Kepala Lapas Batam, Yugo Indra Wicaksi. F.Eusebius Sara.
batampos– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam telah menetapkan jadwal kunjungan bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama bulan Ramadan 1445 H. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kelancaran ibadah puasa bagi umat Muslim di dalam lapas serta menjaga ketertiban selama bulan suci.
Kepala Lapas Batam, Yugo Indra Wicaksi, menjelaskan bahwa kunjungan keluarga akan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya. “Sesi pagi dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.15 WIB, sementara sesi siang berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.15 WIB,” ujarnya. Selain itu, penitipan barang bagi WBP juga akan dibuka setiap sore mulai pukul 15.00 WIB hingga 16.30 WIB.
Dalam kebijakan ini, pengunjung hanya diperbolehkan membawa makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta memastikan bahwa barang yang masuk ke dalam lapas sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.
Saat ini, Lapas Batam menampung sebanyak 958 warga binaan. Dengan jumlah yang cukup besar, pihak lapas berupaya memastikan bahwa semua WBP dapat menjalani ibadah puasa dengan khusyuk dan tanpa gangguan.
“Selama Ramadan ini, kami rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan seperti salat tarawih berjamaah, ceramah keislaman, serta tadarus Al-Qur’an. Ini merupakan bagian dari program pembinaan agar para WBP dapat meningkatkan kualitas spiritual mereka,” tambah Yugo.
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan. “Kami berharap seluruh kegiatan selama Ramadan berjalan dengan lancar dan semua WBP tetap patuh terhadap peraturan yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau, Aris Munanda, sebelumnya juga menyampaikan pesan serupa. Ia menegaskan agar seluruh WBP tetap tertib dan menjalankan program pembinaan dengan hati yang ikhlas.
“Pembinaan ini bukan hanya sekadar menjalani hukuman, tetapi juga menjadi kesempatan bagi WBP untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” kata Aris.
Ia berharap, dengan adanya program keagamaan dan kebijakan tertib selama Ramadan, para WBP dapat mengambil hikmah dari setiap pengalaman yang mereka jalani di dalam lapas.
Lapas Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembinaan bagi para WBP agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik dan siap menjalani kehidupan yang lebih positif. (*)
Eks Direktur Utama PT Pertamina Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan di menjalani sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi PN Jakarta Pusat. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan hukuman mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Karen Agustiawan yang diperberat menjadi 13 tahun penjara pada tingkat kasasi, dapat memberikan efek jera. KPK juga mengapresiasi pihak peradilan yang konsisten memutus Karen Agustiawan terbukti melakukan korupsi pengadaan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG).
“Melalui putusan tersebut, KPK berharap dapat memberikan efek jera bagi pelaku, sekaligus menjadi triger bagi pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti pada upaya-upaya pencegahan, agar korupsi tidak kembali terjadi,” kata juru bicara KPK, Tessa Mahardhika kepada wartawan, Minggu (2/3).
Tessa menyatakan, KPK mengapresiasi putusan kasasi atas terdakwa Karen Agustiawan yang telah mengakibatkan kerugian keuangan negara. Ia menegaskan, konsistensi putusan pada tingkat pertama, banding, dan kasasi tersebut membuktikan bahwa proses hukum yang dilakukan KPK sesuai prosedur.
“Konsistensi putusan pada tingkat pertama, banding, dan kasasi tersebut yang justru memperberat, telah menguji sekaligus membuktikan proses penanganan perkara di KPK telah sesuai ketentuan dan prosesur hukum,” tegas Tessa.
Hukuman Karen Agustiawan diperberat setelah Mahkamah Agung (MA) menolak upaya hukum kasasi yang diajukan Karen Agustiawan. Hukuman Karen Agustiawan diperberat menjadi 13 tahun pidana penjara dan denda Rp 650 juta subsider 6 bulan kurungan.
Hukuman itu lebih berat dari tingkat banding dan pengadilan tingkat pertama yang memvonis Karen dengan hukuman 9 tahun penjara.
