Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 217

Harga Daging Sapi di Tanjungpinang Diprediksi Naik Jadi Rp170 Ribu Jelang Lebaran

0
Pedagang melayani pembeli daging sapi segar di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang. Harga daging diprediksi naik hingga Rp170 ribu per kilogram jelang Idulfitri 2026. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Harga daging sapi segar di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terus merangkak naik selama Ramadan 1447 H/2026. Dari sebelumnya Rp140 ribu per kilogram, kini harga sudah menyentuh Rp160 ribu per kilogram dan diprediksi kembali naik menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kepala Bidang Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Tanjungpinang, Riyanto, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan para pedagang sapi terkait lonjakan harga tersebut.

“Saat ini sudah mencapai Rp160 ribu per kilogram. Kita juga sudah komunikasi dengan pedagang sapi,” kata Riyanto, Minggu (1/3).

Menurutnya, para pedagang bahkan sepakat menaikkan harga hingga kisaran Rp170 ribu per kilogram menjelang Lebaran. Kenaikan itu dipicu melonjaknya harga sapi dari daerah pemasok, terutama dari Lampung, ditambah biaya transportasi yang ikut meningkat.

“Harga sapi dari Lampung memang naik, kemudian ditambah lagi dengan biaya ongkos kirimnya,” ujarnya.

Hingga kini, Disperdagin Tanjungpinang masih mencari solusi untuk menekan harga agar tetap terkendali di pasaran. Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau guna membahas langkah stabilisasi.

“Ini sedang penjajakan, semoga ada solusi sebelum lebaran nanti agar harga daging sapi tetap terkendali,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Tanjungpinang-Bintan, Thamrin, menyebut pedagang sulit memperoleh keuntungan jika menjual daging sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp140 ribu per kilogram yang ditetapkan Badan Pangan Nasional.

Menurutnya, dengan harga Rp170 ribu per kilogram saja, keuntungan yang diperoleh pedagang masih tergolong tipis karena tingginya harga sapi dan ongkos kirim dari Lampung.

“Kalau Rp170 ribu untungnya juga tipis. Karena ongkosnya tidak main-main, Bapanas tidak hitung itu,” ujarnya.

Thamrin mengaku saat ini ketersediaan sapi di kandangnya tersisa belasan ekor dan dalam waktu dekat akan didatangkan lagi 11 ekor dari Lampung.

Namun, ia berharap ada kebijakan baru agar pedagang tidak dipaksa menjual di bawah harga modal.

“Kita juga minta jaminan soal harga. Apalagi saat ini jeroan kurang laku, otomatis modal yang harus dikeluarkan juga tinggi,” pungkasnya. (*)

Artikel Harga Daging Sapi di Tanjungpinang Diprediksi Naik Jadi Rp170 Ribu Jelang Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.

Antisipasi Kerawanan, PN Batam Perkuat Pengamanan Sidang Vonis Sabu 2 Ton

0
Para terdakwa yang terlibat dalam penyelundupan sabu hampir 2 ton disidang di PN Batam, Kamis (5/2/2026) lalu. F istimewa

batampos – Menjelang pembacaan vonis perkara penyelundupan sabu hampir dua ton yang dijadwalkan pada Kamis (5/3/2026), Pengadilan Negeri Batam meningkatkan pengamanan persidangan. Langkah ini diambil menyusul tingginya perhatian publik terhadap perkara tersebut.

“Sebagai lembaga peradilan yang berada di bawah koordinasi Mahkamah Agung Republik Indonesia, Pengadilan Negeri Batam memastikan proses hukum berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Pengamanan diperketat terutama untuk perkara-perkara yang dinilai berisiko tinggi,” kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Batam, Vabianes Wattimena.

Ia mengatakan peningkatan pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum. Menurut dia, kebutuhan pengamanan tambahan umumnya berasal dari kejaksaan sebagai pihak yang menghadirkan terdakwa ke persidangan.

