Gedung bertingkat dan kepadatan gedung di Nagoya, Rabu (11/1). Cuaca di Batam cenderung cerah berawan, namun berpotensi terjadinya hujan. F.Dok Batam Pos
batampos – Cuaca di Batam saat Hari Raya Idulfitri 2026 diprakirakan cenderung cerah berawan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi hujan ringan hingga sedang yang berpeluang terjadi, terutama pada siang hingga sore hari.
Forecaster Hang Nadim Batam, Ibnu Susilo, mengatakan kondisi cuaca dalam sepekan ke depan relatif bersahabat untuk aktivitas masyarakat, termasuk pelaksanaan salat Id.
“Prakiraan cuaca saat Lebaran atau satu minggu ke depan cenderung cerah berawan. Namun potensi hujan ringan hingga sedang masih ada pada siang atau sore hari dan bersifat lokal serta sementara,” ujarnya saat dihubungi Batam Pos, Selasa (17/3) siang
Dengan kondisi tersebut, pelaksanaan salat Id pada pagi hari diperkirakan tidak akan terganggu secara signifikan oleh hujan.
Meski tidak ada potensi cuaca ekstrem yang dominan, masyarakat tetap perlu mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang dan sore hari.
Sementara itu, untuk kondisi perairan di sekitar Batam selama periode mudik hingga arus balik Lebaran, tinggi gelombang diprakirakan masih dalam kategori relatif aman, namun tetap perlu diwaspadai.
Berdasarkan data prakiraan cuaca maritim, tinggi gelombang di perairan Batam berkisar antara 0,6 hingga 1,3 meter, dengan kondisi cuaca umumnya berawan hingga hujan ringan.
Adapun di wilayah perairan sekitar seperti Karimun dan Bintan, tinggi gelombang berkisar antara 0,3 hingga 1,1 meter, dengan pola cuaca serupa, yakni didominasi berawan dan hujan ringan.
Kondisi ini dinilai masih cukup aman untuk aktivitas pelayaran dan penyeberangan, meski tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca terkini.
BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya yang melakukan perjalanan laut, agar selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru sebelum berangkat.
Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan selama Lebaran juga diminta waspada terhadap suhu panas pada siang hari.
“Himbauan kami kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan selama Lebaran agar waspada terhadap cuaca yang cukup panas di siang hari. Oleh karena itu dapat diantisipasi dengan memakai sunscreen atau sunblock, dan bagi pengendara motor agar memakai jaket atau baju lengan panjang,” kata Ibnu.
Dengan kondisi cuaca yang relatif stabil namun tetap dinamis, masyarakat diharapkan tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas agar tetap aman dan nyaman selama momen Lebaran. (*)
batampos – Kabar mengejutkan datang dari Afrika setelah timnas Maroko mendapat durian runtuh setelah dinyatakan keluar sebagai juara Piala Afrika 2026. Keputusan tersebut terjadi setelah Federasi Sepak Bola Afrika (CAF) membatalkan kemenangan Senegal di partai final.
Dilansir dari laman resmi Federasi Sepak Bola Afrika (CAF), Senegal dinyatakan kalah 3-0 setelah meninggalkan lapangan pertandingan pada partai final menghadapi Maroko.
“Dewan Banding CAF memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Peraturan Piala Afrika CAF (AFCON), Tim Nasional Senegal dinyatakan kalah dalam Pertandingan Final TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations (AFCON) Maroko 2025 (“Pertandingan”), dengan hasil Pertandingan tercatat 3–0 untuk Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF),” tulis pernyataan yang dikutip dari cafonline.com.
Dalam rilis tersebut, CAF menuliskan bahwa banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) dinyatakan dapat diterima secara formal dan banding tersebut dikabulkan.
Selain itu, CAF juga memberikan sanksi kepada pemain pemain Maroko, Ismael Sabiri dengan skorsing dua pertandingan terkait insiden handuk kiper Senegal, Edouard Mendy.