“Perbaikan kualifikasi dan pidana, terbukti pasal 3 tindak pidana korupsi juncto pasal 55 juncto pasal 64. Pidana penjara 13 tahun, denda Rp 650 juta subsider 6 bulan kurungan,” demikian putusan MA, Jumat (28/2).
Perkara kasasi itu diadili oleh majelis hakim yang dipimpin Dwiarso Budi Santiarto selaku ketua dan Sinintha Yuliansih Sibarani serta Achmad Setyo Pujiharsoyo selaku anggota. Putusan perkara nomor 1076 K/PID.SUS/2025 itu dibacakan pada hari ini.
“Lama memutus 26 hari,” demikian dikutip dari situs MA.
Karen Agustiawan terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor), serta Pasal 55 dan 64 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Sebelumnya, Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Karen Agustiawan bersalah melakukan korupsi pengadaan LNG periode 2011-2021. Karen Agustiawan divonis sembilan tahun, dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.
Pengadilan tingkat banding pun menguatkan putusan perkara korupsi yang menjerat Karen atas kasus korupsi LNG Pertamina. Pengadilan Tinggi Jakarta tetap menghukum Karen Agustiawan drngan penjara sembilan tahun dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. (*)
batampos – Jam menunjukkan pukul 11.24 WIB. Suara kompang mulai bertabuh di ruangan VVIP Bandara Hang Nadim Batam pada Sabtu (1/3) hari pertama Ramadan. Sambutan itu dihaturkan kepada Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang baru tiba usai menjalani retreat di Magelang.
Di antara kerumunan yang riuh, Amsakar melangkah mantap. Wajahnya menyiratkan ketenangan. Tujuh hari lamanya ia menyepi, menyisihkan waktu untuk merenung di Magelang, jauh dari gegap gempita kota yang setiap hari menuntut kehadirannya. Namun, sejauh apa pun kaki melangkah, hati tetaplah berlabuh pada yang dicinta.
Dan di sanalah dia, sosok mungil dalam dekapannya. Seorang bocah lelaki dengan pipi ranum, mata bening, dan jemari kecil yang melingkari lehernya dengan kepolosan penuh cinta. Komandan, begitu Amsakar memanggilnya. Bukan sembarang panggilan, melainkan gelar istimewa yang diberikan dengan takzim pada cucu pertama bernama lengkap Arzanka Xaquille Putra Aldanu. Cucu dari darah daging yang tak hanya mewarisi garis keturunan, tetapi juga mengisi relung hati yang paling dalam.
”Perintah dia (cucu) sulit saya tolak. Makanya saya panggil Komandan,” kata dia.
Kecintaan kepada cucu pertama, kata orang, kadang melebihi kepada anak sendiri. Entah mengapa. Mungkin karena di dalamnya ada perpaduan antara kasih dan kebijaksanaan, cinta tanpa beban, hanya ingin memberi. Mungkin itulah yang dirasakan Amsakar setiap kali menatap wajah kecil itu. Bukan begitu, Kanda?
Dalam riuh penyambutan, Amsakar menggenggamnya erat, seolah tak ingin ada jarak lagi di antara mereka. Waktu seminggu itu terasa terlalu panjang baginya, terlalu sunyi tanpa rengekan manja atau panggilan khas yang selalu membuat hatinya meleleh.
”Siap, Komandan. Siap, Komandan,” ucapnya lirih, seperti kebiasaan yang tak bisa ditinggalkan. Kalimat sederhana itu bukan sekadar canda, melainkan bentuk kepasrahan seorang datuk yang tak kuasa menolak titah cucu kesayangannya.
Komandan, di usianya yang baru satu tahun, mungkin belum benar-benar mengerti betapa besar arti kehadirannya bagi Amsakar. Akan tetapi, ada sesuatu dalam tatapan matanya–sebuah pemahaman naluriah yang tidak butuh kata-kata. Seakan ia tahu, kehadirannya adalah pelipur rindu, pereda segala letih yang tertimbun di pundak sang kakek.
Orang-orang berkerumun, tersenyum, dan mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen itu. Tetapi Amsakar tak menggubris. Dunianya hanya berpusat pada anak kecil dalam dekapannya.
