Sejumlah warga berteduh di emperan toko Batu 5 Tanjungpinang saat hujan mengguyur, belum lama ini. F. Yusnadi Nazar
batampos– Hujan disertai angin kencang masih akan mengguyur Kota Tanjungpinang hingga beberapa hari ke depan. Prakiraan cuaca ini berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang.
Prakirawan BMKG Rizqi Nur Fitriani, mengatakan cuaca di Kepri termasuk Tanjungpinang dan Bintan berawan dan masih berpotensi diguyur hujan disertai angin kencang, petir dan kilat pada tanggal 6 April hingga 9 April 2024 mendatang.
Menurut prediksi, adanya belokan angin (shearline) serta konvergensi di wilayah Kepri mendukung pertumbuhan awan-awan hujan. Secara umum kondisi cuaca diperkirakan berawan dan berpotensi terjadi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan kilat berdurasi singkat di hampir seluruh wilayah Kepri.
“Secara umum berawan dan masih berpotensi hujan di seluruh wilayah Kepri,” jelasnya, Minggu (6/4).
Masyarakat, lanjut Rizqi, juga diimbau agar mewaspadai munculnya awan Cumulonimbus yang dapat menimbulkan hujan lebat, angin kencang, terutama pada pagi, siang dan malam hingga dinihari.
“Masyarakat harus tetap waspada dan siaga terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai petir, kilat dan angin kencang,” imbaunya. (*)
Ole Romeny menjadi pencetak gol satu-satunya Timnas Indonrsia melawan Australia. (Dok. PSSI)
batampos – Baru-baru ini gelandang andalan Timnas Indonesia, Thom Haye, membongkar fakta unik tentang ketertarikannya terhadap jersey skuad Garuda versi lengan panjang yang dikenakan oleh Ole Romeny dalam laga melawan Australia. Ia menyampaikan hal ini usai menyelesaikan tugas bersama Timnas Indonesia dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Maret 2025 lalu.
Dalam dua pertandingan terakhir, Timnas Indonesia mengenakan seragam baru musim 2025. Skuad Garuda sempat tumbang dari Australia, namun bangkit dengan meraih kemenangan atas Bahrain. Jersey terbaru ini tersedia dalam dua pilihan – lengan pendek dan lengan panjang atau long sleeve.
Salah satu pemain yang terlihat mengenakan versi lengan panjang adalah Ole Romeny, saat bertanding melawan Australia di Sydney. Ternyata, Thom Haye juga sempat berpikir untuk memilih varian tersebut.
“Anda tahu satu hal yang ingin saya katakan tentang jersey. Ya, yang lebih bagus lagi adalah aku sangat suka yang berlengan panjang,” kata Thom Haye dikutip dari kanal YouTube The Haye Way.
Gelandang Almere City itu menyebut bahwa jersey long sleeve memberikan nuansa yang berbeda dan mengingatkannya pada tren masa lalu yang klasik.
“Karena di masa lalu, seperti kebanyakan tim, itu sangat normal. Semua orang terbiasa bermain dengan baju berlengan pendek atau berlengan panjang dan berlengan panjang. Menurutku, hanya penampilanmu saja. Ya, itu sangat keren,” kata Thom Haye.
“Sepertinya itu memberikan kesan klasik karena dulu semua orang memakai kaos lengan panjang dan kini tren itu cenderung sedikit menghilang,” beber Haye.
Ia pun mencontohkan Real Madrid sebagai salah satu tim yang masih konsisten menampilkan pemain dengan jersey lengan panjang dalam pertandingan-pertandingan mereka.
“Real Madrid semua masih mengenakan seragam panjang dan rasanya sangat klasik. Sangat bagus,” kata Thom Haye.
Setelah mengetahui bahwa jersey Timnas Indonesia juga tersedia dalam versi long sleeve, Thom Haye sebenarnya ingin mencoba mengenakannya. Namun, iklim tropis Jakarta membuatnya harus berpikir ulang.