Dengan keputusan ini, gelar juara Piala Afrika milik Senegal menjadi satu gelar, sedangkan Maroko kini memiliki dua gelar Piala Afrika.(*)
Ilustrasi pemeriksaan oleh petugas bea cukai. f dok Bea Cukai
batampos – Menjelang libur dan arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Bea Cukai Batam meningkatkan pengawasan di berbagai pintu masuk dan keluar wilayah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang serta potensi penyelundupan barang yang kerap meningkat selama periode libur panjang.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan pengawasan tetap berjalan optimal tanpa menghambat kelancaran mobilitas masyarakat.
Menurut Setiawan, salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar rapat koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi kepadatan penumpang di pelabuhan maupun bandara di Batam yang diprediksi meningkat menjelang Lebaran.
“Telah dilakukan rapat koordinasi untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di berbagai lini. Selain itu juga telah ditempatkan tim pengawasan dan pelayanan di setiap jalur atau pintu masuk dengan berkolaborasi bersama instansi berwenang lainnya,” ujar Setiawan, Selasa (17/3).
Ia menambahkan, Bea Cukai Batam juga telah melakukan pengecekan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh petugas di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik selama periode libur Lebaran.
Terkait pengawasan di pelabuhan dan bandara, Setiawan menegaskan bahwa pihaknya tetap akan menerapkan pengawasan secara ketat. Meski demikian, pihaknya juga memastikan kelancaran arus barang dan penumpang tetap menjadi perhatian utama.
“Pengawasan tetap kita lakukan secara ketat, namun tetap memperhatikan kelancaran arus barang dan penumpang karena diperkirakan tingkat kepadatannya bertambah,” jelasnya.
Selain di pintu masuk resmi, Bea Cukai Batam juga mewaspadai sejumlah jalur perairan yang dinilai rawan dimanfaatkan untuk aktivitas penyelundupan. Beberapa titik tersebut kini menjadi fokus pemantauan tim pengawasan dan penindakan.
“Ada beberapa titik rawan yang sudah diantisipasi oleh tim pengawasan, khususnya jalur-jalur angkutan laut yang berasal dari Batam menuju wilayah lain di Indonesia. Namun untuk titik-titik tersebut masih dalam pemantauan dan pengumpulan informasi agar tepat sasaran,” kata Setiawan.
Pengawasan terhadap barang bawaan penumpang yang datang dari luar negeri juga akan diperketat. Meski demikian, Bea Cukai Batam tetap mengedepankan pelayanan yang cepat dan efisien agar tidak menimbulkan antrean panjang di bandara maupun pelabuhan.
“Barang penumpang juga kita lakukan pengawasan secara ketat, namun tetap memperhatikan kelancaran arus penumpang dan barang dengan mengandalkan sistem informasi serta profiling penumpang sehingga pemeriksaan bisa lebih efektif,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk pengawasan di laut, patroli tetap dijalankan sesuai dengan tingkat risiko yang telah diperhitungkan. Setiawan menyebutkan peningkatan patroli akan tetap mempertimbangkan ketersediaan sumber daya manusia yang ada.
“Sampai saat ini patroli laut masih berjalan sesuai dengan tingkat risiko yang telah diperhitungkan. Namun berkaitan dengan peningkatannya tetap memperhatikan kekuatan SDM yang tersedia,” tutup Setiawan.(*)
Wakil Ketua Umum MUI KH. Cholil Nafis. (Humas MUI)
batampos – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menyampaikan pernyataan bahwa kemungkinan besar Lebaran Idul Fitri 2026 berbeda atau tidak serempak pada hari dan tanggal yang sama di Tanah Air.
Kendati demikian, KH Cholil Nafis meminta publik untuk mengikuti hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk kepastiannya.
