Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2057

2 Varian Honda Listrik Akan Hadir di Batam

0

batampos – PT Capella Dinamik Nusantara selaku Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Kepulauan Riau siap menghadirkan gebrakan baru dalam dunia elektrifikasi kendaraan roda dua melalui peluncuran dua unit motor listrik terbaru Honda, yaitu Honda ICON e: dan Honda CUV e:. Peluncuran ini akan digelar selama dua hari, pada 12 hingga 13 April 2025, berlokasi di Batam City Square Mall, Batam.

Kegiatan peluncuran ini dikemas secara meriah dengan berbagai aktivitas menarik yang bertujuan memberikan edukasi sekaligus hiburan kepada masyarakat. Dalam acara ini, pengunjung akan disuguhkan penampilan Authentic Band, kuis berhadiah, lomba fotografi bertema listrik, pameran Honda EV, hingga uji coba berkendara unit EV terbaru. Tak hanya itu, acara juga akan dimeriahkan dengan kompetisi cosplay Eco-Verse, peragaan busana Power Up, serta pertunjukan tari E-Motion Battle Dance, yang menambah semarak suasana dan memicu minat kalangan muda untuk lebih mengenal teknologi ramah lingkungan dari Honda.

Honda ICON e: dan Honda CUV e: hadir untuk menjawab tantangan mobilitas masa depan.

Honda ICON e: hadir sebagai sepeda motor listrik yang gesit dan praktis dengan konsep Advance – Compact, menjadikannya pilihan ideal untuk aktivitas harian di perkotaan. Ditenagai motor listrik dengan daya maksimum 1,81 kW, ICON e: mampu menempuh kecepatan hingga 55 km/jam. Motor ini juga dilengkapi dengan bagasi luas berkapasitas 26 liter dan desain roda yang ergonomis—ban 12 inci di depan dan 10 inci di belakang—serta pijakan kaki yang nyaman.

 

Sementara itu, Honda CUV e: dirancang untuk mereka yang membutuhkan sepeda motor listrik berkapasitas besar dan siap untuk mobilitas tinggi. Mengusung sistem swappable battery, Honda CUV e: memungkinkan penggunanya untuk menukar baterai dengan mudah sehingga tetap produktif tanpa perlu menunggu pengisian daya. Dengan tampilan yang tangguh dan daya tahan tinggi, CUV e: menjadi jawaban bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan ramah lingkungan namun tetap bertenaga.

Menurut Duri Yanto, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara – Kepulauan Riau, kehadiran dua produk listrik ini merupakan komitmen Honda dalam mendukung transisi menuju kendaraan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Kami sangat antusias memperkenalkan Honda ICON e: dan Honda CUV e: kepada masyarakat Batam dan Kepulauan Riau. Ini merupakan bagian dari langkah Honda untuk terus berinovasi menghadirkan teknologi ramah lingkungan sekaligus tetap fungsional dan stylish. Kami mengajak masyarakat untuk datang langsung dan merasakan pengalaman baru bersama motor listrik Honda,” ujar Duri Yanto.

Honda CUV e: yang memiliki konsep Premium-Futuristic menawarkan pengalaman berkendara yang membanggakan dengan kualitas yang tak diragukan, serta keamanan terjamin khas Honda. Mengusung gaya premium futuristik dengan sudut tajam di beberapa bagian, lalu dipadukan dengan velg berukuran 12 inci. Model ini semakin spesial dengan disematkannya Honda RoadSync Duo, sistem konektivitas dengan ponsel pada tipe tertinggi yang semakin memberikan kemudahan, kenyamanan, dan ketenangan saat berkendara dengan mobilitas tinggi. Honda CUV e: ditenagai motor listrik dengan tenaga maksimal 6 kW, yang dapat membawanya melaju hingga kecepatan 83 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 80,7 km.

Dengan menggabungkan edukasi teknologi ramah lingkungan, hiburan kreatif, dan peluncuran produk terbaru, acara ini diharapkan mampu menjadi magnet bagi masyarakat dan generasi muda untuk semakin dekat dengan kendaraan listrik. Honda optimistis bahwa kehadiran Honda ICON e: dan CUV e: akan menjadi titik awal transformasi menuju gaya hidup mobilitas yang lebih hijau dan efisien di wilayah Kepulauan Riau. (*)

Artikel 2 Varian Honda Listrik Akan Hadir di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Pulau Matak Defisit Daya, PLN Pindahkan Satu Unit Mesin Pembangkit dari Siantan ke Palmatak

0
Proses pemindahan mesin pembangkit PLTD Siantan ke unit PLTD Palmatak. Pemindahan mesin ini untuk atasi defisit daya di Pulau Matak. f.pln anambas

batampos– Satu unit mesin pembangkit listrik milik PLTD Siantan dipindahkan oleh PLN ke unit PLTD Palmatak.

