Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 1910

HKI Kepri Gelar Talkshow Bersama Wagub dan Wali Kota Batam

0
Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepulauan Riau menggelar talkshow yang menghadirkan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Patimura serta Wali Kota Batam sekaligus ex officio Kepala BP Batam, Amsakar Ahmad, pada Selasa (12/03). F. HKI untuk Batam Pos

batampos – Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepulauan Riau menggelar talkshow yang menghadirkan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Patimura serta Wali Kota Batam sekaligus ex officio Kepala BP Batam, Amsakar Ahmad, pada Selasa (12/03). Acara ini membahas kontribusi HKI dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% di Kepri, sekaligus diakhiri dengan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu.

Dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua Umum (WKU) HKI Kepri, Peters Vincent, menyoroti peran strategis HKI dalam perekonomian daerah. Ia menekankan perlunya perhatian khusus dari pemerintah, terutama dalam percepatan perizinan di kawasan industri.

Sementara itu, anggota Dewan Pertimbangan HKI, Akhmad Maruf, menyoroti dampak persaingan global akibat trade war 2.0. Menurutnya, Kepri dan Batam harus memiliki strategi khusus untuk menarik relokasi industri agar tetap kompetitif di tengah dinamika ekonomi internasional.
Senada dengan itu, Ketua Bidang Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas HKI Indonesia, Tjaw Hioeng, menegaskan bahwa kondisi geopolitik saat ini membuka peluang besar bagi Batam dan Kepri. Menurutnya, trade war 2.0 tidak hanya terjadi antara AS dan China, tetapi juga melibatkan negara-negara lain, sehingga relokasi industri dari China akan semakin masif.

“Batam dengan segala kelebihannya, baik dari sisi geografis maupun sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), memiliki kesempatan emas dalam menggaet relokasi-relokasi tersebut. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemangku kebijakan, baik di Batam, Provinsi Kepri, maupun kementerian dan lembaga terkait,” ujar Tjaw Hioeng.

Ia menyoroti sejumlah tantangan mendesak, mulai dari percepatan birokrasi perizinan, ketersediaan lahan industri yang harus diperluas, hingga infrastruktur dasar seperti akses jalan menuju Rempang dan Galang, jaminan pasokan air dan listrik, harga gas yang kompetitif, serta efisiensi biaya logistik agar Batam bisa bersaing dengan Kawasan Ekonomi Khusus (SEZ) lain di ASEAN.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Patimura mengapresiasi peran HKI dan berharap masukan konstruktif dari para pengelola kawasan industri dalam mendukung program pemerintah. Keduanya sepakat mengalokasikan pertemuan rutin setiap dua bulan guna membahas perkembangan dan hambatan investasi di Kepri dan Batam.

Acara ini turut dihadiri Kepala Kanwil Pajak Kepri Imanul Hakim, Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Kepri Kombes Budi, Ketua Apindo Kepri Stanley, Ketua Apindo Batam Rafky, serta seluruh pimpinan pengelola kawasan industri dan anggota HKI di Kepulauan Riau. Selain diskusi strategis, kegiatan ini juga menjadi momentum berbagi dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu. (*)

Artikel HKI Kepri Gelar Talkshow Bersama Wagub dan Wali Kota Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Bridgestone Borong Penghargaan di Global CSR & ESG Summit 2025

0

batampos – Bridgestone Asia Pacific, India, China (BSAPIC) kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan bergengsi di ajang 17th Global CSR & ESG Summit & Awards 2025™. Perusahaan ini berhasil memenangkan kategori “Best Environmental Excellence” dan “Best in India”, mengungguli lebih dari 250 nominasi yang bersaing dalam 20 kategori penghargaan.

Keberhasilan ini menjadi delapan tahun berturut-turut Bridgestone menerima penghargaan dalam ajang ini, menegaskan komitmennya terhadap praktik Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG) yang berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

 

Penghargaan untuk Komitmen Terhadap Lingkungan dan Keberlanjutan

Penghargaan “Best Environmental Excellence” diberikan kepada Bridgestone atas inisiatif keberlanjutannya yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Sejumlah proyek yang berkontribusi dalam pencapaian ini meliputi:

