Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 214

Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu

0
Bibir pantai di nongsa tercemar dan berbau. f Istimewa

batampos – Pantai Nongsa di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, kembali tercemar limbah cair berbau menyengat. Pantauan Batam Pos di pesisir pantai pada Senin (2/3) pagi, terlihat sisa limbah berwarna kehitaman menempel di sejumlah batu miring di bibir pantai. Air laut tampak keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap yang menyengat hidung.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bau limbah sudah tercium sejak pagi hari dan hingga siang belum juga hilang. Menurut dia, saat air laut surut, bau terasa semakin kuat karena limbah tampak mengendap di tepi pantai.

“Pagi tadi baunya lebih parah. Sampai sekarang masih bau. Kami sampaikan ini bukan cari sensasi, tapi memang fakta di lapangan. Tadi pagi limbahnya kelihatan sampai ke pinggir pantai,” ujar warga tersebut.

Ia menjelaskan, limbah yang muncul kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika dulu limbah kerap berbentuk gumpalan yang mengeras lalu meleleh saat terkena panas, kini limbah sudah dalam bentuk cair dan menyebar di laut. Kondisi itu dinilai lebih berbahaya karena langsung mencemari perairan.

“Airnya bukan hanya keruh, tapi baunya menyengat. Aktivitas warga terganggu. Ibu saya yang biasanya menghirup udara segar pagi-pagi jadi tidak jadi keluar rumah,” katanya.

Warga menyebut, pencemaran serupa kerap terjadi menjelang akhir tahun, namun tahun ini dinilai paling parah. Dampaknya dirasakan langsung oleh nelayan dan warga pesisir, termasuk para ibu rumah tangga yang biasa mencari gonggong di pantai untuk dijual ke pasar.

“Sekarang mereka takut ambil gonggong, khawatir beracun. Padahal itu sumber penghasilan. Kalau begini terus, nelayan dan warga pesisir sangat dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK DPD HNSI Kepri, Bernard Gultom, menilai pencemaran limbah di Pantai Nongsa terjadi hampir setiap tahun. Ia menyebut lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab masalah tak kunjung tuntas.

“Kejadian seperti ini bukan sekali dua kali, hampir setiap tahun. Pengawasan dari pemerintah, baik provinsi maupun kota, termasuk dinas lingkungan hidup, kami nilai masih lemah. Pelakunya tidak pernah tertangkap, seolah-olah datang buang limbah, lalu pergi begitu saja,” tegasnya.

Bernard mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam memperketat pengawasan di perairan perbatasan, termasuk berkoordinasi dengan patroli laut. Ia menduga pencemaran bisa berasal dari aktivitas kapal yang melintas di jalur perairan internasional.

“Banyak kapal internasional lalu-lalang. Kita tidak tahu apakah ada yang membuang limbah di laut lalu terbawa arus ke pantai Nongsa. Pemerintah harus betul-betul menjaga perbatasan laut kita. Jangan masyarakat terus yang diminta bersiaga,” katanya.

Menurutnya, pencemaran ini berdampak langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Ikan-ikan menjauh dari wilayah tangkap akibat bau dan pencemaran, sehingga penghasilan nelayan menurun. Selain itu, sektor pariwisata pantai juga terancam karena wisatawan enggan datang jika pantai tercemar dan berbau.

“Pantai ini sumber penghidupan nelayan dan pelaku usaha wisata. Kalau terus dibiarkan, siapa yang mau datang? Ini bukan sekadar harapan, tapi permintaan tegas agar pemerintah hadir dan menuntaskan persoalan yang berulang ini,” tutupnya.(*)

Artikel Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu pertama kali tampil pada Metropolis.

Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu

0
Bibir pantai di nongsa tercemar dan berbau. f Istimewa

batampos – Pantai Nongsa di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, kembali tercemar limbah cair berbau menyengat. Pantauan Batam Pos di pesisir pantai pada Senin (2/3) pagi, terlihat sisa limbah berwarna kehitaman menempel di sejumlah batu miring di bibir pantai. Air laut tampak keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap yang menyengat hidung.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bau limbah sudah tercium sejak pagi hari dan hingga siang belum juga hilang. Menurut dia, saat air laut surut, bau terasa semakin kuat karena limbah tampak mengendap di tepi pantai.

