Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 1923

Dana Kontribusi Pengelolaan Wisata Mangrove Sungai Sebong di Bintan Dipakai 7 Tersangka untuk Kepentingan Pribadi

0
Para tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana wisata mangrove Sungai Sebong digiring ke mobil tahanan Kejaksaan di kantor Kejari Bintan di Bintan Buyu, Kamis (27/2/2025) petang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan mengungkapkan, dana kontribusi dari pengelolaan wisata mangrove Sungai Sebong di Kecamatan Teluk Sebong, digunakan untuk kepentingan pribadi.

Sebagaimana diketahui, Kejari Bintan telah menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengolaan dana wisata mangrove Sungai Sebong di Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (27/2/2025).

Mereka adalah Camat Teluk Sebong masa jabatan 2017 hingga 2018, Herika Silvia, Camat Teluk Sebong masa jabatan 2018 hingga 2023, Sri Heni Utami, Camat Teluk Sebong, 2023 hingga sekarang, Julpri Ardani.

BACA JUGA: Kejari Bintan Tetapkan dan Tahan 7 Tersangka Kasus Korupsi Dana Wisata Mangrove, Ada Kadis, Camat hingga Kades 

Kemudian, Kepala Desa Sebong Lagoi masa jabatan 2021 hingga sekarang, Mazlan, Pj. Kepala Desa Sebong Lagoi masa jabatan 2017 hingga 2018, Herman Junaidi.

Lalu, Kepala Desa Sebong Pereh masa jabatan 2016 hingga 2022. La Anip, dan Lurah Kota Baru masa jabatan 2017 hingga 2023, Khairudin.

Menurut Kejari Bintan, Andi Sasongko melalui Kasi Intelijen Kejari Bintan, Samsul A Sahubauwa, Jumat (28/2/2025), para tersangka diduga telah menerima dana kontribusi dari operator wisata Mangrove Tour Sungai Sebong tanpa dasar hukum yang sah.

Dana yang terkumpul melalui Koperasi Wira Artha dan Komite Pengawas Wisata Mangrove dan PT. BRC itu tidak dimasukkan dalam kas resmi kecamatan, desa, atau kelurahan.

Tapi, dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

Dari penyelewengan dan penyalahgunaan kewenangan tersebut, jumlah kerugian keuangan negara sekitar Rp 1 Miliar.

Dalam penanganan kasus ini, pihaknya telah memeriksa 62 saksi dan 2 orang saksi ahli serta menyita 440 bundel dokumen sebagai barang bukti.

Terhadap para tersangka dijerat dengan Pasal 11 atau Pasal 12 huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Jo Pasal 65 KUHP.

Saat ini, para tersangka ditahan di Rutan Kelas I Tanjungpinang selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Dana Kontribusi Pengelolaan Wisata Mangrove Sungai Sebong di Bintan Dipakai 7 Tersangka untuk Kepentingan Pribadi pertama kali tampil pada Kepri.

Cuaca Kepri Sepekan ke Depan Cerah Berawan, Hujan Lokal Berpotensi Terjadi

0
Ilustrasi, Mendung menyelimuti langit Batam.  Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Cuaca di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam sepekan ke depan diperkirakan masih didominasi kondisi cerah berawan. Namun, terdapat peluang hujan dengan sifat lokal dan sporadis di beberapa wilayah.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Ramlan, mengatakan wilayah Kepri saat ini sedang bertransisi dari kemarau menuju musim penghujan tahap pertama tahun 2025.

“Kepri umumnya mengalami dua kali musim penghujan dalam setahun. Saat ini, kita sedang memasuki tahap pertama peralihan,” ujarnya, Minggu (2/3).

Karena itu, dalam seminggu kedepan prakiraan cuaca di Kepri masih panas atau cerah berawan. Namun tak menutup terjadinya hujan.

“Masih ada peluang terjadinya hujan, sifatnya lokal,” tegas Ramlan.