“Sebagaimana puasanya, kayaknya lebarannya juga beda-beda kita ya. Muhammadiyah menyampaikan berlebaran pada 1 Syawal bertepatan dengan tanggal 20. PERSIS sudah mengumumkan tanggal 21 lebarannya karena tidak imkanur rukyah. NU nunggu rukyah tapi sepertinya tanggal 21,” kata KH Cholil Nafis dalam video diunggah di akun Instagram pribadinya.
KH Cholil Nafis menyatakan, kemungkinan besar Lebaran Idul Fitri 2026 jatuh pada tanggal 21 karena berdasarkan hasil perhitungan ilmu falak, hilal di seluruh wilayah Indonesia tidak ada yang sampai 3 derajat pada tanggal 20 Maret 2026.
“Yang paling tinggi di Aceh itu cuma 2,51 derajat, elongasinya 6,1 derajat. Sementara ketentuan kriterianya minimal imkanur rukyah bulan bisa dilihat kalau di atas 3 derajat lalu elongasinya minimal 6,4 derajat,” ungkap Cholil Nafis.
Dia berharap penentuan 1 Syawal benar-benar dilakukan sesuai fakta hasil penglihatan bulan pada tanggal 29 Ramadhan. Jika memang belum terlihat, harus diungkap apa adanya dan ibadah puasa Ramadhan wajib disempurnakan menjadi 30 hari.
“Nah, nanti biasanya ada ini yang pengin lebaran bareng, nggak melihat bulan, bersaksi melihat bulan. Padahal yang dilihat itu kunang-kunang. Oleh karena itu, pemerintah kita minta bijak ya sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Lebaran adalah pertanggungjawaban spiritual-keagamaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan tidak ada keterkaitan dengan dimensi politik atau yang lainnya. Oleh sebab itu, pengungkapan fakta yang sebenarnya terkait hilal merupakan suatu keniscayaan dilakukan.
(Jika memang hilal tidak terlihat) Jangan dipaksa orang semuanya harus tanggal 20. Sebagaimana orang yang mau lebaran 20, jangan dipaksa ke tanggal 21. Kalau nanti pengin sepakat, sepakati dulu metodenya dan itu berkenaan dengan keyakinan kita. Bebas melakukan keyakinan asalkan berdasar, bukan asal asalan,” tuturnya.(*)
batampos – Putus cinta tidak pernah mudah, tidak peduli berapa lama Anda dan pasangan telah bersama.
Sulit untuk menatap mata seseorang dan mengatakan bahwa Anda tidak lagi mencintainya.
Dan tidak ada yang namanya putus cinta tanpa rasa sakit.
Tetapi terkadang, seiring Anda tumbuh dan berkembang, hubungan pun ikut berubah.
Jadi, jika Anda benar-benar telah memutuskan untuk berpisah dengan pacar, lakukan yang terbaik untuk mengurangi intensitas rasa sakit tersebut.
Bagaimanapun, dia adalah orang yang dulu Anda cintai sepenuh hati.
Dilansir times of india, berikut lima cara mengakhiri hubungan dengan pacar tanpa menyakiti perasaannya.
1. Bersikap lugas
Kejelasan sangat penting saat Anda mengakhiri hubungan. Meskipun bisa bersikap lembut, perlu juga untuk bersikap jelas dan lugas tentang apa yang Anda inginkan.
Katakan kepada pasangan apa yang Anda rasakan dan mengapa hubungan ini telah mencapai titik terendah.
Ingat, kejelasan adalah yang utama. Dalam proses mencoba menjelaskan apa yang tidak berjalan dengan baik, jangan sampai memberi harapan kepada orang lain.
Jangan ada ruang untuk perbaikan karena Anda di sini untuk mengakhiri hubungan, bukan untuk memperbaiki hubungan.
2. Bersikap baik kepada diri sendiri dan orang lain
Mantan Anda adalah seorang manusia. Ia bisa emosi dan terluka oleh keputusan Anda.
Jadi sampaikanlah dengan kebaikan.
