Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1963

Dukung Kelancaran Embarkasi, BP Batam Periksa Kesiapan Asrama Haji

0
Anggota Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait (rambut panjang) meninjau langsung kesiapan Asrama Haji Batam Center.

batampos – Anggota Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait meninjau langsung kesiapan Asrama Haji Batam Center menjelang keberangkatan jemaah calon haji 1446 H/2025 M, pada Senin (28/4/2025) siang.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas dan pelayanan siap mendukung kelancaran proses embarkasi haji, yang merupakan kerjasama antara BP Batam dengan Kementerian Agama RI.

Dalam tinjauan tersebut, Ariastuty didampingi oleh Manajer Operasional dan Pemeliharaan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Evi Elfiana Bangun, meninjau sejumlah titik penting seperti area kamar, ruang makan, ruang X-ray, area keberangkatan, klinik, dan lainnya.

“Kesiapan infrastruktur dan pelayanan di Asrama Haji ini sangat penting untuk memastikan jemaah dapat berangkat dengan tenang, sehat, dan aman. Kami ingin pastikan semuanya berjalan sesuai standard yang ditetapkan,” ujar Ariastuty dalam keterangannya.

Asrama Haji Batam Center merupakan embarkasi utama bagi jemaah calon haji dari tiga provinsi, yaitu, Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat dengan jumlah total 8.930 orang.

Sementara jemaah dari Provinsi Jambi sejumlah 2.910 orang akan menggunakan Asrama Haji sebagai lokasi transit, sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi secara bertahap (kloter) melalui Embarkasi Batam.

Proses embarkasi sendiri akan berlangsung mulai tanggal 1 Mei sampai 31 Juli 2025.

Lebih lanjut Ariastuty merinci, jumlah tempat tidur di Asrama Haji Batam Center yang siap dipakai untuk jemaah calon haji yakni 776 unit per harinya, dan akan dimanfaatkan selama masa embarkasi.

“Kami memastikan bahwa seluruh jemaah, baik yang berasal dari daerah embarkasi menginap maupun yang transit, akan mendapatkan layanan terbaik,” kata Ariastuty.

BP Batam juga berkomitmen memberikan dukungan penuh, termasuk melalui koordinasi lintas instansi, pengamanan jalur keberangkatan, dan jemaah lansia maupun berkebutuhan khusus.

“Kami berharap pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyu,” tutup Ariastuty. (*)

Artikel Dukung Kelancaran Embarkasi, BP Batam Periksa Kesiapan Asrama Haji pertama kali tampil pada Metropolis.

Dukung Kelancaran Embarkasi, BP Batam Periksa Kesiapan Asrama Haji

0
Anggota Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait (rambut panjang) meninjau langsung kesiapan Asrama Haji Batam Center.

batampos – Anggota Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait meninjau langsung kesiapan Asrama Haji Batam Center menjelang keberangkatan jemaah calon haji 1446 H/2025 M, pada Senin (28/4/2025) siang.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas dan pelayanan siap mendukung kelancaran proses embarkasi haji, yang merupakan kerjasama antara BP Batam dengan Kementerian Agama RI.

Dalam tinjauan tersebut, Ariastuty didampingi oleh Manajer Operasional dan Pemeliharaan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Evi Elfiana Bangun, meninjau sejumlah titik penting seperti area kamar, ruang makan, ruang X-ray, area keberangkatan, klinik, dan lainnya.

“Kesiapan infrastruktur dan pelayanan di Asrama Haji ini sangat penting untuk memastikan jemaah dapat berangkat dengan tenang, sehat, dan aman. Kami ingin pastikan semuanya berjalan sesuai standard yang ditetapkan,” ujar Ariastuty dalam keterangannya.

Asrama Haji Batam Center merupakan embarkasi utama bagi jemaah calon haji dari tiga provinsi, yaitu, Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat dengan jumlah total 8.930 orang.

Sementara jemaah dari Provinsi Jambi sejumlah 2.910 orang akan menggunakan Asrama Haji sebagai lokasi transit, sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi secara bertahap (kloter) melalui Embarkasi Batam.

