Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 2052

DPRD Batam Kawal Penundaan Fuel Card Pertalite, Disperindag Diminta Transparan

0
Kepala Dinas Perdagangan Kota Batam Gustian Riau memperlihatkan pelayanan pembuatan Fuel Card 5.0 di kantor Dinas Perdagangan Kota Batam , Rabu (4/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Penundaan penerapan fuel card untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam terus menjadi sorotan. DPRD Kota Batam menegaskan tetap mengawal dan mengawasi kebijakan ini agar tidak merugikan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Mangihut Rajagukguk, menilai penerapan fuel card tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut karena tidak memiliki dasar aturan yang jelas. Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan mendapatkan kepastian bahwa aturan fuel card hanya berlaku untuk Solar subsidi, bukan Pertalite.

“Kami mempertanyakan dasar hukum Disperindag dalam memberlakukan kebijakan ini. Dari hasil komunikasi kami dengan Pertamina, tidak ada regulasi yang mengatur penggunaan ini untuk Pertalite. Kebijakan ini hanya didasarkan pada surat edaran (SE) Disperindag, bukan keputusan resmi dari Pertamina,” ujar Mangihut, Kamis (30/1).

Baca Juga: Warga Perum Central Hills Batam Tuntut Kejelasan Hibah Lahan untuk Masjid

Lebih lanjut, Mangihut menyoroti bahwa kebijakan fuel card untuk Pertalite ini hanya berlaku di Batam dan tidak diterapkan di daerah lain di Indonesia. DPRD Kota Batam telah meminta agar kebijakan tersebut ditunda sejak Desember 2024.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan keputusan Disperindag dalam menunjuk bank tertentu sebagai penyedia layanan fuel card, alih-alih menggunakan bank daerah seperti Bank Riau Kepri.

“Kami telah menanyakan hal ini kepada asosiasi migas, Pertamina, serta pengelola SPBU. Mereka mengaku keberatan karena kebijakan ini tidak memiliki dasar yang jelas dari Pertamina. Selain itu, masyarakat juga terbebani karena harus membuka rekening baru di bank yang ditunjuk Disperindag,” tambahnya.

Mangihut menegaskan bahwa sistem distribusi BBM sebenarnya sudah berjalan dengan baik menggunakan barcode Pertamina. Ia mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan yang justru menambah beban masyarakat.

“Kami akan terus mengawal kebijakan ini agar Disperindag tidak bertindak sepihak tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Batam Dukung Program MBG, Dorong Pemerataan di Seluruh Kecamatan

Sementara itu, muncul informasi aparat penegak hukum tengah mengkaji kebijakan fuel card ini dan berencana memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Hal ini menyusul keresahan di masyarakat yang mempertanyakan transparansi dan urgensi kebijakan tersebut.

“Kami meminta agar kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas tidak diterapkan secara sepihak dan tanpa kajian mendalam. Jika ada indikasi penyimpangan, maka harus diusut tuntas,” ujar Mangihut.

Dengan penundaan ini, masyarakat berharap agar pemerintah daerah lebih terbuka dalam mengambil kebijakan. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel DPRD Batam Kawal Penundaan Fuel Card Pertalite, Disperindag Diminta Transparan pertama kali tampil pada Metropolis.

Sistem Zonasi Dihapus, PPDB Resmi Ganti Nama jadi SPMB

0
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan soal rencana kebijakan pemerintah terkait libur sekolah di bulan Ramadan. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)

batampos – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mengganti nama Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Zonasi menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Domisili pada 2025. Mendikdasmen Abdul Mu’ti memastikan perubahan nama dari PPDB menjadi SPMB sudah disetujui Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sampaikan bahwa perancangan ini sudah kami sampaikan kepada Bapak Presiden dan beliau menyatakan setuju dengan substansi dari usulan kami,” kata Mendikdasmen kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/1).

Lebih lanjut, dia juga menyebutkan bahwa ada empat jalur penerimaan siswa dalam SPMB. Mulai dari jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili.

Abdul Mu’ti memastikan bahwa dengan kebijakan baru ini, tidak ada penerimaan siswa dilakukan dengan berdasarkan zonasi. “Jadi kami sampaikan bahwa jalur penerimaan murid baru itu ada empat, yang pertama adalah domisili. Ini berdasarkan tempat tinggal murid,” jelas Mu’ti.