“Kami juga memiliki lengan panjang. Ya, tapi di Jakarta, saya tidak bisa memakai baju lengan panjang,” kata Thom Haye.
Ia lalu menceritakan perbincangannya dengan Ole Romeny, yang sempat mengenakan jersey lengan panjang saat laga tandang di Stadion Sydney Football Ground pada 20 Maret 2025. Berbeda dengan Thom Haye yang menghindari rasa panas, Romeny tetap nekat tampil bergaya.
“Menurutnya (Ole Romeny) itu sangat keren, dia pikir aku perlu memakai jersey lengan panjang juga. Kemudian kalian bisa lihat di babak pertama dia memakai baju lengan panjang namun di babak kedua, dia mengenakan baju lengan pendek,” kata Thom Haye.
“Dia bilang sepertinya jersey itu keren tapi itu terlalu gerah,” lanjut Thom Haye.
Menariknya, saat pertandingan kandang melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 Maret 2025, baik Thom Haye maupun Ole Romeny sama-sama tidak memakai jersey versi long sleeve.
“Saya berbicara dengannya sebelum pertandingan melawan Bahrain dan saya berkata kepadanya, ‘sebenarnya kamu ingin memakai Jersey lengan panjang, kan?’ Dia berkata, ‘ya, tapi itu tidak mungkin. Itu tidak mungkin’. Jadi dia mengenakan yang lengan pendek,” kenang Thom Haye.
Meskipun belum sempat mengenakannya dalam laga resmi, Thom Haye tetap mengagumi desain jersey Timnas Indonesia rilisan Erspo. Menurutnya, varian long sleeve menambahkan elemen gaya yang membuat jersey semakin menarik.
“Tapi menurutku itu pada dasarnya sudah keren. Jerseynya sendiri sudah keren. Tapi menurutku versi long sleeve. Sungguh menakjubkan,” pungkas Haye. (*)
MASYARAKAT belanja sayur dan bumbu dapur di Pasar Tos 3.000, Lubukbaja, Batam, belum lama ini. Harga-harga naik selama momen lebaran. F. DALIL HARAHAP/BATAM POS
batampos – Sejumlah komoditas pangan mengalami tren kenaikan harga pada saat lebaran ini. Khususnya cabai merah dan bawang putih. Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan memprediksi harga kembali normal sepekan atau H+7 lebaran.
Di akhir bulan Puasa lalu, harga cabai merah di sejumlah pasar besar di Jakarta menyentuh Rp 130 ribu/Kg. Kemudian harga bawang putih juga meroket sekitar Rp 60 ribu/Kg. Lalu harga daging sapi bertengger di angka Rp 140 ribu/Kg.
Zulkifli mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan itu dipicu permintaan yang tinggi. “Menjelang lebaran permintaan ada kenaikan,” kata Zulkifli.
Di sisi lain, aktivitas memetik cabai atau panen berkurang karena petani menghadapi masa lebaran. Untuk itu, pria yang akrab disapa Zulhas memprediksi harga berangsur kembali stabil pada H+7 lebaran.
“Permintaan kembali menurun, sementara aktivitas panen kembali bergeliat di sentra-sentra petani,” papar Zulkifli.
Ketua Umum PAN itu juga mengatakan daya beli masyarakat pada lebaran tahun ini tidak mengalami perbedaan yang signifikan dibanding lebaran tahun lalu. Justru menurut dia, harga kebutuhan pokok pada tahun lalu mengalami lonjakan yang cukup tinggi.
“Sementara itu pada Idulfitri tahun ini, kebutuhan pangan pokok seperti beras harganya stabil,” tandas Zulkifli. (*)
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi pada Senin (7/4) atau H+6 Idulfitri 1446 H. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, perusahaan pelat merah ini telah menyiapkan sejumlah langkah guna menjamin kelancaran dan kenyamanan perjalanan laut.
Ilustrasi. Suasana di RSUD Embung Fatimah Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Setelah sempat ditutup selama masa libur Lebaran, layanan poli klinik rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batu Aji akan kembali dibuka pada Senin, 8 April. Hal ini disampaikan oleh pihak rumah sakit melalui bagian Humas, Ellin Sumarni, pada Sabtu (6/4).
