batampos – Real Madrid sukses mencatatkan kemenangan dramatis 2-1 atas Valencia dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Stadion Mestalla, Sabtu (4/1) dini hari WIB.
Kemenangan ini mempertegas posisi Los Blancos di puncak klasemen sekaligus menegaskan mental juara mereka.
Tuan rumah Valencia mengawali laga dengan percaya diri. Mereka membuka skor pada menit ke-27 lewat aksi Hugo Duro, yang memanfaatkan bola rebound hasil tembakan Javi Guerra. Gol ini memberi harapan bagi Valencia, yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi.
Namun, Real Madrid perlahan mengambil alih kendali permainan, meski hingga turun minum mereka belum mampu menyamakan kedudukan.
Memasuki babak kedua, Real Madrid meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas sempat hadir di menit ke-55, tetapi Jude Bellingham gagal mengeksekusi penalti setelah sepakannya ditepis kiper Valencia.
Situasi semakin menantang ketika Vinicius Jr diusir keluar lapangan dengan kartu merah pada menit ke-79. Meski bermain dengan 10 orang, Madrid tetap menunjukkan semangat juang tinggi.
Akhirnya, Luka Modric menjadi pahlawan pertama dengan mencetak gol penyeimbang di menit ke-85. Berawal dari umpan matang Bellingham, Modric melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dihalau kiper Valencia.
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, drama besar terjadi di masa injury time. Pada menit ke-90+5, Jude Bellingham memanfaatkan blunder fatal dari bek Valencia, Hugo Guillamon, untuk mencetak gol kemenangan. Dengan ketenangan luar biasa, Bellingham memastikan tiga poin untuk Real Madrid.
Hasil ini membawa Real Madrid kokoh di puncak klasemen Liga Spanyol dengan 43 poin, unggul dua poin dari Atletico Madrid di posisi kedua. Sementara itu, Valencia semakin terpuruk di zona degradasi, menghuni peringkat ke-19 dengan 12 poin.
Kemenangan ini tak hanya menunjukkan kedalaman skuat Real Madrid, tetapi juga karakter tangguh mereka. Meskipun kehilangan Vinicius Jr, tim asuhan Carlo Ancelotti tetap mampu mendominasi dan mengamankan hasil penting.
Bagi Valencia, laga ini menjadi pelajaran berharga. Blunder di detik-detik akhir membuktikan bahwa fokus dan konsentrasi adalah kunci untuk bertahan di kompetisi ketat seperti Liga Spanyol. (*)
Peserta menjalani pemeriksaan kesehatan di RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepulauan Riau di Tanjunguban, Bintan, Jumat (3/12/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Puluhan peserta yang lolos seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) menjalani tes kesehatan kejiwaan dan narkoba di RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepulauan Riau di Tanjunguban, Bintan, Jumat (3/12/2025).
Pantauan di lapangan, peserta terlihat serius mengerjakan tes di ruangan lantai dua rumah sakit.
Mereka langsung mengerjakan ratusan soal yang diberikan dari handphone masing-masing.
Psikolog Klinis RSJKO EHD Kepri, Riska Nova Pratiwi menyampaikan, tes kesehatan bagi peserta yang lolos seleksi P3K dimulai sejak Kamis (2/1/2025).
Tes meliputi pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani termasuk tes kejiwaan dan narkoba.
Dia menjelaskan, pihak rumah sakit menggunakan instrumen Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dalam pemeriksaan kesehatan terhadap peserta yang lolos seleksi P3K.
Peserta menjawab pertanyaan secara online, kemudian hasilnya langsung masuk ke sistem.
Dari tes ini, peserta akan mendapatkan surat kesehatan jasmani dan rohani termasuk surat keterangan bebas narkoba.
“Surat tersebut akan diinput dalam riwayat hidup peserta sebagai salah satu syarat administrasi yang harus dilengkapi,” jelasnya.