“Kemudian yang kedua itu jalur prestasi, yang ketiga jalur afirmasi, yang keempat jalur mutasi,” sambungnya.

Mendikdasmen juga membeberkan penggantian nama ini berjalan lurus dengan visi Kemendikdasmen yakni pendidikan bermutu untuk semua. Bahkan, PPDB bukan sekadar nama baru, namun memang dibuat agar seluruh warga negara bisa mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik.

“Karena memang kita ingin memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi semua. Ada beberapa kelemahan dari sistem lama (PPDB) yang perlu kita perbaiki,” beber Sekjen PP Muhammadiyah ini.

“SPMB itu bukan sekadar nama baru, tapi memang ada yang baru dalam pendidikan kami untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik,” pungkasnya. (*)

Artikel Sistem Zonasi Dihapus, PPDB Resmi Ganti Nama jadi SPMB pertama kali tampil pada News.

Fakta Persidangan: Eks Polisi Narkoba Jemput 44 Kg Sabu hingga Perbatasaan Malaysia

0
Jaksa membacakan dakwaan kasus penyalahgunaan narkotika dengan terdakwa polisi di Pengadilan negeri Batam, Kamis (30/1). F.cecep Mulyana

batampos – Kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang menyeret 10 anggota polisi Polda Kepri akhirnya bergulir di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (30/1) sekitar pukul 11.20 WIB. Dua warga sipil yang satu diantaranya mantan anggota polisi dalam perkara yang sama juga disidang dengan agenda pembacaan dakwaan.

Dalam dakwaan, terungkap para terdakwa polisi tak hanya menyalahgunakan barang bukti narkoba jenis sabu. Namun juga menjemput 44 kilogram sabu hingga perbatasaan Malaysia, dengan membayar upah tekong Rp 20 juta dan upah informan Rp 20 juta perkilogram.

Proses persidangan yang dipimpin hakim Tiwik didampingi hakim anggota Douglas dan Andi Bayu tersebut dibagi dua, meski ke 12 terdakwa didakwa dengan surat dakwaan terpisah. Ke 12 terdakwa yakni Satria Nanda, Alex Candra, Jaka Surya, Shigit Sarwo Edi, Ibnu Marfu, Zulkifli Simanjuntak, Rahmadi, Fadillah, Ariyanto, Junaidi Gunawan, Wan Rahmad, dan Aziz Martua Siregar.

Dalam sidang pembacaan dakwaan, ada 5 JPU yang membacakan dakwaan secara bergantian. Sedangkan para terdakwa didampingi masing-masing penasehat hukum.

Dalam dakwaan dijelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung antara bulan Juni hingga September 2024. Berawal dari salah satu ruangan Satnarkoba Polrest Barelang.

Baca Juga: AWI, Pengendali Peredaran 10,95 Kg Sabu, Libatkan Keluarga dan Teman Dekat

Mereka mendapatkan informasi terkait penyelundupan 300 Kg sabu dari Malaysia yang diperoleh Rahmadi SI, seorang informan. Namun, rencana tersebut batal hingga akhirnya muncul informasi baru pada Mei 2024 mengenai masuknya 100 kg sabu ke Indonesia.

Atas informasi tersebut, beberapa terdakwa menggelar pertemuan di One Spot Coffee, Batam, guna membahas distribusi barang haram itu.

Awalnya, rencana penyelundupan mengalami kendala, namun setelah Ditresnarkoba Polda Kepri mengungkap kasus narkotika di Imperium, Batam, serta adanya tekanan dari pimpinan Polresta Barelang agar segera mengungkap kasus besar, Satria Nanda diduga memerintahkan timnya untuk kembali menjalankan operasi ini.

Dalam rapat lanjutan, terdakwa Shigit Sarwo Edhi sebagai Kanit memberikan arahan kepada Fadillah dan Rahmadi untuk memastikan eksekusi berjalan lancar. Rencana itu mencakup pembagian 100 Kg sabu, di mana 90 Kg digunakan untuk pengungkapan kasus, sedangkan 10 Kg lainnya diduga disisihkan untuk membayar SI dan keperluan operasional.

