Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 1903

Lonjakan Penumpang Lebaran 2025, BP Batam Catat Kenaikan 17 Persen

0
Suasana arus mudik Lebaran di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Arus mudik dan balik selama periode Lebaran 2025 menunjukkan tren positif bagi sektor transportasi laut di Batam. Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam mencatat lonjakan jumlah penumpang yang signifikan, baik dari rute domestik maupun internasional.

Direktur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar, menyebut total kenaikan mencapai 29.915 penumpang atau setara 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk penumpang domestik, jumlah keseluruhan meningkat sebanyak 4.169 orang atau sekitar 2 persen dibandingkan periode Lebaran 2024. Kenaikan ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa Batam masih menjadi tujuan favorit masyarakat, khususnya selama momen hari raya.

Lebih rinci, jumlah penumpang domestik yang naik menunjukkan lonjakan cukup besar, yakni bertambah 11.682 penumpang atau naik 8 persen. Angka ini memperlihatkan peningkatan mobilitas masyarakat yang memilih Batam sebagai tujuan utama ataupun titik keberangkatan selama libur Lebaran.

Namun demikian, tidak semua data menunjukkan tren naik. Penumpang domestik yang turun justru mengalami penurunan sebanyak 7.513 orang atau 8 persen dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, penurunan ini tidak terlalu mempengaruhi tren keseluruhan yang masih positif.

“Lonjakan jumlah penumpang domestik menunjukkan bahwa Batam terus menjadi pilihan utama bagi para pelancong, terutama saat Lebaran,” kata Dendi, Jumat (4/4).

Dia menambahkan, pihaknya terus memantau pergerakan arus penumpang guna meningkatkan pelayanan.

Sementara itu, di sektor internasional, angka pertumbuhan bahkan lebih mencolok. Penumpang internasional yang turun di pelabuhan Batam meningkat 15.206 orang atau 15 persen. Ini mencerminkan ketertarikan wisatawan asing yang makin tinggi terhadap Batam.

Tak hanya itu, penumpang internasional yang naik juga mencatatkan peningkatan tajam sebanyak 14.709 penumpang atau naik 16 persen dari tahun sebelumnya. Dendi menyebut hal ini sebagai sinyal kuat bahwa sektor pariwisata dan ekonomi lokal tengah mengalami kebangkitan.

“Data ini menunjukkan minat yang terus berkembang untuk berkunjung ke Batam dari luar negeri. Kami melihat potensi besar untuk terus mengembangkan infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata,” katanya.

Kombinasi pertumbuhan di sektor domestik dan internasional menjadikan total kenaikan penumpang tahun ini mencapai hampir 30 ribu orang. Ini bukan hanya menjadi angka statistik, tetapi juga gambaran bahwa Batam terus mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi strategis di Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan layanan di pelabuhan, demi memberikan pengalaman terbaik kepada para penumpang,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Lonjakan Penumpang Lebaran 2025, BP Batam Catat Kenaikan 17 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Wajib Pajak Batam Dapat Kelonggaran, Jatuh Tempo Pajak Daerah Diperpanjang

0
Sekretaris Bapenda Batam, M Aidil Sahalo. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam resmi memperpanjang jatuh tempo pembayaran dan pelaporan pajak daerah untuk masa pajak Maret 2025. Kebijakan ini diambil karena adanya cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah yang berlangsung dari 28 Maret hingga 7 April 2025.

Sekretaris Bapenda Batam, M Aidil Sahalo, menyatakan bahwa perpanjangan ini bertujuan untuk memberikan kelonggaran kepada wajib pajak yang terdampak oleh libur panjang.

“Kami memahami bahwa cuti bersama dapat memengaruhi aktivitas pembayaran dan pelaporan pajak. Oleh karena itu, kebijakan ini diambil untuk memastikan kepatuhan pajak tetap terjaga,” katanya, Jumat (4/4).

Dalam keputusan yang tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Bapenda Batam Nomor KPTS.3857/900.1.13.1/111/2025, disebutkan bahwa jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak daerah yang semula pada 10 April 2025 diperpanjang hingga 15 April 2025. Sementara itu, batas akhir pelaporan pajak yang seharusnya 15 April 2025 kini diperpanjang hingga 17 April 2025.