Pemindahan mesin pembangkit ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan defisit daya di Pulau Matak.

“Kita pindahkan satu unit mesin dengan kapasitas daya 400 Kw. Dipindahkan pada tanggal 28 Maret lalu,” ujar Kepala PLN Anambas, Ade Listrian kepada batampos, Selasa, (8/4).

BACA JUGA: Terkendala Tak Ada Crane, PLN Anambas Ganti Trafo Listrik Capai 5 Jam

Ade menjelaskan defisit daya yang terjadi di Pulau Matak kemarin, disebabkan adanya kerusakan mesin pembangkit. Akibat rusaknya mesin membuat petugas melakukan pemadaman bergilir di Pulau Matak.

“Mesin itu sudah dicoba diperbaiki tidak bisa, jadi harus overhaul mesinnya,” kata dia.

Mengingat overhaul mesin memakan waktu yang lama, maka pihaknya membuat kebijakan memindahkan satu unit mesin di PLTD Siantan ke unit PLTD Palmatak.

“Dengan dipindahkan satu mesin ke PLTD Palmatak tidak akan mempengaruhi distribusi listrik di Tarempa Siantan. Saat ini ada 4 mesin yang masih aktif. Insya allah cukup,” pungkas Ade Listrian. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Pulau Matak Defisit Daya, PLN Pindahkan Satu Unit Mesin Pembangkit dari Siantan ke Palmatak pertama kali tampil pada Kepri.

Investor Wait and See Gegara Tarif Trump, Ekspansi Industri Batam Tertahan

0
Ilustrasi komoditas ekspor.

batampos – Kebijakan Tarif Trump yang diberlakukan terhadap Indonesia diprediksi akan memberi tekanan besar terhadap sektor industri manufaktur di Batam. Tiga sektor utama yang akan terdampak secara signifikan adalah industri elektronik, otomotif, dan solar panel.

Koordinator HKI Wilayah Batam dan Karimun, Adhy Wibowo, menyebut barang ekspor dari ketiga sektor tersebut kini masuk dalam daftar produk yang dikenai tarif bea masuk sebesar 32 persen oleh Amerika Serikat.

“Kebijakan tarif resiprokal ini membuat banyak investor yang sudah eksis memilih untuk wait and see,” katanya, Rabu (9/4).

Baca Juga: Tarif Trump Mengancam Ekspor, Amsakar Siapkan 3 Langkah Strategis

Ia mengungkapkan, ada perusahaan manufaktur besar di Batam yang awalnya berencana melakukan ekspansi tahun ini. Namun, karena adanya kebijakan tarif baru tersebut, perusahaan memilih menunda rencana tersebut.

Empat kawasan industri terbesar di Batam; Batamindo, Panbil, Tunas, dan Kabil, sangat mengandalkan ketiga sektor industri yang terkena imbas dari kebijakan baru tersebut.

Pada era awal perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, kawasan Tunas dan Panbil sempat menjadi tujuan relokasi investasi dari Tiongkok. Tetapi, kini diprediksi akan turut terdampak oleh kebijakan tarif yang baru.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam mencatat bahwa ekspor utama dari Batam masih didominasi oleh produk industri manufaktur. Mesin/peralatan listrik (HS 85) mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 627,71 juta pada Januari 2025, berkontribusi sebesar 36,87 persen terhadap total ekspor.

Selain itu, mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 86,87 juta, sedangkan benda-benda dari besi dan baja (HS 73) menyumbang ekspor senilai US$ 147,74 juta.

Baca Juga: Ancaman Tarif Ekspor AS, HKI Batam Desak Pemerintah Ambil Langkah Cepat

Kenaikan drastis tarif bea masuk oleh Amerika Serikat akan meningkatkan biaya produksi secara signifikan bagi perusahaan-perusahaan manufaktur di Batam.

Untuk menyiasati peningkatan biaya ini, perusahaan kemungkinan besar akan melakukan langkah efisiensi, salah satunya dengan pengurangan tenaga kerja atau PHK.

Kawasan Industri Batamindo, yang merupakan kawasan industri terbesar di Batam, saat ini menampung 72 perusahaan aktif dengan jumlah karyawan antara 45 ribu hingga 52 ribu orang.

Jika digabungkan dengan tiga kawasan industri besar lainnya, total jumlah pekerja dapat mencapai 300 ribu orang. Jumlah ini belum termasuk sekitar 20 kawasan industri lainnya yang tersebar di Batam.