“Pagi tadi baunya lebih parah. Sampai sekarang masih bau. Kami sampaikan ini bukan cari sensasi, tapi memang fakta di lapangan. Tadi pagi limbahnya kelihatan sampai ke pinggir pantai,” ujar warga tersebut.

Ia menjelaskan, limbah yang muncul kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika dulu limbah kerap berbentuk gumpalan yang mengeras lalu meleleh saat terkena panas, kini limbah sudah dalam bentuk cair dan menyebar di laut. Kondisi itu dinilai lebih berbahaya karena langsung mencemari perairan.

“Airnya bukan hanya keruh, tapi baunya menyengat. Aktivitas warga terganggu. Ibu saya yang biasanya menghirup udara segar pagi-pagi jadi tidak jadi keluar rumah,” katanya.

Warga menyebut, pencemaran serupa kerap terjadi menjelang akhir tahun, namun tahun ini dinilai paling parah. Dampaknya dirasakan langsung oleh nelayan dan warga pesisir, termasuk para ibu rumah tangga yang biasa mencari gonggong di pantai untuk dijual ke pasar.

“Sekarang mereka takut ambil gonggong, khawatir beracun. Padahal itu sumber penghasilan. Kalau begini terus, nelayan dan warga pesisir sangat dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK DPD HNSI Kepri, Bernard Gultom, menilai pencemaran limbah di Pantai Nongsa terjadi hampir setiap tahun. Ia menyebut lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab masalah tak kunjung tuntas.

“Kejadian seperti ini bukan sekali dua kali, hampir setiap tahun. Pengawasan dari pemerintah, baik provinsi maupun kota, termasuk dinas lingkungan hidup, kami nilai masih lemah. Pelakunya tidak pernah tertangkap, seolah-olah datang buang limbah, lalu pergi begitu saja,” tegasnya.

Bernard mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam memperketat pengawasan di perairan perbatasan, termasuk berkoordinasi dengan patroli laut. Ia menduga pencemaran bisa berasal dari aktivitas kapal yang melintas di jalur perairan internasional.

“Banyak kapal internasional lalu-lalang. Kita tidak tahu apakah ada yang membuang limbah di laut lalu terbawa arus ke pantai Nongsa. Pemerintah harus betul-betul menjaga perbatasan laut kita. Jangan masyarakat terus yang diminta bersiaga,” katanya.

Menurutnya, pencemaran ini berdampak langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Ikan-ikan menjauh dari wilayah tangkap akibat bau dan pencemaran, sehingga penghasilan nelayan menurun. Selain itu, sektor pariwisata pantai juga terancam karena wisatawan enggan datang jika pantai tercemar dan berbau.

“Pantai ini sumber penghidupan nelayan dan pelaku usaha wisata. Kalau terus dibiarkan, siapa yang mau datang? Ini bukan sekadar harapan, tapi permintaan tegas agar pemerintah hadir dan menuntaskan persoalan yang berulang ini,” tutupnya.(*)

Artikel Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu pertama kali tampil pada Metropolis.

Cari Tempat Bukber di Batam? Ini 5 Cafe untuk Buka Puasa yang Wajib Dicoba

0
5 cafe Batam rekomendasi bukber Ramadan bareng keluarga. Sumber gambar: Instagram cincai.cafe.

batampos – Momen buka puasa bersama atau bukber selalu menjadi agenda yang dinantikan saat Ramadan. Selain menikmati hidangan berbuka, suasana nyaman dan pilihan menu variatif menjadi pertimbangan utama dalam memilih tempat.

Bagi Anda yang sedang mencari cafe bukber di Batam, berikut lima rekomendasi tempat yang bisa menjadi pilihan bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

1. Cincai Cafe

Cafe ini dikenal memiliki tempat yang luas sehingga cocok untuk rombongan. Menu buka puasa yang ditawarkan mengusung konsep all you can eat dengan pilihan beragam.

Lokasi: Komp Pertokoan KBC, Belian, Kecamatan Batam Kota.

