Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 2059

Mulai Bersolek Sambut Imlek, Vihara Gunung Dewa Siantan Berbenah Untuk Kenyamanan Umat Dalam Beribadah

0
Suasana Vihara Gunung Dewa Siantan di Anambas setelah dibersihkan pengurus menjelang perayaan Imlek 2576. f.ihsan

batampos – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlak 2576 atau 2025 Masehi, Vihara Gunung Dewa Siantan mulai bersolek.

Vihara ini terletak di tebing berbatu di sudut Pulau Siantan, tepatnya di Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan.

Pantauan batampos, berbagai hiasan lampion serta pernak-pernik imlek sudah terpasang rapi. Hingga patung dhewa turut dibersihkan, Senin, (27/1).

Disisi lain vihara, terpasang satu buah panggung yang akan digunakan dalam prosesi ibadah pada Selasa, (28/1) hingga puncak Imlek Rabu, (29/1).

BACA JUGA: Arus Mudik Imlek Didominasi Dari Batam

Bersih-bersih di Vihara Gunung Dewa Siantan dilakukan agar para jemaah lebih khusyuk berdoa saat Imlek dan juga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Menurut, Tan Atie, pengurus Vihara, kegiatan tersebut merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun. Sebagai bagian dari persiapan menyambut Tahun Baru Imlek.

”Kami juga mengecat dinding vihara dan memperbaharui tata letak tanaman agar suasana lebih cerah. Semua dilakukan agar hari raya Imlek nanti dapat dirayakan dengan suasana yang bersih dan penuh berkah,” ujar Tan Atie.

Imlek pada tahun ini merupakan tahun 2576 Kongzili dengan shio ular kayu. Tahun ini diyakini membawa energi yang mendorong refleksi, perencanaan, dan kreativitas, sehingga bisa menjadi tahun yang penuh peluang baru.

Bagi umat Buddha, Imlek bukan hanya sekadar perayaan tahun baru, tetapi juga sebuah simbol pergantian musim.

Tan Atie menjelaskan, dalam pandangan Buddha, Imlek mencerminkan pergantian dari musim dingin ke musim semi. Sebuah musim baru yang membawa harapan baru.

”Imlek adalah waktu untuk menjadi manusia baru, untuk merefleksikan segala kenangan di tahun lalu, baik pahit maupun manis, dan menjadikannya pembelajaran. Di tahun baru ini, kita menyambut dengan harapan dan kebahagiaan, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo menegaskan pihaknya siap mengerahkan personil untuk menjaga prosesi ibadah di Vihara Gunung Dewa Siantan.

“Kita jaga kekhusyukan saudara kita, Polsek Siantan akan menempatkan personil di Vihara,” ujar Sutomo.

Sutomo menjelaskan, sebelum pribadatan, vihara dilakukan sterilisasi oleh Tim Jibom. Hal itu agar pelaksanaan ibadah Imlek berjalan aman dan kondusif.

“Pelaksanaan pengamanan perayaan Imlek sudah mulai kita laksanakan sampai selesai ibadah,” jelas Sutomo.

Sutomo menegaskan untuk pengamanan perayaan Imlek di tahun ini, pihaknya tidak membentuk tim secara khusus. Namun, dalam pengamanan, polisi bekerja sama dengan instansi terkait lainnya. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Mulai Bersolek Sambut Imlek, Vihara Gunung Dewa Siantan Berbenah Untuk Kenyamanan Umat Dalam Beribadah pertama kali tampil pada Kepri.

Hasil Survei IPI: Menag Nasaruddin Umar, Mayor Teddy, dan Menkeu Sri Mulyani Paling Tinggi

0
Menteri Agama Nasaruddin Umar (kiri) didampingi Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Moch Irfan Yusuf (kanan) beraiap mengikuti rapat kerja penetapan biaya haji tahun 2025 bersama komisi VIII di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/1/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar meraih tingkat kepuasaan tertinggi berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI) mencapai 92,8 persen. Tingginya kepuasan terhadap Nasaruddin Umar diduga karena berhasil menurunkan biaya haji.

“Yang kedua mungkin beliau juga menjabat sebagai imam besar Masjid Istiqlal jadi punya dampak positif,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya secara daring, Senin (27/1).

