Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2047

Jelang Idulfitri, TNI-Polri di Kepri Perkuat Soliditas Lewat Buka Puasa Bersama

0
TNI Polri gelar buka bersama di Makorem 033 Wira Pratama. (Istimewa)

batampos – Korem 033/Wira Pratama (WP) bersama Polda Kepri (Kepri), Koarmada I, dan Lanud Raja Haji Fisabilillah menggelar acara buka puasa bersama di Markas Korem Senggarang, Rabu (26/3). Kegiatan ini menjadi momen penting dalam mempererat sinergitas antara TNI dan Polri di Provinsi Kepri.

Komandan Korem 033/WP, Brigjen TNI Bambang Herqutanto, menyebut bahwa kebersamaan dan soliditas antara TNI dan Polri merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kepri.

Menurutnya, hubungan yang harmonis antara kedua institusi ini akan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Kebersamaan dan soliditas antara TNI-Polri adalah kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kepri. Mari kita terus memelihara kebersamaan ini dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya di Provinsi Kepri,” katanya.

Acara buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kepri. Dalam suasana penuh kebersamaan, para pimpinan TNI dan Polri di Kepri sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama di berbagai lini.

Ia menambahkan, sinergi yang terjalin erat antara TNI dan Polri akan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Ia berharap hubungan baik yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

“Sinergi yang terjalin erat antara TNI dan Polri akan menjadi kekuatan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kepri. Saya berharap hubungan TNI-Polri di Kepri semakin harmonis, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam bentuk keamanan yang lebih terjaga,” ujarnya.

Momentum buka puasa bersama ini dinilai penting, terutama menjelang perayaan Idulfitri. Dengan soliditas yang kuat antara TNI dan Polri, ia harap situasi Kamtibmas di Kepri tetap kondusif dan aman bagi seluruh masyarakat.

Selain mempererat hubungan antara aparat keamanan, acara ini juga menjadi wujud nyata komitmen TNI-Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kepri. Kolaborasi yang baik mampu menciptakan lingkungan yang stabil dan harmonis.

“Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan menjadi kekuatan bagi Kepri dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” kata Brigjen TNI Bambang Herqutanto. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Jelang Idulfitri, TNI-Polri di Kepri Perkuat Soliditas Lewat Buka Puasa Bersama pertama kali tampil pada Metropolis.

Layanan Terbatas BRI Selama Hari Raya dan Weekend Banking di Wilayah Riau & Kepri

0

batampos – Dalam rangka memberikan layanan perbankan yang optimal bagi nasabah selama periode Hari Raya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) tetap menghadirkan layanan terbatas di beberapa unit kerja terpilih. Layanan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan transaksi perbankan tetap dapat terpenuhi meskipun dalam suasana libur.

Layanan Terbatas di BRI BO Pekanbaru Tuanku Tambusai Nasabah tetap dapat mengakses layanan perbankan terbatas di BRI BO Pekanbaru Tuanku Tambusai pada hari dan jam operasional berikut:

  • Minggu, 30 Maret 2025: Pukul 08.00 – 12.00 WIB
  • Rabu, 2 April 2025: Pukul 08.00 – 12.00 WIB
  • Jumat, 4 April 2025: Pukul 08.00 – 15.00 WIB

Layanan Weekend Banking BRI juga menghadirkan layanan Weekend Banking di beberapa unit kerja di wilayah Riau dan Kepulauan Riau pada Sabtu, 5 April 2025, dengan rincian sebagai berikut:

Wilayah Riau

  • BRI BO Pekanbaru Sudirman
  • BRI BO Pekanbaru Tuanku Tambusai
  • BRI BO Pekanbaru Lancang Kuning
  • BRI BO Dumai
  • Jam operasional: 08.00 – 15.00 WIB

Wilayah Kepulauan Riau

  • BRI BO Batam Nagoya
  • BRI KCP Baloi Center
  • Jam operasional: 10.00 – 15.00 WIB

Selain layanan terbatas ini, nasabah juga tetap dapat melakukan transaksi perbankan melalui jaringan Agen BRILink yang tersebar di seluruh wilayah untuk kemudahan dan kenyamanan transaksi.

Layanan Cashless BRI Untuk memberikan kemudahan transaksi yang lebih fleksibel, nasabah dapat memanfaatkan layanan Cashless BRI, seperti:

  • BRImo, aplikasi mobile banking yang memungkinkan transaksi kapan saja dan di mana saja.
  • Internet Banking BRI, layanan perbankan online yang aman dan praktis.
  • BRI Debit Online, solusi pembayaran digital yang memudahkan transaksi e-commerce.
  • QRIS BRI, pembayaran digital dengan scan QR untuk transaksi yang lebih cepat dan mudah.

