Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 2127

Pemko Batam Bantu Korban Longsor di Tiban

0
Longsoir di Tiban Koperasi, 5 rumah terdampak. (F. Fiska Juanda / Batam Pos)

batampos – Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota Batam membantu korban longsor yang melanda kawasan Tiban, Senin (13/1). Bantuan awal berupa sembako, pakaian layak pakai, dan peralatan rumah tangga telah disalurkan kepada warga terdampak.

“Ini masih tahap awal. Nantinya akan kami bahas lebih lanjut untuk memberikan bantuan lanjutan,” ujar Kepala Dinas Sosial Batam, Leo Putra usai meninjau korban tanah longsor di Tiban Koperasi, Sekupang, Senin (13/1/2025).

Selain bantuan, Dinsos juga mendirikan dapur umum tak jauh dari lokasi longsor untuk mendukung kebutuhan warga. Leo menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar pemulihan pascabencana berjalan dengan lancar.

Hingga saat ini, tercatat lima rumah terdampak longsor, meski data pastinya masih terus diperbarui. “Ada beberapa rumah yang masih tertimbun. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Ketua RT04/RW07 Tiban Koperasi, Heriawan, menyebut longsor terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Ia mengonfirmasi total lima rumah terdampak, dengan tiga di antaranya mengalami kerusakan parah.

“Dari kejadian ini, kami berhasil mengevakuasi sembilan orang. Namun, dua korban meninggal dunia, sementara beberapa lainnya masih dalam pencarian,” ungkap Heriawan.

Sementara itu pantauan di lokasi, proses evakuasi masih terus berlangsung. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan terus berjibaku mengevakuasi korban tanah longsor yang terjadi di Perumahan Tiban Koperasi Blok S, Kecamatan Sekupang.

Pantauan di lokasi, tebing bukit setinggi 50 meter yang berada di belakang perumahan runtuh, menimbun sejumlah rumah di bawahnya. Material longsor berupa tanah basah, batu, dan pohon tumbang memenuhi area, menyulitkan upaya evakuasi.

Alat berat dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material longsor. Namun, medan yang licin dan sempit menjadi kendala besar bagi tim evakuasi.

Salah satu rumah yang tertimbun dihuni oleh pasangan suami istri, yang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim evakuasi. (*)

 

Reporter: Rengga Y

Artikel Pemko Batam Bantu Korban Longsor di Tiban pertama kali tampil pada Metropolis.

Banjir di Kelurahan Buliang, Aktivitas Warga Lumpuh

0
Banjir di kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji. f.eusebius sara

batampos– Banjir besar melanda Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji akibat hujan deras yang terus mengguyur selama empat hari terakhir. Air meluap ke pemukiman warga dan jalan raya, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu hingga Senin siang.

Genangan air yang tinggi membuat warga harus berjibaku membersihkan rumah mereka. “Air masuk ke rumah sejak tadi malam, perabotan banyak yang basah,” kata Eko, salah satu warga setempat. Ia bersama warga lainnya terlihat sibuk menguras air dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Di jalan raya, banjir mengakibatkan arus lalu lintas terganggu. Banyak kendaraan mogok karena genangan air yang tinggi, sehingga memicu antrean panjang. “Jalanan penuh air, motor saya mogok di tengah jalan,” ujar seorang pengendara yang terjebak banjir.
Salah satu penyebab utama banjir ini adalah sistem drainase yang tidak mampu menahan derasnya aliran air hujan. Puluhan titik banjir ditemukan di Kelurahan Buliang, dengan kondisi paling parah terjadi di Perumahan Kodim. Jembatan yang menuju perumahan tersebut terendam air, membuat akses warga terputus.
Tidak hanya di Perumahan Kodim, pemukiman warga di sekitar Jalan Maruk hingga Kantor Kelurahan Buliang juga ikut terdampak. Beberapa rumah terendam air hingga lutut, menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. “Ini banjir terparah yang pernah kami alami,” ungkap salah satu warga.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang ini. “Drainase perlu dinormalisasi, banyak bangunan liar yang memakan saluran air,” ujar Eko. Ia juga menekankan pentingnya penataan lingkungan agar banjir tidak terus menjadi bencana rutin.
Hingga siang hari, genangan air belum juga surut. Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara yang lain tetap bertahan di rumah mereka sambil menunggu bantuan. Tim relawan dan pemerintah daerah telah mulai bergerak membantu warga yang terdampak.
Kondisi banjir ini juga menjadi perhatian masyarakat luas di Kota Batam. Pemerintah Kota Batam diharapkan segera turun tangan dengan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ini. Normalisasi drainase dan pengendalian tata ruang dianggap menjadi prioritas utama.
Banjir yang melanda Kelurahan Buliang menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan bencana harus dilakukan lebih serius. Jika tidak segera ditangani, masalah ini berpotensi semakin buruk di masa depan, terutama di musim penghujan seperti sekarang. (*)
Reporter: Eusebius Sara

