Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Darmawan (tengah), bersama jajaran dan jamaah melaksanakan sahur bersama dalam program Sahur On The Road di Masjid Al Ikhlas, Perumahan Nirwana Residence, Tiban, Minggu (22/2) dini hari. F. Rengga Yuliandra/Batam Pos.
batampos – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Masjid Al Ikhlas, Perumahan Nirwana Residence, Tiban, Minggu (22/2) dini hari. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam mengawali rangkaian syiar Ramadan 1447 Hijriah dengan program Sahur On The Road (Sahur Keliling) bersama masyarakat.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 04.15 WIB. Jajaran Kemenag Batam duduk bersisian dengan jamaah dan pengurus masjid, menikmati santap sahur sederhana yang disiapkan tuan rumah. Suasana berlangsung cair tanpa sekat.
Usai sahur, rombongan bersama jamaah melaksanakan salat Subuh berjamaah. Momentum tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat ukhuwah antara pemerintah dan masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Darmawan, hadir didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, para kepala madrasah, kepala KUA, penyuluh agama, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Batam. Kehadiran rombongan disambut Ketua Yayasan Hikmatul Ikhlas dan pengurus masjid.
Budi menegaskan, program Sahur Keliling bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan umat.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, khususnya pada waktu sahur yang penuh keberkahan ini. Selain mempererat silaturahmi, kami juga ingin mendengar langsung berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat syiar Islam yang menyejukkan.
Kegiatan semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan Ustaz Zamzami. Ia mengingatkan bahwa Ramadan merupakan Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga menjadi waktu terbaik untuk kembali mendekatkan diri kepada kitab suci.
“Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an, dengan sesama, dan dengan Allah SWT,” pesannya.
Sahur On The Road perdana tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa bagi umat Muslim di Kota Batam. (*)
Ilustrasi keluarga bersiap menyantap menu sahur di rumah.(Freepik)
batampos – Sahur merupakan momen penting sebelum menjalankan puasa di bulan suci Ramadan. Karena makanan yang dikonsumsi saat sahur akan memengaruhi energi dan kenyamanan tubuh sepanjang hari.
Para ahli kesehatan dari WHO menyarankan untuk memilih makanan sehat yang memberikan energi bertahan lama dan menghindari jenis makanan yang berdampak negatif selama berpuasa.
Memahami makanan yang dapat memperberat puasa sangat penting agar tubuh tetap bugar dan fokus dalam menjalankan aktivitas harian selama puasa.
Pasalnya ada beberapa makanan meskipun terasa lezat justru dapat membuat tubuh cepat lemas atau meningkatkan rasa haus dan gangguan pencernaan.
Dilansir dari laman WHO dan The Guardian, Senin (23/2) berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur :
1.Makanan tinggi gula sederhana
Makanan dengan gula tambahan seperti kue manis, donat, atau makanan sarapan tinggi gula sebaiknya dihindari saat sahur karena cepat dicerna dan membuat gula darah naik tajam lalu turun cepat.
Peningkatan dan penurunan gula darah yang cepat dapat menyebabkan lemas, lapar lebih cepat dan penurunan energi di siang hari. Sebagai gantinya Anda bisa pilih karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum.
Studi juga menyebut bahwa makanan bergula tinggi tidak hanya berdampak pada energi tetapi juga dapat meningkatkan risiko konsumsi kalori berlebihan setelah sahur.
2.Minuman berkafein
Minuman berkafein seperti kopi, teh hitam atau minuman berenergi sebaiknya dihindari saat sahur karena bersifat diuretik yang bisa meningkatkan produksi urine dan berisiko menyebabkan dehidrasi saat berpuasa.
Dehidrasi bisa memperburuk rasa haus, sakit kepala, dan kelelahan sepanjang siang hari. Karena waktu minum terbatas hanya antara berbuka dan sahur.
Oleh sebab itu, disarankan minum air putih atau minum tanpa kandungan kafein untuk menjaga hidrasi tubuh.
Selain itu, kafein juga dapat memengaruhi kualitas tidur sebelum sahur sehingga membuat seseorang merasa kurang segar di pagi hari dan memengaruhi konsentrasi di siang hari.
3.Makanan tinggi garam
Makanan tinggi garam seperti makanan cepat saji, keripik atau makanan tinggi sodium dapat menyebabkan rasa haus yang berlebihan dan dehidrasi lebih cepat yang membuat puasa terasa lebih sulit dan tidak nyaman.