RCEO BRI Pekanbaru, Reza Syahrizal Setiaputra, menyampaikan bahwa layanan ini merupakan komitmen BRI untuk tetap memberikan akses transaksi kepada nasabah selama periode libur Hari Raya. “Kami berupaya untuk tetap hadir di tengah masyarakat dengan layanan terbatas serta layanan weekend banking, sehingga nasabah tetap dapat melakukan transaksi perbankan dengan mudah dan aman,” ujarnya.

Untuk informasi lebih lanjut, nasabah dapat menghubungi Call Center BRI 1500017 , Whatsapp Sabrina 0812 12 14017 atau mengunjungi kantor BRI terdekat. (*)

Artikel Layanan Terbatas BRI Selama Hari Raya dan Weekend Banking di Wilayah Riau & Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Berlayar Selama 12 Jam, Petugas Gabungan Periksa Ketat Kelaiklautan Kapal Cepat Seven Star Island

0
Petugas gabungan memantau langsung kondisi ruang kemudi kapal cepat Seven Star Island guna memastikan sistem navigasi berjalan dengan baik. f. ihsan

batampos– Petugas gabungan melaksanakan pemeriksaan kelaiklautan atau ramp check terhadap kapal penumpang guna memastikan keselamatan armada dan laik berlayar, Rabu, (26/3).

Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Anambas, Abdul Kadir mengatakan pengecekan tersebut dilakukan guna mewujudkan keamanan dan keselamatan berlayar selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2025.

“Ramp check ini juga bertujuan mengetahui kapal-kapal tersebut memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan atau tidak,” ujar Abdul Kadir.

BACA JUGA: Berangkat Jumat Malam, Tapi Penumpnang Kapal Roro Tujuan Tanjung Buton, Riau Sudah Penuh

Menurut dia, pengecekan tersebut meliputi pengecekan alat keselamatan pelayaran, alat keselamatan penumpang serta alat navigasi kapal cepat Seven Star Island.

“Kami cek alat keselamatan penumpang di atas kapal seperti jumlah life jacket, life buoy, dan life raft apakah masih berfungsi dengan baik atau ada kerusakan dan kendala lain,” jelas Abdul Kadir.

Ia menjelaskan, kapal cepat Seven Star Island melayani rute Tarempa – Letung – Batam dan Tannungpinang dengan durasi perjalanan selama 12 jam dengan melewati laut cina selatan.

“Hasil pemeriksaan kondisi peralatan tersedia dan diyakini masih bisa berfungsi dengan baik karena belum melewati batas waktu pemeliharaan,” katanya.

Dishub LH Anambas mengimbau agar pihak operator kapal tidak membawa penumpang melebihi jumlah kapasitas penumpang demi keamanan dan keselamatan pelayaran selama arus mudik maupun arus balik lebaran 2025.

Selain itu, ia berharap agar nahkoda kapal memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran dan tidak memaksakan diri berlayar jika kondisi cuaca buruk sehingga membahayakan keselamatan pelayaran. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Berlayar Selama 12 Jam, Petugas Gabungan Periksa Ketat Kelaiklautan Kapal Cepat Seven Star Island pertama kali tampil pada Kepri.

Program CSR #PenyebarKebaikan, Kolaborasi Vinilon Group dan Trans7

0
Vinilon Group menyalurkan paket sembako dan hidangan berbuka puasa untuk ratusan warga

batampos – Momen Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Vinilon Group berkolaborasi dengan Trans7 menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) bertema #PenyebarKebaikan. Dalam kegiatan ini, Vinilon Group menyalurkan paket sembako dan hidangan berbuka puasa untuk ratusan warga sekitar, serta menyumbangkan keran air YUTA untuk Musala Nurul Djadid di Joglo, Jakarta Barat, dan Musala Al Husna di Kuningan Barat pada 14 dan 20 Maret 2025.

“Bulan Ramadan merupakan momen yang pas untuk berbagi kebaikan dan memberikan manfaat kepada sesama. Melalui kerja sama dengan Trans7, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan dampak positif yang lebih luas, seperti peremajaan sanitary dengan produk YUTA,” ujar Rahmat Budiman, Digital Marketing Manager Vinilon Group.

Acara ini tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif, seperti sesi dongeng, pertunjukan sulap, dan kegiatan membaca bersama untuk anak-anak. Setelah rangkaian kegiatan selesai, lebih dari 100 paket sembako, takjil, dan makanan berbuka puasa dibagikan sebagai bagian dari semangat berbagi di bulan suci.

