Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 196

ASN WFH Tiap Jumat, Kemenag Batam Jamin Pelayanan Aman

0
Kepala Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan.

batampos – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam memastikan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat tidak mengganggu layanan kepada masyarakat.

Kepala Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, mengatakan pihaknya telah menerapkan kebijakan tersebut sesuai arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

“WFH sudah kita laksanakan sesuai arahan Pak Menteri,” ujarnya, Minggu (5/4).

Ia menegaskan, seluruh layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap berjalan normal. Mulai dari pencatatan nikah, legalisasi buku nikah, hingga berbagai layanan keagamaan lainnya tetap tersedia tanpa hambatan.

“Tidak mengganggu. Layanan tetap berjalan seperti biasa,” tegasnya.

Menurutnya, pengaturan WFH dilakukan secara fleksibel di internal kantor agar pelayanan tetap optimal. Petugas layanan tetap disiagakan di kantor, sehingga masyarakat tidak terdampak oleh penyesuaian sistem kerja tersebut.

Selain itu, Kemenag Batam juga mulai mengoptimalkan layanan berbasis digital untuk mendukung efektivitas kerja ASN sekaligus memudahkan akses masyarakat.

“Kita atur agar layanan tetap maksimal, termasuk dengan memanfaatkan layanan digital,” tambahnya.

Kebijakan WFH ini merupakan bagian dari penyesuaian sistem kerja ASN yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan mendorong pola kerja yang lebih adaptif. Meski demikian, Kemenag Batam menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kualitas pelayanan publik sebagai prioritas utama.

Kebijakan WFH ini mengacu pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN dalam rangka percepatan transformasi tata kelola pemerintahan. Meski ada penyesuaian pola kerja, Kemenag menekankan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.

Dalam keterangannya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penyesuaian sistem kerja tidak boleh menurunkan kualitas layanan.

“Pelayanan publik adalah prioritas utama. Penyesuaian sistem kerja, termasuk WFH, tidak boleh mengurangi kualitas layanan. Layanan harus tetap hadir, mudah diakses, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.

Instruksi ini berlaku untuk seluruh satuan kerja Kemenag, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pengaturan teknis pelaksanaan WFH diserahkan kepada masing-masing pimpinan satuan kerja dengan mempertimbangkan karakteristik layanan.

Tak hanya itu, prinsip inklusivitas juga menjadi perhatian. Layanan publik harus tetap ramah dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.

Di sisi lain, kebijakan WFH ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih adaptif sekaligus mendorong efisiensi energi. Salah satunya melalui pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga maksimal 50 persen serta optimalisasi rapat daring untuk mengurangi mobilitas.

“Kita ingin membangun kebiasaan kerja yang lebih adaptif sekaligus mendorong pola hidup hemat energi. Pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari solusi agar pekerjaan tetap berjalan optimal,” tambahnya. (*)

Artikel ASN WFH Tiap Jumat, Kemenag Batam Jamin Pelayanan Aman pertama kali tampil pada Metropolis.

Inflasi Singapura-Malaysia Dorong Lonjakan Wisman ke Batam, Belanja Murah Diserbu

0
Wisman saat belanja di Mega Mall Batamcentre. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kenaikan biaya hidup di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia mulai memunculkan pola baru dalam arus kunjungan wisatawan ke Batam. Kota ini tak lagi sekadar menjadi destinasi singgah, tetapi perlahan menjelma sebagai “ruang pelarian ekonomi” bagi warga seberang yang mencari harga lebih terjangkau.

‎Di Singapura, inflasi makanan pada Februari 2026 tercatat naik menjadi 1,6 persen dari sebelumnya 1,2 persen.

‎Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas utama seperti sereal, daging, hingga buah-buahan. Di saat yang sama, harga bahan bakar minyak (BBM) juga melonjak hingga sekitar SGD 2,35 atau setara Rp31.000 per liter.

