Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2000

Disnaker Batam Beri Teguran ke PT Letsolar Energi Indonesia, Imbas Kericuhan Walk Interview

0
Suasana di lingkungan PT Letsolar Energy Indonesia. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam memberikan surat teguran kepada PT Letsolar Energi Indonesia, perusahaan yang baru berdiri di Kawasan Industri Horizon, Sagulung, usai terjadinya insiden kericuhan dalam proses rekrutmen tenaga kerja yang viral di media sosial, Sabtu (19/4). Kericuhan dipicu oleh membludaknya ribuan pencari kerja yang datang untuk mengikuti walk interview yang diumumkan melalui media sosial.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mendatangi perusahaan dan memberikan peringatan resmi agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menegaskan bahwa perusahaan wajib memberitahukan rencana rekrutmen ke Disnaker terlebih dahulu.

“Itu perusahaan baru dan memang kemarin informasi lowongannya dishare ke media sosial. Akhirnya terjadi kerumunan besar yang tidak terkendali. Kita sudah beri teguran, supaya ke depan lebih teratur dan sesuai prosedur,” ujar Rudi, Senin (21/4).

Baca Juga: Tak Ada Lowongan Kerja Lagi, Kawasan Industri Horizon Sagulung Kembali Sepi

Menurut Rudi, perusahaan yang ingin merekrut tenaga kerja seharusnya melibatkan Disnaker, bukan hanya untuk kepentingan pendataan tenaga kerja, tapi juga demi ketertiban, keamanan, dan keadilan selama proses seleksi. Hal ini juga menghindari potensi kecurangan atau pelanggaran aturan dalam perekrutan.

Dalam insiden tersebut, lebih dari 400 pencari kerja hadir memadati kawasan industri, sementara lowongan yang tersedia hanya untuk 100 orang, itupun 10 posisi sudah dialokasikan untuk warga tempatan. Ketidakseimbangan jumlah pelamar dan kuota membuat situasi tidak terkendali dan menyebabkan aksi saling dorong antar pencari kerja.

Diberitakan sebelumnya, proses rekrutmen yang dijadwalkan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, berubah menjadi lautan manusia sejak subuh. Sejumlah pelamar sudah tiba sejak pukul 05.00 WIB demi mendapatkan antrean lebih awal. Namun, karena membludaknya peserta, banyak di antaranya tidak berhasil masuk ke area wawancara.

Baca Juga: Ribuan Pelamar Serbu Walk Interview PT Letsolar Energi Indonesia

“Saya datang jam 06.10, tapi pelamar sudah ribuan. Saya lihat ada yang baru lulus sekolah sampai yang usia 30-an. Padahal syaratnya harus yang berpengalaman,” kata Bakti, salah satu pelamar yang turut hadir saat itu.

Kondisi makin kacau ketika pelamar yang datang dengan sepeda motor dilarang masuk ke kawasan industri. Mereka diminta memarkirkan kendaraan di luar, menyebabkan kemacetan parah di sekitar lokasi. Dalam situasi yang padat dan tidak terorganisir, seorang pelamar bahkan dilaporkan mengalami luka di kepala setelah terjatuh ke parit.

Rudi menambahkan, setiap perusahaan wajib mematuhi regulasi rekrutmen yang berlaku. “Kita punya aturan. Jangan asal share lowongan di medsos tanpa koordinasi. Ini untuk mencegah kerugian semua pihak, termasuk para pencari kerja yang sudah capek-capek datang,” tutupnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Disnaker Batam Beri Teguran ke PT Letsolar Energi Indonesia, Imbas Kericuhan Walk Interview pertama kali tampil pada Metropolis.

Koperasi Merah Putih Jadi Andalan Penggerak Ekonomi Desa, Batam Siap Menyambut

0
Amsakar Achmad. Foto. Humas BP Batam

batampos – Pemerintah pusat menetapkan kebijakan strategis untuk memperkuat perekonomian desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kop Des Merah Putih). Program ini ditargetkan terbentuk di 70 ribu hingga 80 ribu desa di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Menanggapi kebijakan tersebut, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap inisiatif ini. Ia menilai koperasi merupakan salah satu instrumen penting dalam mengembangkan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor usaha mikro.

“Prinsip kita untuk koperasi ini mesti didorong. Saya selaku mantan Kadis Koperasi dan UMK melihat usaha ekonomi kerakyatan ini memang harus didukung, didorong oleh pemerintah,” katanya, Senin (21/4).

Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga tengah menyiapkan berbagai skema pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan koperasi, termasuk pinjaman tanpa bunga yang akan segera diluncurkan.

“Kita menyiapkan skema-skema pembiayaan untuk mereka yang disebut pinjaman sampai Rp20 juta bunga nol persen,” katanya.

Menurut Amsakar, Koperasi Desa Merah Putih maupun bentuk koperasi lainnya berpotensi besar dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru. Karena itu, Pemko Batam siap memberikan dorongan penuh terhadap pembentukannya di wilayah setempat.

“Koperasi ini menjadi badan usaha yang bisa menekan angka pengangguran, bisa mengembangkan kapasitas bisnis usaha masing-masing, dan bisa juga menjadi pengembangan ekonomi yang baik bagi warga,” ujar dia.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa keberadaan koperasi secara otomatis akan memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka pengangguran dan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat Batam.

Program pinjaman nol persen ini dijadwalkan akan mulai diluncurkan pada akhir bulan April. Pemerintah menetapkan dua syarat utama untuk mengakses program ini, yakni penerima manfaat harus ber-KTP Batam dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Kalau APBD, kan, tidak mungkin buat yang ber-KTP luar Batam. Yang kedua, dia punya NIB. Skema lain, syarat lain, itu pihak perbankan yang mengaturnya,” ujar dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Koperasi Merah Putih Jadi Andalan Penggerak Ekonomi Desa, Batam Siap Menyambut pertama kali tampil pada Metropolis.

Tak Diberi Uang, Pengamen Ancam Pedagang Pasar Pakai Sajam

0
pengamen berinisial DH diamankan polisi usai diduga mengancam pedagang menggunakan sajam, Senin (21/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Seorang pengamen nyaris diamuk masa oleh para Pedagang Pasar Bintan Center Kota Tanjungpinang, Kepri usai membuat keributan. Pengamen berinisial DH (22) tersebut juga diduga sempat mengancam pedagang dengan menggunakan senjata tajam (sajam).

Menurut Soleh, satu diantara pedagang mengatakan bahwa DH sempat mengamen dan membuat keributan di tengah keramaian Pasar Bintan Center. Saat ditegur oleh pedagang, DH tidak terima dan sempat terlibat cekcok.

“Pelaku juga ngeluarin sajam dari pinggangnya. Saya juga kaget karena memang kelihatan mereka mabuk,” kata Soleh, Senin (21/4).

BACA JUGA: Satpol PP Amankan 29 Gelandangan dan Pengamen

Setalah itu, para pedagang langsung mengejar DH yang melarikan diri usai melihat pedagang berang. DH juga melarikan diri ke Kantor Polsek Tanjungpinang Timur dan langsung diamankan oleh petugas kepolisian.

Menurutnya, para pengamen memang sering memaksa pengunjung untuk memberikan uang dan kerap menunjukkan sikap tak terpuji jika tidak diberi.

“Memang baru kali ini mereka membuat onar, tapi dari dulu memang suka maksa dan tengil. Ditegur juga gak pernah terima,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Tanjungpinang Timur, Sugiono mengatakan bahwa saat ini pelaku DH masih menjalani pemeriksaan. Kata dia, pelaku memang sempat terlibat cekcok, berujung dikejar oleh para pedagang.

Ia memastikan bahwa pelaku DH diduga terpengaruh minuman beralkohol saat datang ke Mapolsek. Namun, ia tidak bisa memastikan apakah DH sempat mengancam pedagang menggunakan senjata tajam atau tidak.

“Belum kita temukan (senjata tajam). Namun dia memang terlihat cek cok dan sempat oleng (mabuk). Saat ini masih diperiksa,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Tak Diberi Uang, Pengamen Ancam Pedagang Pasar Pakai Sajam pertama kali tampil pada Kepri.

Memperingati Hari Kartini, ibis Styles Batam Nagoya Hadirkan Nuansa Budaya Lewat Balutan Kebaya & Batik

0

batampos – Dalam semangat memperingati Hari Kartini, ibis Styles Batam Nagoya (ISBN) menghadirkan nuansa penuh warna dan budaya dengan cara yang istimewa. Para karyawati hotel tampil anggun mengenakan kebaya, sementara para karyawan pria mengenakan batik sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan semangat emansipasi yang telah diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang sosok pahlawan nasional perempuan tersebut, tetapi juga menjadi simbol bahwa perempuan masa kini—terutama dalam dunia kerja perhotelan—memiliki peran strategis yang tak terpisahkan dalam kemajuan industri dan pelayanan berkualitas.