Pada akhirnya, strategi tersebut mendapat persetujuan Satria Nanda meski awalnya ia menilai skema itu berisiko tinggi.

Lalu, pada bulan Juni, beberapa terdakwa menyewa Awang, seorang tekong untuk mengambil sabu dari Malaysia. Awang diupah Rp 20 juta dan melaju dari Perairan Nongsa, menuju Tanjung Uban hingga ke Malaysia.

“Awang membawa kapal seorang diri, dikawal oleh beberapa terdakwa (polisi) menggunakan kapal terpisah. Namun diperbatasan, para terdakwa berhenti. Sedangkan Awang masuk ke perairan Malaysia,” ujar jaksa.

Baca Juga: Sabu Ditumbuk dan Dihaluskan, Pasangan Kekasih Diupah Rp 50 Juta Selundupkan Sabu Melalui Bandara

Setelah Awang kembali dari perairan Malaysia, para terdakwa kembali mengawal Awang hingga perairan Nongsa. Sesampai di perairan Nongsa, Awang tetap berada diatas kapal, sedangkan para terdakwa mengambil dua tas besar dan memasukan ke dalam mobil warna silver untuk menuju Satnarkoba Polresta Barelang.

Di markas Satnarkoba Polresta Barelang, para terdkawa menghitung jumlah sabu didalam dua tas ada 44 bungkus, yang masing-masing bungkus berisi 1 kilogram. Sabu-sabu tersebut kemudian disisihkan 9 bungkus dan disimpan di tempat terpisah.

“Untuk 35 bungkus lagi atau 35 kilogram, dilaporkan untuk diekspos dan disetujui oleh Kasat yang saat itu berada di Bandara Hang Nadim Batam,” jabar jaksa.

Dalam pertemuan para terdakwa dan kasat, kasat juga sempat mengucapkan selamat kepada para terdakwa karena sudah sukses bekerja. Yang kemudian ditentukan waktu untuk melakukan ekspos perkara nantinya.

“Para terdakwa kemudian menghubungi Poy (DPO), untuk mencari orang yang akan membawa sabu itu ke Jakarta. Dan Poy mendapatkan 3 orang, yakni Effendi, Nely dan Ade,” ujar jaksa.

Dua diantara kurir adalah pasangan suami istri yang dijanjikan upah Rp 150 juta dan Ade yang dijanjikan upah Rp 10 juta. Namun dalam aksi itu, para polisi yang semula memiliki barang, melakukan aksi penyergapan kepada ketiganya.

“Orang suruhan Poy ditangkap di dekat Jembatan Barelang dengan barang bukti 35 kilogram sabu,” tegas jaksa.

Tak hanya itu, sembilan kilogram sabu yang disisihkan itu kemudian dijual. Salah satunya kepada Azis dengan harga Rp 400 juta per kilogram. Namun diperjalanan, Azis tak melunasi sisa dari pembelian sabu tersebut.

“Perbuataan para terdakwa dijerat dengan pasal 112 ayat 2 UU narkotika jo 132 jo pasal 64 UU narkotika. Atau pasal 114 ayat 2 Jo 132 Jo 64 UU narkotika,” jelas jaksa.

Atas dakwaan itu, 2 dari 12 terdakwa tidak mengajukan eksepsi atau keberatan. Yang tidak mengajukan keberataan yakni Satria Nanda dan Junaidi.

Atas pendapat penasehatnhukum terdakwa, majelis hakim Tiwik menunda sidang hingga 6 Februari untuk yang mengajukan eksepsi atas dakwaan, dan tanggal 20 Februari untuk yang tidak mengajukan eksepsi.

“Sidang ditunda, hingga minggu depan, dengan agenda Keberatan dari terdakwa,” ujar Tiwik.

Sementara, penasehat hukum Satria Nanda, Calvin Wijaya menjelaskan pihaknya menerima materi dakwaan, karena itu tak mengajukan eksepsi.

“Kami terima materi dakwaan, namun nanti dipembuktiaan akan kami bantah,” tegasnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

 

Artikel Fakta Persidangan: Eks Polisi Narkoba Jemput 44 Kg Sabu hingga Perbatasaan Malaysia pertama kali tampil pada Metropolis.

