Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 2159

Sambut HPN 2025, PWI Bintan – Polres Bintan Gelar Pertandingan Persahabatan Badminton di Kijang

0
Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo dan Kapolsek Bintan Utara AKP Monang P Silalahi berhadapan dengan Ketua PWI Bintan Harjo Waluyo dan Ogen membuka pertandingan persahabatan badminton di GOR Badminton Hadi Wan Arena Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (3/1/2025). F.Slamet/Batam Pos.

batampos– PWI Kabupaten Bintan dan Polres Bintan menggelar pertandingan persahabatan badminton di GOR badminton Hadi Wan Arena Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (3/1/2025) sore.

Pertandingan dalam menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2025 itu dibuka antara Kapolres Bintan dan Kapolsek Bintan Utara AKP Monang P Silalahi berhadapan dengan Ketua PWI Bintan Harjo Waluyo dan pers dari Kota Tanjungpinang, Ogen.

Ketua PWI Bintan Harjo Waluyo menyambut baik pertandingan persahabatan badminton bersama insan pers yang digagas Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo.

BACA JUGA:Wartawan Dapat Kekerasan Saat Bertugas, Ini Kata PWI Kepri

Menurut dia, ini merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut HPN 2025 selain menjalin hubungan silaturahmi antar lembaga.

Ia juga mengajak kepada seluruh insan pers untuk memasyarakatkan olahraga dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan dengan ini, kita bisa menjadikan olahraga sebagai kebutuhan hidup yang sehat,” pungkasnya.

Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo mengatakan, pertandingan ini menjadi ajang silaturahmi antara Polres dengan insan pers di Pulau Bintan.

“Kita juga mengajak rekan-rekan wartawan untuk giat berolahraga,” kata Riky.

Ia berharap, dari pertandingan ini, hubungan kepolisian dan insan pers bisa terus terjalin dengan baik. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Sambut HPN 2025, PWI Bintan – Polres Bintan Gelar Pertandingan Persahabatan Badminton di Kijang pertama kali tampil pada Kepri.

Sungai Ladi: Nama yang Lebih Jujur

0

Kamis (2/1) yang lengang, saat jarum jam merambat menuju pukul 22.52 WIB, sebuah kabar melayang di ruang maya. BP Batam, lewat grup WhatsApp yang mereka bina, melayarkan pesan yang mengguncang, sebuah rilis pers dengan tajuk: “Muhammad Rudi: Flyover Sungai Ladi Tetap Jadi Identitas Batam.”

Sepintas lalu, judul itu tampak seperti pernyataan biasa, tetapi di balik kalimatnya tersimpan cerita yang menggelitik rasa. Kata demi kata, frasa demi frasa, mengantarkan kabar yang tak terelakkan, bahwa nama jalan layang “Laksamana Ladi” resmi diturunkan, diganti dengan nama yang lebih sederhana, “Flyover Sungai Ladi.”

Laksamana Ladi, nama yang datang seperti bayang-bayang senja, kini sirna sebelum mentari sempat menyapa. Tak lebih dari tiga hari ia bertahan pasca diresmikan, dan tak sampai satu hari setelah Batam Pos menerbitkan koran pagi yang mengulik sosok ini, hingga pada akhirnya terkubur dalam siaran pers yang berisi permohonan maaf.

“Pertama-tama, saya memohon maaf atas apa yang telah terjadi,” ujar Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

Dalam rilis itu, Rudi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan mereka. Semoga saja, permohonan maaf itu, cukup untuk meredakan gelombang tanya yang mengalir di tengah publik. Berbesar hati memanglah kuncinya.

“Saya juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Batam yang telah mendukung pembangunan Flyover Sungai Ladi. Saya berharap keputusan ini dapat diterima oleh semua pihak guna menjaga situasi kondusif Batam yang kita cintai,” katanya.

Perubahan ini memantik perbincangan hangat di kalangan tokoh budaya, salah satunya Samson Rambah Pasir. Budayawan yang dikenal peduli pada akar sejarah Batam ini memandang langkah otorita sebagai momen penting dalam menata ulang cara pandang terhadap identitas lokal.

“Saya mengapresiasi sikap legowo seorang Muhammad Rudi yang mengganti nama flyover ini. Penamaan Laksamana Ladi sebelumnya tidak memiliki dasar kuat, sedangkan Sungai Ladi lebih merepresentasikan sejarah dan tiponomi Batam,” ujarnya.

