Selasa, 2 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2097

Polisi Masih Selidiki Penemuan Mayat Membusuk di Jurang Tiawangkang

0
Ilustrasi.

batampos – Penemuan mayat pria di jurang hutan Tiawangkang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kamis (27/3), masih menjadi misteri. Tim gabungan dari Polresta Barelang, Polsek Bengkong, dan Polsek Sagulung hingga kini terus mendalami kasus ini. Mayat pria yang ditemukan dalam kondisi membusuk itu mengundang perhatian warga setempat dan menjadi perbincangan hangat.

Identitas korban belakangan diketahui berinisial Tl, seorang warga Bengkong yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polsek Bengkong. Meski sempat beredar informasi bahwa korban merupakan korban pembunuhan, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematiannya.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, saat dikonfirmasi pada Minggu (6/4), menjelaskan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar belum dapat dipastikan kebenarannya sebelum ada hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Intinya masih terus kami dalami. Jenazah sudah diserahkan kembali ke pihak keluarga setelah proses pemeriksaan medis selesai dilakukan. Sementara itu saja yang bisa saya sampaikan. Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” ujar Aris kepada wartawan.

Warga Kampung Tiawangkang sebelumnya dibuat geger dengan penemuan jasad pria dalam kondisi mengenaskan di dalam jurang kawasan hutan. Bau menyengat yang tercium warga menjadi awal dari penemuan mayat tersebut, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Setelah dilakukan evakuasi dan pemeriksaan awal, jenazah dipastikan merupakan pria dewasa. Kondisi tubuh korban yang telah membusuk menyulitkan proses identifikasi awal. Namun, hasil penyelidikan lanjutan memastikan bahwa korban adalah Tl, warga Bengkong yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Pihak kepolisian kini masih menunggu hasil forensik lengkap untuk memastikan penyebab kematian. Dugaan bahwa korban dibunuh masih menjadi salah satu kemungkinan yang tengah ditelusuri oleh penyidik. Polisi juga sedang memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti di sekitar lokasi penemuan.

Jika terbukti korban meninggal akibat tindakan kriminal, polisi berjanji akan mengusut tuntas pelakunya. Hingga kini, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang dapat mengganggu proses penyelidikan yang sedang berlangsung. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Polisi Masih Selidiki Penemuan Mayat Membusuk di Jurang Tiawangkang pertama kali tampil pada Metropolis.

Dapat Tiket Palsu dari Facebook, Calon Penumpang Kapal RoRo Tanjunguban – Punggur Nyaris Jadi Korban Penipuan

0
Petugas dari Pos Polisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban menerima laporan dari para calon penumpang kapal RoRo yang nyaris menjadi korban penipuan. F.Kiriman Muslimin untuk Batam Pos.

batampos– Sejumlah calon penumpang kapal RoRo di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan nyaris menjadi korban penipuan tiket palsu yang ditawarkan melalui media sosial facebook.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat (4/4/2025).

Saat itu, para calon penumpang ditawari tiket RoRo dan dijanjikan bisa menyeberang ke Telagapunggur, Batam.

Namun, saat tiba di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, petugas mencurigai tiket yang mereka sodorkan palsu.

BACA JUGA: Tiket RoRo Uban-Punggur untuk Mobil Habis Dipesan Sampai H+6 Lebaran

Petugas sempat mengira mesin di loket yang bermasalah atau sistem lagi pemeliharaan.

Petugas kemudian mengirim barcode tiket ke pusat untuk dicek.

Ternyata, barcode tiketnya paslu.

Setelah dimintai penjelasan, mereka mengaku mendapat tiket dari facebook.

Para calon penumpang itu membawa 6 mobil, dimana 4 mobil masih dalam satu keluarga, sedangkan 2 mobil sudah beda keluarga.

Kepala Pos Polisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Iptu Muslimin membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari tiga orang calon penumpang RoRo yang nyaris menjadi korban penipuan tiket palsu.

“Mereka 6 mobil, tapi ada yang masih keluarga dan ada yang bukan. Satu orang ada 3 mobil, kemudian ada 2 mobil dan 1 mobil,” kata dia.

