Jumat, 5 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2146

Penjual Tisu Viral di Batam Diduga Dianiaya Petugas Gabungan, Dinsos Membantah

0
Ilustrasi aniaya.

batampos – Muhammad Abdullah, pria penjual tisu yang dikenal dengan aksi kungfu khasnya di Simpang Jalan Layang Laluan Madani, Batam, diduga mengalami penganiayaan oleh petugas gabungan dari unsur Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (26/3) sore dan menjadi perbincangan hangat setelah video insiden itu viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat beberapa orang mencoba mengamankan Abdullah di tepi jalan. Peristiwa ini memicu reaksi publik yang mempertanyakan tindakan petugas di lapangan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Batam, Leo Putra, membantah adanya kekerasan yang dilakukan oleh pihaknya selama menjalankan tugas penertiban. Pihaknya tidak pernah menggunakan kekerasan dalam menjalankan tugas sosial.
“Selama tujuh hingga delapan tahun saya di Dinsos, tidak pernah kami melakukan penertiban dengan pemukulan. Tidak ada dalam praktik kami bekerja untuk kesejahteraan sosial menggunakan kekerasan,” kata dia, Kamis (27/3).
Pihaknya bertugas menegakkan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang aktivitas berjualan di jalan. Menurutnya, Abdullah telah berkali-kali diingatkan untuk tidak berjualan di simpang jalan, namun tetap bersikeras melanjutkan aktivitasnya.
“Kami sudah mengingatkan berulang kali agar tidak berjualan di jalan, tapi dia berkeras. Saat petugas melakukan penertiban sesuai SPT, terjadi interaksi yang akhirnya menjadi viral,” kata dia.
Menurut Leo, insiden bermula ketika oenjual tisu itu menghentikan mobil ambulans milik Dinsos yang sedang melakukan razia. Abdullah disebut mengetuk pintu ambulans dan memulai konfrontasi dengan petugas.
“Dia datang pakai motor, diketoknya pintu ambulans Dinsos. Ketika ditanya kenapa, di situlah dia mulai memancing-mancing petugas agar terpancing emosi,” ujar Leo.
Leo membantah klaim bahwa petugas melakukan pengeroyokan. Ia menegaskan, tidak ada satu pun petugas Dinsos yang memukul atau terprovokasi oleh tindakan Abdullah meski dalam video itu terjadi tarik-menarik dan dorongan.
“Dia memancing petugas, bahkan mengajak duel, tapi tidak ada satu pun anggota saya yang terpancing. Kami menjalankan tugas sesuai prosedur,” kata Leo.
Dia menyebut Abdullah sempat melakukan aksi dramatis di tengah jalan hingga menyebabkan kemacetan. “Di video yang direkam staf saya, terlihat dia guling-guling di jalan hingga menghentikan mobil-mobil yang lewat. Bajunya robek dan entah bagaimana, kepalanya berdarah-darah lalu pergi ke rumah sakit,” lanjutnya.
Leo juga menuding Abdullah berusaha membangun narasi sebagai korban dengan memanfaatkan media. Ia mempertanyakan bukti yang menunjukkan adanya keterlibatan petugas dalam tindak kekerasan tersebut.
“Sekarang dia bermain sebagai korban di media. Kalau benar dikeroyok, tunjuk siapa petugas Dinsos yang melakukannya. Saya jamin, tidak ada satu pun yang memukul,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel Penjual Tisu Viral di Batam Diduga Dianiaya Petugas Gabungan, Dinsos Membantah pertama kali tampil pada Metropolis.

Ramadan Berkah, Pengurus DPD PDRI Kepri Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Para Kader dan Simpatisan

0
Kader Partai Demokrat bersama-sama dengan simpatisan dan juga Organisasi Sayap Partai Demokrat Kepulauan Riau, antusias mengikuti acara buka puasa bersama di Ramadan 1446 H yang digelar di Restoran Seafood Golden Prawn Batam pada, Rabu (26/3).

batampos – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama pengurus DPD Partai Demokrat Kepri, Pengurus DPC Partai Demokrat Batam, DPAC Partai Demokrat dari 12 Kecamatan se kota Batam, pengurus DPC PDRI Kota Batam, simpatisan dan juga Orsap Bintang Muda Indonesia (BMI) Provinsi Kepulauan Riau, dan Tim Pemenangan Mesrawati pada saat Pileg lalu.