Ardi Malik, General Manager ibis Styles Batam Nagoya, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momen penting untuk memperkuat nilai-nilai inklusivitas dan pemberdayaan di lingkungan kerja.

“Kami percaya bahwa semangat Kartini bukan hanya tentang pakaian tradisional, tetapi tentang bagaimana perempuan mengambil peran dan bersuara dalam setiap aspek pekerjaan. Di ibis Styles Batam Nagoya, kami bangga memiliki banyak karyawati tangguh yang berkontribusi secara profesional dan penuh semangat,” ujar Ardi.

Kegiatan ini turut didukung oleh tim Marketing Communication yang turut menyiapkan berbagai materi visual dan publikasi digital untuk menambah keseruan perayaan. Arhie Danarta, Assistant Marketing Communication Manager ibis Styles Batam Nagoya, menambahkan:

“Perayaan ini bukan hanya bentuk apresiasi terhadap karyawati kami, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi yang menyentuh sisi emosional tamu. Melalui visual yang kuat dan pesan-pesan inspiratif, kami ingin membagikan semangat Kartini ke seluruh audiens kami, baik tamu yang datang langsung maupun yang mengikuti kami secara digital.”

Peringatan Hari Kartini ini menjadi bagian dari komitmen ibis Styles Batam Nagoya dalam merayakan keberagaman dan budaya lokal, sekaligus membangun suasana kerja yang suportif dan menyenangkan bagi seluruh tim.

Terletak di jantung kawasan bisnis Batam, ibis Styles Batam Nagoya hadir sebagai oase penuh gaya bagi para pelancong modern yang mencari kenyamanan, kreativitas, dan koneksi yang tak terputus. Dengan tagline “Stay Stylish, live creatively”, hotel ini menawarkan pengalaman menginap yang berbeda dari hotel ekonomi pada umumnya, memadukan desain yang dinamis, pelayanan yang hangat, serta fasilitas lengkap untuk menunjang kebutuhan perjalanan bisnis maupun liburan keluarga.

Hotel ini memiliki 186 kamar kontemporer yang dirancang dengan sentuhan warna-warna ceria khas brand ibis Styles. Setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas modern seperti smart TV, WiFi gratis, serta tempat tidur nyaman dan ergonomis—membuat setiap malam istirahat terasa maksimal.

Salah satu keunggulan utama ibis Styles Batam Nagoya adalah lokasinya yang strategis, hanya sekitar 5 km dari Terminal Feri Harbour Bay dan dekat dengan pusat perbelanjaan, area kuliner, serta hiburan malam. Aksesibilitas ini menjadikan hotel sebagai pilihan tepat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Fasilitas hotel pun sangat lengkap untuk kelas hotel ekonomi. Para tamu dapat menikmati:
Kolam renang outdoor untuk bersantai, Pusat kebugaran (gym) yang buka sepanjang hari, Layanan spa dan pijat untuk relaksasi, Serta taman bermain anak-anak yang membuat keluarga dengan anak kecil tetap merasa nyaman dan terhibur.

Untuk keperluan bisnis, hotel menyediakan ruang meeting multifungsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan acara seperti rapat perusahaan, pelatihan, hingga seminar skala menengah. Tim banquet dan event dari ibis Styles Batam Nagoya siap membantu menyukseskan setiap acara dengan pelayanan yang profesional dan fleksibel.

Tak hanya soal fasilitas, ibis Styles Batam Nagoya juga dikenal akan keramahtamahan timnya yang penuh semangat dan dedikasi dalam memberikan layanan terbaik. Dalam setiap interaksi, tim hotel berusaha menciptakan suasana yang ramah dan menyenangkan, sejalan dengan filosofi brand ibis Styles yang selalu mengedepankan “open-minded service with a smile.”

Hotel ini juga aktif berkolaborasi dengan komunitas lokal dan menjadi bagian dari berbagai perayaan budaya serta kegiatan CSR, mencerminkan nilai-nilai keberlanjutan dan keberagaman yang dijunjung oleh Accor Group.

Dengan semua keunggulan ini, ibis Styles Batam Nagoya bukan sekadar tempat menginap, tetapi sebuah pengalaman yang menyatu dengan gaya hidup modern: praktis, stylish, dan penuh warna. (*)

 

Artikel Memperingati Hari Kartini, ibis Styles Batam Nagoya Hadirkan Nuansa Budaya Lewat Balutan Kebaya & Batik pertama kali tampil pada Lifestyle.