Dia mengatakan, bagi peserta yang lolos seleksi P3K yang belum menjalani tes kesehatan bisa mendatangi rumah sakit.
Humas RSJKO EHD Kepri, Iranti menyampaikan, pihaknya menyediakan layanan medical check up one day. Kali ini, peserta medical check diikuti oleh peserta yang lolos seleksi P3K.
Dia mengatakan, pihaknya akan melayani 30 pendaftar pertama secara online setiap hari.
“Biayanya Rp 784 ribu, nantinya peserta akan mendapatkan surat keterangan jasmani, rohani dan bebas narkoba,” pungkasnya. (*)
Direktur KPLP, Jon Kenedi memeriksa tangkapan kapal asing dan kru kapal di dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban di Bintan, Sabtu (4/1/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengamankan satu kapal asing.
Kapal berbendera Vanuatu tersebut diamankan di perairan Berakit, Bintan pada Selasa (31/12/2024).
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Jon Kenedi menyampaikan, awalnya petugas mencurigai kapal asing berlayar tanpa tujuan di perairan Berakit, Bintan.
Berdasarkan data dari Vessel Traffic Service (VTS) VTS Batam, kapal terdeteksi berlayar dari India.
Tapi sebelumnya dikabarkan kapal dengan jenis kapal penangkap ikan itu berlayar dari Korea menuju India.
“Kapal asing itu berlayar bolak-balik tanpa tujuan yang belum jelas di perairan Tanjungberakit, Bintan,” ujar Jon di dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban di Bintan, Sabtu (4/1/2025).
Jon menjelaskan, petugas sempat menghubungi pihak kapal, namun tak direspon.
Akhirnya, KPLP mengerahkan kapal patroli dari Pangkalan PLP Tanjunguban ke lokasi kapal itu berlayar.
“Setelah dipanggil, tidak direspon juga. Akhirnya kami dekati dan naik ke kapal. Kami interogasi, mereka terlihat gugup menjawab pertanyaan. Akhirnya, kapal ditarik ke pangkalan,” kata Jon didampingi Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Sugeng Riyono.
Dari pengakuan kru kapal, kapal tersebut dalam kondisi rusak. Hanya anehnya, pihak kapal tidak pernah melapor ke petugas.
“Kalaupun rusak mesinnya seharusnya mereka melapor tapi saat dipanggi mereka tidak merespon,” ujar Jon.
Setelah dilakukan pemeriksaan, Jon mengatakan, penangkapan dilakukan karena kapal yang membawa 6 orang kru asal Rusia itu tidak dilengkapi izin berlayar.
“Salah satu dugaan pelanggaran karena berlayar tanpa SBP (surat persetujuan berlayar). Kita sudah minta ke nakhoda, tapi nakhoda belum dapat menunjukkan dokumen-dokumennya,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya masih mendalami terkait dugaan-dugaan pelanggaran lain yang dilakukan kapal tersebut.
“Kita akan mendalami lagi kesalahan-kesalahan apa yang benar-benar mereka lakukan,” pungkasnya. (*)
Puluhan calon PPPK menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Tanjungpinang, Jumat (3/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang, Kepri diserbu ribuan calon Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka mendatangi RSUD untuk mendaftar dan menjalani pemeriksaan Medical Check Up (MCU).
Setidaknya, terdapat 1.300 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) yang bakal dan sudah menjalani MCU hingga 17 Januari 2025 mendatang, di rumah sakit plat merah tersebut.
Kendati demikian, RSUD Tanjungpinang hanya bisa melayani 100 orang pendaftar dalam satu hari. Hal ini, disebabkan waktu pemeriksaan yang MCU yang terbilang cukup lama.
“Ada 1.300 orang yang terdaftar hingga 17 Januari mendatang. Tapi kita hanya bisa melayani 100 orang per hari,” kata Dirut RSUD Tanjungpinang, Yunisaf kepada Batam Pos, Jumat (3/1).