Baca Juga: PHRI: Okupansi Hotel Batam Naik, Wisatawan Malaysia Dominan ‎ 

‎Sementara di Malaysia, meski inflasi makanan relatif stabil di kisaran 1,3 hingga 1,5 persen, tekanan harga tetap terasa. Harga komoditas utama seperti minyak sawit (CPO) diprediksi meningkat hingga RM 4.500 per ton pada 2026, diikuti tren kenaikan harga BBM.

‎Di tengah situasi tersebut, Batam justru memetik dampak positif.

‎Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar), Ardiwinata, menyebut tren kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) mengalami peningkatan, terutama untuk tujuan berbelanja.

‎Menurutnya, kondisi ini terjadi secara alamiah. Ketika harga kebutuhan di negara asal meningkat, Batam menjadi alternatif karena mampu menyediakan barang dengan harga yang lebih terjangkau.

‎“Secara alamiah, dengan kebutuhan dan kenaikan harga di negara mereka, justru mereka memilih ke Batam untuk mencari yang lebih terjangkau,” ujar Ardi saat dihubungi Batam Pos, Minggu (5/4) siang

‎Ardi mengaku, fenomena tersebut terlihat langsung di lapangan. Ia mendapati banyak wisatawan, khususnya dari Singapura, berbelanja dalam jumlah besar di pusat-pusat perbelanjaan.

‎“Saat saya tanya kenapa memilih Batam, karena di sini lebih murah,” katanya.

‎Ia bahkan menyebut aktivitas belanja wisatawan asing semakin terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan besar.

‎“Jelas harga kita lebih bersaing. Di Grand Batam banyak sekali orang Singapura berbelanja, hasil pantauan saya kemarin,” tambahnya.

‎Dengan kondisi ini, Pemerintah Kota Batam optimistis target kunjungan wisman sebesar 1,7 juta pada 2026 dapat tercapai.

‎Optimisme tersebut tidak hanya didorong oleh faktor eksternal seperti kenaikan biaya hidup di negara tetangga, tetapi juga oleh upaya pembenahan sektor pariwisata di dalam negeri.

‎Menurut Ardi, pemerintah terus menindaklanjuti kebijakan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, dalam memperkuat infrastruktur dan fasilitas pendukung pariwisata.

‎“Fasilitas kita terus disiapkan, jalan diperlebar, tempat hiburan, restoran, dan hotel juga dibangun. Jadi sangat luar biasa,” katanya.

‎Ia menegaskan, pembangunan pariwisata tidak hanya bertumpu pada akses, tetapi juga akselerasi program dan penguatan event sebagai daya tarik utama.

‎Berbagai kegiatan pun terus digencarkan untuk menarik kunjungan, baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara.

‎“Tadi malam ada 180 orang seniman dari beberapa kota di Indonesia, mereka baca puisi. Namanya Nadin Festival,” ujarnya.

‎Di tengah dinamika ekonomi regional, Batam seperti menemukan perannya sendiri, bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai ruang hidup alternatif bagi warga lintas negara yang mencari keseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan. (*)

Artikel Inflasi Singapura-Malaysia Dorong Lonjakan Wisman ke Batam, Belanja Murah Diserbu pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus DBD di Dabo Lama Naik, 19 Warga Terjangkit, Lingkungan Jadi Sorotan

0
Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesty Ningrum. F. Vatawari/Batam Pos

batampos — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di wilayah kerja Puskesmas Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga.

Dalam beberapa waktu terakhir, tercatat sebanyak 19 kasus DBD yang tersebar di Kampung Baru, Desa Batu Berdaun.

Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesti Ningrum, merinci sebaran kasus berada di sejumlah wilayah, yakni RW 3 sebanyak 10 kasus, RW 2 enam kasus, RW 1 dua kasus, dan RW 5 satu kasus.

Baca Juga: Warga Resah Isu BBM Langka, Pemkab Lingga Tegur Kios Penahan Stok

Menyikapi kondisi tersebut, petugas kesehatan langsung melakukan langkah penanganan, salah satunya melalui fogging di wilayah terdampak.

“Fogging sudah dilakukan dua siklus di lokasi berbeda. Hari ini di RW 003, dilanjutkan ke RW 002,” ujarnya, Minggu (5/4).