Burhanuddin mengatakan, tingkat kepuasaan terhadap Nasaruddin di kalangan umat Kristen juga tinggi. Hal itu tidak lepas dari keakraban yang diperlihatkan Nasaruddin saat Pemimpin Umat Katolik, Paus Fransiskus mengunjungi Tanah Air beberapa waktu lalu.

Selain Nasaruddin Umar, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (Mayor Teddy), juga meraih tingkat kepuasaan di atas 90 persen. Menurut Burhanuddin, tingginya tingkat kepuasan terhadap Teddy lantaran populer di kalangan pendukung Prabowo dan perempuan.

“Mungkin ada berkah karena beliau mendampingi Prabowo kemana-mana,” ucap Burhanuddin.

Selain Nasaruddin Umar dan Mayor Teddy, kepuasan terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani juga tertinggi di angka 89,7 persen. Disusul Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir 89,3 persen, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti 88,1 persen.

Tak hanya itu, survei Indikator memotret tujuh menteri dengan kinerja paling baik. Dalam survei top of mind, Menkeu Sri Mulyani meraih angka tertinggi dengan 11,4 persen. Kemudian Menteri BUMN Erick Thohir 11,2 persen, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono 4,8 persen, Seskab Teddy Indra Wijaya 3,7 persen, Menag Nasaruddin Umar 3,1 persen, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman 2,7 persen, Menteri Koordinator bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra 1,6 persen.

Lebih lanjut, Burhanuddin menyebut hasil tidak jauh berbeda muncul ketika responden diberi daftar nama menteri. Namun dalam survei daftar nama, Erick Thohir meraih angka tertinggi dengan 14,2 persen.

Selanjutnya, Sri Mulyani 13,2 persen, AHY 6,7 persen, Nasaruddin Umar 3,7 persen, Teddy Indra Wijaya 3,6 persen, Andi Amran Sulaiman 2,7 persen, dan Yusril Ihza Mahendra 1,9 persen.

“Artinya penilaian kinerja paling baik itu sangat dipengaruhi oleh awareness responden terhadap nama-nama menteri yang ada di kepala mereka, sehingga ketika kita kasih daftar nama sekalipun masyarakat tidak berkurang signifikan terkait dengan nama-nama menteri yang dipersepsi positif,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui survei dilakukan 16 – 21 Januari 2025. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak bertingkat atau multistage random sampling menggunakan metode wawancara, denhan margin of error survei sebesar kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Hasil Survei IPI: Menag Nasaruddin Umar, Mayor Teddy, dan Menkeu Sri Mulyani Paling Tinggi pertama kali tampil pada News.

Ujian Nasional Kembali Digelar Tahun 2025

0
Siswa baru SMKN 1 Batam mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

batampos – Ujian Nasional (UN), yang kini disebut Tes Kompetensi Akademik (TKA), akan digelar untuk tingkat SMA, SMK, dan MA pada November 2025,

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kemendikdasmen untuk mempersiapkan pelaksanaan ujian. Kota Batam sendiri memiliki 160 SMA/SMK, meskipun data Madrasah Aliyah belum tersedia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, menyebutkan bahwa TKA dirancang untuk mengevaluasi kemampuan siswa secara komprehensif. Khusus tingkat SMA, hasil TKA juga bisa menjadi pertimbangan penerimaan di perguruan tinggi.

Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), pelaksanaannya dijadwalkan pada 2026.

“Tahun ini pelaksanaan ujian difokuskan untuk tingkat SMA. Untuk SD dan SMP baru akan digelar tahun depan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, Senin (27/1).

Mengenai teknis pelaksanaan Ujian Nasional yang kini berganti nama menjadi Tes Kompetensi Akademik (TKA), Tri Wahyu menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Kami masih menunggu juknis dari Kemendikdasmen. Setelah juknis diterima, akan segera dilakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mempersiapkan pelaksanaan ujian,” tambahnya.  (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel Ujian Nasional Kembali Digelar Tahun 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang Imlek, Harga Bahan Pokok Naik 

0
Badai, salah seorang pedagang menyiapkan pesanan pembeli di Pasar KUD Tanjungpinang, Selasa (20/12). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos– Jelang Imlek, harga sejumlah bahan pokok di Tanjungpinang terpantau naik dan masih cukup tinggi. Kenaikan harga itu dipengaruhi faktur cuaca butuh yang terjadi akhir-akhir ini.

