Bhabinkamtibmas Kelurahan Toapaya Asri, Bripka Agung Nurul Kurniawan setelah memasang spanduk untuk mengingatkan masyarakat agar waspada saat melakukan aktivitas di sepanjang area Waduk Gesek. F.Kiriman Jul Ilham untuk Batam Pos.
batampos– Polisi melarang masyarakat berenang atau memancing di sekitar area Waduk Gesek yang berada di Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan setelah kemunculan buaya.
Kapolsek Gunung Kijang Iptu Jul Ilham melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Toapaya Asri, Bripka Agung Nurul Kurniawan mengatakan, beberapa hari lalu viral video di media sosial terkait kemunculan buaya di waduk Gesek.
Oleh sebab itu, dia memasang spanduk untuk mengingatkan masyarakat agar hati-hati dan waspada jika melakukan aktivitas di sepanjang area Waduk Gesek.
“Kita berharap masyarakat tidak berenang ataupun memancing di area waduk demi menjaga keselamatan bersama,” imbuhnya.
Sementara Kapolsek Gunung Kijang, Iptu Jul Ilham mengimbau ke masyarakat apabila melihat kemunculan buaya agar berhati-hati dan tidak menangkapnya sendiri karena dapat membahayakan diri sendiri.
“Sebaiknya menghubungi pihak terkait untuk menanganinya,” imbuhnya. (*)
batampos – Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.) (IDX:SRAJ) memperkuat kerja sama klinis dengan Apollo Hospitals India melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Acara ini dihadiri oleh Chairman & Group CEO Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, dan Joint Managing Director Apollo Hospitals, Dr. Sangita Reddy, pada Sabtu, 25 Januari 2025, di New Delhi, India. Seremoni ini turut disaksikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.
Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari kunjungan kenegaraan yang melibatkan pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, serta berbagai acara seperti Hari Republik India ke-76 dan CEO Forum Indonesia-India.
Kerja sama ini merupakan kolaborasi nyata sektor swasta kedua negara dalam mendukung sektor kesehatan. Kesepakatan tersebut juga selaras dengan kerja sama strategis antara Kementerian Kesehatan Indonesia dan Kementerian Kesehatan serta Kesejahteraan Keluarga Republik India. Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo mengatakan, “Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk kesehatan, investasi, energi, AI, digital IT, dan lainnya.”
Fokus kerja sama ini meliputi penerapan teknologi di Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH), yang akan dibangun di Batam, serta pengembangan layanan Tele-Radiologi, E-ICU, Artificial Intelligence, dan pertukaran keahlian medis.
Jonathan Tahir, Chairman & Group CEO Mayapada Healthcare, menyatakan, “Kolaborasi ini membawa visi kami lebih dekat untuk menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia.”
Dr. Sangita Reddy dari Apollo Hospitals menambahkan, “Kemitraan global seperti ini memungkinkan kami menghadirkan inovasi kesehatan terkini di Indonesia.”
Dengan kerja sama ini, Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals berkomitmen meningkatkan kapabilitas operasional dan akses layanan kesehatan berkualitas, menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem kesehatan yang tangguh di Indonesia. (*)
batampos – Denada langsung terbang ke Banyuwangi, Jawa Timur ketika dikabari ibundanya, Emilia Contessa meinggal dunia.
Denada mengaku ingin melihat wajah ibunya untuk terakhir kali sebelum dimakamkan.
Menurut Risna Ories selaku manajer, Denada tidak membawa serta buah hatinya, Aisha, saat terbang ke Banyuwangi Jawa Timur. Aisha saat ini berada di Singapura.
“Untuk saat ini posisi Mbak Dena dalam perjalanan ke Banyuwangi. Aisha ada di Singapura. Mbak Dena ke Banyuwangi sendiri,” ujar Risna Ories, manajer Denada, dalam wawancara virtual tadi malam, Senin (27/1).
Terkait alasan Denada tidak membawa buah hatinya ke Banyuwangi, Risna Ories enggan memberikan alasannya. Menurut dia, biar nanti Denada yang memberikan penjelasan secara langsung.
Risna Ories juga enggan menjelaskan terkait lokasi pemakaman ibunda Denada. Menurutnya, informasi tersebut menjadi kewenangan pihak keluarga untuk memberikan penjelasan.