2. Bluefire Beach Club

Mengusung suasana tepi pantai, Bluefire menawarkan menu Nusantara yang variatif. Pengunjung dapat menikmati momen berbuka sambil menyaksikan suasana sore di kawasan Bengkong Laut.

Lokasi: Komplek Gold Coast Luxury, Golden City.

3. Kobie Coffee

Cafe ini menjadi salah satu tempat favorit anak muda. Selain menu buka puasa yang beragam, pengunjung juga bisa menikmati fasilitas photo box gratis.

Lokasi: Pelita dan Tiban.

4. Kopi Boemi

Dikenal sebagai cafe skena, Kopi Boemi menghadirkan paket buka puasa all you can eat dengan menu berbeda setiap harinya.

Lokasi: Jl. Sudirman Centre No.106, Teluk Tering, Batam Kota.

5. Tntrem Cafe

Berada di kawasan tepi laut, cafe ini menawarkan suasana berbuka yang lebih santai dan spesial. Tersedia paket buka puasa yang cocok untuk keluarga maupun sahabat.

Lokasi: Bundaran Ocarina, Ocarina Lot, Jl. Pasir Putih No.1, Sadai, Bengkong.

Dengan banyaknya pilihan cafe yang menawarkan suasana nyaman dan menu lezat, momen buka bersama tahun ini bisa menjadi lebih berkesan.

Namun, karena Ramadan biasanya ramai, pengunjung disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum datang. (*)

Artikel Cari Tempat Bukber di Batam? Ini 5 Cafe untuk Buka Puasa yang Wajib Dicoba pertama kali tampil pada Metropolis.

Pencuri Anjing yang Ternyata Juga Spesialis Pembobol Rumah, Gunakan Mobil Rental Setiap Beraksi

0
Mobil yang digunakan pencuri anjing di Batuaji menabrak rumah warga. F.Istimewa

batampos – Penyelidikan kasus komplotan pencuri anjing yang juga terlibat pembobolan rumah dan ruko di Kota Batam terus dikembangkan jajaran Polsek Sagulung. Polisi mengungkap para pelaku memiliki modus khusus dengan menggunakan mobil rental berbeda setiap kali beraksi untuk mengelabui aparat.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan kelompok tersebut sengaja menyewa kendaraan secara bergantian guna menghindari pelacakan maupun kecurigaan warga.

“Komplotan ini menggunakan mobil rental secara bergantian saat beraksi. Jadi kendaraan yang dipakai selalu berbeda, supaya tidak mudah dikenali,” ujar Iptu Anwar Aris saat dikonfirmasi, Senin (2/3).

Dalam kasus pembobolan ruko di kawasan Pertokoan Tunas Regency, Sagulung, pada 12 Februari 2026 lalu, para pelaku diketahui menggunakan mobil Toyota Calya sebagai sarana operasional. Dari aksi tersebut, tersangka berhasil membawa kabur baling-baling kapal dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.

Sementara pada aksi terakhir pencurian anjing di Perumahan Permata Laguna, Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, komplotan tersebut kembali memakai kendaraan berbeda, yakni Toyota Raize berwarna biru.

Aksi pencurian anjing itu akhirnya gagal setelah warga memergoki para pelaku saat memasukkan hewan peliharaan milik warga ke dalam mobil. Warga kemudian melakukan pengejaran hingga kendaraan pelaku hilang kendali dan menabrak salah satu rumah di kawasan perumahan.

“Mobil yang digunakan pelaku juga mengalami kerusakan cukup parah karena sempat diamuk massa. Saat ini kendaraan tersebut sudah kami amankan sebagai barang bukti,” jelasnya.

Polisi menduga penggunaan mobil rental menjadi strategi utama komplotan untuk memperlancar mobilitas lintas kecamatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui beraksi di sejumlah wilayah, mulai dari Sagulung, Bengkong hingga Sekupang.

Dari hasil pengembangan, tiga pelaku masing-masing berinisial DIP (22), DD (27), dan IL (39) telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara satu orang lainnya berinisial GF (25) masih berstatus saksi karena tidak terlibat dalam aksi pembobolan ruko.

