Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 1924

Lapor Pak, Trotoar Mukakuning Rusak Parah

0
Trotoar Mukakuning yang mulai rusak dan tak terurus.
Foto: Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Trotoar di kawasan Mukakuning dalam kondisi rusak parah. Jalur khusus pejalan kaki yang membentang dari Simpang Panbil Mall hingga ke kawasan Rusunawa Mukakuning ini sudah lama tidak mendapat perhatian perbaikan. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena jalur ini merupakan akses utama bagi warga sekitar, terutama para pekerja yang beraktivitas di kawasan industri dan pusat perbelanjaan terdekat.

Setiap pagi dan sore hari, trotoar ini selalu ramai digunakan oleh masyarakat. Namun, banyak pengguna mengeluhkan kondisi infrastruktur yang semakin memburuk. Kerusakan terjadi di berbagai bagian, termasuk atap dan lantai trotoar. Beberapa atap terlihat sudah bolong, bahkan beberapa tiang penyangganya telah hilang.

Selain itu, lantai trotoar juga mengalami banyak kerusakan. Permukaannya berlubang, dan paving block yang seharusnya menjadi alas pijakan banyak yang hilang. Beberapa warga menduga bahwa paving block tersebut sengaja dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Ada yang sengaja mencuri paving block ini. Besi atap juga dipatahkan untuk dijual,” kata Irma, salah satu pengguna trotoar yang tinggal di Rusunawa Pemko Batam Mukakuning. Ia berharap ada tindakan tegas untuk mencegah aksi pencurian material di jalur trotoar ini.

Selain permasalahan infrastruktur, trotoar ini juga dipenuhi oleh pedagang kaki lima. Para pedagang memanfaatkan area pejalan kaki sebagai tempat berjualan, sehingga semakin menyulitkan warga yang melintas. Tak hanya itu, kendaraan bermotor juga kerap diparkir di sepanjang jalur ini, menambah kesemrawutan kondisi trotoar.

Rini, salah satu penghuni Rusunawa Mukakuning, berharap agar pemerintah segera turun tangan mengatasi persoalan ini. Ia menilai kondisi trotoar yang rusak serta dipenuhi pedagang dan kendaraan parkir sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.

Menanggapi keluhan masyarakat, Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air menyatakan telah berkomunikasi untuk mencari solusi atas permasalahan ini. Namun, pengerjaan perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan prioritas dan ketersediaan anggaran.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengatakan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah pelebaran jalan serta normalisasi drainase di kawasan tersebut. Setelah itu, barulah perbaikan trotoar bisa dilakukan secara menyeluruh.

Masyarakat berharap Pemko Batam segera merealisasikan perbaikan trotoar Mukakuning agar jalur pejalan kaki ini kembali aman dan nyaman digunakan. Selain itu, diperlukan juga penertiban terhadap pedagang kaki lima dan kendaraan yang parkir sembarangan agar jalur tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Dengan adanya perbaikan dan penataan yang tepat, trotoar Mukakuning diharapkan bisa kembali menjadi jalur yang nyaman dan aman bagi pejalan kaki, khususnya bagi warga Rusunawa dan pekerja di kawasan industri sekitar. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Lapor Pak, Trotoar Mukakuning Rusak Parah pertama kali tampil pada Metropolis.

Sidang Lanjutan Polisi Gelapkan Barang Bukti Sabu, Saksi dari Propam Polda Kepri Dihujani Ratusan Pertanyaan

0
Saksi dari Propam Polda Kepri saat sidang lanjutan perkara narkotika yang melibatkan mantan 10 anggota polisi Satnarkoba Polresta Barelang di Pengadilan Negeri Batam. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Sidang lanjutan perkara narkotika yang melibatkan mantan 10 anggota polisi Satnarkoba Polresta Barelang kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam. Agenda persidangan adalah 6 saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU).

Proses persidangan agenda keterangan saksi berlangsung cukup alot. Dimana satu saksi saja bisa memberi keterangan selama 4 jam dan dihujani ratusan pertanyaan oleh penasehat hukum para terdakwa. Meski begitu, saksi dari Propam Polda Kepri tampak masih tenang menjawab pertanyaan penasehat hukum

Dalam agenda pemeriksaan saksi, sidang ke 12 terdakwa dibagi menjadi dua sesi. Sidang pertama yakni untuk terdakwa Wan Rahmat, Aryanto, Jaka Surya, Junaidi dan Azis. Sedangkan pada sesi kedua yakni untuk terdakwa Satria Nanda, Fadilla, Sigit, Alex Candra, Zulkifli, Rahmadi, Ibnu Makruf.