BP Batam Tegaskan Tak Terlibat Relokasi Warga Baloi Kolam

0
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastury Sirait.

batampos – BP Batam menegaskan tidak terlibat dalam kegiatan sosialisasi relokasi warga di kawasan Baloi Kolam yang direncanakan oleh PT Alvinky Multi Berkat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, saat dikonfirmasi terkait dinamika pembebasan lahan di wilayah tersebut.

Katanya, perwakilan PT Alvinky memang telah menyampaikan secara lisan kepada BP Batam mengenai rencana sosialisasi kepada warga. Namun demikian, BP Batam tidak pernah dilibatkan dalam proses tersebut.

“BP Batam tidak terlibat dalam hal sosialisasi tersebut dan tidak terlibat dalam proyek di kawasan Baloi Kolam,” katanya, 15 April kemarin.

Baca Juga: Polemik Lahan di Baloi Kolam, Sudah 40 Rumah Pindah

Ia mengungkapkan, sejauh ini PT Alvinky belum menjalin kerja sama resmi dengan BP Batam terkait kegiatan relokasi tersebut. Pihaknya justru mendapat pengaduan dari warga yang mempertanyakan keabsahan dokumen milik PT Alvinky.

“Sampai saat ini PT Alvinky tidak melibatkan BP Batam terkait kegiatan sosialisasi guna relokasi warga. Kami telah memfasilitasi warga guna mengetahui keabsahan dokumen tersebut,” ujar dia.

Terkait apakah BP Batam pernah melakukan sosialisasi kepada warga Baloi Kolam, Tuty menjawab bahwa hal itu belum pernah dilakukan. Menurutnya, tanggung jawab sosialisasi berada di tangan perusahaan penerima alokasi lahan. Akan tetapi, jika terjadi permintaan dari kedua belah pihak, BP Batam siap memfasilitasi mediasi untuk menyelesaikan persoalan.

“Penerima alokasi yang mempunyai kewajiban untuk melakukan sosialisasi terhadap warga Baloi Kolam,” katanya.

Baca Juga: Tak Ada Lowongan Kerja Lagi, Kawasan Industri Horizon Sagulung Kembali Sepi

Ia menambahkan, BP Batam terbuka untuk menjadi mediator jika ada permintaan dari pihak perusahaan maupun warga. BP Batam akan membantu mempertemukan kedua belah pihak untuk mediasi.

Soal potensi konflik sosial yang muncul akibat proyek relokasi tersebut, BP Batam berharap pendekatan yang diambil oleh PT Alvinky dilakukan secara persuasif.

Ketika ditanya soal mekanisme pengawasan terhadap tindakan pengembang, Tuty mengakui bahwa BP Batam tidak memiliki sistem khusus untuk itu.

Ia menyebut, dalam perjanjian pengalokasian lahan, memang terdapat ketentuan bahwa perusahaan bertanggung jawab merelokasi warga secara mandiri. Pihaknya pun menyatakan siap membuka ruang dialog jika semua pihak memiliki tujuan yang sama dan menginginkan penyelesaian secara damai.

“Salah satu pasal dalam perjanjian itu meminta perusahaan merelokasikan warga dengan menggunakan anggaran sendiri,” katanya.

Mengenai informasi bahwa lahan di Baloi Kolam dialokasikan tidak hanya kepada PT Alvinky, Tuty membenarkannya. “Dalam kawasan Baloi Kolam terdiri beberapa perusahaan yang menerima alokasi lahan dari BP Batam,” tambahnya.

Meski begitu, ia tidak merinci secara pasti berapa jumlah perusahaan yang mendapat alokasi di kawasan tersebut. Namun, satu hal yang dipastikan adalah PT Alvinky memperoleh alokasi lahan seluas 9,2 hektare. Terkait peruntukan lahan itu sendiri, berdasarkan tata ruang, kawasan tersebut diperuntukkan untuk jasa, tetapi belum jelas jasa apa yang dimaksud. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Tegaskan Tak Terlibat Relokasi Warga Baloi Kolam pertama kali tampil pada Metropolis.

