Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 2066

Tilang Manual Dihapus, Ditlantas Polda Kepri Kedepankan Tilang ETLE

0
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Selasih (depan Perumahan KDA) Batamcenter yang sudah terpasang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Polri menghapus tilang manual pada akhir Januari ini. Langkah ini diambil untuk meminimalkan kontak langsung antara petugas dengan masyarakat atau pengendara.

Dirlantas Polda Kepri, Kombes Tri Yulianto mengatakan saat ini pihaknya tetap melakukan penilangan terhadap pengendara yang melanggar.

“Kita tetap melakukan penilangan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Secara statis maupun mobile,” ujarnya, Selasa (4/2).

Tri menjelaskan untuk memaksimalkan penindakan ini, pihaknya tengah mengusulkan penambahan kamera ETLE di beberapa titik, khususnya di Kota Batam.

Baca Juga: Mahasiswi di Batam Diperdaya Pria yang Mengaku Keturunan Raja Malaysia

“Kita masih mau mengajukan permohonan ke Pemprov Kepri. Jumlah penambahan nanti kita koordinasikan dulu,” katanya.

Adapun titik kamera ETLE di Kota Batam saat ini berada di Jalan Raja Isa, KDA, Batam Centre, Jalan Ahmad Yani, Batam Centre, Jalan Brigjen Katamso, Panbil, serta Simpang Traffick Light Panbil.

Selain kamera ETLE, penindakan terhadap pengendara yang melanggar lalu lintas juga dilakukan menggunakan ETLE mobile. Tahun lalu, ETLE mobile ini berjumlah 26 unit yang sudah disebar ke wilayah Satlantas Polres/ta jajaran.

“Yang tidak ada ETLE statisnya kita lakukan dengan mobile, perangkat mobile,” tutupnya.

Baca Juga: Minimalisir Kecurangan, Disperindag Tera Ulang Timbangan Pasar di Batam

Sebelum menghapus tilang manual ini, Polri sempat berencana memberlakukan sistem tilang poin. Dalam sistem ini, setiap pengendara yang memiliki SIM akan mendapatkan jatah 12 poin dalam setiap tahunnya.

Poin tersebut akan berkurang jika pengendara melakukan pelanggaran, dengan pengurangan nilai berdasarkan jenis pelanggaran. (*)

 

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Tilang Manual Dihapus, Ditlantas Polda Kepri Kedepankan Tilang ETLE pertama kali tampil pada Metropolis.

Deg-deg an, Kuatir Imbas dari Inpres Nomor 1 Tahun 2025

0

batampos – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memangkas anggaran perjalanan dinas pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri perhotelan di Kota Batam. Mereka memperkirakan dampak negatif yang dapat mengurangi pendapatan, tenaga kerja, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, Yeyen Heryawan, menyebutkan bahwa dampak kebijakan ini kemungkinan baru akan terasa pada bulan Maret 2025, ketika banyak acara pemerintah biasanya digelar. Menurutnya, hotel-hotel yang bergantung pada pasar pemerintahan akan merasakan penurunan pendapatan jika anggaran perjalanan dinas dipotong hingga 50 persen.

Yeyen menambahkan, potensi efek domino tersebut bisa mempengaruhi pengurangan tenaga kerja harian dan penurunan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD. Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, juga mengkritik kebijakan tersebut, mengingat selama ini kegiatan pemerintah di hotel dan restoran menjadi salah satu pendorong utama ekonomi daerah, terutama di kota-kota pariwisata seperti Batam.

Kebijakan pemangkasan anggaran ini bertujuan untuk menghemat Rp306,69 triliun, dengan pemangkasan Rp256,1 triliun dari belanja kementerian dan lembaga. Presiden Prabowo menyatakan bahwa penghematan ini akan dialihkan untuk program-program strategis, seperti perbaikan gedung sekolah yang rusak. (*)

Artikel Deg-deg an, Kuatir Imbas dari Inpres Nomor 1 Tahun 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Siti Fadia Rujuk dengan Apriyani di Orleans Masters 2025, Nasib Lanny Tak Menentu

0
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. (Humas PP PBSI)

batampos – Siti Fadia Silva Ramadhanti akan kembali berpasangan dengan Apriyani Rahayu. Situasi ini membuat nasib Lanny Tria Mayasari menjadi tak menentu dan menimbulkan tanda tanya perihal siapa partner penggantinya.

Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari baru saja menorehkan prestasi ciamik. Duet ganda putri Pelatnas PBSI itu keluar sebagai yang terbaik di Thailand Masters 2025.

Lanny/Fadia berhasil menjuarai turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut usai mengalahkan wakil tuan rumah, Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong, lewat permainan rubber gim, 15-21, 21-13, 21-8, Minggu (2/2).

Keberhasilan itu jadi gelar turnamen individu BWF World Tour pertama dan mungkin yang terakhir untuk Lanny/Fadia sejak berpasangan setelah Olimpiade Paris 2024. Sebab, keduanya telah dipastikan berpisah setelah turnamen tersebut.

PP PBSI memutuskan untuk kembali memasangkan Siti Fadia dengan Apriyani Rahayu. Mereka didaftarkan untuk Orleans Masters 2025, turnamen BWF World Tour Super 300 per Jumat (31/1).

PriFad -akronim Apriyani/Fadia- terdaftar di urutan enam Orleans Masters 2025. Mereka akan mengikuti turnamen tersebut bersama dengan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari pada 4-9 Maret mendatang.

Jika tak ada halang rintang dan masih tetap terdaftar, itu akan jadi turnamen pertama Apriyani/Fadia setelah Olimpiade Paris 2024. Keduanya memang sempat menghilang lalu berpisah jalan sejak kegagalan total dalam multi-event bergengsi dunia tersebut.

Pendaftaran PriFad ke Orleans Masters 2025 oleh PBSI itu membuat nasib Lanny Tria selaku pasangan Fadia sebelumnya menjadi tanda tanya. Sebab PBSI sendiri juga belum memberikan keterangan apapun terkait kelanjutan Lanny/Fadia.

Awalnya, Lanny terdaftar dalam turnamen BWF World Tour Super 300, German Open 2025 pada 25 Februari-2 Maret mendatang. Dia menggandeng Febi Setianingrum.

Namun, duet tersebut dihapus dalam daftar dan batal berlaga di German Open 2025. Tak ada keterangan juga apa alasan penarikan pasangan baru Lanny/Febi.

Meski begitu, nama Lanny ternyata juga terdaftar di turnamen lain. Tapi dengan level lebih rendah, yakni Sri Lanka International Challenge 2025 pada 25 Februari hingga 2 Maret 2025. Pekan yang sama dengan German Open 2025.

Tapi pasangan yang digandeng Lanny bukan Febi, seperti di German Open 2025. Dia justru berduet dengan pemain muda, bahkan bisa dibilang masih junior yakni Velisha Christina, yang sebenarnya dalam SK Pelatnas PBSI bermain di ganda campuran.

Meski demikian, Lanny/Fadia masih mungkin akan merasakan satu turnamen lagi sebagai pasangan. Sebab nama mereka terdaftar dalam skuad Merah Putih untuk ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Campuran Asia 2025 yang digelar pada 11-16 Februari mendatang. (*)

Artikel Siti Fadia Rujuk dengan Apriyani di Orleans Masters 2025, Nasib Lanny Tak Menentu pertama kali tampil pada Olahraga.

Toko Furniture dan Elektronik di Bengkong Terbakar, 1 Orang Tewas

0

batampos – Kebakaran hebat melanda sebuah toko furniture dan elektronik di kawasan Bengkong Indah, Rabu (5/2/2025) pagi. Insiden tragis ini menyebabkan satu orang meninggal dunia setelah terjebak di lantai atas bangunan yang terbakar.

Seorang pria berusia 71 tahun berinisial T, meninggal dunia. T diketahui merupakan orang tua dari pemilik ruko.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran, namun upaya evakuasi korban yang terjebak di lantai atas baru bisa dilakukan hingga Kamis pagi. “Api sudah padam, tapi yang terjebak masih berusaha dievakuasi,” ujar Age, loper Batam Pos yang berada di lokasi kejadian.