Dukungan yang diberikan Vinilon Group juga dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama jamaah musala yang kini dapat menikmati fasilitas keran air baru. Hadi Sobari, pengurus Musala Nurul Djadid, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini.

“Keran-keran di musala ini memang sudah berumur dan kondisinya kurang baik. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami para jamaah saat berwudhu serta masyarakat yang sering beraktivitas di musala,” ungkapnya.

Partisipasi Vinilon Group dalam kampanye ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung akses air bersih dan kesejahteraan masyarakat. Sebelumnya, Vinilon Group juga telah menjalankan berbagai inisiatif serupa di berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut terkait kegiatan CSR Vinilon Group, kunjungi https://vinilon.com/.

Artikel Program CSR #PenyebarKebaikan, Kolaborasi Vinilon Group dan Trans7 pertama kali tampil pada News.

Kapolresta: Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

0
Kapolres Barelang Kombes Pol Zainal Arifin bersama istri disambut upacara pedang potra saat memasuki Mako Polreta Barelang, Rabu (26/3) Kapolresta Barelang Kombes Zainal Arifin menggnatikan Kombes Heribertus Ompusnggu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin mengajak seluruh personelnya untuk terus bersinergi dalam melaksanakan tugas pokok Kepolisian. Seperti memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya dalam acara pisah sambut di Mapolresta Barelang.

Selain itu, Zaenal berkomitmen untuk melanjutkan program-program kerja Kapolresta sebelumnya. Ia menilai program tersebut telah berjalan dengan baik.

“Program-program Bapak Kapolresta sebelumnya telah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sementara Kasi Humas Polresta Barelang, Iptu Budi Santosa mengatakan acara pisah sambut ini sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama dan penyambutan pejabat baru.

Acara ditutup dengan prosesi Tradisi Pelepasan Kapolresta lama, yang diiringi oleh Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polresta Barelang.

Dalam kesempatan ini, seluruh personel Polresta Barelang menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kombes Heribertus Ompusunggu atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat Kapolresta.

“Kami juga menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kombes Zaenal Arifin. Semoga senantiasa diberikan kelancaran dan keberhasilan dalam mengemban amanah baru sebagai Kapolresta Barelang,” tutup Budi. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Kapolresta: Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat pertama kali tampil pada Metropolis.

Penjual Tisu Viral di Batam Diduga Dianiaya Petugas Gabungan, Dinsos Membantah

0
Ilustrasi aniaya.

batampos – Muhammad Abdullah, pria penjual tisu yang dikenal dengan aksi kungfu khasnya di Simpang Jalan Layang Laluan Madani, Batam, diduga mengalami penganiayaan oleh petugas gabungan dari unsur Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (26/3) sore dan menjadi perbincangan hangat setelah video insiden itu viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat beberapa orang mencoba mengamankan Abdullah di tepi jalan. Peristiwa ini memicu reaksi publik yang mempertanyakan tindakan petugas di lapangan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Batam, Leo Putra, membantah adanya kekerasan yang dilakukan oleh pihaknya selama menjalankan tugas penertiban. Pihaknya tidak pernah menggunakan kekerasan dalam menjalankan tugas sosial.
“Selama tujuh hingga delapan tahun saya di Dinsos, tidak pernah kami melakukan penertiban dengan pemukulan. Tidak ada dalam praktik kami bekerja untuk kesejahteraan sosial menggunakan kekerasan,” kata dia, Kamis (27/3).
Pihaknya bertugas menegakkan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang aktivitas berjualan di jalan. Menurutnya, Abdullah telah berkali-kali diingatkan untuk tidak berjualan di simpang jalan, namun tetap bersikeras melanjutkan aktivitasnya.
“Kami sudah mengingatkan berulang kali agar tidak berjualan di jalan, tapi dia berkeras. Saat petugas melakukan penertiban sesuai SPT, terjadi interaksi yang akhirnya menjadi viral,” kata dia.
Menurut Leo, insiden bermula ketika oenjual tisu itu menghentikan mobil ambulans milik Dinsos yang sedang melakukan razia. Abdullah disebut mengetuk pintu ambulans dan memulai konfrontasi dengan petugas.
“Dia datang pakai motor, diketoknya pintu ambulans Dinsos. Ketika ditanya kenapa, di situlah dia mulai memancing-mancing petugas agar terpancing emosi,” ujar Leo.
Leo membantah klaim bahwa petugas melakukan pengeroyokan. Ia menegaskan, tidak ada satu pun petugas Dinsos yang memukul atau terprovokasi oleh tindakan Abdullah meski dalam video itu terjadi tarik-menarik dan dorongan.
“Dia memancing petugas, bahkan mengajak duel, tapi tidak ada satu pun anggota saya yang terpancing. Kami menjalankan tugas sesuai prosedur,” kata Leo.
Dia menyebut Abdullah sempat melakukan aksi dramatis di tengah jalan hingga menyebabkan kemacetan. “Di video yang direkam staf saya, terlihat dia guling-guling di jalan hingga menghentikan mobil-mobil yang lewat. Bajunya robek dan entah bagaimana, kepalanya berdarah-darah lalu pergi ke rumah sakit,” lanjutnya.
Leo juga menuding Abdullah berusaha membangun narasi sebagai korban dengan memanfaatkan media. Ia mempertanyakan bukti yang menunjukkan adanya keterlibatan petugas dalam tindak kekerasan tersebut.
“Sekarang dia bermain sebagai korban di media. Kalau benar dikeroyok, tunjuk siapa petugas Dinsos yang melakukannya. Saya jamin, tidak ada satu pun yang memukul,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel Penjual Tisu Viral di Batam Diduga Dianiaya Petugas Gabungan, Dinsos Membantah pertama kali tampil pada Metropolis.