“Untuk satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan sudah kami tetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” tegas Iptu Anwar Aris.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Polisi memastikan proses penyidikan terus berjalan untuk mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejahatan lain yang dilakukan komplotan tersebut.(*)

Artikel Pencuri Anjing yang Ternyata Juga Spesialis Pembobol Rumah, Gunakan Mobil Rental Setiap Beraksi pertama kali tampil pada Metropolis.

Empat Pemakai Sabu di Anambas Diusulkan Rehabilitasi, Polisi Buru Bandar

0
Petugas Satres Narkoba Polres Kepulauan Anambas memintai keterangan salah satu pengguna sabu yang diamankan dalam pengungkapan kasus di Tarempa. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Empat pengguna narkotika jenis sabu yang diamankan Satres Narkoba Polres Kepulauan Anambas diusulkan menjalani rehabilitasi ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Usulan tersebut diajukan setelah hasil pemeriksaan sementara menunjukkan keempatnya diduga hanya sebagai pemakai.

Keempatnya yakni Yan, Tik, Dik dan Saf. Mereka diamankan pada Minggu (22/2) di kawasan kos-kosan Pasar Ikan, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan.

Dari empat orang tersebut, dua di antaranya merupakan pasangan suami istri, yakni Tik dan Yan. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi terkait dugaan penyalahgunaan narkotika di lokasi tersebut.

Kepala Satres Narkoba Polres Kepulauan Anambas, Iptu Kristian, mengatakan saat ini keempatnya masih menjalani proses asesmen oleh pihak BNN. Hasil asesmen akan menentukan apakah mereka dapat direhabilitasi.

“Lagi di-assessment oleh BNN, diusulkan untuk direhab kalau dikabulkan. Tapi kemarin kuota rehab di BNN Provinsi sedang penuh, begitu juga BNN Tanjungpinang,” ujar Kristian, Minggu (1/3).

Kristian menjelaskan, usulan rehabilitasi diajukan karena dari hasil pengembangan kasus, tidak ditemukan indikasi kuat keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran narkotika. Selain itu, barang bukti yang diamankan juga dalam jumlah kecil.

Sabu yang ditemukan dari tangan Yan memiliki berat 0,2 gram dan diduga sisa pemakaian.

“Sabu di tangan Yan seberat 0,2 gram. Itu pun bekas dipakai, jadi diusulkan untuk direhab,” jelasnya.

Ia juga membantah informasi yang menyebut keempatnya digerebek saat pesta sabu secara bersamaan. Menurutnya, penangkapan dilakukan secara bertahap di lokasi berbeda.

“Pertama kami amankan dua orang, Tik dan Yan. Dari pengembangan kemudian diamankan Dik dan Saf di kamar berbeda dan lokasi berbeda,” katanya.

Dalam pengembangan kasus, polisi turut menyelidiki seorang pria berinisial Den yang diduga sebagai pemasok sabu kepada para pengguna tersebut. Petugas sempat mendatangi kediaman Den dan melakukan penggeledahan yang disaksikan istrinya.

Namun, dari penggeledahan tersebut tidak ditemukan barang bukti tambahan terkait narkotika. Den diduga telah melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi.

“Untuk pemasok sabu, Den masih kita lakukan pengejaran,” tegas Kristian.

Meski tidak ditemukan barang bukti di rumah Den, polisi tetap melakukan pemeriksaan terhadap istrinya berinisial Cla. Tes urine dilakukan di RSUD Tarempa dan hasilnya negatif narkotika.

Cla juga telah dimintai keterangan guna kepentingan pengembangan kasus lebih lanjut. (*)

Artikel Empat Pemakai Sabu di Anambas Diusulkan Rehabilitasi, Polisi Buru Bandar pertama kali tampil pada Kepri.