“Untuk perkara tertentu yang berisiko tinggi, pengamanan sidang memang ditingkatkan. Biasanya kami mendapat informasi dari Intelkam. Kalau ada potensi tertentu, kami koordinasikan untuk penambahan pengamanan tertutup,” ujar Vabianes.

Ia menjelaskan, informasi mengenai potensi kerawanan kerap diperoleh dari unsur intelijen kepolisian, khususnya fungsi Intelkam.

Berdasarkan informasi tersebut, pimpinan pengadilan dapat meminta dukungan pengamanan berlapis guna mengantisipasi gangguan selama persidangan berlangsung.

Peningkatan pengamanan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan sidang pembacaan vonis berjalan lancar, tanpa intervensi maupun gangguan, serta tetap menjunjung prinsip keterbukaan dan kepastian hukum.(*)

 

Artikel Antisipasi Kerawanan, PN Batam Perkuat Pengamanan Sidang Vonis Sabu 2 Ton pertama kali tampil pada Metropolis.

Ford Recall 4,3 Juta Kendaraan karena Perangkat Lunak Bermasalah

0
Ford tarik 4,3 juta pickup dan SUV di AS karena masalah software trailer brake. Sumber gambar: x.com/FOX2News.

batampos – Produsen otomotif asal Amerika Serikat, Ford Motor Company, mengumumkan penarikan besar-besaran terhadap sekitar 4,3 hingga 4,4 juta kendaraan di Amerika Serikat. Penarikan atau recall ini dipicu kesalahan perangkat lunak pada modul trailer yang berpotensi memengaruhi fungsi rem dan lampu pada trailer yang ditarik kendaraan.

Laporan tersebut telah disampaikan Ford kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), sebagaimana dikutip dari Car and Driver, Senin (2/3).

Masalah terletak pada komponen bernama Integrated Trailer Module (ITRM), yakni sistem yang menghubungkan kendaraan dengan trailer. Gangguan perangkat lunak menyebabkan modul kehilangan komunikasi dengan sistem kendaraan saat proses awal kendaraan dinyalakan.

Akibatnya, lampu rem, lampu sein, hingga sistem pengereman trailer pada beberapa varian bisa tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini dikategorikan sebagai race condition dalam sistem perangkat lunak.

Jika fungsi lampu atau rem trailer tidak bekerja, risiko kecelakaan dapat meningkat karena kendaraan lain tidak menerima sinyal visual yang semestinya.

Penarikan ini mencakup sejumlah model populer, di antaranya: Ford F-150, Ford F-250 Super Duty, Ford Maverick, Ford Ranger, Ford Expedition, Lincoln Navigator dan Ford E-Transit.

Ford menyatakan hingga saat ini belum ada laporan kecelakaan, cedera, maupun kebakaran yang dikonfirmasi akibat masalah tersebut. Namun, tercatat ratusan klaim garansi yang diduga berkaitan dengan cacat perangkat lunak ini.

Sebagai langkah perbaikan, Ford akan melakukan pembaruan perangkat lunak secara over the air (OTA) untuk sebagian besar kendaraan terdampak mulai Maret hingga Mei 2026.

Selain itu, pemilik kendaraan juga dapat mendatangi dealer Ford atau Lincoln untuk melakukan pembaruan perangkat lunak secara gratis.

Pemberitahuan resmi kepada pemilik kendaraan dijadwalkan mulai dikirim melalui surat pada pertengahan Maret 2026. (*)

Artikel Ford Recall 4,3 Juta Kendaraan karena Perangkat Lunak Bermasalah pertama kali tampil pada Lifestyle.

Residivis Curanmor Ditangkap Polisi, Sudah Empat Kali Beraksi dan Sepeda Motor Dijual hanya Rp1juta

0
Ilustrasi Curanmor. F. Istimewa

batampos – Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri kembali mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Batam. Dalam pengungkapan terbaru, polisi mengamankan tiga orang tersangka berinisial MG, SM, dan UC.

