Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 205

Sayur Masih dari Luar, Perputaran Dana MBG Tanjungpinang Capai Rp800 Juta

0
Murid SD Negeri 007 Bukit Bestari menyantap makanan bergizi gratis yang disalurkan SPPG Basuki Rahmat di Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tanjungpinang mencatat perputaran uang hingga Rp800 juta per hari. Namun, sebagian kebutuhan bahan pangan, terutama sayuran, masih didatangkan dari luar daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat, mengatakan saat ini terdapat 19 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di ibu kota Provinsi Kepri tersebut.

Setiap SPPG rata-rata menghabiskan anggaran sekitar Rp45 juta per hari untuk melayani 3.000 penerima manfaat MBG.

“Kalau dihitung totalnya sekitar Rp800 juta per hari. Persoalannya, ke mana dan siapa yang menikmati perputaran uang tersebut,” ujar Zulhidayat, Selasa (17/2).

Ia menjelaskan, kebutuhan daging ayam untuk satu SPPG mencapai 300 kilogram per hari. Tingginya permintaan itu bahkan kerap berdampak pada pasokan ayam di Pasar Tanjungpinang.

Sementara untuk kebutuhan sayuran, sebagian besar belum mampu dipenuhi dari hasil pertanian lokal. Pasokan masih bergantung dari luar daerah karena produksi petani setempat belum mencukupi.

Menurut Zulhidayat, kondisi ini seharusnya menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Tanjungpinang. Ia mendorong warga memanfaatkan program MBG dengan menjadi pemasok bahan pangan, baik melalui beternak ayam maupun menanam sayuran.

“Kebutuhan ayam SPPG sangat tinggi. Kenapa kita tidak mencoba beternak ayam atau bertani sayur, supaya uang MBG itu bisa dinikmati masyarakat Tanjungpinang,” katanya.

Ia merinci, anggaran MBG per siswa ditetapkan Rp15 ribu per hari. Dari jumlah tersebut, Rp2 ribu dialokasikan untuk sewa alat dan dapur SPPG, Rp3 ribu untuk upah kerja dan operasional, serta Rp10 ribu untuk pembelian bahan baku seperti ayam dan sayur.

Selain mendorong partisipasi warga, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga tengah berupaya mengelola sekitar 1.600 hektare lahan terlantar. Lahan tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan pertanian dan peternakan guna memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Saat ini sedang berproses di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Mudah-mudahan dalam waktu dekat lahan itu bisa segera kita kelola,” pungkasnya. (*)

Artikel Sayur Masih dari Luar, Perputaran Dana MBG Tanjungpinang Capai Rp800 Juta pertama kali tampil pada Kepri.

Anggaran Pendidikan 26 Persen dari APBD, DPRD Batam Tegaskan Tidak Dipotong untuk MBG

0
Murid-murid Sekolah Dasar Negeri 010 Batam Kota saat menikmati Makanan Bergizi Gratis, Kamis (7/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Isu soal anggaran pendidikan yang disebut-sebut terdampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menjadi perbincangan. Sejumlah pihak mempertanyakan, apakah alokasi minimal 20 persen anggaran pendidikan dari APBD turut tergerus untuk membiayai program tersebut.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Surya Makmur Nasution, menegaskan bahwa dana MBG bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam, melainkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“MBG itu tidak ada dana dari APBD. Itu beda. Pendidikan ya pendidikan kita. Kalau MBG dari APBN, tidak sama dengan APBD,” kata Surya.

Untuk tahun anggaran 2026, total APBD Kota Batam ditetapkan sebesar Rp4,29 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 26 persen dialokasikan untuk sektor pendidikan. Artinya, porsi anggaran pendidikan di Batam bahkan melampaui ketentuan minimal 20 persen sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Menurut Surya, alokasi 26 persen tersebut mencakup berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur sekolah, hingga tunjangan dan insentif tenaga pendidik.