Awalnya para korban mencari tiket kapal RoRo online untuk mobil melalui aplikasi resmi ferizy, namun kuota sudah habis dipesan.

Salah satu korban kemudian mencari tiket online di medsos setelah mendapat saran dari temannya yang pernah berhasil membeli tiket di facebook.

Setelah melakukan pencarian di medsos facebook, mereka ditawari tiket RoRo seharga Rp 315 ribu per mobil dan ditambah Rp 50 ribu sebagai uang jasa.

Meskipun sempat curiga, mereka belum sempat membeli tiket yang ditawari karena ingin memastikan terlebih dahulu dengan menscan barcode.

“Mereka baru mau bayar kalau tiketnya berhasil discan,” katanya.

Namun karena barcodenya tidak bisa discan, mereka akhirnya melaporkan kejadian itu.

“Mereka tidak dirugikan uang tapi waktu,” kata dia.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan tidak tergiur membeli tiket di medsos.

“Jangan beli di medsos, belilah di aplikasi resminya untuk menghindari penipuan,” imbuhnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Dapat Tiket Palsu dari Facebook, Calon Penumpang Kapal RoRo Tanjunguban – Punggur Nyaris Jadi Korban Penipuan pertama kali tampil pada Kepri.

Kabel Siapa Ini? Melintas di Drainase, Jadi Ancaman Banjir di Batu Aji

0
Buang sampah sembarangan, tersangkut di kabel melintang. Waspada, banjir mengancam.
(f. Eusebius Sara / Batam Pos)

batampos – Jaringan pipa dan kabel yang melintang di dalam saluran drainase utama di kawasan Batu Aji, Batam, masih menjadi persoalan serius dan mengancam kelancaran aliran air. Keberadaan jaringan ini terbukti menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penyumbatan saluran air, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Jaringan pipa dan kabel yang tidak tertata itu menjaring berbagai material sampah yang terbawa arus, sehingga menumpuk dan menyumbat aliran air. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan memperburuk keadaan lingkungan dan meningkatkan risiko banjir di sejumlah kawasan padat penduduk.

Kondisi ini paling terlihat di sepanjang drainase utama yang berada di sisi jalan depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulan Gebang, Batu Aji. Meskipun saluran sudah dilebarkan, namun fungsi alirannya tidak maksimal karena terhalang pipa dan kabel yang melintang secara tidak teratur.

Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah dan material lain seperti lumpur serta dedaunan yang tersangkut pada pipa dan kabel di dalam drainase. Jika tidak segera dibersihkan, dikhawatirkan akan menyebabkan aliran air terhambat total dan menimbulkan genangan di permukaan jalan.

“Lintasan pipa dan kabel di dalam saluran cukup banyak dan sudah menyebabkan gorong-gorong atau jalur penyeberangan air terganggu,” ungkap Handoko, warga Kompleks Pasar Aviari, Minggu (6/4).

Ia menyebut, jika drainase ini tersumbat, maka kawasan Kelurahan Bukit Tempayan dan Kelurahan Buliang akan terancam banjir besar.

Menurut Handoko, saluran ini merupakan satu-satunya akses utama pembuangan air hujan dari dua kelurahan tersebut.

“Kalau aliran ini macet, tidak ada tempat lagi untuk air mengalir. Bisa-bisa seluruh permukiman terdampak banjir,” jelasnya.

Selain kabel dan pipa, tumpukan sampah yang belum teratasi juga menjadi masalah tersendiri. Limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan oleh warga memperparah kondisi drainase. Ketika hujan turun deras, sampah ini ikut terbawa arus dan tersangkut di kabel atau pipa.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, membenarkan persoalan tersebut. Ia mengakui bahwa keberadaan jaringan pipa dan kabel dalam drainase telah lama menjadi keluhan warga, dan pihaknya telah melakukan upaya penertiban.

“Kami secara berkala melakukan pembersihan dan koordinasi dengan pemilik jaringan utilitas seperti kabel dan pipa tersebut. Kami minta mereka melakukan instalasi ulang di lokasi yang tidak mengganggu aliran air,” jelas Suhar, beberapa waktu lalu.