Direktur Reskrimum Polda Kepri Ronni Bonic menjelaskan, penangkapan dilakukan pada Sabtu (28/2). Dua tersangka, MG dan SM, dibekuk di kawasan Marina, Sagulung. Sementara UC diamankan di kawasan Jodoh.

“Dari hasil pengungkapan ini, kami mengamankan tiga tersangka. Dua orang ditangkap di Marina, Sagulung, dan satu tersangka di Jodoh,” kata Ronni, kemarin.

Berdasarkan laporan polisi, sindikat ini beraksi di sejumlah lokasi di Batam Kota. Para tersangka mengaku telah mencuri sedikitnya empat unit sepeda motor, dengan sasaran utama sepeda motor jenis matik.

“Empat unit sepeda motor hasil curian berhasil kami amankan dan saat ini berada di Mapolda Kepri sebagai barang bukti,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan, diketahui MG dan SM merupakan residivis kasus serupa. Sementara UC berperan sebagai penadah. Motor hasil curian dijual kepada UC dengan harga bervariasi, berkisar Rp1 juta hingga Rp1,6 juta per unit, tergantung jenis dan kondisi kendaraan.

“Mereka mengaku baru empat kali melakukan pencurian. Namun, pengakuan ini masih kami dalami karena tidak menutup kemungkinan ada TKP lain. Kasus ini juga melibatkan jaringan penadah, sehingga masih kami kembangkan,” tegas Ronni.

Ia memastikan penyidikan masih berlanjut untuk membongkar kemungkinan keterlibatan pelaku lain maupun jaringan penadah yang lebih luas. Para tersangka dijerat Pasal 472 tentang pencurian dengan pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pemilik sepeda motor matik yang kerap menjadi sasaran pelaku curanmor. Masyarakat juga diminta segera melapor ke polisi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar,” pungkasnya.(*)

Artikel Residivis Curanmor Ditangkap Polisi, Sudah Empat Kali Beraksi dan Sepeda Motor Dijual hanya Rp1juta pertama kali tampil pada Metropolis.

Wabup Anambas Raja Bayu Sentil OPD, PAD Dinilai Bocor dan Tak Digarap Serius

0
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, menyampaikan arahan kepada ASN terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, menegaskan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib bersatu untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.

Penegasan itu disampaikan Raja Bayu di hadapan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa, Senin (2/3). Ia secara terbuka menyoroti lemahnya kontribusi PAD terhadap kas daerah.

“Selama ini PAD kita masih sangat bergantung pada transfer pusat. Ini harus kita ubah,” tegasnya.

Ia meminta seluruh OPD tidak lagi bekerja sendiri-sendiri dalam mengelola potensi pendapatan daerah. Menurutnya, peningkatan PAD harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya satu atau dua instansi.

“Saya minta semua OPD bersatu. Jangan saling menunggu. Kita harus kompak untuk menaikkan PAD,” ujarnya.

Raja Bayu menyoroti sejumlah sektor yang dinilai bisa segera dioptimalkan, salah satunya retribusi parkir. Ia menilai pengelolaan parkir harus lebih tertib agar tidak terjadi kebocoran penerimaan yang merugikan daerah.

“Parkir harus dikelola serius. Jangan sampai ada kebocoran yang merugikan daerah,” kata politisi Partai Golkar tersebut.

Selain parkir, biaya sandar kapal di Pelabuhan Sri Siantan juga menjadi perhatian. Ia menilai pelabuhan sebagai salah satu aset daerah dengan potensi pendapatan yang belum tergarap maksimal.