Senada dengan hal itu, Koordinator Stasiun Meteorologi Hang Nadim, Suratman mengatakan cuaca di Kepri seminggu kedepan masih cerah berawan. Namun pada Selasa atau Rabu, berpotensi terjadi hujan dengan intesitas ringan ke sedang di sebagian wilayah Kepri.

“Potensi terjadi hujan sifatnya lokal pada Selasa dan Rabu. Meski sifatnya lokal, hujan yang turun juga disertai petir,” sebutnya.

Disinggung mengenai cuaca yang terasa lebih panas selama beberapa hari ini. Menurut Suratman terjadi karena kelembapan udara yang tinggi akibat pertumbuhan awan-awan.

“Suhu paling tinggi 31 derajat di wilayah Kepri. Namun memang cuaca terasa lebih panas, sebab tingginya kelembapan udara karena pertumbuhan awan,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat terutama yang sedang menjalankan ibadah puasa, agar mengurangi beraktifitas di luar ruangan terutama yang langsung terpapar matahari. Begitu juga dengan memperbanyak mengkonsumsi cairan pada saat buka puasa hingga sahur.

“Perbanyak cairan setelah berbuka puasa, agar terhindar dari dehidrasi,” harapnya.

Ia juga meminta masyarakat agar tidak membakar sampah pada siang hari. Dan juga tidak membuang putung rokok sembarangan.

“Karena kelembapan yang tinggi, menyebabkan panas dan kekeringan, sehingga mudah menyebabkan kebakaran,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Cuaca Kepri Sepekan ke Depan Cerah Berawan, Hujan Lokal Berpotensi Terjadi pertama kali tampil pada Metropolis.

Pengunjung A2 Foodcourt Dikeroyok

0
Aksi pengeroyokanterjadi di Foodcourt A2.

batampos – Keributan terjadi di Foodcourt A2, Lubuk Baja, Jumat (28/2) malam. Dalam keributan ini seorang pengunjung berinisial F dikeroyok para pelaku dengan pukulan, hantaman kursi, dan lemparan botol.

Informasi yang didapatkan, pengeroyokan tersebut berawal ketika korban tengah duduk bersama rekannya. Saat itu, rekan korban terlibat cek-cok dengan salah seorang pelaku.

“Korban yang dikeroyok ini minta pelaku jangan kasar terhadap temannya. Tapi pelaku emosi dan mengejar korban,” ujar Febri, salah seorang pengunjung.

Ia menjelaskan saat kejadian tersebut lokasi tengah dipadati pengunjung. Bahkan, keributan itu membuat pengunjung lain histeris.

“Pelaku itu ramai. Ada juga yang melempar kursi dan botol minuman,” katanya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas membenarkan adanya kejadian ini. Ia mengatakan sudah menangkap dua pelaku, yakni berinisial BL dan YNW.

“Benar, dari laporan korban, ada 2 pelaku yang sudah kita amankan,” ujarnya.

Noval menambahkan keributan ini disebabkan kesalahpahaman antara kelompok pelaku dan korban. Akibatnya, korban mengalami luka pada kepala, tangan, dan kaki.

“Motifnya cek-cok karena salah paham,” tutupnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Pengunjung A2 Foodcourt Dikeroyok pertama kali tampil pada Metropolis.

Besok, Sidang Mantan Kasat Narkoba dan 9 Mantan Anggotanya

0
Jaksa membacakan dakwaan kasus penyalahgunaan narkotika dengan terdakwa polisi di Pengadilan negeri Batam, Kamis (30/1). F.cecep Mulyana

batampos – Pada Senin (3/3) besok, sidang dugaan tindak pidana narkotika yang melibatkan mantan kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Satria Nanda dan 9 anggotanya akan digelar. Sidang yang dipimpin hakim Tiwik itu akan digelar dengan agenda masih keterangan saksi dari jaksa penuntut umum.

Kasi Intel Kajari Batam, Tiyan Andesta membenarkan akan jadwal sidang lanjutan perkara narkotika yang melibatkan anggota Polri itu. Dimana agenda ada beberapa saksi yang dihadirkan.