Ribuan calon PPPK tersebut tidak hanya berasal dari Kota Tanjungpinang saja, melainkan juga dari Kabupaten Bintan. Per orangnya, mereka dibebankan untuk membayar biaya MCU sebesar Rp671 ribu.
Para pasien tersebut bakal menjalani tiga pemeriksaan. Yakni pemeriksaan urine untuk tes Napza, lalu dilanjutkan dengan tes fisik dan kejiwaan. Tiga pemeriksaan itu dapat memakan waktu selama lima sampai enam jam.
“Jika tidak bisa hari ini, ya dilanjutkan besok hari. Seperti sesi wawancara kejiwaan. Karena, yang lama itu menunggunya,” tambahnya.
Ia juga memastikan, adanya pemeriksaan MCU untuk calon PPPK tersebut tidak mengganggu pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Sebab, pemeriksaan MCU berlangsung di lantai gedung Intalasi Gawat Darurat (IGD).
“Paling hanya pendaftarannya saja yang di loket. Jadi tidak mengganggu layanan kesehatan lainnya,” pungkasnya. (*)
Sepeda motor yang dikendarai Kanit Gakkum usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Sabtu (4/1). F. Warga untuk BATAM POS
batampos– Seorang anggota polisi Polresta Tanjungpinang dilarikan ke rumah sakit, usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Basuki Rahmat, Kota Tanjungpinang, Kepri, pada Sabtu (4/1).
Dari informasi yang diperoleh, korban merupakan Kepala Unit (Kanit) Penegakan Hukum Satlantas Polresta Tanjungpinang. Ia mengalami kecelakaan saat mengendarai moge polantas.
“Saya pas jalan ke arah SMAN 2, liat motor udah tergeletak, terus yang bawa motor pakai baju polisi udah dibawa ke trotoar,” kata Andia, warga sekitar.
Ia juga tidak mengetahui secara pasti, penyebab kecelakaan tersebut terjadi. Yang jelas, kata dia korban langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat usai mengalami kecelakaan tunggal tersebut.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Tanjungpinang, Iptu Sahrul Damanik membenarkan bahwa korban merupakan Kanit Gakkum Satlantas.
“Iya benar. Saat ini (korban) dirawat di rumah sakit,” pungkasnya. (*)
Pemadam menyemprotkan air ke titik api di lahan milik PT. SBP di jalan raya Busung, Kelurahan Teluk Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam terjadi pada Jumat (3/1/2025) siang. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.
batampos– Kebakaran lahan milik PT. Surya Bangun Pertiwi (SBP) di jalan raya Busung, Kelurahan Teluk Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam terjadi pada Jumat (3/1/2025) siang.
Kebakaran itu membuat jarak pandang pengendara terganggu.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, kebakaran lahan milik PT. SBP dilaporkan warga.
Kondisi api sudah menjalar dari tengah menuju ke tepi jalan raya Busung.
Bahkan, api sudah menjalar ke lahan dekat gedung IKM Fashion, bertetangga dengan kantor Camat Seri Kuala Lobam.
“Kita padamkan lebih dahulu titik api di dekat kantor camat,” kata Panyodi, Sabtu (4/1/2025).
Panyodi mengatakan, api sempat melompat ke lahan di seberang setelah terbawa angin kencang.
Akibatnya, titik api semakin banyak dan membuat asapnya menganggu jarak pandang pengguna jalan.
“Asapnya menutup jalan,” katanya.
Dia khawatir asap yang menutup jalan dapat menyebabkan kecelakaan jalan raya.
Karena itu, petugas Damkar dibantu sekuriti PT. SBP bergerak cepat memadamkan api di lokasi.
“Dari titik di dekat kantor camat, kita bergeser ke titik api di seberang jalan, baru ke titik awal api,” kata dia.