Melihat ancaman tersebut, lanjut Adhy, pihaknya telah mendorong BP Batam untuk segera meminta United States Trade Representative (USTR) agar mengecualikan Batam dari pengenaan Tarif Trump. Batam memiliki kekhususan sebagai kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) yang tidak mengenakan tarif bea masuk atas barang impor dari luar negeri.

“Pemerintah harus merespons cepat kebijakan ini agar bisa melindungi iklim industri Indonesia sebagai negara berbasis ekspor,” katanya.

Amerika Serikat masih menjadi salah satu negara tujuan utama ekspor dari Batam, selain Singapura dan Tiongkok. Pada Januari 2025, nilai ekspor Batam ke Amerika mencapai US$ 308,90 juta atau sekitar seperempat dari total ekspor Batam. Angka ini mengalami kenaikan 13,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Barang elektronik masih menjadi komoditas utama ekspor Batam ke Amerika. Kenaikan ini mulai terlihat sejak awal perang dagang Amerika dan China sebelum pandemi COVID-19.

Saat itu, pengenaan tarif bea masuk yang tinggi terhadap barang asal China mendorong relokasi industri ke kawasan Asia Tenggara, termasuk Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Indonesia. Dengan relokasi tersebut, barang ekspor tercatat berasal dari Indonesia dan terbebas dari tarif bea masuk tinggi ke Amerika saat itu.

Namun, jika tidak diantisipasi, volume ekspor Batam dikhawatirkan akan menurun, sehingga dapat menyebabkan kontraksi ekonomi di wilayah ini. Sebagai catatan, sekitar 50 persen pertumbuhan ekonomi Batam disumbang oleh sektor industri pengolahan, yang kini tengah menghadapi tekanan berat.

Adhy juga menyoroti kemungkinan investor memindahkan operasional pabrik ke Malaysia, mengingat nilai logistik yang lebih murah serta bea masuk Tarif Trump yang lebih rendah, yakni hanya 24 persen.

Ia menekankan bahwa Indonesia perlu mengembangkan industri rantai pasok atau supply chain agar tidak terus bergantung pada negara lain dan menjadi lebih mandiri. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Investor Wait and See Gegara Tarif Trump, Ekspansi Industri Batam Tertahan pertama kali tampil pada Metropolis.

Tarif Trump Ancam Industri Solar Panel Batam, 10 Ribu Pekerja Terancam PHK

0
Ketua Kadin Kepri, Makruf Maulana.

batampos – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Achmad Ma’ruf Maulana, menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak serius dari kebijakan Tarif Trump terhadap industri solar panel di Batam. Tarif tersebut menjadi ancaman besar bagi kelangsungan 26 perusahaan manufaktur panel surya yang beroperasi di kawasan tersebut.

Menurutnya, khusus untuk produk solar panel asal Indonesia, Amerika Serikat mengenakan tarif masuk sebesar 32 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tarif yang dikenakan pada Malaysia, yakni hanya 6,43 persen. Perbedaan yang begitu mencolok ini, lanjutnya, sangat mempengaruhi daya saing produk Indonesia di pasar ekspor, khususnya ke Amerika Serikat.

“Ini ancaman serius. Kalau kondisi ini dibiarkan tanpa solusi, investor tentu lebih memilih Malaysia sebagai lokasi produksi. Apalagi bagi perusahaan yang memang orientasinya ekspor ke AS,” katanya, Rabu (9/4).

Baca Juga: Tarif 32 Persen Trump Ancam Ekspor Batam, Pengusaha Waswas

Dampak dari potensi relokasi investasi ini sangat besar terhadap tenaga kerja lokal di Batam. Ia menjelaskan, satu perusahaan solar panel bisa mempekerjakan 300 hingga 500 orang. Dengan total 26 perusahaan yang ada, jumlah pekerja yang bergantung pada sektor ini mencapai lebih dari 10 ribu orang.

“Kalau perusahaan-perusahaan ini terpaksa hengkang atau mengurangi produksi, maka gelombang PHK tak bisa dihindari. Banyak orang bisa kehilangan pekerjaan,” kata Ma’ruf.

Ia pun mendorong pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatik. Salah satunya dengan melakukan lobi intensif ke pihak Amerika Serikat agar tarif tersebut bisa ditinjau ulang. Terlebih, Batam selama ini tidak memberlakukan bea masuk bagi negara manapun, termasuk Amerika.

Baca Juga: Pajak Resiprokal AS 32 Persen, Industri Padat Karya Terancam Rontok

“Kami berharap pemerintah pusat melihat ini sebagai isu yang sangat mendesak. Batam punya potensi besar sebagai pusat industri hijau, dan jangan sampai potensi ini malah tergerus akibat kebijakan dagang sepihak,” ujar dia.