Ramadan Berkah, Pengurus DPD PDRI Kepri Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Para Kader dan Simpatisan

0
Kader Partai Demokrat bersama-sama dengan simpatisan dan juga Organisasi Sayap Partai Demokrat Kepulauan Riau, antusias mengikuti acara buka puasa bersama di Ramadan 1446 H yang digelar di Restoran Seafood Golden Prawn Batam pada, Rabu (26/3).

batampos – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama pengurus DPD Partai Demokrat Kepri, Pengurus DPC Partai Demokrat Batam, DPAC Partai Demokrat dari 12 Kecamatan se kota Batam, pengurus DPC PDRI Kota Batam, simpatisan dan juga Orsap Bintang Muda Indonesia (BMI) Provinsi Kepulauan Riau, dan Tim Pemenangan Mesrawati pada saat Pileg lalu.

Ratusan kader Partai Demokrat bersama-sama dengan simpatisan dan juga Orsap Bintang Muda Indonesia (BMI) Provinsi Kepulauan Riau, antusias mengikuti acara buka puasa bersama di Ramadan 1446 H yang digelar di Restoran Seafood Golden Prawn Batam pada, Rabu (26/3).

Ketua DPD PDRI Kepri Mesrawati Tampubolon mengatakan, buka puasa bersama, adalah tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan ketika bulan Ramadan tiba. Dan, hal ini sudah dilakukannya setiap tahunnya sejak tahun 2009.

“Buka puasa bersama ini sudah kita laksanakan sejak tahun 2009. Dan, hal itu terus kita lakukan setiap tahunnya saat bulan Ramadan tiba,” ujar Mesrawati usai kegiatan.

Katanya, aktivitas ini tidak hanya memiliki makna simbolis, tapi sekaligus sebagai ajang untuk memperkuat tali silaturahmi antar seluruh kader dan juga simpatisan Partai Demokrat yang ada di Provinsi Kepri.

Dia juga berharap, melalui kegiatan buka puasa bersama ini akan terjalin rasa kekeluargaan dan persaudaraan yang semakin kuat antar seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat.

“Semoga dengan buka puasa bersama ini, rasa persaudaraan antar seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat yang ada di seluruh Kepri semakin kuat dan solid,” ujarnya.

Masih menurut Mesrawati, selain kegiatan buka puasa bersama di bulan Ramadan, Orsap PDRI dibawah kepemimpinannya terus aktif melakukan kegiatan – kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya seperti, Bagi-bagi takjil di bulan Ramadan, mengunjungi panti-panti asuhan untuk memberi penyuluhan dan mengunjungi rumah tahanan (Rutan) maupun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam.

“Berhubung tahun ini aktifitas saya di DPRD Provinsi Kepri banyak, maka untuk kunjungan ke Rutan dan Lapas belum bisa kami laksanakan. Insya Allah kalau waktu saya sudah luang, kunjungan itu akan tetap kami lakukan,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPD PDRI Kepri Mesrawati Tampubolon, didampingi Sekretaris DPD PDRI Kepri, Yonna Imelda Wati beserta jajaran pengurus PDRI Kepri, Ketua DPD Bintang Muda Indonesia (BMI) Kepri Angga Syahbana Putra beserta pengurus.

Sekretaris DPD PDRI Kepri, Yonna Imelda Wati menambahkan, kader berperan penting dalam suksesi berbagai perhelatan yang berkaitan dengan partai politik. Seperti pada pemilu dan pilkada 2024 lalu. Tanpa peran kader, Demokrat tidak akan mampu meraih target yang diinginkan.