“Sebanyak 26 persen untuk pendidikan, baik infrastruktur pendidikan, termasuk juga tunjangan dan insentif pendidikan di Kota Batam,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam struktur APBD 2026 memang terdapat pengurangan dana transfer dari pusat sekitar Rp400 miliar lebih. Namun, pengurangan tersebut tidak berkaitan dengan pengalihan anggaran pendidikan untuk MBG.

Surya menilai keliru jika dana MBG dikaitkan dengan anggaran pendidikan daerah. Menurutnya, kewenangan pembahasan MBG berada di level pusat, khususnya DPR RI, karena program tersebut didanai melalui APBN.

“Itu lebih konteksnya orang-orang DPR RI. Kita tidak membahas itu, kewenangan kita juga tidak di situ. Kita hanya membahas APBD saja,” katanya.

Ia memastikan, dalam pembahasan APBD 2026 bersama pemerintah daerah, tidak ada pemotongan anggaran pendidikan untuk disuntikkan ke program MBG. Seluruh alokasi pendidikan tetap difokuskan untuk kebutuhan sektor pendidikan di Batam.

“Kita sudah bahas APBD 2026. Dana pendidikan tetap 26 persen, tidak ada masalah dan tidak ada kaitannya dengan MBG,” tegasnya.

Surya menambahkan, jika ada pertanyaan mengenai korelasi anggaran pendidikan nasional dengan program MBG, maka pihak yang lebih tepat menjawab adalah pemerintah pusat.

“Yang tahu apakah ada kaitannya atau tidak tentu pihak pusat. Kita tidak masuk ke sana,” ujarnya.

Dengan penegasan tersebut, DPRD Batam memastikan bahwa anggaran pendidikan daerah tetap utuh dan tidak terdampak oleh program MBG, sehingga pembangunan sekolah, peningkatan kualitas sarana prasarana, serta kesejahteraan tenaga pendidik tetap berjalan sesuai perencanaan.(*)

Artikel Anggaran Pendidikan 26 Persen dari APBD, DPRD Batam Tegaskan Tidak Dipotong untuk MBG pertama kali tampil pada Metropolis.

Ramadan 1447 H di Bintan: Rumah Makan Wajib Tutup Tirai, THM Hanya Boleh Buka 2,5 Jam

0
Petugas Satpol PP Bintan memberikan sosialisasi kepada pelaku usaha terkait aturan operasional selama Ramadan 1447 H di Kabupaten Bintan. F. Suwarsono untuk Batam Pos.

batampos – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bintan memperketat pengawasan tempat hiburan malam (THM), kafe, dan tempat ketangkasan selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Bupati Bintan Nomor 3/2026 yang mengatur operasional rumah makan, restoran, hotel, tempat hiburan, serta pelaku usaha lainnya demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan.

Kepala Satpol PP Bintan, Suwarsono, mengatakan rumah makan dan restoran tetap diperbolehkan beroperasi pada siang hari, namun wajib menutup area makan dengan tirai atau penutup sejenis agar tidak terlihat dari luar.

“Kami minta seluruh pelaku usaha menyesuaikan dengan surat edaran yang telah diterbitkan,” ujar Suwarsono, Selasa (17/2).

Sementara itu, operasional THM, kafe, dan tempat ketangkasan dibatasi hanya 2,5 jam per hari, mulai pukul 21.30 WIB hingga 00.00 WIB.

Selain pembatasan jam operasional, pelaku usaha juga dilarang menjual minuman keras, minuman beralkohol, maupun minuman tradisional sejenis tuak selama Ramadan. Setelah bulan suci berakhir, aturan akan kembali menyesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Satpol PP menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar. Teguran akan diberikan maksimal tiga kali. Jika tetap tidak diindahkan, tempat usaha terancam ditutup sementara.

Pengawasan akan dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta melibatkan unsur masyarakat. Patroli rutin juga akan digelar untuk memastikan aturan berjalan efektif.