Penyelidikan Kasus Dugaan Kekerasan di Pos Bea Cukai Punggur Memasuki Tahap Pemeriksaan Terlapor

0
Ilustrasi. penganiayaan. F. Istimewa

batampos – Penyelidikan kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum anggota Bea dan Cukai di Pelabuhan Telaga Punggur memasuki perkembangan terbaru. Satreskrim Polresta Barelang memastikan proses hukum masih terus berjalan dengan fokus pada pendalaman keterangan saksi dan agenda pemeriksaan pihak terlapor.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang, Debby Tri Andrestian, mengungkapkan hingga saat ini penyidik telah memeriksa tiga orang saksi dalam perkara tersebut. Pemeriksaan dilakukan guna memperjelas rangkaian peristiwa yang dilaporkan korban.
“Untuk laporan kasus tersebut masih terus berjalan, pemeriksaan saksi-saksi masih bergulir,” ujar Debby saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, saksi yang telah dimintai keterangan berasal dari pihak korban maupun saksi yang berada langsung di lokasi kejadian saat insiden berlangsung di Pos Bea dan Cukai Pelabuhan Telaga Punggur. “Sudah ada tiga saksi yang sudah kami lakukan pemeriksaan. Dari pihak korban dan saksi-saksi yang ada di TKP telah kami minta keterangan,” tambahnya.

Dalam perkembangan terbaru, oknum yang diduga melakukan penganiayaan juga telah dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Pemeriksaan tersebut direncanakan berlangsung dalam pekan ini sebagai bagian dari proses klarifikasi.
“Untuk yang bersangkutan yang diduga melakukan penganiayaan sudah kami jadwalkan. Namun demikian, pemeriksaan akan dilakukan dalam minggu ini,” tegas Debby.

Menurutnya, hingga kini penyidik masih mendalami seluruh keterangan saksi serta mengumpulkan alat bukti guna memastikan duduk perkara secara utuh. Polisi pun belum menyampaikan kemungkinan penetapan tersangka karena proses penyelidikan masih berjalan.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah seorang sopir truk berinisial S (46) melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya saat pemeriksaan muatan lori di Pos Bea dan Cukai Pelabuhan Telaga Punggur. Korban mengaku mengalami tindakan kekerasan ketika proses pemeriksaan berlangsung.

Di sisi lain, pihak Bea Cukai Batam menyampaikan versi berbeda terkait insiden tersebut. Berdasarkan informasi internal, peristiwa terjadi ketika sopir diduga mencoba melarikan diri dan melajukan kendaraan saat petugas melakukan pemeriksaan, bahkan disebut sempat membahayakan petugas yang berada di kendaraan.

Meski demikian, Bea Cukai Batam menegaskan tetap menghargai proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian, sementara penyelidikan kini masih terus didalami untuk memastikan fakta sebenarnya di lapangan.(*)

Artikel Penyelidikan Kasus Dugaan Kekerasan di Pos Bea Cukai Punggur Memasuki Tahap Pemeriksaan Terlapor pertama kali tampil pada Metropolis.

Ramadan Rasa Kampung Cheng Ho di Aston Batam Hotel & Residence

0
Menu makanan Ramadan di Kampung Cheng Ho. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Menyambut bulan suci Ramadan, Aston Batam Hotel & Residence menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertajuk Ramadan di Kampung Cheng Ho, sebuah konsep iftar tematik yang memadukan nilai-nilai Ramadan dengan inspirasi budaya dari salah satu tokoh pelaut legendaris yang dikenal membawa pesan harmoni dan persatuan, Laksamana Cheng Ho.

Program ini berlangsung mulai 18 Februari hingga 19 Maret 2026 dan dapat dinikmati setiap hari selama Ramadhan di area restoran Aston Batam Hotel & Residence.

Mengusung konsep penggabungan dua perayaan besar, Ramadan di Kampung Cheng Ho dirancang sebagai ruang pertemuan antara spiritualitas Ramadhan dan nuansa perayaan budaya yang hangat dan inklusif.

Terinspirasi dari semangat perjalanan Laksamana Cheng Ho yang menjembatani berbagai budaya, konsep ini diterjemahkan secara halus melalui atmosfer,tata ruang, dan pengalaman bersantap yang menekankan kebersamaan, ketenangan, serta rasa saling terhubung.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman Ramadhan yang tidak hanya berfokus pada berbuka puasa, tetapi juga menghadirkan suasana yang mengajak tamu untuk menikmati kebersamaan dan harmoni. Terinspirasi dari nilai-nilai yang dibawa oleh Laksamana Cheng Ho, konsep ini kami rancang agar tetap hangat, relevan, dan selaras dengan makna Ramadhan,” ujar Beben Subekti, General Manager Aston Batam Hotel & Residence.