Samson menilai, polemik ini menunjukkan lemahnya argumentasi tim BP Batam dalam memilih nama awal jalan layang tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dari peristiwa ini dapat dipetik pelajaran berharga.

“Ke depan, kita perlu lebih hati-hati dalam menamai sesuatu yang menjadi ikon daerah. Nama bukan sekadar label, ia adalah jiwa dari sebuah tempat,” kata Samson.

Dia pun menyerukan agar para pemangku kepentingan melibatkan berbagai pihak yang relevan, termasuk budayawan dan masyarakat dalam proses penamaan ikon-ikon daerah. Nama adalah warisan. Jika tidak berpijak pada akar sejarah, bakal kehilangan ruhnya.

“Ya, agar pemangku kepentingan, ke depannya melibatkan stakeholder yang terbabit dalam rangka menamai sesuatu yang menjadi ikon daerah,” ujarnya.

Jalan layang terbaru di Batam, yang telah berganti nama menjadi Flyover Sungai Ladi. (Arjuna)

Guru Besar Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Profesor Abdul Malik, turut memberikan apresiasi atas keputusan ini. Dengan nada penuh rasa syukur, ia menyampaikan penghormatan kepada Muhammad Rudi, yang menurutnya telah mengarahkan kebijakan ini dengan hati.

“Alhamdulillah, bagus sekali. Respons yang sangat baik dari Pak Rudi,” katanya.

Lebih dari sekadar perubahan nama, Profesor Malik memandang keindahan dan manfaat jembatan layang tersebut sebagai sebuah warisan nyata bagi masyarakat Batam. “Yang paling penting, jembatan layangnya sangat bagus dan indah serta sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Perubahan nama ini tidak hanya simbolis, tetapi juga menggugah kebanggaan akan identitas lokal. Nama Sungai Ladi membawa nuansa sejarah dan geografi yang lebih dekat dengan akar Batam. Profesor Malik pun berharap agar langkah ini menjadi bagian dari momentum kemajuan kota.

“Tahniah. Semoga Batam semakin maju ke depan ini dan menjadi destinasi wisata terbaik di Indonesia,” tutupnya, seolah menitipkan doa untuk masa depan.

Dua Ladi, Dua Warisan

Sejarah, kata orang bijak, adalah akar yang menancap dalam tanah. Tapi Laksamana Ladi gubahan BP Batam hadir tanpa akar, tanpa cerita yang tertabal di buku, tanpa dongeng sebelum tidur yang diceritakan dari generasi ke generasi puak-puak Melayu. Ia muncul bak kapal tanpa jangkar, lalu hanyut oleh ombak di antara fakta dan fiksi.

Beberapa masyarakat tergerak untuk mencari tahu. Siapakah sebenarnya Laksamana Ladi? Di media sosial, satu dari sekian banyak pengguna Facebook dengan penuh keyakinan menulis, kira-kira begini:

“Laksamana Ladi adalah komandan angkatan laut yang memimpin pertempuran melawan Belanda di Batam pada 1946, mendirikan pangkalan ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia), dan berjuang demi kemerdekaan Indonesia.”

Pengguna Facebook itu juga menulis, bahwa Laksamana Ladi yang ia sebut lahir di Makassar pada 1772, dan meninggal di tahun 1822. Pertanyaannya sederhana, bagaimana bisa orang yang sudah wafat di abad ke-19 memimpin perang pada tahun 1946?

Ah, kisah itu terdengar megah, seolah dinukil dari halaman buku sejarah. Tetapi, bagi mereka yang memahami seluk-beluk perjuangan, cerita itu tak lebih dari hikayat yang dikarang demi menutupi sebuah dosa.

Literatur resmi juga tak pernah mencatat nama ini sebagai prajurit Kesultanan Riau-Lingga sebagaimana yang disebut BP Batam sebelumnya. Bahkan, di antara para sejarawan dan pemerhati budaya Melayu, nama Laksamana Ladi hanyalah kabut yang tak pernah nyata, tak pernah membekas dan bermastautin direlung jiwa.

Profesor Abdul Malik, memegang lentera untuk meluruskan jalan cerita yang kerap berkelok. Ladi, menurutnya, hidup di antara akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Ia adalah seorang pejuang gigih dari Sulawesi Selatan yang memanggul senjata melawan hegemoni Belanda. Tetapi, takada jejak heroiknya di masa Kesultanan Riau-Lingga.