Hasil Survei: Seskab Teddy Dinilai Jadi Pejabat Baru yang Bersinar

0
Mayor Teddy Indra Wijaya memberikan hormat kepada Presiden Prabowo Subianto saat pengumuman jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)

batampos – Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya masuk sebagai pejabat baru yang dianggap bersinar oleh publik dalam Kabinet Merah Putih era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal itu sesuai hasil temuan survei Indikator Politik Indonesia periode Januari 2025.

Adapun, survei nasional Indikator Politik Indonesia dilakukan pada 16-21 Januari 2025 menempatkan 1.220 responden. Sementara, metode yang digunakan yaitu metode multi-stage random sampling dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan ada tujuh menteri atau pejabat yang disebut sebagai menteri dengan kinerja terbaik ketika pihaknya tidak memberi daftar nama kepada para responden alias top of mind.

Di antaranya Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Menteri BUMN, Erick Thohir; Menteti Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kemudian Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya; Menteri Agama, Nasaruddin Umar; Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.

“Mereka merupakan 7 menteri atau pejabat setingkat menteri yang disebut secara spontan sebagai menteri dengan kinerja terbaik. Selebihnya, disebut kurang dari 1 persen,” kata Burhanuddin dikutip pada Rabu, 29 Januari 2025.

Selanjutnya, Burhanuddin mengatakan Teddy juga masuk 5 besar sebagai menteri atau pejabat dengan tingkat kepuasan tertinggi di bawah Menteri Agama Nasaruddin Umar. Kemudian ada Sri Mulyani, Erick Thohir, serta Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Mayor Teddy berada di urutan kedua dengan tingkat kepuasan 90,1 persen dan berada di belakang Menteri Agama Nasaruddin Umar sebesar 92,8 persen,” lanjutnya.

Menurut dia, tingginya kepuasan publik dan popularitas tinggi terhadap Teddy karena yang bersangkutan mengikuti seluruh rangkaian kerja Presiden Prabowo.

“Mayor Teddy itu populer di kalangan pendukung Prabowo juga karena berkah mendampingi Prabowo ke mana-mana,” jelas Burhanuddin.

Artinya, kata Burhanuddin, ketika tingkat kepuasan publik terhadap kinerja atau approval rating terhadap Prabowo tinggi, maka akan berdampak positif terhadap orang di sekitarnya, termasuk Teddy.

“Ketika approval rating Prabowo tinggi, berdampak pada Teddy. Tentu saja berbeda ketika approval rating Prabowo turun,” ungkapnya. (*)

Artikel Hasil Survei: Seskab Teddy Dinilai Jadi Pejabat Baru yang Bersinar pertama kali tampil pada News.

Pemko Batam Siapkan Strategi Terpadu Atasi Masalah Sampah

0
Sampah menumpuk di sepanjang pingggir jalan menuju kawasan galangan kapal Seilekop. f.eusebius sara

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mempersiapkan langkah strategis untuk pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar persoalan sampah dapat teratasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, menyebut pentingnya pendekatan yang komprehensif dan terencana dalam menyelesaikan persoalan sampah yang terus berkembang di kota ini.

Menurut dia, pengelolaan sampah di Batam akan dibagi menjadi dua fokus utama, yaitu pengelolaan di hulu yang menjadi tanggung jawab pemerintah melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta pengelolaan di hilir yang direncanakan melibatkan pihak ketiga. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan dalam pengelolaan sampah dapat berjalan dengan efektif.

Baca Juga: Masalah Ekonomi Jadi Faktor Utama Perceraian di Batam

“Kita harus menyusun konsep pengelolaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Ini bukan hanya tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya, Kamis (30/1).

Ia menegaskan, upaya pengelolaan sampah harus melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

DLH pun diminta untuk segera menyusun kebutuhan anggaran secara detail, termasuk sarana prasarana, tenaga kerja, dan operasional untuk UPT. Ini bertujuan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara maksimal dengan dukungan sumber daya yang memadai.

Namun, Pemko Batam juga menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan sampah. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan armada pengangkutan dan sarana prasarana yang diperlukan. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah setempat berencana menambah armada pengangkutan.

Peningkatan armada pengangkutan ini dapat mendukung kelancaran pengumpulan dan pengangkutan sampah, serta mempercepat proses pengelolaan sampah di seluruh wilayah Batam. Selain itu, program edukasi kepada masyarakat juga akan terus ditingkatkan, agar masyarakat lebih sadar dan terampil dalam memilah sampah.