Komandan pun tak pernah berusaha melepaskan diri. Ia tetap di sana, bersandar di dada Amsakar, menemukan kehangatan yang berhari-hari lamanya menghilang.
Beberapa tangan mencoba mengambil Komandan dari pelukan Amsakar, sekadar untuk menggendongnya sejenak. Namun bocah itu menolak. Tangannya yang mungil mencengkeram kemeja Amsakar erat-erat, seakan berkata: jangan! Dia paham, mungkin dengan caranya sendiri, bahwa ada rindu dan sendu yang harus dibalas tuntas.
Amsakar pun tersenyum sumringah. Cinta memang begitu, sering kali tak perlu diminta, hanya perlu diterima.
Di sela-sela kesibukan, ia selalu menyempatkan waktu untuk melihat wajah Komandan, walau hanya lewat layar ponsel. Tapi, tak semua panggilan video berakhir dengan tawa. Kadang, Komandan masih terlelap, membuat Amsakar hanya bisa menatap layar kosong, menunggu dengan sabar hingga suara kecil itu menyapanya kembali.
“Kadang-kadang, di sela-sela terompet itu nak balik ke barak, telepon lagi,” ujarnya suatu kali, bercerita tentang bagaimana rindu itu sering kali tak mengenal waktu.
Hubungan mereka lebih dari sekadar keluarga. Ada sesuatu yang istimewa, semacam ikatan tak kasat mata yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang benar-benar mengerti. Mungkin karena itulah Amsakar tak segan membagikan momen-momen kebersamaannya dengan sang Komandan di media sosial. Sebuah kebanggaan, sebuah kasih yang ingin diabadikan.
Di usia satu tahun, jelas Komandan belum mampu memahami betapa besar arti namanya. Kelak, ketika ia tumbuh besar dan melihat kembali foto-foto yang diabadikan, ia akan tahu itu.
Ia akan tahu bahwa sejak kecil, dia adalah pusat dari dunia seorang lelaki yang tak banyak meminta, kecuali satu hal: tetaplah di sini, dalam dekapannya, meski hanya sejenak, meski hanya sebatas genggaman kecil yang erat. Karena dalam genggaman itu, ada cinta yang tak akan luntur, bahkan oleh waktu. (*)
batampos – Wali Kota yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, tiba di Batam setelah mengikuti retreat selama sepekan di Magelang. Ia mendarat di Bandara Hang Nadim bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Sabtu (1/3) siang.
Amsakar menyampaikan hasil utama dari retreat tersebut adalah pemahaman lebih mendalam tentang kebijakan nasional yang telah diterjemahkan oleh masing-masing menteri koordinator dan kementerian teknis. Pemerintahannya di Batam akan menyelaraskan programnya dengan kebijakan nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perbaikan sarana pendidikan. Ia tidak ingin lagi mendengar adanya ruang kelas yang rusak atau atap sekolah yang hampir roboh.
Selain itu, ia juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harus menjadi perhatian semua pihak. Kebijakan ini dinilai penting untuk memastikan kesejahteraan anak-anak dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Penataan kota juga menjadi salah satu fokus utama. Amsakar menyebut permasalahan sampah harus segera diselesaikan, sementara tata kelola reklame di Batam akan diperbaiki.
”Kita harus menata kembali reklame yang berserakan, tidak hanya sekadar memajang foto-foto kandidat secara berulang. Semua harus dibersihkan agar kota ini terlihat lebih rapi,” kata dia.
Selama retreat, Amsakar mengaku mendapat banyak ilmu yang dapat disinergikan dengan kebijakan daerah. Selain itu, ia merasa hubungan dengan kepala daerah lainnya semakin erat setelah mengikuti program tersebut.
Disiplin yang diterapkan dalam retreat sangat ketat. Setiap hari dimulai pukul 04.00 WIB dengan bunyi terompet sebagai tanda untuk bangun, mandi, dan melaksanakan salat Subuh. Setelah itu, peserta mengikuti senam pagi, apel, serta kelas-kelas pembelajaran.
”Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari, dan saya sungguh menikmatinya,” katanya.
