Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2012

WTP Baru Beroperasi, Suplai Air Batam Ditingkatkan

0
Ilustrasi.

batampos – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan air minum bagi warga Batam, PT Air Batam Hilir dan PT Air Batam Hulu terus melakukan upaya perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur.

Kedua operator tersebut bekerja sama dengan Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU-SPAM) BP Batam dalam memastikan ketersediaan air minum yang layak bagi masyarakat.

Corporate Communication PT ABH, Ginda Alamsyah, menyampaikan peningkatan kebutuhan air minum di Batam menuntut adanya langkah-langkah konkret dari para operator air. Oleh karena itu, pihaknya bersama mitra strategis terus melakukan pembenahan guna memperkuat sistem distribusi air di wilayah tersebut.

Baca Juga: Distribusi Air Belum Normal, BP Batam Fokus Benahi 18 Stress Area

Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah penambahan kapasitas produksi air melalui pengoperasian sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru, seperti WTP Mukakuning II, Tembesi, dan Duriangkang 5. Ketiga instalasi ini diharapkan mampu menyuplai air bersih lebih optimal ke berbagai wilayah di Batam.

“Dengan beroperasinya fasilitas-fasilitas ini, kapasitas produksi air meningkat secara signifikan, sehingga mampu menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan air yang terus bertambah,” kata dia, Kamis (10/4).

Penambahan kapasitas ini juga menjadi solusi atas berbagai permasalahan suplai air di sejumlah wilayah yang masih mengalami ketidaknormalan dalam aliran air. Adanya distribusi yang belum merata menjadi perhatian serius pihak operator dan BU-SPAM BP Batam.

Baca Juga: Upaya Perbaiki Distribusi Air Bersih, BP Batam Evaluasi Kontrak dengan PT Moya

Ginda menambahkan, upaya lain yang turut dilakukan adalah peningkatan tekanan air melalui sistem injeksi serta penerapan keseimbangan distribusi antar wilayah. Langkah ini bertujuan agar pelanggan di area dengan tekanan rendah tetap mendapatkan pasokan air secara memadai.

Selain itu, PT Air Batam Hilir dan Hulu juga terus melakukan perbaikan infrastruktur distribusi, baik melalui penggantian jaringan lama maupun pembangunan jalur baru yang lebih efisien dan tahan terhadap gangguan teknis.

“Kami berkomitmen untuk mengatasi krisis air di area-area terdampak melalui berbagai pendekatan teknis dan strategis. Kerja sama dengan BU-SPAM BP Batam akan terus kami tingkatkan demi tercapainya layanan air minum yang andal dan berkelanjutan di Batam,” ujar Ginda. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel WTP Baru Beroperasi, Suplai Air Batam Ditingkatkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Enam Dapur SPPG Sedang Dibangun, Makan Bergizi Gratis Tahap Dua mulai 14 April

0
Pelajar SDN 001 Tebing saat menerima menu makanan gratis. f,Romo

batampos– Saat ini, sedang dibangun dapur Satuan Pelayanan Penenuhan Gizi (SPPG) dibeberapa kecamatan yang direncanakan akan didistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tanggal 14 April mendatang. Hal ini disampaikan perwakilan Mitra Mandiri Badan Gizi Nasional (BGN) Karimun Franklin C Palempung untuk tahap dua yang dimulai pada bulan April hingga Juni.

” Jadi sekarang sedang dibangun dapur SPPG, untuk tempat memasak MBG. Dan, nanti akan didistribusikan kepada sekolah SD, SMP dan SMA yang ada di kabupaten karimun,” terangnya, Rabu (9/4).

Sedangkan, dapur SPPG tersebut saat ini yang sudah siap yaitu kecamatan Tebing. Sedangkan, beberapa kecamatan sedang dibangun dapur SPPG seperti dikecamatan Karimun, Meral Barat, Kundur Barat, Kundur Utara dan Moro.

BACA JUGA:Program MBG di Anambas Tetap Berjalan Normal di Bulan Ramadan

” Untuk tahap pertama sudah selesai. Dan, terakhir kemarin dibulan Maret saat bulan puasa MBGnya berbentuk makanan untuk berbuka puasa seperti, kurma, biskuit, telor bulat, pisang, sereal,” tuturnya.

Masih kata Franklin, untuk proses pendistribusian tahap pertama kemarin ada 5 sekolahan SMAN 1, SMPN 1 dan SDN 001 Tebing, SDN 004 Tebing dan SDN 008 Tebing dengan total 1655 pelajar.