Artikel Banjir di Kelurahan Buliang, Aktivitas Warga Lumpuh pertama kali tampil pada Metropolis.

Hujan Deras Jebolkan Kandang Penangkaran, 5 Buaya Lepas di Pulau Bulan

0
Penampakan buaya yang terlepas itu.

batampos – Hujan deras yang mengguyur wilayah Batam selama empat hari terakhir telah mengakibatkan jebolnya pagar kandang penangkaran buaya milik PT PJK di Kelurahan Batu Legong, Kecamatan Bulang, Senin (12/1) dini hari. Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat sekitar, terutama setelah salah satu buaya yang lepas tertangkap kamera ponsel warga dengan ukuran yang cukup besar.

Camat Bulang, Ramadhan, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan untuk memastikan jumlah buaya yang keluar dari kandang penangkaran. “Kami meminta pihak perusahaan segera mengatasi hal ini demi keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama di sekitar pulau. Jangan sampai keberadaan buaya-buaya ini membahayakan masyarakat dan nelayan,” ujarnya.

Dari informasi yang diterima, Kapolsek Bulang, Iptu Adhi, membenarkan bahwa sedikitnya lima ekor buaya berhasil keluar dari kandang penangkaran. “Buaya yang terlepas akibat jebolnya kandang karena banjir besar ini masih diduga berada di sekitar kawasan perusahaan,” jelasnya.

Pihak kepolisian bersama perusahaan kini sedang berupaya keras untuk menangkap kembali buaya-buaya tersebut.

Meski buaya-buaya tersebut masih berada di sekitar lokasi penangkaran, masyarakat dan nelayan dihimbau untuk tetap waspada. “Kami meminta masyarakat untuk menghindari kawasan yang rawan serta melaporkan segera jika melihat buaya di sekitar area pemukiman,” tambah Iptu Adhi.

Seorang warga setempat, Arman (38), mengaku khawatir dengan keberadaan buaya yang lepas tersebut. “Biasanya kami mencari ikan di sekitar sini. Kalau buaya sebesar itu berkeliaran, jelas sangat berbahaya,” katanya.

Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir memang telah menyebabkan sejumlah kerusakan di wilayah Bulang. Selain kandang penangkaran buaya, beberapa titik jalan juga dilaporkan tergenang banjir yang cukup tinggi.

Demi mengurangi risiko, masyarakat sekitar diminta untuk membatasi aktivitas di area dekat lokasi penangkaran. Selain itu, pihak perusahaan akan bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memberikan informasi terkini mengenai perkembangan situasi. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Artikel Hujan Deras Jebolkan Kandang Penangkaran, 5 Buaya Lepas di Pulau Bulan pertama kali tampil pada Metropolis.

Longsor di Kampung Seraya Bawah, 7 Rumah Terdampak

0
Longsor di Kampung Seraya Bawah. f.arjuna

batampos– Longsor melanda Kampung Seraya Bawah, RT05/RW01, Blok C, Kota Batam, pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (13/1).