Saksi pertama yang memberi keterangan dalam sidang sesi satu yakni Ipda Aryanto Gultom dari Bidang Propam Polda Kepri. Dalam keterangannya, Ipda Aryanto menjelaskan perkara dugaan keterlibatan 10 anggota polisi adalah turunan dari bidang Paminal Polda Kepri.

“Perkara turunan dari Paminal, untuk pemeriksaan awal, menyerahkan barang bukti dan nama-nama terdakwa,” ujar saksi.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan ia mendapati peranan para terdakwa. Yang mana peranan Jaka Surya dan Aryanto mengantarkan sabu yang dijual kepada Azis sebesar Rp400 juta. Uang penjualan sabu itu rencananya dibayarkan untuk informan atas nama SI sebesar Rp400 juta.

“Sabu dijual Rp400 juta untuk pembayaran informan. Informan bernama SI mendapat uang Rp20 juta per kg,” sebut Aryanto.

Selain itu, terdakwa lainnya, yakni Junaidi, Wan Rahmad, Aryanto, Jaka, dan Azis, juga diduga terlibat dalam peredaran 5 kilogram sabu. Barang tersebut dikaitkan dengan kasus 5 kilogram sabu yang berada di Tembilahan dan tengah ditangani oleh Bareskrim. Junaidi disebut mengetahui proses penyusunan rencana peredaran narkoba tersebut.

Dalam persidangan juga diungkap bahwa sabu tersebut dijemput oleh Tim Opsnal yang terdiri atas Sigit, Jaka, dan Ibnu Makruf. Berawal dari pertemuan Mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang pada bulan Mei yang meminta anggota untuk melakukan Operasi Tangkap dalam jumlah besar.

“Ada dua tas, masing-masing isi tas 18 paket. Yang mana barang bukti 35 kilogram diperuntukan untuk perkara Dayat dan Nelly,” jelas aryanto.

Saksi Ipda Aryanto Gultom menyebut bahwa mereka menerima barang bukti dari Paminal (Pengamanan Internal) dan mengaku masih menghormati para terdakwa meskipun terlibat dalam kasus ini. Berkas perkara dalam kasus ini dibagi (split) sesuai dengan kepangkatan masing-masing terdakwa.

“Pada akhir persidangan, terdapat pencabutan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) setelah pembacaan putusan. Mereka membantah menyalahgunakan dan menjual barang bukti narkoba,” tegas Aryanto.

Proses jalannya sidang cukup alot, hingga pukul 16.00 WIB masih satu saksi yang diperiksa dalam sesi pertama. Sedangkan untuk satu sesi ada 6 saksi yang akan diperiksa.

Sebelumnya, dalam sidang yang digelar Kamis (27/2), dua saksi yang dihadirkan mencabut BAP yang diberikan pada saat pemeriksaan di Polda Kepri. Atas dicabutnya BAP, para terdakwa mengucapkan terimakasih kepada saksi.

Diketahui, kasus dugaan tindak pidana narkotika yang menyeret 10 anggota polisi Polda Kepri akhirnya bergulir di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (30/1) sekitar pukul 11.20 WIB. Dimana dua warga sipil yang satu diantaranya mantan anggota polisi juga mengikuti sidang dalam perkara sama dengan agenda pembacaan dakwaan.

Dalam dakwaan, terungkap jika para terdakwa polisi tak hanya menyalahgunakan barang bukti narkoba jenis sabu. Namun juga menjemput 44 kilogram sabu hingga perbatasaan Malaysia, dengan membayar upah tekong Rp20 juta dan upah informan Rp20 juta perkilogram.

Dalam dakwaan menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung antara bulan Juni hingga September 2024. Berawal dari salah satu ruangan Satnarkoba Polrest Barelang.

Kasus bermula dari informasi terkait penyelundupan 300 Kg sabu dari Malaysia yang diperoleh Rahmadi SI seorang informan. Namun, rencana tersebut batal hingga akhirnya muncul informasi baru pada Mei 2024 mengenai masuknya 100 kg sabu ke Indonesia.

Atas informasi tersebut, beberapa terdakwa menggelar pertemuan di One Spot Coffee, Batam, guna membahas distribusi barang haram itu. Awalnya, rencana penyelundupan mengalami kendala, namun setelah Ditresnarkoba Polda Kepri mengungkap kasus narkotika di Imperium, Batam, serta adanya tekanan dari pimpinan Polresta Barelang agar segera mengungkap kasus besar, Satria Nanda diduga memerintahkan timnya untuk kembali menjalankan operasi ini.

