
batampos – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution enggan menanggapi isu mengenai desakan agar kakak iparnya, Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan Wakil Presiden (Wapres). Bobby menyebut, isu itu telah ditanggapi langsung oleh Istana Kepresidenan.
“Kan sudah ditanggapi, ya. Jadi, saya rasa, saya enggak usah menanggapi,” kata Bobby usai melakukan supervisi dengan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/4).
Tuntutan agar Gibran mundur dari jabatan Wapres disampaikan oleh Forum Purnawirawan TNI-Polri. Forum purnawirawan TNI meminta agar MPR RI mencopot putra sulung Jokowi.
Sementara, Presiden Prabowo Subianto telah merespons adanya usulan untuk mencopot Gibran Rakabuming Raka dari posisi Wapres. Presiden Prabowo memilih menghormati adanya desakan dari Forum Purnawirawan TNI-Polri yang meminta MPR RI mencopot Gibran.
Pernyataan itu disampaikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto di Kompleks Istana, Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/4). “Iya, kan ada kan delapan poin itu, kan sudah beredar di medsos ya. Sudah banyak berita yang muncul. Maka inilah ya sikap Presiden, bukan mengacaukan tapi tetap menghargai,” ucap Wiranto.
Wiranto memahami bahwa dinamika masyarakat terdapat banyak pandangan dalam menyikapi situasi politik pemerintah. Namun, ia mengingatkan perbedaan-perbedaan itu tidak seharusnya memperkeruh situasi bangsa.
“Karena kita paham bahwa perbedaan itu ada, ada yang pro ada yang kontra. Perbedaan di masyarakat itu wajar-wajar saja. Hanya saja jangan sampai perbedaan itu yang terjadi dengan kita tidak satu sebagai bangsa,” ujar Wiranto.
Wiranto menegaskan, perbedaan pandangan tersebut diharapkan tidak terus diperdebatkan. Mengingat saat ini situasi geopolitik tengah penuh tantangan.
“Perbedaan itu jangan sampai mengeruhkan suasana pada saat kita sedang menghadapi banyak-banyak tantangan. Saya kira itu pesan Presiden,” pungkasnya. (*)
Sumber: JP Group
Artikel Munculnya Desakan Gibran Mundur dari Wapres, Bobby Nasution Enggan Tanggapi pertama kali tampil pada News.









