
batampos – Kota Batam mencatat inflasi sebesar 2,81 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada April 2025. Inflasi ini didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas utama, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat naik dari 106,22 pada April 2024 menjadi 109,21 pada April 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, menyampaikan bahwa inflasi y-on-y dipicu oleh kenaikan harga pada delapan dari sebelas kelompok pengeluaran utama. Kenaikan terbesar tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,49 persen dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,14 persen.
“Komoditas penyumbang inflasi paling dominan berasal dari emas perhiasan, tarif listrik, cabai merah, sewa rumah, santan segar, minyak goreng, hingga beras. Kenaikan harga-harga ini menjadi faktor pendorong utama terjadinya inflasi di Batam pada April 2025,” ujar Eko, Minggu (4/5).
Kelompok pengeluaran lain yang turut menyumbang inflasi adalah pakaian dan alas kaki (naik 1,75 persen), perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (naik 3,49 persen), kesehatan (naik 0,27 persen), transportasi (naik 0,45 persen), rekreasi dan budaya (naik 0,91 persen), serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (naik 2,33 persen).
Namun demikian, masih terdapat kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni kelompok pendidikan (turun 1,45 persen), informasi dan komunikasi (turun 0,30 persen) serta perlengkapan rumah tangga (turun 0,20 persen).
Inflasi bulanan (month to month/m-to-m) Kota Batam pada April 2025 tercatat sebesar 0,38 persen. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan IHK dari 108,80 pada Maret 2025 menjadi 109,21 pada April 2025. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 1,39 persen.
Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi m-to-m antara lain emas perhiasan, cabai merah, santan segar, daging ayam ras, pemeliharaan kendaraan, sewa rumah, dan sepeda motor.
Di sisi lain, sejumlah komoditas turut menyumbang deflasi baik secara tahunan maupun bulanan. Untuk y-on-y, komoditas seperti telur ayam ras, angkutan udara, bawang merah, tomat, dan bensin tercatat menurun. Sedangkan untuk m-to-m, komoditas seperti cabai rawit, kangkung, wortel, dan tarif pulsa ponsel menjadi penyumbang penurunan harga.
“Meski terdapat tekanan dari beberapa komoditas, namun secara umum tingkat inflasi Batam pada April 2025 masih terkendali dan berada dalam tren yang lebih rendah dibanding dua tahun sebelumnya,” pungkas Eko. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra
Artikel Inflasi Batam April 2025 Capai 2,81 Persen, Emas dan Tarif Listrik Jadi Penyumbang Utama pertama kali tampil pada Metropolis.


batampos – Polytron, siap mengejutkan industri otomotif nasional. Perusahaan asal Kudus ini akan meluncurkan mobil listrik pertama mereka pada 6 Mei 2025, bertepatan dengan perayaan 50 tahun keberadaan mereka di Indonesia.
batampos – Dua kelompok terbang pertama dari Embarkasi Batam (BTH), masing-masing membawa 445 jemaah calon haji (JCH), telah mendarat dengan aman di Madinah. Kloter pertama tiba pada Jumat (2/5) siang waktu Arab Saudi, disusul kloter kedua pada Sabtu (3/5) siang.




batampos — MG Motor Indonesia kembali unjuk gigi dalam pameran kendaraan listrik terbesar di Indonesia, Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025, yang digelar di JIExpo Kemayoran pada 29 April – 4 Mei 2025. Mengusung semangat “Our Power, Our Planet”, kehadiran MG menjadi simbol nyata komitmen mereka dalam mendukung percepatan transisi energi bersih dan elektrifikasi kendaraan nasional.