Dalam rapat lanjutan, terdakwa Shigit Sarwo Edhi sebagai Kanit memberikan arahan kepada Fadillah dan Rahmadi untuk memastikan eksekusi berjalan lancar. Rencana itu mencakup pembagian 100 Kg sabu, dimana 90 Kg digunakan untuk pengungkapan kasus, sedangkan 10 Kg lainnya diduga disisihkan untuk membayar SI dan keperluan operasional.

Pada akhirnya, strategi tersebut mendapat persetujuan Satria Nanda meski awalnya ia menilai skema itu berisiko tinggi. Hingga akhirnya, pada bulan Juni, beberapa terdakwa menyewa Awang seorang tekong untuk mengambil sabu dari Malaysia. Awang diupah Rp20 juta dan melaju dari Perairan Nongsa, menuju Tanjunguban hingga ke Malaysia.

Awang membawa kapal seorang diri, dikawal oleh beberapa terdakwa (polisi) menggunakan kapal terpisah. Namun diperbatasaan, para terdakwa berhenti. Sedangkan Awang masuk ke perairan Malaysia.

Setelah Awang kembali dari perairan Malaysia, para terdakwa kembali mengawal Awang hingga perairan Nongsa. Sesampai di perairan Nongsa, Awang tetap berada di atas kapal, sedangkan para terdakwa mengambil dua tas besar dan memasukan ke dalam mobil warna silver untuk menuju Satnarkoba Polresta Barelang.

Di Satnarkoba Polresta Barelang, para terdkawa menghitung jumlah sabu di dalam dua tas ada 44 bungkus yang masing-masing tiap bungkus berisi 1 kilogram. Sabu-sabu tersebut kemudian disisihkan 9 bungkus dan disimpan di tempat terpisah.

Untuk 35 bungkus lagi atau 35 kilogram, dilaporkan untuk diekspos dan disetujui oleh Kasat yang saat itu berada di Bandara Hang Nadim Batam.

Dalam pertemuan para terdakwa dan Kasat, Kasat juga sempat mengucapkan selamat kepada para terdakwa karena sudah sukses bekerja. Yang kemudian ditentukan waktu untuk melakukan ekspos perkara nantinya. Para terdakwa kemudian menghubungi Poy (DPO), untuk mencari orang yang akan membawa sabu itu ke Jakarta. Dan Poy mendapatkan 3 orang, yakni Effendi, Nely dan Ade.

Dua diantara kurir adalah pasangan suami istri yang dijanjikan upah Rp150 juta dan Ade yang dijanjikan upah Rp10 juta. Namun dalam aksi itu, para polisi yang semula memiliki barang, melakukan aksi penyergapan kepada ketiganya. Orang suruhan Poy ditangkap di dekat jembatan Barelang dengan barang bukti 35 kilogram sabu.

Tak hanya itu, 9 kilogram sabu yang disisihkan itu kemudian dijual, salah satunya kepada Azis dengan harga Rp400 juta per kilogram. Namun diperjalanan, Azis tak melunasi sisa dari pembelian sabu tersebut. Perbuataan para terdqkwa dijerat dengan pasal 112 ayat 2 UU narkotika jo 132 jo pasal 64 UU narkotika. Atau pasal 114 ayat 2 Jo 132 Jo 64 UU narkotika. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Sidang Lanjutan Polisi Gelapkan Barang Bukti Sabu, Saksi dari Propam Polda Kepri Dihujani Ratusan Pertanyaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Penindakan Satlantas dalam 2 Bulan, 128 Knalpot Brong Disita

0
Knalpot brong didapati saat kegiatan cipta kondisi.

batampos – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Barelang dalam 2 bulan ini menindak 128 unit motor yang menggunakan knalpot brong. Seluruh knalpot tersebut disita dan akan dimusnahkan.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Barelang, Iptu Yelvis Oktaviano mengatakan knalpot tersebut didapati dari kegiatan cipta kondisi (cipkon), khususnya pada akhir pekan.

“Kegiatan cipkon ini tentunya akan memberikan efek jera dan membangun kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran lalulintas lagi,” ujarnya, Senin (3/3)

Yelvis mengaku penindakan ini akan terus dilakukan sesuai perintah Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu. Dengan target, Batam zero knalpot brong.