Misalnya, Anda bisa mengatakan, “Waktu kita bersama sangat istimewa bagiku, tetapi aku perlu fokus pada diri sendiri saat ini. Kamu pantas mendapatkan seseorang yang lebih dariku,”
3. Pilih waktu dan tempat yang tepat
Anda tidak ingin putus saat pasangan sedang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya.
Bukan berarti Anda harus menunggu selamanya. Tetapi, bersikaplah sensitif tentang kapan Anda menyampaikan kabar tersebut.
Selain itu, pilihlah tempat yang tepat.
4. Jangan pakai alasan klise
Anda telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini.
Anda di sini untuk putus, tanpa menyakiti orang lain, tetapi jangan mempermanisnya.
Jangan menyalahkan diri sendiri. Beri tahu dirinya mengapa hubungan ini tidak berhasil dan nyatakan bahwa Anda berencana untuk melanjutkan hidup.
5. Jangan membuat janji palsu
Jangan membuat janji yang tidak bisa Anda tepati. Hindari janji palsu.
Dalam upaya untuk mengakhiri sesuatu dengan baik, kebanyakan orang membuat janji yang tidak dapat mereka penuhi.
Ini sangat menyakitkan bagi kedua belah pihak. Anda akan merasa bersalah karena tahu tidak bisa sungguh-sungguh dan orang lain akan mengandalkanmu. (*)
Kepala Kemenag Batam, Budi Dermawan pantau hilal awal Ramadan.
batampos – Penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah akan segera ditentukan. Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026, dengan Kota Batam menjadi salah satu titik penting pemantauan hilal.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Budi Dermawan, mengatakan bahwa proses rukyatulhilal di Batam akan dipusatkan di Masjid Sultan Riayat Syah.
“Di Batam, lokasi pemantauan hilal dilaksanakan di Masjid Sultan Riayat Syah,” ujarnya, Selasa (17/3).
Secara nasional, sidang isbat menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan tahapan sidang dimulai dengan seminar posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat, dilanjutkan sidang tertutup, hingga pengumuman resmi kepada masyarakat.
“Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” jelasnya dalam rilis Kemenag, Selasa (17/3).
Berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), pada 29 Ramadan 1447 H atau bertepatan dengan 19 Maret 2026, posisi hilal di Indonesia sudah berada di atas ufuk, dengan ketinggian antara 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit. Sementara sudut elongasi hilal berkisar antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit.
Selain itu, ijtimak menjelang Syawal diperkirakan terjadi pada pukul 08.23 WIB di hari yang sama. Meski demikian, keputusan akhir tetap menunggu hasil pengamatan langsung (rukyat) dari berbagai daerah, termasuk Batam.
Secara keseluruhan, Kemenag melakukan pemantauan hilal di 117 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengamatan ini melibatkan Kantor Wilayah Kemenag, Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.
Dengan keterlibatan Batam dalam pemantauan hilal, masyarakat diharapkan dapat menunggu hasil sidang isbat secara resmi sebagai penentu pasti Hari Raya Idulfitri tahun ini.(*)
batampos – Badan Gizi Nasional (BGN) meliburkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode Idul Fitri 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana usai mengunjungi kantor Kejaksaan Agung, Jakarat, Selasa (17/3).
“Untuk yang Idul Fitri ya, perlu saya sampaikan bahwa untuk anak sekolah, eh penyaluran terakhir tanggal 13 Maret 2026. Nah, kemudian untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita terakhir hari ini. Setelah itu kita akan eh merayakan Idul Fitri,” kata Dadan.
Dadan menambahkan, program MBG selanjutnya akan kembali digelar pada 31 Maret 2026. Itu berlaku untuk semua penerima manfaat: anak sekolah, ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita. “Program makan bergizi akan kembali operasional 31 Maret,” lanjut Dadan.