Material longsor menutupi sebagian jalan setapak di kawasan pemukiman padat penduduk. Beberapa pohon pisang tumbang, dan dinding beton penahan tanah di area tersebut mengalami kerusakan parah.

Salah seorang warga setempat, Arif, mengungkapkan bahwa ada tujuh rumah yang terdampak akibat longsor tersebut. (*)

Reporter: Arjuna

BACA JUGA: Proses Evakuasi Korban Longsor di Tiban Koperasi masih Berlangsung

“Rumah yang paling parah sampai hancur rata. Ada sekitar 50 motor yang juga terkena dampak. Tapi alhamdulillah, enggak ada korban jiwa,” katanya.

Arif menambahkan, sebelum longsor terjadi, terdengar suara retakan tanah yang cukup keras. “Jam 3 lewat itu, subuh, sebelum longsor ada suara semacam retakan,” katanya.

Diduga, longsor terjadi akibat tanah yang labil dan curah hujan tinggi belakangan ini. Kampung Seraya Bawah, yang terletak di area berbukit, memang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan longsor di Batam.

“Sejak kejadian tadi pagi, aparat TNI sudah turun ke lokasi untuk membantu warga membersihkan sisa-sisa longsor,” ujar dia. (*)

Artikel Longsor di Kampung Seraya Bawah, 7 Rumah Terdampak pertama kali tampil pada Metropolis.

Hujan, Pasar Malam Banjir, Air Masuk Hingga ke Rumah Warga

0
jalan Teluk Air banjir hingga satu lutut orang dewasa, f,WARGA

batampos– Hujan terus menerus selama dua hari ini, berdampak terhadap banjir dipasar malam. Dimana, pasar malam tersebut sebagai tempat kuliner yang menjadi primadona warga karimun. Salah satu warga pasar malam Azeng mengungkapkan, terjadinya banjir diakibatkan air hujan yang turun tidak tertampung keparit. Sehingga, meluap ke rumah warga disekitar pasar malam.

” Abis air masuk ke rumah. Walan, hampir setengah lutut orang dewasa,” keluhnya, Minggu (12/12).

Untuk itu dirinya berharap kepada pemkab karimun agar serius menangani parit yang ada dipasar malam. Sebab, pada tahun lalu sempat terjadi pembongkaran parit didekat rumah saya. Namun, tidak diselesaikan dan ditinggal begitu saja.

BACA JUGA: Bencana Akibat Hujan Deras Melanda Kepri, Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang Terjadi di Berbagai Wilayah

” Kacaulah, parit sudah dibongkar tapi tidak dikerjakan. Inilah dampaknya,” ucapnya.

Sementara itu Lurah Tanjungbalai Kota Erwari Syahwaluddin ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa ada beberapa titik yang terkena banjir. Seperti, dipasar malam, jalan pramuka, kampung mande teluk air, turunan dekat klenteng bukit senang.

” Sudah kita inventalisir semuanya. Insyallah, tidak ada korban jiwa, tapi puluhan rumah warga ada yang terkena banjir. Cukup parahnya diwilayah Teluk Air,” jawabnya.

Terpisah, anggota DPRD Karimun Ery Januardin langsung turun kelokasi banjir untuk meninjau kondisi rumah warga yang terkena banjir.

” Tenggelam gas kampung kami. Untuk aje ade pak dewan turun, macam mane ini pak dewan,” kata salah seorang warga.

Sedangkan, informasi yang dihimpun pelabuhan Tanjungbalai Karimun juga tidak luput terkena banjir yang cukup menganggu aktivitas para calon penumpang yang tiba dari luar daerah.

” Setumit kaki banjir. Tembok KSOP roboh juga, untuk tidak ada korban jiwa,” kata Wak Ye.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Hujan, Pasar Malam Banjir, Air Masuk Hingga ke Rumah Warga pertama kali tampil pada Kepri.