Proses embarkasi sendiri akan berlangsung mulai tanggal 1 Mei sampai 31 Juli 2025.

Lebih lanjut Ariastuty merinci, jumlah tempat tidur di Asrama Haji Batam Center yang siap dipakai untuk jemaah calon haji yakni 776 unit per harinya, dan akan dimanfaatkan selama masa embarkasi.

“Kami memastikan bahwa seluruh jemaah, baik yang berasal dari daerah embarkasi menginap maupun yang transit, akan mendapatkan layanan terbaik,” kata Ariastuty.

BP Batam juga berkomitmen memberikan dukungan penuh, termasuk melalui koordinasi lintas instansi, pengamanan jalur keberangkatan, dan jemaah lansia maupun berkebutuhan khusus.

“Kami berharap pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyu,” tutup Ariastuty. (*)

Artikel Dukung Kelancaran Embarkasi, BP Batam Periksa Kesiapan Asrama Haji pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Matangkan Rencana Kerja 2026 untuk Penguatan Pembangunan Kawasan

0
Forum penyusunan Rencana Kerja (Renja) 2026 oleh BP Batam. Foto. BP Batam untuk Batam Pos

batampos – BP Batam mulai menyusun Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2026 dalam sebuah forum strategis yang digelar Senin (28/4) di Balairung Sari, BP Batam. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, hingga Selasa (29/4) ini, dengan melibatkan seluruh unit kerja di lingkungan BP Batam.

Forum penyusunan Renja 2026 menjadi salah satu agenda penting dalam siklus perencanaan tahunan BP Batam, yang sejalan dengan visi nasional dan kebutuhan lokal, sekaligus mempertegas komitmen BP Batam dalam membangun masa depan Batam yang lebih baik.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra mengatakan, penyusunan Renja ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebagai panduan utama dalam mengarahkan pembangunan Batam ke depan.

“Renja yang dirumuskan bukan hanya sebatas dokumen administratif, tapi kompas penentu arah pembangunan Batam, baik dalam pengembangan kawasan industri, investasi, infrastruktur, maupun pelayanan publik,” kata dia.

Baginya, tahun 2025 ini menjadi momen krusial, mengingat dinamika global yang terus berkembang memberi tantangan sekaligus peluang besar bagi Batam untuk memperkuat posisinya sebagai kawasan investasi yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Ia minta kolaborasi lintas unit dan sinergi antarbidang dalam menyusun rencana kerja yang responsif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan komitmen seluruh unit kerja agar Renja yang disusun benar-benar dapat dilaksanakan secara optimal,” kata dia.

Forum ini juga menjadi wadah evaluasi dan penyampaian inovasi dari setiap unit kerja. Li Claudia mengajak seluruh peserta untuk berkontribusi secara konstruktif dalam merancang program kerja yang lebih efektif dan berdampak nyata.

“Kita jadikan proses Renja ini sebagai pondasi dalam mendorong transformasi Kota Batam menjadi kawasan yang maju dan berkelanjutan,” katanya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan dari para Anggota dan Deputi Bidang BP Batam. Setiap presentasi turut didampingi oleh jajaran pejabat tingkat 2, 3, dan 4 yang memberikan masukan teknis dan strategis.

Penyusunan Renja ini menjadi bagian dari upaya BP Batam untuk memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis data, evaluasi kinerja, dan orientasi hasil. Dengan landasan ini, Batam diharapkan dapat terus melaju sebagai kota industri dan perdagangan yang modern dan kompetitif. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Matangkan Rencana Kerja 2026 untuk Penguatan Pembangunan Kawasan pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Matangkan Rencana Kerja 2026 untuk Penguatan Pembangunan Kawasan

0
Forum penyusunan Rencana Kerja (Renja) 2026 oleh BP Batam. Foto. BP Batam untuk Batam Pos

batampos – BP Batam mulai menyusun Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2026 dalam sebuah forum strategis yang digelar Senin (28/4) di Balairung Sari, BP Batam. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, hingga Selasa (29/4) ini, dengan melibatkan seluruh unit kerja di lingkungan BP Batam.