Ratusan kader Partai Demokrat bersama-sama dengan simpatisan dan juga Orsap Bintang Muda Indonesia (BMI) Provinsi Kepulauan Riau, antusias mengikuti acara buka puasa bersama di Ramadan 1446 H yang digelar di Restoran Seafood Golden Prawn Batam pada, Rabu (26/3).

Ketua DPD PDRI Kepri Mesrawati Tampubolon mengatakan, buka puasa bersama, adalah tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan ketika bulan Ramadan tiba. Dan, hal ini sudah dilakukannya setiap tahunnya sejak tahun 2009.

“Buka puasa bersama ini sudah kita laksanakan sejak tahun 2009. Dan, hal itu terus kita lakukan setiap tahunnya saat bulan Ramadan tiba,” ujar Mesrawati usai kegiatan.

Katanya, aktivitas ini tidak hanya memiliki makna simbolis, tapi sekaligus sebagai ajang untuk memperkuat tali silaturahmi antar seluruh kader dan juga simpatisan Partai Demokrat yang ada di Provinsi Kepri.

Dia juga berharap, melalui kegiatan buka puasa bersama ini akan terjalin rasa kekeluargaan dan persaudaraan yang semakin kuat antar seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat.

“Semoga dengan buka puasa bersama ini, rasa persaudaraan antar seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat yang ada di seluruh Kepri semakin kuat dan solid,” ujarnya.

Masih menurut Mesrawati, selain kegiatan buka puasa bersama di bulan Ramadan, Orsap PDRI dibawah kepemimpinannya terus aktif melakukan kegiatan – kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya seperti, Bagi-bagi takjil di bulan Ramadan, mengunjungi panti-panti asuhan untuk memberi penyuluhan dan mengunjungi rumah tahanan (Rutan) maupun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam.

“Berhubung tahun ini aktifitas saya di DPRD Provinsi Kepri banyak, maka untuk kunjungan ke Rutan dan Lapas belum bisa kami laksanakan. Insya Allah kalau waktu saya sudah luang, kunjungan itu akan tetap kami lakukan,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPD PDRI Kepri Mesrawati Tampubolon, didampingi Sekretaris DPD PDRI Kepri, Yonna Imelda Wati beserta jajaran pengurus PDRI Kepri, Ketua DPD Bintang Muda Indonesia (BMI) Kepri Angga Syahbana Putra beserta pengurus.

Sekretaris DPD PDRI Kepri, Yonna Imelda Wati menambahkan, kader berperan penting dalam suksesi berbagai perhelatan yang berkaitan dengan partai politik. Seperti pada pemilu dan pilkada 2024 lalu. Tanpa peran kader, Demokrat tidak akan mampu meraih target yang diinginkan.

“Kader berjuang turun ke masyarakat mensosialisasikan program partai. Termasuk menjalankan kerja-kerja partai,” katanya.

Masih kata Yonna, dengan modal kader yang solid dan berjuang berdasarkan arahan partai, apa yang ditargetkan bisa tercapai. “Kami mengapresiasi kekompakan kader Partai Demokrat di Kepri. Dan kami berharap kader yang solid dan kompak harus dijaga dengan baik. Terus berjuang bersama Partai Demokrat karena Partai Demokrat selalu bersama rakyat,” tegasnya. (*)

Artikel Ramadan Berkah, Pengurus DPD PDRI Kepri Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Para Kader dan Simpatisan pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalan Rusak Menuju Kantor Camat Sagulung Hambat Aktivitas Warga

0
Jalan rusak menuju kantor kecamatan Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Akses jalan menuju Kantor Kecamatan dan Polsek Sagulung mengalami kerusakan parah. Pecahan aspal yang merata di sepanjang jalan mulai dari Simpang Lampu Merah Puteri Hijau menyebabkan gangguan bagi pengguna jalan. Kondisi ini menambah daftar infrastruktur yang butuh perhatian di Kota Batam.

Jalan yang hanya memiliki satu jalur untuk dua lajur ini merupakan akses utama bagi masyarakat yang bermukim di Seilangkai dan sebagian wilayah Kelurahan Tembesi. Dengan kondisi rusak seperti ini, arus lalu lintas menjadi terganggu, terutama pada jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Kemacetan pun sering terjadi akibat pengendara harus menghindari lubang-lubang yang tersebar di sepanjang jalan.

Majid, seorang warga Puteri Hijau, mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera melakukan perbaikan. “Kalau belum ada anggaran untuk pelebaran, setidaknya tambal dulu jalan-jalan yang rusak ini. Soalnya jalan ini ramai dilewati setiap hari,” ujarnya.