Dukung Pariwisata Bintan, Warga Busung Dilatih Berbahasa Inggris 

0
Penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Desa Busung dan Lembaga Bintan Face Education sebagai tandai dimulainya pelatihan Bahasa Inggris di aula Kantor Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam pada Jumat (18/4/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Pelajar, pemuda dan masyarakat setempat mendapat pelatihan Bahasa Inggris yang diselenggarakan Pemerintah Desa Busung dan Lembaga Bintan Face Education.

Program ini secara resmi dibuka di aula Kantor Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam pada Jumat (18/4/2025).

Kepala Desa Busung, Rusli mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal guna mendukung pariwisata.

Apalagi, Desa Busung dikenal sebagai desa wisata yang sering dikunjungi wisatawan lokal, nusantara maupun asing atau turis yang ingin melihat keindahan alam Danau Biru dan Gurun Pasir Bintan.

BACA JUGA: Aman: Tak Pernah Ada Pembahasan Pemotongan THR ASN

Dengan mencetak SDM lokal yang mahir dan berani berbahasa Inggris diharapkan mereka dapat mengambil peran besar dalam mengelola kawasan wisata dan menarik wisatawan asing.

Rusli mengungkapkan, desa mereka saat ini masuk kategori desa mandiri, sehingga memerlukan peran dan partisipasi bersama untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang memiliki daya saing.

Sementara itu, Pendiri Bintan Face Education, Setianus Zai mengatakan, pelatihan akan dilaksanakan selama tiga hari setiap minggu yaitu Jumat, Sabtu dan Minggu, selama 6 bulan.

Zai menekankan bahwa pelatihan mengedepankan pola komunikasi berbahasa Inggris yang mengalir dan berani untuk berbicara.

Sehingga peserta memiliki mental yang kuat untuk berani berbicara di depan wisatawan nusantara, lokal maupun turis.

“Banyak orang gagal dalam komunikasi bahasa Inggris karena takut dan ragu,” ujarnya.

Zai menambahkan bahwa setiap bulan akan ada pelatihan langsung turun ke lapangan untuk bertemu dan berkomunikasi dengan wisatawan, sehingga dapat mempraktikkan secara langsung kemampuan berbahasa Inggris mereka di depan wisatawan. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Dukung Pariwisata Bintan, Warga Busung Dilatih Berbahasa Inggris  pertama kali tampil pada Kepri.

Pemko Batam Percepat Peningkatan Drainase dan Jalan di Sagulung

0
Revitalisasi drainase di Sagulung oleh Pemko Batam.
f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos — Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya mengatasi masalah banjir dan jalan rusak di Kecamatan Sagulung. Saat ini, proyek perbaikan drainase dan pelebaran jalan menuju Kantor Kecamatan Sagulung, khususnya di kawasan Puteri Hijau, sedang dilaksanakan dengan intensif. Drainase yang sering menyebabkan genangan air sedang diperlebar dan diperdalam, sementara jalan juga diperlebar menjadi tiga lajur.

Pantauan di lokasi menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Pekerjaan drainase dan pelebaran jalan dilakukan secara bersamaan untuk mempercepat proses. Saluran air kini dalam tahap pemasangan semenisasi berbentuk huruf U berukuran besar, untuk meningkatkan kapasitas aliran saat hujan deras.

Pelebaran jalan juga dilakukan dengan serius. Row jalan diperlebar hingga mendekati drainase yang diperbesar, diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas, terutama saat jam sibuk yang sering menimbulkan kemacetan. Pelebaran jalan ini juga bertujuan untuk memperbaiki akses ke kawasan pemukiman yang padat penduduk.

Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam ini dipercepat. “Proyek ini diburu agar segera selesai karena jalur ini sangat ramai,” ujar seorang pekerja proyek. Jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju kantor kecamatan dan pemukiman, sehingga kerusakan jalan sangat mengganggu aktivitas warga.

Selama pengerjaan, arus lalu lintas menuju kawasan pemukiman sedikit terganggu. Namun, warga berharap proyek ini segera selesai agar kondisi jalan kembali normal dan drainase dapat berfungsi dengan baik untuk mengurangi genangan air saat musim hujan.

Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, mengapresiasi perhatian Pemko Batam terhadap infrastruktur di wilayahnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mendukung proyek ini dengan menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban lalu lintas. “Mari jaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan kita,” imbaunya.