Forum penyusunan Renja 2026 menjadi salah satu agenda penting dalam siklus perencanaan tahunan BP Batam, yang sejalan dengan visi nasional dan kebutuhan lokal, sekaligus mempertegas komitmen BP Batam dalam membangun masa depan Batam yang lebih baik.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra mengatakan, penyusunan Renja ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebagai panduan utama dalam mengarahkan pembangunan Batam ke depan.

“Renja yang dirumuskan bukan hanya sebatas dokumen administratif, tapi kompas penentu arah pembangunan Batam, baik dalam pengembangan kawasan industri, investasi, infrastruktur, maupun pelayanan publik,” kata dia.

Baginya, tahun 2025 ini menjadi momen krusial, mengingat dinamika global yang terus berkembang memberi tantangan sekaligus peluang besar bagi Batam untuk memperkuat posisinya sebagai kawasan investasi yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Ia minta kolaborasi lintas unit dan sinergi antarbidang dalam menyusun rencana kerja yang responsif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan komitmen seluruh unit kerja agar Renja yang disusun benar-benar dapat dilaksanakan secara optimal,” kata dia.

Forum ini juga menjadi wadah evaluasi dan penyampaian inovasi dari setiap unit kerja. Li Claudia mengajak seluruh peserta untuk berkontribusi secara konstruktif dalam merancang program kerja yang lebih efektif dan berdampak nyata.

“Kita jadikan proses Renja ini sebagai pondasi dalam mendorong transformasi Kota Batam menjadi kawasan yang maju dan berkelanjutan,” katanya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan dari para Anggota dan Deputi Bidang BP Batam. Setiap presentasi turut didampingi oleh jajaran pejabat tingkat 2, 3, dan 4 yang memberikan masukan teknis dan strategis.

Penyusunan Renja ini menjadi bagian dari upaya BP Batam untuk memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis data, evaluasi kinerja, dan orientasi hasil. Dengan landasan ini, Batam diharapkan dapat terus melaju sebagai kota industri dan perdagangan yang modern dan kompetitif. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Matangkan Rencana Kerja 2026 untuk Penguatan Pembangunan Kawasan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kesaksian Berubah, Jaksa Bakal Laporkan Dugaan Keterangan Palsu di Sidang Penggelapan Sabu Satria Nanda Cs

0
Sidang Satria Nanda Cs saat berlangsung di Pengadilan Negeri Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Persidangan lanjutan kasus dugaan penggelapan barang bukti sabu yang melibatkan mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda bersama sembilan anggota kepolisian dan dua warga sipil kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Tiwik dengan didampingi hakim anggota Dauglas Napitupulu dan Andi Bayu ini menghadirkan saksi Alex Candra, mantan anggota Satresnarkoba Polresta Barelang, untuk memberikan kesaksian.

Namun, keterangan Alex justru memunculkan ketidakselarasan serius dibandingkan pernyataan yang pernah diberikannya dalam sidang sebelumnya.

Baca Juga: Sidang Kasus Narkoba Satria Nanda Cs, Saksi Bongkar Janji Rehabilitasi dan Perbedaan Kronologi Penangkapan

Dalam keterangannya, Alex Candra memaparkan kronologi penangkapan terhadap Efendi, Ade Sahroni, dan Neli Agustin dalam pengungkapan 35 kilogram sabu pada 16 Juni 2024. Ia menyebutkan bahwa penangkapan terjadi sekitar pukul 00.10 WIB. Padahal, dalam sidang sebelumnya terkait perkara Efendi. Alex mengatakan bahwa penangkapan terjadi pukul 23.45 WIB.

Tidak hanya perbedaan waktu, jumlah personel yang terlibat dalam operasi juga berubah. Sebelumnya, Alex menyebutkan hanya tiga orang dan dirinya, Wan Rahmat Kurniawan, dan Haryanto yang melakukan penangkapan. Kini, di hadapan majelis hakim, ia menyatakan bahwa ada 11 anggota yang terlibat.