Selain itu, camat, lurah, dan kepala desa diminta aktif menyosialisasikan regulasi tersebut kepada masyarakat dan pelaku usaha di wilayah masing-masing.

Suwarsono mengimbau seluruh pelaku usaha agar tetap mematuhi aturan selama Ramadan.

“Silakan tetap berusaha, tetapi patuhi ketentuan yang sudah ditetapkan,” tegasnya. (*)

Artikel Ramadan 1447 H di Bintan: Rumah Makan Wajib Tutup Tirai, THM Hanya Boleh Buka 2,5 Jam pertama kali tampil pada Kepri.

Ada Masa Peralihan 3 Bulan untuk Reaktivasi bagi PBI BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan

0
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. (Dok.Batam)

batampos – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebut masyarakat yang kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dinonaktifkan masih diberikan masa peralihan selama tiga bulan untuk melakukan reaktivasi.

“Untuk masyarakat yang diputus, ada waktu peralihan tiga bulan untuk reaktivasi,” ujarnya, Selasa (17/2).

Menurut Didi, sebagian kecil warga yang terdampak sudah dimasukkan ke dalam skema PBI Pemda, terutama mereka yang membutuhkan pelayanan rawat inap.

“Sudah ada beberapa yang kita masukkan ke PBI Pemda, terutama yang butuh rawat inap. Waktu diputus BPJS, mereka tidak bisa rawat inap. Makanya premi kita bayarkan melalui bansos kesehatan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk pelayanan rawat jalan, masyarakat tetap bisa berobat ke puskesmas meskipun kepesertaan BPJS tidak aktif, cukup dengan menunjukkan KTP Batam.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam (Dinsos PM) Batam, Zulkifli Aman, mengatakan hingga saat ini belum ada warga yang mengajukan reaktivasi kepesertaan PBI ke pihaknya.

“Sampai hari ini belum ada yang mengajukan reaktivasi. Kalau ada tentu kami layani, karena sudah tersedia loket pelayanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses reaktivasi dilakukan melalui Dinsos PM dengan mekanisme pengecekan desil kesejahteraan. Warga yang ingin mengaktifkan kembali kepesertaan diminta datang langsung ke kantor dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK).

“Nanti dicek desilnya melalui aplikasi. Kalau desil 1 sampai 4 tidak perlu pernyataan tambahan. Tapi kalau desil 6 sampai 10 harus ada dokumen pernyataan yang ditandatangani,” katanya.

Zulkifli menduga, belum adanya pengajuan reaktivasi dipengaruhi kebijakan Pemerintah Kota Batam yang tetap memberikan layanan kesehatan dasar bagi warga ber-KTP Batam meski status kepesertaan BPJS tidak aktif.

“Untuk berobat jalan masih bisa ke puskesmas terdekat walaupun kepesertaannya tidak aktif, cukup dengan KTP Batam. Itu program wali kota,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan serta berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait data desil yang bersifat fluktuatif.

“Kami terus monitor. Kamis nanti akan kami rapatkan di tingkat kota untuk membahas hal ini,” katanya.(*)

Artikel Ada Masa Peralihan 3 Bulan untuk Reaktivasi bagi PBI BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Bukber Mewah di Batam: 5 Hotel Sajikan Hidangan Nusantara Selama Ramadan 2026

0
Ilustrasi menu buka puasa. Sumber gambar: unsplash.com/@uyk.

batampos – Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Sejumlah hotel di Kota Batam mulai menghadirkan paket buka puasa bersama (bukber) dengan konsep hidangan Nusantara yang menggugah selera.

Tak sekadar menyajikan menu tradisional dari berbagai daerah, hotel-hotel ini juga menawarkan pengalaman bersantap yang nyaman dengan konsep buffet dan tema dekorasi khas Ramadan.

Berikut lima hotel di Batam yang menghadirkan paket buka puasa spesial selama Ramadan 2026:

1. Aston Nagoya City Hotel

Hotel yang populer di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara ini menyajikan paket buka puasa khas Nusantara, mulai dari masakan Padang, Joglo Semar, Aceh, Betawi hingga Sunda.

