Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 2148

Awal Tahun 2025, Pemkab Anambas Dihantui ‘Hutang’ 2024 Rp 114 Miliar

0
Sekda Anambas, Sahtiar. f.ihsan

batampos – Pemerintah Kabupaten Anambas terseok-seok dalam menghadapi awal tahun 2025 ini karena ‘dihantui’ hutang yang belum dilunaskan pada Tahun Anggaran (TA) 2024 kemarin.

Hutang itu meliputi belanja pegawai hingga pembayaran proyek yang telah selesai pengerjaannya.

Berdasarkan informasi yang diterima, rekapan tunda bayar di Pemkab Anambas mencapai Rp 114 Miliar.

Untuk menuntaskan hutang, Pemkab Anambas masih menunggu pembayaran bagi hasil dari Pemerintah Pusat dengan nilai Rp 66 Miliar.

BACA JUGA: Tunda Bayar Pemko Tanjungpinang Capai Puluhan Miliar

Akibat belum dibayarkan, perputaran ekonomi di wilayah perbatasan ini tersendat. Mayoritas, sumber ekonomi masyarakat setempat berasal dari APBD.

Sekretaris Daerah Kabupaten Anambas, Sahtiar membenarkan kondisi kas daerah yang sedang sakit. Mengenai hutang yang belum dibayarkan, saat ini sedang dalam tahap review di Inspektorat.

“Bukan hutang tapi ada yang belum terbayarkan di 2024. Untuk nominal belum bisa disebutkan karena masih di review oleh Inspektorat,” ujar Sahtiar melalui sambungan telepon seluler, Rabu, (8/1).

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Anambas ini mengarahkan batampos ke Inspektur Daerah untuk mengetahui proses review tunda bayar.

Terpisah, Inspektur Daerah, Yunizar mengungkapkan proses review belum dilaksanakan. Rencana akan dimulai, Kamis, (9/1) besok.

“Prosesnya tergantung dokumennya. Ada sekitar ratusan dokumen yang mau direview, prosesnya dua minggulah,” terang Yunizar.

Ratusan dokumen itu semua berasal dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan anggaran pencairan dari Dana Alolasi Khusus (DAU), Dana Alokasi Umum (DAU) serta lainnya.

Ia menjelaskan review ini dilakukan untuk memastikan tagihan-tagihan memang benar adanya bukan fiktif. Kemudian, disejalankan dengan ketersediaan kas daerah.

“Kalau sudah ada kas, baru dibayarkan,” pungkas Yunizar. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Awal Tahun 2025, Pemkab Anambas Dihantui ‘Hutang’ 2024 Rp 114 Miliar pertama kali tampil pada Kepri.

Kesulitan Akses, Petugas Damkar Tanjunguban Padamkan Api secara Manual di Lahan Terbakar di Bintan

0
Petugas memadamkan lahan terbakar di jalan raya Tanjungpinang-Tanjunguban, Kilometer 77, Kampung Wonoasri, Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong pada Selasa (7/1/2025). F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan lahan terbakar di jalan raya Tanjungpinang-Tanjunguban, Kilometer 77, Kampung Wonoasri, Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong pada Selasa (7/1/2025) siang.

“Kendalanya, tidak ada akses masuk mobil Damkar ke lokasi titik api,” ungkap Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi ditemui, Rabu (8/1/2025).

Dia menjelaskan, awalnya petugas menerima laporan adanya kebakaran lahan dari warga sekitar pukul 14.28 WIB.

“Informasi dari salah seorang warga yang kebetulan lewat dan melihat kebakaran,” kata dia.

BACA JUGA: Sampai November 2024, BPBD Catat 13 Kejadian Kebakaran Rumah di Bintan

Informasi itu, kata dia, diteruskan ke petugas piket Damkar Tanjunguban. Kemudian, petugas Damkar bergerak ke lokasi untuk memadamkan api.