“Sesuai arahan Bapak Kapolresta, kegiatan ini akan rutin kita lakukan,” katanya.

Yelvis menjelaskan dari 128 motor yang ditindak tersebut didominasi oleh anak remaja, dan pelajar. Untuk sanksinya berupa tilang elektronik (ETLE) mobile.

Diketahui, pengendara yang ditindak harus membayar denda tilang melalui sistem BRIVA di BRI. Kemudian wajib menunjukkan bukti transfer dan membuat pernyataan tidak akan mengulangi pelanggaran yang sama.

Sedangkan untuk pelajar, saat pengambilan kendaraan wajib didampingi oleh orangtua. Seluruh kendaraan yang ditindak kemudian dibawa ke Mapolresta Barelang.

“Seluruh motor kita amankan di Mapolresta Barelang. Untuk mengambilnya, harus memenuhi persyaratan yang ada,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Penindakan Satlantas dalam 2 Bulan, 128 Knalpot Brong Disita pertama kali tampil pada Metropolis.

Menanti Magrib dengan Ngabuburit di Tepi Laut Tanjungpinang

0

Saat bulan Ramadan yang bermakna tiba, berbagai cara dilakukan umat Muslim untuk menunggu waktu berbuka puasa. Di Tanjungpinang, salah satu tradisi atau aktivitas ngabuburit favorit warga adalah menikmati suasana senja di tepi laut.

***

Ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah warga berkumpul di sekitar Taman Tugu Sirih Tanjungpinang, menikmati senja. F. Yusnadi Nazar

Di Indonesia termasuk di Tanjungpinang Ibu Kota Kepri, tradisi ngabuburit (istilah bahasa Sunda yang berarti menunggu waktu berbuka puasa sore hari), menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat bulan Ramadan.

Kegiatan menunggu waktu berbuka puasa ini diisi dengan berbagai aktivitas atau kegiatan positif dan berpahala yang mencerminkan kekayaan budaya dan kebersamaan warga setempat.

Ngabuburit menunggu waktu azan Magrib biasanya diisi dengan membaca Al Qur’an, mengikuti kajian agama atau ceramah di masjid. Ini menjadi cara produktif warga Tanjungpinang untuk menambah wawasan keislaman sekaligus mendapatkan pahala di bulan suci Ramadan.

Kemudian, seiring perkembangan teknologi, cara ngabuburit juga mengalami perubahan. Kini, banyak orang memilih untuk ngabuburit dengan menonton video ceramah, bermain game online, atau berinteraksi di media sosial. Selain itu, ada pula yang mengikuti kelas online atau membaca buku digital sebagai alternatif ngabuburit yang lebih produktif.

Namun ada juga sebagian warga menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di sekitar kota atau mengunjungi pasar dadakan yang menjual aneka makanan berbuka seperti kolak, es cendol, gorengan, dan aneka kue menjadi incaran utama.

Kemudian ada sebagian warga memilih untuk ngabuburit dengan berolahraga ringan, seperti jogging, bersepeda, atau bermain sepak bola. Ini menjadi cara menyenangkan untuk menunggu berbuka sekaligus menjaga kebugaran tubuh.

BACA JUGA: Kampung Ramadan Akan Hadir di Tanjungpinang

Sebagian warga Tanjungpinang yang lain, memilih berkumpul dan bersosialisasi. Ngabuburit sering dijadikan momen untuk berkumpul bersama teman atau keluarga. Banyak yang menghabiskan waktu di taman kota, masjid, atau tempat nongkrong sambil berbincang-bincang ringan.

Salah satu lokasi favorit untuk ngabuburit adalah kawasan tepi laut yang membentang dari Jalan Haji Agus Salim hingga Jalan Hang Tuah Tanjungpinang. Di sini, masyarakat dapat menikmati pemandangan alam laut sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Hamparan laut biru yang tenang, semilir angin sepoi-sepoi, serta panorama matahari terbenam menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin melepas penat sambil menanti azan magrib.

Menjelang sore, kawasan tepi laut Tanjungpinang mulai dipadati warga. Ada yang sekadar duduk santai di bangku-bangku taman, ada pula yang berjalan-jalan di sepanjang pinggir laut.

Dua lokasi favorit ngabuburit di tepi laut Tanjungpinang adalah Taman Gurindam 12 dan Taman Tugu Sirih, yang menyuguhkan pemandangan laut luas dengan latar kapal-kapal yang berlalu lalang.