Kini Denada sudah tiba di Banyuwangi setelah menempuh perjalanan 2 jam penerbangan dan sekitar 7 jam perjalanan darat. Risna Ories memperlihatkan foto Denada langsung bersimpuh di hadapan jenazah ibunya setibanya di rumah duka.
“Akhirnya kamu sampai Banyuwangi juga, dan kamu langsung duduk mendoakannya. Aku tahu hati kamu hancur saat ini,” tulis Risna Ories, manajer Denada, dalam unggahannya di Instagram Story.
“Aku juga tahu 2 jam flight 7 jam drive yang kamu tempuh untuk bertemu orang terkasihmu dipenuhi dengan air mata. Kamu orang yang aku kenal sangat care, penurut, dan sangat dekat dengan orang tua,” imbuhnya.
Risna Ories bersaksi bahwa Denada sangat sayang dan dekat dengan ibunya selama ini. Oleh karena itu, meninggalnya Emilia Contessa merupakan hal yang sangat menyedihkan bagi Denada.
“Pasti kehilangan ini sangat membuatmu terpukul. Tapi aku yakin kamu insya Allah bisa melewati kehilangan yang dalam ini. Yang kuat ya. Kamu nggak sendirian kok. Ada Allah yang selalu menemanimu,” kata Risna Ories berusaha menguatkan Denada.
Diketahui, Emilia Contessa, ibunda Denada, meninggal dunia pada Senin (27/1) di RSUD Blambangan Banyuwangi sekitar pukul 18.00 WIB. Penyanyi senior berjuluk Singa Panggung Asia itu mengembuskan napas terakhir di usia 67 tahun.
Emilia Contessa meninggal dunia setelah cukup lama berjuang melawan penyakit diabetes dan darah tinggi dideritanya. Dokter yang menangani menyatakan, Emilia meninggal setelah mengalami gagal jantung. (*)
Kejuaraan push bike bukan sekadar ajang balap, namun sebagai sarana edukatif yang menyenangkan. Menciptakan sportivitas dan meningkatkan rasa percaya diri pada anak.
***
Kejuaraan Holiday Fun Race 2025 di lapangan Pamedan Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar
Push bike atau balance bike merupakan sepeda tanpa pedal yang dirancang khusus untuk anak-anak berusia 2 hingga 6 tahun. Sepeda ini membantu anak-anak melatih keseimbangan sebelum beralih ke sepeda pedal.
Popularitas push bike atau balance bike semakin meningkat seiring dengan banyak digelarnya berbagai kejuaraan di berbagai daerah termasuk di Tanjungpinang. Diprediksi permainan ini akan terus berkembang dan menjadi olahraga populer bagi anak-anak di masa depan.
Kejuaraan push bike menjadi ajang kompetitif yang menyenangkan bagi anak-anak. Dapat melatih keterampilan berkendara dan menunjukkan sportivitas serta pengembangan mental bagi anak-anak.
Selain itu, push bike juga dapat melatih keseimbangan dan koordinasi serta motorik anak. Bermain push bike membuat anak-anak belajar mengendalikan keseimbangan tubuh. Kemudian dapat meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dalam belajar menghadapi tantangan dan meraih kemenangan.
Selanjutnya, mengikuti kejuaraan push bike juga dapat menumbuhkan semangat sportivitas. Anak-anak belajar menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap positif dan sportif.
Bermain push bike, anak belajar menyeimbangkan tubuh dan mengendalikan gerakan, yang memberi rasa percaya diri dan melatih kemandirian tanpa bantuan orang tua.
Tak hanya itu, bermain push bike juga mengurangi rasa takut. Anak belajar dengan cara yang lebih aman dan alami tanpa takut jatuh dari ketinggian seperti pada sepeda pedal.
Seiring dengan latihan yang konsisten, anak akan semakin berani untuk melaju lebih cepat atau menghadapi berbagai situasi yang memperkuat rasa percaya diri anak.
Oleh karena itu, banyaknya manfaat bermain push bike, semakin banyak orang tua yang menyertakan anak-anaknya yang berusia 2 tahun hingga 6 tahun, untuk mengikuti turnamen push bike.
Bagi orang tua yang ingin mengembangkan keterampilan motorik anak sejak dini dan meningkatkan kepercayaan diri pada anak, mengikuti kejuaraan push bike menjadi pilihan yang tepat.