Sejumlah bahan pokok seperti cabai keriting sebelumnya sempat menembus Rp96 ribu per kilogram. Kini, harga pasaran berkisar Rp82 ribu per kilogram. Sedangkan cabai nano, mencapai harga Rp105 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp90 ribu per kilogram. Harga kacang panjang kini seharga Rp22 ribu per kilogram. Sebelumnya seharga Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.

Kabid Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tanjungpinang Riyanto, mengatakan harga bahan pokok cukup tinggi diakibatkan oleh cuaca buruk.

BACA JUGA: Penasehat INTI Kepri Alex Eng : Ajak Masyarakat Karimun Rayakan Imlek dengan Suka Cita

“Bukan akibat adanya oknum pemain harga di pasaran,” tegasnya, Minggu (26/1).

Cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini, kata Riyanti, membuat distribusi pangan terganggu, sehingga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga.

Menurutnya, Tanjungpinang bukan daerah penghasil sehingga membuat dampak terganggunya distribusi ini langsung dirasakan masyarakat dan pedagang. Tingginya harga komoditas pangan di Tanjungpinang telag berlangsung sejak akhir tahun 2024 lalu.

Riyanto menyebut akibat hasil panen yang tidak maksimal di Pulau Jawa, pedagang akhirnya mendatangkan cabai dari daerah lain seperti Mataram, Aceh, dan Medan, sehingga membutuhkan biaya pengiriman yang lebih besar.

“Selain pengiriman yang jauh, faktor cuaca dan gagal panen juga mempengaruhi harga saat ini,” sebut Riyanto.

Kendati demikian, dari hasil pantauan di lapangan saat ini, beberapa komoditas pangan mulai mengalami penurunan harga, meskipun secara rata-rata masih cukup tinggi.

“Kami terus melakukan pemantauan rutin di lapangan agar tidak terjadi permainan harga oleh pedagang,” terangnya. (*)

Reporter: Yusnadi

 

Artikel Jelang Imlek, Harga Bahan Pokok Naik  pertama kali tampil pada Kepri.

Temui Raja Malaysia Sultan Ibrahim, Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan

0
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Raja Malaysia, Yang di Pertuan Agong, Sultan Ibrahim di Istana Negara Malaysia, Senin (27/1). (Istimewa).

batampos – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Raja Malaysia, Yang di Pertuan Agong, Sultan Ibrahim. Kedatangan Prabowo disambut upacara kenegaraan di Istana Negara Malaysia, Senin (27/1).

Prabowo tiba pukul 10.00 pagi waktu setempat dengan mengenakan pakaian setelan beskap hitam khas Melayu beserta kain tradisional dan peci hitam.

Upacara yang digelar di Lapangan Parade Istana Negara itu diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara, diikuti dengan tembakan meriam tanda penghormatan sebanyak 21 kali.

Setelah upacara tersebut, Prabowo menghadiri audiensi dengan Sultan Ibrahim di Dewan Seri Maharaja, di mana ia juga dianugerahi Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati I (The Most Esteemed Order of the Johor Royal I). Sultan Ibrahim juga menyelenggarakan jamuan kenegaraan bagi Prabowo dan delegasinya.

Kunjungan kenegaraan ini mencerminkan ikatan persahabatan yang kuat dan istimewa antara Malaysia dan Indonesia, sekaligus merupakan kunjungan kenegaraan pertama kepala negara dari luar negeri ke Malaysia sejak pelantikan Sultan Ibrahim sebagai Raja Malaysia.

Di Kuala Lumpur pada hari yang sama, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim untuk bertukar pandangan mengenai kerja sama bilateral dan isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama di Twin Tower Petronas.

Sebelum berkunjung ke Kuala Lumpur, Prabowo berkunjung ke New Delhi, India. Di sana ia juga melakukan pembicaraan yang intensif dengan Presiden dan PM India. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Temui Raja Malaysia Sultan Ibrahim, Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan pertama kali tampil pada News.