Selain itu, warga juga berharap agar perbaikan jalan utama R. Suprapto di Simpang Puteri Hijau bisa berlanjut hingga ke jalan permukiman mereka. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam mobilitas sehari-hari, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun beraktivitas lainnya.

Tokoh masyarakat Sagulung, Jumali, juga menyoroti banyaknya jalan permukiman lain yang mengalami kerusakan serupa. “Jalan Seibinti, Pelabuhan Sagulung, dan Jalan Lintang Tengah yang menghubungkan beberapa kelurahan di Kecamatan Sagulung juga dalam kondisi rusak. Ini sudah sering kami usulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang),” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi jalan yang rusak bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berisiko menyebabkan kecelakaan. “Sering ada pengendara yang terjatuh karena menghindari lubang. Kami berharap Pemko Batam segera mengambil tindakan sebelum ada korban lebih banyak,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyatakan bahwa pihaknya sudah menerima banyak masukan dan permintaan perbaikan jalan dari masyarakat. Namun, pelaksanaan perbaikan harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia serta prioritas pelebaran akses jalan utama.

“Saat ini, fokus utama kami adalah pelebaran jalan-jalan utama. Namun, kami tetap memperhatikan permintaan perbaikan jalan permukiman. Semua harus dilakukan sesuai dengan skala prioritas,” kata Suhar.

Meski begitu, warga berharap ada solusi sementara seperti penambalan jalan rusak agar tidak semakin parah. Mereka juga meminta agar pemerintah daerah lebih responsif terhadap permasalahan infrastruktur yang langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dengan kondisi jalan yang semakin memburuk, masyarakat Sagulung berharap ada tindakan nyata dari pemerintah dalam waktu dekat. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, dikhawatirkan kerusakan akan semakin meluas dan biaya perbaikannya akan semakin besar di kemudian hari. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jalan Rusak Menuju Kantor Camat Sagulung Hambat Aktivitas Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Tabir Penimbunan Sungai Baloi Terbuka, Lik Khai di Pusaran Masalah Lingkungan

0
Lik Khai.

batampos – Polemik penimbunan alur Sungai Baloi di kawasan Perumahan Kezia Residence dan Permata Baloi, Kelurahan Baloi Indah, terus bergulir. Sorotan publik kini mengarah kepada Anggota DPRD Provinsi Kepri, Lik Khai, yang diduga menjadi dalang di balik aktivitas ilegal tersebut.

Penimbunan yang berlangsung sejak sebulan terakhir ini menyebabkan penyempitan sungai secara drastis. Dari lebar awal 25 meter, alur sungai kini hanya tersisa sekitar 5 meter. Akibatnya, daya tampung sungai berkurang, menyebabkan banjir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Aktivitas penimbunan dilakukan sepanjang 400 meter menggunakan material tanah bercampur sisa bangunan Baloi Apartment milik PKP. Sungai Baloi sendiri memiliki panjang keseluruhan 6,51 kilometer dan termasuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Sukajadi.

Baca Juga: Bangunan Apartemen Langgar PL, Bekas Material Dipakai Timbun Alur Sungai,  Li Claudia: Bapak Tak Boleh Semena Mena

Keresahan warga atas penimbunan ilegal ini memuncak setelah kejadian tersebut viral di media sosial. Desakan agar pemerintah bertindak tegas semakin kuat, terutama setelah keterlibatan Lik Khai mencuat ke publik.

Siapa sebenarnya Lik Khai? Ia adalah politisi dari Partai NasDem. Sebelum menjadi anggota DPRD Provinsi Kepri, Lik Khai beberapa kali terpilih sebagai anggota DPRD Batam.

Akan tetapi, dalam masalah penimbunan Sungai Baloi, nama besar itu tampaknya tak cukup melindungi Lik Khai dari sorotan publik. Inspeksi pertama yang dilakukan Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama jajaran pemerintah kota pada 23 Maret lalu justru memunculkan lebih banyak tanda tanya ketimbang jawaban tegas.

Baca Juga: Polda Kepri Selidiki Penimbunan DAS di Baloi

Saat itu, Lik Khai turut hadir di lokasi. Menariknya, tidak ada satu pun pejabat yang bersikap tegas terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Sebaliknya, situasi di lapangan menunjukkan kecenderungan melindungi sosok yang diduga bertanggung jawab.