Baca Juga: PT TPM Rampungkan Pemberian Kompensasi bagi Warga Terdampak Penggusuran di Tembesi Tower

“Sampah terus meningkat volume per harinya, dan ini memerlukan perhatian serius. Edukasi kepada masyarakat untuk memilah sampah adalah langkah penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik,” kata dia.

Selain itu, masyarakat juga harus diajak untuk aktif berpartisipasi dalam pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga.

Seiring dengan terus meningkatnya volume sampah di Batam, pemerintah optimis langkah-langkah yang diambil dpat mengatasi tantangan yang ada. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan seluruh lapisan masyarakat, pengelolaan sampah di Batam bakal dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Batam juga berencana untuk terus memperbaiki infrastruktur pengelolaan sampah, seperti tempat pembuangan akhir (TPA) dan fasilitas daur ulang, agar sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga dimanfaatkan kembali dengan cara yang ramah lingkungan. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel Pemko Batam Siapkan Strategi Terpadu Atasi Masalah Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.

 Imbas Gaji Honorer Belum Dibayarkan, Warga Anambas Ramai-ramai Gadai Perhiasan Emas

0
Suasana ruang tunggu di Pegadaian Tarempa terlihat ramai, banyak warga yang menggadaikan perhiasan emas karena gaji belum dibayarkan oleh Pemkab Anambas. f.ihsan

batampos– Kantor pegadaian di Tarempa, Kabupaten Anambas ramai didatangi warga yang hendak menggadaikan perhiasan emas.

Mayoritas dari mereka merupakan honorer yang terpaksa menggadai perhiasan emas karena belum menerima gaji dari Pemerintah Kabupaten Anambas sejak Desember lalu

Pantauan dilapangan, saking ramainya, petugas keamanan sampai menutup sementara pelayanan pada pukul 10.00 WIB untuk tidak menerima warga lagi.

“Ya kita close bang, di dalam sudah ramai. Kalau tak close mati kami, tak bisa makan siang,” ucap petugas keamanan Pegadaian, Hendri, Kamis, (30/1).

BACA JUGA: Gaji Tak Boleh dari APBD, Ratusan Guru Honorer SD-SMP Bakal Dirumahkan

Menurut Hendri, ramainya warga yang melakukan transaksi gadai perhiasan ini sudah berlangsung sejak pekan lalu.

“Ya ramai, dari minggu lalu. Hampir kewalahan kita. Banyak yang gadai dari pada nebus,” sebut Hendri.

Sementara itu, Yanti (40), warga Tarempa Timur, yang mengaku mendatangi Pegadaian untuk menggadaikan perhiasan emas miliknya.

Ia terpaksa menggadai setelah dua bulan gaji suaminya belum dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Anambas.

“Terpaksa sekolahkan (gadai) dulu gelang dan cincin ini. Dah mau dua bulan gaji suami saya belum dibayar. Suami saya honorer di Pemkab Anambas,” ujar Yanti.

Nantinya, uang yang didapatkan dari Pegadaian akan digunakan untuk kebutuhan hidup serta modal dalam menjalankan usaha.

“Uang ini untuk digunakan sehari-hari lah. Tapi tak semua digunakan, setengahnya saya buat usaha jual sarapan pagi biar berputar uangnya,” terangnya.

Berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam pada pukul 08:10 WIB hari ini, harga dasar emas 24 karat ukuran 1 gram dijual sebesar Rp1.606.000 yang kembali menjadi rekor tertinggi baru.

Emas berukuran terkecil 0,5 gram dijual seharga Rp853.000. Sementara, harga emas dengan ukuran terbesar 1.000 gram mencapai Rp1.546.600.000.

Adapun, harga jual kembali (buyback) emas Antam dipatok sebesar Rp1.456.000 per gram. Nilai itu lebih murah Rp1.000 per gram dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel  Imbas Gaji Honorer Belum Dibayarkan, Warga Anambas Ramai-ramai Gadai Perhiasan Emas pertama kali tampil pada Kepri.