• Project Mangrove & Project Sanggabuana (Indonesia)
• Project Mangrove mendukung pemulihan habitat 19 spesies, termasuk Lutung Jawa Ebony yang terancam punah serta burung Cica Daun Besar.
• Project Sanggabuana di Jawa Barat fokus pada reboisasi untuk mengatasi deforestasi, kekeringan, banjir, dan degradasi sungai. Hutan yang direhabilitasi kini menjadi rumah bagi 23 spesies tumbuhan, 16 spesies amfibi, dan 31 spesies reptil, termasuk satwa liar endemik.
• Inisiatif ‘Water Boy’ (Thailand)
• Tim ‘Water Boy’ memasang pompa air tenaga surya di kawasan dataran tinggi Phanom Dong Rak seluas 319 hektar untuk meningkatkan pasokan air di daerah terdampak kekeringan.
• Hasilnya, cakupan pasokan air meningkat dari 264.851m² (2022) menjadi 320.000m² (2023). Selain itu, pembangunan kolam berpagar telah menciptakan habitat baru bagi satwa liar, meningkatkan keanekaragaman spesies dari 15 jenis (2019) menjadi 22 jenis (2024), termasuk enam spesies kucing besar dan burung langka.
• Project Green Goal (India)
• Diluncurkan pada tahun 2020 di pabrik Bridgestone Indore dan Pune, proyek ini bertujuan meningkatkan ekosistem asli dengan fokus pada keanekaragaman hayati.
• Hingga tahun 2023, populasi kupu-kupu meningkat dari 99 menjadi 170 spesies, sementara populasi burung bertambah dari 69 menjadi 105 spesies.
• Project Green Goal juga mendorong penelitian, desain habitat, dan penanaman musiman, serta melibatkan masyarakat dalam lebih dari 300 sesi edukasi, klub alam sekolah, dan aktivitas observasi alam.

Selain itu, penghargaan “Best in India” diraih sebagai pengakuan terhadap kontribusi Bridgestone India dalam berbagai inisiatif keberlanjutan, terutama dalam Project Green Goal.

 

Bridgestone Berkomitmen Membangun Masa Depan yang Lebih Hijau

Menyambut penghargaan ini, Paul Choo, Chief Human Resources Officer BSAPIC, menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi motivasi bagi Bridgestone untuk terus berinovasi dalam keberlanjutan.

“Kami merasa terhormat mendapatkan penghargaan ‘Best Environmental Excellence’ dan ‘Best in India’ di Global CSR & ESG Summit & Awards 2025™. Ini merupakan kemenangan ke-17 dan ke-18 bagi BSAPIC dalam ajang ini sejak 2018. Selain menghadirkan solusi berkelanjutan bagi pelanggan kami, kami juga berkomitmen untuk menciptakan dampak nyata bagi lingkungan dan komunitas. Dengan panduan Bridgestone E8 Commitment, kami akan terus mencari cara baru untuk berkontribusi bagi masa depan yang lebih hijau dan inklusif,” ujar Paul Choo.

 

Global CSR & ESG Summit & Awards: Penghargaan Bergengsi di Asia

Global CSR & ESG Summit & Awards merupakan salah satu program penghargaan paling bergengsi di Asia dalam bidang Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG).

Tahun ini, lebih dari 250 nominasi dari berbagai industri bersaing dalam 20 kategori penghargaan. Acara ini bertujuan untuk mengapresiasi perusahaan yang menunjukkan komitmen kuat terhadap nilai etis, kepatuhan hukum, serta penghormatan terhadap individu, komunitas, dan lingkungan dalam praktik bisnis mereka.

 

Bridgestone E8 Commitment: Fondasi Masa Depan Keberlanjutan

Sebagai bagian dari visinya menuju tahun 2050, Bridgestone mengembangkan Bridgestone E8 Commitment, sebuah pedoman strategis yang terdiri dari delapan nilai utama:

1. Energy – Mendukung energi berkelanjutan.
2. Ecology – Berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
3. Efficiency – Meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.
4. Extension – Mendorong inovasi teknologi untuk keberlanjutan.
5. Economy – Membangun bisnis yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
6. Emotion – Menciptakan pengalaman yang bermakna bagi pelanggan dan komunitas.
7. Ease – Menyediakan solusi yang lebih mudah dan nyaman.
8. Empowerment – Memberdayakan individu dan komunitas untuk masa depan yang lebih baik.

Komitmen ini menjadi fondasi utama dalam strategi Bridgestone, yang melibatkan karyawan, masyarakat, mitra, dan pelanggan untuk menciptakan dampak positif bagi generasi mendatang.