” Mudah-mudahan tepat waktu, tahap kedua perdananya bulan ini,” ucapnya.

Sementara itu salah satu guru SDN 001 Tebing Romo mengatakan, untuk makan bergizi gratis sudah diterima oleh para pelajar kelas IV, V dan VI saja. Sedangkan, kelas I, II dan III libur selama bulan suci ramadan 1446 H.

” Sudah diterima kemarin. Kalau dilihat hanya makanan ringan saja sih,” ucapnya.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Enam Dapur SPPG Sedang Dibangun, Makan Bergizi Gratis Tahap Dua mulai 14 April pertama kali tampil pada Kepri.

Penumpang KM Kelud Meninggal Dunia saat Perjalanan dari Medan ke Batam

0
Ilustrasi KM Kelud.

batampos – Seorang penumpang kapal Pelni KM Kelud dilaporkan meninggal dunia saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Belawan, Medan menuju Batam pada Kamis (10/4) siang. Korban diketahui bernama Adrina, perempuan berusia 42 tahun warga Perumahan Masyeba Kota Batam.

Informasi tentang meninggalnya penumpang tersebut dibenarkan oleh Kepala Cabang PT Pelni Batam, Edwin Kurniansyah.

Edwin menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi tak lama setelah kapal bertolak dari Pelabuhan Belawan. Saat itu, korban dilaporkan tiba-tiba tidak sadarkan diri dan segera mendapat penanganan medis dari petugas kapal.

“Benar, ada satu penumpang meninggal dunia. Korban seorang perempuan dewasa, usia sekitar 42 tahun. Kejadian ini terjadi saat kapal sedang berlayar dari Belawan menuju Batam,” ujar Edwin saat dikonfirmasi Kamis (10/4).

Karena posisi kapal masih berada di sekitar Belawan, tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bersama Basarnas langsung melakukan evakuasi dengan menjemput korban ke atas kapal dan menurunkannya kembali di Pelabuhan Belawan.

“Karena kapal masih berada di sekitar Belawan, KKP dan Basarnas langsung menjemput ke kapal dan menurunkan korban di Belawan,” jelas Edwin.

Edwin menambahkan bahwa pihaknya masih menelusuri informasi lebih lanjut mengenai identitas korban melalui manifes penumpang dan penyebab kematian. Diketahui, korban membeli tiket pulang pergi dari Batam menuju Belawan jelang lebaran. Ia berangkat bersama suami dan dua orang anaknya.

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut, termasuk penyebab kematian. Namun dari pihak dokter kapal mencatat bahwa korban diduga meninggal akibat serangan jantung,” ujarnya.

Kapal KM Kelud diketahui berangkat dari Pelabuhan Belawan pada Kamis siang dan dijadwalkan tiba di Batam pada Jumat siang.

Sesuai dengan aturan, proses evakuasi dilakukan segera setelah kapal berada dengan Pelabuhan terdekat. Pihak Pelni Batam mengungkapkan, mereka masih menunggu informasi lanjutan terkait korban. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Penumpang KM Kelud Meninggal Dunia saat Perjalanan dari Medan ke Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Operasi Ketupat Seligi Berakhir, Kecelakaan Turun Drastis, Gangguan Kamtibmas Meningkat

0
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin.

batampos – Operasi Ketupat Seligi 2025 yang digelar Polda Kepri resmi berakhir. Operasi tahunan yang berlangsung selama 14 hari sejak 26 Maret 2025 ini bertujuan mengamankan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah di seluruh wilayah hukum Polda Kepri.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyampaikan secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama operasi berlangsung tetap terjaga. Namun, terdapat dinamika yang perlu menjadi perhatian, terutama meningkatnya jumlah gangguan Kamtibmas meskipun angka kecelakaan lalu lintas menunjukkan penurunan yang signifikan.

“Salah satu poin menggembirakan dari pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2025 adalah penurunan drastis angka kecelakaan lalu lintas,” ujar Kapolda, Kamis (10/4).

Data perbandingan Operasi Ketupat di tahun 2024 dan 2025 menunjukkan tren positif dalam hal keselamatan berlalu lintas. Tahun lalu, pada hari ketiga belas operasi tercatat empat kasus kecelakaan dengan rincian satu korban meninggal dunia, lima luka berat, dan dua luka ringan.