Perpanjangan ini berlaku untuk seluruh wajib pajak yang memiliki kewajiban membayar dan melaporkan pajak daerah. “Kebijakan ini mencakup pajak barang dan jasa tertentu seperti pajak makanan dan minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, jasa kesenian dan hiburan, serta jasa parkir,” tambahnya.

Ia juga mengimbau para wajib pajak agar tetap memperhatikan tenggat waktu yang telah diperpanjang agar tidak terkena sanksi administrasi.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan perpanjangan ini dengan baik dan tetap memenuhi kewajiban pajaknya tepat waktu,” kata Aidil.

Selain itu, Bapenda Batam juga menyediakan layanan konsultasi bagi wajib pajak yang membutuhkan informasi lebih lanjut. Wajib pajak dapat menghubungi Bapenda melalui media sosial resmi atau datang langsung ke kantor pelayanan pajak daerah.

Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang lebih fleksibel bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa meskipun ada libur panjang, wajib pajak tetap dapat menjalankan kewajibannya dengan nyaman tanpa tekanan waktu yang ketat,” lanjut Aidil.

Dengan adanya perpanjangan ini, ia berharap kepatuhan wajib pajak tetap tinggi dan pendapatan daerah tetap optimal demi mendukung pembangunan Batam. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Wajib Pajak Batam Dapat Kelonggaran, Jatuh Tempo Pajak Daerah Diperpanjang pertama kali tampil pada Metropolis.

Tiket RoRo Uban-Punggur untuk Mobil Habis Dipesan Sampai H+6 Lebaran

0
Masyarakat hendak menyeberang ke Batam dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Tiket RoRo dari Tanjunguban menuju Telagapunggur untuk kendaraan roda empat atau mobil telah habis dipesan hingga H+6 lebaran atau 6 April 2025.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha mengatakan, lonjakan kendaraan ke Pelabuhan Telagapunggur terjadi sejak H+1 lebaran dan berlanjut hingga H+3 lebaran.

Layanan kapal RoRo pada H+1 beroperasi hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Sementara layanan kapal RoRo pada H+2 dan H+3 beroperasi hingga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

BACA JUGA: Tiket dari Tanjungpinang dan Batam Menuju Anambas Ludes Terjual

Lonjakan kendaraan selama libur lebaran membuat tiket kapal ke Pelabuhan Telagapunggur untuk mobil telah habis dipesan sampai dengan H+6.

Saat ini tersisa kuota untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor dan pejalan kaki.

Sebelumnya, telah dilakukan penambahan kapal dari reguler tiga kapal menjadi empat kapal.

Bahkan, pada Kamis (3/4/2025), dilakukan penambahan dua kapal lagi sehingga total kapal yang beroperasi menjadi lima kapal, yaitu KMP Satria, KMP Teluk Singkil, KMP Niaga Ferry, KMP Barau, dan KMP Tanjungburang.

Namun, hingga Jumat (4/4/2025) siang, hanya empat kapal yang masih dioperasikan.

Sukma mengimbau masyarakat yang membawa mobil dan belum mendapatkan tiket untuk tidak memaksakan diri datang ke pelabuhan.

“Jangan memaksa ke pelabuhan, daripada kecewa,” pungkasnya.

Seorang warga Batam, Sindi terpaksa meninggalkan mobilnya di Tanjunguban karena tidak mendapatkan tiket kapal RoRo ke Pelabuhan Telagapunggur, hingga H+6 lebaran.

Ia kemudian memesan tiket online untuk mobilnya yang akan diseberangkan pada H+7 lebaran.

Sementara itu, ia dan keluarganya melanjutkan perjalanan ke Batam dengan membeli tiket hanya sebagai penumpang kapal RoRo. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Tiket RoRo Uban-Punggur untuk Mobil Habis Dipesan Sampai H+6 Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.