Karena tidak adanya akses masuk mobil Damkar ke lokasi titik api, dia mengatakan, petugas memadamkan api dengan metode manual.

“Kita keprok-keprok saja, tapi semangat anggota luar biasa memadamkan api,” katanya.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB.

Dia mengimbau ke masyarakat untuk tetap waspada karena cuaca panas dan angin kencang.

“Jangan membakar lahan sembarangan, karena potensi angin kencang dapat membahayakan lokasi di sekitarnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Kesulitan Akses, Petugas Damkar Tanjunguban Padamkan Api secara Manual di Lahan Terbakar di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Awal Tahun, 5 Penjambret Ditangkap, Kapolresta: Jangan Menimbulkan Niat Pelaku

0
Ilustrasi. Jambret. Foto: JawaPos.com

batampos – Kejahatan Jalanan seperti jambret marak di awal tahun ini. Dalam sepekan, polisi berhasil mengungkap kasus, yakni di Batuaji dan Sagulung.

Dalam 2 kasus ini, polisi menangkap 5 orang pelaku. Sedangkan korbannya yakni pengendara motor wanita dan pejalan kaki wanita.

Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu meminta masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap barang bawaan.

“Waspada dengan barang bawaan, jangan menimbulkan niat pelaku. Kejahatan itu terjadi karena ada niat dan kesempatan. Kesempatan ini kita cegah,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan ini, pihaknya akan mengaktifkan kring serse dan meningkatkan partoli.

“Akan diaktifkan kring serse. Setiap jam itu ada anggota yang berada di lokasi rawan, khususnya malam hari,” ujarnya

Selain mengaktifkan kring serse, Heribertus mengaku akan melaksanakan apel di lokasi rawan kejahatan. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Dengan keberadaan anggota, masyarakat akan lebih merasa aman,” katanya.

Menurut Heribertus, dengan adanya kegiatan kring serse dan apel tersebut nantinya juga akan mengurangi niat para pelaku kejahatan. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Awal Tahun, 5 Penjambret Ditangkap, Kapolresta: Jangan Menimbulkan Niat Pelaku pertama kali tampil pada Metropolis.

Gas Melon Langka di Tanjunguban, Bintan, Pasokan Ditambah 2.240 Tabung

0
Petugas DKUPP Bintan mengecek kondisi pasokan gas elpiji di Tanjunguban. F.DKUPP Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Pasokan gas elpiji 3 kilogram ditambah, Rabu (8/1/2025), setelah kelangkaan gas melon di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

Kabid Perdagangan di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Setia Kurniawan menyampaikan, pihak agen menambah 4 loading order (LO) pasokan gas elpiji atau sekitar 2.240 tabung, Rabu (8/1/2025).

Penambahan membuat pasokan gas elpiji 3 kg yang disalurkan di Tanjunguban menjadi sebanyak 10 LO atau sekitar 5.600 tabung.

BACA JUGA: Pangkalan Gas Dilarang Distribusikan Gas Melon ke Warung Kecil

Dia menjelaskan, kelangkaan gas elpiji 3 Kg  terjadi akibat pasokan fakultatif saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, tidak keluar.

Akibatnya, kata dia, terjadi kekurangan pasokan gas elpiji di masyarakat selama dua hari libur nasional itu.

“Kekurangannya untuk dua hari libur saat itu, 12 LO atau sekitar 6.720 tabung,” jelasnya.

Dengan penambahan pasokan gas elpiji, dia meminta masyarakat tidak panik. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Gas Melon Langka di Tanjunguban, Bintan, Pasokan Ditambah 2.240 Tabung pertama kali tampil pada Kepri.