Kapolsek Bengkong, Iptu Doddy Basyir, mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian bersama tim patroli dan berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran (Damkar).

“Setelah api berhasil dipadamkan, kami bersama tim melakukan penyisiran di dalam ruko yang terbakar. Saat itu, korban (T) ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar Doddy.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk mengetahui asal mula api yang menghanguskan ruko tersebut.

Kebakaran ini sempat membuat panik warga sekitar, mengingat lokasi ruko berada di area yang cukup padat. Beruntung, api tidak merembet ke bangunan lainnya setelah tim pemadam kebakaran turun tangan.

Reporter: Muhammad Nur / Cecep Mulyana

Artikel Toko Furniture dan Elektronik di Bengkong Terbakar, 1 Orang Tewas pertama kali tampil pada Metropolis.

Minimalisir Kecurangan, Disperindag Tera Ulang Timbangan Pasar di Batam

0
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam melakukan tera ulang timbangan di Pasar Tos 3000, Selasa (4/2). F.Yashinta

batampos – Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam melakukan tera ulang timbangan di pasar-pasar tradisional. Langkah ini bertujuan memastikan akurasi alat ukur dan memberikan kenyamanan serta kepercayaan bagi masyarakat yang berbelanja.

Tera ulang perdana dilaksanakan di Pasar Tos 3000 Jodoh, Batuampar, pada Selasa (4/2) pagi oleh tim Disperindag. Seluruh timbangan pedagang, baik digital maupun manual, wajib ditera ulang guna meminimalisir kecurangan.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, menyatakan bahwa tera ulang timbangan akan dilakukan di semua pasar di Batam secara bertahap.

“Untuk perdana, kami lakukan di Pasar Tos 3000 Jodoh. Proses tera ulang dilakukan selama dua hari,” ujar Gustian pada Selasa (4/2).

Baca Juga: Seribu Buruh FSPMI Batam akan Gelar Aksi di Kantor Wali Kota

Gustian menambahkan, tera ulang merupakan kegiatan rutin tahunan yang kali ini dilakukan sebelum memasuki bulan suci Ramadan untuk memberikan rasa nyaman dan menghindari penyalahgunaan timbangan.

“Ini sebenarnya rutin, berkala kami lakukan untuk memastikan timbangan sesuai dengan takarannya. Kebetulan ini juga mau memasuki bulan suci Ramadan,” tegas Gustian.

Namun, dalam proses tera ulang, terdapat penolakan dari beberapa pedagang. Tim Disperindag menjelaskan bahwa tera ulang timbangan wajib dilakukan untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian dengan ukuran normal.

“Justru yang menolak itu harus dicurigai, kenapa tidak mau ditera,” katanya.

Para pedagang tidak bisa menolak jika timbangan mereka dicek atau ditera ulang, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Sudah jelas ada undang-undangnya, jadi tak bisa menolak. Semua timbangan yang ada pada setiap pedagang wajib ditera ulang jika sudah masuk masanya. Ini untuk kenyamanan masyarakat atau konsumen yang berbelanja,” ujarnya.

Baca Juga: Target Pajak Kendaraan Kepri 2025 Turun, Bapenda Fokus Perbaiki Data Wajib Pajak

Timbangan pedagang yang telah ditera ulang tidak boleh diubah lagi. Jika kembali tidak sesuai, pedagang dapat dikenakan sanksi pidana hingga denda.

“Untuk saat ini kami masih mengedukasi dengan cara baik meski dimarahi pedagang. Namun, jika kembali menyalahi, bisa dikenakan sanksi pidana dan denda,” tegas Gustian.

Gustian juga meminta agar pengelola pasar mengingatkan para pedagang untuk jujur dalam berjualan. Jika pengelola abai, mereka juga dapat dikenakan sanksi.

“Karena pengelola sebagai penyedia tempat, maka mereka wajib mengimbau pedagang agar jujur. Jika mereka abai, pastinya juga ada sanksi,” jelas Gustian. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Artikel Minimalisir Kecurangan, Disperindag Tera Ulang Timbangan Pasar di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Berubah Status jadi Sub Pangkalan, Pengecer Bisa Jual LPG 3 Kg Lagi

0
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengecek pangkalan di Palmerah, Jakarta, Selasa (04/02/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

batampos – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan seluruh pengecer LPG 3 kg sudah bisa menjual gas bersubsidi dan berubah status menjadi sub pangkalan mulai hari Selasa (4/1).