Di Kepulauan Riau, “Ladi” bukan sekadar nama. Ia merupakan identitas, warisan yang melekat pada suku asli yang sering disebut Melayu Tua. Bersama suku Laut dan komunitas pesisir lainnya, mereka adalah anak-anak gelombang.

Pada masa lalu, suku-suku ini hanya mengarungi lautan dengan perahu kecil. Suku Laut, misalnya, dikenal sebagai pasukan pertikaman, penjaga setia saat Perang Riau berkobar.

“Tetapi, takada tokoh Suku Ladi yang diangkat menjadi laksamana pada masa Kesultanan Riau-Lingga. Kalau Penghulu Batin, mungkin ada, karena setiap suku dipimpin oleh seorang Penghulu Batin,” kata Malik.

Pernyataan ini membawa kita pada renungan yang lebih dalam. Seperti laut yang tak pernah sepenuhnya terjelajahi, sejarah juga menyimpan kedalaman misteri yang tak selalu mudah diselami. Nama Laksamana Ladi, baik sebagai seorang pejuang Sulawesi Selatan maupun sebagai bagian dari identitas budaya Melayu Tua di Kepulauan Riau, adalah warisan yang patut dihormati.

Antara Fungsi dan Identitas

Satu dari sekian banyak jurnalis di Batam, dengan entengnya berkata, “Apalah arti sebuah nama. Fokus saja pada fungsi flyover ini sebagai pengurai kemacetan.” Pernyataan seperti itu, meski praktis, justru menelanjangi cara pandang yang sempit. Apakah jalan layang ini hanya soal fungsi? Tidakkah nama yang disematkan padanya juga membawa makna, menjadi identitas yang mencerminkan jiwa kota?

Takkan hilang ikan di laut, selagi jala masih ditebar. Tetapi dalam kasus ini, seolah-olah jala itu dilemparkan ke lautan kosong, mencoba menangkap sesuatu yang tak pernah ada. Identitas samar ini adalah gambaran dari sebuah upaya yang gagal; sebuah kota modern yang mencoba menciptakan warisan tanpa memahami apa itu sejarah.

Menariknya, beberapa media lokal seperti mencoba menenggelamkan isu ini. Alih-alih menggali kebenaran, mereka memproduksi berita-berita baru, merayakan keindahan jalan layang tanpa menyentuh polemik nama yang mengiringinya.

“Ibarat menegak benang basah,” begitu kata orang tua kita dulu. Tetapi, upaya membenarkan yang keliru terus dilakukan, seolah-olah kabut bisa diusir hanya dengan angin opini.

Di media sosial, kisah-kisah fiktif tentang Laksamana Ladi terus bermunculan, seperti air pasang yang tak tahu kapan surut. Namun, bagi mereka yang jeli, semua itu tak lebih dari karangan ala sinetron.

Kini, jalan layang itu resmi menyandang nama “Flyover Sungai Ladi.” Sebuah nama yang mungkin tak heroik, tetapi setidaknya jujur.

Batam, dengan segala kilauan modernitasnya, harus belajar dari kejadian ini. Karena kota tanpa sejarah adalah kota tanpa arah. Dan, seperti perahu yang kehilangan kompas, ia akan berputar-putar di tempat, terombang-ambing di lautan luas tanpa tahu ke mana harus berlabuh.

Kita pun hanya bisa berharap, bahwa di masa depan, nama yang disematkan pada jalan, gedung, atau jembatan, bukan sekadar hiasan. Tetapi menjadi penanda yang merawat jiwa bangsa, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam keutuhan.

 

Reporter: Arjuna

Foto: Jalan layang terbaru di Batam, yang telah berganti nama menjadi Flyover Sungai Ladi. (Arjuna)

Artikel Sungai Ladi: Nama yang Lebih Jujur pertama kali tampil pada News.

Batam Mendominasi Kunjungan Wisman ke Kepri

0
Sejumlah penumpang saat tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, belum lama ini. Saat libur Natal, jumlah kunjungan WN Malaysia via pelabuhan ini meningkat.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos — Pariwisata Kepri menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke provinsi ini pada November 2024 mencapai 138.873 orang. Angka tersebut naik 0,63 persen dibandingkan Oktober 2024 (month-to-month) dan meningkat 5,84 persen dibandingkan November 2023 (year-on-year).

Kota Batam masih menjadi pintu masuk utama bagi wisman, dengan mencatatkan 112.641 kunjungan atau sekitar 81,11 persen dari total kunjungan ke Kepulauan Riau. Kabupaten Bintan berada di posisi kedua dengan 14.933 kunjungan (10,75 persen), disusul Kabupaten Karimun dengan 6.911 kunjungan (4,98 persen), dan Kota Tanjungpinang dengan 4.388 kunjungan (3,16 persen).