“Kami suka menunggu waktu berbuka puasa di sini karena suasananya adem dan pemandangannya indah. Kalau cuaca cerah, matahari terbenamnya luar biasa cantik,” kata Ayu, salah seorang warga Tanjungpinang yang datang bersama suami dan anaknya, Sabtu (1/3).

Menurut Ayu, ngabuburit menjadi momen kebersamaan. Bagi sebagian orang, ngabuburit bukan hanya sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi juga menjadi ajang berkumpul bersama keluarga dan teman-teman.

Saat ngabuburit di tepi laut Tanjungpinang, kata Ayu, banyak kelompok anak muda dan remaja yang terlihat bercengkerama, sementara keluarga menikmati waktu santai bersama anak-anak menunggu waktu berbuka puasa.

“Ada juga yang membawa tenda kecil, tikar dan kursi lipat. Ya sambil bersantai menunggu azan Magrib di tepi laut,” ungkapnya.

Selain menikmati keindahan alam, lanjut Ayu, warga juga memanfaatkan momen ngabuburit untuk berburu takjil. Sepanjang jalan di sekitar kawasan tepi laut, banyak pedagang yang menjajakan berbagai kuliner khas Ramadan, seperti otak-otak, laksa, bubur, hingga aneka es segar dan lain sebagainya.

“Kami akhir pekan ya sering ke sini sama keluarga. Sambil ngobrol, menikmati suasana laut, dan tentu saja berburu makanan enak,” kata Ayu yang berprofesi sebagai pegawai pemerintah ini.

Seiring azan magrib berkumandang, warga yang berkumpul di tepi laut Tanjungpinang segera membatalkan puasa dengan air mineral dan makanan berbuka yang sudah dibeli sebelumnya. Senyum kebahagiaan pun tergambar, menutup hari dengan rasa syukur.

Tepi laut Tanjungpinang tak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi tempat penuh kenangan bagi warga yang menghabiskan waktu ngabuburit di tepi laut Tanjungpinang. Ramadan pun terasa semakin bermakna dengan kebersamaan dan kehangatan yang tercipta di setiap senja.

“Alhamdulillah kalau sudah azan Magrib ya kami berbuka sambil menikmati sunset, selesai berbuka kami ke Masjid Raya Al Hikmah untuk salat Magrib,” sebut Ayu.

Tradisi ngabuburit tetap menjadi bagian penting dalam budaya Ramadan di Tanjungpinang. Dengan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan, ngabuburit bukan hanya sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan, menambah ilmu, dan menjalani Ramadan dengan penuh makna.

“Yang terpenting adalah mengisi waktu berbuka puasa dengan hal yang bermanfaat dan membawa kebaikan,” tutup Ayu. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar

Artikel Menanti Magrib dengan Ngabuburit di Tepi Laut Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Tusuk Pelajar, Buruh Bangunan Divonis 3 Tahun Penjara

0
Riyan Riawan saat sidang di Pengadilan Negeri Batam. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Riyan Riawan, terdakwa penganiayaan dengan cara menusuk leher korban yang masih dibawah umur divonis 3 tahun penjara. Tak hanya itu, pria berusia 23 tahun ini juga dijatuhi denda Rp50 juta subsider 6 bulan penjara.

Vonis terhadap Riyan dijatuhkan majelis hakim yang dipimpin Benny Yoga didampingi Fery Irawan dan Irfan dalm sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Batam, Senin (3/3).

Dalam amar putusan hakim Benny menegaskan bahwa perbuataan terdakwa telah terbukti sah dan menyakinkan bersalah, sebagaimana terbukti dalam pasal 80 ayat 2 tentang kekerasan terhadap anak.

“Perbuataan terdakwa tak ada alasaan pemaaf dan pembenar, sehingga sudah seharusnya dihukum sesuai dengan perbuataan,” tegas Benny.

Dijelaskan Benny, hal memberatkan perbuataan terdakwa karena telah meresahkan masyarakat, membuat trauma pada korban dan keluarga. Sedangkan hal meringankan terdakwa menyesali dan berjanji tak akan mengulangi.

“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan 3 tahun penjara dan denda Rp50 juta yang apabila tak dibayar diganti pidana 6 bulan,” sebut Benny.

Atas putusan itu, terdakwa yang berhadapan sidang seorang diri mengaku terima. “terima yang mulia,” ujarnya singkat.
Sedangkan jaksa penuntut umum pikir-pikir. Diketahui, Riyan Riawan, buruh bangunan ditangkap usai menikam seorang pelajar SMP di Batam. Alasan penikaman karena kesal dengan korban yang menggeber geber gas sepeda motor di dekatnya.