Namun, pelaksanaan fogging tidak serta-merta dilakukan tanpa persiapan. Petugas menemukan kondisi lingkungan di sejumlah titik masih kurang bersih, sehingga berpotensi mengurangi efektivitas penyemprotan.

“Saat pengecekan awal, masih banyak lingkungan yang belum bersih. Karena itu dilakukan gotong royong ulang sebelum fogging,” jelasnya.

Puskesmas menegaskan, fogging hanya bersifat sementara karena hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan telur maupun jentik.

Baca Juga: Rakor PAKEM Lingga: Kondisi Keagamaan Aman, Pengawasan Media Sosial Diperketat

Karena itu, upaya utama yang harus dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui kebersihan lingkungan.

Warga diimbau untuk rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah terbuka, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar guna menekan penyebaran DBD.

“Peran masyarakat sangat penting. Tanpa itu, kasus DBD akan terus berulang,” tegas Hesti. (*)

Artikel Kasus DBD di Dabo Lama Naik, 19 Warga Terjangkit, Lingkungan Jadi Sorotan pertama kali tampil pada Kepri.

Pekerjakan 29 TKA Ilegal, Perusahaan di Batam Didenda Rp330 Juta

0
Satgas Pengawasan TKA Disnakertrans Kepri saat melakukan sidak di PT. SBI Batam beberapa waktu lalu. F. Disnakertrans Kepri untuk Batam Pos

batampos — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp330 juta kepada perusahaan di Batam setelah terbukti mempekerjakan puluhan tenaga kerja asing (TKA) tanpa izin.

Perusahaan tersebut adalah PT SBI yang kedapatan mempekerjakan 29 TKA tanpa dokumen resmi.

Ketua Satgas Pengawasan TKA, John Barus, mengatakan pelanggaran tersebut terungkap saat tim melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada 26–27 Maret lalu.

Baca Juga: Ekspor Batam Turun 3,67 Persen di Awal 2026, Impor Tumbuh 10,20 Persen

Dalam pemeriksaan di lokasi, seluruh TKA yang ditemukan tidak memiliki dokumen Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), yang menjadi syarat wajib sebelum mempekerjakan tenaga kerja asing di Indonesia.

“Dari pengakuan mereka, ada yang baru datang, sebagian lainnya sudah bekerja satu hingga tiga bulan,” ujarnya, Minggu (5/4).

Atas pelanggaran tersebut, perusahaan dikenai denda administratif sebesar Rp330 juta. Pembayaran dilakukan melalui rekening Kementerian Keuangan sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

John menambahkan, PT SBI merupakan subkontraktor dalam proyek pembangunan PLTU di Pulau Setokok, kawasan industri Batam.

Baca Juga: Apindo Dukung Kebijakan WFH, Implementasi di Batam Tidak Luas

Disnakertrans Kepri mengingatkan seluruh perusahaan, khususnya di Batam, untuk tertib administrasi sebelum mempekerjakan TKA.

Selain sanksi denda, pelanggaran serupa juga berpotensi berujung pada deportasi tenaga kerja asing dan pencantuman dalam daftar hitam.

“Perusahaan harus patuh aturan. Jika melanggar, konsekuensinya jelas, termasuk deportasi dan blacklist bagi TKA,” tegasnya. (*)

Artikel Pekerjakan 29 TKA Ilegal, Perusahaan di Batam Didenda Rp330 Juta pertama kali tampil pada Metropolis.

Ombudsman Terima Laporan Baru: Satu WNA Mengaku Dipungli di Pelabuhan Batam Center

0
Sejumlah wisatawan asal Singapura terlihat saat tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Minggu (5/4). Foto. M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (RI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menerima laporan dugaan pungutan liar (pungli) yang menimpa sala satu warga negara asing (WNA) saat hendak masuk ke Batam.

‎Kasus ini disebut terjadi di Pelabuhan Internasional Ferry Batam Center pada Februari 2026 lalu.

‎Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, mengungkapkan laporan tersebut saat ini sedang dalam proses penanganan untuk pengumpulan bukti yang lebih lengkap.