Perubahan kesaksian ini langsung mendapat sorotan tajam dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdullah. “Mana yang benar, saksi? Apakah keterangan Anda dalam perkara Efendi yang hanya melibatkan tiga orang, atau yang Anda sebutkan sekarang dengan 11 anggota?,” tanya Abdullah dengan nada tegas.

Baca Juga: Sidang Polisi Gelapkan Barang Bukti Sabu Kembali Bergulir di PN Batam, Pakar Hukum Ungkap Penyimpangan Prosedur oleh Satria Nanda Cs

Hakim anggota Dauglas Napitupulu turut mempertanyakan ketidakkonsistenan tersebut. “Saksi, di persidangan sebelumnya Anda menyatakan hanya ada tiga orang yang melakukan penangkapan, kini Anda mengatakan sebelas. Mana yang benar?” tanya Dauglas serius.

Meski terus didesak, Alex bersikukuh bahwa keterangan yang disampaikannya kali ini adalah yang benar. Namun, sikap ini justru memperbesar keraguan terhadap kredibilitasnya sebagai saksi.

Menanggapi perbedaan keterangan tersebut, JPU lainnya, Iqram Saputra, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Batam, meminta agar majelis hakim mencatat dugaan adanya pemberian keterangan palsu.

“Mohon dicatat, Yang Mulia, bahwa keterangan saksi dalam perkara Efendi adalah keterangan palsu,” ujar Iqram.

Baca Juga: Saksi dari Propam Polda Kepri Sebut Kasat Satria Nanda Beri Perintah Bersih Bersih

Di luar persidangan, Iqram menegaskan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum terhadap Alex Candra atas dugaan pemberian keterangan palsu di bawah sumpah.

“Fakta persidangan kemarin akan kami jadikan rujukan untuk melaporkan dugaan keterangan palsu kepada penyidik,” ujarnya, Selasa (29/4).

Menurut Iqram, tindakan memberikan keterangan palsu di persidangan adalah pelanggaran serius yang diatur dalam Pasal 242 KUHP, dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.

“Keterangan palsu di bawah sumpah adalah tindak pidana serius yang tidak bisa dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Menanggapi tuduhan tersebut, Alex Candra membantah bahwa dirinya pernah diperiksa secara resmi sebagai saksi dalam perkara Efendi. Ia mengaku hanya hadir melalui Zoom dan disumpah bersama dua rekannya.

“Dalam perkara Efendi, saya tidak diperiksa. Saya hanya hadir lewat Zoom dan disumpah,” katanya.

Sidang ini menjadi perhatian luas masyarakat, mengingat kasus tersebut melibatkan aparat penegak hukum yang semestinya menjadi ujung tombak dalam pemberantasan narkotika. Persidangan akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lain untuk mengungkap lebih jauh keterlibatan para terdakwa. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Kesaksian Berubah, Jaksa Bakal Laporkan Dugaan Keterangan Palsu di Sidang Penggelapan Sabu Satria Nanda Cs pertama kali tampil pada Metropolis.

Asrama Haji Batam Disiapkan Maksimal untuk Embarkasi 11.840 Jemaah

0
Asrama Haji Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – BP Batam melakukan peninjauan langsung ke Asrama Haji, Batamcenter, untuk memastikan kesiapan fasilitas menjelang keberangkatan jemaah calon haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Peninjauan dilakukan pada Senin (28/4) oleh Anggota Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

Kunjungan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan layanan di Asrama Haji dalam kondisi optimal untuk mendukung kelancaran proses embarkasi. Embarkasi ini merupakan hasil kerjasama erat antara BP Batam dan Kementerian Agama (Kemenag).

Tuty turut didampingi oleh Manajer Operasional dan Pemeliharaan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Evi Elfiana Bangun. Mereka meninjau berbagai area penting, mulai dari kamar penginapan, ruang makan, ruang X-ray, area keberangkatan, hingga fasilitas kesehatan seperti klinik.