Pasien yang memiliki jadwal pengobatan rutin di poliklinik rawat jalan sudah dapat kembali melakukan pendaftaran seperti biasa. Sistem pelayanan akan kembali beroperasi penuh seperti sebelum libur panjang berlangsung.
Tidak hanya pasien lama, pasien baru yang ingin mendapatkan layanan di poli rawat jalan juga akan kembali dilayani secara normal. Pihak RSUD memastikan bahwa seluruh pelayanan berjalan seperti sediakala.
Penutupan layanan poli rawat jalan ini dimulai sejak 28 Maret lalu, seiring dengan dimulainya cuti bersama dan libur Lebaran. Meski begitu, RSUD tetap memberikan layanan darurat dan rawat inap selama masa liburan.
Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin Sumarni, menyampaikan bahwa selama libur Lebaran, pelayanan medis hanya terpusat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Kami tetap melayani pasien yang membutuhkan penanganan darurat, sementara poli rawat jalan memang diliburkan,” ujarnya.
Layanan rawat inap juga tetap dibuka seperti biasa selama masa libur. Pasien yang menjalani perawatan di ruang rawat inap tetap mendapatkan layanan penuh dari tim medis rumah sakit.
Dengan berakhirnya masa cuti bersama Lebaran, seluruh layanan medis di RSUD Embung Fatimah kembali normal. Aktivitas pelayanan kesehatan akan berlangsung seperti hari-hari biasa mulai Senin esok.
RSUD Embung Fatimah berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan dibukanya kembali layanan poli rawat jalan, diharapkan kebutuhan medis masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. (*)
Kondisi gelapnya Jalan Bintan Center Tanjungpinang saat malam hari akibat PJU padam, Sabtu (5/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Sejumlah ruas jalan protokol di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri gelap saat malam hari. Kondisi ini disebabkan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang harusnya menerangi jalan-jalan tersebut padam.
Pantauan Batam Pos, penerangan jalan yang padam tersebut berada di Jalan D.I Panjaitan batu 9, kemudian Jalan WR Supratman, Jalan Bintan Center dekat Terminal Sei Carang dan Jalan arah Tanjung Uban dekat Tugu Tangan.
Jalan protokol dua jalur tersebut hanya sedikit diterangi oleh cahaya lampu yang berasal dari ruko-ruko pinggir jalan. Gelap gulitanya jalan tersebut, membuat pengendara yang rutin melintas mengeluh.
Pengendara yang melintas di sejumlah jalan protokol tersebut pun harus ekstra hati-hati, karena minimnya penerangan. “Sudah beberapa malam lampu di jalan ini padam. Jadi jalan utama gelap, kita jadinya harus hati-hati,” kata Rina, pengendara yang rutin melintas di Jalan Bintan Center.
Rina mengaku khawatir jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan lalulintas akibat penerangan jalan umum yang padam tersebut. Terlebih lagi, jalan protokol tersebut ramai dilewati oleh pengendara, yang mengendarai kendaraan dengan kecepatan kendaraan yang cukup tinggi.
“Saya jadi takut bawa motor malam-malam. Jalan gelap, makin nggak kelihatan apa-apa. Apalagi di Jalan arah tugu tangan, itu sangat gelap sekali,” tambahnya.
Sementara pengendara lainnya, Heru menyampaikan bahwa gelapnya jalan protokol dapat membahayakan nyawa para pengendara. Ia berharap, pemerintah setempat dapat menyalakan kembali PJU yang biasanya menerangi jalan-jalan tersebut saat malam hari.