“Semua pengecer ya, pengecer yang ada kami fungsikan. Mereka per hari ini mulai menjadi sub-pangkalan,” kata Bahlil saat melakukan sidak di salah satu pangkalan di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (4/2).

Menurut Bahlil, para pengecer yang kini berstatus sub pangkalan akan dibekali aplikasi Pertamina bernama MerchantApps Pangkalan Pertamina. Melalui aplikasi tersebut memungkinkan pengecer mencatat data pembeli, jumlah tabung gas yang dibeli, serta harga jualnya kepada masyarakat.

“Melalui aplikasi tersebut, pengecer bisa mencatat siapa yang membeli, berapa jumlah tabung gas yang dibeli, hingga harga jual dari tabung gas tersebut,” jelasnya.

Bahlil menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 370 ribu pengecer telah terdaftar sebagai sub pangkalan LPG 3 kg. Bagi pengecer yang belum terdaftar, Kementerian ESDM bersama Pertamina akan secara aktif membantu proses pendaftaran dan pembekalan sistem aplikasi.

“Untuk menjadi sub-pangkalan tidak dikenakan biaya apa pun, bahkan kami akan proaktif mendaftarkan mereka menjadi bagian formal agar mereka bisa menjadi UMKM,” jelas Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil menyampaikan tak lagi meminta status pengecer LPG 3 kg untuk menjadi pangkalan resmi. Kini ia hanya meminta para pengecer untuk menjadi sub pangkalan.

Bahlil menyebut, salah satu kompensasi karena syarat yang harus dipenuhi pengecer untuk menjadi pangkalan resmi Pertamina terlalu besar.

“Pasti banyak pertayaan kenapa sekarang terjadi dinamika. Jadi sekarang kita dorong agar pengecer ini, kita akan naikan statusnya, tadinya mereka menjadi pangkalan, tetapi syaratnya terlalu besar yang disyaratkan Pertamina,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (3/2).

“Maka tadi rapat, di kantor ini (DPR RI) juga dengan teman-teman Pertamina dalam waktu beberapa menit, sebelum kita rapat. Kita membuat kesimpulan agar pengecer ini menjadi sub pangkalan,” sambungnya.

Bahlil memastikan perubahan status pengecer jadi sub pangkalan ini dimaksudkan agar pemerintah benar-benar bisa mengendalikan harga LPG 3 kg di masyarakat.

Sehingga, kata Bahlil, masyarakat ke depan bisa benar-benar mendapatkan harga LPG 3 kg yang terjangkau.

“Tujuannya agar LPG yang dijual itu betul2 masih terkendali, karena lewat aplikasi. Agar betul-betul masyarakat bisa mendapatkan LPG dengan baik, dan harga yang terjangkau,” ujarnya. (*)

Artikel Berubah Status jadi Sub Pangkalan, Pengecer Bisa Jual LPG 3 Kg Lagi pertama kali tampil pada News.

Efisiensi Anggaran Pemerintah Ancam Sektor Perhotelan di Batam

0
Ilustrasi

batampos – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memangkas anggaran perjalanan dinas pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025 mulai memicu kekhawatiran di Kota Batam.

Sejumlah pelaku industri perhotelan di daerah memperkirakan dampak domino yang berpotensi mengurangi pendapatan, tenaga kerja, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, Yeyen Heryawan, mengatakan bahwa dampak kebijakan ini kemungkinan besar akan mulai terasa pada bulan Maret, ketika biasanya banyak acara pemerintah berlangsung.

“Sedikit berdampak sekarang, tetapi biasanya kegiatan pemerintah dimulai bulan Maret. Itu pun hanya akan berpengaruh pada hotel yang memang mengandalkan segmen pasar pemerintahan,” kata dia, Selasa (4/2).

Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Batam Tembus 1,3 Juta, Target 2025 Naik Jadi 1,7 Juta

Meski begitu, ia menyebut potensi efek domino tetap nyata. Jika anggaran acara dan perjalanan dinas dipangkas hingga 50 persen, pendapatan hotel akan menurun drastis.

“Kondisi ini berpotensi memicu pengurangan tenaga kerja harian di sektor perhotelan serta penurunan kontribusi PAD dari sektor pariwisata,” ujar Yeyen.

Sementara, Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, turut mengkritik kebijakan pemangkasan anggaran tersebut. Menurutnya, selama ini kegiatan pemerintah di hotel dan restoran menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, termasuk di kota-kota pariwisata seperti Batam.

“Harapan kita kebijakan ini bisa ditinjau lagi karena kegiatan pemerintah di hotel dan restoran menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Target Pajak Kendaraan Kepri 2025 Turun, Bapenda Fokus Perbaiki Data Wajib Pajak

Kebijakan efisiensi anggaran yang dirancang untuk menghemat hingga Rp306,69 triliun, termasuk pemangkasan Rp256,1 triliun dari belanja kementerian dan lembaga, telah menuai berbagai respons dari pelaku ekonomi.

Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan bahwa penghematan ini bertujuan untuk memprioritaskan program strategis, seperti perbaikan gedung-gedung sekolah yang rusak. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Efisiensi Anggaran Pemerintah Ancam Sektor Perhotelan di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kiper Keturunan Indonesia Emil Audero Resmi Dipinjamkan ke Palermo

0
Emil Audero saat masih membela Inter Milan. (ilovepalermocalcio)

batampos – Kiper keturunan Indonesia, Emil Audero Mulyadi, terlempar ke Serie B. Dia baru saja diresmikan sebagai pemain baru Palermo. Ia resmi dipinjamkan ke klub Serie B Italia, Palermo hingga akhir musim 2025.

Emil Audero Mulyadi sebelumnya berseragam Como di Serie A. Di awal musim ia andalan utama Cesc Fabregas dengan memainkan delapan pertandingan.

Langkah ini diambil setelah Como 1907 mendatangkan kiper baru pada bursa transfer Januari 2025, Jean Butez, yang didatangkan dari Royal Antwerp dengan harga mencapai Rp 36.5 miliar.

Kiper asal Prancis tersebut langsung menjadi pilihan utama Cesc Fabregas, pelatih Como 1907, untuk menjaga gawang klub.

Kedatangan Jean Butez mengurangi kesempatan bermain Emil Audero di Como 1907. Sebelumnya, Emil Audero sempat menjadi pilihan utama sejak minggu ke-4 hingga minggu ke-10 Serie A.

Akan tetapi performanya menurun dan mengecewakan Fabregas. Emil pun terpaksa jadi cadangannya kiper berumur 40 tahun asal Spanyol, Pepe Reina.

Setelah keputusan untuk meminjamkan Emil Audero ke Palermo, kiper keturunan Indonesia ini kini berkesempatan untuk memulai babak baru dalam kariernya di Serie B.

Palermo saat ini berada di peringkat kedelapan klasemen sementara Serie B, dan keputusan ini memberikan Emil Audero kesempatan untuk mengumpulkan menit bermain yang lebih banyak serta mengembalikan kepercayaan dirinya. Palermo menawarkan peluang bagi Emil Audero untuk kembali menunjukkan kualitasnya setelah kesulitan di Como 1907.

Dengan bergabung ke Palermo, Emil Audero memiliki peluang besar untuk tampil lebih sering dan mengukir prestasi baru. Serie B menjadi langkah penting bagi Emil Audero untuk kembali ke jalur yang tepat, terlebih dengan ambisi besar untuk kembali ke Serie A di masa depan. (*)

Artikel Kiper Keturunan Indonesia Emil Audero Resmi Dipinjamkan ke Palermo pertama kali tampil pada Olahraga.