Baca Juga: Kepala Imigrasi Batam Dicopot Sementara, Ombudsman Dorong Pembenahan Layanan dan Pengawasan

‎“Kami juga menerima satu laporan sebenarnya. Jadi ini sedang kita tanganin. Orang asing ini mengatakan peristiwanya sudah cukup lama. Sudah dua bulan lalu. Dia dimintain uang 50 dolar Singapura,” kata Lagat kepada Batam Pos, Minggu (5/4) siang.

‎Menurut Lagat, laporan ini muncul kemungkinan setelah mencuatnya kasus pungli sebelumnya yang sempat viral di publik. Ia menduga korban mendapatkan informasi melalui jaringan pertemanan di Batam hingga akhirnya melapor ke Ombudsman.

‎“Begitu kira-kira. Lalu lapor ke kita melalui WhatsApp,” katanya.

Baca Juga: Amsakar Tinjau Pelabuhan Batam Center, Pungli Imigrasi Disorot

‎Ia menegaskan, laporan ini merupakan pengungkapan kasus baru dan berbeda dari kejadian yang terjadi pada 13–14 Maret 2026, meskipun memiliki pola yang serupa.

‎“Bukan kasus yang kemarin. Tapi serupa modusnya dimintai uang 50 dolar,” katanya.

‎Dari keterangan korban, praktik tersebut diduga terjadi saat WNA berada di area pelabuhan dan dihadapkan pada pilihan yang merugikan.

‎“Mereka ditungguin di depan pelabuhan. Mereka dimintai uang 50 dolar. Pilihannya ada dua, ditahan dulu lalu dideportasi atau mereka kasih uang. Jadi begitu polannya,” jelas Lagat.

Baca Juga: Terkait Dugaan Pungli di Imigrasi, Polda Kepri Tunggu Laporan Korban

‎Namun, ia belum dapat mengungkapkan detail lebih jauh karena kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan internal oleh pihaknya.

‎“Kejadian ini Februari kemarin. Tapi kami belum bisa ungkapkan detail, karena masih dalam tahap pemeriksaan,” ujarnya.

‎Sebagai lembaga pengawas pelayanan publik, Ombudsman menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti laporan tersebut dan memastikan adanya efek jera terhadap oknum yang terlibat.

‎“Kita sedang perang bersama membantu memberantas yang namanya pungli,” tegas Lagat.

‎Ia juga mengakui, sebelumnya Ombudsman jarang menerima laporan langsung dari warga negara asing. Namun dalam kasus ini, pihaknya bergerak cepat untuk menindaklanjuti.

‎“Dalam waktu dekat kita akan lakukan investigasi,” ujarnya.

‎Terkait kemungkinan pembukaan posko pengaduan khusus, Lagat menyebut pihaknya belum mengarah ke sana. Meski demikian, Ombudsman tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melapor.

‎“Kita akan stand by kanal resmi kami, apapun laporan dari masyarakat. Kita akan publikasikan,” katanya.

‎Kasus ini menambah daftar dugaan pungli di pintu masuk internasional Batam dan menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga kepercayaan serta citra pelayanan publik di wilayah perbatasan.

‎Sementara itu, Batam Pos telah mengonfirmasi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Imigrasi Kepri, Ujo Sutojo, pada Minggu (5/3) siang, untuk meminta tanggapan terkait laporan temuan Ombudsman tersebut.

‎Ujo mengaku belum menerima laporan dimaksud dan menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Batam.

‎“Saya akan cek dulu ke Imigrasi Batam, nanti saya akan info kalau sudah ada datanya. Kalau di Kanwil saya belum dapat. Mungkin di Kanim Batam,” kata dia

‎Saat ditanya mengenai langkah ke depan untuk mencegah kejadian serupa, khususnya praktik pungli yang melibatkan oknum imigrasi, Ujo menegaskan pihaknya telah melakukan pengawasan dan pengendalian secara langsung di seluruh lini pelayanan.

‎Ia menjelaskan, pengawasan tersebut dilakukan di berbagai area pelayanan, mulai dari pelayanan paspor, pelayanan orang asing, hingga di pelabuhan.