“Jika memang rusak, ya segeralah memperbaiki lampu jalan yang padam. Ink kan demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan juga,” pungkasnya. (*)
Suasana kedatangan penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang. (f. Rengga Y / Batam Pos)
batampos – Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam, mulai dipadati penumpang yang kembali dari kampung halaman usai merayakan Idulfitri. Arus balik mulai meningkat sejak Kamis (3/4), dan mencapai puncaknya pada Sabtu (5/4) serta Minggu (6/4), dengan ribuan pemudik tiba dan berangkat melalui pelabuhan utama antarwilayah di Kota Batam tersebut.
Berdasarkan data Pos Kesyahbandaran Domestik Sekupang, pada Kamis (3/4) tercatat 43 kapal tiba dengan total penumpang sebanyak 5.298 orang. Sementara itu, 44 kapal berangkat membawa 2.738 penumpang.
Angka ini meningkat pada Jumat (4/4), dengan 43 kapal datang membawa 5.372 penumpang, dan 44 kapal berangkat mengangkut 2.063 penumpang. Puncak lonjakan terjadi pada Sabtu (5/4), ketika 42 kapal datang dengan 6.164 penumpang, dan 43 kapal berangkat membawa 2.339 penumpang.
“Untuk data per hari ini masih kita rekap karena beberapa kapal tiba pada sore hari. Rute terbanyak tetap Batam–Dumai dan Dumai–Batam. Ini sudah kami prediksi sejak awal, dan kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan semua perjalanan berlangsung aman dan lancar,” ujar Kepala Pos Kesyahbandaran Domestik Sekupang, Samosir Parsaoran, saat ditemui di area pelabuhan, Minggu (6/4).
Pantauan Batam Pos di lokasi, suasana pelabuhan sudah mulai ramai sejak pukul 14.00 WIB. Penumpang yang baru tiba terlihat membawa berbagai barang bawaan, mulai dari koper, tas besar, hingga oleh-oleh khas kampung. Di area keberangkatan, antrean penumpang tampak tertib mengular menuju ruang tunggu kapal. Suasana makin padat menjelang sore hari.
Petugas gabungan dari Kesyahbandaran, kepolisian, dan TNI tampak berjaga di beberapa titik. Mereka membantu mengatur arus keluar-masuk penumpang serta memeriksa kelayakan kapal sebelum keberangkatan.
“Setiap kapal diperiksa secara rutin, termasuk jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas,” jelas Samosir.
Sebagian besar penumpang mengaku memilih kembali ke Batam lebih awal karena harus segera kembali bekerja pada hari Senin.
“Saya berangkat dari Dumai tadi pagi. Sengaja balik hari ini karena Senin sudah masuk kerja,” ujar M. Rizal, warga Batu Ampar. Ia mudik ke Dumai bersama istri dan anaknya, dan mengaku bersyukur bisa mendapatkan tiket lebih awal.
Lain halnya dengan Lilis (32), seorang ibu rumah tangga asal Tanjung Piayu yang mudik ke kampung halamannya di Bagansiapiapi, Rokan Hilir. Ia memilih kembali lebih cepat karena khawatir dengan lonjakan penumpang yang diperkirakan akan makin padat.
“Kalau nunggu sampai hari Senin, pasti makin ramai. Takut enggak dapat tiket dan repot bawa anak-anak. Jadi kami balik hari ini, sekalian istirahat dulu sebelum anak-anak mulai sekolah lagi,” katanya.
Warga lain, Adit (25), seorang karyawan swasta di Batam Center, mengatakan tiket kapal menuju Batam sempat sulit didapat dua hari terakhir. Ia harus mengantre sejak subuh di Pelabuhan Dumai untuk memastikan bisa kembali bekerja Senin pagi.
“Ramai sekali di pelabuhan sana, banyak yang buru-buru balik. Untung saya dapat tiket pagi tadi, kalau tidak bisa terlambat masuk kerja,” ujar Adit.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dalam beberapa hari ke depan, Pos Kesyahbandaran telah berkoordinasi dengan operator pelayaran terkait kemungkinan penambahan jadwal kapal. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan.
“Jika memang dibutuhkan, akan kami dorong adanya extra trip. Tapi tetap mengedepankan aspek keselamatan. Kami tidak ingin karena buru-buru, kapal dioperasikan dalam kondisi tidak layak,” tegas Samosir.