Kejuaraan Holiday Fun Race Tanjungpinang 2025 Diikuti 35 Pembalap Cilik
Sebanyak 35 anak di Tanjungpinang mengikuti Kejuaraan Holiday Fun Race 2025 di lapangan Pamedan Tanjungpinang, Minggu (26/1). Puluhan pembalap cilik dari Tanjungpinang, Batam dan Malaysia antusias mengikuti ajang balap yang digelar komunitas Pedal Hikers Tanjungpinang ini.
Turnamen push bike ini dibagi berdasarkan usia. 2 tahun hingga 3 tahun menjadi peserta pemula. Usia 4 hingga 5 tahun menjadi peserta menengah dan usia 6 tahun menjadi peserta lanjutan.
Aturan dalam turnamen cukup ketat mencakup penggunaan helm dan perlengkapan keselamatan pelindung tubuh. Lintasan balap berupa trek lurus atau berkelok dengan rintangan ringan. Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan mencapai garis finis.
Berbeda dengan balapan pada umumnya yang penuh dengan aroma bensin, oli dan suara knalpot, pada arena Kejuaraan Fun Race Tanjungpinang 2025 ini, penuh dengan aroma minyak bayi (baby oil) dan bedak bayi. Selain itu, sebelum turun bertanding, sejumlah orang tua peserta mempersiapkan popok untuk anak-anaknya.
Tampak seperti pembalap profesional, para peserta anak ini juga melengkapi keamanan diri dengan menggunakan baju khusus balapan (wearpack), helm balap serta menggunakan pelindung keselamatan tubuh.
Hari itu, puluhan pembalap cilik bersaing menjadi yang tercepat. Aksi balap itu tidak dibubarkan oleh pihak kepolisian sebab menjadi ajang balap resmi. Sejumlah penonton pun antusias penuh keseruan menyemangati para pembalap cilik tersebut.
Para pembalap cilik ini tentunya tidak mengadu kencang dengan menarik tali gas seperti balapan motor. Namun dengan sekuat tenaga mengayunkan kaki sehingga membuat balance bike andalan melaju kencang menuju garis finis.
Sejumlah pembalap cilik yang menjadi peserta akhirnya berhasil menyelesaikan bapalan dan mencapai garis finis serta menjadi juara pada Kejuaraan Holiday Fun Race Tanjungpinang 2025.
Ketua Panitia Holiday Fun Race Tanjungpinang 2025 yakni Ari, mengatakan kejuaraan ini sebagai sarana edukatif untuk mendidik dan mengenalkan dunia balap kepada anak-anak sedini mungkin.
Selain itu, kejuaraan Holiday Fun Race ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri pada anak hingga melahirkan bibit-bibit pembalap unggul berbakat yang menjunjung tinggi sportivitas.
“Kejuaraan ini diharapkan dapat melahirkan pembalap potensial yang dapat mengharumkan nama Kepri di ajang balap nasional maupun internasional,” jelasnya.
Ari menambahkan, ajang balap push bike ini, terdiri dari beberapa kategori peserta. Mulai dari anak kelahiran tahun 2018 hingga tahun 2022.
“Turnamen balap usia dini ini dikuti oleh 35 peserta anak yang berasal dari Tanjungpinang, Batam hingga peserta dari Malaysia,” katanya. (*)
Yu Sheng Asian Salad ala Chef Devina Hermawan. (youtube @devinahermawan)
batampos – Yu Sheng atau Prosperity Toss Salad adalah salah satu hidangan menyambut Tahun Baru Imlek.
Tak hanya menggugah selera, Yu Sheng sarat simbol dan makna.
Bahkan masing-masing sayuran yang ada dalam Yu Sheng ini mempunyai makna berbeda yang jika disatukan akan bermakna keberuntungan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.
Misalnya lobak putih yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran, atau wortel yang melambangkan emas dan kekayaan.
Dengan sentuhan dressing Asia, Yu Sheng menyajikan keseimbangan rasa perpaduan manis, asam, dan gurih yang menggugah selera.
Kuncinya adalah pilih bahan-bahan yang berkualitas, misalnya salmon segar untuk mendapatkan rasa terbaik.
Sayuran pun pilih yang segar sehingga memberikan tekstur renyah yang nikmat saat disantap.