Serahkan DIPA 2025, Kakanwil Kemenag Ingatkan Satker Gunakan Anggaran secara Efektif dan Efisien

0
Kakanwil Kemenag Kepri menandatangani berkas DIPA 2025 yang diserahkan ke Satker di lingkungan Kemenag Kepri, Rabu (8/1). F. Humas Kemenag Kepri

batampos-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepri Zoztafia menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 ke Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Kemenag Kepri, Rabu (8/1)

Dalam arahannya, Zoztafia meminta para pimpinan satker tersebut untuk selektif dalam penggunaan anggaran khususnya perjalanan dinas. Hal ini sebagaimana mandat dari Presiden Prabowo kepada Menteri Agama untuk penghematan anggaran dan fokus pada pelaksanaan program yang memberi dampak monumental bagi masyarakat.

“Gunakan DIPA ini secara efektif dan efisien, terutama di perjalanan dinas kita. Mungkin ini cukup berat bagi kawan-kawan yang berada di kepulauan (ketika akan ke kanwil). Kelola anggaran dengan selektif yang sesuai dengan rencana kerja organisasi,” ucap Zoztafia di Aula Kanwil Kemenag Kepri.

BACA JUGA: 185 Peserta CPNS Kemenag Kepri Bersaing Rebut 82 Formasi

Selain pengurangan perjalanan dinas, Zoztafia juga menegaskan pentingnya subtansi kegiatan, tidak sekadar seremoni pelaksanaan. Ditegaskanya, bekerja lah dengan fokus pada substansi kegiatan, yang dirasakan manfaatnya, tidak hanya menjalankan tugas.

“Tolong kegiatannya yang tepat sasaran Pak, karena kita kalau mau nambah anggaran itu susah. Lakukan evaluasi pelaksanaan program dan realisasi anggaran secara periodik, idealnya capaian kinerja lebih tinggi daripada realisasi anggaran,” mintanya.

Tidak hanya mengutamakan pelayanan urusan agama kepada masyarakat, Zoztafia juga meminta jajaran ASN Kanwil Kemenag Kepri untuk memberikan kepastian pelayanan kepada pegawai internal Kemenag yang berkunjung ke Kanwil Kemenag Kepri.

“Layani pegawai dari kepulauan saat datang (ke kantor), punya empati, selesaikan urusan secepat mungkin, beri kepastian pelayanan, harus ada jaminan waktu saat teman-teman di kepulauan berkunjung. Jangan menganggap berurusan dengan pegawai sendiri (Kemenag) itu bukan pelayanan, itu masuk bagian dari pelayanan,” pesannya.

Sementara itu, Kabag TU Kanwil Kemenag Kepri Edi Batara menambahkan, rerata capaian kinerja Kanwil Kemenag Kepri sampai dengan triwulan 4 tahun 2024 lalu adalah 106,22%. Sedangkan realisasi anggaran sampai dengan triwulan 4 tahun 2024 adalah 98,11 persen. (*)

Reporter: Jailani

Artikel Serahkan DIPA 2025, Kakanwil Kemenag Ingatkan Satker Gunakan Anggaran secara Efektif dan Efisien pertama kali tampil pada Kepri.

Sopir Online dengan Sopir Angkutan Umum Akhirnya Berdamai

0

batampos– Seorang sopir online jenis Maxim sempat berselisih dengan sopri angkutan umum konvensional jenis oplet. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (7/1) pukul 13.30 di sekitar RSUD M Sani. Peristiwa ini dipicu ketika mobil online menjemput konsumen di lobi RSUD M Sani. Tiba-tiba mobil dihentikan oleh seorang sopir angkungan umum konvensional

”Kronologis terjadinya perselisiahn antara sopir online Maxim dengan sopir oplet warna kuning ketika Fandi yang mengemudikan mobil online Maxim menjemput warga di lobi RSDU M Sani. Kemudian, Agustinus sopir oplet kuning atau angkutan umum konvensional yang biasa mangkal di sekitar RSUD M Sani menghentikan mobil online,” ujar kapolsek Tebing, AKP S Binsar Samosir kepada Batam Pos, Rabu (8/1).