Kejadian penikaman itu terjadi pada 19 Oktober 2024 malam. Saat itu, pelaku sedang berkendara sepeda bersama istrinya dari arah alun-alun Engku Putri menuju simpang Frengki.

Saat di perjalanan, pelaku berpapasan dengan korban, VG yang masih berusia 15 tahun. Karena kesal, terdakwa menghampiri korban dan menikam leher korban.

Usai penikaman itu, terdakwa sempat menghilang dan melarikan diri hingga ke Jambi namun berhasil ditangkap. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Tusuk Pelajar, Buruh Bangunan Divonis 3 Tahun Penjara pertama kali tampil pada Metropolis.

Ajang Bergengsi Kontes Layanan Honda 2025 Resmi Dimulai

0

batampos – Ajang bergengsi Kontes Layanan Honda yang diadakan setiap tahun oleh PT Capella Dinamik Nusantara di wilayah Kepulauan Riau kini memasuki tahap awal. Mengusung tema “Lebih Dekat, Lebih Hangat”, kontes ini bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan kualitas layanan Honda sekaligus menghargai dedikasi para petugas Honda yang telah berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada konsumen. (17/2)

Selain itu, seleksi ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan kompetensi dan semangat kerja bagi seluruh petugas Honda, agar dapat terus berkembang dalam industri otomotif.

Seleksi tahap awal ini disambut dengan baik, terbukti dengan partisipasi 70 petugas Honda dari berbagai kategori, yaitu:

  • Front Line People Sales: 39 peserta
  • Deliveryman: 11 peserta
  • Koordinator Sales: 9 peserta
  • Front Line People Non-Sales: 11 peserta

Kriteria utama bagi peserta seleksi ini adalah telah menyelesaikan pelatihan semua modul, memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik, serta telah menjadi karyawan Honda selama minimal satu tahun. Setiap peserta akan menjalani serangkaian tahapan seleksi yang meliputi tes administrasi, tes tertulis, serta sesi wawancara untuk menilai kompetensi dan kualitas pelayanan mereka.

Tony Anggadha, selaku Honda Customer Care & Public Relations PT Capella Dinamik Nusantara, mengatakan, “Kami percaya bahwa seleksi ini bukan hanya sekadar ajang penghargaan, tetapi juga bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Kami ingin setiap petugas Honda merasa dihargai atas dedikasi mereka dalam memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan Honda.”

“Kami berharap, melalui seleksi ini, para petugas Honda semakin mengasah keterampilan mereka sehingga konsumen mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan harapannya,” ungkap Tony Anggadha.

Selain itu, kategori Pimpinan Jaringan Dealer dan Customer Relation Officer akan membuat proyek yang dapat meningkatkan bisnis Honda. Proyek-proyek tersebut akan dinilai oleh panitia, dan masing-masing kategori akan dipilih 6 peserta terbaik. Sementara itu, untuk empat kategori lainnya, akan dipilih 5 peserta terbaik, dan hasilnya akan diumumkan pada akhir Maret mendatang. (*)

Artikel Ajang Bergengsi Kontes Layanan Honda 2025 Resmi Dimulai pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Pangkas Anggaran 37 Persen

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan otorita tetap sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.Langkah ini dilakukan dengan memangkas komponen yang dianggap tidak mendesak tanpa mengganggu jalannya program pembangunan yang telah direncanakan.

Menurut Amsakar, efisiensi yang dilakukan mencapai sekitar 37 persen dari total anggaran BP Batam. Dari sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun, anggaran BP Batam kini menyusut menjadi Rp1,64 triliun. Jumlah ini dipangkas guna memastikan penggunaan dana yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Meski anggaran mengalami pemangkasan signifikan, ia memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur tetap berjalan sebagaimana mestinya. Efisiensi lebih difokuskan pada pengeluaran yang dianggap tidak produktif, bukan pada kegiatan inti yang mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

Salah satu pos anggaran yang terkena pemangkasan adalah dana perjalanan dinas yang dinilai berlebihan. Anggaran untuk perjalanan dinas dikurangi hingga 50 persen sebagai bagian dari upaya penghematan yang lebih luas.

Selain itu, agenda-agenda seremonial yang tidak memiliki dampak langsung terhadap pembangunan juga dipangkas. Menurut Amsakar, efisiensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa anggaran digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar esensial.