Pedoman WHO menyebut bahwa sodium harus dibatasi selama sahur agar tubuh tidak kehilangan cairan terlalu cepat di siang hari.
Sebagai gantinya, Anda bisa pilih makanan dengan garam rendah dan perbanyak sayuran atau buah tinggi air.
4.Makanan goreng dan berlemak tinggi
Makanan yang digoreng atau tinggi lemak seperti gorengan berat dapat membuat proses pencernaan lebih lambat dan menyebabkan rasa tidak nyaman atau kembung saat berpuasa.
Anda harus membatasi konsumsi gorengan dan makanan yang banyak dimasak dengan minyak saat sahur karena lemak tinggi akan memperberat kerja lambung saat dicerna.
Sebagai gantinya, Anda bisa pilih makanan yang dipanggang, direbus atau dikukus yang tetap memberikan nutrisi tanpa kelebihan lemak. Selain itu, Anda juga bisa pilih sumber protein dan lemak sehat seperti kacang, ikan, alpukat dalam porsi seimbang.
5.Karbohidrat refined seperti tepung putih dan pastry
Makanan bergandum putih seperti roti putih, pastry dan makanan berbasis tepung rafinasi cepat dicerna dan menyebabkan naiknya kadar gula darah dengan cepat yang kemudian turun cepat pula sehingga memicu rasa lapar yang lebih cepat.
Studi panduan gizi menunjukkan bahwa memilih karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah dan roti gandum utuh membantu energi lebih bertahan lama.
Sebaliknya makanan berbasis tepung putih dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat hilang bahkan sebelum waktu berbuka.
6.Minuman berkarbonasi dan soda
Minuman berkarbonasi seperti soda tidak dianjurkan saat sahur karena dapat menyebabkan gas, kembung dan ketidaknyamanan perut sepanjang hari.
Selain itu, minuman ini sering mengandung gula tinggi yang cepat memberikan energi sementara tetapi kemudian menyebabkan penurunan energi lebih cepat.
Studi kesehatan juga menunjukkan bahwa minuman manis berkarbonasi dapat berkontribusi pada peningkatan kalori yang tidak diinginkan.
7.Makanan terlalu pedas
Makanan yang terlalu pedas dapat meningkatkan produksi asam lambung dan rasa tidak nyaman pada perut kosong yang bisa membuat puasa menjadi lebih berat.
Pedoman kesehatan Ramadhan juga merekomendasikan memilih makanan yang mudah dicerna untuk mengurangi risiko iritasi lambung.(*)
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
batampos – Derasnya arus investasi yang masuk ke Kota Batam berbanding lurus dengan meningkatnya aktivitas pembangunan, termasuk di kawasan pesisir dan reklamasi. Di tengah geliat tersebut, isu pemanfaatan ruang kembali menjadi perhatian publik, terutama terkait kepatuhan terhadap aturan dan dampak lingkungan.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, setiap proses perizinan yang diterbitkan lembaganya tidak bisa dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas bagi pelaku usaha. Ia memastikan pengawasan dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.
Menurutnya, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) bukanlah “karpet hijau” untuk bertindak semaunya. “Kalau di PKKPR sudah dicantumkan boleh melaksanakan kegiatan tersebut, silakan pelaku usaha menjalankan. Tapi ketentuan normatifnya harus dipenuhi,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, di balik selembar PKKPR terdapat serangkaian syarat teknis dan administratif yang wajib dipatuhi. Untuk kegiatan reklamasi, misalnya, pelaku usaha harus memenuhi standar…….
batampos – Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam membantah adanya kenaikan signifikan harga daging sapi dan ayam beku di tingkat distributor. Perbedaan harga yang terjadi di pasar diduga dipengaruhi kondisi stok pedagang yang sempat menipis dalam beberapa hari terakhir.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, mengatakan harga daging dari distributor relatif stabil. Daging cincang masih dijual di kisaran Rp90 ribu per kilogram. Sementara ayam rendang berada pada rentang Rp110 ribu hingga Rp112 ribu per kilogram, dan daging ayam beku Rp39 ribu per kilogram.
“Itu harga dari distributor ke pedagang. Dari laporan anggota, tidak ada kenaikan, masih seperti biasa,” ujarnya, kemarin.
Aryanto menjelaskan, asosiasi berwenang mengatur distribusi ayam beku, sedangkan ayam segar berada di luar kewenangan asosiasi. Ia menduga kenaikan harga yang terlihat di pasar lebih banyak terjadi pada komoditas ayam segar.