PT BIB Ajukan 20 Penerbangan pada Arus Balik

0
Penumpang memadati konter maskapai penerbangan saat akan melakukan check-in di Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (25/3) lalu. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Arus mudik Lebaran 2025 di Bandara Internasional Hang Nadim mencatatkan pergerakan penumpang sebanyak 192.854 orang, mengalami kenaikan tipis sebesar 2 persen dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 189.113 orang.

Namun, jumlah penerbangan justru menurun 4 persen dari 1.440 penerbangan di tahun 2024 menjadi 1.376 penerbangan pada periode tahun ini.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan data tersebut merupakan hasil rekapitulasi selama masa Posko Angkutan Lebaran, yang berlangsung dari 21 Maret hingga 3 April 2025.

“Data tersebut merupakan rekapan dari 21 Maret hingga 3 April atau selama posko angkutan mudik lebaran di Bandara Hang Nadim dibuka,”ujar Pikri , Jumat (4/4).

Menghadapi arus balik yang diprediksi memuncak pada akhir pekan ini, yakni Sabtu (5/4) dan Minggu (6/4), PT BIB telah mengajukan 20 penerbangan tambahan, dengan 9 diantaranya telah diajukan pada hari ini untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.

“Kami telah ajukan 20 penerbangan tambahan untuk mengakomodir penumpang di momen arus balik akhir pekan, sebab diperkirakan puncaknya terjadi pada Sabtu dan Minggu,” katanya.

Menurutnya, hari dengan arus mudik tertinggi terjadi pada 29 Maret 2025, Bandara Hang Nadim mencatat jumlah penumpang mencapai 19.900 orang dalam satu hari.

Untuk memastikan kelancaran arus balik, pihak bandara telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung.

“Kami selalu mempersiapkan terutama dalam hal ground handling atau penanganan bagasi, agar arus balik berjalan lancar. Sementara untuk keberangkatan, jumlah penumpang biasanya tidak terlalu banyak,” jelasnya.

PT BIB juga berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan selama periode angkutan Lebaran, terutama dalam menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang di tengah fluktuasi lalu lintas udara. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel PT BIB Ajukan 20 Penerbangan pada Arus Balik pertama kali tampil pada Metropolis.

Polsek Galang Intensifkan Pengawasan di Lokasi Wisata Selama Libur Lebaran

0
Personil polsek galang awasi kawasan wisata pantai untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung. Foto. Humas Polsek Galang

batampos – Polsek Galang Batam terus meningkatkan pengawasan di sejumlah lokasi wisata sepanjang libur Lebaran tahun ini. Fokus utama pengawasan berada di kawasan wisata pantai yang tersebar di wilayah hukum Polsek Galang, terutama yang berada di sekitar Jembatan Barelang.

Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral, menyampaikan bahwa pengawasan akan semakin ditingkatkan menjelang akhir pekan. Hal ini disebabkan prediksi meningkatnya jumlah pengunjung ke lokasi-lokasi wisata, khususnya pantai yang menjadi destinasi favorit masyarakat selama libur panjang.

“Petugas bekerja penuh untuk memastikan aktivitas masyarakat berlangsung aman. Kawasan wisata tetap menjadi prioritas utama demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung,” ujar Iptu Alex Yasral, Jumat (4/4).

Sejak hari pertama Lebaran, Polsek Galang telah melakukan pengawasan secara maksimal di berbagai titik. Tak hanya di kawasan wisata, pengamanan juga difokuskan di rumah-rumah ibadah selama umat Muslim melaksanakan rangkaian ibadah Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Iptu Alex, hingga saat ini situasi di wilayah hukum Polsek Galang masih dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan yang berarti, baik dari segi kamtibmas maupun kelancaran arus lalu lintas di sepanjang libur Lebaran.

Ia juga mengungkapkan bahwa koordinasi antar petugas di lapangan berjalan dengan baik. Keberadaan aparat kepolisian memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang hendak berwisata maupun beribadah selama momen perayaan ini.

Menjelang akhir pekan yang diperkirakan akan menjadi puncak kunjungan wisatawan, Polsek Galang mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku di lokasi wisata. Kepatuhan terhadap aturan dianggap penting untuk menjaga keselamatan bersama.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan wisata. Sampah yang berserakan tidak hanya mengganggu keindahan, tetapi juga dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya.