Bahkan untuk dressing salad, Anda bisa menyesuaikan dengan selera. Jika suka rasa yang lebih manis, tambahkan sedikit gula pasir pada saus. Sebaliknya, jika ingin rasa lebih asam, tambahkan cuka beras.
Tips lainnya, supaya salmon terasa lembut dan kaya rasa, Chef Devina Hermawan menyarankan memakai proses curing pada salmon dengan garam dan gula.
Chef Devina Hermawan menghadirkan resep Yu Sheng ini dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisionalnya.
Intip resep Yu Sheng (untuk 7-8 Porsi) dari kanal YouTube Devina Hermawan berikut:
Bahan untuk Cured Salmon:
250 gram salmon
1 sdm garam
2 sdm gula
Bahan Utama:
1 buah lobak ukuran sedang
1 buah wortel
1 buah timun kyuri
1 buah ubi ungu ukuran sedang
2 batang daun bawang
1 buah paprika merah
100 gram mangga muda
2 buah jeruk bali
5 lembar kulit pangsit
30 gram kacang mede panggang, cincang
Bahan untuk Asian Dressing:
4 sdm plum sauce atau sambal Bangkok
2,5 sdm minyak wijen
4-5 sdm cuka beras
4,5 sdt gula pasir
1,5 sdm air jahe
1,5 sdm air bawang putih
1/3 sdt garam
1/3 sdt kaldu bubuk
Cara membuat Yu Sheng:
1. Persiapkan Cured Salmon
Pisahkan kulit salmon terlebih dahulu. Kemudian taburkan garam dan gula pasir di seluruh permukaan daging salmon. Bungkus dengan plastic wrap dan simpan di kulkas selama 1-2
jam agar rasa meresap dengan sempurna. Setelah itu, bilas salmon dengan air bersih, keringkan dengan tisu dapur, dan iris tipis-tipis.
2. Iris dan Rendam Sayuran
Iris tipis semua sayuran seperti lobak, wortel, timun, paprika merah, dan daun bawang. Setelah itu, rendam irisan sayuran di dalam air es agar tetap segar dan renyah saat disajikan.
Potong tipis mangga muda dan ubi ungu. Panaskan sedikit minyak di wajan, lalu tumis irisan ubi ungu hingga matang dan mengkilap. Sementara itu, iris tipis kulit pangsit dan goreng dalam minyak panas hingga berwarna kecokelatan. Tiriskan.
4. Buat Asian Dressing
Campurkan plum sauce atau sambal Bangkok dengan cuka beras, minyak wijen, gula pasir, air jahe, air bawang putih, garam, dan kaldu bubuk. Aduk rata hingga menjadi saus yang harum dan menggugah selera.
5. Susun dan Sajikan
Susun semua bahan di atas piring saji besar. Mulai dari sayuran segar, ubi ungu, salmon, jeruk bali, kulit pangsit goreng, hingga taburan kacang mede panggang. Siramkan dressing di atasnya, lalu aduk bersama-sama sebelum disajikan.
Dalam perayaan Imlek, proses mengaduk salad bersama keluarga juga menjadi simbol kebersamaan dan doa bersama untuk masa depan yang lebih baik. (*)
Nelayan mencari ikan dingkis di kelong miliknya di pulau Pecong, Senin (27/1). Para nelayan di pulau tersebut banyak yang berburu ikan dingkis karena menjelang imlek harganya dihargai mahal. Foto-foto: Cecep Mulyana/Ari/Batam Pos
batampos – Tidak seperti perburuan ikan lainnya yang mengandalkan alat modern, perburuan dingkis dilakukan dengan cara tradisional. Para nelayan hanya menggunakan kayu, jaring, dan bubu sebagai alat tangkap.
Namun, hasilnya tidak bisa diprediksi. Untung-untungan. Ada kalanya bubu penuh dengan ikan dingkis, namun tidak jarang juga pulang dengan tangan kosong.
Meski penuh ketidakpastian, nelayan tetap antusias menanti momen ini.
Ikan dingkis memang memiliki daya tarik tersendiri, terutama saat mendekati Imlek. Harga ikan ini melambung hingga Rp400 ribu per kilogram, terutama jika ikan tersebut bertelur. Ukuran telur dan besar kecilnya ikan menjadi penentu harga yang membuat para nelayan berlomba-lomba mencari tangkapan terbaik.