Selama menjalani retreat, komunikasi dengan Wakil Wali Kota Batam tetap terjaga. Amsakar menyebut bahwa Li Claudia kerap menghubunginya untuk menanyakan kondisi dan memberi dukungan semangat.
Materi yang diberikan dalam retreat tidak hanya berasal dari kementerian teknis, tetapi juga dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Selain itu, kebijakan investasi dan hilirisasi juga menjadi topik pembahasan penting. Dia bersama Li Claudia akan membenahi pengalokasian lahan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada investor.
”Kami ingin memastikan bahwa pelayanan investasi di Batam lebih baik dan transparan, sehingga iklim investasi semakin kondusif,” ujar Amsakar. (*)
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura mengunjungi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Jumat (28/2).
batampos – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura memberikan masukan ke Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), untuk dapat menggaet investasi lebih banyak dari Singapura. Hal itu disampaikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo, Jumat (28/2).
Kedatangan jajaran Kedutaan Besar RI untuk Singapura ke BP Batam disambut langsung oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait di Marketing Centre BP Batam. Suryo mengatakan, kedatangannya dalam rangka berdiskusi mengenai perkembangan ekonomi di Batam.
“Kami sengaja menyambangi BP Batam untuk memberikan masukan mengenai perkembangan potensi investasi dari Singapura mengingat Batam hari ini sudah sangat berkembang pesat dan kami yakin kawasan ini sangat siap untuk menerima semakin banyak investor,” kata Suryo Pratomo.
KBRI Singapura, kata Suryo, mendukung penuh promosi dari BP Batam, untuk menarik investasi khususnya dari para investor di Singapura.
Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait, menyampaikan, bahwa hingga hari ini realisasi investasi tertinggi di Batam masih dipegang oleh penanaman modal asing (PMA) dari Singapura. “Nilai investasi dari Singapura sebesar USD 366,5 juta,” ucap Tuty.
Ia mengucapkan, terima kasih atas masukan dan dukungan dari KBRI Singapura. Dia berharap, dukungan tersebut dapat membawa kemajuan bagi perekonomian Batam.
Dalam pertemuan itu, turut hadir juga Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Harlas Buana; Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar; serta beberapa Pejabat Tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam. (*)
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura mengunjungi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Jumat (28/2).
batampos – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura memberikan masukan ke Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), untuk dapat menggaet investasi lebih banyak dari Singapura. Hal itu disampaikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo, Jumat (28/2).
Kedatangan jajaran Kedutaan Besar RI untuk Singapura ke BP Batam disambut langsung oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait di Marketing Centre BP Batam. Suryo mengatakan, kedatangannya dalam rangka berdiskusi mengenai perkembangan ekonomi di Batam.
“Kami sengaja menyambangi BP Batam untuk memberikan masukan mengenai perkembangan potensi investasi dari Singapura mengingat Batam hari ini sudah sangat berkembang pesat dan kami yakin kawasan ini sangat siap untuk menerima semakin banyak investor,” kata Suryo Pratomo.
KBRI Singapura, kata Suryo, mendukung penuh promosi dari BP Batam, untuk menarik investasi khususnya dari para investor di Singapura.
Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait, menyampaikan, bahwa hingga hari ini realisasi investasi tertinggi di Batam masih dipegang oleh penanaman modal asing (PMA) dari Singapura. “Nilai investasi dari Singapura sebesar USD 366,5 juta,” ucap Tuty.
Ia mengucapkan, terima kasih atas masukan dan dukungan dari KBRI Singapura. Dia berharap, dukungan tersebut dapat membawa kemajuan bagi perekonomian Batam.
Dalam pertemuan itu, turut hadir juga Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Harlas Buana; Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar; serta beberapa Pejabat Tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam. (*)
batampos – Publik mulai mempertanyakan kualitas BBM jenis Pertamax setelah mencuatnya dugaan kasus korupsi di tubuh Pertamina Patra Niaga terkait pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax RON 92.
Meski demikian, Ketua Ombudsman Kepulauan Riau, Lagat, mengimbau masyarakat agar tidak terlalu reaktif dalam menyikapi isu ini.