Sebelumnya, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengambil langkah cepat untuk melindungi iklim investasi dan sektor usaha di Batam.

Dia menyebut, kebijakan tarif yang diberlakukan AS berpotensi menghambat ekspor dari kawasan industri Batam, terutama dari perusahaan-perusahaan yang telah masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kalau ini kita gesa, mudah-mudahan bisa menjadi kebijakan penyeimbang terhadap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan baru Amerika,” katanya, Selasa (8/4).

Langkah pertama yang disiapkan adalah percepatan proses pengurusan perizinan. Menurutnya, percepatan ini penting agar pelaku usaha tidak terhambat oleh birokrasi dan dapat segera menyesuaikan diri dengan dinamika global.

Selain itu, ia turut mendorong pemberian insentif kepada pelaku usaha. Insentif yang dimaksud tidak hanya berupa keringanan biaya, tetapi juga kemudahan dalam pelayanan perizinan dan pemangkasan rentang kendali birokrasi.

“Selama ini urusan seperti reklamasi wilayah laut dan Amdal untuk PMA (Penanaman Modal Asing) masih berada di Jakarta. Kita berikhtiar agar pelayanan ini bisa lebih dekat. Kalau bisa di-take over oleh BP Batam, tentu akan lebih baik,” ujar Amsakar.

BP Batam sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, memiliki kapasitas untuk menangani kewenangan teknis tersebut. Untuk itu, ia menyatakan kesiapan BP Batam dalam menyiapkan tenaga teknis yang dibutuhkan.

Langkah ketiga yang akan dilakukan adalah menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha di Batam. Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan rapat koordinasi pada Rabu mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, BP Batam akan menggandeng berbagai asosiasi dunia usaha seperti Kadin, HKTI, Apindo, dan lainnya. Tujuannya adalah menggali keluhan pelaku usaha secara langsung serta menjaring masukan yang dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan.

“Kita ingin dengarkan langsung dari para pelaku usaha, apa saja kendala mereka di lapangan. Dengan begitu, pemerintah bisa menyusun langkah-langkah yang tepat sasaran,” kata dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Tarif Trump Ancam Industri Solar Panel Batam, 10 Ribu Pekerja Terancam PHK pertama kali tampil pada Metropolis.

DBMSDA Batam Tanggapi Keluhan Kerusakan Jalan S Parman Seibeduk

0
Jalan rusak S Parman, Seibeduk. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di Jalan S. Parman, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, mendapat tanggapan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam. Jalan tersebut dikeluhkan warga karena sering memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Beberapa pengendara yang melintas mengaku pernah mengalami insiden jatuh akibat permukaan jalan yang tidak rata dan berlubang. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan, terlebih di saat hujan yang membuat lubang jalan tidak terlihat. Warga berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan konkret.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyatakan pihaknya telah mengerahkan tim pemeliharaan rutin untuk pengecekan langsung ke lokasi. “Tim sudah kami arahkan ke sana untuk opname,” ujar Suhar saat dikonfirmasi, Selasa (9/4).

Baca Juga: Pemotor Terus Berjatuhan, Warga Desak Perbaiki Jalan Rusak di Seibeduk

Dikatakannya, langkah awal yang mungkin dilakukan adalah perbaikan minor melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan. “Kemungkinan besar kita coba perbaikan minor dulu dengan pemeliharaan rutin jalan,” jelasnya.

Meski demikian, Suhar menambahkan bahwa hasil pengecekan di lapangan akan terlebih dahulu dilaporkan kepada pimpinan. “Hasil opname kami laporkan dulu ke pimpinan, karena kabarnya pimpinan juga akan meninjau langsung ke lokasi tersebut,” kata dia.

Saat ini, pihaknya masih menunggu jadwal dari pimpinan untuk peninjauan lapangan. Peninjauan tersebut akan menentukan langkah lebih lanjut terkait skema perbaikan yang akan diambil, apakah bersifat sementara atau membutuhkan penanganan lebih besar.

Suhar juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di area tersebut, sambil menunggu proses perbaikan berjalan. “Keselamatan pengendara tetap yang utama, kami mohon pengertian masyarakat atas situasi yang ada,” ucapnya.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah kota, warga berharap perbaikan jalan bisa segera dilakukan guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak akibat jalan rusak. Pemerintah pun diminta lebih tanggap dan cepat merespons keluhan serupa di wilayah lainnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel DBMSDA Batam Tanggapi Keluhan Kerusakan Jalan S Parman Seibeduk pertama kali tampil pada Metropolis.