“Ya benar, agenda sidang lanjutan keterangan saksi lagi,” kata Tiyan.

Disinggung siapa saksi yang akan memberi keterangan, menurut Tiyan masih rahasia. Hal itu untuk menjaga keamanan dan kekooperatifan saksi nantinya.

“Untuk saksi siapa saja, tunggu saja saat proses persidangan nanti,” sebut Tiyan.

Sementara, Penasehat Hukum dari 5 terdakwa (5 mantan polisi) Indra Sakti membenarkan agenda lanjutan masih saksi.

“Agenda saksi dari jaksa,” ujarnya Indra Sakti.

Menurut dia, untuk agenda tersebut, tim penasehat hukum yang turun sebanyak 6 orang.

“Dari team saya ada 6 orang, sedangkan PH lain saya kurang tahu,” sebut Indra.

Sebelumnya, dalam sidang yang digelar Kamis (27/2), dua saksi yang dihadirkan mencabut BAP yang diberikan pada saat pemeriksaan di Polda Kepri. Atas dicabutnya BAP, para terdakwa mengucapkan terimakasih kepada saksi.

Diketahui, Kasus dugaan tindak pidana narkotika yang menyeret 10 anggota polisi Polda Kepri akhirnya bergulir di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (30/1) sekitar pukul 11.20 WIB. Dimana dua warga sipil yang satu diantaranya mantan anggota polisi juga sidang dalam perkara sama dengan agenda pembacaan dakwaan.

Dalam dakwaan, terungkap jika para terdakwa polisi tak hanya menyalahgunakan barang bukti narkoba jenis sabu. Namun juga menjemput 44 kilogram sabu hingga perbatasaan Malaysia, dengan membayar upah tekong Rp 20 juta dan upah informan Rp 20 juta perkilogram.

Dakwaan menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung antara bulan Juni hingga September 2025. Berawal dari salah satu ruangan Satnarkoba Polrest Barelang.
Kasus bermula dari informasi terkait penyelundupan 300 Kg sabu dari Malaysia yang diperoleh Rahmadi SI seorang informan. Namun, rencana tersebut batal hingga akhirnya muncul informasi baru pada Mei 2024 mengenai masuknya 100 kg sabu ke Indonesia.
Atas informasi tersebut, beberapa terdakwa menggelar pertemuan di One Spot Coffee, Batam, guna membahas distribusi barang haram itu.

Awalnya, rencana penyelundupan mengalami kendala, namun setelah Ditresnarkoba Polda Kepri mengungkap kasus narkotika di Imperium, Batam, serta adanya tekanan dari pimpinan Polresta Barelang agar segera mengungkap kasus besar, Satria Nanda diduga memerintahkan timnya untuk kembali menjalankan operasi ini.
Dalam rapat lanjutan, terdakwa Shigit Sarwo Edhi sebagai Kanit memberikan arahan kepada Fadillah dan Rahmadi untuk memastikan eksekusi berjalan lancar. Rencana itu mencakup pembagian 100 Kg sabu, di mana 90 Kg digunakan untuk pengungkapan kasus, sedangkan 10 Kg lainnya diduga disisihkan untuk membayar SI dan keperluan operasional. Pada akhirnya, strategi tersebut mendapat persetujuan Satria Nanda meski awalnya ia menilai skema itu berisiko tinggi.

Hingga akhirnya, pada bulan Juni, beberapa terdakwa menyewa Awang seorang tekong untuk mengambil sabu dari Malaysia. Awang diupah Rp 20 juta dan melaju dari Perairan Nongsa, menuju Tanjung Uban hingga ke Malaysia.

Awang membawa kapal seorang diri, dikawal oleh beberapa terdakwa (polisi) menggunakan kapal terpisah. Namun diperbatasaan, para terdakwa berhenti. Sedangkan Awang masuk ke perairan Malaysia.