Seperti yang telah diberitakan, proyek ini merupakan bagian dari upaya Pemko Batam untuk mengatasi banjir dan memperbaiki kualitas jalan di Sagulung. Tahap awal dimulai dengan pengerukan saluran drainase induk yang mengarah dari Kantor Camat Sagulung ke Simpang Putri Hijau. Proyek ini juga sejalan dengan pelebaran jalan di Simpang Empat Putri Hijau, yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan akses warga dalam jangka panjang. Camat Hafiz menyebut proyek ini sebagai realisasi dari usulan masyarakat yang sudah lama disampaikan.

Suharti, salah satu warga Sagulung, menyambut baik proyek perbaikan ini. Ia berharap pengerjaan selesai tepat waktu tanpa kendala. “Jalan rusak dan air tergenang saat hujan memang masalah utama kami. Semoga setelah ini, air bisa mengalir lancar dan jalan nyaman dilalui,” harapnya. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pemko Batam Percepat Peningkatan Drainase dan Jalan di Sagulung pertama kali tampil pada Metropolis.

Tangga Batu, Jadi Saksi Bisu Kenangan Masa Lalu di Tanjungpinang

0

Tanjungpinang kota yang kaya akan sejarah dan budaya, menyimpan banyak tempat ikonik dan legendaris. Menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan waktu dan kehidupan masyarakatnya. Salah satunya adalah Tangga Batu. Tempat yang paling dikenang dan menyimpan sejuta cerita nostalgia.

***

Suasana sore hari di kawasan Tangga Batu Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos

Tangga Batu atau Tangga Bertingkat yang masyhur disebut masyarakat sebagai Tangga Apollo ini, menjadi salah salah satu lokasi atau tempat yang ikonik dan legendaris di Kota Tanjungpinang.

Tangga yang menghubungkan Jalan Diponegoro, Jalan Gereja, Jalan Teuku Umar, Jalan Sunaryo dan Jalan Kemboja Tanjungpinang ini, menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan kehidupan masyarakat Tanjungpinang.

Tangga Batu terletak di kawasan pusat Kota Lama Tanjungpinang ini, menghubungkan dataran yang rendah dengan dataran yang lebih tinggi di atas perbukitan.

BACA JUGA: Masalah Parkir di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban Belum Tertanggani Maksimal

Pada masa lalu, tangga ini dipercaya menjadi akses utama bagi masyarakat yang ingin menuju ke rumah-rumah panggung, sekolah, pasar, masjid dan gereja hingga pelabuhan.

Terbuat dari batu alam dan campuran semen, tangga ini dibangun kokoh dan tahan lama yang seakan-akan menjadi simbol ketangguhan serta keakraban masyarakat dengan lingkungan.

Konon, Tangga Batu di Tanjungpinang telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Meskipun telah banyak pembangunan modern menggantikan jalanan lama, Tangga Batu tetap berdiri, menyimpan sisa sisa nostalgia yang tidak terlupakan.

Mengutip catatan sejarawan, tangga legendaris itu disebut Tangga Batu atau Tangga Apollo. Tangga tersebut berperan penting sebagai fasilitas umum dan akses jalan pintas di Tanjungpinang.

Karena letak geografis Kota Tanjungpinang yang berbukit-bukit, maka pada zaman dahulu kala, dibuat tangga yang terbuat dari batu dengan tujuan agar kota terlihat indah, rapi dan artistik.

Batu yang digunakan pada pembangunan tangga tersebut berasal dari sebuah pabrik batu alam yang berada di Senggarang pada zaman dahulu. Batu yang digunakan pada Tangga Batu tersebut, sama dengan yang digunakan pada Masjid Sultan Riau Penyengat.

Oleh karena itu, Tangga Batu atau Tangga Apollo bukan hanya sekadar batu-batu yang tersusun menanjak. Tangga legendaris itu adalah jalan nostalgia masa lalu yang patut dikenang, dirawat dan dibanggakan.

*Mengenang Masa Kecil di Tangga Apollo

Bagi banyak warga Tanjungpinang, terutama generasi 80-an dan 90-an, Tangga Batu bukan sekadar jalur penghubung. Tempat ini menjadi titik pertemuan, arena bermain masa kecil, bahkan tempat bersantai dan berbagi cerita.

Pada masa lampau itu, baik pagi, siang dan sore hari, tangga ini juga menjadi titik kumpul masyarakat, terutama generasi muda untuk bersosialisasi dan menikmati suasana bersama teman-teman. Anak-anak biasanya berlomba-lomba menaiki anak tangga sambil tertawa riang atau sekadar duduk bersantai di anak tangga.