“Kesiapan infrastruktur dan pelayanan di Asrama Haji ini sangat penting untuk memastikan jemaah dapat berangkat dengan tenang, sehat, dan aman. Kami ingin pastikan semuanya berjalan sesuai standar yang ditetapkan,” kata Tuty.

Asrama Haji menjadi embarkasi utama bagi jemaah calon haji dari tiga provinsi, yakni Riau, Kepri, dan Kalimantan Barat. Tahun ini, total jemaah dari ketiga provinsi tersebut mencapai 8.930 orang.

Sementara itu, jemaah asal Provinsi Jambi sejumlah 2.910 orang akan menggunakan Asrama Haji sebagai lokasi transit sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci secara bertahap melalui embarkasi Batam.

Proses embarkasi jemaah haji melalui Batam dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2025. Selama periode tersebut, Asrama Haji akan beroperasi penuh untuk melayani seluruh jemaah.

Tuty merincikan kapasitas tempat tidur yang tersedia di Asrama Haji Batam Center mencapai 776 unit per hari. Fasilitas ini dipastikan siap digunakan untuk mendukung kebutuhan penginapan jemaah selama masa embarkasi.

“Kami memastikan bahwa seluruh jemaah, baik yang berasal dari daerah embarkasi menginap maupun yang transit, akan mendapatkan layanan terbaik,” ujar dia.

BP Batam juga menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran keberangkatan jemaah, termasuk melalui koordinasi lintas instansi, pengamanan jalur keberangkatan, serta pelayanan khusus bagi jemaah lansia dan berkebutuhan khusus.

Pihaknya berharap, pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan lancar, sehingga seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan tenang dan khusyuk.

“Kami berharap pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyu,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Asrama Haji Batam Disiapkan Maksimal untuk Embarkasi 11.840 Jemaah pertama kali tampil pada Metropolis.

Asrama Haji Batam Disiapkan Maksimal untuk Embarkasi 11.840 Jemaah

0
Asrama Haji Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – BP Batam melakukan peninjauan langsung ke Asrama Haji, Batamcenter, untuk memastikan kesiapan fasilitas menjelang keberangkatan jemaah calon haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Peninjauan dilakukan pada Senin (28/4) oleh Anggota Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

Kunjungan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan layanan di Asrama Haji dalam kondisi optimal untuk mendukung kelancaran proses embarkasi. Embarkasi ini merupakan hasil kerjasama erat antara BP Batam dan Kementerian Agama (Kemenag).

Tuty turut didampingi oleh Manajer Operasional dan Pemeliharaan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Evi Elfiana Bangun. Mereka meninjau berbagai area penting, mulai dari kamar penginapan, ruang makan, ruang X-ray, area keberangkatan, hingga fasilitas kesehatan seperti klinik.

“Kesiapan infrastruktur dan pelayanan di Asrama Haji ini sangat penting untuk memastikan jemaah dapat berangkat dengan tenang, sehat, dan aman. Kami ingin pastikan semuanya berjalan sesuai standar yang ditetapkan,” kata Tuty.

Asrama Haji menjadi embarkasi utama bagi jemaah calon haji dari tiga provinsi, yakni Riau, Kepri, dan Kalimantan Barat. Tahun ini, total jemaah dari ketiga provinsi tersebut mencapai 8.930 orang.

Sementara itu, jemaah asal Provinsi Jambi sejumlah 2.910 orang akan menggunakan Asrama Haji sebagai lokasi transit sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci secara bertahap melalui embarkasi Batam.

Proses embarkasi jemaah haji melalui Batam dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2025. Selama periode tersebut, Asrama Haji akan beroperasi penuh untuk melayani seluruh jemaah.

Tuty merincikan kapasitas tempat tidur yang tersedia di Asrama Haji Batam Center mencapai 776 unit per hari. Fasilitas ini dipastikan siap digunakan untuk mendukung kebutuhan penginapan jemaah selama masa embarkasi.