Ia juga menegaskan perlunya kesadaran semua pihak, baik warga maupun pengelola utilitas, untuk menjaga kebersihan dan kelancaran fungsi drainase. Tanpa kerja sama lintas sektor, masalah banjir musiman di Batu Aji akan sulit diatasi secara permanen. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kabel Siapa Ini? Melintas di Drainase, Jadi Ancaman Banjir di Batu Aji pertama kali tampil pada Metropolis.

Kelebihan Muatan, KM Serba Jaya 1 Tenggelam Saat Muat Ikan di Mengkait

0
Petugas gabungan sedang berusaha mengeluarkan air yang masuk ke dalam kapal KM Serba Jaya 1 di Desa Mengkait, Anambas. f.sihotang untuk batampos

batampos– Satu unit kapal pengangkut ikan dengan nama lambung KM Serba Jaya 1 tenggelam di Desa Mengkait, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Anambas, Minggu, (6/4) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Kasat Polairud Polres Anambas, Iptu Parlindungan Hasibuan mengatakan tenggelamnya kapal ini dikarenakan kelebihan muatan atau over kapasitas.

“Ya benar kapal tenggelam di Mengkait, sedang dilakukan evakuasi. Tenggelam saat muat fiber berisikan ikan di Gudang Bujang,” ujar Parlindungan saat dihubungi dari Tarempa.

BACA JUGA: Hendak Berlibur ke Pulau Wait, Kapal Pompong Milik Warga Payalaman Tenggelam, Kerugian Capai Rp 80 Juta

Parlindungan menjelaskan sebelum kejadian, KM Serba Jaya 1 telah memuat fiber berisikan ikan di Tarempa, Kiabu dan Gudang Taba dengan total fiber sebanyak 71 buah.

“Nah, pas di gudang Bujang mereka ini muat ikan juga. Karena sudah overkapasitas ditambah lagi susunan barangnya tidak beraturan membuat kapal oleng sebelah lalu perlahan air masuk dalam kapal,” terang Parlindungan.

Setelah kapal tenggelam, warga setempat turut membantu menyelamatkan ikan yang telah dikemas dalam fiber itu ke tempat aman.

“Warga bahu membahu dengan petugas memindahkan fiber ikan itu ke darat, biar kualitas ikannya tidak rusak juga,” jelas dia.

Sementara itu untuk kapal berhasil ditimbulkan pada pukul 16.00 WIB dengan cara membuang air didalam palka serta dibantu menggunakan drum berisikan angin dari kompresor.

“Rencananya setelah muat ikan di Gudang Bujang, kapal ini akan bertolak ke Kijang untuk antarkan ikan disana. Namun naas, nasib berkata lain,” kata Parlindungan.

Polisi menghimbau kepada nakhoda kapal untuk lebih berhati-hati dalam berlayar dan jangan memuat barang terlalu berlebihan.

“Ini sebaiknya dijadikan pelajaran untuk kedepan, jangan memuat barang yang overkapasitas. Musibah tidak ada yang tahu, lebih baik kita mencegah dari pada sudah terjadi musibah,” pungkas Parlindungan. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Kelebihan Muatan, KM Serba Jaya 1 Tenggelam Saat Muat Ikan di Mengkait pertama kali tampil pada Kepri.

Lantai Jembatan Ambruk, Momen Kebahagiaan Seketika Berubah Menjadi Menegangkan

0

batampos– Momen pesta pernikahan di Tanjung Resun Desa Baran Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga berakhir dengan duka. Pasalnya, ditengah momen kebahagiaan pernikahan salah seorang warga Tanjung Resun, lantai jembatan tiba-tiba ambruk dan mengakibatkan tamu undangan yang hadir jatuh ke laut. Insiden ini terjadi pada Minggu (6/4).

Kondisi lantai pelabuhan yang ambruk pada saat acara pernikahan di Tanjung Resun Desa Baran, Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga, Minggu (6/4). F. Istimewa

Ambruknya pelabuhan diduga akibat keroposnya tiang penyangga yang sudah tua, ditambah beban berlebih dari banyaknya tamu yang berdiri dalam waktu bersamaan. Kondisi ini memunculkan sorotan terhadap minimnya perawatan infrastruktur publik di daerah tersebut.