Saat inspeksi pertama, Lik Khai membantah tudingan bahwa dialah yang bertanggung jawab atas penimbunan alur sungai. Ia mengklaim pekerjaan tersebut merupakan proyek Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) yang bertujuan membangun jalan inspeksi untuk mendukung normalisasi sungai.

“Di kiri dan kanan saluran induk harus ada jalan inspeksi untuk normalisasi sungai. Apa yang dibuat di belakang perumahan saya itu jalan inspeksi sekitar 15 meter lebarnya. Saya sudah koordinasi dengan CKTR dan Dinas Bina Marga, dan mereka menyetujui rencana ini,” katanya.

Meski demikian, pernyataan Lik Khai segera terbantahkan dua hari setelah inspeksi pertama. Pada 25 Maret, giliran Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung ke lokasi.

Baca Juga: Sungai di Baloi Ditimbun Secara Ilegal, Li Claudia Ultimatum Pembongkaran, Lik Khai: Saya Akan Bertanggung Jawab

Dengan tegas, Li Claudia membantah klaim Lik Khai. Ia memastikan tidak ada proyek resmi dari pemerintah di kawasan tersebut. Penimbunan yang terjadi murni pekerjaan pribadi dan tanpa izin resmi dari otoritas terkait.

“Sekarang sudah jelas. Oknumnya sudah mengakui dan akan dilakukan normalisasi kembali,” ujarnya.

Li Claudia mengatakan, proses hukum akan tetap berjalan meskipun pelaku telah menyatakan bersedia bertanggung jawab. Komitmen ini menunjukkan kekuatan politik Lik Khai tak berpengaruh pada ketegasan Li Claudia.

Tak berhenti di situ, inspeksi juga menyasar Baloi Apartment. Di sana, Li Claudia menemukan sejumlah pelanggaran terhadap Persetujuan Lingkungan (PL). Ia langsung memerintahkan pemilik proyek untuk membongkar bagian bangunan yang melanggar aturan dalam waktu beberapa hari.

Klaim Lik Khai bahwa penimbunan dilakukan oleh Dinas Bina Marga juga terbantahkan. Kepala DBM-SDA Batam, Suhar, menyebut pihaknya sama sekali tidak mengetahui aktivitas penimbunan tersebut.

Menurut dia, alat berat yang digunakan di lokasi awalnya dipinjamkan untuk normalisasi sungai, bukan penimbunan. Namun, di lapangan, operator alat berat mengaku menerima perintah langsung dari Lik Khai untuk menimbun alur sungai.

“Saya diinformasikan oleh Satpol PP. Kalau memang ada penyalahgunaan alat berat, maka alat saya tarik,” tegas Suhar.

Fakta ini memperjelas penimbunan Sungai Baloi bukan bagian dari kebijakan pemerintah melainkan inisiatif pribadi Lik Khai. Bahkan, normalisasi yang direncanakan ke depan juga akan menggunakan dana pribadi miliknya.

Penutupan alur sungai ini tak diketahui pasti tujuannya apa. Namun di tengah sorotan ini, Lik Khai akhirnya angkat bicara. Ia menyatakan kesediaannya bertanggung jawab penuh atas semua dampak yang ditimbulkan. “Saya akan bertanggung jawab,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi pasca inspeksi kedua.

Namun, pernyataan tersebut tidak meredakan kekecewaan publik. Founder Akar Bhumi Indonesia (ABI), Hendrik Hermawan, buka suara. Tindakan penimbunan tersebut jelas melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Ketika terjadi penyumbatan sungai, maka daerah sekitar akan mengalami banjir. Ini jelas masuk kategori pencemaran dan perusakan lingkungan,” kata dia, Rabu (26/3).

Di sisi lain, ia turut menyoroti lemahnya pengawasan BP Batam terhadap proyek-proyek yang berdampak pada lingkungan. Kejadian di Sungai Baloi adalah bukti nyata buruknya tata kelola lingkungan di Batam.

