
batampos– Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Selat Gelam sudah satu tahun lebih tidak kunjung beroperasi yang berbentuk kapal Roll on-Roll off (Ro-Ro) ini akan melayani rute Pulau Karimun-Pulau Parit melalui Pelabuhan Sri Tanjung Gelam. Dengan pagu anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 mencapai Rp 9.584.592.480, belum dapat dinikmati oleh masyarakat pulau untuk mengangkut hasil pertanian maupun transportasi.
Direktur Operasional PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) Aprilzal mengatakan, belum beroperasinya KMP Selat Gelam. Disebabkan, dalam proses serah terima dari Dinas Perhubungan kepada PT Pelabuhan Karimun (Perseroda).
BACA JUGA: KMP Selat Gelam akan Disewakan ke Pihak Ketiga
” Sabar dulu, urus administrasi serah terima aset dari Pemda Karimun (Dishub Karimun) kepada PT Pelabuhan Karimun (Perseroda),” terangnya, belum lama ini.
Selain itu, berdasarkan penghitungan penyewaan kapal tersebut masih sangat tinggi. Dimana biaya sewa per bulannya sekitar Rp2 juta. Maka itu, saat ini masih dilakukan perhitungan agar tertutup biaya sewa nantinya saat beroperasi.
” Kita lihat nantilah, solusinya bagaimana agar segera beroperasi KMP Selat Gelam. Semua harus diperhitungkan biaya operasional juga,” ungkapnya.
Terpisah sekretaris Dishub Karimun Suhaimi ketika dikonfirmasi Batam Pos, Jumat (4/4) menjelaskan, belum operasinya KMP Selat Gelam pada tahun 2024 lalu diakibatkan pelabuhan RoRo Parit Rempak dalam proses renovasi. Kemudian, penilaian dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) bahwasannya harganya terlalu tinggi sehingga Badan Usaha Pelabuhanan (BUP) Karimun dalam hal ini PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) tidak mampu untuk menyewa.
” Hasil penilaian dari KPKNL sudah kadaluarsa yang berakhir pada bulan November 2024 lalu,” jelasnya.
Sebab, lanjut Suhaimi lagi seharusnya KMP Selat Gelam sudah dapat dimanfaatkan dan disewakan. Selain itu pihaknya juga telah meminta bantuan tenaga ahli dari UIR Pekanbaru untuk memberikan penilaian terhadap pemanfaatan kapal tersebut sebelum dinilai kembali oleh KPKNL.
” Sekarang menunggu hasil itu keluar, diperkirakan setelah libur Idul Fitri 1446H, serta langkah terakhir kami akan meminta LO dari kejaksaan,” jawabnya.
Sementara pantauan dilapangan, kapal RoRo KMP Selat Gelam masih terparkir dipelabuhan Tanjung Gelam.(*)
Reporter: Tri Haryono
Artikel Anggaran Habis Rp 9,5 M, Sudah Satu Tahun, KMP Selat Gelam Tidak Beroperasi pertama kali tampil pada Kepri.