Simpang 4 Kota Piring Rawan Longsor, Pengendara Diimbau Gunakan Jalan Alternatif

0
Simpang 4 Kota Piring Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang rawan longsor. F. Yusnadi Nazar

batampos– Tanah longsor hingga kerusakan gorong-gorong di simpang empat Kota Piring Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang menyebabkan tumbangnya tiang lampu lalu lintas.

Akibat kerusakan gorong-gorong dan tidak berfungsinya lampu lalu lintas, menyebabkan terjadinya penyempitan jalan hingga sempat menyebabkan kemacetan di jalan simpang empat Kota Piring.

“Pas kami antar anak sekolah tadi macet panjang, masih bisa lewat tapi lama menunggu,” kata Anaz, salah seorang pengendara di Tanjungpinang, Senin (13/1).

BACA JUGA: Lokasi Longsor di Pinggir Jalan Lampu Merah Kota Piring hanya Diberi Garis Dilarang Melintas

Saat ini, perbaikan gorong-gorong serta perbaikan pipa PDAM yang rusak tersebut, menyebabkan lampu lalu lintas di persimpangan tersebut belum dapat difungsikan.

“Nanti sore pas jam pulang kerja, kemungkinan macet panjang lagi karena jalannya sempit” tambahnya.

Terpisah, Kadis Kominfo Tanjungpinang Teguh Susanto, mengatakan pemerintah mengimbau masyarakat dan pengendara untuk waspada dan berhati-hati jika melintas di simpang empat Kota Piring.

Jalan tersebut masih bisa dipergunakan, namun hanya satu lajur hingga rentan terjadi kemacetan. Pengendara bisa menggunakan jalan alternatif lain menuju ke Batu 9 Tanjungpinang melalui Jalan Raja Haji Fisabilillah Batu 8 atas.

“Jalan DI Panjaitan, pas di simpang empat hanya digunakan satu lajur saja. Karena ada proses perbaikan oleh Dinas PUPR, pada gorong-gorong di sisi sebelah kiri jalan,” jelasnya.

Sementara itu, akses dari Batu 5 menuju Batu 9 dapat dilalui melalui Jalan Raja Haji Fisabilillah, tepatnya melalui jalan samping Mapolresta Tanjungpinang.

“Meski saat ini satu lajur di simpang Kota Piring sudah dibuka, kami tetap menyarankan agar pengendara menghindari kawasan tersebut guna mengurangi risiko kemacetan dan bahaya longsor,” tambah Teguh.

Sebelumnya diketahui, tiang lampu lalu lintas di simpang empat Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang, tumbang saat hujan mengguyur Tanjungpinang, Jumat (10/1) lalu.

Akibat tiang lampu lalu lintas tumbang ke ruas jalan, membuat arus lalu-lintas menuju Jalan WR Supratman dan jalan menuju Batu 9 Tanjungpinang, sempat ditutup sementara. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel Simpang 4 Kota Piring Rawan Longsor, Pengendara Diimbau Gunakan Jalan Alternatif pertama kali tampil pada Kepri.

Tiga Jembatan di Toapaya, Bintan Putus akibat Hujan Deras, Warga Bangun Jembatan dari Kayu

0
Sekda Bintan, Ronny Kartika meninjau lokasi jembatan yang putus di daerah Toapaya, Minggu (12/1/2025). F.Kiriman Andi untuk Batam Pos.

batampos– Tiga jembatan di Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Bintan, putus, Minggu (12/1/2025).

Tiga jembatan yang merupakan akses warga desa itu, berada di jalan Berdikari, jalan Rambutan Cikolek dan jalan Asoka Lome.

Sekda Bintan, Ronny Kartika mengatakan, tiga jembatan di Toapaya putus setelah hujan deras menguyur wilayah tersebut.

Pemerintah desa dan masyarakat telah bergotong-royong membangun jalan alternatif di jembatan yang putus.

“Dua jembatan yang putus sudah dibangun jembatan alternatif dari kayu,” kata dia.

BACA JUGA: Lubang di Jembatan di Kawal, Bintan yang Amblas Sudah Ditutup Plat

Hanya, dia mengatakan, jembatan alternatif itu baru bisa dilalui kendaraan roda dua, hanya belum bisa dilewati kendaraan roda empat.