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman ke Kepri sepanjang Januari-November 2024 mencapai 1.463.327 orang. Angka ini naik 9,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023, yang mencatatkan 1.341.185 kunjungan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kepulauan Riau juga mengalami peningkatan. Pada November 2024, rata-rata TPK tercatat sebesar 57,98 persen, naik 2,32 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan November 2023, TPK ini mengalami penurunan sebesar 2,93 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik di hotel berbintang adalah 1,86 hari. Tamu asing tercatat memiliki rata-rata lama menginap 2,02 hari, lebih tinggi dibandingkan tamu domestik yang hanya 1,77 hari.

Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada November 2024 didominasi oleh turis asal Malaysia (15,96 persen), Australia (11,86 persen), dan Singapura (11,03 persen). Kepulauan Riau menjadi destinasi wisata ketiga terpopuler di Indonesia dengan 1.463.327 kunjungan, setelah Bali dan DKI Jakarta.

“Performansi kunjungan wisman Kepri tahun 2024 menunjukkan tren pertumbuhan yang baik dan, insya Allah, akan mencapai target,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti.

Meski demikian, ia mengamini bahwa distribusi kunjungan wisman yang kurang merata. Batam masih menjadi pintu masuk utama dengan kontribusi sebesar 75-78 persen, diikuti Bintan 15 persen, Karimun 5 persen, dan Tanjungpinang 5 persen rata-rata setiap tahun.

Faktor aksesibilitas menjadi salah satu alasan dominasi Batam. Kota ini memiliki lima pelabuhan laut dan satu bandara internasional yang melayani penerbangan langsung ke beberapa negara. Selain itu, atraksi wisata di Batam juga semakin variatif, menjadikannya destinasi favorit.

Sebaliknya, aksesibilitas di Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun masih terbatas. Masing-masing wilayah hanya memiliki satu pelabuhan laut utama. Namun, Guntur menekankan bahwa amenitas dan atraksi wisata di daerah-daerah tersebut, baik yang berbasis alam, budaya, maupun buatan, sangat potensial untuk terus dikembangkan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri kini berupaya meningkatkan daya tarik dan daya saing destinasi wisata di luar Batam. Salah satu fokusnya adalah menata aksesibilitas yang menjadi kendala utama.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, juga telah menginisiasi pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan serta bandara di berbagai daerah. Strategi lain yang direncanakan adalah menjajaki kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia untuk pengoperasian pesawat N219 pada 2026, guna mendukung konektivitas antar pulau di Kepulauan Riau.

Selain itu, pemerintah akan meningkatkan kuantitas dan kualitas event di berbagai daerah. Promosi pariwisata akan dilakukan secara masif melalui kolaborasi lintas sektor dan aktor, melibatkan pemerintah, swasta, masyarakat, komunitas, dan media. (*)

 

Reporter: Arjuna

 

Artikel Batam Mendominasi Kunjungan Wisman ke Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Angin Kencang, Jadwal Keberangkatan RoRo melalui Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan Jadi Tak Menentu

0
Penumpang yang membawa motor saat akan menyeberang ke Batam melalui Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat jadwal keberangkatan kapal RoRo dari Pelabuhan Tanjunguban, Bintan, menjadi tidak menentu.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha menyampaikan, jadwal keberangkatan kapal RoRo bisa bergeser dari jadwal seharusnya akibat kondisi cuaca.

“Kendala kita saat ini, cuaca, angin lagi kuat sekali, sehingga jadwal operasional (kapal) bisa bergeser,” ungkap Sukma Nugraha.

Dia mengatakan, pihaknya selalu memantau perkembangan cuaca di laut.

BACA JUGA: Penumpang KMP Mulia Nusantara yang Sudah Pesan Tiket Dialihkan ke Kapal RoRo Lain

Bila cuaca mendukung, pihak ASDP selalu siap melayani penyeberangan dari Tanjunguban, Bintan menuju ke Telagapunggur, Batam.

“Kita lihat cuaca juga, selama bisa dilayani, kita layani terus. Tapi kalau cuaca tidak mendukung dan terlalu larut malam, kita istirahat,” ujarnya.

Sementara terkait lonjakan penumpang arus balik libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, dia mengatakan, sudah mulai terjadi sejak tanggal 1 Januari 2025.