Kapolsek juga mengingatkan para orang tua untuk memperhatikan aktivitas anak-anak mereka saat berada di wahana permainan air atau di area pantai. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan atau anak-anak yang terpisah dari orang tua.

Dengan berbagai langkah pengamanan dan himbauan yang diberikan, Polsek Galang berharap liburan Lebaran dapat dinikmati dengan aman, tertib, dan penuh kebahagiaan oleh seluruh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polsek Galang Intensifkan Pengawasan di Lokasi Wisata Selama Libur Lebaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Lahan Resapan Air Ditimbun, Ancaman Banjir Bayangi Warga

0
Kawasan resapan air di Marina yang ditimbun. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Maraknya pembangunan di sejumlah wilayah Kota Batam, terutama di Batuaji, Sagulung, dan Marina Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, semakin menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Penimbunan lahan yang sebelumnya merupakan kawasan resapan air dan penyempitan aliran sungai dituding menjadi penyebab utama meningkatnya intensitas banjir belakangan ini.

Masyarakat di sejumlah kawasan tersebut menilai aktivitas pembangunan yang tidak mempertimbangkan aspek lingkungan harus segera dievaluasi ulang. Selain berdampak pada ekosistem, pembangunan tersebut juga dinilai sebagai pemicu utama terjadinya banjir dan genangan air, seperti yang terjadi di beberapa titik pemukiman.

Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah kawasan Marina, termasuk Perumahan Beni Raya. Kawasan ini sempat mengalami banjir besar beberapa waktu lalu yang bahkan memerlukan penurunan tim evakuasi. Warga menilai pembangunan yang terlalu padat di sekitar lokasi pemukiman telah mengganggu aliran air dan merusak area resapan alami yang ada.

“Banyak sekali pembangunan di sini. Ada reklamasi, ada juga penimbunan kawasan sungai. Ini yang jadi masalah dengan banjir yang semakin parah dari waktu ke waktu,” ungkap Surya, warga Marina, kepada wartawan.

Tak hanya di Marina, proyek pematangan lahan di belakang pemukiman Kavling Plus Seitemiang juga menuai protes. Aktivitas penimbunan di lokasi tersebut bahkan sempat merusak jembatan dan akses jalan warga saat hujan deras mengguyur di awal Januari lalu. Hingga kini, proyek tersebut masih terus berjalan, dan masyarakat semakin menyoroti dampaknya terhadap lingkungan.

Menanggapi keluhan warga, pihak kelurahan setempat telah menyampaikan laporan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam untuk segera melakukan pengawasan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa proyek-proyek tersebut telah memiliki izin yang sesuai dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan lebih lanjut.

Warga berharap pemerintah kota bertindak cepat dan tegas dalam menyikapi persoalan ini. Mereka khawatir, jika kawasan resapan air terus berkurang, maka risiko bencana banjir akan semakin besar di masa depan. “Ini dampaknya luar biasa nanti kalau semua kawasan resapan air ditimbun. Mohon ini ditindaklanjuti,” kata Mame, warga Kavling Plus.

Selain di Marina, kondisi serupa juga dialami warga di wilayah Sagulung dan Batuaji. Di sana, banyak aktivitas pematangan lahan yang berlangsung intensif tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Salah satunya adalah di Tanjunguncang, yang kini menjadi kawasan padat dengan proyek pemotongan bukit dan penimbunan pesisir untuk keperluan industri galangan kapal.

Warga mengeluhkan, pemukiman mereka kerap dilanda banjir, baik akibat hujan deras maupun saat air laut pasang. Air yang seharusnya mengalir ke laut justru kembali menggenangi kawasan pemukiman akibat tidak adanya jalur aliran yang memadai. “Banjir sekarang bukan cuma karena hujan, tapi juga karena air laut pasang. Rumah kami sering terendam,” keluh Ahmad, salah satu warga Tanjunguncang.