“Masyarakat sebaiknya menunggu perkembangan kasus ini di Kejaksaan Agung untuk memastikan apakah benar ada praktik pengoplosan BBM,” ujar Lagat, Sabtu (1/3).
Menurutnya, jika nantinya terbukti secara hukum bahwa ada praktik pengoplosan, maka Pertamina harus bertanggung jawab penuh terhadap masyarakat pengguna Pertamax yang merasa dirugikan.
“Jika terbukti ada pengoplosan, tentu ada mekanisme ganti rugi bagi masyarakat yang telah dirugikan. Namun, selama kendaraan tidak mengalami masalah, kita serahkan kepada proses hukum yang tengah berjalan,” tambahnya.
Selain itu, guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap Pertamina, Lagat menyarankan agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menunda penerapan “Fuel Card” atau kartu kendali untuk Pertalite.
“Jika masyarakat sudah telanjur kehilangan kepercayaan, ada baiknya penerapan itu ditunda dulu sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.
Dugaan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan Kejaksaan Agung. Publik diharapkan tetap tenang dan mengikuti perkembangan lebih lanjut dari proses hukum yang berjalan.
Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menegaskan, tidak ada praktik pengoplosan BBM di perusahaannya. Ia memastikan bahwa kualitas Pertamax yang beredar saat ini sesuai dengan spesifikasi pemerintah, yakni Research Octane Number (RON) 92. Heppy menjelaskan, proses injeksi warna atau pewarnaan dilakukan di terminal utama BBM sebagai pembeda produk, sehingga masyarakat mudah mengenalinya.
Selain itu, upaya injeksi aditif juga dilakukan untuk meningkatkan performa produk Pertamax. “Jadi bukan pengoplosan atau mengubah RON. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax,” jelas Heppy. (*)
batampos – Menjelang sore, aroma khas gorengan, es buah, dan berbagai hidangan manis mulai menguar di udara. Di sudut-sudut kota, dari jalanan utama hingga gang-gang perumahan, deretan lapak takjil bermunculan, menawarkan aneka makanan berbuka puasa.
Ramadan di Batam selalu diwarnai dengan ratusan titik bazar yang menjadi magnet bagi warga mencari santapan pelepas dahaga setelah seharian berpuasa. Demi memastikan higienitas makanan, Pemko Batam melakukan pengawasan rutin.
Pengawasan ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, melalui puskesmas di setiap kecamatan. Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, bahwa petugas Puskesmas akan mengambil sampel makanan secara swadaya dan mengujinya menggunakan test kit khusus.
“Mereka membeli sampel lalu memeriksanya. Pengujian ini bertujuan mendeteksi adanya bahan berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Methanil Yellow,” ujar Didi, Sabtu (1/3).
Jika ditemukan makanan mengandung zat berbahaya, Dinkes akan memberikan pembinaan dan peringatan kepada pedagang. Namun, Didi juga mengingatkan agar konsumen lebih waspada terhadap jajanan yang mereka konsumsi.
“Masyarakat harus lebih aware (peduli atau memperhatikan) dan mengenali ciri-ciri makanan yang tidak aman. Jangan hanya tergiur dengan tampilan menarik atau harga murah,” ucap Didi.
Beberapa zat kimia berbahaya yang sering ditemukan dalam jajanan Ramadan antara lain, formalin yang digunakan sebagai pengawet mayat. Zat kimia ini membuat makanan tidak mudah basi meski disimpan di suhu ruang. Ciri-cirinya antara lain tekstur lebih kenyal dan keras, bau menyengat seperti obat atau antiseptik, serta rasa yang agak pahit dan tidak alami. Zat ini biasanya ditemukan dalam tahu, mie basah, ikan asin, bakso, dan daging olahan.
Boraks, bahan pembersih yang sering disalahgunakan dalam makanan, membuat tekstur lebih kenyal dan kaku, warna lebih mengkilap, serta rasa agak getir atau pahit. Boraks kerap ditemukan dalam bakso, mie basah, lontong, kerupuk, dan cilok.