Dia mengakui, pihaknya sempat menemukan kendala saat memadamkan api. “Titik api di tengah, sulit terjangkau, jadi kita padamkan secara manual,” pungkasnya. (*)
Pesawat susiair kembali mengudara perdana di bandara RHA Karimun. f,TRAVEL INDAH JATI
batampos– Pesawat perintis Susi Air kembali mengudara dilangit bumi berazam secara perdana pada tahun 2025 ini. Dengan tujuan Karimun-Pekanbaru dengan tarif tiket pesawat terbaru atau terjadi perubahan harga tiket ke Pekanbaru maupun Dabosingkep melalui Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Tanjungbalai Karimun.
” Alhamdulillah, pesawat perintis susi air kembali melayani masyarakat untuk penerbangan ke dua tujuan yaitu Pekanbaru dan Dabo Singkep melalui Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Tanjungbalai Karimun,” terang Kepala Bandara RHA Tanjungbalai Karimun Fanani Zuhri, Jumat (3/1).
Sedangkan, jadwal keberangkatan dan kedatangan penerbangan tidak ada perubahan dalam seminggu dilakukan 2 kali yaitu hari Selasa dan Jumat tujuan Pekanbaru pukul 12.25 WIB. Sedangkan, tujuan Dabo Singkep Selasa dan Jumat pukul 10.15 WIB.
” Untuk harga tiket pesawat memang ada perubahan ditahun 2025 ini. Tujuan Pekanbaru dewasa Rp517.800 per penumpang dan Rp54.280 untuk bayi. Kemudian, Rp456.200 per penumpang dan Rp48.120 untuk bayi tujuan Dabo Singkep,” ungkapnya.
Terjadinya kenaikan tersebut, telah ditentukan oleh pusat. Sehingga, didaerah hanya menyesuaikan kepada masyaraka yang sebelumnya untuk tujuan Karimun-Pekan Baru Rp338.020 untuk dewasa sedangkan bayi Rp36.302. Kemudian, tiket Karimun-Dabo Singkep Rp303.610 dan bayi Rp32.861.
” Insyallah, walaupun harga tiket naik tidak ada kendala bagi masyarakat untuk menggunakan pesawat perintis ke dua daerah. Pada tahun 2024 lalu terjadi peningkatkan cukup signifikan mencapai 218 persen,” tuturnya.(*)
Jalan layang terbaru di Batam, yang telah berganti nama menjadi Flyover Sungai Ladi. (F.Arjuna)
batampos – Kamis (2/1) yang lengang, saat jarum jam merambat menuju pukul 22.52 WIB, sebuah kabar melayang di ruang maya. BP Batam, lewat grup WhatsApp yang mereka bina, melayarkan pesan yang mengguncang, sebuah rilis pers dengan tajuk: “Muhammad Rudi: Flyover Sungai Ladi Tetap Jadi Identitas Batam.”
Sepintas lalu, judul itu tampak seperti pernyataan biasa, tetapi di balik kalimatnya tersimpan cerita yang menggelitik rasa. Kata demi kata, frasa demi frasa, mengantarkan kabar yang tak terelakkan, bahwa nama jalan layang “Laksamana Ladi” resmi diturunkan, diganti dengan nama yang lebih sederhana, “Flyover Sungai Ladi.”
Laksamana Ladi, nama yang datang seperti bayang-bayang senja, kini sirna sebelum mentari sempat menyapa. Tak lebih dari tiga hari ia bertahan pasca diresmikan, dan tak sampai satu hari setelah Batam Pos menerbitkan koran pagi yang mengulik sosok ini, hingga pada akhirnya terkubur dalam siaran pers yang berisi permohonan maaf.
“Pertama-tama, saya memohon maaf atas apa yang telah terjadi,” ujar Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
Dalam rilis itu, Rudi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan mereka. Semoga saja, permohonan maaf itu, cukup untuk meredakan gelombang tanya yang mengalir di tengah publik. Berbesar hati memanglah kuncinya.