‎”Penekanan utama diberikan pada peningkatan integritas petugas agar bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),” jelasnya

‎Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan sistem pengendalian internal yang mencakup pengawasan melekat (waskat), pelaporan, serta penanganan pengaduan masyarakat.

‎“Semoga bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” kata dia. (*)

Artikel Ombudsman Terima Laporan Baru: Satu WNA Mengaku Dipungli di Pelabuhan Batam Center pertama kali tampil pada Metropolis.

143 Ribu Warga Kepri Terima Bantuan Pangan, Gubernur Ansar: Jangan Buang Makanan

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, didampingi Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyalurkan bantuan pangan kepada penerima manfaat dari Kementrian Sosial. F. Kevin untuk Batam Pos

batampos — Sebanyak 143 ribu warga di Provinsi Kepulauan Riau menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat. Program ini menjadi salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan penyaluran.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut di Gudang Bulog Natuna, Minggu (5/4).

Baca Juga: Gubernur Ansar Resmikan Jembatan Semala Natuna, Dorong Ekonomi dan Konektivitas

Ia menegaskan, bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi bukti negara hadir untuk masyarakat, terutama dalam kondisi ekonomi yang masih menantang,” ujarnya.

Ansar menyebut, banyaknya program dari pemerintah pusat yang masuk ke daerah tidak lepas dari upaya aktif pemerintah daerah dalam menjalin komunikasi dan mengusulkan program.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terus proaktif agar lebih banyak program pusat dapat dirasakan masyarakat.

Selain penyaluran bantuan, Ansar juga mengingatkan warga untuk bijak dalam mengelola konsumsi pangan.

Ia menekankan pentingnya menghindari pemborosan makanan demi menjaga ketahanan pangan dalam jangka panjang.

“Konsumsi secukupnya, jangan berlebihan apalagi sampai membuang makanan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Baca Juga: Cegah Sengketa, Tanah Wakaf di Natuna Didata dan Disertifikasi

Sementara itu, Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengatakan jumlah penerima bantuan di daerahnya meningkat signifikan.

Dari sebelumnya 3.688 penerima, kini bertambah menjadi 7.321 orang.

“Ini menunjukkan perhatian pemerintah semakin besar agar lebih banyak masyarakat menerima manfaat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi ikut menggerakkan ekonomi lokal dengan membeli produk daerah.

“Mari kita dukung nelayan dan petani lokal dengan membeli hasil mereka. Ini langkah sederhana yang berdampak besar bagi ekonomi daerah,” tutupnya. (*)

Artikel 143 Ribu Warga Kepri Terima Bantuan Pangan, Gubernur Ansar: Jangan Buang Makanan pertama kali tampil pada Kepri.

PHRI: Okupansi Hotel Batam Naik, Wisatawan Malaysia Dominan ‎

0
Wisman saat belanja di Mega Mall Batamcentre. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Di tengah tekanan ekonomi yang melanda negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, geliat pariwisata Kota Batam justru menunjukkan irama yang berbeda.

Bukan sekadar bertahan, sektor perhotelan di kota ini perlahan menemukan napas baru, ditopang oleh arus wisatawan asing yang datang bukan hanya untuk berlibur, tetapi juga untuk bertahan dari mahalnya biaya hidup di negeri sendiri.

‎Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Riau (Kepri), Teddy, yang juga pemilik Biz Hotel Batam, mengungkapkan bahwa tren okupansi atau tingkat hunian hotel dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

‎Menurutnya, sejak Januari hingga Maret 2026, tingkat hunian hotel mengalami kenaikan sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

‎“Pengunjung dalam dua bulan terakhir, dari Januari hingga Maret, masih mengalami kenaikan atau tren positif, naik 15 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya kepada Batam Pos, Minggu (5/4) siang.

‎Ia menyebut, peningkatan tersebut didominasi oleh wisatawan asal Malaysia yang datang secara individu, dengan tujuan utama berbelanja kebutuhan.

‎“Kebanyakan yang datang turis Malaysia yang datang belanja, yakni per individu,” katanya.