Dadan mengeklaim, dengan dihentikan sementara program MBG selama periode Idul Fitri, dapat menghemat anggaran mencapai Rp 5 triliun.
“Kurang lebih sekitar e Rp 5 triliun, ya. Dihemat dengan seperti itu,” pungkasnya.
Komitmen Pengawasan Program MBG
Lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa perlunya pengawasan pelaksanaan Program MBG dengan menitikberatkan pada langkah preventif dan pembinaan bagi para mitra pelaksana di lapangan.
Hal tersebut untuk memastikan seluruh mitra menjalankan program sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sekaligus mencegah potensi pelanggaran sejak dini.
“Sampai sejauh ini kami melakukan langkah-langkah preventif, bukan untuk melaporkan mitra, tetapi berusaha agar mitra bekerja seoptimal mungkin dan transparan dalam penggunaan anggaran,” ujar Dadan.
Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan dengan memberikan pembinaan serta pengingat kepada mitra agar lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menjalankan program.
BGN juga terus mendorong mitra pelaksana untuk mematuhi standar operasional, baik dalam pengelolaan anggaran maupun dalam penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat.
Dengan pendekatan preventif ini, BGN berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan program secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas layanan bagi masyarakat.(*)
Kvicha Kvaratskhelia mencetak gol untuk PSG.Foto: Instagram.com/psg
batampos – Paris Saint-Germain (PSG) tampil dominan dengan mengalahkan Chelsea 3-0 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/26, Rabu (18/3) WIB, dikutip dari Antara.
Hasil ini memastikan Les Parisiens melaju ke perempat final dengan agregat 8-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge pada Rabu dini hari WIB, demikian yang dilansir laman resmi UEFA.
PSG yang sudah unggul 5-2 dari leg pertama langsung membuka keunggulan saat laga baru berjalan enam menit.
Kesalahan Mamadou Sarr dalam mengantisipasi umpan panjang Matvey Safonov dimanfaatkan Khvicha Kvaratskhelia untuk mencetak gol lewat tembakan ke pojok kanan bawah gawang yang tak mampu dibendung kiper Robert Sanchez.
PSG menggandakan keunggulan pada menit ke-15. Serangan balik cepat diakhiri Bradley Barcola dengan sepakan voli ke sudut kiri atas gawang usai menerima umpan silang Achraf Hakimi.
Chelsea mencoba bangkit menjelang akhir babak pertama, tetapi peluang Joao Pedro pada menit ke-36 dan dua peluang beruntun dari Cole Palmer serta Jorrel Hato dapat digagalkan kiper PSG, Matvey Safonov. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Chelsea kembali menekan, hanya saja tembakan Liam Delap pada menit ke-61 kembali mampu diamankan Safonov. Alih-alih memperkecil ketertinggalan, gawang tuan rumah justru kembali kebobolan semenit kemudian.
Pemain pengganti Senny Mayulu mencetak gol ketiga PSG lewat tembakan keras dari tepi kotak penalti setelah menyambar bola rebound.
Chelsea terus berusaha mencetak gol hiburan di sisa waktu, tetapi sejumlah peluang dari Alejandro Garnacho dan Liam Delap berhasil digagalkan Safonov yang tampil solid di bawah mistar.
Skor 3-0 bertahan hingga laga usai. PSG pun melangkah ke perempat final dan akan menghadapi pemenang duel antara Liverpool kontra Galatasaray pada April mendatang.(*)
INGATKAH Anda ketika masa awal pandemi, bagaimana masker medis yang sebelumnya kita anggap sebagai barang biasa, dalam sekejap berubah menjadi layaknya harta karun yang sangat sulit untuk didapat? Mulai dari apotek hingga minimarket, kita hampir selalu menerima jawaban yang sama ketika mencarinya: sudah habis, stok kosong.