“Saya juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Batam yang telah mendukung pembangunan Flyover Sungai Ladi. Saya berharap keputusan ini dapat diterima oleh semua pihak guna menjaga situasi kondusif Batam yang kita cintai,” katanya.
Perubahan ini memantik perbincangan hangat di kalangan tokoh budaya, salah satunya Samson Rambah Pasir. Budayawan yang dikenal peduli pada akar sejarah Batam ini memandang langkah otorita sebagai momen penting dalam menata ulang cara pandang terhadap identitas lokal.
“Saya mengapresiasi sikap legowo seorang Muhammad Rudi yang mengganti nama flyover ini. Penamaan Laksamana Ladi sebelumnya tidak memiliki dasar kuat, sedangkan Sungai Ladi lebih merepresentasikan sejarah dan tiponomi Batam,” ujarnya.
Samson menilai, polemik ini menunjukkan lemahnya argumentasi tim BP Batam dalam memilih nama awal jalan layang tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dari peristiwa ini dapat dipetik pelajaran berharga.
“Ke depan, kita perlu lebih hati-hati dalam menamai sesuatu yang menjadi ikon daerah. Nama bukan sekadar label, ia adalah jiwa dari sebuah tempat,” kata Samson.
Dia pun menyerukan agar para pemangku kepentingan melibatkan berbagai pihak yang relevan, termasuk budayawan dan masyarakat dalam proses penamaan ikon-ikon daerah. Nama adalah warisan. Jika tidak berpijak pada akar sejarah, bakal kehilangan ruhnya.
“Ya, agar pemangku kepentingan, ke depannya melibatkan stakeholder yang terbabit dalam rangka menamai sesuatu yang menjadi ikon daerah,” ujarnya.
Guru Besar Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Profesor Abdul Malik, turut memberikan apresiasi atas keputusan ini. Dengan nada penuh rasa syukur, ia menyampaikan penghormatan kepada Muhammad Rudi, yang menurutnya telah mengarahkan kebijakan ini dengan hati.
“Alhamdulillah, bagus sekali. Respons yang sangat baik dari Pak Rudi,” katanya.
Lebih dari sekadar perubahan nama, Profesor Malik memandang keindahan dan manfaat jembatan layang tersebut sebagai sebuah warisan nyata bagi masyarakat Batam. “Yang paling penting, jembatan layangnya sangat bagus dan indah serta sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Perubahan nama ini tidak hanya simbolis, tetapi juga menggugah kebanggaan akan identitas lokal. Nama Sungai Ladi membawa nuansa sejarah dan geografi yang lebih dekat dengan akar Batam. Profesor Malik pun berharap agar langkah ini menjadi bagian dari momentum kemajuan kota.
“Tahniah. Semoga Batam semakin maju ke depan ini dan menjadi destinasi wisata terbaik di Indonesia,” tutupnya, seolah menitipkan doa untuk masa depan.
Dua Ladi, Dua Warisan
Sejarah, kata orang bijak, adalah akar yang menancap dalam tanah. Tapi Laksamana Ladi gubahan BP Batam hadir tanpa akar, tanpa cerita yang tertabal di buku, tanpa dongeng sebelum tidur yang diceritakan dari generasi ke generasi puak-puak Melayu. Ia muncul bak kapal tanpa jangkar, lalu hanyut oleh ombak di antara fakta dan fiksi.
Beberapa masyarakat tergerak untuk mencari tahu. Siapakah sebenarnya Laksamana Ladi? Di media sosial, satu dari sekian banyak pengguna Facebook dengan penuh keyakinan menulis, kira-kira begini:
“Laksamana Ladi adalah komandan angkatan laut yang memimpin pertempuran melawan Belanda di Batam pada 1946, mendirikan pangkalan ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia), dan berjuang demi kemerdekaan Indonesia.”
Pengguna Facebook itu juga menulis, bahwa Laksamana Ladi yang ia sebut lahir di Makassar pada 1772, dan meninggal di tahun 1822. Pertanyaannya sederhana, bagaimana bisa orang yang sudah wafat di abad ke-19 memimpin perang pada tahun 1946?