Setelah Awang kembali dari perairan Malaysia, para terdakwa kembali mengawal Awang hingga perairan Nongsa. Sesampai di perairan Nongsa, Awang tetap berada diatas kapal, sedangkan para terdakwa mengambil dua tas besar dan memasukan ke dalam mobil warna silver untuk menuju Satnarkoba Polresta Barelang.

Di Satnarkoba Polresta Barelang, para terdkawa menghitung jumlah sabu didalam dua tas ada 44 bungkus, yang masing-masing bungkus berisi 1 kilogram. Sabu-sabu tersebut kemudian disisihkan 9 bungkus dan disimpan di tempat terpisah.
Untuk 35 bungkus lagi atau 35 kilogram, dilaporkan untuk diexpos dan disetujui oleh Kasat yang saat itu berada di Bandara Hang Nadim Batam.

Dalam pertemuan para terdakwa dan kasat, kasat juga sempat mengucapkan selamat kepada Para terdakwa karena sudah sukses bekerja. Yang kemudian ditentukan waktu untuk melakukan expos perkara nantinya. Para terdakwa kemudian menghubungi Poy (DPO), untuk mencari orang yang akan membawa sabu itu ke Jakarta. Dan Poy mendapatkan 3 orang, yakni Effendi, Nely dan Ade.

Dua diantara kurir adalah pasangan suami istri yang dijanjikan upah Rp 150 juta dan Ade yang dijanjikan upah Rp 10 juta. Namun dalam
Aksi itu, para polisi yang semula memiliki barang, melakukan aksi penyergapan kepada ketiganya. Orang suruhan Poy ditangkap ditangkap di dekat jembatan Barelang dengan barang bukti 35 kilogram sabu.

Tak hanya itu, 9 kilogram sabu yang disisihkan itu kemudian dijual, salah satunya kepada Azis dengan harga Rp 400 juta per kilogram. Namun diperjalanan, Azis tak melunasi sisa dari pembelian sabu tersebut. Perbuataan para terdqkwa dijerat dengan pasal 112 ayat 2 UU narkotika jo 132 jo pasal 64 UU narkotika. Atau pasal 114 ayat 2 Jo 132 Jo 64 UU narkotika. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Besok, Sidang Mantan Kasat Narkoba dan 9 Mantan Anggotanya pertama kali tampil pada Metropolis.

Awal Ramadan, Pelayanan SIM Tetap Normal

0
Warga Batam saat mengurus permohonan pembuatan SIM di Polresta Barelang. Foto: Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Barelang memastikan pelayanan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di awal Ramadan ini tetap berjalan seperti biasanya.

KBO Satlantas Polresta Barelang, Ipda Yudi Patra mengatakan jam operasional pelayanan SIM tidak mengalami perubahan, yakni dari pukul 08.00-15.00 WIB.

“Pelayanan SIM tetap normal sampai jam 3 sore,” ujarnya, Minggu (2/3).

Yudi mengaku jam pelayanan ini bisa berubah sesuai perintah dari Mabes Polri. Namun, jika ada perubahan, pihaknya akan mengumumkannya kepada masyarakat.

“Kami masih menunggu TR (Telegram) dari Mabes,” katanya.

Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan calo dalam pengurusan SIM.

“Kalau ada oknum yang menawarkan kemudahan, silahkan laporkan. Akan langsung kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Menurut Heribertus, masyarakat kini tak perlu takut untuk mengikuti tes pengambilan SIM. Sebab, seluruh tesnya sudah dipermudah sesuai intruksi Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Ujian tes mengemudi sudah dipermudah. Silahkan mengikuti tes sesuai dengan prosedur,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Awal Ramadan, Pelayanan SIM Tetap Normal pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasar Seken Aviari: Bertahan di Tengah Gempuran Olshop dan Pasar Kaget

0
Kondisi Pasar Seken Aviari.
foto: Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Pasar Seken Aviari, yang pernah menjadi ikon pasar barang bekas terbesar di Batam, kini mengalami penurunan aktivitas secara signifikan. Pasar ini meredup karena berbagai faktor, terutama maraknya penjualan barang bekas melalui online shop (olshop) dan menjamurnya pasar kaget di berbagai lokasi.

