
batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tanjungpinang mencatat perputaran uang hingga Rp800 juta per hari. Namun, sebagian kebutuhan bahan pangan, terutama sayuran, masih didatangkan dari luar daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat, mengatakan saat ini terdapat 19 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di ibu kota Provinsi Kepri tersebut.
Setiap SPPG rata-rata menghabiskan anggaran sekitar Rp45 juta per hari untuk melayani 3.000 penerima manfaat MBG.
“Kalau dihitung totalnya sekitar Rp800 juta per hari. Persoalannya, ke mana dan siapa yang menikmati perputaran uang tersebut,” ujar Zulhidayat, Selasa (17/2).
Ia menjelaskan, kebutuhan daging ayam untuk satu SPPG mencapai 300 kilogram per hari. Tingginya permintaan itu bahkan kerap berdampak pada pasokan ayam di Pasar Tanjungpinang.
Sementara untuk kebutuhan sayuran, sebagian besar belum mampu dipenuhi dari hasil pertanian lokal. Pasokan masih bergantung dari luar daerah karena produksi petani setempat belum mencukupi.
Menurut Zulhidayat, kondisi ini seharusnya menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Tanjungpinang. Ia mendorong warga memanfaatkan program MBG dengan menjadi pemasok bahan pangan, baik melalui beternak ayam maupun menanam sayuran.
“Kebutuhan ayam SPPG sangat tinggi. Kenapa kita tidak mencoba beternak ayam atau bertani sayur, supaya uang MBG itu bisa dinikmati masyarakat Tanjungpinang,” katanya.
Ia merinci, anggaran MBG per siswa ditetapkan Rp15 ribu per hari. Dari jumlah tersebut, Rp2 ribu dialokasikan untuk sewa alat dan dapur SPPG, Rp3 ribu untuk upah kerja dan operasional, serta Rp10 ribu untuk pembelian bahan baku seperti ayam dan sayur.
Selain mendorong partisipasi warga, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga tengah berupaya mengelola sekitar 1.600 hektare lahan terlantar. Lahan tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan pertanian dan peternakan guna memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Saat ini sedang berproses di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Mudah-mudahan dalam waktu dekat lahan itu bisa segera kita kelola,” pungkasnya. (*)
Artikel Sayur Masih dari Luar, Perputaran Dana MBG Tanjungpinang Capai Rp800 Juta pertama kali tampil pada Kepri.