Sementara pada tahun ini, terjadi satu kasus kecelakaan. Ada satu korban mengalami luka berat. Untuk korban jiwa maupun luka ringan tidak ada.

“Artinya, terjadi penurunan sebanyak tiga kasus atau setara 75 persen. Bahkan, Polda Kepri mencatat peningkatan kualitas penanganan laka lantas sebesar 25 persen,” katanya.

Keberhasilan ini, menurut Kapolda, tidak lepas dari peran aktif Satgas Kamtibcar Lantas yang gencar melakukan patroli serta pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kecelakaan.

Di balik catatan positif tersebut, Polda Kepri juga mencatat peningkatan cukup tajam dalam angka gangguan Kamtibmas. Pada hari keempat belas operasi tahun ini pada 8 April 2025, terjadi 17 kasus gangguan Kamtibmas, melonjak tajam dibanding tahun lalu yang hanya lima kasus pada hari ketiga belas pada 16 April 2024.

Kenaikan sebesar 12 kasus ini mencerminkan lonjakan 29 persen. Seluruh kasus tersebut tergolong kejahatan konvensional. Tidak tercatat adanya kasus kejahatan transnasional, kejahatan terhadap kekayaan negara, maupun gangguan kontinjensi dalam dua tahun terakhir pada periode yang sama.

Kapolda Kepri memberikan instruksi kepada seluruh jajaran agar tetap siaga terhadap potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat, terutama pasca momen Lebaran.

Pihaknya juga menegaskan pentingnya peran Bhabinkamtibmas dan Satgas Binmas dalam menyampaikan imbauan Kamtibmas secara masif kepada masyarakat. Sosialisasi terkait pelanggaran lalu lintas yang berisiko menyebabkan kecelakaan, khususnya saat mobilitas antar wilayah meningkat, akan terus digencarkan.

“Dalam setiap pelaksanaan tugas, saya tekankan kepada seluruh personel agar tetap bersikap humanis dan profesional,” ujarnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Operasi Ketupat Seligi Berakhir, Kecelakaan Turun Drastis, Gangguan Kamtibmas Meningkat pertama kali tampil pada Metropolis.

Distribusi Air Belum Normal, BP Batam Fokus Benahi 18 Stress Area

0
Ilustrasi.

batampos – BP Batam terus berupaya menyelesaikan persoalan distribusi air bersih yang masih belum merata di sejumlah wilayah. Saat ini, terdapat 18 stress area atau kawasan yang belum terlayani air bersih secara normal, di mana air hanya mengalir pada dini hari hingga subuh.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena penyediaan air bersih termasuk dalam lima program prioritas Wali Kota Batam/Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota/Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra di triwulan kedua masa jabatan mereka.

Masyarakat pun berharap pasokan air di kawasan-kawasan tersebut bisa segera lebih kontinu, tidak hanya mengalir di luar jam aktivitas harian.

Baca Juga: Air Mati Lagi di Tanjungsengkuang, PT ABH: Dampak dari Penurunan Produksi di IPA Mukakuning dan Duriangkang

“Kami ingin air mengalir normal. Jangan sampai seperti yang sudah-sudah,” kata Wira, warga Tanjungsengkuang.

Ia mengaku, di wilayah tempat tinggalnya itu sering kali air mengalir tak lancar. Bahkan tak menutup kemungkinan suplai air terhenti.

“Air mengalir kadang cuma subuh aja. Di jam-jam normal aliran tak mengalir, kalau ngalir pun cuma dikit aja. Jadi kami (warga) minta pemerintah segera berbenah, bila perlu kembalikan ke pengelola yang sebelumnya,” ujar dia.

Sementara, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai mengerjakan sejumlah proyek teknis untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah proyek pemasangan krossing pipa di Kepayang dan interkoneksi pipa di kawasan Sei Harapan.

Baca Juga: Air Mati Sejak Pagi, Warga Legenda Menjerit

“Dengan proyek tersebut, beberapa wilayah kini sudah mulai bisa dialiri air, meskipun belum 24 jam penuh. Wilayah itu antara lain Kamp Ponjen, Kamp Bukit, Tiban Riau Bertuah, dan Patam,” katanya.

Meski begitu, distribusi air di kawasan tersebut masih dalam tahap pemantauan. Hal ini disebabkan oleh kontur wilayah yang cukup tinggi di beberapa titik, sehingga tekanan air belum mampu menjangkau seluruh area secara optimal.