Tradisi Ziarah Marhom di Kompleks Makam Bukit Batu, Bintan Buyu Diikuti Ratusan Masyarakat dari Berbagai Daerah

0
Masyarakat mengikuti ziarah marhom Bukit Batu di Kompleks Pemakaman Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan pada Senin (27/1/2025). F.Kiriman Rudy untuk Batam Pos.

batampos– Ratusan masyarakat dari berbagai daerah melaksanakan ziarah Marhom Bukit Batu di Kompleks Pemakaman Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan pada Senin (27/1/2025).

Ketua Zuriat Bintan, Awang Ali sekaligus ketua penyelenggara jedah budaya ziarah Marhom Bukit Batu menuturakan, tradisi ziarah marhom rutin dilakukan setiap tahun setiap tanggal 27 Rajab bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj.

Ali menceritakan tradisi marhom dimulai sekitar tahun 1940an. Kala itu, beberapa orang pemuda setempat diculik oleh para tentara Jepang.

BACA JUGA: Ziarah Makam Datuk Julung Jadi Tradisi Warga Kampung Rekoh, Bintan di Setiap Peringatan Tahun Baru Islam

Warga lantas bernazar apabila anak-anak mereka pulang dengan selamat, mereka akan membuat kenduri di makam Marhom Bukit Batu.

“Alhamdulillah anak-anak mereka kembali ke kampung dengan selamat, berdekatan tanggal 27 Rajab. Sejak itu, warga mengadakan kenduri dan ziarah marhom,” jelasnya.

Dalam tradisi marhom,  masyarakat berbaur dengan hangat di kompleks Makam Bukit Batu.

Mereka datang dengan membawa pulut kuning dan bunga telor yang sudah dihias berwarna warni.

“Biasanya bunga telor yang dibawa jumlahnya ganjil, 7, 9 dan 11,” ujarnya.

Selanjutnya, warga akan meletakkan pulut kuning dan bunga telor lalu duduk menghadap makam.

Setelah memanjatkan doa dan memohon kepada Allah SWT untuk diberi keselamatan, kesehatan dan kelancaran rejeki, mereka akan makan bersama.

“Setelah berdoa, kita makan bersama dan membagi-bagikan pulut kuning dan telor ke pengunjung agar berkahnya dirasakan semua,” ujarnya.

Tradisi ini, kata Ali, diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarawarga. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Tradisi Ziarah Marhom di Kompleks Makam Bukit Batu, Bintan Buyu Diikuti Ratusan Masyarakat dari Berbagai Daerah pertama kali tampil pada Kepri.

Arus Mudik Imlek Didominasi Dari Batam

0
Arus penumpang pelabuhan Tanjungbalai Karimun didominasi penumpang dari Batam. f,TRI

batampos– Arus mudik Imlek 2025, sudah terasa dipelabuhan domestik maupun international Tanjungbalai Karimun. Para calon penumpang baik itu yang akan berangkat maupun tiba, sudah terjadi peningkatan dibandingkan hari-hari biasa. Termasuk ke luar negeri Singapura dan Malaysia.

” Ada peningkatan 10 persen, tapi hanya penumpang yang tiba di pelabuhan Tanjungbalai Karimun saja. Sedangkan, penumpang yang berangkat ke berbagai daerah normal,” terang Kepala terminal pelabuhan Tanjung Balai Karimun yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Tanjung Balai Karimun Raja Heri, Senin (27/1).

Penumpang yang tiba di pelabuhan Tanjungbalai Karimun, didominasi penumpang yang berasal dari Batam. Sedangkan, penumpang yang berangkat maupun tiba tujuan Malaysia dan Singapura tidak ada peningkatan pada arus mudik imlek.

BACA JUGA: Penasehat INTI Kepri Alex Eng : Ajak Masyarakat Karimun Rayakan Imlek dengan Suka Cita

” Tujuan Harbourbay Batam ada penambahan trip keberangkatan. Cukup ramai penumpang dari batam, sedangkan tujuan Selat Panjang, Tanjung Samak, Bengkalis, Dumai maupun Pekanbaru seperti biasa semua penumpang dapat diberangkatkan. Termasuk hari ini puncaknya, (Selasa),” ujarnya.

Sedangkan, tujuan Malaysia maupun Singapura tetap normal seperti hari-hari biasanya. Sementara ditanya apakah pada hari Rabu (29/1) nanti Imlek kapal tetap beroperasi. Ia mengungkapkan, untuk operasional kapal keberbagai tujuan tetap beroperasi seperti biasanya.

