Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 209

Jelang Ramadan, Petugas Kesehatan Lingga Periksa Makanan

0
Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesty Ningrum. F. Vatawari/Batam Pos

batampos – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, petugas kesehatan di Kabupaten Lingga melakukan pemeriksaan keamanan makanan di sejumlah lokasi penjualan dan produksi pangan. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan zat berbahaya.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari Puskesmas Dabo, Puskesmas Dabo Lama, dan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Lingga.

Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesty Ningrum, mengatakan pemeriksaan menyasar pusat aktivitas jual beli masyarakat, tempat produksi makanan, hingga lokasi peternakan.

Baca Juga: Jelang Imlek 2026, Penumpang Tiba Membeludak di Pelabuhan SBP Tanjungpinang

“Kami juga melakukan pemeriksaan di peternakan ayam dan tempat pembuatan cincau untuk memastikan makanan aman dikonsumsi,” ujarnya, Minggu (15/2).

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan makanan yang mengandung zat berbahaya. Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan.

“Alhamdulillah tidak ditemukan kandungan berbahaya. Namun pemeriksaan tetap dilakukan sebagai antisipasi,” jelasnya.

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Dinas Perkim Bintan Kirim 33.000 Liter ke Kota Baru

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan selama Ramadan, khususnya pada penjual takjil yang banyak bermunculan.

Pemeriksaan akan dilakukan secara berkala guna memastikan makanan yang dijual kepada masyarakat tetap memenuhi standar kesehatan.

“Kami berharap makanan yang dijual sebagai menu berbuka puasa benar-benar aman dan sehat untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (*)

Artikel Jelang Ramadan, Petugas Kesehatan Lingga Periksa Makanan pertama kali tampil pada Kepri.

Arus Penyeberangan Tanjunguban Lancar, Penumpang Diminta Hindari Trip Terakhir

0
Para pengguna jasa saat mengantre di loket tiket Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan pada Minggu (15/2/2026). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban masih berjalan normal dan lancar menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek 2026. Meski demikian, penumpang diimbau menghindari trip terakhir untuk mencegah penumpukan.

Supervisi pelabuhan, Ainul Yaqin, mengatakan arus keberangkatan dari Tanjunguban menuju Batam relatif stabil. Sebaliknya, lonjakan justru terjadi pada arus kedatangan dari Pelabuhan ASDP Telagapunggur.

“Sabtu kemarin terjadi lonjakan di Telagapunggur, sedangkan di Tanjunguban masih normal,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga: KNTI Bintan Desak Pemerintah Tangani Limbah Minyak Hitam di Pantai Trikora

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah pengguna jasa di Batam menyebabkan penambahan satu trip kapal. Dari biasanya 11 trip per hari, menjadi 12 trip untuk mengakomodasi penumpang dan kendaraan.

Menurut dia, ASDP siap menambah trip jika lonjakan penumpang kembali terjadi, terutama selama periode libur panjang.

Ainul menambahkan, kepadatan biasanya terjadi pada sore hari karena banyak penumpang memilih jadwal penyeberangan terakhir menuju Batam.

Saat ini, terdapat empat kapal yang beroperasi, yakni KM Barau dan KMP Tanjungburang milik ASDP, serta KMP Mulia Nusantara dan KMP Niaga Ferry milik operator swasta. Sementara satu kapal lainnya masih menjalani perawatan (docking).

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Dinas Perkim Bintan Kirim 33.000 Liter ke Kota Baru

Karena itu, penumpang diminta mengatur waktu perjalanan dan tidak bergantung pada trip terakhir.

“Kami sarankan penumpang memilih jadwal lebih awal agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau membeli tiket melalui aplikasi Ferizy atau agen resmi guna mempermudah proses penyeberangan. (*)

Artikel Arus Penyeberangan Tanjunguban Lancar, Penumpang Diminta Hindari Trip Terakhir pertama kali tampil pada Kepri.

KM Putra Daerah Rusak Mesin, Tiga Nelayan Dievakuasi dari Offshore Kakap

0
Tampak KM Putra Daerah sedang alami mati mesin di perairan Offhore Kakap. F. Yuni Sahputra untuk Batam Pos

batampos – Tiga nelayan asal Kepulauan Anambas berhasil dievakuasi dengan selamat setelah kapal KM Putra Daerah mengalami kerusakan mesin di perairan Offshore Kakap, Kamis (12/2).

Kapal tersebut mengalami gangguan saat sedang mencari ikan di wilayah tangkapan nelayan yang berada cukup jauh dari daratan, sehingga tidak memungkinkan untuk segera kembali ke pelabuhan.

Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas, Yuni Sahputra, mengatakan pihaknya menerima laporan setelah perusahaan terkait mengetahui kondisi kapal.

Baca Juga: Jelang Imlek 2026, Penumpang Tiba Membeludak di Pelabuhan SBP Tanjungpinang

Menurut dia, perusahaan migas Star Energy memberikan bantuan darurat dengan mengizinkan kapal berlindung di area operasional mereka serta menyediakan logistik bagi awak kapal.

“Alhamdulillah kapal nelayan yang rusak diberi perlindungan dan bantuan makanan,” ujarnya, Minggu (15/2).

Saat kejadian, terdapat tiga awak kapal di atas KM Putra Daerah, yakni Zainudin, Danu, dan Nuar. Mereka sempat berupaya memperbaiki mesin, namun tidak berhasil.

Karena kerusakan tidak dapat diatasi di lokasi, evakuasi dilakukan menggunakan kapal suplai milik perusahaan. Kapal kemudian ditarik menuju Desa Payalaman, Kecamatan Kute Siantan.

Proses evakuasi berlangsung beberapa jam dengan kondisi cuaca yang cukup mendukung. Pada Minggu pagi, ketiga nelayan tiba dengan selamat dan disambut keluarga serta warga.

Baca Juga: KNTI Bintan Desak Pemerintah Tangani Limbah Minyak Hitam di Pantai Trikora

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi sehat.

HNSI mengapresiasi respons cepat perusahaan yang telah membantu proses evakuasi dan memberikan perlindungan kepada nelayan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan teknis kapal sebelum melaut, sekaligus pentingnya kerja sama antara nelayan dan pihak terkait untuk menjamin keselamatan di laut. (*)

Artikel KM Putra Daerah Rusak Mesin, Tiga Nelayan Dievakuasi dari Offshore Kakap pertama kali tampil pada Kepri.

Tradisi Unik Anambas: Berendam dan Bakar Ikan Jelang Ramadan di Air Terjun Temburun

0
Masyarakat setempat saat menjalani tradisi menyambut Ramadan di Air Terjun Temburun yakni membakar. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Kepulauan Anambas kembali menjalankan tradisi turun-temurun di Air Terjun Temburun. Tradisi ini ditandai dengan berendam di air mengalir dan makan bersama keluarga sebagai simbol penyucian diri.

Beberapa hari sebelum Ramadan, warga mulai berdatangan ke lokasi air terjun yang dikenal dengan undakan batu bertingkat dan airnya yang jernih. Mereka membawa bekal makanan, tikar, serta perlengkapan sederhana untuk berkumpul bersama keluarga maupun kerabat.

Berendam di air terjun menjadi inti tradisi tersebut. Air yang mengalir dimaknai sebagai simbol membersihkan diri, baik secara lahir maupun batin, sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Baca Juga: Sabu Marak di Anambas, Wabup Raja Bayu Minta Nelayan Jangan Tergiur

Suasana penuh keakraban terasa ketika warga berendam bersama. Di sela aktivitas itu, mereka memanjatkan doa agar diberi kekuatan dan kelancaran menjalani ibadah puasa.

Usai berendam, warga melanjutkan tradisi dengan membakar ikan di sekitar lokasi air terjun. Kegiatan ini tidak sekadar makan bersama, tetapi juga memiliki makna filosofis sebagai simbol membakar kesalahan masa lalu dan memulai lembaran baru.

Tokoh masyarakat setempat, Bagas Apriboy, mengatakan tradisi tersebut telah berlangsung sejak lama dan terus dijaga hingga kini.

“Tradisi ini sudah ada sejak dulu, diwariskan turun-temurun. Biasanya warga dari berbagai pulau datang untuk menjalankannya,” ujarnya, Minggu (15/2).

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Dinas Perkim Bintan Kirim 33.000 Liter ke Kota Baru

Ia menjelaskan, puncak tradisi biasanya berlangsung sehari sebelum Ramadan. Namun, sebagian warga kini menyesuaikan waktu pelaksanaan karena faktor kesibukan dan jarak tempuh.

Meski demikian, makna tradisi tetap terjaga, yakni sebagai momentum membersihkan diri dan mempererat silaturahmi.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini tetap menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Anambas, sekaligus pengingat akan nilai spiritual dalam menyambut Ramadan. (*)

Artikel Tradisi Unik Anambas: Berendam dan Bakar Ikan Jelang Ramadan di Air Terjun Temburun pertama kali tampil pada Kepri.

