
batampos– Jelang Imlek, harga sejumlah bahan pokok di Tanjungpinang terpantau naik dan masih cukup tinggi. Kenaikan harga itu dipengaruhi faktur cuaca butuh yang terjadi akhir-akhir ini.
Sejumlah bahan pokok seperti cabai keriting sebelumnya sempat menembus Rp96 ribu per kilogram. Kini, harga pasaran berkisar Rp82 ribu per kilogram. Sedangkan cabai nano, mencapai harga Rp105 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp90 ribu per kilogram. Harga kacang panjang kini seharga Rp22 ribu per kilogram. Sebelumnya seharga Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.
Kabid Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tanjungpinang Riyanto, mengatakan harga bahan pokok cukup tinggi diakibatkan oleh cuaca buruk.
BACA JUGA: Penasehat INTI Kepri Alex Eng : Ajak Masyarakat Karimun Rayakan Imlek dengan Suka Cita
“Bukan akibat adanya oknum pemain harga di pasaran,” tegasnya, Minggu (26/1).
Cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini, kata Riyanti, membuat distribusi pangan terganggu, sehingga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga.
Menurutnya, Tanjungpinang bukan daerah penghasil sehingga membuat dampak terganggunya distribusi ini langsung dirasakan masyarakat dan pedagang. Tingginya harga komoditas pangan di Tanjungpinang telag berlangsung sejak akhir tahun 2024 lalu.
Riyanto menyebut akibat hasil panen yang tidak maksimal di Pulau Jawa, pedagang akhirnya mendatangkan cabai dari daerah lain seperti Mataram, Aceh, dan Medan, sehingga membutuhkan biaya pengiriman yang lebih besar.
“Selain pengiriman yang jauh, faktor cuaca dan gagal panen juga mempengaruhi harga saat ini,” sebut Riyanto.
Kendati demikian, dari hasil pantauan di lapangan saat ini, beberapa komoditas pangan mulai mengalami penurunan harga, meskipun secara rata-rata masih cukup tinggi.
“Kami terus melakukan pemantauan rutin di lapangan agar tidak terjadi permainan harga oleh pedagang,” terangnya. (*)
Reporter: Yusnadi
Artikel Jelang Imlek, Harga Bahan Pokok Naik pertama kali tampil pada Kepri.