Dia juga mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan juga sedang mendata terkait kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir.

Curah hujan yang sangat deras melanda beberapa wilayah di Bintan, sejak Jumat (10/1/2025) telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.

Dia meminta camat, lurah dan kades untuk  monitoring wilayah kerja masing-masing.

“Jika terjadi banjir, pohon tumbang atau tanah longsor di wilayahnya agar segera melapor,” imbuhnya. (*)

Reporter: SLamet

Artikel Tiga Jembatan di Toapaya, Bintan Putus akibat Hujan Deras, Warga Bangun Jembatan dari Kayu pertama kali tampil pada Kepri.

8 Kru Kapal yang Alami Bocor dan Miring di Perairan Bintan Berhasil Dievakuasi

0
Proses evakuasi kru kapal Silver Sincere usai mengalami kebocoran di perairan Tanjungberakit, Bintan, Minggu (13/1/2025). F.Pangkalan PLP Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Sebanyak 8 kru kapal tanker Silver Sincere yang mengalami kebocoran dan kemiringan di perairan Tanjungberakit (sebelumnya diberitakan di perairan Karang Singa), Bintan berhasil dievakuasi.

“Seluruh kru kapal tanker Silver Sincere berhasil dievakuasi dan dalam kondisi selamat,” ujar Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban, Sugeng Riyono.

Proses evakuasi bermula saat Pangkalan PLP Tanjunguban menerima informasi kapal tanker berbendera Malaysia mengalami kebocoran dan kemiringan di laut, Minggu (12/1/2025) sore.

BACA JUGA: Kapal Bocor di Perairan Karang Singa, Bintan, Video Kru Kapal Minta Tolong Beredar di Medsos

Sore itu juga, Pangkalan PLP Tanjunguban menerima informasi bahwa kru kapal tanker berhasil dievakuasi kapal MV Intan Daya 368.

Sugeng mengatakan. pihaknya mengerahkan KN Sarotama untuk menjemput kru kapal tanker.

4 kru kapal berhasil dievakuasi ke KN Sarotama untuk dibawa ke pangkalan, sedangkan 4 kru lain dievakuasi oleh Bakamla.

Dari hasil pemeriksaan, dia mengatakan, 7 dari 8 kru kapal merupakan warga negara Indonesia, sedangkan 1 kru lain adalah warga negara Myanmar.

“Kalau keterangan dari kru kapal, mereka dari Port Klang menuju ke perairan OPL,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih mengambil keterangan lebih lanjut dari kru kapal. (*)

Reporter: Slamet

Artikel 8 Kru Kapal yang Alami Bocor dan Miring di Perairan Bintan Berhasil Dievakuasi pertama kali tampil pada Kepri.

Proses Evakuasi Korban Longsor di Tiban Koperasi masih Berlangsung

0
Petugas gabungan berjibaku mencari korban longsor di Tiban Koperasi. (F. Fiskan Juanda / Batam Pos)

batampos – Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan terus berjibaku mengevakuasi korban tanah longsor yang terjadi di Perumahan Tiban Koperasi Blok S, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Hingga kini, proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor terus dilakukan.

Baca Juga: 5 Rumah Terdampak Longsor di Tiban Koperasi, Batam

Pantauan di lokasi, tebing bukit setinggi 50 meter yang berada di belakang perumahan runtuh, menimbun sejumlah rumah di bawahnya. Material longsor berupa tanah basah, batu, dan pohon tumbang memenuhi area, menyulitkan upaya evakuasi.

“Kami masih fokus melakukan pencarian korban. Saat ini, lima orang berhasil ditemukan selamat, dua orang meninggal dunia, dan beberapa lainnya masih dalam pencarian,” ujar Kepala BPBD Kota Batam, Azman.

Alat berat dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material longsor. Namun, medan yang licin dan sempit menjadi kendala besar bagi tim evakuasi.