Rhodamin B, pewarna tekstil berwarna merah yang berbahaya bagi kesehatan, memiliki warna merah mencolok, lebih terang dari warna alami, larut dalam air dengan warna tidak merata, dan meninggalkan noda pada tangan atau mulut setelah dikonsumsi. Zat ini sering ditemukan dalam kerupuk warna-warni, sirup, es lilin, terasi, dan saus cabai.
Methanil Yellow, pewarna tekstil kuning yang sering disalahgunakan, memiliki warna kuning sangat terang dan mencolok, tidak mudah larut dalam air secara merata, meninggalkan noda pada tangan atau alat makan, serta memiliki rasa agak pahit dan tidak alami.
Biasanya ditemukan dalam tahu kuning, kerupuk kuning, mie kuning, dan gorengan.
Agar terhindar dari makanan berbahaya, masyarakat disarankan memilih makanan dengan warna alami yang tidak mencolok, memeriksa tekstur makanan, menghindari makanan yang terlalu kenyal atau tahan lama, serta tidak tergiur dengan aroma yang tidak wajar. Membeli makanan dari pedagang terpercaya atau membuat sendiri di rumah juga menjadi langkah terbaik.
“Pastikan produk kemasan memiliki label BPOM. Jika menemukan makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya, masyarakat dapat melaporkannya ke BPOM atau dinas kesehatan setempat,” ujar Didi.
Dengan pengawasan ketat dari Dinkes Batam dan kesadaran masyarakat dalam memilih makanan, diharapkan jajanan Ramadan tahun ini lebih aman dan sehat bagi semua.
Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam mencatat bahwa tahun ini ada ratusan lokasi bazar takjil yang tersebar di seluruh kecamatan.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengatakan, hampir semua titik yang pernah menggelar bazar pada tahun-tahun sebelumnya kembali hadir tahun ini. Tak hanya di pusat kota, bazar Ramadan kini juga semakin menjamur di perumahan-perumahan dan pasar tradisional.
“Yang jelas, banyak sekali bazar Ramadan di Batam tahun ini. Ini mengindikasikan bahwa perputaran ekonomi cukup baik,” ujar Ardiwinata, Sabtu (1/3).
Dataran Dang Anom, salah satu titik bazar Ramadan.
Bazar Ramadan yang tersebar di berbagai lokasi ini, kata Ardi akan berlangsung selama satu bulan penuh. Selain menjadi ajang belanja kebutuhan berbuka puasa dan sahur, bazar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berinteraksi dan menikmati suasana Ramadan.
Selain bazar yang digelar oleh masyarakat, Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga mengadakan bazar dengan konsep ekonomi kreatif dan kepariwisataan. Kegiatan ini berlangsung di Taman Dang Anom, yang sudah enam tahun berturut-turut menjadi pusat bazar tematik Ramadan.
“Dengan tema Batam Wonderfood and Art Ramadan yang keenam, bazar di Taman Dang Anom menghadirkan suasana berbeda. Di sana, pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga bisa berbuka bersama dan menikmati berbagai acara,” kata Ardi.
Bazar di Taman Dang Anom menyediakan panggung yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial, seperti berbagi buka puasa dengan anak yatim dan acara amal lainnya. Hal ini menjadikan bazar tersebut lebih dari sekadar tempat jual beli, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan.
Tak hanya itu, kawasan Taman Dang Anom yang asri menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga untuk menghabiskan waktu sore menjelang berbuka puasa. Suasana senja yang indah menambah kenyamanan bagi para pengunjung.
Fasilitas pendukung pun disediakan, termasuk musala yang dapat digunakan mulai dari salat asar hingga maghrib. Hal ini memudahkan para pengunjung untuk tetap menjalankan ibadah di tengah aktivitas berbelanja dan berbuka puasa.
Menurut Ardi, setiap tahun jumlah bazar Ramadan di Batam terus bertambah. Meski data pastinya masih dalam proses pendataan, perkiraan awal menunjukkan ada ratusan bazar yang tersebar di berbagai titik di kota ini.