Menariknya, ikan dingkis sebenarnya bertelur tiga kali dalam setahun. Namun, masa menjelang Imlek selalu menjadi waktu yang istimewa. ”Ikan dingkis ini seperti berkah di kala Imlek. Kalau dapat banyak, rezeki nelayan juga banyak,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmadji, kepada Batam Pos, Senin (27/1).
Tradisi perburuan dingkis bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga sarat akan nilai-nilai budaya. Suara gelak tawa nelayan, gemuruh ombak, hingga cerita-cerita yang dibagikan di atas perahu menjadi warna yang melengkapi suasana. Semangat dan doa terus mereka panjatkan agar bubu yang terangkat dari dasar laut membawa banyak rezeki.
”Semalam (kemarin) tak dapat, hari ini begini. Air keruh pula. Belum ada dapat seekor dingkis pun,” kata salah seorang nelayan yang ditemui Batam Pos di Perairan Pulau Pecong, Jali.
Dia mengatakan, isu buaya juga membuatnya merasa waswas. Sehingga, dia tak sendirian untuk memanen dingkis. ”Sama anak,” ucapnya singkat.
Hal senada diucapkan Tayib. Isu buaya juga membuatnya agak takut-takut. Meskipun begitu, panen dingkis adalah sebuah keharusan. Harga dingkis, kata Tayib, sekitar 27 dolar Singapura (SGD) per kilogramnya atau setara Rp300 ribuan.
”Mau tak mau panen. Tak sebanyak semalam (kemarin),” ujarnya.
Dia mengatakan, ikan dingkis dipanennya Minggu (26/1) seberat 30 kilogram. Ikan tersebut didapatnya dari empat kelong miliknya. ”Keberuntungan lagi tak bagus,” tuturnya diiringi gelak tawa.
Namun, keberuntungan kemarin (27/1), tak menjadi alasan baginya tak memanen dingkis hari ini. Waktu panen dingkis masih ada sekitar dua hari lagi.
Tayib optimistis, esok atau lusa, ikan dingkis didapatnya akan jauh lebih banyak dan besar. Sikap optimistis bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun, ikan dingkis akan jauh lebih besar dan banyak didapat di H-1 dan hari H imlek.
”Telur-telurnya bisa lebih besar. Semoge saje,” ucap dengan dialek Melayu yang cukup kental. Bagi masyarakat Tionghoa, ikan dingkis diolah untuk berbagai jenis makanan khas Imlek. Masyarakat Melayu pesisir juga memiliki olahan khas, salah satunya ikan dingkis masak lengse.
Kak Tien, begitulah panggilan akrab perempuan yang ditemui di Pulau Pecong. Dia mengatakan, ada tiga cara umum dalam mengolah ikan dingkis.
”Lengse (digoreng dengan minyak yang minim), bakar, dan asam pedas,” ucapnya.
Tiga cara pengolahan ikan dingkis ini, sama-sama sedapnya. Dia mengatakan, ikan dingkis di kala Imlek agar berbeda dibanding periode lainnya.
”Ikannya tak terlalu amis, dan punya telur-telur yang lezat,” ujarnya.
Batam Pos berkesempatan menyicipi olahan ikan dingkis khas Kak Tien, yang menyimpan cita rasa autentik masya-rakat pesisir. Siang itu (27/1), aroma asap dari pemangga-ngan ikan sudah menguar bahkan sebelum ikan matang.
Kak Tien dengan cekatan membakar ikan dingkis yang baru saja ditangkap dari kelong. ”Ini cuma bumbu sederhana, perasan jeruk sama garam saja,” katanya sembari membolak-balik ikan di atas bara.
Begitu ikan matang, warna cokelat keemasan dengan sedikit gosong di tepinya tampak menggoda. Saat dicicipi, sensasi smoky berpadu dengan legitnya ikan segar langsung menyeruak. Meski hanya dengan bumbu sederhana, rasa ikan dingkis bakar ini sungguh maknyos.
”Bumbu tak perlu banyak, yang penting ikan segar,” ujar Kak Tien sambil tersenyum.
Selain dibakar, Kak Tien juga menghidangkan ikan dingkis masak lengse. Teknik memasak lengse ini khas Melayu, yakni dengan menggoreng ikan menggunakan sedikit minyak. Hasilnya, tekstur ikan menjadi pas, tidak terlalu kering, tetapi tetap lembut.