Bahkan, Jumat (3/1/2025) pagi, terjadi penumpukan truk ekspedisi di Pelabuhan ASDP Tanjunguban.

Untuk puncak arus balik, dia memperkirakan terjadi pada Minggu (5/1/2025) mengingat hari Senin (6/1/2025), sudah masuk sekolah.

Dalam melayani arus balik, pihak ASDP mengerahkan 3 kapal RoRo. Pihak ASDP juga menyiagakan 1 kapal bantuan bila terjadi lonjakan arus balik libur Nataru.

“Kalau terjadi lonjakan, kita siap tambah jam operasional dan trip. Kalau sekarang, kita tambah 2 trip per hari dari 11 trip menjadi 13 trip,” ujarnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Angin Kencang, Jadwal Keberangkatan RoRo melalui Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan Jadi Tak Menentu pertama kali tampil pada Kepri.

Seorang Wanita Terekam CCTv Membuang Sampah di Jalan Annur, Bintan

0
Seorang wanita terekam CCTv sedang membuang sampah sembarangan di jalan Annur, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (2/1/2025) sekitar pukul 18.31 WIB. F.Kiriman Sukatno untuk Batam Pos.

batampos– Seorang wanita terekam CCTv sedang membuang sampah di pinggir jalan Annur RT 007 RW 002, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (2/1/2025) sekitar pukul 18.31 WIB.

Dalam rekaman berdurasi 2 menit 50 detik, seorang wanita mengendarai sepeda motor membonceng dua orang anak.

Sepeda motor berhenti di pinggir jalan, lalu wanita itu melempar sampah dalam karung putih ke semak-semak di pinggir jalan.

BACA JUGA: Tingkatkan Kesadaran Masyarakat untuk Buang Sampah di Tempatnya, DLH Bintan Sediakan Puluhan Tong Sampah

Setelah membuang sampah, wanita itu melanjutkan perjalanan.

Seorang warga jalan Annuar, Sukatno mengatakan, warga jalan Annur sudah geram melihat warga luar membuang sampah di pinggir jalan.

Awalnya warga memasang banner di pinggir jalan agar warga luar tidak lagi membuang sampah.

“Sudah kita ingatkan, bahkan sudah ada yang ketangkap membuang sampah di jalan Annuar. Tapi, masih ada lagi yang membuang sampah,” kata dia.

Karena spanduk yang dipasang tak diindahkan, dia mengatakan, warga lalu memasang kamera di pinggir jalan.

“Lebih kurang dua minggu ini dipasang CCTv, baru ini terekam kamera,” katanya berharap, tidak ada lagi warga luar membuang sampah di pinggir jalan Annur.

Ketua RT 007, Tono mengatakan, CCTv dipasang agar warga luar tidak ada lagi membuang sampah di jalan Annur.

“Kita sudah beberapa kali mengingatkan melalui banner, tapi mereka masih membuang sampah,” kata dia.

Dia mengatakan, pemasangan CCTv untuk menimbulkan efek jera agar warga luar tak lagi  membuang sampah sembarangan di jalan Annur.

“Mudah-mudahan setelah ini, warga luar jadi takut membuang sampah di pinggir jalan Annur,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Seorang Wanita Terekam CCTv Membuang Sampah di Jalan Annur, Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Queen Production Perkenalkan Budaya Minang di Acara Takana Jo Kampuang, Ajak Masyarakat Ramaikan

0
DJ Damonok menghibur masyarakat Minang di Bekasi saat acara Takana Jo Kampuang.

batampos – Queen Production Event Organizer akan mengadakan acara bertema Takana Jo Kampuang pada 15 hingga 19 Januari di Dataran Engku Putri, Batamcentre.

Acara yang dihibur oleh artis Minang seperti Aris Bigheru, Ajo Buset, Kalek, DJ Damonok dan artis lokal Batam, Bundo Kim ini juga bakal diisi dengan festival kuliner, dan pertunjukkan seni budaya Minang seperti Tari Piring, Tari Bagurau, dan Tari Pasambahan.

“Acara ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar dunsanak Minang yang ada di perantauan, khususnya di Batam. Sekaligus untuk mengobati rasa rindu masyarakat Minang yang berada di Batam dengan kampung halamannya,” ujar Nengsih pemilik Queen Production.

Selain menghadirkan artis Minang, kata Nengsih, acara yang diramaikan dengan 100 stand kuliner ini bakal menghadirkan Kuis Irama Minang (KIM) dengan hadiah utama berupa kulkas dua pintu.