Rumah Sehat Baznas Terus Bertambah, Biayanya Gratis untuk Mustahik

0
Layanan kesehatan gratis di Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran yang diresmikan pada Kamis (30/1). (Humas Baznas)

batampos – Biaya kesehatan, khususnya untuk berobat di rumah sakit semakin melambung. Bagi kelompok masyarakat tertentu, mahalnya biaya berobat bisa diatasi lewat asuransi. Tetapi untuk masyarakat miskin atau penerima zakat (mustahik), kerap kesulitan mengakses layanan kesehatan yang layak.

Untuk mengatasi persoalan tingginya biaya kesehatan itu, pembangunan Rumah Sehat Baznas (RSB) terus dikebut di sejumlah daerah. Terbaru adalah pembangunan RSB di Pesawaran, Provinsi Lampung.

Ketua Baznas Noor Achmad mengatakan, saat ini secara keseluruhan sudah ada 30 unit RSB di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 unit RSB sudah berjalan dan beroperasi. Kemudian 7 unit RSB dalam proses launching.

Noor mengatakan, sampai Januari 2025, total sebanyak 362.690 jiwa lebih telah menerima manfaat dari layanan kesehatan RSB di seluruh Indonesia yang telah beroperasi. Kehadiran RSB Kabupaten Pesawaran dalam rangka memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi para mustahik.

”Dengan adanya RSB Kabupaten Pesawaran ini, kami ingin agar mustahik dapat mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik,” kata Noor dalam keterangannya, Kamis (30/1).

Noor menambahkan, semua RSB hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Di antaranya pemberian vitamin, penyuluhan kesehatan, pendampingan, skrining kesehatan, khitanan massal, hingga operasi katarak.

”Siapa pun yang memenuhi kriteria mustahik, akan langsung mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya,” tandas Noor Achmad.

Adanya RSB di Kabupaten Pesawaran itu, merupakan wujud nyata Baznas untuk terus memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Khususnya kesejahteraan masyarakat miskin di Indonesia, melalui peningkatan akses kesehatan.

Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona mengucapkan terima kasih kepada Baznas Pusat dan Baznas Kabupaten Pesawaran atas dibangunnya RSB di Kabupaten Pesawaran. Saat ini kesehatan merupakan kebutuhan utama bagi umat manusia. Akan tetapi bagi kaum duafa seringkali sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

”Hadirnya RSB Pesawaran ini merupakan kebanggaan masyarakat Kabupaten Pesawaran,” jelasnya. Dia berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat khususnya kaum duafa di Kabupaten Pesawaran.

Untuk diketahui sebanyak 23 unit RSB yang sudah beroperasi di antaranya adalah RSB Sumatra Utara, Batam, Lampung Tengah, Pesawaran, Jakarta, Banten, Kota Bogor, Cirebon, Jogjakarta, Kendal, dan Sidoarjo. Kemudian RSB Sragen, Brebes, Karanganyar, Pangkal Pinang, Sambas, Berau, Makassar, Lombok, Bima, Palu, Parigi Moutong, dan Papua.

Ke depan, ada 7 RSB yang akan disiapkan. Yaitu RSB Sarolangun, Kepulauan Riau, Palembang, Mamuju Tengah, Pohuwato, Kabupaten Bogor, dan Masjid Istiqlal. (*)

Artikel Rumah Sehat Baznas Terus Bertambah, Biayanya Gratis untuk Mustahik pertama kali tampil pada News.

Jadi Pengedar Narkotika, Anggota Polsek Sekupang Dipecat dan Proses Hukum Berlanjut

0
Ilustrasi. Oknum polisi narkoba

batampos – Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang tengah melengkapi berkas perkara dugaan kasus narkotika yang melibatkan anggota Polsek Sekupang, Brigpol AKS. Dalam kasus ini, tersangka diamankan dengan barang bukti 10 gram sabu.

“Sebentar lagi akan lengkap,” ujar Kasat Narkoba Polresta Barelang, AKP Deni Langie Kamis (30/1).

Deni memastikan kasus yang menyeret Brigpol AKS tetap diproses. Bahkan, pria 30 tahun ini dipecat dari institusi Polri.

“Dipecat. Hukum pidananya juga naik, masih ditahan sampai sekarang,” katanya.