Dengan makin luasnya pembangunan tanpa perencanaan lingkungan yang matang, masyarakat mendesak agar pihak berwenang segera turun tangan. Mereka berharap ada regulasi yang ketat dan pengawasan langsung dari pemerintah agar pembangunan di Batam tidak menjadi bumerang yang merugikan warga. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Lahan Resapan Air Ditimbun, Ancaman Banjir Bayangi Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Ditreskrimsus Polda Kepri Libatkan Ahli ITB Selidiki Kerusakan Lingkungan di DAS Baloi

0
Polda Kepri

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri tengah menyelidiki dugaan pengrusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam. Polemik mencuat ke permukaan setelah ditemukan aktivitas penimbunan tanah di alur sungai yang melintasi kawasan Perumahan Kezia Residence dan Permata Baloi, Kelurahan Baloi Indah.

Penyempitan alur sungai secara drastis memicu reaksi keras dari masyarakat, terlebih setelah informasi mengarah pada keterlibatan seorang Anggota DPRD Provinsi Kepri dan pihak pengembang yang diduga berada di balik aktivitas ilegal tersebut.

Kasubdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Zamrul Aini, menyatakan pemanggilan keterangan sejumlah saksi dan pihak terkait telah dijadwalkan mulai 8 hingga 11 April mendatang.

Baca Juga: Tabir Penimbunan Sungai Baloi Terbuka, Lik Khai di Pusaran Masalah Lingkungan

“Untuk pemanggilan saksi dan pihak terkait sudah dikirimkan untuk tanggal 8 sampai 11 April pekan depan karena saat ini masih menghormati suasana Lebaran Idulfitri,” ujarnya, Jumat (4/4).

Menurut Zamrul, proses pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan, dan akan berlanjut ke instansi terkait.

“Hal ini dilakukan untuk membangun kronologi kejadian secara menyeluruh dari akar hingga ke level kebijakan,” ujarnya.

Saat ini, penyidik Subdit Tipidter fokus pada pengumpulan bukti dugaan pengrusakan lingkungan yang terjadi di DAS Baloi.

Baca Juga: Bangunan Baloi Apartement Tak Sesuai PL, Li Claudia: Tolong Dirlahan Tindak

“Kami sedang mengumpulkan data dan akan dibantu oleh ahli lingkungan dari ITB untuk meninjau langsung kondisi di lapangan dan menilai sejauh mana kerusakan yang terjadi,” lanjutnya.

Selain itu, Ditreskrimsus juga telah menjalin koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam untuk menentukan titik koordinat lokasi yang terdampak.

Usai libur Lebaran, tim gabungan dijadwalkan melakukan survei lapangan guna memperkuat dugaan adanya pelanggaran terhadap peraturan lingkungan hidup.

Terpisah, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, penimbunan di alur Sungai Baloi telah berlangsung selama sekitar satu bulan terakhir.

Baca Juga: Sungai di Baloi Ditimbun Secara Ilegal, Li Claudia Ultimatum Pembongkaran, Lik Khai: Saya Akan Bertanggung Jawab

Penimbunan menggunakan material berupa tanah yang bercampur dengan sisa bangunan dari proyek Baloi Apartment milik pengembang. Akibat aktivitas tersebut, lebar sungai yang awalnya sekitar 25 meter kini menyusut drastis menjadi hanya sekitar 5 meter.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar, mengingat daya tampung sungai yang menurun drastis menyebabkan banjir saat hujan deras melanda wilayah tersebut. Adapun Sungai Baloi sendiri memiliki panjang mencapai 6,51 kilometer dan merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai Sukajadi, yang memiliki peran penting dalam sistem drainase Kota Batam.

Polda Kepri menegaskan akan bertindak tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan lingkungan hidup. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Ditreskrimsus Polda Kepri Libatkan Ahli ITB Selidiki Kerusakan Lingkungan di DAS Baloi pertama kali tampil pada Metropolis.

Objek Wisata Bahari di Serbu Pengunjung

0
Pengunjung pantai pelawan saat menikmati wisata bahari di Karimun dengan membawa makanan. f,TRI

batampos– Pada hari ke-4 Idul Fitri 1446 H/2025 M, 4 objek wisata bahari diserbu pengunjung baik itu wisatawan lokal maupun luar daerah. Camat Tebing Khaidir mengungkapkan, untuk wilayahnya ada tiga objek wisata yaitu air terjun dan 2 objek wisata bahari pantai Pongkar dan pantai Ketam.