Anggota Polisi dari Polsek Tebing saat melakukan mediasi antara sopir online Maxim dengan sopir angkutan umum konvensional. f.sandi

Selanjutnya, lanjut Kapolsek, saat itu Fandi langsung menghubungi koordinator lapangan (Korlap) angkutan online Maxim. Sehingga, ada 25 sampai 30 orang sopir angkutan online datang ke RSUD M Sani. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya personil Polsek Tebing lanmgusng mendatangi lokasi dan melakukan mediasi.

”Mediasi yang dilakukan antara kedua belah pihak juga melibatkan instansi dari Dinas Pehubungan Kabupaten Karimun, Polsek Tebing dan Sat Intelkam Polres Karimun. hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan sekaligus membuat kesepakatan perjanjian terkait mengangkut penumpang dari kawasan lobi RSUD M sani,” jelas Binsar.

Dikatakannya, kesepakatan tersebut antara lain sopir online Maxim boleh menjemput konsumen dari lobi RSUD M Sani ke berbagai tujuan, kecuali konsumen dengan tujuan Pelabuhan Sri tanjung Gelam atau biasa disebut Pelabuhan KPK. kemudian, pihak angkutan umum konvensional akan menempatkan perwakilannya di lobi RSUD M Sani untuk jasa angkutan konsumen yang keluar dari rumah sakit tersebut tujuan ke Pelabuhan Sri tanjung Gelam. Kesepakatan ini akan segera ditandatangani kedua belah pihak yang akan dilakukan oleh Dishub Kabupaten Karimun, (*)

Reporter: Sandi

Artikel Sopir Online dengan Sopir Angkutan Umum Akhirnya Berdamai pertama kali tampil pada Kepri.

DLH dan Kecamatan Sekupang Bersihkan TPS Liar, Turunkan Alat Berat

0
Alat berat diturunkan untuk membersihkan sampah liar di sejumlah lokasi di Sekupang. (Foto Eka untuk Batam Pos)
batampos – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam bersama Kecamatan Sekupang menggelar gotong royong (goro) untuk membersihkan tempat pembuangan sampah (TPS) liar, Rabu (8/1). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya pemerintah menata kembali pengelolaan sampah dan meminimalisasi keberadaan TPS liar yang sering menjadi sumber masalah lingkungan.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Batam, Eka Suryanto, mengatakan bahwa seluruh satuan tugas (satgas) DLH dan satgas Kecamatan Sekupang dikerahkan untuk membersihkan beberapa titik prioritas TPS liar di wilayah tersebut. Pembersihan ini juga melibatkan satu unit alat berat guna memindahkan tumpukan sampah yang sudah menggunung.
“Semalam kami sudah membersihkan TPS liar yang menumpuk di wilayah Lubuk Baja. Hari ini, fokusnya di Kecamatan Sekupang. Seluruh satgas dikerahkan untuk membersihkan TPS liar sebelum kembali ke lokasi rutin masing-masing. Untuk pagi ini, mereka diarahkan ke titik-titik TPS liar terlebih dahulu,” ujar Eka, Rabu (8/1).
Eka menambahkan, goro serupa akan dilakukan secara menyeluruh di seluruh kecamatan di Kota Batam. Selain membersihkan TPS liar, pihaknya juga berkomitmen untuk menertibkan TPS pembongkaran sampah yang dilakukan oleh kendaraan seperti pikap.
“Seluruh kecamatan nantinya akan melakukan pembersihan TPS liar secara bertahap. Kami juga ingin menetralkan TPS pembongkaran yang kerap digunakan oleh kendaraan angkut, seperti pikap. Dengan ini, kami berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan,” katanya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DLH dalam mengatasi persoalan sampah di Batam yang selama ini kerap dikeluhkan warga. Selain penanganan langsung, DLH juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.
Warga yang tinggal di sekitar TPS liar juga menyambut baik langkah ini. Menurut Amir, warga Tiban Sekupang keberadaan TPS liar selama ini sangat mengganggu, terutama karena menimbulkan bau tak sedap dan menjadi tempat berkembang biaknya lalat serta tikus.
“Alhamdulillah, akhirnya dibersihkan. Kami harap ke depan tidak ada lagi TPS liar di sini, dan warga juga lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel DLH dan Kecamatan Sekupang Bersihkan TPS Liar, Turunkan Alat Berat pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasokan Terlambat dan Musim Penghujan, Penyebab Cabai Mahal