Baca Juga: Pasangan Kekasih Selundupkan Sabu, Tergiur Upah Rp 50 Juta

Disinggung lamanya proses kelengkapan berkas kasus ini, Deni mengaku membutuhkan waktu untuk melengkapi alat bukti berupa hasil forensik elektronik atau identifikasi dari ponsel pengendali jaringan narkotika ini.

“Kami menunggu hasilnya, sehingga setelah keluar kami buktikan,” katanya.

Diketahui, Brigpol AKS mendapati barang haram tersebut dari rekannya, E narapidana di Lapas Tanjungpinang. E juga merupakan mantan polisi yang terjerat kasus narkotika.

Baca Juga: Detik-Detik Anjing K9 Bea Cukai Obrak-Abrik Kamar Hotel Pengendali Sabu di Batam

Untuk mendapatkan sabu tersebut, AKS memerintahkan rekannya AK menjemput ke kawasan DC Mall. Barang haram seberat 50 gram tersebut dibawa ke mess AKS untuk ditimbang dan dicacah.

“Mereka (tersangka) menyisihkan (sabu) itu dan dijual,” tutup Deni. (*)

 

 

Reporter: Yofi Yuhendri

 

Artikel Jadi Pengedar Narkotika, Anggota Polsek Sekupang Dipecat dan Proses Hukum Berlanjut pertama kali tampil pada Metropolis.

Jemput Sabu ke Perbatasan Malaysia

0

Sidang Eks Jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang Bergulir di PN Batam

Berbincang dengan Reyyan, Robotik Penghafal Qur’an, dan Menguasai 3 Bahasa

0
Reyyan meraih juara 2 kategory Robot Sumo Junior, World Robotic Competition 2025, di Multi Media University, Cyberjaya, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 10-13 Januari 2025. (F. istimewa)

“Karena ketika anak saya dekatkan dengan Al-Qur’an, saya merasa lebih mudah mengarahkan mereka,” ungkap Rizkabella, ibu dari lima orang anak.

Memiliki lima anak yang berprestasi di bidangnya masing-masing adalah suatu kebanggaan sebagai orang tua, tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga di akhirat.

Pasangan suami istri Dody Apriyanto, 39, dan Rizkabella, 39, menetap di Batam sejak sekitar 1,5 tahun lalu. Sebelumnya, mereka tinggal di Singapura dan sempat menetap di Jakarta selama setahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menetap di Batam.

Anak pertama mereka, Reishan Sanerdy Susetyanto, 15 tahun, telah hafal 30 juz Al-Qur’an. Tak hanya itu, Reishan juga berhasil meraih beasiswa penuh (full scholarship) TDV di jenjang SMA di Uluslararası Prof. Dr. Muhammed Hamidullah Anadolu İmam Hatip Lisesi, Ankara, Turki.

Anak kedua, Reyyan Nara Sanerdy, 13 tahun, telah menghafal 10 juz Al-Qur’an. Disusul anak ketiga, Deraya Hasyabrina Sanerdy, 11 tahun, yang telah menghafal 16 juz. Anak keempat, Rania Hasyabrina Sanerdy, 7 tahun, menghafal 2 juz, sementara anak terakhir, Seruni Raudah Sanerdy, baru berusia 4 tahun.

Reyyan, saat berbincang dengan Batam Pos pada 29 Januari 2025, mengungkapkan bahwa ia sangat menyukai matematika dan pemrograman. Di usianya yang masih duduk di kelas 2 SMP, ia sudah menguasai tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Saat ini, Reyyan juga tengah mempelajari Bahasa Turki.

“Saya suka membaca buku, coding, dan membuat alat elektronik sederhana. Cita-cita saya ingin menjadi hafidz Qur’an sekaligus ahli komputer,” ujar Reyyan.

Rizkabella mengungkapkan bahwa kelima anaknya tidak tertarik bermain game, menonton televisi, atau sekadar bermain ponsel. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an.