Sejak pandemi COVID-19 melanda beberapa tahun lalu, kondisi Pasar Seken Aviari semakin terpuruk. Banyak pedagang akhirnya gulung tikar akibat sepinya pembeli dan ketatnya persaingan. Namun, sebagian pedagang yang bertahan mulai beradaptasi, salah satunya dengan memanfaatkan platform online untuk berjualan.

Indra, salah satu pedagang di Pasar Seken Aviari, mengungkapkan bahwa saat ini ia lebih mengandalkan penjualan melalui olshop. “Toko tetap buka, tetapi saya lebih fokus jualan di olshop. Kalau hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke pasar, jelas sulit,” ujarnya.

Pasar Seken Aviari masih beroperasi hingga kini, meski hanya beberapa pedagang yang bertahan dengan menjual pakaian bekas, sepatu, koper, dan aksesori lainnya. Namun, aktivitas perdagangan tidak seramai dulu. Hal ini tak lepas dari kemudahan yang ditawarkan platform online, di mana pembeli bisa mendapatkan barang seken dengan harga bersaing tanpa harus datang langsung ke pasar.

Selain persaingan dari olshop, keberadaan pasar kaget di berbagai lokasi sekitar juga menjadi tantangan besar bagi para pedagang Pasar Seken Aviari. Udin, salah satu pedagang, berharap pemerintah bisa menata kembali sistem perdagangan di Batam agar pasar kaget tidak terus menjamur. “Kalau bisa ditata agar terfokus di satu tempat, biar pembeli tidak bingung dan pasar tradisional seperti Aviari ini bisa hidup lagi,” harapnya.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam sendiri menyadari dampak negatif dari maraknya pasar kaget terhadap pasar tradisional dan resmi. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, pemerintah mulai mendata dan merencanakan relokasi pedagang pasar kaget ke tempat yang lebih terorganisir. Beberapa wilayah, seperti di Tanjungpiayu, sudah mulai ditata agar pedagang tidak lagi berjualan sembarangan.

Amad Elfasi, Kepala Bidang Pasar Disperindag Kota Batam, menegaskan bahwa keberadaan pasar kaget yang tidak terorganisir berdampak pada perekonomian pasar tradisional yang seharusnya dikelola dengan baik. “Kami sudah melakukan penataan di beberapa wilayah. Ke depan, kami akan terus berkoordinasi untuk merelokasi pedagang pasar kaget ke lokasi yang lebih resmi,” jelasnya.

Salah satu alasan utama mengapa pasar kaget lebih menarik bagi pembeli adalah lokasinya yang strategis dan lebih mudah diakses dibanding pasar resmi. Banyak masyarakat lebih memilih belanja di pasar kaget yang dekat dengan rumah mereka daripada harus pergi ke pasar tradisional yang lebih jauh. Hal ini membuat persaingan semakin ketat bagi pedagang di Pasar Seken Aviari.

Di sisi lain, munculnya pasar kaget yang tidak tertata juga memunculkan masalah lain, seperti kemacetan dan sistem parkir yang semrawut. Beberapa titik, seperti pasar kaget di depan Perumahan Merlion, Batuaji, kerap menjadi sumber kemacetan karena pedagang menggunakan bahu jalan untuk berjualan. Selain itu, keberadaan juru parkir liar semakin menambah keresahan warga.

Dengan adanya rencana penataan dari Pemko Batam, diharapkan aktivitas perdagangan di kota ini bisa lebih tertata, baik untuk pedagang pasar tradisional maupun pedagang pasar kaget. Selain itu, bagi pedagang di Pasar Seken Aviari, adaptasi ke dunia digital tampaknya menjadi langkah utama untuk tetap bertahan di tengah perubahan zaman.