Program ini ditawarkan dengan harga IDR 288.000 nett per orang dan dilengkapi dengan penawaran Buy 10 Get 1 Free, serta kesempatan mengikuti undian harian dengan berbagai doorprize menarik, termasuk hadiah utama berupa tiket Umrah. Seluruh penawaran berlaku dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh manajemen.

Melalui Ramadhan di Kampung Cheng Ho, Aston Batam Hotel & Residence berharap dapat menghadirkan alternatif pengalaman berbuka puasa yang berbeda dengan menjunjung tinggi nilai Ramadhan sebagai momen refleksi, kebersamaan, dan kehangatan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi batam.astonhotelsinternational.com, ikuti juga @astonbatam di Instagram. (*/adv)

Artikel Ramadan Rasa Kampung Cheng Ho di Aston Batam Hotel & Residence pertama kali tampil pada Metropolis.

79 Kapal untuk Angkutan Lebaran Dinyatakan Laik Laut atau Siap Beroperasi

0
Salah satu kapal yang dinyatakan laik laut dan siap untuk angkut penumpang lebaran. f. Istimewa

batampos – Upaya memastikan keselamatan pelayaran jelang arus mudik Lebaran terus dimatangkan. Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam telah merampungkan pemeriksaan kelaiklautan (ramp check) terhadap sebagian besar kapal penumpang yang beroperasi di wilayah perairan Batam.

Kepala KSOP Khusus Batam, M Takwim Masuku, mengatakan ramp check menjadi tahapan krusial sebelum kapal diizinkan melayani lonjakan penumpang pada periode angkutan Lebaran.

Dari total 82 kapal penumpang yang terdata, sebanyak 79 kapal sudah menjalani pemeriksaan. Hasilnya, seluruh kapal yang telah diperiksa dinyatakan laik laut dan siap dioperasikan.

“Ramp check ini kami lakukan untuk memastikan kapal benar-benar memenuhi standar keselamatan. Mulai dari kelengkapan dokumen, kondisi fisik kapal, permesinan, alat navigasi, hingga perlengkapan keselamatan seperti life jacket dan alat pemadam kebakaran,” ujar Takwim, Senin (2/3).

Ia menjelaskan, pemeriksaan tidak hanya menyasar aspek administratif, tetapi juga teknis di lapangan. Petugas melakukan pengecekan langsung terhadap fungsi alat keselamatan, kapasitas angkut, serta kesiapan awak kapal dalam menjalankan prosedur darurat.

Adapun jenis kapal yang diperiksa meliputi kapal feri penumpang, kapal ro-ro, serta kapal reguler yang melayani rute domestik dan antarwilayah di sekitar Batam. Armada tersebut beroperasi dari sejumlah pelabuhan penumpang yang berada dalam pengawasan KSOP Batam.

Sementara itu, tiga kapal lainnya belum menjalani ramp check karena masih dalam proses docking atau perawatan rutin. KSOP memastikan pemeriksaan akan dilakukan segera setelah kapal selesai menjalani perbaikan.

“Kami tidak akan memberikan izin operasi sebelum kapal tersebut benar-benar dinyatakan laik laut. Prinsipnya, keselamatan adalah prioritas utama,” tegasnya.

Ramp check ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran. Selain pemeriksaan kapal, KSOP juga mengingatkan operator agar disiplin terhadap kapasitas angkut dan tidak memaksakan keberangkatan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Dengan hampir seluruh armada penumpang telah melalui tahapan pemeriksaan, KSOP Batam optimistis pelaksanaan angkutan laut Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.(*)

Artikel 79 Kapal untuk Angkutan Lebaran Dinyatakan Laik Laut atau Siap Beroperasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Fun Walk dan Gowes Santai Warnai Promosi Kawasan Prioritas New Nagoya

0
pelepesan peeserta fun walk di Nagoya. Istimewa

batampos – Sebagai bagian dari upaya mempromosikan Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya, BP Batam berkolaborasi dengan Nagoya Citywalk menggelar Komunitas Gathering, Minggu (1/3).