Kunjungan Wisman ke Batam Tembus 1,3 Juta, Target 2025 Naik Jadi 1,7 Juta

0
Wisman asal Korea Selatan tiba di Bandara Hang Nadim Batam, beberapa waktu lalu. Kunjungan wisman ke Kota Batam menunjukkan tren peningkatan. F. Dokumentasi Batam Pos

batampos – Kota Batam terus menunjukkan pertumbuhan sektor pariwisata dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, sebanyak 1.326.831 wisatawan asing tercatat berkunjung ke Batam, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 1.193.931 wisatawan.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, menyebutkan peningkatan signifikan terjadi pada akhir tahun.

“Dari data BPS, kunjungan wisman mengalami lonjakan pada bulan Desember sebanyak 159.982 orang dibandingkan November yang hanya 112.641 orang,” ujarnya, Selasa (4/2).

Baca Juga: Ada Kemajuan, Indeks Pembangunan Manusia Kota Batam Naik Jadi 83,32

Melihat tren positif ini, Pemerintah Kota Batam menargetkan 1,7 juta kunjungan wisman pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat promosi pariwisata dengan meluncurkan kalender wisata 2025 serta menyelenggarakan berbagai event menarik.

Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan Batam terus bersinergi dalam membangun infrastruktur guna meningkatkan daya tarik wisata.

Salah satu program unggulan yang akan digelar adalah Kenduri Seni Melayu (KSM), sebuah event budaya yang menghadirkan peserta dari dalam dan luar negeri.

“Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, berbagai event sudah disiapkan untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Batam. Salah satunya Kenduri Seni Melayu, yang diikuti peserta dari berbagai negara,” jelas Jefridin.

Baca Juga: Target Pajak Kendaraan Kepri 2025 Turun, Bapenda Fokus Perbaiki Data Wajib Pajak

Selain itu, peningkatan jumlah wisatawan juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Badan Pendapatan Daerah Kota Batam menargetkan pendapatan dari pajak perhotelan sebesar Rp163 miliar pada 2025 meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp157 miliar.

“Tingginya kunjungan wisatawan berdampak pada peningkatan PAD, terutama dari pajak hotel dan restoran. Pajak ini nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur Kota Batam,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Batam optimistis dapat mencapai target 1,7 juta kunjungan wisman pada 2025 serta memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Kunjungan Wisman ke Batam Tembus 1,3 Juta, Target 2025 Naik Jadi 1,7 Juta pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemendikdasmen Siapkan Bantuan Langsung untuk Guru Honorer

0
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. (Radar Surabaya)

batampos – Kesejahteraan guru masih jadi salah satu fokus utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Tahun ini, sejumlah langkah strategis tengah disiapkan dalam upaya peningkatan kesejahteraan guru ini.

Salah satunya, perubahan mekanisme dalam pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyusun skema transfer langsung.

Yang mana nantinya, tunjangan profesi akan dikirim langsung ke rekening masing-masing guru tanpa melalui perantara. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi hambatan birokrasi dan memastikan bahwa tunjangan diterima secara penuh serta tepat waktu.

“Sudah ada pembahasan dengan Menteri Keuangan dan sudah disetujui, sekarang tinggal verifikasi datanya,” tutur Mendikdasmen dalam keterangannya, Selasa (4/2).

Selain memastikan pembayaran TPG berjalan lebih efisien, Kemendikdasmen juga menyiapkan bantuan untuk para guru honorer yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Hal ini sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dalam peringatan Hari Guru tahun lalu. Saat ini, kata dia, Kemendikdasmen tengah menyusun skema bantuan langsung dengan besaran antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan bagi guru honorer.

“Tanggal 6 Februari nanti, kami akan melakukan verifikasi dan validasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk transfer langsung kepada guru honorer yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi,” jelasnya.

Mu’ti mengungkapkan,kebijakan ini juga merupakan respons terhadap berbagai aspirasi tenaga pendidik, khususnya guru honorer, yang selama ini menghadapi tantangan ekonomi akibat keterbatasan akses terhadap tunjangan profesi. Selain itu, pemerintah juga telah membuka seluas-luasnya kesempatan tenaga honorer menjadi ASN melalui seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap kesejahteraan guru dapat meningkat dan upaya menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan berkualitas pun bisa tercapai. (*)

Artikel Kemendikdasmen Siapkan Bantuan Langsung untuk Guru Honorer pertama kali tampil pada News.