” Alhamdulillah, kita (Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Tanjung Balai Karimun) sebagai pengelola terminal telah mempersiapkan fasilitas untuk para calon penumpang yang akan berangkat maupun tiba. Agar, saat menunggu kapal lebih nyaman,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Pos KSOP Pelabuhan Sri Tanjung Gelam (STG) Karimun Achmad Zaliansyah saat dikonfirmasi mengungkapkan, untuk arus mudik Imlek kali ini dipelabuhan STG tidak terjadi lonjakan penumpang. Artinya, aktivitas para penumpang antar pulau baik yang berangkat maupun tiba dari pulau-pulau seperti hari-hari biasa.

” Normal, walaupun libur panjang tidak ada kenaikan jumlah penumpang,” tuturnya.

Pantauan dilapangan, suasana pelabuhan Tanjungbalai Karimun terlihat cukup ramai yang tiba dari kota Batam untuk berlibur Imlek bersama keluarga yang ada di Tanjungbalai Karimun.

” Jumpa orangtua sama keluarga. Kebetulan dapat cuti seminggu, pulang kampunglah jumpa orangtua sama keluarga disini,” kata Sonya yang baru tiba dari Jakarta.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Arus Mudik Imlek Didominasi Dari Batam pertama kali tampil pada Kepri.

Lapor Pak Walikota, Harga Santan di Batam Naik Hingga 100 Persen

0
Ilustrasi: Santan dijual di pasar

batampos –  Harga santan di Batam terus meroket dalam dua bulan terakhir, dengan kenaikan hingga 100 persen dari harga sebelumnya. Di Pasar Botania, harga santan murni kini mencapai Rp35.000 per kilogram, melonjak dari harga normal Rp18.000 per kilogram. Sementara santan campur naik dari Rp10.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Bahkan, untuk santan encer, yang kualitasnya lebih rendah, harganya kini Rp14.000 per kilogram.

Ida, pedagang santan di Pasar Botania, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap. Awalnya santan campur naik menjadi Rp14.000 per kilogram, lalu Rp16.000, Rp18.000, hingga akhirnya mencapai Rp20.000 per kilogram. Menurutnya, penyebab utama lonjakan harga ini adalah keterbatasan pasokan kelapa, yang berdampak langsung pada harga santan.

Fenomena serupa juga terjadi di Pasar Mustafa Batam Center dan Pasar Summerland Nongsa, di mana harga santan terpantau tinggi. Kondisi ini memukul berbagai sektor, termasuk kuliner. Ujang, pemilik warung makan masakan Padang, mengaku terjepit karena kenaikan modal. “Dua bulan lalu santan murni hanya Rp18.000 per kilogram, sekarang sudah Rp35.000. Modal jadi membengkak,” keluhnya. Ia juga mempertanyakan mengapa di daerah kepulauan seperti Batam, kelapa justru menjadi barang mahal.

Tak hanya pelaku usaha, ibu rumah tangga seperti Lastri di Batamcenter juga mengeluhkan kenaikan harga yang drastis. “Biasanya naik cuma pas hari-hari besar, paling tinggi Rp25.000 per kilogram. Sekarang sudah tembus Rp35.000,” ujarnya.

(*)

Reporter : Yashinta

Artikel Lapor Pak Walikota, Harga Santan di Batam Naik Hingga 100 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Cabai Lokal di Lingga Capai Rp 100 Ribu Per Kg

0
Harga cabai lokal di Pasar Dabo Lingga melambung tinggi, Senin (27/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Harga cabai di Pasar Dabo, Kabupaten Lingga, Kepri melambung tinggi jelang tahun baru Imlek 2025. Kenaikan harga untuk sejumlah jenis cabai itu, sudah mulai terjadi sejak dua pekan belakangan ini.

Di Pasar tersebut, harga cabai merah dan cabai rawit hasil panen petani lokal dijual dengan harga Rp100 ribu per kilogram. Beberapa pekan lalu, cabai lokal tersebut masih diangka Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

“Lebih kurang dari dua minggu lalu sudah naik. Kalau cabe dari luar (daerah Lingga) naik, ya lokal juga mengalami kenaikan,” kata Juheli (42) pedagang cabai lokal di Pasar Dabo, Senin (27/1).