 

Bridgestone: Pemimpin Global dalam Solusi Berkelanjutan

Dengan penghargaan ini, Bridgestone semakin menegaskan posisinya sebagai pemimpin global dalam industri yang tidak hanya berfokus pada inovasi produk, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Ke depan, Bridgestone akan terus mengembangkan teknologi hijau, program pelestarian alam, dan inisiatif sosial yang berdampak positif bagi dunia, sejalan dengan visi perusahaan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. (*)

Artikel Bridgestone Borong Penghargaan di Global CSR & ESG Summit 2025 pertama kali tampil pada News.

Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2025 “Ramadan Bermakna Bersama BRK Syariah”

0
Foto bersama Asisten II Pemkab Lingga dan Brand Manager BRK Syariah Cabang Lingga bersama Stakeholder yang hadir pada acara pembukaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah Tahun 2025 di Gedung Nasional Kecamatan Singkep, Kamis (13/3). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Dalam Upaya mengedukasi masyarakat tentang keuangan syariah, Bank Riau Kepri (BRK) Syariah cabang Kabupaten Lingga menggelar kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah Tahun 2025 dengan mengusung tema “Ramadan Bermakna Bersama BRK Syariah”. Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari Kamis hingga Jumat (13-14/3) yang berlokasi di halaman Gedung Nasional, Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga.

Pembukaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah Tahun 2025 ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga bidang pembangunan di halaman Gedung Nasional pada Kamis sore (13/3).

Zainal Abidin, Asisten II Pemkab Lingga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara karena telah membantu Pemkab Lingga dalam memberikan edukasi atau pemahaman tentang keuangan syariah kepada masyarakat kabupaten Lingga melalui kegiatan Gebyar Ramadan ini.

BACA JUGA: Gebyar Pajak Daerah di Bintan Dimeriahkan Jenita Janet hingga Doorprize Menarik

“Sebelumnya saya menyampaikan permohonan maaf dari Bupati dan Wakil Bupati Lingga karena tidak bisa hadir membersamai dalam kegiatan ini karena masih ada agenda Safari Ramadan. Kami juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada panitia penyelenggara karena sudah membantu kami dalam hal ini Pemkab Lingga untuk memberikan edukasi terkait keuangan syariah bagi masyarakat,” ucap Zainal Abidin (13/3)

Selanjutnya, Brand Manager BRK Syariah Cabang Lingga mengatakan, kegiatan Gebyar Ramadan ini merupakan instruksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di seluruh Daerah yang berada di provinsi Kepri.

“Kegiatan ini merupakan instruksi dari OJK Provinsi Kepri. Kami dari BRK Syariah cabang Lingga hanya menjadi penyelenggara dalam kegiatan ini sebagaimana rekan-rekan di Daerah lain yang ada di Provinsi Kepri,” ujar Heru Cahyadi saat memberikan sambutan.

Heru Cahyadi berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat khusunya di Kabupaten Lingga tentang pentingnya pengelolaan keuangan berdasarkan ketentuan syariah.

“Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang pengelolaan keuangan syariah. Sebagai umat muslim kita diajarkan untuk menjauhi Riba, maka hadirnya BRK Syariah ini ditengah masyarakat menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk meninggalkan praktik Riba,” jelasnya.

Brand Manager BRK Syariah cabang Lingga menjelaskan kegiatan Gebyar Ramadan ini akan di isi dengan berbagai pertandingan yang menarik dan bermanfaat yang melibatkan siswa maupun mahasiswa yang ada di Kecamatan Singkep.

“Kegiatan Gebyar Ramadan ini akan disisi dengan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat seperti lomba Hadroh, Lomba Sholawat dan Lomba Kultum dengan tema keuangan syari’ah. Untuk peserta kita buka mulai dari siswa maupun mahasiswa,” tutup Heru Cahyadi. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2025 “Ramadan Bermakna Bersama BRK Syariah” pertama kali tampil pada Kepri.

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Pastikan Pembahasan Efesiensi Anggaran Segera Final

0
Iman Sutiawan. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Iman Sutiawan menyatakan bahwa efesiensi anggaran 2025 masih dalam tahap pembahasan, antara pihak DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Pembahasan efesiensi anggaran tersebut, dipastikan akan segera selesai alias final. Iman Sutiawan menegaskan, bahwa DPRD Kepri akan terus tegak lurus atau satu komando, apa yang telah menjadi instruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kita tegak lurus satu komando apa yang menjadi interaksi (Pemerintah) pusat. DPRD dan Gubernur akan mengikuti aturan yang ada,” kata Iman, Jumat (14/3).