177 Calon Jamaah Haji Batam Belum Lunasi BIPIH Tahap II

0
Pelayanan haji di kantor Kemenang Batam

batampos – Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) Tahap II bagi calon jamaah haji reguler tahun 1446 H/2025 M di Kota Batam masih menyisakan pekerjaan rumah. Berdasarkan data terbaru dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam per Selasa, 8 April 2025, tercatat masih ada 177 calon jamaah yang belum menyelesaikan kewajiban pelunasan biaya haji.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Batam, Syahbudi, menjelaskan bahwa pelunasan BIPIH Tahap II ini telah dibuka sejak 24 Maret 2025 dan akan ditutup pada 17 April 2025 mendatang. Proses pelunasan dilayani setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

“Kuota pelunasan tahap kedua untuk Kota Batam sebanyak 293 orang. Hingga hari ini, baru 116 orang yang telah melakukan pelunasan. Sisanya, sebanyak 177 orang masih belum menyelesaikan prosesnya,” ujar Syahbudi, Rabu (9/4).

Syahbudi merinci, kuota tahap kedua ini terdiri atas beberapa kategori, yakni jamaah yang mengalami kegagalan sistem saat pelunasan tahap pertama sebanyak 11 orang, pendamping jamaah haji lanjut usia dan disabilitas sebanyak 28 orang, serta jamaah cadangan sebanyak 254 orang.

“Kategori jamaah cadangan adalah yang paling banyak. Mereka akan masuk sebagai calon jamaah haji jika masih tersedia kuota setelah pelunasan dari kategori utama,” ungkapnya.

Untuk jamaah cadangan, Syahbudi menegaskan bahwa ada beberapa prosedur yang harus dijalani sebelum bisa melakukan pelunasan. Salah satunya adalah memastikan status istitha’ah atau kemampuan kesehatan terlebih dahulu.

“Setelah istitha’ah, jamaah cadangan wajib melapor ke Kemenag untuk membuka blokir data di sistem Siskohat dan menandatangani surat pernyataan. Setelah pelunasan selesai, mereka juga diminta menyerahkan bukti pelunasan ke kantor Kemenag Kota Batam,” jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh calon jamaah haji yang masuk dalam daftar tahap kedua untuk tidak menunda proses pelunasan. Menurutnya, waktu yang tersisa sudah semakin pendek, sementara data menunjukkan bahwa aktivitas pelunasan mulai melambat sejak awal April.

“Data grafik kami menunjukkan tren pelunasan tertinggi terjadi pada 25 Maret lalu, yaitu sebanyak 44 orang dalam satu hari. Namun, sejak 9 April hingga hari ini, belum ada lagi penambahan jamaah yang melakukan pelunasan,” kata Syahbudi. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

 

Artikel 177 Calon Jamaah Haji Batam Belum Lunasi BIPIH Tahap II pertama kali tampil pada Metropolis.

ASDP Batam Catat Jumlah Penumpang Meningkat Selama Lebaran, Kendaraan Angkutan Turun Hingga 20 Persen

0
Pelabuhan ASDP Telagapunggur. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah penumpang selama masa angkutan Lebaran 2025, meskipun terjadi penurunan pada jumlah kendaraan yang menyeberang dibandingkan tahun sebelumnya.

General Manager PT ASDP Cabang Batam, Hermin Welkis, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pejalan kaki meningkat sebesar 10 persen secara keseluruhan.

Sebaliknya, kendaraan roda dua tercatat menurun 9 persen, roda empat turun 12 persen, dan kendaraan angkutan muatan mengalami penurunan paling tajam sebesar 20 persen.

“Tren mudik tahun ini menunjukkan adanya pergeseran pola. Masyarakat memanfaatkan libur panjang sebelum puncak mudik untuk bepergian lebih awal, sehingga arus penumpang lebih terurai dan tidak menumpuk pada hari-hari mendekati puncak mudik maupun arus balik,” ujar Hermin, Rabu (9/4).

ASDP mencatat bahwa rute favorit pemudik masih didominasi oleh jalur Telagapunggur – Tanjunguban, Bintan. Sementara untuk lintasan jarak jauh seperti Tanjung Buton, Riau dan Kuala Tungkal, Jambi, lonjakan penumpang terjadi pada H-3 dan H+3 Lebaran.

“Kami melihat pola baru dari perilaku pemudik yang lebih memilih keberangkatan lebih awal dan kepulangan lebih lambat, ini membantu kami dalam pengelolaan operasional pelabuhan,” tambah Hermin.

Hermin turut mengapresiasi kerja sama lintas sektor, khususnya dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau serta aparat penegak hukum, yang telah bersinergi dalam menjaga kelancaran dan keamanan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Dengan pola baru mudik yang lebih terdistribusi, ASDP optimistis dapat terus meningkatkan pelayanan dan efisiensi operasional di masa-masa mendatang.