” Biasanya hari raya ke-3 sudah ramai dikunjungi wisatawan tiga objek wisata tersebut. Sebab, sudah menjadi tradisi pada hari pertama dan hari kedua biasanya silaturahmi keluarga maupun kerabat,” terangnya, Kamis (3/4).

Ketiga objek wisata tersebut, sudah menjadi tempat favorit bagi masyarakat maupun wisatawan luar daerah dan wisatawan manca negara untuk menikmati suasana alam yang masih asri. Baik itu dipegunungan maupun pantai yang ada dipesisir ujung pulau Karimun.

BACA JUGA: Rubber Fender di Pelabuhan Pantai Indah Kijang di Bintan, Hilang

” Kalau dibandingkan wilayah lain, memang pantai pongkar ini sangat menarik dengan pasir putihnya yang membentang luas dan paling indah adalah dapat melihat langsung gunung jantan yang berhiaskan batu granit,” ungkapnya.

Selain pantai pongkar dan pantai ketam, juga ada air terjun yang kondisi hutannya masih asli. Ini, menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk melakukan jelajah hutan. Kemudian, juga ada kolam renang yang tidak kalah menjadi serbuan masyarakat.

” Kebetulan, pas hari raya Idul Fitri berbarengan dengan sembahyang kubur orang tionghoa menjadi ramai tempat objek wisata di kecamatan Tebing ini,” ucapnya.

Sementara dipantai pelawan yang berada dikecamatan Meral Barat juga tidak kalah menjadi buruan masyarakat untuk menikmati suasana pantai. Dimana, rata-rata pengunjung membawa makanan bersama keluarga untuk menyantap makanan.

” Murah meriah bang, bawa keluarga. Kebetulan ada keluarga dari Jawa, sekalian liat-liat pantai pelawan. Sekarang sudah lebih baik ada pondok-pondok,” kata Evi warga Kolong Karimun. (*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Objek Wisata Bahari di Serbu Pengunjung pertama kali tampil pada Kepri.

Pantai Tanjungpinggir Dipadati Pengunjung, Polisi Imbau Warga Waspada dan Jaga Anak

0
Pantai Tanjungpinggir, Sekupang dipadati pengunjung. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Suasana libur Lebaran masih terasa di Pantai Tanjungpinggir, Sekupang. Meski langit mendung dan sesekali turun gerimis, antusiasme warga untuk berlibur bersama keluarga tak surut. Kawasan wisata ini dipadati pengunjung sejak pagi, H+4 Lebaran, Jumat (4/4).

Pantauan Batam Pos, di bibir pantai, anak-anak tampak ceria bermain pasir dan ombak, sementara para orang tua memantau dari kejauhan.

“Anak-anak senang main di sini, apalagi lokasinya dekat dari rumah,” ujar Mutia, seorang pengunjung asal Tiban.

Beberapa wisatawan tampak menggelar tikar dan menikmati bekal bersama keluarga di bawah rindangnya pohon dan angin laut. Sebagian lainnya sibuk mengabadikan momen liburan dengan berswafoto berlatar laut dan pasir pantai.

Meskipun cuaca tidak bersahabat, aktivitas wisata tetap berjalan. Petugas pantai aktif berkeliling mengingatkan pengunjung agar tidak berenang terlalu jauh ke tengah dan selalu memperhatikan keselamatan, terutama anak-anak.

“Kami imbau para pengunjung agar tidak terlalu ke tengah. Orang tua juga harus tetap menjaga anak-anaknya,” kata seorang petugas pantai.

Untuk mendukung kenyamanan dan keamanan masyarakat, Polsek Sekupang turut menggelar kegiatan Jumat Curhat di lokasi tersebut. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, dan dihadiri Bhabinkamtibmas dari seluruh kelurahan di Kecamatan Sekupang serta personel patroli.