BACA JUGA: Bertemu dengan Iman Sutiawan, Bupati Aneng Ungkap Pembentukan Provinsi Natuna-Anambas Sudah Disetujui DPRD Kepri

Kendati demikian, Iman Sutiawan belum bisa memastikan apakah angka anggaran yang efesiensi masih sebesar Rp252 Miliar atau tidak. Sebab, efesiensi anggaran tersebut masih dalam tahap pembahasan.

“Sejauh ini, pembahasan efesiensi anggaran fokus kepada anggaran mana saja yang akan di efesiensi. Pembahasannya bersama dinas terkait, Sekwan DPRD,” tegasnya.

Iman menyampaikan, DPRD Kepri memang sepakat untuk menerapkan efesiensi anggaran. Sebab, hal tersebut menjadi tolak ukur, untuk pembangunan Provinsi Kepri kedepannya.

Selain itu, kata Iman belanja pokok pikiran (pokir) para anggota dewan kemungkinan bakal dipotong. Sebab, pihaknya tidak terlalu memperjuangkan agar pokir tersebut untuk tidak dipotong.

“Kita tidak terlalu mempakem, bahwa pokir untuk dipotong atau tidak. Selagi untuk kepentingan masyarakat dan orang banyak, DPRD tidak keberatan (dipotong),” sebutnya.

Ia memastikan, adanya kebijakan efesiensi tidak berpengaruh dengan pendidikan. Sebab, program pendidikan merupakan bagian yang harus dilaksanakan oleh pemerintah.

“Tidak begitu berpengaruh. Karena pendidikan bagian yang harus kita laksanakan. Terutama pembangunan ruang kelas baru di sekolah-sekolah,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Pastikan Pembahasan Efesiensi Anggaran Segera Final pertama kali tampil pada Kepri.

DPRD Batam Sidak Central Hills, Soroti Pembangunan Rumah Ibadah yang Terbengkalai

0
Sidak Komisi III DPRD Batam ke Perumahan Central Hills, Batamcenter. f.Warga Central Hills untuk Batam Pos

batampos– Komisi III DPRD Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Perumahan Central Hills, Batamcenter, pekan lalu. Sidak ini dilakukan setelah adanya keluhan warga terkait pembangunan rumah ibadah yang tak kunjung selesai serta sejumlah permasalahan lainnya di kawasan tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Batam, Muhammad Rudi, menyoroti minimnya perhatian pengembang terhadap fasilitas ibadah bagi warga. Menurutnya, di seluruh kawasan Central Hills tak terdapat rumah ibadah, yang seharusnya menjadi bagian dari fasilitas umum (fasum) bagi masyarakat.

“Kami fokus ke rumah ibadah. Seluruh Central (perumahan garapan Central Group) tak ada rumah ibadah,” katanya, Jumat (14/3).

Dalam upaya mencari solusi, DPRD Batam berencana melanjutkan Rapat RDP usai bulan Ramadan. Pihaknya akan terus mengawal permasalahan ini hingga ada kepastian mengenai keberlanjutan pembangunan tempat ibadah di Central Hills.

BACA JUGA: Keluhan Tak Kunjung Ditanggapi, Konsumen Perumahan Central Batuaji Akan Mengadu ke Wali Kota Batam

“Tentu akan terus kami kawal masalah ini sampai apa yang diinginkan masyarakat dapat terealisasi,” ujarnya.

Sebelumnya, polemik pemanfaatan lahan fasum di Central Hills untuk pembangunan masjid telah dibahas dalam RDP bersama Komisi I dan III DPRD Batam pada Rabu (12/2) lalu. Namun, dalam pertemuan tersebut, pihak-pihak yang memiliki kewenangan atas lahan, seperti BP Batam, pengembang, dan pemilik lahan, Central Group serta PT Menteng Griya Lestari (MGL),.tidak hadir meski telah diundang secara resmi.

Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Djoko Mulyono, menyayangkan ketidakhadiran para pemangku kepentingan. Menurutnya, tanpa kehadiran mereka, penyelesaian masalah akan sulit dicapai.

“Memang dengan ketidakhadiran developer dan BP Batam tentunya tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada. Ibaratnya bertepuk sebelah tangan, tidak bunyi,” katanya.

Meski demikian, DPRD Batam tetap menampung keluhan masyarakat dan masukan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Perkimtan. Sebagai tindak lanjut, sidak dan survei bersama akan dilakukan untuk menentukan titik-titik fasum yang seharusnya tersedia.

“Nanti dalam join survey dapat ditentukan letak titik-titiknya (fasum), apakah sesuai dengan fatwa planologi dan kondisi di lapangan,” ujar Djoko.