“Tanpa dukungan penuh dari instansi terkait, tentu kelancaran arus mudik yang minim kendala ini tidak akan bisa tercapai,” ujarnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel ASDP Batam Catat Jumlah Penumpang Meningkat Selama Lebaran, Kendaraan Angkutan Turun Hingga 20 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Merasa Dirugikan, Warga Marok Tua Minta PT Hermina Jaya Bayar Konpensasi dan Kembalikan Surat Tanah

0
Audiensi warga Marok Tua dengan PT Hermina Jaya dan beberapa Stakeholder yang bersangkutan di kantor UPP Dabo Singkep, Selasa (8/4). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Warga Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, menggelar audiensi dengan pihak PT Hermina Jaya (HJ) dan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dabo Singkep, Selasa (8/4). Masyarakat Marok Tua merasa pihak PT Hermina Jaya tidak konsisten dengan kesepakatan yang sudah di tandatangani antara kedua belah pihak terkait kompensasi atas pinjam lahan.

Audiensi yang dilakukan di ruang rapat Kantor UPP Dabo Singkep ini merupakan buntut dari aksi penyetopan aktivitas loading bauksit oleh sejumlah elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.

Tindakan penyetopan yang dilakukan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) Melayu Raya Kabupaten Lingga bersama Ormas Elang Laut dan Laskar Merah Putih, yang menyoroti aktivitas bongkar muat bauksit PT Hermina Jaya di Desa Marok Tua.

BACA JUGA: Lakukan Aktivitas Loading Bauksit, PT Hermina Jaya Dianggap Tidak Menghargai Putusan Persidangan

Padahal, perusahaan tersebut tengah bersengketa hukum dengan PT Karya Raya Adi Pratama (KRAP) yang pada hasil putusan di Pengadilan Negeri Batam, Pihak PT KRAP dinyatakan sebagai pihak yang menjadi pemilik atas Stok Bauksit yang ada di Desa Marok Tua dan perkara ini masih dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau.

Ketua Melayu Raya Lingga, Zuhardi, dalam pernyataannya menegaskan bahwa masyarakat meminta PT Hermina Jaya untuk menyelesaikan hak-hak masyarakat yang telah terabaikan selama hampir 15 tahun, termasuk pengembalian surat tanah dan pembayaran kompensasi yang belum ditunaikan.

“Kami tidak ingin satu butir pun bauksit diangkut keluar dari wilayah kami sebelum hak masyarakat diselesaikan. Jika tetap dilakukan, kami siap menggalang mosi tidak percaya terhadap UPP, Pemerintah Kecamatan, dan aparat kepolisian. Bahkan kami akan membawa persoalan ini ke pemerintah pusat,” tegas Zuhardi, Selasa (8/4)

Selanjutnya, salah satu perwakilan dari warga Marok Tua yang ikut dalam audiensi itu menyampaikan agar pihak PT Hermina Jaya untuk menyelesaikan pembayaran terhadap uang pinjam lahan dan segera memulangkan sertifikat tanah milik mereka yang saat ini masih ada pada pihak PT HJ.

“Saat melakukan loading bauksit berarti pihak PT HJ telah melakukan aktivitas penambangan. Di dalam surat perjanjian yang kami tandatangani ketika pihak PT sudah melakukan aktivitas penambangan mereka hari membayar penuh uang pinjaman lahan kepada masyarakat,” ungkap salah seorang warga Marok Tua.

Diketahui, PT Hermina Jaya tetap menjalankan aktivitas pemuatan terhadap sekitar 180.000 ton stok bauksit di lokasi yang disengketakan, meskipun putusan Pengadilan Negeri Batam dalam perkara Nomor 319/Pdt.G/2024/PN Batam telah mengabulkan gugatan PT KRAP.

Situasi ini menuai berbagai reaksi keras dari masyarakat yang menilai PT Hermina Jaya tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak konsisten dengan apa yang sudah disepakati.

Warga dan organisasi yang terlibat mendesak pihak terkait untuk bersikap tegas dan mengedepankan kepentingan serta hak masyarakat lokal. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Merasa Dirugikan, Warga Marok Tua Minta PT Hermina Jaya Bayar Konpensasi dan Kembalikan Surat Tanah pertama kali tampil pada Kepri.

10 Grup J-Pop yang Siap Mengguncang Industri Musik Global

0
Ilustrasi BE:FIRST, salah satu grup Jepang yang sedang bersinar. (Antara)

batampos – Kendati saat ini musik K-pop asal Korea Selatan terlihat mendominasi industri musik global, namun musik pop Jepang tak kalah agresifnya mulai memasuki industri musik global.