“Ada 100 stand kuliner khas Nusantara dan Minang. Kita setiap mengadakan acara selalu melibatkan pelaku UMKM agar dapat tumbuh dan berkembang bersama.

Harga stand yang kita berikan pun tidak mahal, sehingga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengenalkan produk mereka,” ujar Nengsih.

Tak hanya itu, untuk menambah kemeriahan acara tersebut, panitia juga akan mengadakan lomba baju kuruang dengan total hadiah jutaan rupiah, piala dan sertifikat.

“Bagi warga Batam yang ingin ikut dapat mendaftar dengan biaya hanya Rp50.000 melalui nomor 081270819826,” ujar Nengsih.

Sementara, DJ Damonok, salah satu artis yang akan tampil, berjanji menyuguhkan sesuatu yang spesial dengan memadukan musik tradisional Minang, Melayu, Medan dan lagu-lagu Indonesia yang lagi viral.

“Saya akan memeriahkan acara ini dengan lagu-lagu yang menghibur masyarakat Batam, khususnya warga Minang,” kata DJ Damonok.

Sebelumnya, acara serupa telah sukses digelar di Mall Revo, Bekasi dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Setelah Batam, Queen Production juga berencana membawa event ini ke wilayah Jabodetabek untuk terus memperkenalkan kekayaan budaya Minang.

Nengsih berharap masyarakat Batam, khususnya warga Minang, dapat hadir dan meramaikan acara ini. “Mari bersama-sama kita lestarikan budaya Minang dan nikmati hiburan serta kuliner khas Nusantara,” tutupnya. (*)

Artikel Queen Production Perkenalkan Budaya Minang di Acara Takana Jo Kampuang, Ajak Masyarakat Ramaikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kabag Tapem Karimun Zulkhairi Alias Alex Resmi Ditahan di Rutan Karimun

0
Zulkhairi alias Alex bin H Rajalibachrum saat masuk Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun.f.Kejaksaan Karimun

batampos– Kejaksaan Negeri Karimun,telah melaksanakan putusan hakim yang telah mempunyai kekuatan tetap (incracht van gewijsde) terhadap perkara Tindak Pidana Pemilu yang dilakukan oleh oknum ASN di Pemkab Karimun yang menjabat Kabag Tapem Karimun Zulkhairi alias Alex bin H Rajalibachrum.

” Kamis (2/1) pukul 21.30 WIB kita (Kejari Karimun) melaksanakan eksekusi terhadap terpidana atas nama Zulkhairi alias Alex bin H Rajalibachrum berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi (PT) Kepri nomor 285/PID.SUS/2024/PT TPG tanggal 19 Desember 2024 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dengan amar putusan dipenjara selama satu bulan dan denda sebesar Rp5 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 20 hari,” terang Kasi Intel Kejari Karimun Rezi Dharmawan.

BACA JUGA: Kabag Tapem Pemkab Karimun Jadi Tersangka Perkara Pelanggaran Pilkada

Proses esekusi tersebut terdakwa Zulkhairi alias Alex bin H Rajalibachrum sebelumnya mendatangi kantor kejaksaan negeri karimun sekitar pukul18.30 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan eksekusi yang dipimpin oleh Jumieko Andra selaku Kasi Pidum yang diantar ke Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun.

” Jadi saudara terpidana wajib menjalani pidana kurungan di Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun sesuai putusan PT Kepri,”ungkapnya.

Sementara itu Kasubsi pelayanan tahanan Rutan kelas IIB Tanjungbalai Karimun Novi Irwan ketika dikonfirmasi membenarkan ada tahanan baru masuk atas nama Zulkhairi alias Alex bin H Rajalibachrum bersama tahanan lainnya dari Kejaksaan Karimun.

” Sementara masuk kamar admisi orientasi atau mapenaling (masa pengenalan lingkungan) bersama para tahanan lainnya yang baru masuk,” singkatnya.

Sebelumnya, sidang tindak pidana Pidana Pemilihan gubernur, wakil gubernur kepri dan bupati, wakil bupati karimun dengan nomor perkara 207/Pid.Sus/2024/PN Tbk atas terdakwa Zulkhairi alias Alex bin H Rajalibachrum, Kamis (12/12) sore yang dipimpin oleh majelis hakim Gracious KP Perangin Angin Alfonsius, Jokomartin Pampang Siringoringo Tri dan Rahmi Khairunnisa di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun diruang sidang cakra.