“Kader berjuang turun ke masyarakat mensosialisasikan program partai. Termasuk menjalankan kerja-kerja partai,” katanya.

Masih kata Yonna, dengan modal kader yang solid dan berjuang berdasarkan arahan partai, apa yang ditargetkan bisa tercapai. “Kami mengapresiasi kekompakan kader Partai Demokrat di Kepri. Dan kami berharap kader yang solid dan kompak harus dijaga dengan baik. Terus berjuang bersama Partai Demokrat karena Partai Demokrat selalu bersama rakyat,” tegasnya. (*)

Artikel Ramadan Berkah, Pengurus DPD PDRI Kepri Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Para Kader dan Simpatisan pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalan Rusak Menuju Kantor Camat Sagulung Hambat Aktivitas Warga

0
Jalan rusak menuju kantor kecamatan Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Akses jalan menuju Kantor Kecamatan dan Polsek Sagulung mengalami kerusakan parah. Pecahan aspal yang merata di sepanjang jalan mulai dari Simpang Lampu Merah Puteri Hijau menyebabkan gangguan bagi pengguna jalan. Kondisi ini menambah daftar infrastruktur yang butuh perhatian di Kota Batam.

Jalan yang hanya memiliki satu jalur untuk dua lajur ini merupakan akses utama bagi masyarakat yang bermukim di Seilangkai dan sebagian wilayah Kelurahan Tembesi. Dengan kondisi rusak seperti ini, arus lalu lintas menjadi terganggu, terutama pada jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Kemacetan pun sering terjadi akibat pengendara harus menghindari lubang-lubang yang tersebar di sepanjang jalan.

Majid, seorang warga Puteri Hijau, mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera melakukan perbaikan. “Kalau belum ada anggaran untuk pelebaran, setidaknya tambal dulu jalan-jalan yang rusak ini. Soalnya jalan ini ramai dilewati setiap hari,” ujarnya.

Selain itu, warga juga berharap agar perbaikan jalan utama R. Suprapto di Simpang Puteri Hijau bisa berlanjut hingga ke jalan permukiman mereka. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam mobilitas sehari-hari, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun beraktivitas lainnya.

Tokoh masyarakat Sagulung, Jumali, juga menyoroti banyaknya jalan permukiman lain yang mengalami kerusakan serupa. “Jalan Seibinti, Pelabuhan Sagulung, dan Jalan Lintang Tengah yang menghubungkan beberapa kelurahan di Kecamatan Sagulung juga dalam kondisi rusak. Ini sudah sering kami usulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang),” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi jalan yang rusak bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berisiko menyebabkan kecelakaan. “Sering ada pengendara yang terjatuh karena menghindari lubang. Kami berharap Pemko Batam segera mengambil tindakan sebelum ada korban lebih banyak,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyatakan bahwa pihaknya sudah menerima banyak masukan dan permintaan perbaikan jalan dari masyarakat. Namun, pelaksanaan perbaikan harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia serta prioritas pelebaran akses jalan utama.

“Saat ini, fokus utama kami adalah pelebaran jalan-jalan utama. Namun, kami tetap memperhatikan permintaan perbaikan jalan permukiman. Semua harus dilakukan sesuai dengan skala prioritas,” kata Suhar.

Meski begitu, warga berharap ada solusi sementara seperti penambalan jalan rusak agar tidak semakin parah. Mereka juga meminta agar pemerintah daerah lebih responsif terhadap permasalahan infrastruktur yang langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dengan kondisi jalan yang semakin memburuk, masyarakat Sagulung berharap ada tindakan nyata dari pemerintah dalam waktu dekat. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, dikhawatirkan kerusakan akan semakin meluas dan biaya perbaikannya akan semakin besar di kemudian hari. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jalan Rusak Menuju Kantor Camat Sagulung Hambat Aktivitas Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Tabir Penimbunan Sungai Baloi Terbuka, Lik Khai di Pusaran Masalah Lingkungan

0
Lik Khai.

batampos – Polemik penimbunan alur Sungai Baloi di kawasan Perumahan Kezia Residence dan Permata Baloi, Kelurahan Baloi Indah, terus bergulir. Sorotan publik kini mengarah kepada Anggota DPRD Provinsi Kepri, Lik Khai, yang diduga menjadi dalang di balik aktivitas ilegal tersebut.