“Nantinya, kami akan memasang booster atau pompa tambahan agar air bisa naik ke wilayah yang lebih tinggi dan sulit dijangkau,” katanya.

Selain itu, BP Batam juga berencana melakukan pemasangan pipa krossing tambahan di wilayah lainnya. Langkah ini akan didukung dengan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di kawasan Ladi dengan kapasitas 50 liter per detik.

Baca Juga: Sudah 3 Hari Air Tak Ngalir ke Daerah Tiban, Fiska: Saya Mandi Pakai Air Galon 

“Pembangunan IPA Ladi ini diharapkan dapat menyelesaikan persoalan stress area di wilayah barat Batam yang selama ini cukup terdampak,” ujar Tuty.

Di sisi lain, BP Batam juga tengah meninjau kembali skema kerja sama dengan Moya selaku operator pengelola air. Saat ini skema yang berjalan adalah Operation & Maintenance (OM), namun pihaknya sedang berdiskusi dengan PT Moya pusat untuk evaluasi menyeluruh.

“Evaluasi ini akan memakan waktu cukup panjang, bisa lebih dari enam bulan. Tapi ini bagian dari upaya kami untuk mendapatkan skema terbaik bagi pelayanan air bersih di Batam,” kata dia.

Selama dua minggu pertama dirinya menjabat, sudah banyak laporan kebocoran pipa yang diterima dan langsung ditindaklanjuti. “Kami bergerak cepat memperbaiki kebocoran tergantung pada tingkat kerusakannya,” tambahnya.

BP Batam menegaskan komitmennya dalam penyediaan air bersih yang merata bagi seluruh masyarakat Batam. Tuty berharap, dengan berbagai langkah yang sedang dan akan dilakukan, pelayanan air bersih bisa semakin membaik ke depannya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Distribusi Air Belum Normal, BP Batam Fokus Benahi 18 Stress Area pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Menunggu Hasil Forensik untuk Memastikan Penyebab Kematian Pria di Hutan Tiawangkang

0
Ilustrasi mayat.

batampos – Kepolisian masih terus mendalami kasus penemuan mayat pria berinisial TI yang ditemukan membusuk di jurang kawasan hutan Tiawangkang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, pada Kamis (27/3) lalu. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan laboratorium.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, menegaskan pihaknya tidak ingin gegabah dalam menyimpulkan penyebab kematian TI. “Kami masih menunggu hasil laboratorium forensik dari Jakarta. Hari ini juga kami kembali berkoordinasi dengan tim laboratorium,” ujar Anwar saat dikonfirmasi, Kamis (10/4).

Menurut Anwar, dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa lebih dari lima orang saksi yang diduga memiliki keterkaitan atau mengetahui perihal korban sebelum ditemukan meninggal. Namun, belum ada informasi signifikan yang dapat mengarahkan pada kesimpulan penyebab kematian.

Baca Juga: Terkait Temuan Mayat di Jurang Hutan Tiawangkang, Polisi Periksa 5 Saksi dan Tunggu Hasil Lab

“Intinya, kasus ini masih kami dalami. Kami tidak ingin berspekulasi. Pemeriksaan forensik adalah bagian penting untuk mengetahui secara pasti apakah korban meninggal karena pembunuhan atau sebab lainnya,” tambahnya.

Bila nantinya hasil forensik menunjukan bahwa TI adalah korban pembunuhan, Anwar menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan penyelidikan lebih dalam untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut. “Jika benar pembunuhan, pasti akan kami kejar siapa pelakunya,” tegasnya.

Sebelumnya, masyarakat Kampung Tiawangkang sempat dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria yang sudah dalam kondisi membusuk di dalam jurang. Temuan ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian yang kemudian melakukan olah TKP dan evakuasi korban.

Baca Juga: Polisi Masih Selidiki Penemuan Mayat Membusuk di Jurang Tiawangkang

Hasil identifikasi menyatakan bahwa korban merupakan warga Bengkong yang sebelumnya telah dilaporkan hilang di Polsek Bengkong. Keluarga korban juga telah menerima jenazah setelah proses visum dan pemeriksaan medis selesai dilakukan.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa saat ini proses penyelidikan dilakukan secara gabungan oleh tim dari Polsek Sagulung, Polsek Bengkong, dan Polresta Barelang. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pengungkapan fakta di balik kematian TI.