Salah satu rumah yang tertimbun dihuni oleh pasangan suami istri, yang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim evakuasi.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, yang meninjau lokasi, menyampaikan belasungkawa kepada korban dan memastikan proses evakuasi serta penanganan dampak bencana berjalan maksimal.

Baca Juga: Mencari 2 Korban Longsor Tiban Kampung, Batam

“Kami akan memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak terpenuhi, termasuk tempat pengungsian dan makanan,” tegasnya.

Amsakar juga meminta warga di sekitar lokasi untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman mengingat prakiraan BMKG yang menyebutkan hujan akan terus mengguyur Batam dalam beberapa hari ke depan.

“BMKG menginformasikan cuaca ekstrem akan berlangsung hingga seminggu ke depan. Kami meminta warga untuk sementara mengosongkan lokasi dan tinggal bersama keluarga atau kerabat,” ujarnya.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Batam dan Gubernur Kepri Meninjau Lokasi Longsor di Tiban Koperasi, 2 Korban Masih Dicari

Selain itu, Pemko Batam berencana membangun dinding penahan tanah (batu miring) untuk mencegah longsor susulan. “Kami akan segera rapat dengan Sekda untuk menyusun langkah mitigasi, termasuk pembangunan batu miring agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Amsakar.

Reporter : Rengga Yuliandra

 

 

Artikel Proses Evakuasi Korban Longsor di Tiban Koperasi masih Berlangsung pertama kali tampil pada Metropolis.

Wakil Wali Kota Batam dan Gubernur Kepri Meninjau Lokasi Longsor di Tiban Koperasi, 2 Korban Masih Dicari

0
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kiri), dan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad (tengah) hadir di lokasi tanah longsor di Tiban Koperasi. (F. Fiska Juanda / Batam Pos)

batampos – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, meninjau lokasi longsor di Tiban Koperasi Blok S, Sekupang, Senin pagi (13/1/2025). Longsor yang terjadi akibat hujan deras pada Senin dini hari menyebabkan dua warga tertimbun material tanah. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian korban.

Kunjungan kedua pejabat tersebut bertujuan memastikan penanganan bencana berjalan maksimal. Mereka didampingi sejumlah pejabat terkait, termasuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam.

“Kami, atas nama Pemerintah Kota Batam, turut berduka cita kepada para korban bencana ini,” ujar Amsakar.

Ia mengimbau, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa di masa depan. “Kalau masyarakat waspada, mudah-mudahan bencana ini bisa ditanggulangi,” tambahnya.

Menurut Amsakar, seluruh pemangku kebijakan, seperti Basarnas, Dinsos, Damkar, dan Puskesmas, sudah turun langsung melakukan evakuasi korban. Ia juga meminta Sekretaris Daerah Batam untuk segera menggelar rapat darurat guna mengambil langkah-langkah penting.

“Pertama, kami akan memutuskan tindak lanjut terhadap korban. Kedua, memastikan dukungan biaya bagi keluarga terdampak. Ketiga, menerbitkan SK Wali Kota terkait penanganan bencana agar semua dapat difollow-up secara resmi,” jelasnya.

Amsakar juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor agar mau direlokasi sementara waktu. Hal ini mengingat prediksi BMKG bahwa Batam akan mengalami cuaca ekstrem hingga sepekan ke depan.

Longsor tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu (12/1), saat hujan deras mengguyur kawasan Sekupang. Beberapa rumah di lokasi tertimbun tanah. Lima warga berhasil diselamatkan dalam keadaan luka-luka, sementara dua korban meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian.

Tim gabungan menggunakan alat berat serta perlengkapan manual untuk mempercepat proses evakuasi. Warga sekitar juga diminta menjauhi lokasi longsor demi keselamatan. (*)

 

Reporter: Fiska Juanda

 

 

Artikel Wakil Wali Kota Batam dan Gubernur Kepri Meninjau Lokasi Longsor di Tiban Koperasi, 2 Korban Masih Dicari pertama kali tampil pada Metropolis.