Ah, kisah itu terdengar megah, seolah dinukil dari halaman buku sejarah. Tetapi, bagi mereka yang memahami seluk-beluk perjuangan, cerita itu tak lebih dari hikayat yang dikarang demi menutupi sebuah dosa.
Literatur resmi juga tak pernah mencatat nama ini sebagai prajurit Kesultanan Riau-Lingga sebagaimana yang disebut BP Batam sebelumnya. Bahkan, di antara para sejarawan dan pemerhati budaya Melayu, nama Laksamana Ladi hanyalah kabut yang tak pernah nyata, tak pernah membekas dan bermastautin direlung jiwa.
Profesor Abdul Malik, memegang lentera untuk meluruskan jalan cerita yang kerap berkelok. Ladi, menurutnya, hidup di antara akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Ia adalah seorang pejuang gigih dari Sulawesi Selatan yang memanggul senjata melawan hegemoni Belanda. Tetapi, tak ada jejak heroiknya di masa Kesultanan Riau-Lingga.
Di Kepulauan Riau, “Ladi” bukan sekadar nama. Ia merupakan identitas, warisan yang melekat pada suku asli yang sering disebut Melayu Tua. Bersama suku Laut dan komunitas pesisir lainnya, mereka adalah anak-anak gelombang.
Pada masa lalu, suku-suku ini hanya mengarungi lautan dengan perahu kecil. Suku Laut, misalnya, dikenal sebagai pasukan pertikaman, penjaga setia saat Perang Riau berkobar.
“Tetapi, takada tokoh Suku Ladi yang diangkat menjadi laksamana pada masa Kesultanan Riau-Lingga. Kalau Penghulu Batin, mungkin ada, karena setiap suku dipimpin oleh seorang Penghulu Batin,” kata Malik.
Pernyataan ini membawa kita pada renungan yang lebih dalam. Seperti laut yang tak pernah sepenuhnya terjelajahi, sejarah juga menyimpan kedalaman misteri yang tak selalu mudah diselami. Nama Laksamana Ladi, baik sebagai seorang pejuang Sulawesi Selatan maupun sebagai bagian dari identitas budaya Melayu Tua di Kepulauan Riau, adalah warisan yang patut dihormati.
Antara Fungsi dan Identitas
Satu dari sekian banyak jurnalis di Batam, dengan entengnya berkata, “Apalah arti sebuah nama. Fokus saja pada fungsi flyover ini sebagai pengurai kemacetan.” Pernyataan seperti itu, meski praktis, justru menelanjangi cara pandang yang sempit. Apakah jalan layang ini hanya soal fungsi? Tidakkah nama yang disematkan padanya juga membawa makna, menjadi identitas yang mencerminkan jiwa kota?
Takkan hilang ikan di laut, selagi jala masih ditebar. Tetapi dalam kasus ini, seolah-olah jala itu dilemparkan ke lautan kosong, mencoba menangkap sesuatu yang tak pernah ada. Identitas samar ini adalah gambaran dari sebuah upaya yang gagal; sebuah kota modern yang mencoba menciptakan warisan tanpa memahami apa itu sejarah.
Menariknya, beberapa media lokal seperti mencoba menenggelamkan isu ini. Alih-alih menggali kebenaran, mereka memproduksi berita-berita baru, merayakan keindahan jalan layang tanpa menyentuh polemik nama yang mengiringinya.
“Ibarat menegak benang basah,” begitu kata orang tua kita dulu. Tetapi, upaya membenarkan yang keliru terus dilakukan, seolah-olah kabut bisa diusir hanya dengan angin opini.
Di media sosial, kisah-kisah fiktif tentang Laksamana Ladi terus bermunculan, seperti air pasang yang tak tahu kapan surut. Namun, bagi mereka yang jeli, semua itu tak lebih dari karangan ala sinetron.