Selain permasalahan fasum, DPRD Batam juga menyoroti dugaan bahwa Central Group belum membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk Perumahan Central Hills. Djoko menyatakan bahwa pihaknya akan menelusuri lebih lanjut, termasuk mengecek status Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sudah diterbitkan.

“Kalau PBG, kami tanya rekomendasi teknis dari Dinas CKTR (Cipta Karya dan Tata Ruang), informasinya sudah keluar, cuma tinggal di PTSP,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa semua dugaan harus dibuktikan dengan dokumen otentik. Jika terbukti bahwa PBG sudah terbit tetapi pajaknya belum dibayar, maka hal tersebut merupakan pelanggaran yang memiliki sanksi tersendiri.

DPRD Batam berkomitmen untuk terus menelusuri persoalan ini bersama pihak terkait. Djoko juga mendorong agar pemerintah daerah segera melengkapi regulasi mengenai fasum. Menurutnya, beberapa daerah sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Sarana dan Prasarana Umum, yang mewajibkan pengembang menyerahkan fasum sebelum izin mereka disahkan.

“Dengan adanya Perda, masyarakat tidak perlu lagi meminta-minta kepada pengembang untuk menyerahkan fasilitas umum yang seharusnya menjadi hak mereka,” kata dia. (*)

Reporter: Arjuna

 

Artikel DPRD Batam Sidak Central Hills, Soroti Pembangunan Rumah Ibadah yang Terbengkalai pertama kali tampil pada Metropolis.

Serap Aspirasi Warga Siantan Timur, Wabup Bayu Komitmen Bereskan Pembangunan Jalan Lingkar Bajau

0
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu saat berdialog dengan warga Siantan Timur dalam agenda safari Ramadan 1446 Hijriyah. f.ihsan

batampos– Pembangunan jalan lingkar bajau yang menghubungkan 3 desa di Kecamatan Siantan Timur menjadi atensi bagi Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu.

Ketiga desa yang mendapatkan manfaat dari jalan lingkar ini yaitu Desa Nyamuk, Desa Serat dan Desa Air Putih.

Sebelumnya, pembangunan jalan ini telah di mulai sejak awal kepemimpinan Bupati sebelumnya, Abdul Haris pada tahun 2016 silam.

Saat ini pembangunan jalan lingkar baru sampai di Dusun Mentalib yang mana titik awal pengerjaannya berada di Dusun Etang.

BACA JUGA: Tiba di Tarempa, Aneng-Raja Bayu Langsung Benahi Pelayanan Publik dan Transportasi

“Mereka minta jalan lingkar Bajau segera disiapkan. Karena akan memudahkan teman-teman dalam beraktifitas. Mereka kan nak juga jalan yang mulus karena masih bagian dari Kabupaten Anambas,” ujar Raja Bayu saat melaksanakan safari Ramadan di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, Rabu, (12/3).

Lebih jauh ia menyebutkan jika jalan ini telah selesai, warga Pulau Bajau bisa langsung menyeberang ke Pulau Siantan dengan mengendarai sepeda motor melalui Penebung dan Air Bini.

“Sekarang ada beberapa titik yang jalannya belum dibuka. Itu menjadi fokus kami yang jelas kita akan melanjutkan pembangunan jalan lingkar ini agar memudahkan warga dalam beraktifitas,” kata Raja Bayu.

Selain itu, Raja Bayu juga menyoroti jaringan komunikasi di Siantan Timur yang sempat hilang beberapa waktu lalu.

Di zaman kepemimpinannya, Bayu komitmen untuk menyediakan jaringan yang layak agar warga bisa mengakses internet dengan nyaman.

“Saya sudah minta ke Kadiskominfo untuk terus meningkatkan jaringan internet di setiap desa. Kita tidak ingin ada daerah yang blank spot,” tegas Bayu. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Serap Aspirasi Warga Siantan Timur, Wabup Bayu Komitmen Bereskan Pembangunan Jalan Lingkar Bajau pertama kali tampil pada Kepri.

Isi Minyakita Produksi PT Musim Mas Batam Kurang 10 Millimeter

0
Plt Kabid perdagangan Dinas koperasi usaha mikro, perdagangan dan ESDM Karimun Vandarones Purba ketika memperlihatkan migor merk Minyakita dari produksi PT Musim Mas Batam yang masih beredar.f.TRI HARYONO/BATAMPOS

batampos- Paska monitoring yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Karimun, Senin (10/3) lalu ke mini market modern untuk memastikan takaran atau volume Minyak goreng (Migor) merk Minyakita dalam kemasan ukuran 1 liter. Ternyata ditemukan, ada beberapa produksi Minyakita dari perusahaan yang takaran volumenya kurang dari 1 liter ada yang kurang 10 milimeter sampai 20 milimeter.