Musik pop Jepang dipandang lambat memasuki pasar global. Awalnya musik pop Jepang sempat terisolasi karena distribusi yang terbatas serta hanya berfokus pada pasar domestik.

Pandemi covid-19 membalikkan situasi ini. Sejak dimulainya era Reiwa ini seperti membuka pintu bagi bintang-bintang baru di Jepang untuk meraih popularitas global melalui musik pop Jepang.

Baca juga: Film Mickey 17 Cetak Rekor Box Office di Korea

Hal ini memicu banyaknya gelombang boy group dan girl group baru yang kompetitif serta menandai potensi pertumbuhan J-pop untuk mendunia.

Dilansir dari laman Grammy pada Senin (7/4), ada 10 boy group dan girl group di Jepang yang saat ini dinilai tengah bersinar serta akan mewarnai lahirnya era baru pada dunia permusikan Jepang.

Ini daftar 10 boy group dan girl group yang sedang bersinar di Jepang menurut Grammy.

1. SixTONES
SixTONES merupakan grup asal Jepang dari agensi Starto Entertaiment yang debut pada tahun 2020 melalui single “Imitation Rain” yang digubah oleh Yoshiki.

Grup ini menonjolkan kekuatan vokal grup serta gaya mereka yang cenderung teatrikal. Hal ini membuat mereka menjadi salah satu grup idola pria yang paling terkemuka di Jepang.

Saat ini, grup SixTONES sedang menjalani tur konser di lima kota besar di Jepang. Menunjukkan bahwa mereka memiliki popularitas yang berkelanjutan.

2. JO1
JO1 merupakan grup beranggotakan 11 orang yang terbentuk melalui ajang kontes “Produce 101 Japan” pada tahun 2019. Meskipun begitu, mereka debut di tahun 2020 dan berhasil mencapai popularitas yang sukses.

Untuk merayakan tahun kelima debut mereka, JO1 merilis album “Be Classic” dan saat ini sedang aktif menjalani tur global.

Baca juga: Tips Atasi Migrain di Rumah

3. NiziU
NiziU merupakan grup hasil bentukan JYP Entertaiment melalui program “Nizi Project”.

Grup satu ini merupakan bagian dari strategi globalisasi K-pop melalui pasar Jepang. Meskipun begitu, NiziU berhasil meraih popularitas mereka dengan lagu pra-debut “Make You Happy”.
Selain itu, NiziU juga sukses merambah pasar Korea Selatan dan menjadi grup asing pertama yang menang di acara musik Korea.

4. BE:FIRST
BE:FIRST merupakan grup yang debut pada tahun 2021 melalui program “THE FIRST”. Grup ini sendiri merupakan bagian dari agensi BMSG yang dibentuk oleh rapper terkenal asal Jepang, Mitsuhiro Hidaka atau yang dikenal sebagai SKY-HI.

Sejak debut dengan lagu “Gifted”, BE:FIRST telah berkembang pesat hingga berhasil sukses menjalani tur dome di Jepang. Saat ini, mereka juga bersiap untuk tur internasional pertama mereka, dimulai di Los Ageles pada 22 April 2025.

5. INI
INI merupakan grup Jepang bentukan Produce 101 Japan, sama seperti JO1. Grup ini menampilkan beragam bakat, mulai dari rap hingga vokal yang kuat serta penampilan serba bisa. Saat ini, grup INI berhasil sukses dengan mencapai puncak melalui
konser di Kyocera Dome serta penjualan jutaan kopi melalui EP “THE FRAME”.

6. Naniwa Danshi
Grup ini merupakan bentukan dari Starto Entertaiment, di mana semua anggota mereka berasal dari area Jepang bagian barat atau area Kansai. Untuk itulah mereka dinamai “Naniwa Danshi” yang berarti “anak laki-laki dari Naniwa atau Osaka”.

Grup Naniwa Danshi terkenal dengan musik mereka yang ceria seperti dalam lagu debut mereka “Ubu Love”. Selain itu, keaktifan dan kreatifitas mereka membuat grup ini menjadi
salah satu pemain utama di industri J-pop dengan popularitas
konsisten.

7. XG
Grup XG dikenal dengan gaya busana mereka yang unik dan juga ikonik. Apalagi, mereka juga memperluas jangkauan dan target pasar mereka di internasional, seperti melakukan tur internasional pertama hingga ke Amerika Latin sampai puncaknya tampil di Tokyo Dome pada 14 Mei mendatang. Selain itu, grup ini akan menjadi satu-satunya artis Jepang yang tampil di Coachella 2025.