“Ini masuk pencemaran dan pengerusakan lingkungan,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Tabir Penimbunan Sungai Baloi Terbuka, Lik Khai di Pusaran Masalah Lingkungan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ngabuburit di Kota Lama, Nikmati Senja Ramadan Lewat Lensa Kamera

0
Saat bulan Ramadan, suasana di berbagai sudut kota menjadi lebih hidup, termasuk di kawasan Kota Lama Tanjungpinang yang selalu menjadi daya tarik bagi para fotografer. 
***
Fotografer dari berbagai komunitas fotografi menggelar ngabuburit dengan memotret momen di kawasan Kota Lama Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar
Kawasan Kota Lama Tanjungpinang menjadi salah satu destinasi favorit bagi masyarakat khususnya para fotografer untuk ngabuburit atau menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa.
Menjelang waktu berbuka puasa, banyak fotografer, baik profesional maupun amatir, memanfaatkan waktu untuk berburu momen-momen menarik untuk diabadikan melalui lensa kamera di kawasan bersejarah ini.
Untuk mengisi waktu sebelum berbuka, memotret atau hunting foto bagi para fotografer juga menjadi ajang untuk meningkatkan keterampilan fotografi, sekaligus berinteraksi dengan komunitas fotografi lainnya.
Selain itu, menjelang azan Magrib, kawasan Kota Lama Tanjungpinang mulai dari tepi laut, Jalan Bintan, Jalan Merdeka, Jalan Teuku Umar, Jalan Pos, Jalan Pasar Ikan, Pelantar I, Pelantar II dan Jalan Gambir, dipenuhi oleh berbagai aktivitas.
Bangunan-bangunan khas tempo dahulu yang berwarna-warni, para pedagang, aktivitas di Pelantar II hingga rumah-rumah warga dengan desain klasik, menjadi latar yang sempurna untuk diabadikan dalam bingkai kamera.
Selain arsitektur bangunan dan rumah zaman dahulu yang khas, Kota Lama Tanjungpinang juga menawarkan lebih banyak momen menarik lainnya untuk diabadikan melalui lensa kamera fotografer.
Beberapa komunitas fotografi seperti Kelas Pagi dan Kepri Photo Community bahkan sengaja mengadakan kegiatan hunting foto bersama di kawasan Kota Lama Tanjungpinang. Para fotografer ini berbagi teknik memotret, berdiskusi tentang komposisi, hingga berbagi hasil jepretan di media sosial.
Sebelum berburu foto di Kota Lama Tanjungpinang, para fotografer dari berbagai komunitas fotografi ini, tidak lupa menyempatkan berdoa bersama. Kemudian bersama-sama mengabadikan momen-momen yang tidak terlupakan di Kota Lama Tanjungpinang.
Usai berburu foto dan setelah azan Magrib berkumandang, para fotografer berkumpul untuk berbuka puasa bersama di sekitar Kota Lama Tanjungpinang, menikmati hidangan takjil sederhana sambil tetap berdiskusi tentang dunia fotografi.
*Kota Lama Tanjungpinang, Ruang Ekplorasi Visual yang Menarik
Bagi para pencinta fotografi di Tanjungpinang dan Bintan, kawasan Kota Lama ini bukan hanya menawarkan suasana klasik dan estetika tempo dahulu. Namun menjadi ruang eksplorasi visual yang menarik.
Kota Lama Tanjungpinang selalu menawarkan berbagai momen dan objek menarik untuk diabadikan. Dari bangunan dan rumah yang klasik, lampu-lampu jalanan yang mulai menyala menjelang senja, hingga aktivitas masyarakat yang semakin ramai menjelang waktu berbuka.
Penjual makanan kaki lima di bazar Ramadan yang sibuk menyiapkan takjil, pedagang toko, aktivitas di pasar, bongkar muat barang dan aktivitas penyebrangan menggunakan pompong di Pelantar II serta pemandangan unik lainnya.
Selain itu, suasana lembut yang dihasilkan dari perpaduan cahaya matahari yang mulai meredup dengan arsitektur khas zaman dahulu, membuat Kota Lama Tanjungpinang, menjadi lokasi favorit bagi para fotografer.
“Kawasan Kota Lama itu unik dan punya nuansa tersendiri. Pagi dan sore waktu terbaik buat hunting foto, apalagi saat suasana Ramadan,” kata Fara, 33, penggiat fotografi alumni Kelas Pagi 2024, Selasa (25/3) sore.
Bagi komunitas fotografi, ngabuburit di Kota Lama Tanjungpinang tidak hanya tentang memotret keindahan di lokasi, namun juga menangkap interaksi kehangatan antar manusia di dalamnya.
Selain itu, hunting foto ini ini juga untuk mengisi waktu luang dan ngabuburit bersama rekan-rekan fotografer dari berbagai komunitas fotografi di Tanjungpinang dan Bintan.
“Tidak hanya soal foto saja, hunting foto ini menjadi ajang silahturahmi dan berjejaring dengan rekan-rekan fotografer lainnya,” kata Fara.
Menurutnya, para fotografer yang menggeluti fotografi jalanan (Street Photography), Ramadan di Kota Lama Tanjungpinang, menghadirkan banyak cerita visual yang kaya akan emosi dan kehidupan.
Potret aktivitas pekerja bongkar muat barang, para pedagang takjil yang tersenyum saat melayani pembeli dan ekspresi harap anak-anak yang menunggu waktu berbuka.
Semua visual tersebut menggambarkan esensi Ramadan yakni silaturahmi, kebersamaan dan berbagi serta menjadi momen yang menarik untuk diabadikan.
Berburu foto di Kota Lama Tanjungpinang menjelang buka puasa, lanjut Fara, bukan hanya soal teknik, namun juga terkait cara menangkap cerita dan emosi.
Tak hanya itu, persiapan yang baik dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, fotografer bisa mendapatkan foto yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan makna.
“Kami mengambil foto candid di sini. Banyak cerita yang bisa diceritakan lewat ekspresi orang-orang. Apalagi saat ngabuburit, atmosfernya lebih hidup,” ungkap Fara.
Saat matahari perlahan mulai tenggelam dan senja mulai menjelang, para pengunjung Kota Lama termasuk komunitas fotografi yang asik berburu, mulai bersiap mencari tempat berbuka.
Beberapa pengunjung memilih berbuka bersama di kursi-kursi yang tersedia di trotoar jalan Kota Lama Tanjungpinang. Sementara pengunjung lain menikmati hidangan berbuka di warung-warung sekitar.
“Komunitas fotografi di Tanjungpinang dan Bintan juga menggelar buka puasa bersama. Kemudian menunaikan salat Magrib di Masjid Agung Al Hikmah. Selanjutnya berbagi pengalaman dan berdiskusi tentang karya fotografi,” sebut Fara.
Fotografer dari Tanjunguban Bintan Robbi Hafzan, 38, menambahkan Kota Lama Tanjungpinang dengan segala keunikannya, menjadikan ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu berbuka. Namun tentang menikmati momen, menemukan inspirasi dan berbagi cerita lewat lensa kamera.
“Sudah lama tidak ke Kota Lama. Ini waktu yang tepat untuk ngabuburit sambil motret dan silaturahmi dengan fotografer di Tanjungpinang,” ujar Robbi yang rela menempuh kejauhan 90 kilometer dari Bintan ke Tanjungpinang.
Menurut Robbi, menunggu waktu berbuka puasa dengan memotret mengabadikan momen di Kota Lama Tanjungpinang, bukan hanya sekadar mengisi waktu, tetapi juga menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
Selain dapat mengabadikan momen-momen unik khas Ramadan dan silaturahmi, para fotografer juga dapat memperluas jaringan dan diskusi serta menikmati suasana kota yang penuh sejarah.
“Bagi fotografer yang menjalankan ibadah puasa, Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan penuh inspirasi visual yang patut diabadikan dalam setiap jepretan kamera,” tutup anggota Kepri Photo Community ini. (*) 
Reporter: Yusnadi Nazar