Kepala Desa Baran, Indra Gunawan, saat dikonfirmasi Batampos membenarkan insiden tersebut dan menyebutkan bahwa beberapa tamu mengalami luka ringan, namun tidak ada korban jiwa.

BACA JUGA: Polisi Amankan Kendaraan Tak Bertuan, Hampir 1 Bulan Terparkir di Jembatan SP 2 Tarempa

“Alhamdulillah, semua selamat. Beberapa warga mengalami luka ringan dan sudah kami bawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan,” ujar Indra, Minggu (6/4).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang bergerak cepat menolong para korban yang jatuh akibat lantai jembatan yang ambruk ini.

“Melihat Kejadian tersebut, warga yang berada di sekitar langsung turun tangan membantu evakuasi tanpa menunggu komando. Tindakan ini sangat patut di apresiasi,” tambahnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini meninggalkan trauma tersendiri, terutama bagi anak-anak dan perempuan yang menjadi saksi langsung kejadian tersebut. Beberapa tamu tampak histeris dan menangis saat menyaksikan orang terdekat mereka tercebur ke laut.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk segera membenahi infrastruktur vital, terutama yang digunakan masyarakat dalam jumlah besar dan pada momen-momen penting seperti ini. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Lantai Jembatan Ambruk, Momen Kebahagiaan Seketika Berubah Menjadi Menegangkan pertama kali tampil pada Kepri.

PELNI Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada Senin

0

batampos – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2025 akan terjadi pada Senin (7/4) atau H+6 Idulfitri 1446 H. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, perusahaan pelat merah ini telah menyiapkan sejumlah langkah guna menjamin kelancaran dan kenyamanan perjalanan dengan kapal laut.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Evan Eryanto, mengatakan pihaknya memperkirakan jumlah penumpang akan menembus angka 25 ribu orang pada puncak arus balik.

“Sejak arus balik dimulai pada H+1 (2 April), jumlah tertinggi tercatat pada H+3 dengan 25.430 penumpang. Jika besok menjadi puncaknya, maka angkanya diprediksi akan melebihi 4 April kemarin,” ujarnya, Minggu (6/4).

Per hari Ahad, sebanyak 21.410 tiket kapal PELNI telah terjual untuk keberangkatan esok hari.

Untuk menghadapi lonjakan penumpang, PELNI memastikan seluruh armada dalam kondisi laik laut. Sejumlah fasilitas turut disiapkan demi kenyamanan pengguna jasa, mulai dari wifi komersial, saluran TV, restoran, klinik, hingga mini teater di atas kapal.

Evan mengimbau calon penumpang yang telah memiliki tiket agar melakukan check-in melalui aplikasi PELNI Mobile guna menghindari antrean di pelabuhan. Ia juga menekankan pentingnya membawa dokumen identitas yang sesuai dengan data tiket saat akan naik kapal.

“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan maksimal. Petugas kami disiagakan selama 24 jam untuk menjaga kebersihan dan membantu penumpang, khususnya lansia, ibu hamil, dan anak-anak,” tambahnya.

Selama periode arus balik, PELNI juga menyiagakan posko mudik di tiga pelabuhan utama, yakni Bau-Bau, Batam, dan Semarang. Posko ini menyediakan layanan cek kesehatan dan pijat gratis yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, baik penumpang maupun non-penumpang.

Adapun lima rute terpadat yang dilayani kapal PELNI dari 2 hingga 6 April 2025 antara lain:

  • Medan – Batam (11.880 penumpang)
  • Bau-Bau – Makassar (5.912)
  • Batam – Medan (5.132)
  • Semarang – Kumai (4.971)
  • Makassar – Surabaya (4.487)

Sementara itu, lima pelabuhan asal terpadat adalah:

  • Makassar (20.081)
  • Bau-Bau (17.265)
  • Surabaya (16.298)
  • Ambon (15.624)
  • Medan (11.880)

Untuk tujuan terbanyak yaitu:

  • Makassar (21.951)
  • Surabaya (14.535)
  • Batam (14.006)
  • Balikpapan (13.655)
  • Bau-Bau (11.620)

Guna menghadirkan layanan mudik yang tenang dan menyenangkan, sesuai arahan Pemerintah dan Kementerian BUMN, PELNI juga terus mendorong penggunaan layanan digital seperti aplikasi PELNI Mobile dan situs resmi pelni.co.id.