Saat suapan pertama, rasa manis dan gurih ikan dingkis terasa dominan. Ditambah sambal asam khas Pulau Pecong, hidangan sederhana ini menjadi luar biasa. Nasi panas, sambal asam, dan ikan lengse ini sudah lebih dari cukup untuk bikin kenyang, bahagia. Makanan ini tak hanya tentang rasa, tetapi juga tentang pe-ngalaman, cerita, dan kehangatan tradisi pesisir yang akan selalu diingat.
Namun, makan ikan dingkis saat Imlek, kata Tien, pahit. Istilah ini bukan merujuk ke rasa. Tapi, bagi masyarakat Melayu istilah ini merujuk akan harga ikan dingkis.
”Pahitt. Harganya mahal, bagus dijual. Paling kita makan seekor atau dua ekor je. Selebihnya jual, nanti makan dingkis pas tak Imlek saje,” ucapnya.
Ikan dingkis menjadi komoditas paling menjanjikan di kala Imlek. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmadji. ”Nilai ekspornya luar biasa jelang Imlek, jika dibandingkan bulan lainnya,” ucap Yudi.
Yudi mengatakan, berdasarkan data Dinas Perikanan Batam di 2024, periode Januari hingga Maret nilai ekspor ikan dingkis mencapai Rp16,4 miliar. ”Periode penjualan ikan dingkis memang saat di Januari, Februari dan Maret,” ujarnya.
Data Dinas Perikanan Batam menunjukkan, pada Januari 2024 sebanyak 7.540 kilogram ikan dingkis diekspor ke Singa-pura. Angka itu melonjak menjadi 23.145 kilogram di Februari, dan mencapai 1.091.404 kilogram pada Maret.
Sementara di bulan lainnya, seperti April dan Mei rata-rata ekspor sekitar 6 ribuan kilogram ikan dingkis. ”Juni sama Desember diekspor 3.500 sampai 4.000 kilogram ikan dingkis,” tuturnya.
Komoditas dingkis, menjadi salah satu andalan eskpor sektor perikanan di Januari dan Maret. Sehingga hal ini membuat nelayan mendirikan ratusan kelong dingkis. ”Jumlah ini bisa bertambah. Sebab, untuk membangun satu kelong biayanya mulai dari Rp10 jutaan. Sementara untungnya lumayan. Sebab, sekali buat kelong bisa tahan hingga 4 atau 5 tahun,” ucap Yudi.
Saat musim dingkis, menjadi berkah tersendiri bagi nelayan di Batam. Akibat dingkis, beberapa nelayan bisa menunaikan hajatnya, naik haji, sekolahkan anak, umrah atau menabung.
”Tapi di musim kali ini, agak takut-takut juga para nelayan. Buaya menjadi ancaman. Banyak nelayan tak sendirian, mereka bawa anak atau sanak saudaranya,” ucap Yudi.
Sebab, untuk panen dingkis ini harus menyelam, demi memastikan ikan sudah masuk perangkap bubu. Sementara, isu buaya agak membuat nelayan khawatir untuk panen dingkis.
”Apalagi air keruh, pasti tak kelihatan apa yang ada di dalam air,” tuturnya.
Dia berharap panen dingkis ini berjalan normal. Sehingga, masyarakat nelayan bisa memanen maksimal dingkis-dingkis yang penuh berkah tersebut. (*)
Dikbud Kabupaten Karimun sedang rapat dengan para kepala sekolah negeri SD dan SMP terkait aturan tidak boleh lagi membayar gaji guru honorer dari APBD . f.dikbud Karimun
batampos– Ada ratusan guru honorer di tingkat SD dan SMP negeri di Kabupaten Karimun Bakal dirumahkan. Hal ini tentunya terkait dengan aturan bahwa pemerintah daerah dilarang membayar gaji pegawai non ASN atau honorer melalui APBD.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Karimun, Husin yang dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, sejak minggu lalu pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah SD dan SMP negeri di Kabupaten Karimun membahas masalah guru honorer, karena ketentuan yang berlaku pembayaran gaji honorer tidak diperbolehkan lagi.
”Tenaga guru honorer masih dibutuhkan tentunya untuk membantu tugas-tugas mendidik di sekolah. Baik SD dan SMP negeri. Dengan adanya ketentuan tidak boleh lagi membayar gaji honorer dari APBD, maka kita mencoba untuk mencari solusinya agar para guru honorer tersebut bisa mengajar di sekolah,” ujarnya.