Harga paket dibanderol mulai Rp179.000 per orang. Lokasinya berada di Komplek Nagoya Thamrin City, Jalan Imam Bonjol, Lubuk Baja.

2. Aston Inn Gideon Batam

Mengusung tema Lentera Ramadan, hotel ini menghadirkan sajian seperti gulai kambing dan sate sebagai menu andalan.

Harga paket mulai dari Rp120.000 per orang dan berlaku hingga 19 Februari 2026. Lokasinya di Komplek Penuin Centre, Lubuk Baja.

3. Harper Premier Nagoya

Bagi pecinta kuliner Nusantara, hotel ini menawarkan ragam menu khas Indonesia termasuk olahan bebek yang menjadi favorit.

Harga paket mulai Rp209.000 pada minggu pertama dan keempat Ramadan, serta Rp229.000 pada minggu kedua dan ketiga. Lokasinya berada di Jalan Imam Bonjol, Nagoya Thamrin.

4. Aston Batam Hotel & Residence

Sebagai salah satu hotel terbesar di Batam, hotel ini menghadirkan konsep Ramadan di Kampung Cheng Ho dengan perpaduan menu Chinese dan Indonesia.

Harga paket buka puasa mulai dari Rp288.000 per orang. Lokasinya di Jalan Sriwijaya, Kampung Pelita, Lubuk Baja.

5. favehotel Nagoya Batam

Hotel ini mengusung tema Selera Nusantara dengan enam pilihan menu berbeda yang bisa dinikmati tamu.

Harga paket mulai dari Rp140.000 per orang. Lokasinya di Jalan Nagoya Thamrin, Lubuk Baja.

Konsep buffet Nusantara masih menjadi favorit masyarakat Batam setiap Ramadan. Selain variasi menu yang lengkap, faktor kenyamanan tempat, kapasitas ruangan, hingga promo harga menjadi pertimbangan utama dalam memilih lokasi bukber.

Masyarakat diimbau untuk melakukan reservasi lebih awal guna menghindari kehabisan tempat, terutama pada akhir pekan. (*)

Artikel Bukber Mewah di Batam: 5 Hotel Sajikan Hidangan Nusantara Selama Ramadan 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelajar Denmark Rayakan Imlek 2577 di Anambas, Terpukau Suasana Kebersamaan

0
Belasan pelajar asal Denmark berbaur dengan masyarakat setempat khususnya etnis Tionghoa pada perayaan Imlak 2577 Kongzili di Vihara Gunung Dewa Siantan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api di Kabupaten Kepulauan Anambas berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Momentum pergantian tahun ini tak hanya dirasakan masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian warga mancanegara yang tengah berada di daerah tersebut.

Sejak sore hari, warga memadati Vihara Gunung Dewa Siantan di Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan. Lampion merah menghiasi area vihara, sementara lilin-lilin besar menyala menerangi halaman tempat ibadah tersebut.

Puncak perayaan digelar pada Senin (16/2) malam. Ratusan warga dari berbagai latar belakang hadir mengikuti rangkaian ibadah dan menyaksikan pertunjukan budaya yang telah disiapkan panitia.

Suasana semakin semarak saat dentuman tambur barongsai menggema. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias menyaksikan atraksi barongsai yang meliuk mengikuti irama musik tradisional Tionghoa.

Yang membuat perayaan tahun ini terasa berbeda adalah kehadiran belasan pelajar asal Denmark. Mereka berbaur dengan masyarakat, ikut menari bersama, bahkan mencoba memainkan barongsai di halaman vihara.

Dengan wajah penuh antusias, para pelajar asing itu tak canggung mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka belajar langsung gerakan barongsai dari pemain lokal dan sesekali disambut tepuk tangan warga.

Salah seorang pelajar asal Denmark, Rasmus, mengaku terkesan dengan suasana Imlek di Anambas. Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi momen berharga selama berada di Indonesia.