‎Fenomena ini tak lepas dari kondisi ekonomi di Singapura dan Malaysia yang tengah menghadapi tekanan, terutama pada sektor harga bahan pokok dan energi.

‎Di Singapura, inflasi makanan pada Februari 2026 tercatat naik menjadi 1,6 persen, dari sebelumnya 1,2 persen. Kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas seperti sereal, daging, dan buah-buahan.

‎Sementara itu, harga bahan bakar minyak (BBM) juga melonjak hingga mencapai sekitar SGD 2,35 atau setara Rp31.000 per liter.

‎Di Malaysia, meskipun inflasi makanan relatif stabil di kisaran 1,3 hingga 1,5 persen, harga komoditas utama seperti minyak sawit (CPO) diprediksi terus meningkat hingga RM 4.500 per ton pada 2026. Harga BBM di negara tersebut juga menunjukkan tren kenaikan.

‎Di tengah kondisi tersebut, Batam justru tampil sebagai alternatif yang menguntungkan bagi warga negara tetangga. Dengan harga bahan pokok yang lebih terjangkau serta nilai tukar rupiah yang kompetitif, Batam menjadi destinasi “belanja” yang menarik.

‎“Di tengah kenaikan harga di negara tetangga, kunjungan wisman ke Batam justru menunjukkan tren positif dan meningkat,” jelas Teddy.

‎Ia memaparkan, Singapura masih menjadi penyumbang terbesar wisatawan mancanegara ke Batam, dengan kontribusi lebih dari 50 persen dari total kunjungan. Bahkan, pada awal 2026, Batam menyumbang hampir 80 persen dari total kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau.

‎Tak hanya itu, lonjakan juga terjadi dari wisatawan Malaysia. Tercatat peningkatan lebih dari 30 persen pada awal tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

‎Fenomena ini, kata Teddy, tidak bisa dilepaskan dari apa yang ia sebut sebagai “shopping wisata” atau wisata belanja kebutuhan pokok.

‎Ada hubungan yang cukup jelas antara kenaikan harga di negara asal dengan pola kunjungan ke Batam. Warga Singapura dan Malaysia kini memanfaatkan selisih harga (price gap) untuk membeli kebutuhan sehari-hari di Batam yang jauh lebih murah.

‎Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura dan ringgit Malaysia turut memperkuat daya beli mereka. Bahkan, biaya transportasi seperti tiket feri menjadi relatif murah jika dibandingkan dengan penghematan yang didapat dari belanja di Batam.

‎“Kenaikan harga bahan pokok di Singapura dan Malaysia menjadi faktor pendorong yang justru menguntungkan Batam,” ujarnya.

‎Kini, Batam tak lagi sekadar dipandang sebagai destinasi wisata akhir pekan. Kota ini perlahan bertransformasi menjadi pusat logistik belanja bagi warga negara tetangga yang ingin menekan biaya hidup mereka.

‎“Batam tidak lagi hanya dipandang sebagai destinasi liburan akhir pekan, tetapi beralih fungsi menjadi pusat belanja logistik rumah tangga bagi warga negara tetangga,” kata Teddy.

‎Meski demikian, kondisi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri perhotelan untuk terus menjaga stabilitas okupansi.

‎Berbagai strategi, mulai dari penyesuaian harga hingga paket promo, terus disiapkan agar Batam tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan mancanegara. (*)

Artikel PHRI: Okupansi Hotel Batam Naik, Wisatawan Malaysia Dominan ‎ pertama kali tampil pada Metropolis.

Gudang SMP Negeri 1 Kerandin Hangus Terbakar, Damkar Kesulitan Air

0
Satu unit gudang milik SMP Negeri 1 Desa Kerandin, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga hangus terbakar, Sabtu sore (4/4). F. Damkar Lingga untuk Batam Pos

batampos — Kebakaran melanda satu unit gudang milik SMP Negeri 1 di Desa Kerandin, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Sabtu (4/4) sekitar pukul 16.00 WIB.

Bangunan gudang tersebut hangus terbakar dalam insiden tersebut.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Unit Daik Lingga, Zainuddin, mengatakan laporan kebakaran pertama kali diterima dari warga setempat, Mulyadi.