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Pasar Seken Aviari: Bertahan di Tengah Gempuran Olshop dan Pasar Kaget pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Perketat Pengamanan Pasar Tumpah Selama Ramadan

0
Polsek Sekupang memperketat pengamanan di Pasar Tumpah Ramadan Cipta Puri di Kelurahan Tiban Baru.

batampos – Polsek Sekupang memperketat pengamanan di berbagai titik strategis guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama bulan Ramadhan. Salah satu fokus utama adalah Pasar Tumpah Ramadan Cipta Puri di Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, yang menjadi pusat aktivitas masyarakat menjelang berbuka puasa.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian bertujuan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), seperti kemacetan, tindak kriminalitas, dan gangguan ketertiban umum.

“Pasar tumpah ini menjadi pusat aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan, sehingga kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pengunjung,” ujar Kompol Benhur, Minggu (2/3).

Dalam pengamanan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tiban Baru, Aiptu Indoludin, turut memberikan imbauan kepada pedagang dan pengunjung agar tetap waspada terhadap aksi pencopetan serta menjaga ketertiban lalu lintas di sekitar pasar.

Berdasarkan laporan, jumlah pedagang di Pasar Tumpah Cipta Puri mencapai 40 stand, dengan pengunjung sekitar 2.000 orang pada hari pertama Ramadan 2025. Kepadatan ini memerlukan pengawasan ekstra agar aktivitas jual beli tetap lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Salah satu pedagang, Sawaluddin Siregar, yang juga merupakan pengelola pasar, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran aparat kepolisian.

“Kami merasa lebih nyaman berjualan dengan adanya pengamanan dari pihak kepolisian. Pengunjung juga lebih tenang saat berbelanja,” ujarnya.

Selain pengamanan pasar tumpah, Kapolsek Sekupang juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban selama bulan Ramadan, di antaranya dengan menghindari aksi balap liar setelah sahur, tidak menggunakan petasan yang dapat mengganggu ketenangan ibadah, serta segera melapor ke polisi jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Hingga waktu berbuka puasa, hasil pemantauan menunjukkan bahwa situasi tetap aman dan terkendali. Tidak ditemukan gangguan Kamtibmas yang menonjol, dan masyarakat menyambut baik kehadiran aparat kepolisian.

Dengan pengamanan yang terus dilakukan sepanjang bulan Ramadhan, Polsek Sekupang berkomitmen menciptakan suasana yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh kekhusyukan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Polisi Perketat Pengamanan Pasar Tumpah Selama Ramadan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kepala BP Batam dan Wakilnya Bertekad Jadikan Batam Pusat Investasi dan Pariwisata Terdepan

0

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan komitmennya dalam memastikan kebijakan yang tepat guna mewujudkan Batam sebagai pusat investasi dan pariwisata terdepan.

Hal tersebut disampaikan Amsakar sesaat setelah tiba di Batam melalui Bandara Hang Nadim pada Sabtu siang (1/3/2025), usai mengikuti Retreat Kepala Daerah 2025 di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Amsakar, yang didampingi Li Claudia Chandra, menyatakan kesiapannya untuk segera menyelaraskan kebijakan antara BP Batam dan Pemko Batam serta menyusun roadmap guna mendukung program strategis pemerintah, salah satunya dalam upaya meningkatkan investasi di Batam.

“Menteri Bahlil kemarin (saat retreat) telah memberikan gambaran tentang investasi dan hilirisasi. Kami akan mengoptimalkan seluruh potensi agar Batam semakin diminati sebagai pusat investasi dan pariwisata terdepan,” ujar Amsakar.
Fokus pada Tata Kelola Lahan dan Peningkatan Pelayanan

Sejumlah prioritas telah ditetapkan untuk meningkatkan jumlah investasi dalam waktu dekat, di antaranya:

Pembenahan tata kelola pengalokasian lahan agar lebih transparan dan efisien.
Penguatan sistem OSS (Online Single Submission) guna mempercepat proses perizinan investasi.

Peningkatan kualitas layanan bagi investor, karena menurut Amsakar, kunci utama dalam dunia investasi adalah pelayanan yang optimal.