Penimbunan yang berlangsung sejak sebulan terakhir ini menyebabkan penyempitan sungai secara drastis. Dari lebar awal 25 meter, alur sungai kini hanya tersisa sekitar 5 meter. Akibatnya, daya tampung sungai berkurang, menyebabkan banjir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Aktivitas penimbunan dilakukan sepanjang 400 meter menggunakan material tanah bercampur sisa bangunan Baloi Apartment milik PKP. Sungai Baloi sendiri memiliki panjang keseluruhan 6,51 kilometer dan termasuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Sukajadi.

Baca Juga: Bangunan Apartemen Langgar PL, Bekas Material Dipakai Timbun Alur Sungai,  Li Claudia: Bapak Tak Boleh Semena Mena

Keresahan warga atas penimbunan ilegal ini memuncak setelah kejadian tersebut viral di media sosial. Desakan agar pemerintah bertindak tegas semakin kuat, terutama setelah keterlibatan Lik Khai mencuat ke publik.

Siapa sebenarnya Lik Khai? Ia adalah politisi dari Partai NasDem. Sebelum menjadi anggota DPRD Provinsi Kepri, Lik Khai beberapa kali terpilih sebagai anggota DPRD Batam.

Akan tetapi, dalam masalah penimbunan Sungai Baloi, nama besar itu tampaknya tak cukup melindungi Lik Khai dari sorotan publik. Inspeksi pertama yang dilakukan Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama jajaran pemerintah kota pada 23 Maret lalu justru memunculkan lebih banyak tanda tanya ketimbang jawaban tegas.

Baca Juga: Polda Kepri Selidiki Penimbunan DAS di Baloi

Saat itu, Lik Khai turut hadir di lokasi. Menariknya, tidak ada satu pun pejabat yang bersikap tegas terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Sebaliknya, situasi di lapangan menunjukkan kecenderungan melindungi sosok yang diduga bertanggung jawab.

Saat inspeksi pertama, Lik Khai membantah tudingan bahwa dialah yang bertanggung jawab atas penimbunan alur sungai. Ia mengklaim pekerjaan tersebut merupakan proyek Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) yang bertujuan membangun jalan inspeksi untuk mendukung normalisasi sungai.

“Di kiri dan kanan saluran induk harus ada jalan inspeksi untuk normalisasi sungai. Apa yang dibuat di belakang perumahan saya itu jalan inspeksi sekitar 15 meter lebarnya. Saya sudah koordinasi dengan CKTR dan Dinas Bina Marga, dan mereka menyetujui rencana ini,” katanya.

Meski demikian, pernyataan Lik Khai segera terbantahkan dua hari setelah inspeksi pertama. Pada 25 Maret, giliran Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung ke lokasi.

Baca Juga: Sungai di Baloi Ditimbun Secara Ilegal, Li Claudia Ultimatum Pembongkaran, Lik Khai: Saya Akan Bertanggung Jawab

Dengan tegas, Li Claudia membantah klaim Lik Khai. Ia memastikan tidak ada proyek resmi dari pemerintah di kawasan tersebut. Penimbunan yang terjadi murni pekerjaan pribadi dan tanpa izin resmi dari otoritas terkait.

“Sekarang sudah jelas. Oknumnya sudah mengakui dan akan dilakukan normalisasi kembali,” ujarnya.

Li Claudia mengatakan, proses hukum akan tetap berjalan meskipun pelaku telah menyatakan bersedia bertanggung jawab. Komitmen ini menunjukkan kekuatan politik Lik Khai tak berpengaruh pada ketegasan Li Claudia.

Tak berhenti di situ, inspeksi juga menyasar Baloi Apartment. Di sana, Li Claudia menemukan sejumlah pelanggaran terhadap Persetujuan Lingkungan (PL). Ia langsung memerintahkan pemilik proyek untuk membongkar bagian bangunan yang melanggar aturan dalam waktu beberapa hari.

Klaim Lik Khai bahwa penimbunan dilakukan oleh Dinas Bina Marga juga terbantahkan. Kepala DBM-SDA Batam, Suhar, menyebut pihaknya sama sekali tidak mengetahui aktivitas penimbunan tersebut.

Menurut dia, alat berat yang digunakan di lokasi awalnya dipinjamkan untuk normalisasi sungai, bukan penimbunan. Namun, di lapangan, operator alat berat mengaku menerima perintah langsung dari Lik Khai untuk menimbun alur sungai.

“Saya diinformasikan oleh Satpol PP. Kalau memang ada penyalahgunaan alat berat, maka alat saya tarik,” tegas Suhar.

Fakta ini memperjelas penimbunan Sungai Baloi bukan bagian dari kebijakan pemerintah melainkan inisiatif pribadi Lik Khai. Bahkan, normalisasi yang direncanakan ke depan juga akan menggunakan dana pribadi miliknya.