0
Warga saat membeli cabai merah di Pasar Summerland, Batubesar. Foto: Yashinta/ Batam Pos

batampos – Harga cabai dipasaran Batam masih tinggi meski sudah jauh turun dibanding minggu lalu. Dimana saat ini, harga perkilogram cabai dijual masih berkisar Rp 60-80 ribuan.

Seperti di pasar Botania Batamcenter misalnya, harga cabai rawit masih dijual Rp 80 ribuan per kg, cabai lombok atau rawit merah pedas Rp 70 ribuan perkg dan cabai merah biasa Rp 60-70 ribuan per kg.  “Harga cabai sudah turun, tapi masih tetap tinggi,”ujar Adi.

Menurut dia, harga cabai yang tinggi berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Pelangganya tak lagi membeli cabai dengan jumlah yang besar.

“Tapi sejak kemarin sudah mulai turun, yang beli lumayan juga,” tegasnya.

Tak hanya pasar Botania, di pasar Megalegenda harga cabai juga masih tinggi.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau tak menapik harga cabai tinggi. “Ya benar sempat ada kenaikan harga,” ujar Gustian, Rabu (8/1).

Dijelaskan Gustian, Batam yang bukan daerah penghasil tidak bisa menentukan harga. Karena itu, harga yang ada saat ini sudah dari daerah penghasil. Kenaikan harga cabai terjadi karena faktor cuaca dan keterlambatan pengiriman.

“Ya memang ada keterlambatan selama dua hari. Kemudian faktor cuaca juga didaerah penghasil,” Imbuhnya.

Menurut dia, cabai yang beredar di Batam saat ini berasal dari Aceh, lombok dan daerah Jawa lainnya. Untuk pasokan cabai dari Sumatera Utara agak sedikit terganggu karena perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Untuk dari Sumut memang agak sedikit terganggu karena Natal dan Tahun Baru, makanya pasokan dialihkan dari Aceh,” tegas Gustian.

Masih kata Gustian, pihaknya juga baru rapat bersama daerah Aceh dan Bukitinggi terkait stok cabai.

“Jadi ada kerjasama lagi dengan Aceh dan Bukitinggi untuk stok cabai, biar pasokan aman,” jelasnya.

Sebelumnya, pasca perayaan Tahun Baru 2025 harga cabai di pasaran Batam sempat menyentuh harga Rp 100-130 ribu per kg. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Pasokan Terlambat dan Musim Penghujan, Penyebab Cabai Mahal pertama kali tampil pada Metropolis.

Asyik Mencuri Kabel Speed Boat, Komplotan Pencuri Kepergok Warga, Satu Melarikan Diri

0
Warga bersama Bhabinkamtimas membawa pelaku pencurian (paling kiri dan baju hitam sebelah polisi) kabel steering ke Polsek Palmatak. f.finni untuk batampos

batampos – Tiga pelaku pencurian kabel berhasil diamankan warga Desa Air Asuk saat beraksi di gudang speedboat kawasan Pelabuhan Roro setempat, Senin, (6/1) sekitar pukul 21.45 WIB.

Kepala Desa Air Asuk, Dodi Muchdori menerangkan ketika kepergok warga, pelaku sedang membongkar kabel steering spead boat milik Sudir.

“Pelaku kepergok sedang mengambil kabel di gudang speedboat milik bang Sudir,” ujar Dodi, Selasa, (7/1) sore.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Dua Pencuri Kabel di Gudang PT Pelindo

Saat digerebek warga, satu pelaku berhasil meloloskan diri dengan cara terjun kelaut lalu berenang ke darat.