“Kalau yang segar mungkin ada kenaikan. Untuk ayam beku belum. Di pasar mungkin sekitar Rp42 ribuan per kilogram untuk ayam beku,” katanya.
Ia memprediksi tingginya harga di tingkat pedagang terjadi karena pasokan sempat menipis akibat sejumlah distributor libur dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, stok di tingkat distributor dipastikan aman dan stabil.
“Kalau di distributor stok aman. Kemungkinan stok di pasar menipis karena distributor libur. Senin nanti baru bisa kami pastikan apakah ada penyesuaian harga, karena distributor sudah mulai banyak yang buka,” jelasnya.
Aryanto menegaskan, jika terjadi gejolak harga yang berdampak pada masyarakat, pihaknya siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam guna menjaga stabilitas harga bahan pokok.
“Kami siap membantu apabila digelar pasar murah atau langkah lain sesuai arahan pemerintah. Intinya, kami mendukung upaya stabilisasi harga bahan pokok,” ujarnya. (*)
Kawasan Pelabuhan Peti Kemas Batuampar yang menjadi salah satu tumpuan kegiatan ekspor impor di Batam. F Humas BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dinilai berpotensi mendorong kinerja industri di Kota Batam. Sejumlah sektor unggulan seperti elektronik, semikonduktor, komponen pesawat terbang, dan tekstil diperkirakan mendapat manfaat langsung dari kebijakan tersebut.
Sebanyak 1.819 pos tarif produk strategis Indonesia berpeluang memperoleh tarif ekspor 0 persen ke pasar AS. Produk tersebut meliputi minyak sawit, rempah-rempah, kopi, kakao, karet, komponen elektronik dan semikonduktor, komponen pesawat terbang, serta tekstil dan apparel melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan kesepakatan tersebut bukan sekadar penurunan tarif, melainkan momentum strategis untuk mempercepat transformasi industri Batam menuju manufaktur berteknologi tinggi.
“Perjanjian dagang resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat bukan hanya kesepakatan tarif, tetapi momentum strategis untuk mempercepat transformasi Batam sebagai simpul manufaktur berteknologi tinggi di kawasan,” ujarnya, Minggu (22/2).
Menurut Fary, sektor unggulan Batam kini memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar AS. Kondisi ini membuka peluang peningkatan volume ekspor dan kapasitas produksi perusahaan yang telah beroperasi di kawasan industri…….
Ilustrasi. Dua orang nelayan Batubesar, Nongsa saat akan pergi melaut. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Peluang bagi nelayan kecil di Batam untuk meningkatkan hasil tangkapan kembali terbuka lebar. Pemerintah Kota Batam menyiapkan anggaran Rp4 miliar untuk bantuan sarana perikanan tangkap tahun ini. Namun, ada satu syarat utama yakni nelayan harus tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB).
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan pola bantuan berbasis kelompok sengaja diterapkan agar penyaluran lebih tertib, terarah, dan benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Bantuan ini bukan hanya soal memberikan alat, tapi juga memperkuat kelembagaan nelayan. Karena itu, penerima harus tergabung dalam KUB,” ujarnya, Minggu (22/2).
Bagi nelayan yang belum memiliki kelompok, mereka bisa bergabung dengan KUB yang sudah ada atau membentuk kelompok baru dengan minimal 10 orang. Prosesnya dimulai dari rapat pembentukan, penetapan melalui SK lurah, penyusunan AD/ART, hingga pendaftaran ke Dinas Perikanan untuk mendapatkan sertifikat resmi.
Setelah terdaftar, kelompok akan mendapatkan pendampingan dalam menyusun proposal pengajuan bantuan.
Adapun bantuan yang disiapkan meliputi bot atau sampan, mesin kapal, serta alat tangkap seperti kawat bubu, jaring, dan bento (perangkap kepiting). Sarana tersebut diharapkan mampu mendongkrak produktivitas sekaligus menekan biaya operasional nelayan saat melaut.
Yudi menyebut, anggaran Rp4 miliar tersebut bersumber dari Rencana Kerja Dinas dan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Batam. Meski nilainya sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya akibat berkurangnya alokasi Pokir, jenis bantuan tetap difokuskan pada kebutuhan utama nelayan kecil.
Untuk memastikan program berjalan optimal, Dinas Perikanan menurunkan 13 petugas pendamping perikanan. Mereka ditempatkan terutama di wilayah hinterland, serta sejumlah kelurahan mainland yang masih aktif dengan kegiatan perikanan seperti Tanjung Riau, Tanjung Uma, Sengkuang, dan Nongsa.