“Kami memastikan bahwa seluruh jemaah, baik yang berasal dari daerah embarkasi menginap maupun yang transit, akan mendapatkan layanan terbaik,” ujar dia.

BP Batam juga menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran keberangkatan jemaah, termasuk melalui koordinasi lintas instansi, pengamanan jalur keberangkatan, serta pelayanan khusus bagi jemaah lansia dan berkebutuhan khusus.

Pihaknya berharap, pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan lancar, sehingga seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan tenang dan khusyuk.

“Kami berharap pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyu,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Asrama Haji Batam Disiapkan Maksimal untuk Embarkasi 11.840 Jemaah pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Cabai di Pasar Sayur Dabo Singkep Kembali Normal

0
Faisal pedagang cabai di Pasar Sayur Dabo Singkep, Selasa (29/4). Foto. Vatawari/ Batam Pos

batampos – Satu Minggu pasca perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah Tahun 2025, warga Dabo Singkep, Kabupaten Lingga sempat digemparkan dengan harga cabai yang mencapai Rp150 perkilonya. Namun, hari ini harga cabai di Pasar Sayur Dabo Singkep sudah kembali normal.

Pantauan Batampos di Pasar Sayur Dabo Singkep meja-meja penjualan yang sempat tutup kini berangsur-angsur sudah dibuka kembali.

Sarah, salah seorang pedagang di Pasar Sayur Dabo Singkep saat diwawancarai Batampos mengatakan untuk harga cabai saat ini sudah mulai stabil.

“Alhamdulillah, saat ini untuk harga cabai merah, canai setan dan cabai rawit sudah normal kembali. Untuk cabai merah dan cabai setan perkilonya Rp 65 ribu, sedangkan cabai rawit perkilonya Rp45 ribu,” ujar Sarah, Selasa (29/4).

Sarah menjelaskan, harga cabai yang sempat menebus harga Rp150 perkilo dikarenakan kelangkaan pada stok barang yang akan dijual karena transportasi laut yang biasanya mengangkut stok barang tidak masuk.

“Memang kemarin satu Minggu setelah Idul Fitri 1446 Hijriah harga cabai di Pasar Sayur Dabo Singkep sempat menembus Rp150 perkilonya. Namun, saat ini sudah normal kembali karena stok barang yang kita jual sudah tersedia,” ungkapnya.

Di sisi lain, Faisal yang juga merupakan pedagang cabai di Pasar Sayur Dabo Singkep mengatakan bahwa harga cabai berpotensi akan kembali mengalami kenaikan pada pertengahan bulan Mei 2025 mendatang.

“Sekarang memamang harga cabai sudah kembali normal. Namun, untuk pertengahan bulan Mei 2025 mendatang akan ada kemungkinan kenaikan harga lagi,” ujar Faisal.

Saat ditanya apa penyebab akan ada kenaikan harga pada pertengahan Mei 2025 mendatang, Faisal menjelaskan bahwa mereka mendapatkan informasi akan ada Docking Roro yang digunakan mereka untuk mengangkut stok barang dari Jambi maupun Batam.

“Kami mendapatkan informasi bahwa pada pertengahan Mei 2025 nanti akan ada Docking Roro. Proses Docking ini memakan waktu lebih kurang 1 bulan. Jika dalam 1 bulan Roro tidak jalan maka stok barang akan habis, dengan kelangkaan barang ini mengakibatkan harga cabai akan berpotensi naik,” pungkas Faisal. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Harga Cabai di Pasar Sayur Dabo Singkep Kembali Normal pertama kali tampil pada Kepri.

DPRD Tanjungpinang Beli Mobil Baru Ditengah Efesiensi Anggaran

0
Sekretaris DPRD Tanjungpinang, Muhammad Amin. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Sekretariat DPRD Kota Tanjungpinang, Kepri melakukan pengadaan mobil dinas baru, untuk dua Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang. Pengadaan mobil dinas baru itu menelan anggaran senilai Rp1,3 Miliar.