Tiket kapal PELNI juga bisa dibeli melalui aplikasi perbankan (BCA Mobile, Livin’ by Mandiri, BNI Agen46), minimarket (Indomaret, Alfamart, Alfamidi), hingga platform online travel agent seperti Easybook, Via.com, MMBC, dan lainnya.

Untuk pembayaran, PELNI telah bermitra dengan sejumlah bank dan kanal pembayaran seperti BTN, BRIVA, BNI Virtual Account, PermataBank, Mandiri Virtual Account, Indomaret, iSaku, dan Fastpay.

Saat ini, PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas pelayaran dan menyinggahi 74 pelabuhan. Selain itu, terdapat 30 trayek kapal perintis dan 18 kapal rede untuk konektivitas wilayah 3TP, serta delapan trayek tol laut dan satu trayek khusus kapal ternak untuk angkutan logistik. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Artikel PELNI Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada Senin pertama kali tampil pada Metropolis.

Taman Depan TMP Bulan Gebang Memprihatinkan

0
Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulan Gebang, Batu Aji.
(f. Eusebius Sara / Batam Pos)

batampos – Kondisi taman di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulan Gebang, Batu Aji, kini memprihatinkan. Area yang dulunya menjadi ruang hijau asri dan tempat bersantai warga, kini berubah menjadi lahan tandus dan tak terurus.

Pantauan di lokasi, taman yang dulu dipenuhi pepohonan rindang dan bunga-bunga tertata rapi, kini hanya menyisakan rumput liar dan tanaman yang tidak terawat. Jika hujan turun, area taman kerap tergenang air hingga berhari-hari.

Padahal, taman ini dulunya sempat menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selain sejuk dan nyaman, taman juga dilengkapi dengan fasilitas internet gratis yang dimanfaatkan pelajar dan warga sekitar untuk belajar serta berselancar di dunia maya.

Namun kini, semua itu tinggal kenangan. Tidak ada lagi bangunan pendukung seperti tempat duduk, halte, atau titik akses internet. Aktivitas warga pun nyaris tidak terlihat, baik di siang maupun sore hari.

Sebaliknya, saat malam hari taman justru dijadikan tempat berkumpul oleh para gelandangan dan remaja. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri di tengah masyarakat, bahkan menjadi atensi pihak kepolisian.

“Sudah lama taman ini seperti ini. Tak ada lagi pohon rindang, bangunan halte pun sudah tidak ada. Malah pintu masuk taman dipasang portal. Sudah bukan seperti taman lagi,” ujar Azral, warga sekitar, kepada wartawan.

Menurut Azral, taman hanya tampak bersih saat digunakan untuk acara resmi seperti peringatan Hari Kemerdekaan atau Hari Pahlawan. Di luar momen tersebut, taman kembali dibiarkan terbengkalai.

Kondisi ini semakin memperparah minimnya ruang terbuka hijau di kawasan Batu Aji. Banyak lahan kosong dan row jalan yang telah beralih fungsi menjadi ruko atau bangunan perumahan, sehingga masyarakat kehilangan tempat untuk beraktivitas di ruang terbuka.

“Sayang sekali taman ini dibiarkan. Harusnya bisa jadi tempat yang adem dan aman untuk bersantai bersama keluarga,” harap Indra, warga lainnya.