Artikel Ngabuburit di Kota Lama, Nikmati Senja Ramadan Lewat Lensa Kamera pertama kali tampil pada Kepri.

Sambut Lebaran, Baznas Berbagi Kasih dengan Karyawan RSUD Embung Fatimah

0
Karyawan RSUD Embung Fatimah terima bantuan sembako dari Baznas. Foto. Ellin untuk Batam Pos

batampos – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar program berbagi kasih berupa paket sembako dalam rangka Ramadan 1446 Hijriah di RSUD Embung Fatimah, Batam, pada Rabu (26/3). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu karyawan rumah sakit yang bekerja dengan penuh dedikasi, terutama mereka yang berstatus tenaga honorer dan petugas kebersihan.

Kepala Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin Sumarni, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kepedulian sosial Baznas terhadap para pekerja di lingkungan rumah sakit.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian dari Baznas. Bantuan ini tentunya sangat berarti bagi para pegawai kami yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Baznas membagikan bantuan sembako kepada berbagai kategori pekerja di RSUD Embung Fatimah. Sebanyak 230 tenaga honorer menerima bantuan, disusul oleh 52 petugas kebersihan, 6 anggota Satpol PP, serta 16 petugas keamanan. Program ini diharapkan dapat meringankan beban mereka menjelang perayaan Idulfitri.

Direktur RSUD Embung Fatimah, Wijayanti Ndari, turut mengapresiasi program Ramadan 1446 Bahagia ini. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan kepada para pegawai dan membantu mereka merayakan Idulfitri dengan lebih nyaman. “Kami berharap seluruh karyawan, termasuk tenaga medis, dapat merayakan Lebaran dengan aman dan tenang,” katanya.