Tidak jarang pula, para pedagang kaki lima menghiasi dan menjajakan makanan ringan di sekitar Tangga Batu. Namun yang paling terkenang pada masa itu adalah camilan es campur yang terkenal dengan sebutan es apollo. Maka disebutlah Tangga Batu itu dengan sebutan Tangga Apollo.

Saat ini, nostalgia menikmati es apollo di sekitar Tangga Batu atau Tangga Apollo, masih membekas di ingatan masyarakat yang pernah merasakannya. Minuman segar favorit dan masih sering dibicarakan ini, tidak hanya menawarkan rasa yang khas, tetapi juga membangkitkan nostalgia bagi siapa saja yang pernah menikmatinya di masa lalu.

“Waktu kecil sekitar tahun 80-an, kami dan kakak serta adik, kalau pulang dari madrasah di Jalan Sunaryo, pada sore hari pasti kami singgah main di situ (Tangga Batu) sama teman-teman. Tidak lupa jajan es apollo,” kenang Nasrul, 47, warga Jalan Kemboja Tanjungpinang kepada Batam Pos, Ahad (20/4).

Tangga Batu atau Tangga Apollo, kata Nasrul, juga berfungsi sebagai jalan penghubung antara pemukiman masyarakat di Jalan Kemboja, Kampung Bukit, Jalan Sunaryo dan Jalan Diponegoro, dengan kawasan Kota Lama yakni Jalan Teuku Umar, pasar Jalan Merdeka, Masjid Agung Al Hikmah dan pelabuhan Sri Bintan Pura.

“Dahulu, kami dari rumah kalau mau main ke tepi laut atau belanja ke pasar atau pun pergi salat ke masjid, ya jalan kaki lewat tangga itu sebagai jalan potong (jalan pintas),” ungkapnya, mengingat masa kecil.

Menurut Nasrul, bagi siapa pun yang pernah melangkah di Tangga Batu, kenangan masa kecil tidak akan pernah benar-benar pudar. Setiap anak tangga seolah menyimpan sejuta cerita kehidupan masyarakat Tanjungpinang dari masa ke masa.

“Tangga Apollo adalah aset yang harus dijaga. Semoga pihak berwenang memperhatikan tempat ini karena banyak kenangan di sini,” harap pengusaha kecil dan menengah di Tanjungpinang ini.

BACA JUGA: Ngabuburit di Kota Lama, Nikmati Senja Ramadan Lewat Lensa Kamera

Melestarikan dan Menjaga Keberadaan Tangga Batu di Tengah Modernisasi

Tangga Batu atau Tangga Apollo yang berada di kawasan Kota Lama Tanjungpinang ini, bukan hanya struktur fisik, tetapi sebagai simbol perjalanan dan kenangan bagi masyarakat Tanjungpinang.

Namun seiring berjalannya waktu, popularitas Tangga Batu mulai redup. Pembangunan jalan raya dan akses kendaraan perlahan menggeser fungsi tangga ini sebagai jalan penghubung.

Meskipun demikian, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Budaya dan Pariwisata tidak tinggal diam. Pihak berwenang mulai memperhatikan keberadaan tangga legendaris yang penuh kenangan ini dengan upaya pelestarian. Salah satunya dengan menjadikan Tangga Batu sebagai objek cagar budaya Tanjungpinang.

Melalui pelestarian dan penghargaan terhadap Tangga Baru sebagai cagar budaya ini, masyarakat dapat terus merajut kisah masa lalu ke dalam kehidupan modern. Memastikan bahwa sejarah tetap hidup bagi semua generasi mendatang.

Dengan demikian, generasi mendatang dapat terus merasakan dan dapat menghargai nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam Tangga Batu atau Tangga Apollo ini.

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Tanjungpinang telah merekomendasikan lima objek bersejarah untuk ditetapkan sebagai cagar budaya Tanjungpinang tahun 2024. Keputusan ini diambil setelah melalui sidang penetapan dan proses kajian mendalam yang melibatkan berbagai aspek sejarah, arsitektur, dan nilai budaya.

Ketua TACB Tanjungpinang Zulhidayat mengungkapkan, lima objek yang terpilih menjadi cagar budaya Tanjungpinang adalah kompleks makam keluarga penghulu Kampung Bugis, dua bekas Kantor Pemerintah Provinsi Riau, Bangku Panjang Wilhelmina (Wilhelmina Bank) dan Tangga Batu.