Sambut Ramadan, Bikersmu Riding ke Tugu 0 Kilometer

0
Pengurus dan anggota Bikersmu Chapter Batam, Korwil Kepri peserta Riding to 0 Kilometer foto bersama di tugu 0 Kilometer, Galang Baru, Minggu (15/2/2026). F. Bikersmu Batam untuk Batam Pos

batampos – Puluhan rider komunitas Bikersmu Chapter Batam touring menuju tugu 0 Kilometer yang terletak di ujung Pulau Galang Baru, Minggu (15/2/2026).

Tidak seperti komunitas motor pada umumnya yang berdasarkan jenis motor, anggota Bikersmu boleh mengendarai jenis motor apa saja. Maka dari itu, tak heran jika peserta riding 0 Kilometer tersebut mengendarai bermacam-macam jenis motor. Dari motor bebek hingga motor sport.

Perlu diketahui bahwa komunitas motor ini di bawah naungan PP Muhammadiyah, khususnya LDK PP Muhammadiyah dan LPO, yang menggabungkan hobi touring motor dengan dakwah kultural.

Baca Juga: Petugas Bea Cukai Batam Dipolisikan, Diduga Aniaya Sopir Truk di Pelabuhan Punggur

Ketua Bikersmu Batam, Johny Ziviliar, mengatakan bahwa event yang dilaksanakan di akhir pekan ini sebagai bentuk silaturahmi antaranggota Bikersmu dan pengurus. “Selain itu, riding kali ini juga untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang tak lama lagi,” ujarnya.

Keseruan melintasi jalan Trans Barelang yang melewati enam jembatan ikonik Kota Batam itu, juga diisi tausiah untuk persiapan menyambut bulan puasa yang penuh berkah dan ampunan oleh Ustaz Abu Gaza setelah salat Zuhur berjemaah di Masjid Sei Gong.

“Ketua PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) pak Zarmi dan Sekretaris PDM Kota Batam, pak Ciptadi, serta Wakil Ketua PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Kepri, pak Arifuddin Jalil juga ikut riding membersamai kami,” pungkas Johny. (*)

Artikel Sambut Ramadan, Bikersmu Riding ke Tugu 0 Kilometer pertama kali tampil pada Metropolis.

Petugas Bea Cukai Batam Dipolisikan, Diduga Aniaya Sopir Truk di Pelabuhan Punggur

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Seorang supir truk dikabarkan menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa oknum petugas di Pelabuhan Telaga Punggur.

Pria yang diketahui bernama Sukarman itu telah membuat laporan polisi terkait tindak kekerasan yang dialaminya ke Mapolresta Barelang, Jumat (14/2).

Kasat Reskriml Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Iya, buat laporannya kemarin,” ujarnya.

Debby menyampaikan pihaknya masih melakukan penyidikan lebih lanjut atas dugaan tindak penganiayaan terhadap korban.

“Masih dalam proses,” katanya.

Dari informasi yang diperoleh, korban diduga mendapatkan tindak kekerasan oleh beberapa oknum petugas Bea dan Cukai (BC) Batam pada Kamis (12/2) kemarin. Tindakan tersebut dilakukan terhadap korban di dalam Pos Pelabuhan Roro Telaga Punggur.

Sementara pihak BC Batam belum memberikan keterangan resmi terkait adanya kasus maupun laporan ini. (*)

Artikel Petugas Bea Cukai Batam Dipolisikan, Diduga Aniaya Sopir Truk di Pelabuhan Punggur pertama kali tampil pada Metropolis.

Jasad Pria Tanpa Identitas di Air Dapur Terungkap, Penyebab Masih Diselidiki

0
Jasad pria tanpa identitas yang ditemukan di Perairan Air Dapur, Kelurahan Galang Baru berhasil diidentifikasi pihak Kepolisian. Korban merupakan warga Batam berinisial S.

batampos – Jasad pria tanpa identitas yang ditemukan di Perairan Air Dapur, Kelurahan Galang Baru berhasil diidentifikasi pihak Kepolisian. Korban merupakan warga Batam berinisial S.

“Sudah teridentifikasi dari sidik jari. Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, Minggu (15/2)

Hendrizal menjelaskan dari pemeriksaan awal tidak terlihat tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, saat ditemukan jasad sudah membengkak karena diduga sudah beberapa hari mengambang di perairan.

Baca Juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tersangkut Bubu di Perairan Galang

“Aduannya (orang hilang) ada di Polresta dan untuk pastinya (penyebab tewas), kita tunggu hasil autopsi dulu,” katanya.