Selain itu, Wijayanti menegaskan bahwa RSUD Embung Fatimah berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Sebagai rumah sakit pusat rujukan daerah, RSUD berupaya menjaga kualitas layanan meskipun dalam suasana libur Lebaran. “Kami akan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Salah satu pegawai penerima bantuan, Yanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan melalui program ini. “Saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan keluarga menjelang Lebaran,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Baznas berharap dapat terus menebarkan kebahagiaan dan meningkatkan kepedulian sosial di berbagai sektor. Program berbagi kasih seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk turut serta membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di momen-momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Sambut Lebaran, Baznas Berbagi Kasih dengan Karyawan RSUD Embung Fatimah pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Keluhkan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran

0
Situasi Pasar Fanindo. Masyarakat mulai mengeluhkan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
(f. Eusebius Sara / Batam Pos

batampos – Harga kebutuhan pokok terus merangkak naik menjelang Lebaran. Pantauan di pasar tradisional Batuaji dan Sagulung menunjukkan kenaikan signifikan, terutama pada daging dan sayuran.

Di Pasar Fanindo, harga daging sapi segar kini berkisar antara Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram. Sementara itu, daging sapi beku dijual seharga Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada daging ayam, di mana daging ayam segar dijual Rp39 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam beku berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

Tak hanya daging, harga sayur dan bumbu dapur juga mengalami lonjakan tajam. Susi, pedagang sayur di Pasar Fanindo, mengungkapkan bahwa beberapa jenis sayuran mengalami kenaikan harga hingga dua kali lipat.

“Harga kangkung dan sayuran sejenis kini di atas Rp20 ribu per kilogram. Ini naik drastis dibandingkan sebelumnya,” ujarnya, Kamis (27/3).

Menurut para pedagang, kenaikan harga ini merupakan tren tahunan menjelang perayaan keagamaan, terutama Lebaran. Jhoni, pedagang daging di Pasar Fanindo, menyebut bahwa lonjakan harga ini dipicu meningkatnya permintaan, sementara pasokan tetap terbatas.

“Setiap tahun selalu begini, semakin dekat Lebaran, harga semakin mahal. Kami sebagai pedagang juga tidak bisa berbuat banyak karena harga dari pemasok sudah naik lebih dulu,” kata Jhoni.

Lonjakan harga ini menjadi beban berat bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga. Sumarni, warga Batuaji, mengeluhkan kondisi tersebut.

“Setiap hari ke pasar terasa semakin berat. Harga terus naik, sementara penghasilan tetap. Semoga ada tindakan dari pemerintah,” harapnya.

Masyarakat meminta pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan pokok. Salah satu langkah yang diharapkan adalah memperbanyak operasi pasar murah agar harga lebih terjangkau menjelang Lebaran.

“Operasi pasar selama ini ada, tapi jumlahnya kurang. Kalau bisa, ditambah lagi sampai mendekati Lebaran supaya kami bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,” tambah Sumarni.

Pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi terkait kenaikan harga ini. Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya akan ada intervensi berupa operasi pasar atau subsidi harga tertentu agar lonjakan tidak semakin parah.

Masyarakat berharap ada solusi cepat untuk menekan kenaikan harga yang terus terjadi. Jika tidak ada tindakan konkret, harga kebutuhan pokok dikhawatirkan semakin melambung menjelang hari raya, membuat masyarakat semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Warga Keluhkan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemko Batam Gelar Pawai Takbir dan Lomba Mobil Hias

0
Ilustrasi Pawai mobil hias pada malam takbiran di Engku Hamidah, Batam Centre. F.Cecep Maulana

batampos – Menyambut Idulfitri, Pemko Batam juga menggelar Pawai Takbir dan Lomba Mobil Hias tingkat kota. Pawai Takbir akan dipusatkan di Masjid Agung Raja Hamidah dan berakhir di Polsek Batuampar pada Minggu, 30 Maret 2025.

“Masjid Agung Raja Hamidah sudah bisa digunakan, jadi kita pusatkan di sana. Masyarakat bisa menyaksikan pawai dari Masjid Agung hingga Seraya Atas,” ujar Sekda Kota Batam, Jefridin.