Acara berlangsung meriah dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM serta diikuti 30 komunitas lari dan pesepeda di Kota Batam. Mereka ambil bagian dalam rangkaian Fun Walk sejauh 3 kilometer dan Gowes Santai 7 kilometer yang melintasi kawasan Nagoya. Rute dimulai dari Nagoya Citywalk dan berakhir di titik yang sama, sebelum ditutup dengan buka puasa bersama dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, secara langsung membuka sekaligus melepas peserta dari garis start.

Amsakar mengatakan, penataan dan pengembangan New Nagoya merupakan salah satu prioritas strategis untuk meningkatkan daya saing Batam sebagai pusat investasi dan destinasi unggulan regional.

“Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, WPP New Nagoya kami harapkan tumbuh sebagai kawasan yang tertata, modern, dan berdaya saing, sekaligus menjadi ruang publik yang nyaman dan produktif bagi masyarakat,” kata dia.

WPP New Nagoya dirancang sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi Batam. Program yang diinisiasi Kedeputian Infrastruktur BP Batam tersebut bertumpu pada tiga pilar utama, yakni peningkatan konektivitas dan infrastruktur dasar melalui integrasi drainase terpadu serta penataan jalur pedestrian yang aman dan ramah wisatawan.

Selain itu, revitalisasi kawasan perdagangan dan penguatan UMKM terus didorong untuk menghidupkan ruang publik melalui kegiatan budaya dan ekonomi kreatif, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata perkotaan.

Li Claudia menambahkan, keterlibatan komunitas menjadi elemen penting dalam mewujudkan kawasan yang hidup dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan penataan kawasan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.

“Saat komunitas terlibat dalam kegiatan positif, kawasan ini tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga ruang interaksi dan kreativitas yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya.

Dukungan juga datang dari kalangan komunitas. Suryatmoko dari Komunitas Omahan Runners menilai WPP New Nagoya berpotensi mendorong gaya hidup sehat melalui penyediaan infrastruktur yang ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.

“Dengan infrastruktur yang ramah, komunitas memiliki ruang untuk aktif bergerak dan berinteraksi. Ini menjadi langkah penting untuk membangun lingkungan yang tertata sekaligus melahirkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” ujarnya.(*)

Artikel Fun Walk dan Gowes Santai Warnai Promosi Kawasan Prioritas New Nagoya pertama kali tampil pada Metropolis.

Meriahkan Ramadan, PKP Salurkan Sembako ke Lima Panti Asuhan

0

batampos – Ramadan selalu jadi momentum berbagi. Itu pula yang dilakukan PT Putera Karyasindo Prakarsa (PKP). Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk PKP Peduli, pengembang properti tersebut menyalurkan bantuan sembako ke lima panti asuhan di Batam, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan sosial ini bukan kali pertama digelar. Sejak 2008, PKP rutin menyambangi panti asuhan, baik saat momen keagamaan maupun di luar itu. Ramadan kali ini, manajemen kembali turun langsung untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu.

“Di bulan suci Ramadan ini, PKP Peduli memberikan bantuan kepada lima panti asuhan sekaligus,” ujar Marcom PKP, Andrian Muslim.

Tiga panti asuhan yang menerima bantuan berada di Batu Aji, yakni Panti Asuhan Al-Khairot, Panti Asuhan Al-Anjum, dan Panti Asuhan An-Nur. Satu panti lainnya berada di Batam Center, yakni Panti Asuhan Riyadul Yatama Wal Masakin. Sementara di Batu Besar, bantuan diserahkan kepada Panti Asuhan Darul Muhyiddin.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, gula, susu, telur, teh, hingga sarden. Andrian berharap, bantuan tersebut bisa meringankan kebutuhan harian anak-anak di panti.

“Anak-anak di panti asuhan ini butuh kasih sayang dari kita. Kalau bukan kita, siapa lagi. Semoga bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” tutupnya.

Di luar kegiatan bakti sosial Ramadan, PKP Peduli juga rutin menggelar donor darah, penyaluran hewan kurban, serta bantuan fisik dan infrastruktur bagi masyarakat yang membutuhkan.

Artikel Meriahkan Ramadan, PKP Salurkan Sembako ke Lima Panti Asuhan pertama kali tampil pada Metropolis.