“Saya begitu senang bisa menikmati pergantian tahun Imlek ini. Di Denmark tidak ada perayaan seperti ini. Suasananya hangat, semua orang berkumpul dan saling berbagi kebahagiaan,” ujarnya.

Menurut Rasmus, keberagaman budaya di Indonesia sangat unik karena masyarakat dari berbagai suku dan agama dapat hidup berdampingan.

“Di sini saya melihat orang-orang saling menghormati. Semua berbaur dan itu sangat menginspirasi bagi kami,” katanya.

Rasmus dan rekan-rekannya diketahui menetap di Anambas selama tiga bulan. Mereka menyewa Pulau Nongkat sebagai tempat tinggal sementara untuk belajar langsung tentang sosial dan budaya masyarakat setempat.

Sementara itu, tokoh Tionghoa Anambas, Ahak, mengatakan perayaan Imlek tahun ini terasa berbeda dibanding sebelumnya. Kehadiran pelajar Denmark dinilai menambah warna dalam perayaan.

“Kami sangat terbuka kepada mereka yang belajar langsung budaya Tionghoa. Ini menjadi kebanggaan karena budaya di Anambas bisa dikenal hingga ke luar negeri,” ujarnya.

Ia meyakini para pelajar tersebut akan membawa cerita positif tentang Anambas ke negaranya dan berpotensi mendorong kunjungan wisata.

Perayaan Imlek 2577 di Anambas pun menjadi bukti bahwa keberagaman budaya mampu menyatukan berbagai perbedaan, bahkan melintasi batas negara, dalam suasana penuh sukacita. (*)

Artikel Pelajar Denmark Rayakan Imlek 2577 di Anambas, Terpukau Suasana Kebersamaan pertama kali tampil pada Kepri.

Tenaga Ahli Menteri Haji Tekankan Kepatuhan dan Kesiapan Fisik pada Gladi Posko Haji di Batam

0
JCH saa mengikuti gladi posko dan simulasi rute perjalanan haji gelombang I dan II di Asrama Haji Batam Center, Senin (16/2/2026). F. Istimewa

batampos – Tenaga Ahli Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Abdul Rahman Syahputra, menekankan pentingnya kepatuhan dan kesiapan fisik kepada jamaah calon haji (JCH) Kota Batam saat menghadiri gladi posko dan simulasi rute perjalanan haji gelombang I dan II di Asrama Haji Batam Center, Senin (16/2).

Kegiatan yang diikuti sekitar 695 JCH Batam tahun 1447 H/2026 M itu juga dihadiri Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Kepri H Muhammad Syafi’i, Kepala Kemenhaj Kota Batam H Syahbudi, para petugas kloter, serta petugas Arab Saudi.

Dalam arahannya, Abdul Rahman mengingatkan bahwa bekal utama berhaji bukan hanya perlengkapan fisik, tetapi kesiapan hati.

“Yang paling penting dipersiapkan adalah hati. Jangan banyak mengeluh, karena bapak ibu adalah duyufurrahman, tamu-tamu Allah,” ujarnya.

Ia menyampaikan, tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Kementerian Haji dan Umrah RI menyelenggarakan haji dan umrah secara mandiri. Ia juga menitipkan salam dari Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan, yang saat ini berada di Tanah Suci untuk memastikan kesiapan pelaksanaan haji berjalan optimal.

Menurutnya, Menteri tengah meninjau langsung pelatihan petugas di Arab Saudi, kesiapan katering, hotel, hingga penempatan tenda di Arafah dan Mina.

Abdul Rahman menegaskan, ibadah haji merupakan olahraga fisik yang menuntut stamina prima. Ia mengingatkan masih banyak jamaah yang tergolong berisiko tinggi karena memiliki penyakit penyerta (komorbid). Dengan jumlah jamaah Indonesia yang mencapai lebih dari 221 ribu orang, layanan tentu tidak selalu bisa ideal di setiap waktu.