Baca Juga: Rakor PAKEM Lingga: Kondisi Keagamaan Aman, Pengawasan Media Sosial Diperketat

“Sekitar pukul 16.00 WIB kami menerima laporan dari warga terkait kebakaran gudang sekolah,” ujarnya, Minggu (5/4).

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung berkoordinasi dengan aparat desa dan personel kepolisian untuk menuju lokasi dan melakukan pemadaman.

Proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat keterbatasan sumber air serta jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh.

Meski demikian, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WIB.

Baca Juga: Warga Resah Isu BBM Langka, Pemkab Lingga Tegur Kios Penahan Stok

“Bangunan tidak dapat diselamatkan dan hangus terbakar. Namun, api tidak sempat merembet ke bangunan lain,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. (*)

Artikel Gudang SMP Negeri 1 Kerandin Hangus Terbakar, Damkar Kesulitan Air pertama kali tampil pada Kepri.

Ekspor Batam Turun 3,67 Persen di Awal 2026, Impor Tumbuh 10,20 Persen

0
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batu Ampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Nilai ekspor Kota Batam pada periode Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US$3.107,47 juta. Angka ini mengalami penurunan 3,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$3.225,85 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya kinerja ekspor, baik dari sektor nonmigas maupun migas.

“Ekspor nonmigas turun 2,93 persen dari US$3.083,58 juta menjadi US$2.993,39 juta. Sementara ekspor migas mengalami penurunan lebih dalam, yakni 19,82 persen dari US$142,27 juta menjadi US$114,08 juta,” ujarnya, Minggu (5/4).

Meski secara kumulatif turun, kinerja ekspor pada Februari 2026 justru menunjukkan tren positif. Nilai ekspor Februari 2026 mencapai US$1.514,65 juta atau naik 4,44 persen dibanding Februari 2025. Kenaikan ini terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 5,53 persen menjadi US$1.457,63 juta. Sebaliknya, ekspor migas turun 17,36 persen menjadi US$57,02 juta.

Dari sisi komoditas, ekspor Batam masih didominasi sektor industri. Golongan mesin/peralatan listrik (HS 85) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$1.561,44 juta atau 52,16 persen dari total ekspor nonmigas. Disusul mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar US$356,13 juta, minyak dan lemak hewan/nabati (HS 15) US$194,46 juta, serta produk besi dan baja (HS 73) sebesar US$177,38 juta.

Selain itu, beberapa komoditas lain yang turut berkontribusi antara lain produk kimia, kapal laut, tembakau, kakao, perangkat optik, hingga bahan kimia organik. Sementara itu, ekspor ikan dan udang (HS 03) tercatat meningkat signifikan 34,29 persen menjadi US$3,71 juta.

Dari sisi negara tujuan, Amerika Serikat masih menjadi pasar utama ekspor Batam. Sepanjang Januari–Februari 2026, ekspor ke negara tersebut mencapai US$860,32 juta atau 27,69 persen dari total ekspor, meningkat 30,71 persen dibanding tahun lalu. Posisi kedua ditempati Singapura dengan nilai US$704,47 juta atau 22,67 persen.

Negara tujuan lainnya dalam 10 besar adalah India, Tiongkok, Jepang, Filipina, Australia, Uni Emirat Arab, Jerman, dan Vietnam. Secara keseluruhan, sepuluh negara tersebut menyumbang 83,32 persen dari total ekspor Batam.

Berdasarkan pelabuhan, ekspor terbesar masih melalui Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai US$2.006,96 juta. Disusul Pelabuhan Sekupang US$525,57 juta, Kabil/Panau US$436,39 juta, Belakang Padang US$116,75 juta, serta Bandara Hang Nadim US$18,20 juta. Kelima pintu keluar ini menyumbang 99,88 persen dari total ekspor.

Dari sisi volume, Pelabuhan Batu Ampar juga mendominasi dengan 297,27 ribu ton, diikuti Belakang Padang 252,60 ribu ton, Kabil/Panau 245,95 ribu ton, Sekupang 33,16 ribu ton, dan Pulau Sambu 15,50 ribu ton.