Warga berharap pemerintah setempat kembali menghidupkan fungsi taman, tidak hanya sebagai ruang hijau publik, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang dimakamkan di TMP Bulan Gebang. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Taman Depan TMP Bulan Gebang Memprihatinkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Polres Lingga Lakukan Patroli Humanis dan Dialogis Untuk Ciptakan Rasa Aman bagi Masyarakat

0

batampos– Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Lingga melalui Satuan Samapta Polres Lingga terus mengintensifkan patroli dialogis dan humanis di berbagai wilayah hukum Polres Lingga. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman serta mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, patroli ini dilaksanakan dikecamatan Singkep pada Jumat malam (4/4)

Pelaksanaan Patroli Humanis dan Dialogis oleh Satuan Samapta Polres Lingga di beberapa Tempat Keramaian di wilayah Kecamatan Singkep, Jumat malam (4/4). F. Humas Polres Lingga

Patroli ini dilaksanakan secara rutin oleh Polres lingga. Tidak hanya berfokus pada pengawasan situasi keamanan, kegiatan ini juga mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dari Personel Polres Lingga kepada masyarakat. Personel Sat Samapta aktif berdialog dengan warga, mendengarkan aspirasi, serta menyampaikan imbauan kamtibmas secara santun dan bersahabat.

Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, melalui IPTU Arfen, Ps selaku Kasat Samapta Polres Lingga, menyampaikan bahwa pendekatan humanis merupakan strategi efektif dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya Polres Lingga.

BACA JUGA: Polres Lingga Perketat Patroli di Destinasi Wisata Selama Libur Lebaran Idul Fitri

“Kami ingin masyarakat merasa dekat dan nyaman dengan kehadiran polisi. Melalui patroli dialogis ini, kami berharap dapat lebih cepat mengetahui potensi gangguan kamtibmas, sekaligus menciptakan suasana yang kondusif di Kabupaten Lingga,” ujar Iptu Arfen pada Jumat malam (4/4).

Selama kegiatan berlangsung, personel melakukan patroli dan pengecekan di sejumlah titik, antara lain Batu Kacang, Setajam, Wisma Ria, Lapangan Merdeka, Kampung Baru, Kampung Boyan, Batu Berdaun, Dabo Lama, Desa Tanjung Harapan, Taman Kota Dabo, Wisma Timah, dan Pagoda, serta lokasi-lokasi keramaian seperti pasar dan lingkungan permukiman. Kehadiran polisi yang ramah dan terbuka disambut positif oleh masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret Polres Lingga dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Untuk layanan kepolisian selama 24 jam, masyarakat dapat menghubungi Call Center 110. (*)

Reporter: Vatawari

 

Artikel Polres Lingga Lakukan Patroli Humanis dan Dialogis Untuk Ciptakan Rasa Aman bagi Masyarakat pertama kali tampil pada Kepri.

Permintaan Turun, Omzet Pedagang Daging di Batam Ikut Merosot Pascaleberan

0
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

batampos – Usai Lebaran, sejumlah pedagang daging di Kota Batam mulai merasakan penurunan omzet yang cukup signifikan akibat turunnya permintaan. Kondisi ini turut mendorong harga daging sapi berangsur turun, setelah sempat melonjak menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Permintaan turun sampai 60 persen dibanding sebelum Lebaran,” ucap Yudi, salah satu pedagang di Pasar Viktoria, Sabtu (6/4).

Menurutnya, saat momen Lebaran, lonjakan permintaan membuat harga daging sapi es sempat menyentuh di atas Rp100 ribu per kilogram. Namun saat ini, harga rata-rata mulai kembali ke kisaran Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram, tergantung kualitas daging yang dijual.

“Pas Lebaran kemarin harga naik karena permintaan tinggi. Harga dari pemasok juga naik, ditambah biaya operasional kami ikut naik. Kami harus menggaji karyawan dua kali lipat,” tambah Wawan, pedagang lainnya.

Ia menjelaskan, harga daging sapi di pasaran cukup bervariasi. Ada yang dijual Rp98 ribu untuk kualitas rendah, dan bisa lebih dari Rp100 ribu untuk kualitas premium. Namun, rata-rata saat ini berkisar di angka Rp95 ribu per kilogram.

Meski penjualan daging sapi menurun, permintaan daging ayam justru masih terpantau cukup stabil. Wawan menyebut, ayam beku dijual Rp35 ribu per kilogram, ayam segar ukuran besar Rp40 ribu, dan ayam kecil bahkan lebih mahal di harga Rp42 ribu per kilogram.

Di sisi pembeli, Yani, warga Batuaji yang ditemui saat berbelanja di pasar, mengaku masih membeli daging untuk keperluan Lebaran. Ia membeli satu kilogram daging sapi cincang untuk menjamu tamu yang datang bersilaturahmi.