Sekalipun ada, harganya sudah melonjak berkali-kali lipat. Fenomena ini adalah potret bagaimana perilaku belanja yang serentak dan impulsif dapat menciptakan tekanan harga yang nyata, sebuah mekanisme yang dalam ekonomi sering disebut sebagai demand-pull inflation.
Secara sederhana, demand-pull inflation dapat dibayangkan sebagai suatu keadaan di mana ada “terlalu banyak uang” yang mengejar “terlalu sedikit barang”.
Dinamika ini tak hanya terjadi di masa pandemi, namun juga kerap kali terjadi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), baik itu memasuki bulan Ramadhan, Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, maupun hari besar lainnya.
Pada fase ini, pasar mendadak disesaki oleh lonjakan pembeli yang tidak selalu didorong oleh kebutuhan mendesak, melainkan juga keinginan untuk mengantisipasi kelangkaan maupun lonjakan harga. “Kalau tidak beli sekarang, harga keburu naik.” Tanpa disadari, respons kolektif yang bertujuan mengamankan stok ini justru mempercepat siklus kenaikan harga yang ingin kita hindari bersama.
Fenomena belanja yang didorong oleh kecemasan ini bukan sekadar tindakan individu, melainkan perwujudan dari teori psikologi bandwagon effect atau efek “ikut-ikutan”. Ketika kita melihat banyak orang mulai memborong beras, minyak goreng, daging ayam, hingga bumbu dapur, rasa takut tertinggal alias fear of missing out (FOMO) akan menggerakkan kita untuk ikut melakukan hal yang sama.
Hal ini kemudian memicu terjadinya self-fulfilling prophecy atau keadaan di mana suatu ramalan menjadi kenyataan justru karena kita memprediksi kejadian tersebut. Kita memprediksi harga bahan pokok akan naik, maka kita bergegas membeli bahan pokok tersebut dalam jumlah besar. Padahal justru tindakan inilah salah satu yang menyebabkan harga itu sendiri menjadi naik.
Dalam dunia ekonomi, perilaku ini merupakan cerminan dari ekspektasi terhadap inflasi. Bayangkan ekspektasi ini sebagai jangkar kapal perekonomian. Jika masyarakat percaya harga akan stabil karena ketersediaan barang terjamin, jangkar tersebut akan tertancap kokoh menahan harga di tingkat yang wajar.
Namun saat kepercayaan terhadap stabilitas stok mulai goyah oleh riak-riak gelombang perilaku belanja yang berlebihan, jangkar pun bisa terangkat, membuat kapal ekonomi bergerak terombang-ambing tak tentu arah.
Di tengah ekosistem digital seperti saat ini, risiko terangkatnya jangkar tersebut menjadi semakin tinggi karena penyebaran informasi yang terjadi secepat kilat. Arus informasi yang begitu masif terkadang tidak dibarengi dengan verifikasi yang matang.
Satu unggahan di media sosial mengenai kelangkaan barang, meskipun belum tentu akurat, dapat memicu efek domino yang berdampak panjang. Kita hidup di era di mana pergerakan persepsi lebih cepat dibanding logistik, sehingga ketidakpastian informasi sering menjadi pemicu inflasi yang lebih berdampak dibandingkan gangguan pasokan itu sendiri.
Memahami kompleksitas tersebut, instrumen kebijakan moneter konvensional seperti suku bunga seringkali belum cukup menjaga jangkar tetap kuat di tempatnya. Menjaga stabilitas inflasi bukan lagi hanya soal menarik-ulur suku bunga, tapi juga bagaimana mengendalikan ekspektasi masyarakat.