Melalui penetapan sebagai cagar budaya, lima objek tersebut akan mendapatkan perlindungan hukum. Penetapan itu juga diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan serta dapat memperkuat identitas budaya Tanjungpinang.

Selain itu, objek cagar budaya mendapatkan perawatan dan upaya pelestarian yang lebih baik, sehingga nilai sejarahnya tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Selanjutnya, keberadaan cagar budaya baru di Tanjungpinang ini juga dapat memberikan dampak yang positif bagi kehidupan dan perekonomian masyarakat sekitar.

“Dengan adanya cagar budaya baru, Tanjungpinang semakin kaya akan sejarah dan budaya. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat dengan Tanjungpinang,” kata Zulhidayat, beberapa waktu lalu. (*)

Reporter: Yusnadi

 

Artikel Tangga Batu, Jadi Saksi Bisu Kenangan Masa Lalu di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Rutan Kelas IIA Batam Ikut Indonesian Prison Products and Art Festival 2025 di Jakarta

0
Aneka ketrampilan diajarkan di Rutan Batam, salah satunya bertani. (istimewa)

batampos – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam ikut memeriahkan Indonesian Prison Products and Art Festival (IPPAFest) 2025 di Jakarta, pada 21–23 April 2025. Rutan Batam mengirimkan produk karya Warga Binaan, seperti Lalampa (lemper abon ikan), roti goreng, dan kripik ubi, sebagai bagian dari pembinaan keterampilan di dalam rutan.

Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini, karena memberi kesempatan bagi Warga Binaan untuk menunjukkan hasil jerih payah mereka. Selain itu, Rutan Batam juga menjalankan program kemandirian, termasuk produksi tahu, tempe, serta kegiatan perkebunan seperti penanaman jagung dan sayuran. Minggu depan, Warga Binaan akan memanen hasil kebun untuk kebutuhan pangan harian.

Fajar menambahkan, mereka juga memperkuat kerja sama untuk pelatihan bakery, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan internal sebelum memikirkan pemasaran.

IPPAFest 2025 adalah ajang tahunan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) untuk menampilkan hasil pembinaan Lapas di Indonesia. Acara ini terbuka untuk umum, dengan berbagai pameran dan pertunjukan seni. Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyatakan bahwa IPPAFest adalah tentang kemanusiaan, kesempatan kedua, dan dukungan masyarakat. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Rutan Kelas IIA Batam Ikut Indonesian Prison Products and Art Festival 2025 di Jakarta pertama kali tampil pada Metropolis.

Kejari Lingga mulai Bidik Kasus Aplikasi SIAP-E Diskominfo Lingga

0
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lingga, Adimas Haryosetyo, Minggu (20/4). F. Vatawari/BATAM POS.

batampos– Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Lingga beberapa waktu belakangan ini kembali menjadi sorotan masyarakat karena permasalahan Aplikasi SIAP-E yang sampai hari ini tak kunjung bisa digunakan.

Menyikapi pemberitaan yang beredar di media online maupun media cetak, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga melalui Kasi Intel Kejari Lingga, Adimas Haryosetyo, akhirnya angkat bicara saat ditemui oleh pihak Batampos di Pantai Tiga Berlian Dabo Singkep Kabupaten Lingga, Minggu (20/4).

Saat diwawancarai oleh pihak Batampos, Kasi Intel Kejari Lingga mengatakan belum pernah ada pemanggilan terhadap Diskominfo Lingga oleh Kejari Lingga yang berkaitan dengan masalah Aplikasi SIAP-E.

BACA JUGA: Bupati Lingga Meminta Diskominfo Segera Aktifkan Kembali Aplikasi SIAP-E

“Sampai saat ini, untuk permasalahan Aplikasi SIAP-E yang ada di Dinas Kominfo Lingga kami dari Kejari Lingga belum pernah mendapatkan laporan dan pemanggilan,” ujar Adimas Haryosetyo, Minggu (20/4).

Adimas Haryosetyo menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengumpulan informasi dan mempelajari terkait permasalahan ini untuk segera ditindak lanjuti.

“Memang sampai hari ini, kami belum mendapatkan informasi terkait permasalahan aplikasi SIAP-E ini. Namun, kami akan melakukan pengumpulan informasi dan data terkait permasalahan ini kemudian akan kami follow-up,” ungkap Kasi Intel Kejari Lingga. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Kejari Lingga mulai Bidik Kasus Aplikasi SIAP-E Diskominfo Lingga pertama kali tampil pada Kepri.