Dalam sambutannya, Kapolsek menyampaikan bahwa kehadiran aparat kepolisian di lokasi wisata tidak hanya sebatas pengawasan, namun juga sebagai bentuk pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya untuk mendengarkan curhatan masyarakat, tapi juga memberikan edukasi terkait keamanan dan keselamatan di lokasi wisata. Ini adalah komitmen kami dalam membangun kedekatan dengan warga,” jelas Benhur.

Ia mengingatkan beberapa hal penting kepada masyarakat, antara lain agar orang tua tidak lengah saat anak-anak bermain di pantai, menjaga kebersihan lingkungan, tidak membawa barang-barang berharga secara berlebihan, serta mematuhi rambu dan imbauan petugas.

“Kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan sangat penting. Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kita semua harus sama-sama menjaga agar kawasan wisata tetap aman dan nyaman,” tegasnya.

Kehadiran polisi mendapat sambutan baik dari pengunjung. Intan, salah seorang wisatawan asal Sekupang, merasa lebih tenang saat berlibur bersama keluarga karena adanya pengawasan dari aparat.

“Senang rasanya melihat polisi aktif mengingatkan kami secara langsung. Anak-anak jadi lebih aman bermain, dan kami sebagai orang tua juga lebih tenang,” ucapnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pantai Tanjungpinggir Dipadati Pengunjung, Polisi Imbau Warga Waspada dan Jaga Anak pertama kali tampil pada Metropolis.

3 Kecamatan di Anambas Sudah Dialiri Listrik Selama 24 Jam, Warga Berharap Perekonimian Terus Berkembang

0
Kepala PLN Anambas, Ade Listrian saat meninjau ke mesin pembangkit listrik yang berada di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur. Kini warga sudah bisa menikmati listrik selama 24 jam. f. pln untuk batampos

batampos– Warga di 3 Kecamatan yang ada di Anambas akhirnya bisa merasakan aliran listrik selama 24 jam. Ketiga kecamatan ini yakni Siantan Utara, Siantan Timur dan Jemaja Barat.

Sebelumnya warga hanya menikmati aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya 12 jam saja. Dimulai dari pukul 17.00 WIB sore hingga 06.00 WIB pagi.

“Alhamdulillah sudah 24 jam, dapat membantu warga kita dalam beraktifitas,” ujar Ariyadi, Kepala Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara kepada batampos, Kamis, (3/4).

BACA JUGA: Kapal Pengangkut Solar Terbakar, PLN Pastikan Distribusi Listrik di Subi Berjalan Normal

Kini, ia optimis bahwa perekonomian di Mubur khususnya Siantan Utara akan berkembang dengan dukungan listrik yang stabil.

“Anak-anak bisa belajar dengan tenang di malam hari, dan usaha di Desa kami jadi lebih lancar karena bisa menggunakan kulkas dan alat lainnya,” kata Aryadi dengan penuh harapan.

Ditempat terpisah, Kepala PLN Anambas, Ade Listrian mengatakan aliran listrik 24 jam mulai diberlakukan sejak 27 maret lalu dan sudah mendapat persetujuan dari PLN Unit Wilayah Riau-Kepri yang berada di Pekanbaru.

“Kita letakkan mesin di 3 kecamatan ini dengan daya yang luar biasa, agar warga bisa menikmati listrik tanpa kendala,” ujar Ade Listrian.

Ade menguraikan untuk Jemaja Barat mesin diletakkan di Desa Impol dengan daya 80 Kw, Siantan Utara mesin diletakkan di Desa Mubur dengan daya 650 Kw dan Siantan Timur mesin diletakkan di Desa Nyamuk dengan daya 320 Kw.

“Daya yang ada dimesin ini sesuai dengan jumlah rumah penduduk di masing-masing wilayah,” sebut Ade.

Menyalanya listrik selama 24 jam ini menunjukkan komitmen PLN dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat khususnya yang berada di daerah kepulauan.

“Kedepan kami berharap masyarakat lebih peduli lagi dalam menggunakan listrik setidaknya membayar tagihan secara tepat waktu,” pungkas Ade Listrian. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel 3 Kecamatan di Anambas Sudah Dialiri Listrik Selama 24 Jam, Warga Berharap Perekonimian Terus Berkembang pertama kali tampil pada Kepri.