“Kami masih terus kumpulkan bukti dan keterangan. Hasil forensik ini menjadi kunci utama untuk menentukan arah penyidikan selanjutnya,” jelas Anwar.

Dengan masih menunggu hasil laboratorium, polisi mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terbukti. “Kami akan sampaikan perkembangan lebih lanjut jika hasil forensik sudah keluar. Yang jelas, kami serius menangani kasus ini,” tutup nya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polisi Menunggu Hasil Forensik untuk Memastikan Penyebab Kematian Pria di Hutan Tiawangkang pertama kali tampil pada Metropolis.

Perbaikan Jalan S. Parman Dimulai, Baru Tahap Tambal Sulam

0
Jalan S Parman kembali mulus setelah jalan bopeng ditambal.
(f. Eusebius / Batam Pos)

batampos – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, memastikan perbaikan Jalan S. Parman di wilayah Seibeduk sudah mulai dikerjakan. Namun, perbaikan yang dilakukan saat ini masih sebatas perawatan berupa tambal sulam di titik-titik yang mengalami kerusakan parah atau berlubang.

Menurut Suhar, tindakan awal ini dilakukan berdasarkan hasil opname dan pengecekan yang telah dilakukan oleh timnya bersama jajaran pimpinan sebelumnya. “Kita lakukan perawatan dulu, jalan-jalan yang rusak kita tambal. Pengerjaan sudah berjalan,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Meski demikian, Suhar mengungkapkan bahwa perbaikan menyeluruh atau peningkatan jalan secara total belum dapat dipastikan waktunya. Hal ini karena masih harus disesuaikan dengan alokasi anggaran peningkatan akses jalan tahun ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menangani keluhan masyarakat secara bertahap.

“Tahun ini kita sedang fokus pada peningkatan jalan di kawasan Batuaji. Jalan R. Suprapto dari Simpang Puteri Hijau akan dibuka menjadi lima lajur, dan pengerjaan sudah dimulai,” jelas Suhar. Ia menyebutkan bahwa proyek-proyek peningkatan jalan lainnya akan menyusul, tergantung ketersediaan anggaran.

Ia juga menambahkan, “Satu per satu kita kerjakan, dan untuk kerusakan yang ada di lokasi lain seperti di Seibeduk, kita tanggapi dengan perawatan dulu.” Hal ini, menurutnya, agar kondisi jalan tidak semakin parah dan tetap bisa dilalui oleh masyarakat dengan aman.

Sementara itu, warga Seibeduk, khususnya para pekerja yang kerap melintasi Jalan S. Parman, menyuarakan keluhan mereka atas kondisi jalan yang rusak. Banyak pengendara motor yang hampir celaka akibat lubang dan gelombang di permukaan jalan tersebut.

Irma, seorang pekerja yang tinggal di Seibeduk, mengaku sangat terganggu dengan kondisi jalan itu. “Kalau hanya ditambal saja, tak akan bertahan lama. Karena ini jalur padat. Kalau bisa, perbaikan menyeluruh dari Mukakuning sampai Tanjungpiayu,” harapnya.

Menurut Irma, perbaikan tambal sulam biasanya tidak tahan lama, apalagi pada jalan-jalan utama yang padat kendaraan. Ia dan warga lainnya berharap pemerintah kota bisa segera mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan di Seibeduk.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat berharap Pemko Batam bisa lebih cepat dalam melakukan perbaikan menyeluruh, agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan bisa terjamin. Pemerintah pun diminta untuk meninjau ulang skala prioritas pembangunan infrastruktur jalan agar lebih merata. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Perbaikan Jalan S. Parman Dimulai, Baru Tahap Tambal Sulam pertama kali tampil pada Metropolis.

Bintan Triathlon 2025 Diharap Tarik 1.000 Atlet Triathlon

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan bersama pihak penyelenggara, Bintan Resorts dan Orange Room saat konferensi Bintan Triathlon 2025 di Warung Yeah, Rabu (9/4/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Ajang triathlon, Indofood Bintan Triathlon 2025 bakal digelar di kawasan Bintan Resorts Lagoi, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau pada 4-5 Oktober 2025.

Edisi Ke-21 ini diharapkan dapat menarik 1.000 atlet triathlon mancanegara maupun nusantara.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan dalam konferensi pers Bintan Triathlon 2025 di Warung Yeah, Rabu (9/4/2025), mengapresiasi semua pihak yang konsisten melaksanakan event ini.