“Pertama, kami akan membenahi sistem pengalokasian lahan agar lebih baik ke depannya. Kedua, kami akan memperkuat sistem OSS dan meningkatkan pelayanan bagi investor. Sebab, dalam dunia investasi, faktor utama yang menentukan adalah kualitas layanan,” jelas Amsakar.

Dorong Investasi Asing Lebih Besar

Amsakar juga menyoroti bahwa dalam tiga tahun terakhir, jumlah investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) masih relatif seimbang. Padahal, dengan berbagai insentif yang dimiliki Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), idealnya investasi asing (PMA) harus lebih dominan.

Menindaklanjuti hal ini, BP Batam akan segera menggelar rapat koordinasi guna menyusun blueprint investasi Batam yang akan menjadi panduan dalam pengembangan ke depan.

“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana memaksimalkan seluruh potensi yang ada agar Batam semakin diminati. Kami ingin mewujudkan Batam sebagai pusat investasi dan pariwisata terdepan di Asia Tenggara,” pungkas Amsakar. (*)

Artikel Kepala BP Batam dan Wakilnya Bertekad Jadikan Batam Pusat Investasi dan Pariwisata Terdepan pertama kali tampil pada Metropolis.

Progres Pelebaran Jalan R. Suprapto di Batuaji Terus Berlanjut, akan Jadi 5 Lajur

0
Progres pelebaran jalan di Batuaji.
foto: Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Proyek pelebaran jalan di kawasan Batuaji, Kota Batam, terus berlanjut. Saat ini, proses pengerjaan telah memasuki tahap pembersihan ruang milik jalan (ROW) yang akan dilebarkan. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pengerjaan sudah mencapai tahap pengerukan lahan setelah sebelumnya dilakukan pembebasan ROW dari kios dan bangunan liar di pinggir jalan.

Perataan lahan ROW masih difokuskan di sekitar Simpang Puteri Hijau. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk meratakan tanah agar siap untuk tahap konstruksi selanjutnya. Para pekerja terlihat terus menjalankan tugasnya dengan cukup baik dalam sepekan terakhir, meskipun pada hari ini proyek tampak libur. “Hari ini libur,” ujar salah seorang petugas yang berjaga di lokasi proyek.

Proyek pelebaran jalan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam meningkatkan kapasitas jalan guna mengurangi kemacetan di wilayah Batuaji. Pelebaran dilakukan di Jalan R. Suprapto, yang akan diperluas menjadi lima lajur. Ruas jalan yang diperlebar membentang dari Simpang Puteri Hijau hingga ke arah Simpang Basecamp.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa proyek ini memiliki panjang sekitar dua kilometer. Dengan adanya pelebaran ini, ruas jalan yang sebelumnya sudah diperlebar dari arah Simpang Basecamp akan semakin terhubung secara optimal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Batuaji yang sering mengalami kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.

Berdasarkan plang proyek yang telah dipasang, pengerjaan jalan ini menelan anggaran sekitar Rp14 miliar. Kontraktor pelaksana, PT Belantara Karyatama, dipercaya untuk mengerjakan proyek tersebut dengan target penyelesaian dalam 210 hari kalender kerja. Sejauh ini, proses pengerjaan masih sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.

Dalam pengerjaan proyek ini, berbagai fasilitas umum yang berada di ROW jalan, seperti halte bus, terpaksa diratakan karena masuk dalam area pelebaran. Selain itu, proyek ini juga melibatkan berbagai pihak lain, termasuk penyedia layanan utilitas seperti kabel listrik dan pipa air. Mereka tampak sibuk melakukan pemindahan dan pengamanan jaringan agar tidak menghambat proses pelebaran jalan.

Sunario, seorang warga Sagulung, mengaku sangat mendukung proyek pelebaran jalan ini. Menurutnya, selama ini kemacetan di kawasan Batuaji cukup mengganggu aktivitas warga, terutama saat jam kerja. “Sudah lama kami menantikan proyek pelebaran jalan ini. Semoga semuanya bisa selesai tepat waktu agar lalu lintas lebih lancar,” ujarnya.