Untuk itu, katanya, pihak Dikbud sedang melakukan koordinasi dengan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) sebagai salah satu solusi untuk mempekerjakan guru honorer yang masih dibutuhkan. Dan sumber gajinya bisa dibayarkan melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).
”Kita melihat aturan untuk dana BOS dapat digunakan untuk membayar gaji guru honorer. Namun, tentunya penggunaan dana BOS untuk gaji guru honorer ini memiliki beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan. Misalnya persentase maksimum yang bisanya, terdapat batasan persentase tertentu dari total dana BOS yang boleh digunakan untuk gaji guru honorer,” paparnya.
Kemudian, lanjutnya, ada juga persyaratan guru honorer yang tidak semua guru honorer dapat dibiayai dari dana BOS. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti terdaftar di Dapodik, belum menerima tunjangan profesi guru dan lainnya. Yang jelas, tujuan penggunaan dana BOS secara umum ditujukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. Penggunaan dana BOS untuk gaji guru honorer harus tetap sejalan dengan tujuan tersebut, yaitu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. (*)
batampos – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyatakan bahwa sertifikat halal dapat mendorong peningkatan produktivitas serta menciptakan lapangan kerja baru. Kepala BPJPH, Haikal Hassan, menjelaskan bahwa sertifikasi halal tidak hanya membantu pengusaha meningkatkan omzet, tetapi juga membuka peluang bagi pendamping produk halal untuk memperoleh penghasilan yang layak.
“BPJPH terus mengedukasi pemerintah daerah dan para pelaku usaha bahwa memiliki sertifikat halal bisa meningkatkan produktivitas dan penjualan, serta membuka lapangan kerja baru,” ujar Haikal dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/1).
Menurut Haikal, pada 2025, BPJPH akan mengalokasikan dana dari APBN untuk membantu 1,2 juta pelaku usaha mikro dan kecil mendapatkan sertifikat halal. Selain itu, ada juga dukungan dari berbagai pihak seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta CSR dari BUMN dan sektor swasta untuk memfasilitasi pelaku usaha mendapatkan sertifikat halal secara gratis.
Ke depan, BPJPH juga memberi kesempatan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil untuk mengurus sertifikat halal secara mandiri dengan biaya yang sangat terjangkau, hanya sebesar Rp230.000. Pada tahun 2025, BPJPH menargetkan dapat memberikan tiga juta sertifikat halal baru untuk pelaku UMK.
“Program ini akan menciptakan peluang kerja besar bagi para Pendamping Proses Produk Halal (P3H), yang bertugas membantu pelaku UMK memperoleh sertifikat halal,” ujar Haikal. Setiap pendamping akan menerima honor sebesar Rp150.000 untuk setiap sertifikat halal yang berhasil dibantu prosesnya.
Jika seorang pendamping dapat membantu 30 sertifikat halal dalam sebulan, ia akan memperoleh penghasilan sekitar Rp4.500.000, yang lebih tinggi dari UMR di banyak kota di Indonesia.
Selain itu, Haikal juga memproyeksikan bahwa produktivitas UMK akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya produk halal yang diterima pasar, bahkan sudah banyak produk halal dari UMK yang berhasil diekspor ke luar negeri setelah memperoleh sertifikat halal dari BPJPH. (*)
batampos – Lama tidak terdengar kabarnya sejak meninggalkan Bhayangkara FC musim lalu, Radja Nainggolan muncul dengan berita negatif. Mantan gelandang AS Roma dan Inter Milan berusia 36 tahun itu ditangkap Kepolisian Brussel, Belgia, Senin (27/1) pagi waktu setempat atas kasus perdagangan kokain.
Seperti dilansir Corriere della Sera, Nainggolan yang musim ini memperkuat klub kasta kedua liga Belgia, KSC Lokeren-Temse, diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan kokain dari Amerika Latin via Pelabuhan Antwerp.
Sekitar 30 rumah di wilayah Antwerp dan Brussel pun telah digerebek polisi.
