnya SMAN 8 Batam mengusulkan 15 rombel dengan masing-masing rombel 48 siswa. Ini jelas bertentangan dengan Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023 karena kuotanya maksimal hanya 36 siswa per rombel,” jelas Kasdianto.
Menurutnya, meskipun juknis dari pemerintah provinsi sudah keluar, pihak Dinas Pendidikan tetap menyampaikan usulan dari sekolah ke pusat untuk dipertimbangkan kembali dalam penyesuaian dapodik, khususnya untuk kondisi Batam yang permintaan sekolah negerinya sangat tinggi.
“Kami kuatir akan muncul polemik, karena memang banyak peminat untuk masuk ke SMA dan SMK negeri di Batam ini. Jadi usulan sekolah tetap kita sampaikan, semoga pusat bisa mempertimbangkan kondisi khusus di Batam,” tambahnya.
Dalam juknis yang sudah ada untuk jenjang SMA Negeri, Batam menyediakan total 9.636 kursi bagi siswa baru. Terdapat 29 SMA Negeri yang tersebar di kota ini, dengan SMAN 1, 3, 4, 5, dan 25 memiliki daya tampung tertinggi masing-masing 528 siswa.
Namun, tidak semua SMA memiliki kapasitas besar. SMAN 6 dan SMAN 7, misalnya, hanya dapat menerima 36 siswa baru karena keterbatasan jumlah rombongan belajar yang tersedia di sekolah tersebut.
Sementara untuk jenjang SMK Negeri, terdapat 11 sekolah yang siap menerima total 7.810 siswa baru. SMKN 5 Batam menjadi sekolah dengan daya tampung tertinggi, mencapai 1.440 kursi, tersebar di berbagai jurusan seperti Teknik Pengelasan Kapal, DKV, dan Produksi Grafika.
Jurusan yang ditawarkan di SMK sangat beragam, mulai dari Teknik Mesin, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Logistik, Farmasi, hingga Manajemen Perkantoran. Seluruh proses penerimaan di SMK dilaksanakan secara daring.
Untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, Kota Batam menyediakan daya tampung sebanyak 126 siswa. Kuota ini terbagi atas jenjang SDLB (30 siswa), SMPLB (48 siswa), dan SMALB (48 siswa), dengan metode penerimaan dilakukan secara luring.
SLB di Batam memberikan layanan khusus bagi siswa dengan kebutuhan seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, hingga autis. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif.
Jadwal pelaksanaan SPMB untuk SMA, SMK, dan SLB dimulai dengan pendaftaran pada 11 hingga 14 Juni 2025. Verifikasi dan validasi dokumen dilakukan 16 hingga 25 Juni, pengumuman 28 Juni, dan daftar ulang 30 Juni sampai 2 Juli. Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) akan dilaksanakan 21 sampai 25 Juli 2025.
Dinas Pendidikan Provinsi Kepri mengimbau orang tua dan siswa untuk selalu memantau informasi resmi terkait pendaftaran agar tidak tertinggal tahapan seleksi. Semua proses dipastikan transparan dan berkeadilan.
Dengan total daya tampung lebih dari 17.500 kursi, Batam menunjukkan kesiapan dalam menjawab kebutuhan pendidikan menengah secara merata, adil, dan inklusif di tengah tingginya animo masyarakat terhadap sekolah negeri. (*)
BP Batam terima kunjungan dari PT Caterpillar Indonesia. F. Humas BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan manajemen PT Caterpillar Indonesia di Gedung Utama BP Batam, Kamis, 15 Mei 2025.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kemitraan sekaligus menjajaki peluang kerja sama dan pengembangan investasi di Batam.
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyambut langsung perwakilan PT Caterpillar Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Fary menegaskan komitmen BP Batam dalam menciptakan ekosistem investasi yang efisien, transparan, dan kompetitif di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
“Kami sangat menghargai inisiatif dari PT Caterpillar Indonesia. BP Batam akan terus memberikan kemudahan bagi para investor, termasuk melalui penyederhanaan proses bisnis dan digitalisasi layanan perizinan,” ujar Fary.
Ia menambahkan bahwa pengembangan Batam sebagai kawasan investasi unggulan merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia.
“Sebagaimana arahan Bapak Presiden kepada kami setelah pelantikan Maret lalu, Batam harus menjadi kawasan yang berdaya saing tinggi dan menjadi tujuan utama investasi di Indonesia,” katanya.
Dari pihak PT Caterpillar Indonesia, hadir Government and Corporate Affairs Director Dyah Kusumaningtyas dan Direktur PT Caterpillar Indonesia Batam, Santi Wuthirat. Dyah menyampaikan apresiasinya atas sambutan dan dukungan dari BP Batam.
“Kami melihat potensi besar untuk terus berinvestasi di Batam. Kolaborasi yang berkelanjutan dengan pemangku kepentingan sangat penting bagi kami, terutama dalam mendukung ekspansi bisnis dan peningkatan layanan perusahaan,” ujar Dyah.
Caterpillar Indonesia merupakan salah satu perusahaan global terkemuka di industri alat berat dan mesin industri, yang berperan besar dalam mendukung sektor pertambangan, konstruksi, energi, dan transportasi. (*)
BP Batam terima kunjungan dari PT Caterpillar Indonesia. F. Humas BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan manajemen PT Caterpillar Indonesia di Gedung Utama BP Batam, Kamis, 15 Mei 2025.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kemitraan sekaligus menjajaki peluang kerja sama dan pengembangan investasi di Batam.
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyambut langsung perwakilan PT Caterpillar Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Fary menegaskan komitmen BP Batam dalam menciptakan ekosistem investasi yang efisien, transparan, dan kompetitif di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
“Kami sangat menghargai inisiatif dari PT Caterpillar Indonesia. BP Batam akan terus memberikan kemudahan bagi para investor, termasuk melalui penyederhanaan proses bisnis dan digitalisasi layanan perizinan,” ujar Fary.
Ia menambahkan bahwa pengembangan Batam sebagai kawasan investasi unggulan merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia.
“Sebagaimana arahan Bapak Presiden kepada kami setelah pelantikan Maret lalu, Batam harus menjadi kawasan yang berdaya saing tinggi dan menjadi tujuan utama investasi di Indonesia,” katanya.
Dari pihak PT Caterpillar Indonesia, hadir Government and Corporate Affairs Director Dyah Kusumaningtyas dan Direktur PT Caterpillar Indonesia Batam, Santi Wuthirat. Dyah menyampaikan apresiasinya atas sambutan dan dukungan dari BP Batam.
“Kami melihat potensi besar untuk terus berinvestasi di Batam. Kolaborasi yang berkelanjutan dengan pemangku kepentingan sangat penting bagi kami, terutama dalam mendukung ekspansi bisnis dan peningkatan layanan perusahaan,” ujar Dyah.
Caterpillar Indonesia merupakan salah satu perusahaan global terkemuka di industri alat berat dan mesin industri, yang berperan besar dalam mendukung sektor pertambangan, konstruksi, energi, dan transportasi. (*)