“Warga terus mencari, dan pada pukul 01.30 dini haribtadi berhasil mengamankan pelaku yang kabur,” ungkap Dodi.

Waktu dilakukan penangkapan, warga juga mendapati gulungan kabel, kopor dan sepeda motor.

“Ketiga pelaku sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian malam tadi,” ujar Dodi.

Belum diketahui pasti, ketiga pria ini berasal dari mana, namun salah satu dari mereka berdomisili di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sementara itu, Kapolsek Palmatak, Iptu Kristian membenarkan peristiwa pencurian kabel yang menimpa Sudir.

“Benar bang, sudah di dalam sel pelakunya,” ujar Kristian.

Penyidik saat ini sedang melakukan pengembangan untuk mengetahui motif pencurian ini.

“Masih dalam pengembangan, kalau sudah nanti kita kasih tau,” pungkas Kristian. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Asyik Mencuri Kabel Speed Boat, Komplotan Pencuri Kepergok Warga, Satu Melarikan Diri pertama kali tampil pada Kepri.

Dua Kurir Sabu Dituntut Mati, Bawa Sabu Cair dan Kristal, Total 43 Kg

0
Dua kurir yang membawa sabu cair dan serbuk dari Tanjungbalai Karimun, Rabu (8/1).

batampos – Dua kurir yang membawa sabu cair dan serbuk dari Tanjungbalai Karimun ke Batam dituntut mati oleh jaksa penuntut umum saat sidang di Pengadilan Negeri Batam. Keduanya yakni Vivien Anugrah alias Ipin dan Ervan Tarihoran yang diupah belasan juta untuk membawa narkotika dengan berat total 43 kilogram.

Tuntutan terhadap keduanya dialamatkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Muhammad Arfian dalam sidang yang dipimpin Very Irawan didampingi Verdian dan Monalisa, Rabu (8/1).  Dalam amar tuntutan, JPU Arfian menegaskan bahwa perbuataan kedua terdakw telah terbukti sah dan menyakinkan bersalah. Yang mana telah melanggar pasal 114 ayat 2 UU narkotika no 35 tahun 2009.

“Perbuataan kedua terdakwa tak ada alasaan pemaaf dan pembenar,” tegas Arfian.

Menurut dia, hal memberatkan perbuataan terdakwa bertentangan dengan pemerintah dalam hal pemberantasaan narkotika. Terdakwa sudah pernah dihukum. Sedangkan hal meringankan terdakwa bersikap sopan.

“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, menuntut terdakwa dengan hukuman mati,” tegas Arfian. Karena tuntutan mati, maka tak ada denda yang dibayarkan terdakwa.

Atas tuntutan itu, terdakwa langsung berkonsultasi dengan penasehat hukum dan tim LBH Suara Keadilan, Vierki Siahaan, Cristopher dan Elisuwita. PH meminta waktu kepada majelis hakim dua minggu untuk pembelaan.

“Kami minta dua minggu pak hakim,” tegasnya.

Bahkan kedua terdakwa sempat menjelaskan bahwa DPO atas nama Jersen sudah ditangkap.

Namun majelis hakim meminta agar waktu menyiapkan pembelaan satu minggu. Hakim juga meminta PH lebih mempriorotaskan pembelaan terdakwa karena tuntutan mati.

“Jaksa ingin mengambil nyawa terdakwa, jadi tolong PH prioritaskan untuk pembelaan. Kami beri waktu satu minggu,” tegas hakim Monalisa. Yang kemudian disusul ketuk palu ketua majelis hakim.

Diketahui, keduanya ditangkap pada bulan Juni 2024 , dari tangan keduanya petugas mendapatkan 24 botol sabu cair dan dua bungkus besar serbuk kristal. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Dua Kurir Sabu Dituntut Mati, Bawa Sabu Cair dan Kristal, Total 43 Kg pertama kali tampil pada Metropolis.