Jika proyek ini rampung, hampir seluruh ruas Jalan R. Suprapto akan menjadi lima lajur. Saat ini, satu-satunya bagian jalan yang belum tersentuh pelebaran adalah ruas dari kawasan SP Plaza hingga Simpang Barelang. Pemko Batam berencana untuk menuntaskan pelebaran di seluruh ruas yang masih tersisa agar jaringan jalan utama di Batam semakin optimal.

Dengan adanya proyek ini, diharapkan akses transportasi di Batuaji semakin lancar dan nyaman bagi pengguna jalan. Selain itu, pelebaran jalan juga diharapkan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan mobilitas masyarakat di Kota Batam.

Pemko Batam terus berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur jalan demi kenyamanan dan keselamatan pengendara. Ke depan, pemerintah akan terus berupaya menyelesaikan proyek pelebaran jalan di berbagai titik yang masih membutuhkan peningkatan kapasitas, sehingga Batam dapat memiliki sistem transportasi yang lebih baik. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Progres Pelebaran Jalan R. Suprapto di Batuaji Terus Berlanjut, akan Jadi 5 Lajur pertama kali tampil pada Metropolis.

BWH Hotels Indonesia Menghadirkan Radiance Ramadan: Taste of Paradise – Petualangan Kuliner Ramadan

0

batampos – Menyambut bulan suci Ramadan 1445 H, BWH Hotels Indonesia dengan bangga mengumumkan peluncuran Radiance Ramadhan: Taste of Paradise, sebuah pengalaman kuliner yang istimewa di seluruh unit hotelnya di Indonesia. Dengan tema ini, BWH Hotels Indonesia berkomitmen untuk memberikan pengalaman menginap yang tak terlupakan bagi tamu-tamu yang ingin menikmati perjalanan kuliner yang beragam dan penuh berkah.

Radiance Ramadan: Taste of Paradise bukan hanya sekadar tentang makanan; ini adalah petualangan yang menjelajahi cita rasa dari berbagai budaya. Setiap hotel Best Western Hotels & Resorts Indonesia telah dipersiapkan untuk menyambut tamu dengan beragam fasilitas dan layanan khusus yang dirancang untuk menciptakan atmosfer yang harmonis dan penuh makna selama bulan suci ini.

Dalam suasana yang tenang dan penuh keberkahan, tamu dapat menikmati hidangan berbuka puasa dan sahur yang unik dan menggugah selera. Nikmati pilihan hidangan lokal favorit, menu Barat, serta cita rasa khas Timur Tengah dan masakan dari negara mayoritas Muslim lainnya. Kami juga mengundang koki tamu untuk meracik menu spesial yang akan membuat pengalaman kuliner Anda semakin lengkap. Selain itu, kami juga menyediakan kelas memasak yang mengajarkan cara membuat hidangan khas Ramadan, sehingga Anda dapat membawa cita rasa tersebut ke rumah.

“Kami sangat antusias untuk menghadirkan tema Radiance Ramadan: Taste of Paradise di seluruh unit hotel kami,” ungkap Bapak Firdaus Putra, Director of Sales & Marketing.

“Kami berharap pengalaman ini akan memberikan kenangan yang mendalam bagi tamu yang merayakan Ramadan, di mana mereka dapat menikmati momen kebersamaan di tengah kehangatan dan keramahan yang kami tawarkan.”

Bergabunglah dengan kami untuk merasakan momen-momen berkah penuh cita rasa di Best Western Hotels & Resorts Indonesia. Ciptakan kenangan indah bersama keluarga dan orang-orang tercinta dalam merasa yang penuh sukacita dan damai. Jadikan Best Western Hotels & Resorts Indonesia sebagai tempat Anda merayakan Ramadan dengan pengalaman kuliner yang memanjakan lidah. Selamat menyambut bulan suci Ramadan 1445 H.

(*)

Artikel BWH Hotels Indonesia Menghadirkan Radiance Ramadan: Taste of Paradise – Petualangan Kuliner Ramadan pertama kali tampil pada Lifestyle.