Menyadari hal ini, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPIP-TPID) telah memasukkan Komunikasi Efektif ke dalam framework “4K” pengendalian inflasi, bersama dengan tiga pilar penting lainnya yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, dan Kelancaran Distribusi. Sinergi antara kebijakan moneter dan pengendalian inflasi di daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga secara nasional.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk implementasi komunikasi efektif di lapangan. Di era digital, transparansi kondisi pasokan menjadi krusial untuk menenangkan ekspektasi masyarakat. Langkah konkret seperti sidak pasar bukanlah sekedar seremoni, melainkan sarana untuk menyebarluaskan informasi bahwa pasokan pangan tetap terjaga di tingkat ritel maupun gudang distributor. Bersamaan dengan itu, kampanye belanja bijak juga terus digaungkan, bukan untuk membatasi hak konsumsi, melainkan untuk mengajak masyarakat menjadi mitra otoritas dalam menjaga keseimbangan pasar.
Namun, kita perlu sepakat bahwa secanggih apapun strategi komunikasi yang disusun, efektivitasnya tetap bergantung pada penerimaan masyarakat. Otoritas memang memegang kunci informasi, tetapi kita sebagai masyarakat yang memegang kendali atas tindakan konsumsi di lapangan.
Pengendalian inflasi bukanlah komunikasi satu arah dari pemerintah kepada publik, melainkan kolaborasi di mana masyarakat memiliki peran lebih besar sebagai penentu stabilitas.
Saat kita memilih untuk tetap rasional dan tidak terjebak dalam panic buying, kita sebenarnya sedang memberikan “suara” untuk harga yang lebih stabil. Keberhasilan meredam inflasi adalah kedewasaan kita bersama dalam menyaring informasi, karena stabilitas harga sejatinya adalah refleksi dari ketenangan perilaku kita sebagai konsumen.
Melihat fenomena ini dari sudut pandang yang lebih luas, menghadapi inflasi ternyata tidak jauh berbeda dengan merespons bencana alam. Saat menghadapi ancaman bencana, kepanikan dan tindakan gegabah sering kali menjadi musuh terbesar yang memperkeruh keadaan.
Sebagaimana saat evakuasi kita diminta tetap tenang agar alur penyelamatan berjalan lancar, menjaga stabilitas harga jelang periode HBKN juga memiliki prinsip yang sama. Berbelanja secara bijak dan proporsional adalah bentuk “evaluasi mental” kita agar harga kebutuhan tetap tertib dan terukur.
Pada akhirnya, seberapa tenang kita sebagai konsumen akan tecermin pada seberapa tenang pergerakan harga di pasar. Ketenangan bukanlah bentuk kepasifan. Ketenangan adalah instrumen moneter yang tidak ternilai harganya. (*)
Penulis: I Dewa Gede Natih Bernan Ekonom Yunior di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau. Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan organisasi.
Sejumlah kendaraan saat melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU di kawasan Batam Center. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Pertamina Patra Niaga memastikan kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) tetap aman dan tidak terdampak signifikan oleh dinamika global, termasuk isu di Selat Hormuz.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat lonjakan yang berarti, baik dari sisi harga maupun distribusi energi di wilayah tersebut.
“Di Kepri ini praktis tidak ada dampak kenaikan signifikan, tidak ada dampak kenaikan di Selat Hormuz,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil monitoring di lapangan menunjukkan kondisi masyarakat tetap tenang dan tidak terjadi aksi pembelian berlebihan.
“Alhamdulillah masyarakat tidak, kalau hasil monitoring kita tidak mengalami panic buying ini. Dan itu indikasi yang baik. Dan kalau perlu ayo kita ajak seluruh masyarakat di Kepri untuk tidak khawatir, karena insyaAllah ke depan kita, gangguan yang terjadi di Selat Hormuz tidak akan terlalu berdampak signifikan terkait supply,” katanya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan pembelian BBM secara normal dan tidak melakukan penimbunan.
“Masyarakat silakan melakukan pembelian secara reguler, tidak perlu panic buying apalagi melakukan penimbunan, yang pertama. Kemudian yang kedua, kalau masyarakat cukup bijak mau berhemat, ya itu lebih baik,” ujarnya.
Terkait harga, ia menjelaskan bahwa mekanisme evaluasi dilakukan secara berkala, khususnya untuk BBM nonsubsidi.