Penutupan alur sungai ini tak diketahui pasti tujuannya apa. Namun di tengah sorotan ini, Lik Khai akhirnya angkat bicara. Ia menyatakan kesediaannya bertanggung jawab penuh atas semua dampak yang ditimbulkan. “Saya akan bertanggung jawab,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi pasca inspeksi kedua.

Namun, pernyataan tersebut tidak meredakan kekecewaan publik. Founder Akar Bhumi Indonesia (ABI), Hendrik Hermawan, buka suara. Tindakan penimbunan tersebut jelas melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Ketika terjadi penyumbatan sungai, maka daerah sekitar akan mengalami banjir. Ini jelas masuk kategori pencemaran dan perusakan lingkungan,” kata dia, Rabu (26/3).

Di sisi lain, ia turut menyoroti lemahnya pengawasan BP Batam terhadap proyek-proyek yang berdampak pada lingkungan. Kejadian di Sungai Baloi adalah bukti nyata buruknya tata kelola lingkungan di Batam.

“Ini masuk pencemaran dan pengerusakan lingkungan,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Tabir Penimbunan Sungai Baloi Terbuka, Lik Khai di Pusaran Masalah Lingkungan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ngabuburit di Kota Lama, Nikmati Senja Ramadan Lewat Lensa Kamera