Sejalan dengan hobinya di dunia IT, Reyyan telah membuat berbagai robot sehingga ia kerap dijuluki “Si Robotik Cilik.” Beberapa karyanya antara lain:

Robot pemberi makan hewan peliharaan otomatis, yang digunakannya untuk memberi makan kura-kura peliharaannya.
Smart Dry Prototype, perangkat otomatis yang dapat mendeteksi tetesan hujan sehingga jemuran yang tergantung di luar jendela bisa ditarik otomatis ke dalam rumah.
Prototype Smart Home, yang menggunakan Internet of Things (IoT) untuk menyalakan lampu-lampu rumah.
Sensor kelembaban udara, sensor gerakan untuk menyalakan lampu, robot avoider menggunakan sensor ultrasonik pengukur jarak, robot line follower, perangkat pengukur tinggi badan menggunakan sensor ultrasonik, serta perangkat simulasi lampu lalu lintas (traffic lights).

“Saat ini, Reyyan sedang mengerjakan proyek perangkat pendeteksi bencana alam sederhana yang dapat mendeteksi banjir, gempa, dan kebakaran,” tambah Rizkabella.
Segudang Prestasi Hingga Kancah Internasional

Dengan kecerdasannya, tak heran jika Reyyan telah meraih berbagai prestasi gemilang hingga ke tingkat internasional. Berikut beberapa pencapaiannya:

  • Hafalan Al-Qur’an 10 juz
  • Juara 1 Matematika (Kelas 5-6 SD)
  • Sertifikat Bahasa Pemrograman Python (Basic) – Hackerrank 2023
  • Medali Perak International Singapore Math Competition (ISMC) 2022
  • Medali Perunggu Singapore Math Competition 2022
  • Juara 1 Matematika – Kompetisi Sains Nasional Saintech 2023
  • Juara 2 Matematika – Nizamia Andalusia Math Olympiad (NAMO) 2023
  • Medali Perunggu Bahasa Inggris – Alpeen Organizer 2023
  • Medali Perunggu IPA – Alpeen Organizer 2023
  • Medali Perak Bahasa Inggris – Babak Penyisihan OLNAS 2023
  • Medali Emas Bahasa Inggris – Babak Final OLNAS 2023
  • Medali Emas Matematika – Babak Penyisihan OLNAS 2023
  • Medali Perak Matematika – Babak Final OLNAS 2023
  • Honourable Mention Singa Math 2023
  • Medali Perunggu Matematika – Kompetisi Nasional Sains Pelajar 2023
  • Medali Perak Matematika – International Kangaroo Math Competition 2023
  • Finalis Tingkat Nasional Matematika – Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia 2023
  • Medali Emas Matematika – Olimpiade Pelajar Nasional 2023
  • Medali Perunggu Matematika – Kompetisi Sains Berprestasi 2023
  • Medali Perunggu – International Kangaroo Science Contest 2023
  • 16 Besar Lomba Cerdas Cermat Matematika Tingkat Kota Batam 2023
  • Medali Emas Bahasa Inggris – Olimpiade Sains Nusantara 2023
  • Medali Perak Matematika – Olimpiade Sains Nusantara 2023
  • Medali Perunggu – World Mathematics Invitational Preliminary Round 2024
  • 2nd Place American Mathematics Competitions 8 (AMC 8) 2024
  • Medali Perunggu – Hongkong International Mathematical Olympiad Heat Round 2024
  • Medali Emas – International Kangaroo Math Contest 2024
  • Medali Perunggu – Philippine International Mathematical Olympiad Heat Round 2024
  • Medali Perak – Southeast Asian Mathematical Olympiad 2024
  • Juara 2 Kategori Sumo Robot Junior – World Robotic Competition 2025
  • Merit Award SEAMOX 2025

“Bulan depan, 22 Februari, Reyyan akan mengikuti final Thailand International Mathematics Olympiad,” ungkapnya.
Harapan Orang Tua

Rizkabella berharap Reyyan tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga di akhirat. Salah satu caranya adalah dengan terus mendalami Al-Qur’an.

“Menjadi hafidz Qur’an tidak harus hafal 30 juz, tapi bisa membaca, murajaah, dan mentadaburi setiap hari hingga akhir hayat,” ujarnya.

“Doa Bunda buat Reyyan, semoga bisa menjadi hafidz Qur’an dan yang terbaik di bidang yang ia sukai, sehingga bisa membawa nama Islam,” ucap Rizkabella dengan penuh haru. (*)

 

Reporter: Tia Cahya Nurani

 

Artikel Berbincang dengan Reyyan, Robotik Penghafal Qur’an, dan Menguasai 3 Bahasa pertama kali tampil pada News.