
batampos – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Muhammad Sani Karimun tetap berjalan normal selama libur Idulfitri 1447 Hijriah. Jumlah kunjungan pasien pun terpantau stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan.
Direktur RSUD Muhammad Sani, dr Dedi Abrianto, mengatakan layanan IGD tetap siaga 24 jam meski pelayanan poli tutup selama libur Lebaran.
“Pelayanan kesehatan harus tetap berjalan. Karena kondisi sakit tidak bisa diprediksi,” ujarnya, Selasa (24/3).
Berdasarkan data IGD, jumlah pasien pada Rabu (18/3) tercatat 65 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 80 pasien pada Kamis (19/3). Sementara pada Jumat (20/3) dan Sabtu (21/3), total kunjungan mencapai 145 pasien.
Puncak kunjungan terjadi pada H+1 Lebaran, Minggu (22/3), dengan jumlah pasien sebanyak 99 orang. Sedangkan pada H+2, Senin (23/3) hingga pukul 17.00 WIB, tercatat 60 pasien datang untuk mendapatkan penanganan medis.
Meski demikian, secara umum jumlah kunjungan dinilai masih dalam batas normal dan tidak jauh berbeda dengan hari biasa.
Dedi mengungkapkan, mayoritas pasien yang datang ke IGD mengeluhkan gangguan pencernaan, seperti sakit lambung dan diare.
“Kemungkinan besar dipicu pola makan yang berubah setelah Ramadan,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan selama masa libur Lebaran, termasuk menghindari konsumsi makanan berlebihan atau terlalu pedas setelah sebulan berpuasa.
Dengan layanan IGD yang tetap optimal, RSUD Muhammad Sani memastikan kebutuhan layanan darurat masyarakat tetap terpenuhi selama masa libur panjang Lebaran. (*)
Artikel Kasus Lambung dan Diare Dominasi Pasien IGD RSUD Muhammad Sani Selama Libur Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.