DPRD Tanjungpinang memesan mobil dinas baru jenis Innova Zenix Q CVT HV TSS warna hitam ditengah efesiensi anggaran. Mobil haru itu bakal digunakan oleh Wakil Ketua I, Ade Angga dan Wakil Ketua II Syarifah.

“Mobil tersebut telah diserahkan kepada Waka I dan Waka II,” kata Sekretaris DPRD Tanjungpinang, Muhammad Amin, Minggu (28/4).

BACA JUGA: Ditengah Efesiensi, DPRD Tanjungpinang malah Anggarkan Rp1,3 Miliar buat Beli Mobil Dinas Baru

Ia mengakui, bahwa mobil dinas baru tersebut belum dibayar, walaupun telah tiba dan diserahkan kepada Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang. Amin enggan membeberkan alasan pengadaan mobil itu belum dibayar.

“Memang sudah datang, tapi belum kita lakukan pembayaran,” tambahnya.

Selain itu, kata dia fasilitas mobil dinas itu melekat kepada pimpinan DPRD. Terlebih, selama ini Wakil Ketua II belum ada memiliki mobil dinas. Sehingga, kendaraan dinas tersebut diperlukan untuk mendukung mobilitas dan pelaksanaan tugas unsur pimpinan DPRD.

“Berdasarkan aturan memang wajib, kalau saya mengikuti aturan saja, mobil dinas itu melekat ke pimpinan,” tambahnya.

Pemesan mobil dinas baru tersebut juga sudah terdaftar dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Kota Tanjungpinang. Dalam SiRUP, uraian pekerjaan yakni Belanja Modal Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan dengan pagu anggaran Rp1,3 Miliar.

Paket pekerjaan ini memiliki kode rancangan umum pengadaan (RUP) 56461510, dengan jenis kendaraan Innova Zenix Q CVT HV TSS berwarna hitam. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel DPRD Tanjungpinang Beli Mobil Baru Ditengah Efesiensi Anggaran pertama kali tampil pada Kepri.

Siapa Menjadi Sekda Kota Batam?!

0
Kantor Pemko Batam.
f. Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos – Isu pergantian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam mulai ramai diperbincangkan. Firmansyah, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Batam, disebut sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Jefridin Hamid.

Jabatan Sekda yang kini masih dipegang oleh Jefridin dikabarkan tidak akan lama lagi berganti. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Jefridin tidak masuk dalam struktur pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra.

Meskipun belum ada pengumuman resmi, tanda-tanda perombakan di jajaran jabatan tertinggi ASN Pemko Batam semakin kuat. Firmansyah menjadi salah satu nama yang mencuat, dikenal sebagai birokrat berpengalaman yang sudah lama berkecimpung di Pemko Batam.

Selama kariernya, Firmansyah telah menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah OPD. Pengalaman tersebut menjadi modal penting baginya untuk menempati posisi Sekda.

Selain itu, Firmansyah dikenal memiliki hubungan dekat dengan Amsakar. Kedekatan mereka disebut sudah terjalin jauh sebelum Amsakar menjabat sebagai Wakil Wali Kota maupun Wali Kota Batam.

Loyalitas dan kedekatan itu menjadikan Firmansyah dianggap sebagai pilihan logis untuk mengisi jabatan strategis Sekda, terlebih Amsakar bertekad membentuk kabinet yang sejalan dengannya.

Namun demikian, Firmansyah memilih tetap tenang menghadapi isu ini. Saat dikonfirmasi, ia enggan memberikan pernyataan tegas dan hanya merespons dengan tawa kecil.

“Janganlah. Tak mau saya. Enggak, enggak,” ucapnya sambil berjalan menuju mobil usai menghadiri acara di Pelabuhan Batu Ampar, Senin (29/4).

“Nanti saja itu. Permasalahannya lain,” tambahnya.

Selain nama Firmansyah, beberapa figur lain juga sempat disebut-sebut dalam bursa calon Sekda Batam. Namun, sebagian besar berasal dari lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. (*)

Artikel Siapa Menjadi Sekda Kota Batam?! pertama kali tampil pada Metropolis.