Plt Kabid perdagangan Dinas koperasi usaha mikro, perdagangan dan ESDM Karimun Vandarones Purba ketika di konfirmasi Batam Pos pasca monitoring mengatakan, hingga sekarang pihaknya terus melakukan monitoring terhadap migor merk Minyakita agar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dipatok Rp15.700 per liternya.

” Hingga sekarang untuk migor merk Minyakita dipasaran sudah sesuai HET yaitu Rp15.700 per liternya. Dan, sudah ditegaskan apabila tidak mampu menjual sesuai HET tidak usah dijual ke masyarakat,” tegasnya, Jumat (14/3).

BACA JUGA: LPK Kepri Sebut Takaran Minyakita Harus Sesuai Lebel, Minta Disperindag Cek di Distributor

Dari hasil pemeriksaan kemarin, produksi Minyakita dengan kemasan tertutup 1 liter atau 1000 milimeter yang di produksi oleh PT Musim Mas Batam mengalami kekurangannya sebanyak 10 milimeter saja. Dan, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor: 31/M-DAG/PER/10/2011 tentang Barang Dalam Keadaan Terbungkus pada lampiran 3 disampaikan bahwa batas kesalahan yang dizinkan untuk kemasan tertutup dengan ukuran 500-1000 ml adalah sebesar 15 milimeter.

” Kemungkinan terjadinya kekurangan atau loss ini akibat perubahan suhu pada tempat penyimpanan di toko atau sisa minyak masih melekat pada wadah plastik pembungkusnya. Dari hasil penelusuran kami ke pihak produsen Minyakita PT Musim Mas yang di Batam telah mengikuti ketentuan yang berlaku,” terangnya.

Dan dapat dipastikan hasil produk telah sesuai dengan takaran yang ditetapkan. Sertatercantum dalam kemasan,perusahaan juga dalam menyalurkan sesuai dengan jalur dan harga distribusi yang ditentukan oleh Pemerintah.

” Untuk produksi Minyakita dari PT Musim Mas sudah sesuai dan dapat beredar di pasaran,” ucapnya.

Sementara pantauan dilapangan, migor merk Minyakita masih didapati dipasaran dengan kemasan yang sama. Namun, ada beberapa mini market modern yang kosong migor merk Minyakita.

” Penting harganyalah bang. Kalau dikurangi volumenya itu ngak taulah urusan pemerintah sama penegak hukum,” kata Lia salah seorang pedagang makanan.(*)masyarakat Indonesia,” tuturnya.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Isi Minyakita Produksi PT Musim Mas Batam Kurang 10 Millimeter pertama kali tampil pada Kepri.

Amethyst hingga Emerald Cocok untuk Perhiasan Sehari-hari

0
Ilustrasi Amethyst. (istimewa)

batampos – Perhiasan sehari-hari yang bisa awet dan juga indah dipakai para wanita selalu menarik perhatian.

Tidak melulu dari bahan emas dan perak, perhiasan sehari-hari yang menarik perhatian saat ini adalah batu permata warna-warni (gemstone) makin populer.

Dilansir dari Fierce Lynx Designs, ada beberapa kristal atau batu berharga yang cocok untuk dikenakan sebagai perhiasan sehari-hari karena tingkat kekerasan dan ketahanannya.

Baca juga: Kenali Kilau Emas Perhiasan Berdasarkan Karatnya

Batu berlian terkenal dengan tingkat kekerasannya, yaitu 10 pada Skala Mohs, karena tidak mudah rusak atau cacat karena lebih keras dari kaca dan besi.

Ada juga batu kristal lain yang tidak sekeras berlian, tetapi memiliki warna yang beragam dan lebih diminati. Selain warnanya indah, beberapa batu permata di bawah ini cocok untuk perhiasan sehari-hari:

1. Amethyst

Dilansir dari Earth Song Jewelry, batu amethyst adalah sejenis quartz dan salah satu batu alam yang memiliki banyak peminatnya.

Amethyst pada umumnya memiliki nilai 7 pada Skala Mohs, sehingga terhitung cukup awet dan menjadi favorit pada pengrajin perhiasan pula.

Batu ini tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit pula untuk para peminat kristal yang masih pemula.

2. Mirah Delima dan Safir

Mirah delima, atau rubi dan batu safir merupakan satu jenis batu alam yang memiliki dua jenis warna yang berbeda. Rubi memiliki varian warna merah, sedangkan safir memiliki varian warna biru dan hijau.