0
Saat bulan Ramadan, suasana di berbagai sudut kota menjadi lebih hidup, termasuk di kawasan Kota Lama Tanjungpinang yang selalu menjadi daya tarik bagi para fotografer. 
***
Fotografer dari berbagai komunitas fotografi menggelar ngabuburit dengan memotret momen di kawasan Kota Lama Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar
Kawasan Kota Lama Tanjungpinang menjadi salah satu destinasi favorit bagi masyarakat khususnya para fotografer untuk ngabuburit atau menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa.
Menjelang waktu berbuka puasa, banyak fotografer, baik profesional maupun amatir, memanfaatkan waktu untuk berburu momen-momen menarik untuk diabadikan melalui lensa kamera di kawasan bersejarah ini.
Untuk mengisi waktu sebelum berbuka, memotret atau hunting foto bagi para fotografer juga menjadi ajang untuk meningkatkan keterampilan fotografi, sekaligus berinteraksi dengan komunitas fotografi lainnya.
Selain itu, menjelang azan Magrib, kawasan Kota Lama Tanjungpinang mulai dari tepi laut, Jalan Bintan, Jalan Merdeka, Jalan Teuku Umar, Jalan Pos, Jalan Pasar Ikan, Pelantar I, Pelantar II dan Jalan Gambir, dipenuhi oleh berbagai aktivitas.
Bangunan-bangunan khas tempo dahulu yang berwarna-warni, para pedagang, aktivitas di Pelantar II hingga rumah-rumah warga dengan desain klasik, menjadi latar yang sempurna untuk diabadikan dalam bingkai kamera.
Selain arsitektur bangunan dan rumah zaman dahulu yang khas, Kota Lama Tanjungpinang juga menawarkan lebih banyak momen menarik lainnya untuk diabadikan melalui lensa kamera fotografer.
Beberapa komunitas fotografi seperti Kelas Pagi dan Kepri Photo Community bahkan sengaja mengadakan kegiatan hunting foto bersama di kawasan Kota Lama Tanjungpinang. Para fotografer ini berbagi teknik memotret, berdiskusi tentang komposisi, hingga berbagi hasil jepretan di media sosial.
Sebelum berburu foto di Kota Lama Tanjungpinang, para fotografer dari berbagai komunitas fotografi ini, tidak lupa menyempatkan berdoa bersama. Kemudian bersama-sama mengabadikan momen-momen yang tidak terlupakan di Kota Lama Tanjungpinang.
Usai berburu foto dan setelah azan Magrib berkumandang, para fotografer berkumpul untuk berbuka puasa bersama di sekitar Kota Lama Tanjungpinang, menikmati hidangan takjil sederhana sambil tetap berdiskusi tentang dunia fotografi.
*Kota Lama Tanjungpinang, Ruang Ekplorasi Visual yang Menarik
Bagi para pencinta fotografi di Tanjungpinang dan Bintan, kawasan Kota Lama ini bukan hanya menawarkan suasana klasik dan estetika tempo dahulu. Namun menjadi ruang eksplorasi visual yang menarik.
Kota Lama Tanjungpinang selalu menawarkan berbagai momen dan objek menarik untuk diabadikan. Dari bangunan dan rumah yang klasik, lampu-lampu jalanan yang mulai menyala menjelang senja, hingga aktivitas masyarakat yang semakin ramai menjelang waktu berbuka.
Penjual makanan kaki lima di bazar Ramadan yang sibuk menyiapkan takjil, pedagang toko, aktivitas di pasar, bongkar muat barang dan aktivitas penyebrangan menggunakan pompong di Pelantar II serta pemandangan unik lainnya.
Selain itu, suasana lembut yang dihasilkan dari perpaduan cahaya matahari yang mulai meredup dengan arsitektur khas zaman dahulu, membuat Kota Lama Tanjungpinang, menjadi lokasi favorit bagi para fotografer.
“Kawasan Kota Lama itu unik dan punya nuansa tersendiri. Pagi dan sore waktu terbaik buat hunting foto, apalagi saat suasana Ramadan,” kata Fara, 33, penggiat fotografi alumni Kelas Pagi 2024, Selasa (25/3) sore.
Bagi komunitas fotografi, ngabuburit di Kota Lama Tanjungpinang tidak hanya tentang memotret keindahan di lokasi, namun juga menangkap interaksi kehangatan antar manusia di dalamnya.
Selain itu, hunting foto ini ini juga untuk mengisi waktu luang dan ngabuburit bersama rekan-rekan fotografer dari berbagai komunitas fotografi di Tanjungpinang dan Bintan.
“Tidak hanya soal foto saja, hunting foto ini menjadi ajang silahturahmi dan berjejaring dengan rekan-rekan fotografer lainnya,” kata Fara.
Menurutnya, para fotografer yang menggeluti fotografi jalanan (Street Photography), Ramadan di Kota Lama Tanjungpinang, menghadirkan banyak cerita visual yang kaya akan emosi dan kehidupan.
Potret aktivitas pekerja bongkar muat barang, para pedagang takjil yang tersenyum saat melayani pembeli dan ekspresi harap anak-anak yang menunggu waktu berbuka.
Semua visual tersebut menggambarkan esensi Ramadan yakni silaturahmi, kebersamaan dan berbagi serta menjadi momen yang menarik untuk diabadikan.
Berburu foto di Kota Lama Tanjungpinang menjelang buka puasa, lanjut Fara, bukan hanya soal teknik, namun juga terkait cara menangkap cerita dan emosi.
Tak hanya itu, persiapan yang baik dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, fotografer bisa mendapatkan foto yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan makna.
“Kami mengambil foto candid di sini. Banyak cerita yang bisa diceritakan lewat ekspresi orang-orang. Apalagi saat ngabuburit, atmosfernya lebih hidup,” ungkap Fara.
Saat matahari perlahan mulai tenggelam dan senja mulai menjelang, para pengunjung Kota Lama termasuk komunitas fotografi yang asik berburu, mulai bersiap mencari tempat berbuka.
Beberapa pengunjung memilih berbuka bersama di kursi-kursi yang tersedia di trotoar jalan Kota Lama Tanjungpinang. Sementara pengunjung lain menikmati hidangan berbuka di warung-warung sekitar.
“Komunitas fotografi di Tanjungpinang dan Bintan juga menggelar buka puasa bersama. Kemudian menunaikan salat Magrib di Masjid Agung Al Hikmah. Selanjutnya berbagi pengalaman dan berdiskusi tentang karya fotografi,” sebut Fara.
Fotografer dari Tanjunguban Bintan Robbi Hafzan, 38, menambahkan Kota Lama Tanjungpinang dengan segala keunikannya, menjadikan ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu berbuka. Namun tentang menikmati momen, menemukan inspirasi dan berbagi cerita lewat lensa kamera.
“Sudah lama tidak ke Kota Lama. Ini waktu yang tepat untuk ngabuburit sambil motret dan silaturahmi dengan fotografer di Tanjungpinang,” ujar Robbi yang rela menempuh kejauhan 90 kilometer dari Bintan ke Tanjungpinang.
Menurut Robbi, menunggu waktu berbuka puasa dengan memotret mengabadikan momen di Kota Lama Tanjungpinang, bukan hanya sekadar mengisi waktu, tetapi juga menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
Selain dapat mengabadikan momen-momen unik khas Ramadan dan silaturahmi, para fotografer juga dapat memperluas jaringan dan diskusi serta menikmati suasana kota yang penuh sejarah.
“Bagi fotografer yang menjalankan ibadah puasa, Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan penuh inspirasi visual yang patut diabadikan dalam setiap jepretan kamera,” tutup anggota Kepri Photo Community ini. (*) 
Reporter: Yusnadi Nazar

Artikel Ngabuburit di Kota Lama, Nikmati Senja Ramadan Lewat Lensa Kamera pertama kali tampil pada Kepri.