BACA JUGA: Disperindag Klaim Harga Cabai Tinggi di Kepri Gegara Gagal Panen

Kendati demikian, Juheli mengaku permintaan cabai rawit dan merah lokal ini juga masih tinggi. Sebab, cabai yang ditanam di tanah Bunda Tanah Melayu itu memiliki rasa dan tingkat kepedasan yang berbeda, dengan cabai asal daerah lain.

“Rasanya juga berbeda. Masih banyak yang minat, karena rasanya juga beda. Kualitasnya juga beda, cabai lokal lebih tahan lama,” tambahnya.

Sementara harga cabai asal Jambi yang dijual di Pasar Dabo tersebut, berbeda cukup jauh dibandingkan harga cabai lokal. Saat ini, cabai merah tersebut dijual senilai Rp75 ribu per kilogram, begitu pula dengan cabai rawit.

Harga cabai Jambi itu sudah mengalami kenaikan sejak awal Januari 2025 lalu. Sebelumnya, harga cabai tersebut hanya senilai Rp30 ribu per kilogramnya.

“Dari tahun baru memang sudah naik. Kurang tahu karena apa, dari sananya (Jambi) memang sudah mengalami kenaikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Harga Cabai Lokal di Lingga Capai Rp 100 Ribu Per Kg pertama kali tampil pada Kepri.

Lapor Pak, 38 Buaya telah Tertangkap, Perburuan masih Dilanjutkan !

0
Tim gabungan saat menangkap buaya di sekitar Pulau Bulan. Foto Polsek Bulang untuk Batam Pos

batampos – Perburuan terhadap buaya yang lepas dari lokasi penangkaran PT JPK di Pulau Bulan terus dilakukan. Hingga saat ini, tim perburuan telah berhasil menangkap 38 ekor buaya. Dari jumlah tersebut, dua ekor ditemukan dalam kondisi mati akibat kelaparan. Semua buaya yang tertangkap memiliki tanda potongan pada sirip, menandakan bahwa mereka berasal dari penangkaran.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Tommy Steven Sinambela, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar. “Pencarian akan terus dilakukan hingga ada keputusan lebih lanjut dari tim dan Pemerintah Kota Batam,” ujar Tommy.

Menurut laporan awal dari PT JPK, terdapat 39 ekor buaya yang lepas dari penangkaran. Namun, meski angka ini menjadi acuan, Tommy menyebutkan bahwa pencarian tidak akan dihentikan sampai semua area dinyatakan aman. “Kami masih menunggu hasil koordinasi. Selama belum ada instruksi untuk berhenti, pencarian tetap berlanjut,” tambahnya.

Selain di Pulau Bulan, pencarian kini meluas hingga ke pulau-pulau lain di sekitar Batam. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan buaya menyebar ke wilayah lain. Tim gabungan dari BBKSDA, pemerintah setempat, dan masyarakat terus dikerahkan dalam operasi ini.

Camat Bulang, Ramadhan, meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala kemungkinan. Ia mengimbau warga agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di wilayah perairan. “Kita tidak tahu di mana buaya-buaya ini berada. Masyarakat harus selalu waspada demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan, juga menyampaikan imbauan serupa. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang melaut atau berlayar. “Jangan lengah. Jika menemukan tanda-tanda keberadaan buaya, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi nelayan yang sehari-harinya menggantungkan hidup di laut. Banyak warga memilih mengurangi aktivitas di perairan hingga situasi dinyatakan aman.

Sementara itu, PT JPK selaku pemilik penangkaran buaya berjanji akan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Perusahaan juga telah memperketat pengawasan di area penangkaran untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi di masa mendatang.

Tim gabungan kini berupaya mempercepat proses pencarian, meski tantangan yang dihadapi cukup besar. Medan yang sulit dan luasnya wilayah perairan menjadi kendala utama. Meski begitu, Tommy optimistis bahwa seluruh tim akan bekerja maksimal untuk menyelesaikan tugas ini.

Pihak BBKSDA menekankan pentingnya kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat. “Kita semua berharap situasi segera terkendali. Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” kata Tommy. (*)

Reporter : Eusebius Sara

Artikel Lapor Pak, 38 Buaya telah Tertangkap, Perburuan masih Dilanjutkan ! pertama kali tampil pada Metropolis.