Kedua batu ini sangat awet dan tidak mudah pecah atau retak karena jatuh pada nilai 9 pada Skala Mohs. Satu angka di bawah belian.

Baca juga: Angkat Realitas Masyarakat, Para Pencari Tuhan Raih Rating Terbaik

Akan tetapi, rubi dan safir sebaiknya tidak dikenakan saat sedang memasak atau mencuci karena keasaman pada bumbu masak dan sabun cuci dapat menyebabkan goresan.

3. Aquamarine

Batu aquamarine adalah salah satu batu favorit para pengrajin karena variasi warna biru dan keawetannya pada nilai 7.5-8 pada Skala Mohs.

Kebanyakan batu aquamarine sangat awet, namun ada pula beberapa batu aquamarine yang mudah retak dan rusak.

Selain itu, batu aquamarine memiliki keunikan dimana beberapa batunya memiliki air yang terperangkap di dalamnya. Namun hal tersebut membuat batu tersebut makin rapuh.

Akan tetapi, batu ini tidak membutuhkan pembersihan dan perawatan yang khusus sehingga cocok untuk pemula.

4. Citrine

Batu ini adalah batu yang sama dengan amethyst namun telah mengalami proses yang mengubah warna ungu pada amethyst menjadi kuning, entah proses tersebut terjadi secara alami atau buatan.

Citrine juga memiliki kekerasan yang sama dengan batu amethyst, sehingga cocok untuk dikenakan sehari-hari.

Akan tetapi, sebaiknya tidak terpapar sinar matahari langsung terlalu sering karena batu citrine akan kehilangan warnanya.

Baca juga: Sukses Gelar Honda AT Family Day di Batam

5. Emerald

Batu emerald mendapatkan nilai 7.5-8 pada Skala Mohs, sehingga cukup awet untuk digunakan sebagai perhiasan sehari-hari.

Warna hijau baru emerald juga menjadi favorit pada pengrajin perhiasan kristal, setelah tingkat keawetannya.

Akan tetapi, batu emerald tidak dapat asal dibersihkan. Perhiasan dengan batu emerald sebaiknya dibersihkan tanpa menggunakan mesin, karena getaran pada mesin dapat menyebabkan retak.

Jadi, pilih sendiri perhiasan favorit Anda. (*)

Sumber: Jpgroup

 

Artikel Amethyst hingga Emerald Cocok untuk Perhiasan Sehari-hari pertama kali tampil pada Lifestyle.

Amethyst hingga Emerald Cocok untuk Perhiasan Sehari-hari

0
Ilustrasi Amethyst. (istimewa)

batampos – Perhiasan sehari-hari yang bisa awet dan juga indah dipakai para wanita selalu menarik perhatian.

Tidak melulu dari bahan emas dan perak, perhiasan sehari-hari yang menarik perhatian saat ini adalah batu permata warna-warni (gemstone) makin populer.

Dilansir dari Fierce Lynx Designs, ada beberapa kristal atau batu berharga yang cocok untuk dikenakan sebagai perhiasan sehari-hari karena tingkat kekerasan dan ketahanannya.

Baca juga: Kenali Kilau Emas Perhiasan Berdasarkan Karatnya

Batu berlian terkenal dengan tingkat kekerasannya, yaitu 10 pada Skala Mohs, karena tidak mudah rusak atau cacat karena lebih keras dari kaca dan besi.

Ada juga batu kristal lain yang tidak sekeras berlian, tetapi memiliki warna yang beragam dan lebih diminati. Selain warnanya indah, beberapa batu permata di bawah ini cocok untuk perhiasan sehari-hari:

1. Amethyst

Dilansir dari Earth Song Jewelry, batu amethyst adalah sejenis quartz dan salah satu batu alam yang memiliki banyak peminatnya.

Amethyst pada umumnya memiliki nilai 7 pada Skala Mohs, sehingga terhitung cukup awet dan menjadi favorit pada pengrajin perhiasan pula.

Batu ini tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit pula untuk para peminat kristal yang masih pemula.

2. Mirah Delima dan Safir

Mirah delima, atau rubi dan batu safir merupakan satu jenis batu alam yang memiliki dua jenis warna yang berbeda. Rubi memiliki varian warna merah, sedangkan safir memiliki varian warna biru dan hijau.

Kedua batu ini sangat awet dan tidak mudah pecah atau retak karena jatuh pada nilai 9 pada Skala Mohs. Satu angka di bawah belian.