BACA JUGA: Diikuti Ratusan Peserta, Armada Triathlon 2024 Jadi Ajang Promosi Wisata Bintan

Ia berharap, event ini dapat menarik 1.000 atlet triathlon sehingga memberi efek yang luas terhadap perkembangan industri pariwisata maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat Bintan.

General Manager Operations Bintan Resorts, Prakash Nair mengungkapkan bahwa ajang ini pada tahun lalu diikuti atlet triathlon dari 17 negara.

Ia berharap, semakin banyak atlet dari berbagai negara yang akan berpartisipasi pada tahun ini.

Ia juga mendorong partisipasi atlet triathlon nusantara dan lokal untuk berpartisipasi.

Managing Director Orange Room, Elvin Ting menjelaskan bahwa ada kategori baru yang menarik dalam event ini yaitu Standard dan Sprint Duathlon.

Kompetisi ini akan dimulai pada hari pertama dengan kategori Olympic dan Sprint Triathlon, serta kategori Standard dan Sprint Duathlon.

Kemudian dilanjutkan dengan segmen peserta anak-anak dan remaja pada hari kedua.

Kadispar Kepri, Guntur Sakti mengatakan, event ini memperkuat posisi Bintan Resorts sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Karena, tidak hanya memperkenalkan Bintan sebagai pusat wisata olahraga, tetapi juga meningkatkan daya tarik bagi wisatawan global.

Head of Corporate Communication, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana menyampaikan, Indofood sangat mendukung pelaksanaan event ini.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk  konsistensi Indofood dalam mendukung berbagai ajang olahraga seperti sepak bola, bulu tangkis, dan marathon. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Bintan Triathlon 2025 Diharap Tarik 1.000 Atlet Triathlon pertama kali tampil pada Kepri.

Karantina Kepri Musnahkan Komoditas Ilegal Tanpa Dokumen

0
Prosesi pemusnahan komoditas ilegal tanpa dokumen oleh Karantina Kepri.
(f. Karantina Kepri untuk Batam Pos)

batampos – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepri kembali melakukan pemusnahan terhadap sejumlah komoditas pertanian dan peternakan yang tidak dilengkapi dokumen resmi. Pemusnahan dilakukan pada Selasa (9/4) di fasilitas Karantina Kepri, Sei Temiang, Batam.

Langkah ini diambil sebagai upaya melindungi sumber daya alam (SDA) dari ancaman hama dan penyakit.

Kepala Karantina Kepri, Herwintarti, saat dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa total komoditas yang dimusnahkan mencapai 60,44 kilogram. Rinciannya meliputi 8,44 kg produk hewan, 32,35 kg produk ikan, dan 19,65 kg produk tumbuhan. Selain itu, sebanyak 496 ekor burung pipit asal Kuala Tungkal, Jambi, juga turut dimusnahkan.

“Komoditas tersebut berasal dari Malaysia dan beberapa daerah lain di Indonesia. Seluruhnya tidak dilengkapi dokumen kesehatan dari daerah atau negara asal,” ujar Herwintarti, Kamis (10/4).

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan incinerator. Seluruh barang merupakan hasil penahanan terhadap bawaan penumpang pesawat dan kapal laut yang masuk ke wilayah Batam tanpa dokumen karantina yang sah.

“Dokumen kesehatan dari daerah asal sangat penting untuk menjamin bahwa komoditas tersebut aman dan tidak membawa penyakit. Ini adalah bentuk perlindungan terhadap kekayaan hayati dan sumber daya alam kita,” tegasnya.

Herwintarti menambahkan, pemusnahan ini menjadi bukti komitmen Karantina Kepri dalam menjaga keamanan hayati wilayah. Letak geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, serta menjadi jalur masuk dari Pulau Sumatera, menjadikan wilayah ini rawan penyelundupan komoditas ilegal.

“Oleh karena itu, diperlukan pengawasan intensif dan kerja sama lintas instansi dalam menjaga wilayah perbatasan dari ancaman hama dan penyakit,” katanya.

Karantina Kepri terus menggencarkan sosialisasi dan pengawasan terhadap lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan. Kegiatan ini melibatkan TNI, Polri, Bea Cukai, serta entitas lain yang tergabung dalam CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority).