Kini, jalan layang itu resmi menyandang nama “Flyover Sungai Ladi.” Sebuah nama yang mungkin tak heroik, tetapi setidaknya jujur.
Batam, dengan segala kilauan modernitasnya, harus belajar dari kejadian ini. Karena kota tanpa sejarah adalah kota tanpa arah. Dan, seperti perahu yang kehilangan kompas, ia akan berputar-putar di tempat, terombang-ambing di lautan luas tanpa tahu ke mana harus berlabuh.
Kita pun hanya bisa berharap, bahwa di masa depan, nama yang disematkan pada jalan, gedung, atau jembatan, bukan sekadar hiasan. Tetapi menjadi penanda yang merawat jiwa bangsa, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam keutuhan. (*)
Ilustrasi Hari Braille Sedunia yang diperingati setiap 4 Januari. (Image by freepik)
batampos – Setiap tanggal 4 Januari, dunia memperingati Hari Braille Sedunia untuk mengenang Louis Braille, sang penemu sistem tulisan Braille. Hari ini menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya huruf Braille sebagai alat komunikasi bagi penyandang tunanetra.
Dilansir dari Brailleworks dan PBB, Hari Braille Sedunia baru ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir tahun 2018, dengan peringatan pertama berlangsung pada 4 Januari 2019. Namun jauh sebelum pengakuan resmi PBB, penyandang tunanetra telah lama merayakan jasa besar Louis Braille.
Sejarah Penemuan Huruf Braille
Louis Braille, yang lahir pada 4 Januari 1809 di Prancis, kehilangan penglihatannya akibat kecelakaan di usia tiga tahun. Namun, keterbatasan fisik tidak menghentikannya untuk berinovasi. Pada usia 10 tahun, Louis mulai bereksperimen menciptakan huruf yang dapat dibaca dengan ujung jari menggunakan paku dan kayu.
Inspirasi besar datang ketika Louis bertemu Kapten Charles Barbier, yang memperkenalkan sistem komunikasi berbasis garis untuk kebutuhan militer. Louis mengkritik sistem tersebut karena dianggap tidak efisien. Ia pun mengembangkan sistem baru yang menggunakan titik-titik timbul berbentuk bulat, yang lebih mudah dirasakan oleh tunanetra.
Pada usia 20 tahun, Louis berhasil menyempurnakan huruf Braille, terdiri dari 64 kombinasi titik yang mewakili huruf, angka, dan tanda baca.
Fakta Menarik Tentang Huruf Braille
Louis Braille dan Perjuangan di Balik Karyanya
Di usia muda, Louis Braille telah menciptakan sistem komunikasi yang revolusioner bagi tunanetra. Ia tidak menyerah pada keterbatasannya dan berjuang untuk memberikan hak membaca dan menulis bagi mereka yang tidak dapat melihat.
Braille Bisa Digunakan di Berbagai Bahasa
Sistem Braille tidak hanya terbatas pada alfabet Inggris. Braille telah diadaptasi untuk berbagai bahasa di seluruh dunia, termasuk bahasa Arab, Jepang, hingga bahasa daerah.
Tingkatan Huruf Braille
Braille memiliki tiga tingkatan. Tingkat pertama mencakup alfabet, angka, dan tanda baca. Tingkat kedua melibatkan singkatan huruf dan kata untuk efisiensi. Tingkat ketiga digunakan dalam komunikasi pribadi atau informal.
Braille untuk Matematika dan Musik
Selain alfabet, ada sistem Braille khusus untuk matematika, sains, dan musik. Misalnya, notasi musik Braille memiliki format unik untuk membantu tunanetra memainkan instrumen dengan membaca lembaran musik.
Braille Dirayakan Sebelum Diakui PBB
Meskipun baru diakui PBB pada tahun 2018, komunitas tunanetra telah merayakan jasa Louis Braille jauh sebelumnya sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya.