Baca juga: Angkat Realitas Masyarakat, Para Pencari Tuhan Raih Rating Terbaik

Akan tetapi, rubi dan safir sebaiknya tidak dikenakan saat sedang memasak atau mencuci karena keasaman pada bumbu masak dan sabun cuci dapat menyebabkan goresan.

3. Aquamarine

Batu aquamarine adalah salah satu batu favorit para pengrajin karena variasi warna biru dan keawetannya pada nilai 7.5-8 pada Skala Mohs.

Kebanyakan batu aquamarine sangat awet, namun ada pula beberapa batu aquamarine yang mudah retak dan rusak.

Selain itu, batu aquamarine memiliki keunikan dimana beberapa batunya memiliki air yang terperangkap di dalamnya. Namun hal tersebut membuat batu tersebut makin rapuh.

Akan tetapi, batu ini tidak membutuhkan pembersihan dan perawatan yang khusus sehingga cocok untuk pemula.

4. Citrine

Batu ini adalah batu yang sama dengan amethyst namun telah mengalami proses yang mengubah warna ungu pada amethyst menjadi kuning, entah proses tersebut terjadi secara alami atau buatan.

Citrine juga memiliki kekerasan yang sama dengan batu amethyst, sehingga cocok untuk dikenakan sehari-hari.

Akan tetapi, sebaiknya tidak terpapar sinar matahari langsung terlalu sering karena batu citrine akan kehilangan warnanya.

Baca juga: Sukses Gelar Honda AT Family Day di Batam

5. Emerald

Batu emerald mendapatkan nilai 7.5-8 pada Skala Mohs, sehingga cukup awet untuk digunakan sebagai perhiasan sehari-hari.

Warna hijau baru emerald juga menjadi favorit pada pengrajin perhiasan kristal, setelah tingkat keawetannya.

Akan tetapi, batu emerald tidak dapat asal dibersihkan. Perhiasan dengan batu emerald sebaiknya dibersihkan tanpa menggunakan mesin, karena getaran pada mesin dapat menyebabkan retak.

Jadi, pilih sendiri perhiasan favorit Anda. (*)

Sumber: Jpgroup

 

Artikel Amethyst hingga Emerald Cocok untuk Perhiasan Sehari-hari pertama kali tampil pada Lifestyle.

Status Honorer Bintan Tetap Berlanjut hingga SK PPPK Terbit

0
Sekda Bintan, Ronny Kartika. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bintan masih memproses pengajuan Nomor Induk Pegawai (NIP) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang lulus tahap I di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Masih berproses di BKN,” kata Sekda Bintan, Ronny Kartika.

Ronny menyatakan bahwa pengangkatan CPNS dan PPPK akan mengikuti arahan dan regulasi dari pemerintah pusat. Sembari menunggu keputusan tersebut, status honorer akan tetap berlanjut hingga SK PPPK terbit.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu regulasi teknis terkait pengangkatan CPND dan PPPK.

BACA JUGA: Pelantikan CPNS dan PPPK Diundur, Buat Pelayanan Masyarakat di Pemkab Anambas Tak Optimal

Menurut Roby, kewenangan pengangkatan CPNS dan PPPK sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.

Karena seluruh regulasi terkait manajemen pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) terpusat di pemerintah pusat.

Pemkab Bintan akan menunggu aturan teknis untuk melaksanakan pengangkatan ASN sesuai regulasi.

Sebelumnya, Pemkab Bintan telah melaksanakan ujian PPPK yang diikuti oleh seribuan peserta.

Hasilnya, sebanyak 1.205 orang dinyatakan lulus terdiri 1.093 orang PPPK teknis, 90 orang PPPK tenaga kesehatan (nakes) dan 22 orang PPPK tenaga guru.

Diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI melakukan penundaan tanggal mulai tugas (TMT) bagi CPNS dan (PPPK).

Penundaan tersebut berdasarkan Surat Menpan RB Nomor B/1043/M.SM.01.00/2025 tentang Tindak Lanjut Penyesuaian Jadwal Pengangkatan CASN tahun 2024 yang ditujukan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dalam surat tersebut disampaikan beberapa hal diantaranya penyesuaian jadwal pengangkatan CPNS dan PPPK. Dimana CPNS diangkat serentak terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2025 dan untuk PPPK diangkat serentak terhitung mulai tanggal 1 Maret 2026. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Status Honorer Bintan Tetap Berlanjut hingga SK PPPK Terbit pertama kali tampil pada Kepri.