Sementara itu, kinerja impor Batam justru menunjukkan tren sebaliknya. Nilai impor Januari–Februari 2026 mencapai US$2.963,80 juta atau naik 10,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada Februari 2026, impor tercatat sebesar US$1.384,67 juta atau naik 3,91 persen. Impor nonmigas meningkat 4,00 persen menjadi US$1.378,50 juta, sedangkan impor migas turun 12,63 persen menjadi US$6,17 juta.

Komoditas impor terbesar masih didominasi mesin/peralatan listrik (HS 85) dengan nilai US$1.271,24 juta atau 43,09 persen dari total impor nonmigas. Tiongkok menjadi negara pemasok utama dengan nilai US$1.450,64 juta atau 48,95 persen.

Dilihat dari pelabuhan, impor terbesar masuk melalui Batu Ampar sebesar US$2.054,06 juta, diikuti Sekupang US$644,92 juta, Pulau Sambu US$142,04 juta, Kabil/Panau US$113,23 juta, dan Belakang Padang US$7,50 juta. Kelima pelabuhan ini menyumbang 99,93 persen dari total impor.

Adapun volume impor terbesar juga melalui Batu Ampar sebesar 471,43 ribu ton, disusul Kabil/Panau 93,54 ribu ton, Pulau Sambu 67,52 ribu ton, Sekupang 65,10 ribu ton, dan Belakang Padang 1,58 ribu ton.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Batam masih cukup dinamis di awal tahun 2026, meski diwarnai penurunan ekspor dan peningkatan impor. (*)

Artikel Ekspor Batam Turun 3,67 Persen di Awal 2026, Impor Tumbuh 10,20 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Guru MA di Palmatak Tewas Usai Tabrakan, Diduga Pengendara Masuk Jalur Lawan

0
Kedua pengendara, Y dan Handrika terkapar usai tabrakkan. Sedangkan sang anak, S hanya duduk termenung. F. Satlantas Polres Anambas untuk Batam Pos

batampos — Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa seorang guru Madrasah Aliyah (MA) USB Palmatak, Handrika, di Jalan Gunung Cak, Desa Payamaram, Kecamatan Kute Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (4/4).

Peristiwa terjadi saat korban mengendarai sepeda motor dan bertabrakan dengan pengendara lain dari arah berlawanan.

Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Mio J BP 4606 WF yang dikendarai korban dan Honda Vario BP 2243 SA yang dikendarai seorang perempuan berinisial Y, yang saat itu membonceng anaknya berinisial S.

Baca Juga: UMKM Anambas Naik Kelas, Produk Masuk Resort Mewah Bawah Reserve

Kasat Lantas Polres Kepulauan Anambas, Zulfikar Adri, mengatakan kecelakaan diduga terjadi karena pengendara Honda Vario kehilangan konsentrasi hingga masuk ke jalur berlawanan.

“Dari arah berlawanan korban melintas, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” ujarnya, Minggu (5/4).

Akibat benturan keras, korban mengalami luka berat, termasuk patah tangan kiri dan cedera serius di bagian kepala.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Palmatak dalam kondisi masih hidup. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.45 WIB.

Sementara itu, pengendara Honda Vario berinisial Y mengalami luka serius di bagian kepala dan dagu, serta pendarahan dari telinga. Saat ini Y masih menjalani perawatan intensif dan direncanakan dirujuk ke Batam.

Baca Juga: Pelajar Denmark Tinggal 3 Bulan di Anambas demi Dalami Budaya Melayu dari Dekat

Anak yang dibonceng, S, juga mengalami luka benturan di bagian dahi dan perut dan masih dalam perawatan medis.

Polisi menyebutkan kondisi jalan saat kejadian lurus dan beraspal, dengan cuaca cerah serta arus lalu lintas relatif sepi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, menjaga konsentrasi, serta mematuhi aturan lalu lintas guna mencegah kecelakaan. (*)

Artikel Guru MA di Palmatak Tewas Usai Tabrakan, Diduga Pengendara Masuk Jalur Lawan pertama kali tampil pada Kepri.