”Penangkapan Nainggolan adalah bagian dari penyelidikan luas terhadap kejahatan terorganisasi yang berfokus pada distribusi kokain di Belgia. Saat ini interogasi masih berlangsung,” kata jaksa Julien Moinil dari Kantor Kejaksaan Umum Brussel seperti dikutip Mundo Deportivo.
Penangkapan itu hanya berselang tiga hari setelah dia menjalani debut bersama KSC Lokeren-Temse. Dalam laga itu, dia mencetak gol ”Olimpico”, proses gol secara langsung lewat sepak pojok. Itu seakan jadi awal baik Nainggolan setelah sempat ”nganggur” dari sepak bola selama setengah tahun.
Lebih lanjut, laporan dari media Belgia GVA menyebut bahwa Nainggolan kini akan didampingi pengacaranya, Omar Souidi. Laporan itu juga menyebut bahwa mobil Smart Brabus miliknya juga diderek pihak kepolisian.
Sementara itu, KSC Lokeren-Temse mengonfirmasi bahwa Nainggolan tidak mengikuti latihan tim. Pesepak bola kelahiran Antwerp, Belgia, itu sebelumnya dipastikan absen dalam laga tunda lanjutan Challenger Pro League melawan Eupen pada Selasa waktu setempat.
”Karena penyelidikan masih berlangsung, kepolisian tidak mau dan tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut. Mereka menghormati asas praduga tak bersalah,” bunyi pernyataan resmi klub via The Sun. ”Sebagai klub, kami setuju dengan ini. Kami dapat mengonfirmasi bahwa pemain itu tidak hadir dalam latihan pagi ini (kemarin, red),” imbuhnya.
Sebelum diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan kokain, Nainggolan juga dikenal sebagai pemain yang cukup kontroversial. Dia secara terbuka pernah mengaku bahwa dirinya sedang dalam perjuangan melawan adiksi terhadap alkohol dan rokok.
Pada 2017, surat izin mengemudinya juga pernah dicabut karena ketahuan mengemudi dengan kadar alkohol empat kali lebih tinggi dari batas yang diizinkan. Ketika perayaan tahun baru di tahun yang sama, dia juga kedapatan tengah live Instagram sambil minum alkohol, merokok, dan mengumpat. (*)
Pekerja mengawasi proses muat minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) ke dalam kapal tanker untuk diekspor ke luar negeri.
F. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/Spt
batampos – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah berencana mengalihkan seluruh minyak mentah yang sebelumnya akan diekspor untuk diproses di kilang-kilang dalam negeri. Langkah ini diambil untuk meningkatkan produksi bahan bakar minyak (BBM) nasional dan mendukung swasembada energi.
Bahlil menjelaskan, selain minyak mentah yang tadinya direncanakan untuk ekspor, pemerintah juga akan mengolah minyak mentah dari kontraktor yang tidak memenuhi spesifikasi, dengan cara mencampurnya agar sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh kilang dalam negeri.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kami telah meminta kilang-kilang dalam negeri untuk mengolah semua minyak mentah, termasuk yang sebelumnya tidak memenuhi spesifikasi. Dengan begitu, ekspor crude oil dapat semakin berkurang,” jelas Bahlil di Jakarta, Senin (27/1).
Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah penting untuk mencapai tujuan swasembada energi serta menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kemandirian energi Indonesia. Ke depan, ekspor minyak mentah akan lebih difokuskan untuk mendukung kilang domestik agar lebih optimal dalam pengolahan.
Bahlil juga menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas dan fleksibilitas teknologi kilang-kilang dalam negeri. Kilang utama seperti Balikpapan, Cilacap, dan Dumai kini dapat mengolah berbagai jenis minyak mentah, termasuk yang sebelumnya tidak memenuhi standar. Selain itu, pembangunan kilang baru seperti Kilang Tuban dan Balongan juga terus didorong untuk memperbesar kapasitas pengolahan dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, diperkirakan ekspor minyak mentah pada tahun ini akan mencapai sekitar 28 juta barel, dengan 12-13 juta barel di antaranya akan dioptimalkan untuk menambah pasokan ke kilang dalam negeri. Kementerian ESDM juga meminta Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan PT Pertamina (Persero) untuk segera melaksanakan kebijakan tersebut.
“Kami mendorong SKK Migas, KKKS, dan Pertamina untuk memaksimalkan pengolahan minyak mentah domestik, agar memberikan nilai tambah bagi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor,” tambah Bahlil. (*)