Pentingnya Hari Braille Sedunia
Hari Braille Sedunia mengingatkan kita bahwa setiap individu, termasuk penyandang tunanetra, berhak mendapatkan akses terhadap pendidikan, komunikasi, dan informasi. Sistem Braille telah menjadi simbol perjuangan hak asasi manusia untuk kesetaraan dan inklusivitas.
Di tengah kemajuan teknologi, sistem Braille tetap relevan sebagai alat bantu belajar dan membaca, baik dalam bentuk buku maupun teknologi digital. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap orang, tanpa memandang keterbatasan fisik, memiliki potensi untuk berkarya dan memberikan dampak besar bagi dunia.
Selamat Hari Braille Sedunia! Mari kita terus mendukung inklusivitas dan kesetaraan untuk semua. (*)
Lewis Hamilton yang mengenakan tindik di hidung dan telinga kanan. (Motorsport.com)
batampos – Perombakan besar-besaran terjadi pada susunan pembalap F1 2025. Juara dunia F1 tujuh kali, Lewis Hamilton akan berseragam Scuderia Ferrari, sedangkan Sergio Perez kehilangan kursi Red Bull Racing Team.
Musim Formula 1 2025 akan menjadi salah satu musim yang paling dinanti dengan perubahan besar-besaran di grid yang melibatkan beberapa nama besar dan talenta baru.
Lewis Hamilton menjadi nama yang paling mengguncang F1 2025. Pembalap Inggris itu kini sudah resmi memakai seragam merah Ferrari dan meninggalkan Mercedes yang sudah dia bela sejak 2013 silam.
Kedatangan Hamilton membuat Carlos Sainz harus meninggalkan Ferrari, yang kemudian berlabuh di Williams Racing untuk menemani Alexander Albon.
Kepindahan Hamilton membuat heboh Mercedes. Tim berjuluk Silver Arrow itu menggaet Kimi Antonelli yang baru satu musim berkompetisi di F2.
Di Red Bull, Sergio Perez resmi meninggalkan tim setelah performa mengecewakan di 2024. Posisi pembalap Meksiko itu diambil alih oleh Liam Lawson, yang sebelumnya memperkuat Racing Bulls.
Sementara itu, Alpine memulai era baru dengan merekrut rookie Jack Doohan untuk menggantikan Esteban Ocon. Doohan sendiri diketahui merupakan putra legenda MotoGP, Mick Doohan.
Sauber, yang bersiap bertransformasi menjadi Audi pada 2026, memperkuat barisan mereka dengan mendatangkan Nico Hulkenberg dari Haas dan rookie Gabriel Bortoleto dari Formula 2. Mereka menggantikan Valtteri Bottas dan Zhou Guanyu, yang dilepas akhir musim ini.
Haas juga tak kalah aktif dengan menggantikan duo pembalap mereka. Oliver Bearman, junior Ferrari yang tampil impresif saat debutnya, akan bermitra dengan Esteban Ocon, yang pindah dari Alpine.
McLaren tetap mempertahankan susunan pembalapnya. Juara Constructor musim lalu punya Lando Norris dan Oscar Piastri yang dijagokan mengguncang F1 2025.
Langkah McLaren juga diikuti oleh Aston Martin. Tim yang berbasis di Silverstone, Inggris itu diperkuat oleh Fernando Alonso dan Lance Stroll.
Pada posisi di Racing Bulls, Yuki Tsunoda tetap memperkuat tim tersebut setelah gagal mengamankan kursi di Red Bull Racing. Isack Hadjar, runner-up Formula 2, akan menggantikan Liam Lawson yang bergabung dengan Red Bull.
Setelah susunan pembalap terisi, F1 2025 menjanjikan persaingan seru. Dengan kombinasi rookie berbakat dan veteran berpengalaman, setiap balapan akan menjadi panggung menarik untuk melihat siapa yang mampu mendominasi era baru ini.