Tak hanya itu, bantuan hibah yang dianggap kurang produktif juga turut dipotong. Amsakar menyebut bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Batam.

“Proyek infrastruktur tak terganggu. Ada dana perjalanan dinas yang berlebihan, dipotong 50 persen. Ada agenda-agenda seremonial, potong. Kemudian ada bantuan hibah yang dianggap tidak produktif, potong,” katanya, Senin (3/3).

Meskipun berbagai penghematan dilakukan, kegiatan dan layanan tetap berjalan seperti biasa. Pemangkasan dilakukan secara selektif agar tidak menghambat program yang sudah direncanakan.

“Kegiatannya tetap berjalan, tapi komponen pada pembiayaan itu yang kita pangkas,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Pangkas Anggaran 37 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Berburu Takjil di Pasar Fanindo, Pedagang Raup Untung pada Awal Ramadan

0
Kondisi pasar Fanindo dipadati pengunjung yang ingin membeli takjil.
Foto: Rengga / Batam Pos

batampos – Pasar Fanindo di Batu Aji kembali menjadi pusat perburuan takjil favorit warga Batam saat Ramadan. Setiap sore menjelang waktu berbuka, pasar ini dipadati masyarakat yang berburu aneka makanan dan minuman untuk santapan berbuka puasa.

Dari pantauan di lokasi, berbagai jenis takjil dijajakan pedagang, mulai dari kolak pisang, es buah, cendol, hingga aneka gorengan seperti bakwan dan risoles. Selain itu, makanan berat seperti nasi bungkus, ayam goreng, dan sate juga tersedia bagi warga yang ingin langsung menyantap menu utama setelah berbuka.

Siti (42), salah satu pedagang takjil, mengaku dagangannya laris manis sejak hari pertama Ramadan. Ia menjual berbagai jenis gorengan dan lontong sayur yang selalu diminati pembeli.

“Alhamdulillah, sampai hari ketiga ini baru buka setengah jam sudah banyak yang beli. Biasanya semakin mendekati magrib makin ramai. Ramadan memang jadi momen rezeki bagi kami pedagang,” ujarnya, Senin (3/3).

Antusiasme warga terlihat dari ramainya suasana pasar. Rina (30), seorang warga Batu Aji, mengaku selalu berbelanja takjil di Pasar Fanindo karena banyak pilihan makanan dengan harga terjangkau.

“Di sini lengkap banget. Mulai dari takjil manis sampai makanan berat ada. Harganya juga masih terjangkau, jadi tiap tahun pasti belanja di sini,” katanya.

Tidak hanya pedagang makanan, penjual minuman segar seperti es kelapa muda, es cendol, dan jus buah juga kebanjiran pembeli. Heri (38), seorang penjual es campur, mengatakan bahwa Ramadan menjadi waktu terbaik untuk meraup keuntungan.

“Kalau hari biasa paling jualan sepi, tapi pas Ramadan permintaan naik drastis. Biasanya menjelang buka, antrean makin panjang,” ujarnya.

Keramaian di Pasar Fanindo diperkirakan akan terus meningkat sepanjang Ramadan, terutama menjelang akhir pekan ketika lebih banyak warga berbelanja untuk berbuka bersama keluarga. Meski begitu, kepadatan di area pasar membuat beberapa warga harus berhati-hati agar tidak berdesakan.

Ardi (45), salah satu pembeli, mengingatkan agar warga tetap menjaga ketertiban dan keamanan saat berburu takjil.

“Kadang karena ramai, orang jadi lupa jaga barang bawaan. Jadi kita harus lebih hati-hati,” tutup Ardi. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Warga Berburu Takjil di Pasar Fanindo, Pedagang Raup Untung pada Awal Ramadan pertama kali tampil pada Metropolis.

Sertijab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar-Li Claudia Soroti Masalah Reklame dan Sampah