“Pilihannya ada di bapak ibu, apakah sampai di sana mau marah-marah atau tetap sabar. Kemenhaj akan terus berbenah memperbaiki kekurangan layanan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap komando ketua kloter. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) diminta tetap berkoordinasi dengan pembimbing ibadah kloter dengan menyusun timeline serta jadwal kegiatan harian selama di Tanah Suci.

Abdul Rahman turut mengingatkan tragedi Mina yang pernah menelan banyak korban jiwa akibat ketidaktertiban mengikuti komando. Dalam skema yang telah ditetapkan, jamaah seharusnya menggunakan bus dari Muzdalifah menuju Mina. Namun karena sebagian berjalan kaki, jalur bus tertutup dan menyebabkan kepadatan.

“Mohon ikuti perintah ketua kloter. Buat grup WhatsApp untuk koordinasi. Jangan sampai tragedi Mina terulang kembali,” pesannya.

Ia menambahkan, jamaah haji Indonesia membawa nama bangsa di hadapan umat Islam dunia. Karena itu, sikap disiplin dan menjaga nama baik negara menjadi hal yang sangat penting.

Dalam gladi posko tersebut, turut mendampingi jamaah petugas Kloter 1, Kloter 2, dan Kloter 25, termasuk petugas kesehatan, pembimbing ibadah, serta perwakilan KBIHU. Hadir pula petugas Arab Saudi yang akan bertugas mendampingi jamaah selama di Tanah Suci.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 11.30 WIB. Meski harus berjemur beberapa jam di halaman parkir asrama untuk simulasi wukuf di Arafah, antusiasme jamaah tetap tinggi dan penuh semangat mengikuti seluruh rangkaian gladi.(*)

Artikel Tenaga Ahli Menteri Haji Tekankan Kepatuhan dan Kesiapan Fisik pada Gladi Posko Haji di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Ditemukan Tertelungkup di Lantai Hotel, Pria 64 Tahun Ternyata Sudah Meninggal Dunia

0
Petugas mengevakuasi jenazah pria 64 tahun yang ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar hotel di Tanjung Riau, Sekupang. f. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Suasana sebuah hotel di kawasan Tanjung Riau, Sekupang, mendadak gempar, Senin (16/2) pagi. Seorang pria berusia 64 tahun ditemukan tertelungkup di lantai kamar dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Korban berinisial KHR diketahui meninggal dunia sekitar pukul 09.50 WIB di Hotel Poppy, Kelurahan Tanjung Riau. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat menghubungi seorang perempuan berinisial Diana (35) untuk menemuinya di hotel tersebut.

Setelah Diana tiba, keduanya masuk ke dalam kamar. Beberapa saat kemudian, Diana masuk ke kamar mandi. Namun saat keluar, ia melihat korban sudah dalam posisi tertelungkup di lantai dan tidak bergerak.

Saksi kemudian meminta pertolongan kepada pihak hotel. Saat dilakukan pengecekan, korban diketahui telah meninggal dunia.

Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait melalui Kanit Reskrim Ipda Riyanto membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Benar, kami menerima laporan adanya seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar hotel wilayah Tanjung Riau. Anggota langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari saksi-saksi,” ujar Ipda Riyanto, Selasa (17/2).

Ia menjelaskan, dari keterangan awal saksi, korban sebelumnya berada di dalam kamar bersama seorang perempuan. Namun saat saksi keluar dari kamar mandi, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Untuk penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” tambahnya.

Dari informasi yang diperoleh, korban dan saksi diketahui telah saling mengenal dan beberapa kali bertemu di penginapan berbeda, sekitar satu bulan sekali saat korban datang ke Batam dari wilayah Bulang.(*)

Artikel Ditemukan Tertelungkup di Lantai Hotel, Pria 64 Tahun Ternyata Sudah Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir Truk di Telaga Punggur Masih Berproses, Polisi Minta Waktu

0
Ilustrasi.

batampos – Penyelidikan kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang sopir truk di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, hingga kini masih terus bergulir. Aparat Satreskrim Polresta Barelang memastikan laporan korban telah ditindaklanjuti dan saat ini berada dalam tahap proses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang, M Debby Tri Andrestian, saat dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan perkara tersebut meminta publik bersabar. Ia menegaskan bahwa penyidik tengah bekerja mengumpulkan alat bukti dan keterangan para pihak.