Herwintarti juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan komoditas yang hendak dilalulintaskan, baik antarwilayah maupun antarnegara. Hal ini sejalan dengan UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

“Mari kita bersama menjaga mutu pangan dan kesehatan komoditas yang kita konsumsi dengan mengikuti prosedur perkarantinaan yang berlaku,” ajaknya. (*)

 

Reporter: Arjuna

 

Artikel Karantina Kepri Musnahkan Komoditas Ilegal Tanpa Dokumen pertama kali tampil pada Metropolis.

Resep Daging Cabai Hijau Empuk, Cocok untuk Menu Harian

0
Resep Daging Cabai Hijau yang Enak dan Empuk. (YouTube Devina Hermawan)

batampos – Bagi penggemar cabai hijau, bisa dicoba resep yang satu ini, daging cabai hijau.

Selain dagingnya yang empuk, cita rasa cabai hijau yang melimpah pedas ditambah bumbu yang member cita rasa gurih membuat daging cabai hijau ini dijamin menggugah selera makan.

Cara memasaknya yang mudah plus bahan-bahan yang mudah didapat membuat resep daging cabai hijau ini cocok dijadikan menu harian.

Baca juga: Perjalanan Cinta Luna Maya – Maxime Bouttier Menuju Pelaminan Mei Mendatang

Resep daging cabai hijau ala chef Devina Hermawan pada yang dilansir dalam akun Youtube-nya bisa dicoba.

Bahan-bahan untuk membuat daging cabai hijau:
– 600 gram daging sengkel

Bahan untuk membuat bumbu halus:
– 6 siung bawang merah
– 10 siung bawang putih
– 2 butir kemiri
– 4 cm lengkuas
– 1 ruas kunyit
– 3 cm jahe
-100 ml minyak

Bahan lainnya:
– 6 lembar daun salam
– 1 batang serai yang sudah digeprek
– 100 gram gula merah
– 2 sdm kecap manis
– 2 sdt garam
– 2 sdt kaldu bubuk atau penyedap
– 1 sdt merica
– ±1500 ml air

Baca juga: Hasil Riset, Kue Kering Ini Masih Jadi Hidangan Nomor Satu Saat Lebaran Versi Gen-Z

Bahan untuk membuat sambal cabai hijau:
5-6 siung bawang merah
10 siung bawang putih
1-2 buah atau 4-8 gram terasi
100 ml minyak
2 buah tomat hijau
20 buah cabai rawit hijau yang sudah dicincang
8 buah cabai hijau yang sudah dicincang
4 buah cabai gendot yang sudah dicincang
1-2 sdt garam
¾ sdm gula
¾ sdt penyedap
¼ sdt merica

Bahan tambahan lainnya:
8-10 buah cabai rawit hijau yang sudah diiris

Cara untuk membuat daging cabai hijau:
1. Untuk membuat bumbu halus, masukkan bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, kunyit, jahe, dan minyak ke dalam blender hingga halus.

2. Tumis bumbu halus dengan daun salam dan serai hingga kering, sisihkan.

3. Masukkan daging dan masak hingga permukaan daging berubah warna menjadi kecokelatan sambil sesekali diaduk hingga tercampur dengan merata.

Baca juga: Manfaat Air Cucian Beras Untuk Kesehatan Kulit Wajah

4. Lalu masukkan air, kecap manis, gula merah, garam, merica, dan kaldu bubuk atau penyedap. Masak hingga daging empuk selama 1 jam, apabila air mulai menyusut tambahkan dengan air secukupnya.

5. Jika daging sudah empuk, sisihkan daging dan biarkan dingin, lalu iris tipis

6. Untuk membuat sambal cabai hijau, blender bawang merah, bawang putih, terasi, tomat hijau, dan minyak hingga halus
Tumis bumbu halus hingga setengah kering dan masukkan cabai hijau yang sudah dicincang, tumis hingga kering dengan menggunakan api kecil sambil terus diaduk

7. Masukkan daging yang sudah diiris, lalu bumbui dengan garam, gula, merica, dan penyedap

8. Setelah itu, masukkan cabai rawit yang sudah diiris sesuai selera, matikan api dan pindahkan ke wadah.

9. Daging cabai hijau siap disajikan dengan nasi putih.

Selamat mencoba. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel Resep Daging Cabai Hijau Empuk, Cocok untuk Menu Harian pertama kali tampil pada Lifestyle.