“Pendamping ini membantu dari awal pembentukan kelompok sampai pengusulan bantuan. Jadi nelayan tidak perlu khawatir soal administrasi,” katanya.
Dengan skema ini, Pemko Batam berharap nelayan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga semakin solid dan mandiri dalam mengembangkan usaha perikanan tangkap ke depan. (*)
Suasana berburu takjil dan menu berbuka puasa memadati area bazar Ramadan di Taman Dang Anom, kemarin. Foto. Yashinta/ Batam Pos
batampos – Suasana berburu takjil dan menu berbuka puasa memadati area bazar Ramadan di Taman Dang Anom, kemarin. Puluhan tenan kuliner tradisional hingga kekinian meramaikan Batam Wonderfood & Art Ramadhan (BWR) ke-7 yang digelar sepanjang bulan suci Ramadan.
Lokasi bazar yang strategis di kawasan Batamcentre menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Konsep bazar yang dikemas meriah dengan tata lampu hias membuat area kegiatan tampak semarak hingga malam hari. Kondisi ini mendorong pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana sekaligus berburu menu pembuka puasa.
Salah satu stan Big Takoyaki menjadi salah satu kuliner kekinian yang paling diminati, khususnya kalangan anak muda. Takoyaki disajikan hangat dengan isian beragam, mulai dari sosis, crab stick, cumi, bakso, hingga keju mozarella. Adonan tepung takoyaki yang dipadu telur, dashi bubuk, dan bumbu kaldu, kemudian diberi saus takoyaki, mayonnaise, taburan cakalang katsuobushi, rumput laut bubuk, saus mentai, serta boncabe, membuat menu ini kian menggugah selera sebagai sajian pembuka puasa.
Harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Varian jumbo original dibanderol Rp22 ribu per porsi, sedangkan jumbo mentai Rp25 ribu. Sementara takoyaki mini dijual Rp15 ribu untuk varian original tujuh potong dan Rp20 ribu untuk varian mentai enam potong.
Pemilik Big Takoyaki, Yogi, mengaku senang bisa bergabung untuk pertama kalinya dalam gelaran BWR tahun ini. Ia menjalankan usaha tersebut bersama sang istri.
“Kami sangat senang bisa ikut BWR untuk pertama kalinya. Alhamdulillah respons pengunjung luar biasa. Hampir setiap hari dagangan habis terjual. Semoga ke depan bisa ikut lagi di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan BWR telah digelar secara konsisten selama tujuh tahun dan menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan ini bahkan pernah masuk dalam kalender event Nusantara. Tahun ini, sebanyak 75 tenan ambil bagian dalam bazar yang berlangsung dari 17 Februari hingga 1 Maret 2026.
“BWR agenda rutin tahunan setiap Ramadan, sudah 7 tahun. Dan selalu banyak peminat, karena itu bazar ini terus berlanjut,” sebutnya.
Pelaksanaan BWR ke-7 melibatkan berbagai unsur, antara lain PKK Kota Batam, Dharma Wanita Persatuan, serta DWP Disbudpar. Selain bazar kuliner, rangkaian kegiatan juga diisi dengan buka puasa bersama, program kolaborasi dengan AirAsia, serta santunan anak yatim piatu.
“Panitia juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti musala dan ruang bermain keluarga untuk menambah kenyamanan pengunjung selama Ramadan,” jelasnya.
Pembukaan BWR ke-7 berlangsung meriah di Taman Dang Anom, Selasa (17/2) malam lalu, Kegiatan tahunan yang menjadi ruang berburu kuliner sekaligus hiburan Ramadan itu resmi dibuka Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, ditandai dengan penyalaan obor secara simbolis.
Dalam sambutannya, Firmansyah mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan BWR yang telah memasuki tahun ketujuh. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan komitmen dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor kuliner dan ekonomi kreatif. Ia juga mengingatkan agar suasana Ramadan tetap dijaga dengan penuh kekhusyukan. Saat azan Magrib berkumandang, aktivitas bazar diharapkan dihentikan sementara agar pengunjung dan pelaku usaha dapat berbuka puasa serta menunaikan salat Magrib.