0
Walikota Batam Amsakar Achamad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra  teken sertijab Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam priode 2025-2030 di kantor Pemko Batam. Acara sertijab disaksikan oleh Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Pratamura. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Serah terima jabatan (sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam digelar pada Senin (3/3), menandai peralihan kepemimpinan di Batam. Acara ini berlangsung sebagai bagian dari mekanisme demokrasi setelah masa jabatan kepala daerah berakhir dan pejabat baru dilantik oleh Presiden.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya menyampaikan sertijab merupakan proses seremonial yang wajib dilakukan dalam pemerintahan. Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan memori tugas kepemimpinan serta penandatanganan berita acara oleh pejabat lama dan baru, disaksikan oleh Wakil Gubernur.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada wali kota sebelumnya atas kebijakan yang telah dijalankan, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Kami juga membuka diri terhadap masukan yang diberikan oleh beliau,” ujarnya.
Selain menyoroti keberlanjutan program pembangunan, ia akan mengambil langkah terkait pemasangan reklame yang tidak tertata di Batam. Ia menyinggung kebijakan Presiden yang keberatan dengan maraknya baliho di pohon-pohon dan reklame yang tidak sesuai tempatnya.
“Ini akan menjadi perhatian khusus. Saya akan mengeluarkan surat edaran kepada OPD teknis dan pihak terkait agar tidak ada lagi pohon yang dipaku dengan baliho. Papan reklame yang tidak pada tempatnya juga akan kita tata ulang,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam sambutannya menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi masalah di kota ini. Ia mengaku telah menerima laporan adanya tumpukan sampah di sejumlah titik, khususnya di wilayah Seipanas.
“Sudah dua hari ini saya mendapat laporan tentang sampah berserakan di jalan. Saya ingin tahu, siapa pejabat yang bertanggung jawab di Seipanas? Tolong segera bereskan, jangan sampai kita malu,” katanya.
Meskipun infrastruktur di Batam sudah membaik, masalah sampah tetap menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Menurutnya, kondisi ini harus segera diatasi agar kota tetap bersih dan nyaman bagi warganya.
“Jalan-jalan kita sudah bagus, tapi sampah masih berserakan. Coba lihat di Seipanas, sampah menumpuk di pinggir jalan. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.
Jika persoalan ini tidak segera ditangani, Li Claudia akan melibatkan pemerintah pusat untuk membentuk satuan tugas khusus. Ia meminta pejabat terkait bergerak cepat menyelesaikan masalah ini tanpa penundaan.
“Saya minta persoalan ini dituntaskan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jangan sampai harus ada tim satgas dari pusat turun tangan,” katanya. (*)
Repoter: Arjuna

Artikel Sertijab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar-Li Claudia Soroti Masalah Reklame dan Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.

Dampak Efisiensi, BP Batam Pangkas Anggaran 37 Persen

0
Walikota Batam/Kepala BP Batam Amsakar Achamad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra memberikan sambutan pada acara sertijab Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam priode 2025-2030 di kantor Pemko Batam.  F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan otorita tetap sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Langkah ini dilakukan dengan memangkas komponen yang dianggap tidak mendesak tanpa mengganggu jalannya program pembangunan yang telah direncanakan.
Menurut Amsakar, efisiensi yang dilakukan mencapai sekitar 37 persen dari total anggaran BP Batam. Dari sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun, anggaran BP Batam kini menyusut menjadi Rp1,2 triliun. Jumlah ini kembali dipangkas guna memastikan penggunaan dana yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Meski anggaran mengalami pemangkasan signifikan, ia memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur tetap berjalan sebagaimana mestinya. Efisiensi lebih difokuskan pada pengeluaran yang dianggap tidak produktif, bukan pada kegiatan inti yang mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
Salah satu pos anggaran yang terkena pemangkasan adalah dana perjalanan dinas yang dinilai berlebihan. Anggaran untuk perjalanan dinas dikurangi hingga 50 persen sebagai bagian dari upaya penghematan yang lebih luas.
Selain itu, agenda-agenda seremonial yang tidak memiliki dampak langsung terhadap pembangunan juga dipangkas. Menurut Amsakar, efisiensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa anggaran digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar esensial.
Tak hanya itu, bantuan hibah yang dianggap kurang produktif juga turut dipotong. Amsakar menyebut bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Batam.
“Proyek infrastruktur tak terganggu. Ada dana perjalanan dinas yang berlebihan, dipotong 50 persen. Ada agenda-agenda seremonial, potong. Kemudian ada bantuan hibah yang dianggap tidak produktif, potong,” katanya, Senin (3/3).
Meskipun berbagai penghematan dilakukan, tetapi kegiatan dan layanan tetap berjalan seperti biasa. Pemangkasan dilakukan secara selektif agar tidak menghambat program yang sudah direncanakan.
“Kegiatannya tetap berjalan, tapi komponen pada pembiayaan itu yang kita pangkas,” ujarnya.  (*)
Reporter: Arjuna

Artikel Dampak Efisiensi, BP Batam Pangkas Anggaran 37 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.