Selain pawai, Pemko Batam juga mengadakan Lomba Mobil Hias dengan hadiah total Rp36 juta. Lomba ini terbuka bagi Perangkat Daerah, BP Batam, Forkopimda, instansi vertikal, hotel, perbankan, ormas Islam, serta masjid/musala.

Open House Wali Kota Batam

Sebagai bagian dari perayaan Idulfitri, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, akan menggelar open house di kediamannya, Perumahan KDA Cluster Cendrawasih No. 12 A, pada 31 Maret 2025 pukul 09.00–17.00 WIB.

“Silakan datang untuk bersilaturahmi dan berhari raya bersama pimpinan kota,” kata Jefridin. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pemko Batam Gelar Pawai Takbir dan Lomba Mobil Hias pertama kali tampil pada Metropolis.

889 Titik Lokasi Salat Idulfitri di Batam

0
Dataran Engku Putri, Batam Center

batampos – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menetapkan 889 titik lokasi Salat Idulfitri 1446 H/2025 M yang tersebar di 12 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 695 titik berada di masjid, 185 di musala, dan 9 titik di lapangan.

“Total titik Salat Idulfitri di Batam tahun ini sebanyak 889 lokasi,” ujar Kepala Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, Kamis (27/3).

Jumlah lokasi Salat Idulfitri tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 831 titik. Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menetapkan tiga lokasi utama untuk pelaksanaan Salat Idulfitri tingkat kota, yakni di Dataran Engku Putri, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, dan Masjid Baiturahman Sekupang.

Di Dataran Engku Putri, Salat Idulfitri akan digelar pada Senin, 31 Maret 2025, dengan KH. Ahmad Junaidi sebagai khatib dan Muslim, Imam Masjid Raya Agung Batam Center, sebagai imam serta muazin. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel 889 Titik Lokasi Salat Idulfitri di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Polda Kepri Sidak Pasar

0

batampos – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1446, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri) melalui Subdit I Indagsi melakukan inspeksi di sejumlah pasar, seperti Pasar Summerland Nongsa dan Pasar Botania.

“Sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, kestabilan harga, serta kelancaran distribusi pangan guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif,” kata Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, Kamis (27/3).

Pihaknya melakukan pengecekan langsung untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan distribusi berjalan lancar menjelang Idulfitri.

“Dari hasil monitoring, harga masih dalam batas normal. Kami sudah memberikan imbauan kepada pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak,” ujar Ruslaeni.

Berdasarkan pemantauan Ditreskrimsus Polda Kepri, harga sejumlah bahan pokok masih stabil, meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, seperti daging ayam dan daging sapi, yang mengalami lonjakan Rp2.000 hingga Rp5.000 per kilogram.

Berikut daftar harga bahan pokok di Pasar Summerland Nongsa dan Pasar Botania:

  • Beras: Medium Rp12.000/kg, premium Rp14.500/kg
  • Gula pasir: Curah Rp16.000/kg, kiloan Rp16.000/kg, kemasan Rp18.500/kg
  • Cabai merah keriting: Rp70.000/kg
  • Cabai rawit hijau: Rp55.000/kg
  • Cabai rawit merah: Rp65.000/kg
  • Bawang merah: Rp36.000/kg
  • Bawang putih: Rp30.000/kg
  • Minyak goreng: Curah Rp20.000/liter, kemasan Rp16.000/liter
  • Daging sapi: Segar Rp150.000/kg, beku Rp95.000/kg
  • Daging ayam: Segar Rp40.000/kg, beku Rp33.000/kg
  • Telur ayam: Rp50.000/papan
  • Kedelai: Rp12.500/kg
  • Ikan: Rp22.000/kg
  • Tepung: Rp10.000/kg

Ruslaeni menyebutkan, hasil pemantauan menunjukkan tidak ada kendala berarti dalam supply chain bahan pokok di wilayah Batam. Stok kebutuhan pokok masih mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat hingga Idulfitri.

“Kami pastikan distribusi berjalan lancar dan stok bahan pokok mencukupi. Kenaikan harga yang terjadi masih dalam batas wajar, sehingga tidak ada indikasi permainan harga yang merugikan masyarakat,” jelasnya.

Polda Kepri juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan tetap membeli kebutuhan sesuai keperluan.

“Sementara itu, pedagang diharapkan tidak menaikkan harga sembako secara tidak wajar agar stabilitas ekonomi menjelang Lebaran tetap terjaga,” ujarnya.

Sidak pasar ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga perayaan Idulfitri. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

 

Artikel Polda Kepri Sidak Pasar pertama kali tampil pada Metropolis.