“Mohon waktu ya. Dalam proses. Semua ada mekanisme,” ujar Debby singkat saat dikonfirmasi, Selasa (17/2). Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa laporan korban tidak berhenti dan tetap berjalan dalam tahap penyelidikan.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah seorang sopir truk bernama Sukarman melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dialaminya ke Polresta Barelang pada Jumat (14/2). Laporan tersebut langsung diterima dan dibenarkan oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Kamis (12/2) di kawasan Pelabuhan Roro Telaga Punggur. Korban disebut mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum petugas saat berada di dalam pos pelabuhan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Debby juga telah membenarkan adanya laporan dari korban. “Iya, buat laporannya kemarin,” katanya kala itu. Ia menambahkan bahwa proses penyidikan dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.

Sejumlah langkah penyelidikan kini tengah ditempuh penyidik, mulai dari pemeriksaan korban, pengumpulan keterangan saksi, hingga pendalaman bukti-bukti pendukung lainnya. Polisi menegaskan seluruh proses dilakukan secara profesional dan transparan sesuai prosedur hukum.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bea dan Cukai Batam terkait dugaan keterlibatan oknum petugas dalam kasus tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Humas Bea Cukai Batam melalui sambungan telepon juga belum mendapat respons. Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses penyelidikan memasuki tahap berikutnya.(*)

Artikel Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir Truk di Telaga Punggur Masih Berproses, Polisi Minta Waktu pertama kali tampil pada Metropolis.

461 Personel Gabungan Amankan Perayaan Imlek 2577 Kongzili

0
Personil kepolisian saat mengamankan imlek. f Istimewa

batampos – Kepolisian Daerah Polda Kepulauan Riau melakukan pengamanan berlapis untuk memastikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili berlangsung aman dan tertib di Batam. Pengamanan difokuskan pada pusat-pusat perayaan dan rumah ibadah yang diperkirakan dipadati masyarakat.

“Sebanyak 461 personel gabungan diterjunkan dalam operasi pengamanan. Kekuatan itu terdiri dari 208 personel Polda Kepri, 163 personel Polresta Barelang, serta dukungan unsur pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, Senin (16/2).

Pengamanan dilakukan melalui pola terbuka dan tertutup. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan perayaan malam Tahun Baru Imlek serta vihara dan klenteng yang menjadi pusat kegiatan ibadah umat Tionghoa.

“Aparat juga disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama perayaan berlangsung,” ujarnya.

Selain penjagaan statis, patroli preventif turut ditingkatkan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Langkah ini diambil untuk memastikan rangkaian perayaan berjalan kondusif tanpa gangguan berarti.

Pengamanan serupa juga diterapkan di wilayah lain di Provinsi Kepulauan Riau, termasuk di Tanjungpinang, Karimun, dan Bintan, yang juga menjadi lokasi perayaan Imlek.

Ia mengatakan kepolisian berkomitmen memberikan pengamanan maksimal selama perayaan berlangsung.

“Sinergitas seluruh unsur menjadi kunci utama terciptanya situasi yang stabil,” ujarnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat menjaga ketertiban, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menggunakan kembang api dan petasan sesuai ketentuan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kendaraan dan barang bawaan serta segera melaporkan potensi gangguan keamanan melalui layanan darurat 110.

Pengamanan Imlek tahun ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan menjamin masyarakat dapat menjalankan tradisi keagamaan dengan aman dan khidmat.(*)

Artikel 461 Personel Gabungan Amankan Perayaan Imlek 2577 Kongzili pertama kali tampil pada Metropolis.