Menyatakan terdahwa Zulkhairi als Alex Bin H Rajalibachrum telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pemilihan” sebagaimana dalam dakwaan tunggal Penuntut Umum. Dengan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) bulan. Namun, pidana tersebut tidak usah dijalani kecuali jika di kemudian hari ada Putusan Hakim yang menentukan lain disebabkan karena Terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama 6 (enam) bulan berakhir.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel Kabag Tapem Karimun Zulkhairi Alias Alex Resmi Ditahan di Rutan Karimun pertama kali tampil pada Kepri.

Eks Dirjen Imigrasi Ronny Sompie Dicecar 22 Pertanyaan oleh Penyidik KPK, Akui Didalami soal Data Perlintasan Harun Masiku

0
Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumyam) Ronny Franky Sompie usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/1). (Ridwan/JawaPos.com)

batampos  – Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumyam) Ronny Franky Sompie telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi, pada Jumat (3/1). Ronny Sompie diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR yang menjerat mantan calon anggota legislatif (caleg) PDIP Harun Masiku dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Ronny Sompie mengaku dicecar tim penyidik KPK sebanyak 22 pertanyaan. Salah satunya mengenai data perlintasan Harun Masiku.

“Ya, memang pertanyaan yang disampaikan ke saya adalah berkisar tentang tanggung jawab saya ketika tahun 2020 saya masih menjabat sebagai direktur jenderal imigrasi,” kata Ronny Sompie di usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/1).

Ronny membenarkan bahwa Harun Masiku sempat melintas ke luar negeri pada 6 Januari dan kembali ke Tanah Air keesokan harinya pada 7 Januari 2020.

“Tanggal 6 Januari Harun Masiku melintas ke luar negeri dan juga tanggal 7 Januari 2020 kembali lagi masuk ke Indonesia. Jadi hanya melintas 1 hari saja sudah kembali itu melalui Bandara Soekarno-Hatta,” ungkap Ronny.

Menurutnya, saat Harun melintas ke luar negeri dan kembali ke Indonesia belum ada permintaan dari KPK untuk mencegah mantan caleg PDIP tersebut. Ia menyebut, KPK baru meminta pencegahan ke luar negeri terhadap Harun Masiku pada 13 Januari 2020.

“Jadi tanggal 13 Januari 2020 baru ada perintah dari pimpinan KPK kepada jajaran imigrasi melalui Kementerian Hukum dan HAM untuk dicegah ke luar negeri,” ujar Ronny.

Baru-baru ini, KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka. Hasto diduga bersama-sama dengan tersangka Harun menyuap Wahyu Setyawan selaku Komisioner KPU 2017-2022 untuk pengurusan penetapan PAW anggota DPR periode 2019-2024. Padahal, Harun hanya memperoleh suara sebanyak 5.878.

Sedangkan caleg PDIP atas nama Riezky Aprillia mendapatkan 44.402 suara dan berhak menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Selain itu, Hasto juga turut dijerat dugaan perintangan penyidikan. Hasto diduga melakukan sejumlah cara untuk membuat perkara tidak selesai, salah satunya meminta Harun merusak ponselnya dan kabur setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK, pada Januari 2020 lalu.

Hasto juga sudah dicegah ke luar negeri oleh KPK. Penyidik juga melarangan bepergian ke luar negeri terhadap mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Eks Dirjen Imigrasi Ronny Sompie Dicecar 22 Pertanyaan oleh Penyidik KPK, Akui Didalami soal Data Perlintasan Harun Masiku pertama kali tampil pada News.

PLN Anambas Beri Diskon 50 Persen untuk Rumah Tangga Pengguna 2.200 VA

0
Kepala ULP PLN Anambas, Rafky Chandra. f. ihsan

batampos – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Anambas memberikan diskon sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga yang menggunakan daya 2.200 volt amper (VA) ke bawah.

Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Anambas, Rafky Chandra menerangkan bahwa potongan tarif listrik 50% dapat dinikmati secara otomatis dan tanpa mekanisme yang berbelit bagi mereka yang tergolong daya tersebut.

“Kami juga memastikan dengan sistem layanan pelanggan yang sudah terdigitalisasi, pelanggan dapat dengan mudah untuk menikmati program ini tanpa perlu ada proses registrasi maupun mekanisme berbelit,” ujar Rafky Chandra, Kamis, (2/1).