Pihak pelabuhan memperkirakan arus balik masih akan berlangsung hingga H+5 Idulfitri, mengingat banyak pekerja kantoran dan karyawan swasta yang baru akan kembali setelah libur selesai.
Hingga Minggu sore, arus penumpang masih terlihat stabil. Petugas tetap bersiaga di titik-titik krusial, termasuk ruang tunggu, dermaga, hingga pintu kedatangan.
“Semoga semua pemudik bisa kembali ke Batam dengan selamat, dan semua aktivitas masyarakat bisa berjalan normal kembali setelah libur panjang,” tutup Samosir. (*)
Arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/ 2025 Masehi di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun. f.sandi
batampos– Puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/ 2025 Masehi sudah mulai terlihat di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun sejak Sabtu (5/4) dan Minggu (6/4). Khususnya untuk penumpang domestik dan internasional tujuan ke Malaysia.
Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai karimun, Caotain Supendi yang dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, untuk arus balik Hari Raya Idul Fitri memang sudah terlihat padat sejak sabtu (5/4) dan hari ini (Minggu, red). ”Pada Sabtu itu penumpang yang berangkat meninggalkan Karimun sebanyak 10.976 orang dan yang tiba atau datang sebanyak 7.854 orang. Jumlah ini berdasarkan data keberangkatan penumpang dalam satu hari. Baik tujuan lokal dan internasional,” ujarnya.
Dikatakannya, jika dihitung dari keberangkatan penumpang sejak dimulainya Angkutan Laut Lebaran 2025 yang dilaksanakan KSOP kelas I Tanjungbalai Karimun pada Jumat, 21 Maret 2025 lalu, jumlah penumpang yang berangkat sampai dengan Sabtu (5/4) sebanyak 108.073 orang., Kemudian, yang tiba di Karimun 134.833 orang.
”Selama arus mudik dan sampai dengan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi melalui Pelabuhan di Tanjungbalai Karimun berjalan lancar. Patut kita syukuri kerja sama dan sinergitas dengan seluruh instansi terkait yang bersama-sama terlibat dalam mensukseskan angkutan lebaran tahun ini semua penumpang berangkat sampai dengan selamat di tujuan. begitu juga penumpang yang tiba dalam keadaan aman. Kondisi pelabuhan yang padat, namun keberangkatan tetap dalam keadaaan lancar,” ungkap Captain Supendi.
Ditambahkannya, selama pelaksanaan arus mudik dan balik tahun ini prediksi tambahan atau peningkatan penumpang memang terbukti. Untuk itu, dengan meningkatnya jumlah penumpang yang akan berangkat, maka perusahaan pelayaran melakukan ekstra trip atau tambahan kapal berangkat untuk penumpang yang tridak terangkut.
”Selama arus mudik dan arus balik ini, ekstra trip untuk keberangkatan kapal sebanyak 40 kali. Sebagian besar tujuan ke Provinsi Riau. Seperti ke Selatpanjang, Tanjung Buton dan Tanjung Samak. Termasuk juga tujuan ke Batam. Bahkan, tujuan dari luar negeri juga ada ekstra trip. Khususnya, tujuan ke Kukup, Johor Baharu, Malaysia,” tutup Supendi. (*)
batampos – Penemuan mayat pria di jurang hutan Tiawangkang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kamis (27/3), masih menjadi misteri. Tim gabungan dari Polresta Barelang, Polsek Bengkong, dan Polsek Sagulung hingga kini terus mendalami kasus ini. Mayat pria yang ditemukan dalam kondisi membusuk itu mengundang perhatian warga setempat dan menjadi perbincangan hangat.
Identitas korban belakangan diketahui berinisial Tl, seorang warga Bengkong yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polsek Bengkong. Meski sempat beredar informasi bahwa korban merupakan korban pembunuhan, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematiannya.
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, saat dikonfirmasi pada Minggu (6/4), menjelaskan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar belum dapat dipastikan kebenarannya sebelum ada hasil penyelidikan lebih lanjut.