Firmansyah turut mengapresiasi panitia yang telah menyediakan musala dan mendorong pelaksanaan salat berjemaah di area bazar. Selain itu, pelaku usaha diimbau menjaga kebersihan serta keamanan makanan yang dijual. Untuk memastikan keamanan pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan akan melakukan pengecekan kualitas makanan yang dipasarkan di area BWR agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat berbuka puasa. (*)
Suasana berburu takjil dan menu berbuka puasa memadati area bazar Ramadan di Taman Dang Anom, kemarin. Foto. Yashinta/ Batam Pos
batampos – Suasana berburu takjil dan menu berbuka puasa memadati area bazar Ramadan di Taman Dang Anom, kemarin. Puluhan tenan kuliner tradisional hingga kekinian meramaikan Batam Wonderfood & Art Ramadhan (BWR) ke-7 yang digelar sepanjang bulan suci Ramadan.
Lokasi bazar yang strategis di kawasan Batamcentre menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Konsep bazar yang dikemas meriah dengan tata lampu hias membuat area kegiatan tampak semarak hingga malam hari. Kondisi ini mendorong pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana sekaligus berburu menu pembuka puasa.
Salah satu stan Big Takoyaki menjadi salah satu kuliner kekinian yang paling diminati, khususnya kalangan anak muda. Takoyaki disajikan hangat dengan isian beragam, mulai dari sosis, crab stick, cumi, bakso, hingga keju mozarella. Adonan tepung takoyaki yang dipadu telur, dashi bubuk, dan bumbu kaldu, kemudian diberi saus takoyaki, mayonnaise, taburan cakalang katsuobushi, rumput laut bubuk, saus mentai, serta boncabe, membuat menu ini kian menggugah selera sebagai sajian pembuka puasa.
Harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Varian jumbo original dibanderol Rp22 ribu per porsi, sedangkan jumbo mentai Rp25 ribu. Sementara takoyaki mini dijual Rp15 ribu untuk varian original tujuh potong dan Rp20 ribu untuk varian mentai enam potong.
Pemilik Big Takoyaki, Yogi, mengaku senang bisa bergabung untuk pertama kalinya dalam gelaran BWR tahun ini. Ia menjalankan usaha tersebut bersama sang istri.
“Kami sangat senang bisa ikut BWR untuk pertama kalinya. Alhamdulillah respons pengunjung luar biasa. Hampir setiap hari dagangan habis terjual. Semoga ke depan bisa ikut lagi di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan BWR telah digelar secara konsisten selama tujuh tahun dan menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan ini bahkan pernah masuk dalam kalender event Nusantara. Tahun ini, sebanyak 75 tenan ambil bagian dalam bazar yang berlangsung dari 17 Februari hingga 1 Maret 2026.
“BWR agenda rutin tahunan setiap Ramadan, sudah 7 tahun. Dan selalu banyak peminat, karena itu bazar ini terus berlanjut,” sebutnya.
Pelaksanaan BWR ke-7 melibatkan berbagai unsur, antara lain PKK Kota Batam, Dharma Wanita Persatuan, serta DWP Disbudpar. Selain bazar kuliner, rangkaian kegiatan juga diisi dengan buka puasa bersama, program kolaborasi dengan AirAsia, serta santunan anak yatim piatu.
“Panitia juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti musala dan ruang bermain keluarga untuk menambah kenyamanan pengunjung selama Ramadan,” jelasnya.
Pembukaan BWR ke-7 berlangsung meriah di Taman Dang Anom, Selasa (17/2) malam lalu, Kegiatan tahunan yang menjadi ruang berburu kuliner sekaligus hiburan Ramadan itu resmi dibuka Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, ditandai dengan penyalaan obor secara simbolis.
Dalam sambutannya, Firmansyah mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan BWR yang telah memasuki tahun ketujuh. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan komitmen dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor kuliner dan ekonomi kreatif. Ia juga mengingatkan agar suasana Ramadan tetap dijaga dengan penuh kekhusyukan. Saat azan Magrib berkumandang, aktivitas bazar diharapkan dihentikan sementara agar pengunjung dan pelaku usaha dapat berbuka puasa serta menunaikan salat Magrib.
Firmansyah turut mengapresiasi panitia yang telah menyediakan musala dan mendorong pelaksanaan salat berjemaah di area bazar. Selain itu, pelaku usaha diimbau menjaga kebersihan serta keamanan makanan yang dijual. Untuk memastikan keamanan pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan akan melakukan pengecekan kualitas makanan yang dipasarkan di area BWR agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat berbuka puasa. (*)
Ilustrasi. Murid-murid Sekolah Dasar Negeri 010 Batam Kota saat menikmati Makanan Bergizi Gratis. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Pelaksanaan Pesantren Ramadan di seluruh satuan pendidikan di Kota Batam mulai digelar Senin (23/2). Di tengah kegiatan keagamaan tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan dengan skema penyaluran yang disesuaikan.
Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, menegaskan distribusi MBG tidak dihentikan selama Ramadan.
“Tetap berjalan, bang. Untuk Ramadan kita sesuaikan, mayoritas makanan kering yang bisa dibawa pulang,” ujar Defri, Minggu (22/2).
Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran disesuaikan dengan karakter masing-masing sekolah. Untuk sekolah umum, paket MBG diberikan dalam bentuk makanan kering agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.
Sementara bagi sekolah berbasis pesantren, makanan siap santap akan diantar langsung menjelang waktu berbuka.
“Untuk sekolah umum tetap makanan kering. Kalau sekolah pesantren, kita antar makanan siap santap saat berbuka. Sedangkan sekolah nonmuslim tetap normal seperti hari biasanya,” jelasnya.
Menurut Defri, setiap SPPG akan menyesuaikan pola distribusi dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing, sehingga manfaat program tetap dirasakan siswa tanpa mengganggu ibadah puasa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menegaskan jadwal kegiatan satuan pendidikan selama Ramadan 1447 Hijriah telah diatur dalam pedoman kalender pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026.
Seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, SKB, dan PKBM di Batam melaksanakan Pesantren Ramadan pada 23 hingga 25 Februari 2026 secara tatap muka di sekolah masing-masing.
“Pesantren Ramadan digelar selama tiga hari, mulai 23 sampai 25 Februari 2026. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter dan nilai spiritual peserta didik,” ujar Hendri, Kamis (19/2).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan dan pembinaan akhlak yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Sekolah diberi keleluasaan mengembangkan konsep kegiatan, selama tetap berorientasi pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan.
Setelah Pesantren Ramadan, kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung mulai 26 Februari hingga 14 Maret 2026 dengan penyesuaian jadwal selama bulan suci.
“Mulai 26 Februari sampai 14 Maret 2026, peserta didik kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah seperti biasa sesuai jadwal yang telah disesuaikan selama Ramadan,” pungkasnya. (*)
Ilustrasi. Murid-murid Sekolah Dasar Negeri 010 Batam Kota saat menikmati Makanan Bergizi Gratis. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Pelaksanaan Pesantren Ramadan di seluruh satuan pendidikan di Kota Batam mulai digelar Senin (23/2). Di tengah kegiatan keagamaan tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan dengan skema penyaluran yang disesuaikan.
Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, menegaskan distribusi MBG tidak dihentikan selama Ramadan.
“Tetap berjalan, bang. Untuk Ramadan kita sesuaikan, mayoritas makanan kering yang bisa dibawa pulang,” ujar Defri, Minggu (22/2).
Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran disesuaikan dengan karakter masing-masing sekolah. Untuk sekolah umum, paket MBG diberikan dalam bentuk makanan kering agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.
Sementara bagi sekolah berbasis pesantren, makanan siap santap akan diantar langsung menjelang waktu berbuka.
“Untuk sekolah umum tetap makanan kering. Kalau sekolah pesantren, kita antar makanan siap santap saat berbuka. Sedangkan sekolah nonmuslim tetap normal seperti hari biasanya,” jelasnya.
Menurut Defri, setiap SPPG akan menyesuaikan pola distribusi dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing, sehingga manfaat program tetap dirasakan siswa tanpa mengganggu ibadah puasa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menegaskan jadwal kegiatan satuan pendidikan selama Ramadan 1447 Hijriah telah diatur dalam pedoman kalender pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026.
Seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, SKB, dan PKBM di Batam melaksanakan Pesantren Ramadan pada 23 hingga 25 Februari 2026 secara tatap muka di sekolah masing-masing.
“Pesantren Ramadan digelar selama tiga hari, mulai 23 sampai 25 Februari 2026. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter dan nilai spiritual peserta didik,” ujar Hendri, Kamis (19/2).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan dan pembinaan akhlak yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Sekolah diberi keleluasaan mengembangkan konsep kegiatan, selama tetap berorientasi pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan.
Setelah Pesantren Ramadan, kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung mulai 26 Februari hingga 14 Maret 2026 dengan penyesuaian jadwal selama bulan suci.
“Mulai 26 Februari sampai 14 Maret 2026, peserta didik kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah seperti biasa sesuai jadwal yang telah disesuaikan selama Ramadan,” pungkasnya. (*)