Diketahui, jasad tersebut pertama kali ditemukan nelayan saat hendak mengangkat perangkap ikan. Saat ditemukan, korban menggunakan kaos.

“Nelayan yang menemukan. Saat menarik perangkap, ada jasad,” ungkapnya.

Diketahui, 2 jasad ditemukan di kawasan Galang dalam waktu 4 bulan belakangan. Sebelumnya, warga menemukan jasad pria yang bunuh diri tergantung di kawasan Hutan Bukit Karmel, Galang.

“Imbauan untuk masyarakat, jangan mengambil keputusan yang salah. Selalu ada jalan dan orang yang peduli terhadap kita,” tutupnya. (*)

Artikel Jasad Pria Tanpa Identitas di Air Dapur Terungkap, Penyebab Masih Diselidiki pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Terjangkau, Fitur Mewah, Geely EX2 Diserbu Konsumen

0
Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Geely, resmi memasarkan mobil listrik terbarunya, Geely EX2, di Batam. Peluncuran dilakukan melalui pameran otomotif yang digelar di K Square. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Geely, resmi memasarkan mobil listrik terbarunya, Geely EX2, di Batam. Peluncuran dilakukan melalui pameran otomotif yang digelar di K Square.

Kehadiran kendaraan listrik berukuran kompak tersebut langsung menyedot perhatian publik, ditandai dengan tingginya pemesanan bahkan sebelum peluncuran resmi dilakukan.

Branch Manager Geely Wonder Batam, Billyan mengatakan minat masyarakat terhadap mobil listrik terbaru ini melampaui ekspektasi awal perusahaan. Hingga menjelang peluncuran, pemesanan unit telah mendekati 60 kendaraan.

“Untuk atensi di Kota Batam sendiri cukup bagus. Sebelum launching hari ini saja, mobilnya sudah terpesan hampir 60 unit. Jadi untuk pergerakan ke depannya, saya rasa akan lebih banyak lagi,” ujar Billyan, Sabtu, (14/2).

Melihat tren tersebut, manajemen optimistis mampu menambah sedikitnya 50 unit pemesanan selama masa pameran berlangsung.

Dengan demikian, total pesanan ditargetkan menembus 100 unit hingga akhir kegiatan.

Salah satu faktor utama yang menarik minat konsumen adalah kombinasi harga dan teknologi yang ditawarkan. Kendaraan listrik ini dipasarkan di kisaran Rp 200 jutaan, namun dibekali fitur yang umumnya tersedia pada kendaraan kelas menengah atas dengan harga di atas Rp 500 juta.

Sejumlah fitur unggulan yang disematkan antara lain sistem kamera 540 derajat yang memungkinkan pengemudi memantau kondisi sekitar kendaraan, termasuk area kolong mobil secara real time. Selain itu, interior kendaraan dilengkapi layar head unit berukuran 15,4 inci.

Geely juga menghadirkan fitur front trunk atau bagasi depan yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan tambahan. Pada unit pameran berwarna perak, ruang tersebut bahkan diperagakan mampu menampung berbagai barang, menunjukkan fungsi praktis kendaraan untuk mobilitas harian.

Dari sisi performa, kendaraan ini menggunakan baterai berkapasitas 40,8 kWh. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, khususnya di wilayah Batam yang memiliki jarak tempuh relatif pendek antarwilayah.

Selama pameran berlangsung hingga 18 Februari 2026, dealer menawarkan program pre-booking dengan sejumlah insentif. Konsumen yang membeli secara tunai akan memperoleh gratis asuransi all risk selama satu tahun. Sementara pembelian melalui skema kredit mendapatkan subsidi potongan cicilan sebesar Rp 3 juta.

Program promosi tersebut hanya berlaku untuk pemesanan selama periode pameran.

Menjawab kekhawatiran konsumen terkait layanan purna jual, manajemen memastikan ketersediaan suku cadang dan layanan servis telah dipersiapkan.

“Ketersediaan spare part sudah siap. Jika konsumen membutuhkan perbaikan atau penggantian komponen, semuanya sudah bisa kami tangani,” kata Billyan.

Bagi masyarakat yang ingin melihat unit kendaraan secara langsung atau melakukan uji coba berkendara, showroom resmi dealer telah beroperasi di kawasan strategis, dekat Hotel Sydney Batam. (*)

Artikel Harga Terjangkau, Fitur Mewah, Geely EX2 Diserbu Konsumen pertama kali tampil pada Metropolis.