“Intinya masih terus kami dalami. Jenazah sudah diserahkan kembali ke pihak keluarga setelah proses pemeriksaan medis selesai dilakukan. Sementara itu saja yang bisa saya sampaikan. Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” ujar Aris kepada wartawan.
Warga Kampung Tiawangkang sebelumnya dibuat geger dengan penemuan jasad pria dalam kondisi mengenaskan di dalam jurang kawasan hutan. Bau menyengat yang tercium warga menjadi awal dari penemuan mayat tersebut, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.
Setelah dilakukan evakuasi dan pemeriksaan awal, jenazah dipastikan merupakan pria dewasa. Kondisi tubuh korban yang telah membusuk menyulitkan proses identifikasi awal. Namun, hasil penyelidikan lanjutan memastikan bahwa korban adalah Tl, warga Bengkong yang sebelumnya dinyatakan hilang.
Pihak kepolisian kini masih menunggu hasil forensik lengkap untuk memastikan penyebab kematian. Dugaan bahwa korban dibunuh masih menjadi salah satu kemungkinan yang tengah ditelusuri oleh penyidik. Polisi juga sedang memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti di sekitar lokasi penemuan.
Jika terbukti korban meninggal akibat tindakan kriminal, polisi berjanji akan mengusut tuntas pelakunya. Hingga kini, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang dapat mengganggu proses penyelidikan yang sedang berlangsung. (*)
Petugas dari Pos Polisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban menerima laporan dari para calon penumpang kapal RoRo yang nyaris menjadi korban penipuan. F.Kiriman Muslimin untuk Batam Pos.
batampos– Sejumlah calon penumpang kapal RoRo di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan nyaris menjadi korban penipuan tiket palsu yang ditawarkan melalui media sosial facebook.
Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat (4/4/2025).
Saat itu, para calon penumpang ditawari tiket RoRo dan dijanjikan bisa menyeberang ke Telagapunggur, Batam.
Namun, saat tiba di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, petugas mencurigai tiket yang mereka sodorkan palsu.
Petugas sempat mengira mesin di loket yang bermasalah atau sistem lagi pemeliharaan.
Petugas kemudian mengirim barcode tiket ke pusat untuk dicek.
Ternyata, barcode tiketnya paslu.
Setelah dimintai penjelasan, mereka mengaku mendapat tiket dari facebook.
Para calon penumpang itu membawa 6 mobil, dimana 4 mobil masih dalam satu keluarga, sedangkan 2 mobil sudah beda keluarga.
Kepala Pos Polisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Iptu Muslimin membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari tiga orang calon penumpang RoRo yang nyaris menjadi korban penipuan tiket palsu.
“Mereka 6 mobil, tapi ada yang masih keluarga dan ada yang bukan. Satu orang ada 3 mobil, kemudian ada 2 mobil dan 1 mobil,” kata dia.
Awalnya para korban mencari tiket kapal RoRo online untuk mobil melalui aplikasi resmi ferizy, namun kuota sudah habis dipesan.
Salah satu korban kemudian mencari tiket online di medsos setelah mendapat saran dari temannya yang pernah berhasil membeli tiket di facebook.
Setelah melakukan pencarian di medsos facebook, mereka ditawari tiket RoRo seharga Rp 315 ribu per mobil dan ditambah Rp 50 ribu sebagai uang jasa.
Meskipun sempat curiga, mereka belum sempat membeli tiket yang ditawari karena ingin memastikan terlebih dahulu dengan menscan barcode.
“Mereka baru mau bayar kalau tiketnya berhasil discan,” katanya.
Namun karena barcodenya tidak bisa discan, mereka akhirnya melaporkan kejadian itu.
“Mereka tidak dirugikan uang tapi waktu,” kata dia.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan tidak tergiur membeli tiket di medsos.
“Jangan beli di medsos, belilah di aplikasi resminya untuk menghindari penipuan,” imbuhnya. (*)