Dia berharap, roda perekonomian masyarakat Batam terus bergerak positif selama Ramadan. Bazar Ramadan tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi katanya juga ruang interaksi sosial yang memperkuat kebersamaan di bulan penuh berkah. (*)
batampos – Four Points by Sheraton Batam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang istimewa dengan konsep “Ramadhan Heritage”. Mengusung tema Warisan Nusantara, program ini membawa cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan suasana berbuka yang penuh kehangatan dan nostalgia.
Mulai 3 hingga 27 Maret 2025, Evolution Restaurant di Four Points by Sheraton Batam akan menyajikan lebih dari 100 hidangan khas Nusantara yang bergantian setiap harinya. Para tamu diajak untuk menjelajahi kekayaan kuliner Indonesia, dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Bali dan Lombok.
Menurut Director of Sales & Marketing Four Points by Sheraton Batam, Budi Utomo Simbolon, konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga bermakna.
“Kami ingin menghadirkan suasana kampung halaman bagi para perantau yang berada di Batam. Dengan hidangan khas dari berbagai daerah, tamu kami dapat mengenang kembali cita rasa masakan rumah yang selalu dirindukan, seolah-olah sedang berbuka puasa di kampung halaman bersama keluarga,” ujarnya.
Setiap hari, menu berbuka puasa menyuguhkan hidangan dari daerah yang berbeda. Hari tertentu misalnya, menghadirkan kuliner khas Jawa Barat seperti Soto Bandung, Sate Maranggi, Nasi Tutug Oncom, Ayam Bakar Bekakak, dan Mie Goreng Tek Tek.
Sementara di hari lainnya, tamu dapat menikmati Sup Timlo, Sate Ayam Tegal, Mie Tengkleng Jogja dari Jawa Tengah, hingga Soto Lamongan, Nasi Rawon, Mie Kluntuk Surabaya, dan Daging Krengsengan dari Jawa Timur.
Tak hanya itu, hidangan khas Sumatera, Sulawesi, Lombok, dan Bali juga turut memeriahkan Ramadhan Heritage. Ada Mie Gomak, Sup Ikan Batam, Coto Makassar, Sup Sasak Lombok, Bebek Betutu Bali, serta berbagai masakan tradisional lain yang siap menggugah selera.
Selain menghadirkan sajian lezat, Four Points by Sheraton Batam juga menyiapkan pengalaman menarik untuk melengkapi suasana berbuka puasa. Dekorasi khas Ramadan, photo booth tematik, serta hiburan turut menyemarakkan nuansa kehangatan bulan suci ini.
Tak lengkap rasanya berbuka tanpa sajian takjil tradisional. Evolution Restaurant menyediakan aneka takjil khas Nusantara, seperti kolak, bubur, minuman hangat dan es sirup segar, serta beragam jajanan pasar yang menggugah selera sebelum menyantap hidangan utama.
Menawarkan pengalaman berbuka yang istimewa, Four Points by Sheraton Batam menghadirkan harga spesial Rp205.000 per orang untuk menikmati buffet sepuasnya. Berbagai promo menarik juga tersedia, termasuk beli 5 gratis 1 serta diskon 15% untuk pemesanan sebelum 28 Februari 2025.
Dengan konsep Ramadhan Heritage, Four Points by Sheraton Batam menghadirkan lebih dari sekadar santapan berbuka puasa. Setiap hidangan yang disajikan membawa cerita dan kenangan dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan momen tak terlupakan bagi para tamu.
Segera reservasi sekarang dan rasakan kehangatan berbuka puasa ala Ramadhan Heritage hanya di Four Points by Sheraton Batam. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, hubungi +62 821-7229-5788. Atau bisa kirim pesan di Instagram @fourpointsbatam, bisa juga melalui akun Facebook Four Points by Sheraton Batam. (*)
Kabar baik bagi masyarakat yang berencana mudik Lebaran tahun ini! Pemerintah melalui kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 6 persen akan menurunkan tarif tiket pesawat domestik hingga 14 persen. Kebijakan ini berlaku selama periode 24 Maret hingga 7 April 2025 untuk mendukung kelancaran arus mudik.