MMEA Tangkap Kapal Berbendera Indonesia di Perairan Kuantan, 1,5 Ton Sabu Disita

0
18 awak kapal terdiri dari warga negara Thailand dan Indonesia yang ditangkap Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Pahang.

batampos – Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Pahang berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika seberat 1.572 ton. Barang haram ini didapati di dek dua kapal berbendera Thailand dan Indonesia di Perairan Timur Laut Kuantan.

Adapun kapal yang diamankan yakni kapal tanker Kamal Bangkok berbendera Thailand dan kapal kargo Sail Fish 09 berbendera Indonesia.

Direktur Maritim Pahang, Mazlan Mat Rejab, mengatakan dua kapal tersebut ditangkap pada Rabu (11/2). Dari pemeriksaan dua kapal ini diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan narkoba internasional.

“Kami meyakini sabu tersebut akan diedarkan ke pasar internasional,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kasus tersebut sedang diselidiki lebih lanjut berdasarkan ketentuan Undang-Undang Narkoba Berbahaya Malaysia. Proses penyidikan dilakukan untuk mengungkap asal-usul barang terlarang tersebut, jaringan yang terlibat, serta kemungkinan keterkaitan dengan sindikat narkotika lintas negara.

“Penindakan ini merupakan komitmen aparat penegak hukum maritim Malaysia dalam memperkuat pengawasan perairan nasional serta menindak tegas segala bentuk kejahatan transnasional, khususnya penyelundupan narkotika yang berpotensi mengancam keamanan kawasan dan keselamatan masyarakat,” katanya.

Selain 2 kapal, petugas juga menyita sekitar 50.000 liter bahan bakar solar yang berada di kedua kapal tersebut. Kemudian 18 awak kapal terdiri dari warga negara Thailand dan Indonesia.

“Seluruh kru saat ini ditahan guna menjalani pemeriksaan intensif,” tutupnya. (*)

Artikel MMEA Tangkap Kapal Berbendera Indonesia di Perairan Kuantan, 1,5 Ton Sabu Disita pertama kali tampil pada Metropolis.

Amsakar Apresiasi, Kopkar BP Batam Bangun Pabrik AMDK, SHU Ditarget Naik

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

batampos – Koperasi Konsumen Karyawan (Kopkar) BP Batam bersiap memperluas unit usaha dengan membangun pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) guna meningkatkan kesejahteraan anggota melalui kenaikan Sisa Hasil Usaha (SHU).

Rencana tersebut disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar di Hotel Harmoni One, Sabtu (14/2). Pengembangan usaha ini menjadi langkah konkret koperasi dalam memperkuat basis ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada unit usaha konvensional.

Ketua Umum Kopkar BP Batam, Chandra Syamsir, mengatakan, pembangunan pabrik AMDK diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan koperasi pada tahun-tahun mendatang.

“Satu lagi kita akan bangun pabrik kemasan air minum. Ini akan kita pasarkan bersama-sama dan diharapkan meningkatkan secara signifikan pendapatan untuk SHU tahun berikutnya,” katanya.

Selain ekspansi usaha, Kopkar juga menyiapkan transformasi digital layanan untuk memperluas akses anggota terhadap produk dan layanan koperasi. Melalui sistem berbasis aplikasi, anggota nantinya dapat mengakses laporan keuangan, melakukan transaksi, hingga mengajukan pinjaman secara daring.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang membuka RAT tersebut, mengapresiasi langkah koperasi dalam melakukan inovasi dan adaptasi di tengah tantangan ekonomi global.

Baginya, koperasi memiliki sejumlah tantangan mendasar, mulai dari tata kelola manajemen, kualitas sumber daya manusia, akses permodalan, kemasan produk, hingga pemasaran. Namun, Kopkar BP Batam dinilai telah mampu melampaui berbagai kendala tersebut.

“Koperasi Karyawan BP Batam sudah melampaui persoalan itu dan sedang melakukan transformasi untuk capaian yang lebih baik ke depan,” kata dia.

Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital agar koperasi mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing, terlebih pemerintah saat ini memberi perhatian besar terhadap penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi.

Amsakar berharap, Kopkar BP Batam dapat menjadi model koperasi modern di daerah maupun tingkat nasional.

RAT sebagai forum tertinggi koperasi juga menjadi sarana pertanggungjawaban pengurus kepada anggota sekaligus menetapkan rencana kerja ke depan. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pimpinan BP Batam, perwakilan pemerintah daerah, serta mitra koperasi. (*)

Artikel Amsakar Apresiasi, Kopkar BP Batam Bangun Pabrik AMDK, SHU Ditarget Naik pertama kali tampil pada Metropolis.