“Tadi beli satu kilo, cincang, karena masih ada tamu. Masaknya tambah lagi,” ujarnya.

Sementara itu, harga bahan pokok lain seperti bawang masih cenderung stabil. Namun, berbeda halnya dengan cabai yang mengalami kenaikan cukup tajam pascaleberan.

Pedagang cabai, Adha, mengungkapkan harga cabai merah kini menembus angka Rp78 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai hanya sekitar Rp55 ribu.

“Kenaikan ini cukup berdampak ke pembeli. Yang biasanya beli satu kilo, sekarang cuma setengah kilo, bahkan ada yang seperempat kilo saja,” jelas Adha.

Meski harga cabai naik, harga bawang merah dan bawang putih relatif stabil. Bawang merah asal Jawa dijual Rp38 ribu per kilogram, sementara bawang putih impor hanya Rp20 ribu per kilogram.

Adha menambahkan, aktivitas pasar saat ini masih belum seramai sebelum Lebaran. Banyak warga masih mudik, sehingga pembeli di pasar cenderung sepi.

“Pasar masih sepi. Mungkin nanti setelah liburan baru ramai lagi,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Y

Artikel Permintaan Turun, Omzet Pedagang Daging di Batam Ikut Merosot Pascaleberan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemancing Hilang di Perairan Belakang Padang, Basarnas Lakukan Pencarian

0

batampos – Seorang pria bernama Willy Pakpahan, 28, warga Lubuk Baja, Kota Batam, dilaporkan hilang usai terjatuh dari speed boat saat memancing di perairan Pulau Belakang Padang. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang melalui Pos SAR Batam langsung merespons laporan tersebut dengan mengerahkan tim penyelamat ke lokasi kejadian, Minggu (6/4).

Kepala Pos SAR Batam, Dedius, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi hilangnya korban dari kakak kandung korban, Kety, pada Minggu (6/4) pukul 07.13 WIB. Berdasarkan laporan yang diterima, korban pergi memancing pada Rabu (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Namun keesokan harinya, Kamis (3/4) sekitar pukul 08.00 WIB, seorang teman korban datang ke rumah dan menyerahkan telepon genggam milik korban sambil mengabarkan bahwa korban jatuh dari perahu saat memancing di perairan sekitar Belakang Padang.

“Setelah menerima laporan resmi pada Minggu pagi, kami langsung berkoordinasi dengan Polairud Polda Kepri dan unsur terkait untuk melakukan operasi pencarian,” ujar Dedius.

Tim Search and Rescue Unit (SRU) dari Pos SAR Batam yang terdiri dari lima personel dikerahkan menggunakan armada RIB 03 Batam. Mereka bergerak dari Dermaga Basarnas Sekupang menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 5 nautical mile (NM), dengan estimasi waktu tempuh sekitar 30 menit. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 08.05 WIB dan langsung memulai proses pencarian.

Dalam operasi ini, unsur SAR yang terlibat antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Pos SAR Batam, Polairud Polda Kepri, serta masyarakat setempat.

“Adapun peralatan yang digunakan meliputi satu unit RIB 03 Batam, satu set drone thermal, satu unit Aquaeye (alat pendeteksi bawah air), alat komunikasi, tas penolong (responder bag), serta perlengkapan evakuasi lainnya,” tambahnya.

Dedius menambahkan, pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus laut.

“Cuaca saat ini terpantau cerah berawan disertai hujan ringan. Kecepatan angin berkisar 5 hingga 7 knot, tinggi gelombang antara 0,4 sampai 0,9 meter, dan arus laut mengarah ke selatan dengan kecepatan 0,15 hingga 0,81 meter per detik,” jelasnya.

Meski cuaca cukup bersahabat, hingga berita ini diturunkan, korban belum berhasil ditemukan. Tim SAR terus melakukan penyisiran di area yang dicurigai sebagai lokasi jatuhnya korban.

“Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal. Semoga korban segera ditemukan dalam keadaan selamat,” harap Dedius. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pemancing Hilang di Perairan Belakang Padang, Basarnas Lakukan Pencarian pertama kali tampil pada Metropolis.