BACA JUGA: Angkut Material Milik PLN, KM Karunia Illahi Tak Kantongi Dokumen Berlayar

Pada pelaksanaannya, untuk pelanggan pascabayar potongan tarif 50% berlaku otomatis ketika pelanggan melakukan pembayaran tagihan listrik untuk pemakaian periode Januari dan periode Februari 2025.

Sementara bagi pelanggan prabayar cukup membeli setengah (50%) dari biasanya untuk mendapatkan energi (kWh) yang sama di manapun.

“Untuk masyarakat segera manfaatkan program ini. Cuma dua bulan berlaku,” sebut Rafky.

Sementara itu, seorang warga, Salbiah mengungkapkan bahwa dirinya telah berhasil menikmati paket stimulus ekonomi berupa potongan tarif listrik tersebut.

Baginya program ini sangat bermanfaat terutama untuk meringankan beban belanja rumah tangga.

“Kebijakan ini sangat bermanfaat untuk kami. Diskon tarif listrik 50% bisa menghemat anggaran belanja rumah tangga,” kata Salbiah. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Artikel PLN Anambas Beri Diskon 50 Persen untuk Rumah Tangga Pengguna 2.200 VA pertama kali tampil pada Kepri.

Dishub Batam Sebut Belum Ada Penambahan Pelican Crossing Tahun Ini

0
Sejumlah pejalan kaki menyebrang di Kawasan Jalan Engku Putri yang sudah dipasang Pelican Crossing Senin (16/12). Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki yang ingin menyeberang di jalan tersebut, F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pelican Crossing mendapatkan respon positif dari pedestarian usai diresmikan pada November 2024 di depan Kantor Walikota Batam.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Salim, menjelaskan bahwa meskipun fasilitas ini sangat dibutuhkan, belum ada rencana penambahan Pelican Crossing pada tahun 2025. Pelican crossing merupakan salah satu metode penyeberangan untuk para pejalan kaki yang memanfaatkan lampu lalu lintas.

“Memang sudah ada rencana untuk pemasangan di beberapa titik ruas jalan perkotaan. Namun, untuk tahun ini, kami belum bisa merealisasikan penambahan tersebut. Pelican Crossing di depan Kantor Pemko Batam ini menggunakan anggaran dari APBD-P 2024,” ujar Salim,Jumat (3/1).

Pelican Crossing adalah fasilitas modern yang mempermudah pejalan kaki menyeberang jalan dengan aman.

Sistem ini dilengkapi tiga lampu seperti traffic light: merah, kuning, dan hijau. Sebelum menyeberang, pejalan kaki harus menekan tombol pada tiang lampu dan memastikan lampu hijau menyala.

Sistem ini memberikan lampu kuning selama lima detik sebagai tanda persiapan sebelum lampu hijau menyala selama 20 detik untuk memberi waktu bagi pejalan kaki.

“Fasilitas ini bertujuan menciptakan penyeberangan jalan yang aman, terutama di kawasan perkotaan yang padat,” tambah Salim.

Lokasi Pelican Crossing pertama ini dipilih di depan Kantor Walikota Batam karena tingginya mobilitas pejalan kaki di area tersebut.

Banyaknya pelayanan publik di sekitarnya membuat fasilitas ini menjadi solusi penting untuk mengatur lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

“Dengan Pelican Crossing, pejalan kaki yang bolak-balik antar pelayanan publik akan lebih mudah dan aman menyeberang,” jelas Salim.

Dishub Batam juga menegaskan bahwa pengendara yang melanggar aturan Pelican Crossing akan dikenakan sanksi sebagaimana pelanggaran lalu lintas lainnya. Fasilitas ini dilengkapi CCTV untuk memantau aktivitas di sekitar lokasi.

“CCTV akan membantu kami memantau pelanggaran. Sanksi bagi pelanggar sama seperti pelanggaran lalu lintas pada umumnya. Kami berharap pengendara mematuhi aturan ini untuk mendukung keselamatan bersama,” kata Salim.

Pembangunan Pelican Crossing ini merupakan proyek yang didanai melalui APBD-P 2024 dengan anggaran sebesar Rp485 juta.

Meskipun belum ada rencana untuk menambah fasilitas serupa di tahun 2025, Salim menyampaikan harapannya agar lebih banyak Pelican Crossing dapat dibangun di masa depan.

Dengan hadirnya Pelican Crossing, Kota Batam semakin berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih tertib. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Dishub Batam Sebut Belum Ada Penambahan Pelican Crossing Tahun Ini pertama kali tampil pada Metropolis.