“Karena terkait dengan harga, kita punya mekanisme bahwa tiap bulan, itu untuk produk subsidi, itu dilakukan evaluasi. Bahkan sebelum kejadian adanya perang antara Iran versus Amerika dan Israel, itu tiap bulan kita evaluasi untuk yang nonsubsidi. Adapun yang subsidi, itu kebijakannya dari Kementerian SDM,” jelasnya.
Ia juga mengutip pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM hingga Lebaran.
“Kalau teman-teman dengar kemarin komitmennya Pak Bahlil, sampai dengan Lebaran tidak akan ada penyesuaian harga,” katanya.
Menanggapi isu yang sempat muncul di Karimun terkait dugaan panic buying, Bagus menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai kepanikan masyarakat.
Menurutnya, pola distribusi BBM di Karimun memiliki karakteristik yang berbeda dibanding daerah lain di Indonesia.
“Sebetulnya Karimun ini, ini kita bilang panik. Jadi Karimun ini kan daerah khusus ya, prototipe SPBU reguler, yang double handling di Indonesia, itu cuma di Karimun,” jelasnya.
Ia menerangkan, distribusi BBM di Karimun melalui jalur yang lebih panjang, yakni dari depot ke kapal, kemudian ke mobil tangki, dan akhirnya ke SPBU.
“Depot ke kapal, kapal ke mobil tanki, mobil tanki ke SPBU. Sehingga, ritme suplai unik ini, ini pun menimbulkan perilaku konsumen juga unik,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, menurutnya peningkatan pembelian yang terjadi lebih disebabkan oleh siklus kedatangan pasokan, bukan karena kepanikan.
“Jadi kita nggak bisa ngomong panic buying juga. Karena, ini kapal baru datang, ya udah ngurangkan, melakukan pembelian, habis itu udah stabil, kapal datang lagi seminggu lagi,” katanya.
Terkait stok BBM, Bagus menegaskan bahwa kondisi persediaan bersifat dinamis sehingga tidak bisa disampaikan secara statis dalam hitungan hari. “Stok itu dinamis Pak. Saya nggak bisa bilang,” ujarnya.
Ia mencontohkan, dalam satu waktu stok bisa terlihat terbatas, namun dalam waktu dekat akan kembali terisi melalui pasokan baru.
“Contoh misalnya, untuk depot Kabil, Pertalitenya 3.700, ketahanannya 5 hari. Tapi tanggal 20 nanti, sudah ada datang 6.000 KL,” jelasnya.
Karena itu, ia mengingatkan agar informasi terkait stok tidak disalahartikan oleh masyarakat yang justru dapat memicu kepanikan baru. “Kita harus lebih hati-hati dalam menyampaikan isu terkait stok,” tegasnya.
Memasuki periode Ramadan dan Idulfitri, Pertamina juga mencatat adanya perubahan pola konsumsi BBM di Batam. Secara tren, konsumsi justru mengalami penurunan karena sebagian masyarakat melakukan perjalanan mudik.
“Artinya, sebetulnya secara tren, kita mengalami penurunan. Walaupun nggak signifikan ya,” katanya.
Meski demikian, Pertamina tetap menyiagakan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan lonjakan permintaan. “Namun begitu, kita siap-siaga segala kemungkinan. Makanya di periode Satgas ini beberapa langkah sudah kita siapin,” ujarnya.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penambahan armada distribusi BBM untuk memastikan kelancaran suplai.
“Kita bisa memanfaatkan mobil putih-biru untuk menambah armada in case ada permintaan kenaikan kebutuhan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyebutkan adanya peningkatan konsumsi avtur di wilayah Kepri. “Avtur mengalami kenaikan. Kalau nggak salah naik 11 persen,” katanya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina memastikan suplai energi di Kepri tetap terjaga dan masyarakat tidak perlu khawatir dalam menghadapi momentum Ramadan hingga Idulfitri.(*)