8. Fruit Zipper
Grup satu ini menampilkan perpaduan gaya Jepang yang unik serta budaya Harajuku yang ikonik. Fruit Zipper sendiri merupakan grup dari agensi KAWAII LAB yang debut pada
bulan April 2022.

Baca juga: Kebiasaan yang Dilakukan Orang Agar Bangun Pagi dengan Segar dan Bugar

Lagu mereka seperti “Watashi no Ichiban Kawaii Tokoro” berhasil viral di TikTok dan membuat mereka berhasil memenangkan penghargaan Best New Artist pada menyelenggaraan Japan Record Awards 2023.

9. Number_i
Grup satu ini merupakan bentukan dari mantan anggota King and Prince, yaitu Sho Hirano, Yuta Jinguji, dan Yuta Kishi yang memulai babak baru di bawah agensi Tobe setelah meninggalkan Starto Entertaiment. Number_i memulai debut mereka dengan lagu “GOAT” pada awal tahun 2024 dan langsung meraih sukses di tangga lagu Jepang.

Selain itu, tahun 2024 juga mereka berhasil tampil di Coachella 2024. Saat ini, Number_i akan kembali menjalani penampilan global mereka pada Mei mendatang di Head in The Clouds Festival yang akan diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat.

10. ME:I
Sama seperti JO1 dan INI, grup ME:I merupakan grup perempuan yang terbentuk dari acara “Produce 101 Japan” musim ketiga. Grup ini beranggotakan 11 orang dan berhasil
memikat audiens melalui musik mereka yang ceria dan enerjik. Setelah merilis dua EP, mereka berhasil memenangkan penghargaan Best New Artist di Japan Record Awards 2024 dan tampil pada cara bergengsi Kouhaku Uta Gassen. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel 10 Grup J-Pop yang Siap Mengguncang Industri Musik Global pertama kali tampil pada Lifestyle.

Amsakar Instruksikan Eksekusi 5 Kebijakan Prioritas di Triwulan Kedua

0
Amsakar Achmad. Foto. Humas BP Batam

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera mengeksekusi lima kebijakan publik pada triwulan kedua tahun ini.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan pelayanan publik berjalan maksimal dan manfaat kebijakan dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

“Karena sudah triwulan pertama, kita minta di triwulan kedua ini sudah dieksekusi. Jadi kalau diperlukan peraturan wali kota atau peraturan kepala dinas, ya segera itu diformulasikan,” kata Amsakar, Selasa (8/4).

Kelima kebijakan publik tersebut meliputi program Batam Bersih, pemberian pakaian sekolah gratis, pinjaman tanpa bunga untuk pelaku UMKM hingga Rp20 juta, peningkatan pelayanan air bersih, serta penanganan banjir. Kebijakan-kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Selain lima kebijakan utama, Pemko Batam juga akan memberikan perhatian khusus terhadap sektor ketenagakerjaan, terutama dalam mendukung pelaku usaha lokal. Pemerintah akan mendorong percepatan perizinan usaha bagi pelaku usaha di daerah.

Amsakar menyampaikan, pelaku usaha akan diberikan insentif berupa kemudahan layanan perizinan, pengurangan biaya administrasi, serta penyederhanaan birokrasi.

“Kita akan memperpendek rentang kendali pelayanan agar lebih efisien dan bersahabat bagi dunia usaha,” katanya.

Amsakar yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam, menyoroti sejumlah persoalan perizinan yang selama ini masih harus ditangani di Jakarta, seperti urusan reklamasi, hingga AMDAL. Menurutnya, bila proses itu dapat diambil alih oleh BP Batam, pelayanan akan lebih cepat karena BP Batam merupakan representasi pemerintah pusat di daerah.

Untuk mendukung hal ini, Amsakar meminta para deputi di BP Batam agar mulai mempersiapkan forum dialog dengan para pelaku usaha. Dialog ini diharapkan menjadi wadah untuk menyerap aspirasi dan masukan yang konstruktif.

Sejumlah organisasi pelaku usaha juga akan dilibatkan dalam forum tersebut, di antaranya Kadin, APINDO, TIER, SITIAK, IDA, DESOA, IBERINDU, HKI, serta perwakilan kawasan industri lainnya. Pemko Batam bertekad menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat, kompetitif, dan inklusif.

“InsyaAllah kita akan persiapkan pertemuan ini sebaik mungkin untuk menggali saran dan masukan dari pelaku usaha. Kita ingin memastikan bahwa kebijakan yang dilahirkan benar-benar efektif dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar Instruksikan Eksekusi 5 Kebijakan Prioritas di Triwulan Kedua pertama kali tampil pada Metropolis.