“Pelabuhan Sri Siantan ini aset daerah. Biaya sandar harus jelas, tertib, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Raja Bayu juga menekankan pentingnya optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia meminta OPD terkait memperbaiki pendataan serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

“PBB harus kita genjot. Data harus akurat dan penagihan harus maksimal,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pajak Kendaraan Bermotor juga menjadi sorotan. Ia meminta segera dilakukan koordinasi dengan pihak Samsat guna meningkatkan penerimaan dari sektor tersebut.

“Segera koordinasi dengan Samsat. Pajak kendaraan bermotor ini potensi besar yang tidak boleh kita abaikan,” katanya.

Menurutnya, seluruh potensi pendapatan, baik dari sektor pajak maupun retribusi, harus digarap secara maksimal demi memperkuat keuangan daerah. Ketergantungan terhadap dana transfer pusat, lanjut dia, tidak bisa terus dipertahankan.

“Kalau kita ingin daerah ini mandiri dan pembangunan berjalan lebih cepat, maka PAD harus kita tingkatkan mulai sekarang,” tutupnya. (*)

Artikel Wabup Anambas Raja Bayu Sentil OPD, PAD Dinilai Bocor dan Tak Digarap Serius pertama kali tampil pada Kepri.

Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu

0
Bibir pantai di nongsa tercemar dan berbau. f Istimewa

batampos – Pantai Nongsa di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, kembali tercemar limbah cair berbau menyengat. Pantauan Batam Pos di pesisir pantai pada Senin (2/3) pagi, terlihat sisa limbah berwarna kehitaman menempel di sejumlah batu miring di bibir pantai. Air laut tampak keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap yang menyengat hidung.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bau limbah sudah tercium sejak pagi hari dan hingga siang belum juga hilang. Menurut dia, saat air laut surut, bau terasa semakin kuat karena limbah tampak mengendap di tepi pantai.

“Pagi tadi baunya lebih parah. Sampai sekarang masih bau. Kami sampaikan ini bukan cari sensasi, tapi memang fakta di lapangan. Tadi pagi limbahnya kelihatan sampai ke pinggir pantai,” ujar warga tersebut.

Ia menjelaskan, limbah yang muncul kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika dulu limbah kerap berbentuk gumpalan yang mengeras lalu meleleh saat terkena panas, kini limbah sudah dalam bentuk cair dan menyebar di laut. Kondisi itu dinilai lebih berbahaya karena langsung mencemari perairan.

“Airnya bukan hanya keruh, tapi baunya menyengat. Aktivitas warga terganggu. Ibu saya yang biasanya menghirup udara segar pagi-pagi jadi tidak jadi keluar rumah,” katanya.

Warga menyebut, pencemaran serupa kerap terjadi menjelang akhir tahun, namun tahun ini dinilai paling parah. Dampaknya dirasakan langsung oleh nelayan dan warga pesisir, termasuk para ibu rumah tangga yang biasa mencari gonggong di pantai untuk dijual ke pasar.

“Sekarang mereka takut ambil gonggong, khawatir beracun. Padahal itu sumber penghasilan. Kalau begini terus, nelayan dan warga pesisir sangat dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK DPD HNSI Kepri, Bernard Gultom, menilai pencemaran limbah di Pantai Nongsa terjadi hampir setiap tahun. Ia menyebut lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab masalah tak kunjung tuntas.

“Kejadian seperti ini bukan sekali dua kali, hampir setiap tahun. Pengawasan dari pemerintah, baik provinsi maupun kota, termasuk dinas lingkungan hidup, kami nilai masih lemah. Pelakunya tidak pernah tertangkap, seolah-olah datang buang limbah, lalu pergi begitu saja,” tegasnya.

Bernard mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam memperketat pengawasan di perairan perbatasan, termasuk berkoordinasi dengan patroli laut. Ia menduga pencemaran bisa berasal dari aktivitas kapal yang melintas di jalur perairan internasional.

“Banyak kapal internasional lalu-lalang. Kita tidak tahu apakah ada yang membuang limbah di laut lalu terbawa arus ke pantai Nongsa. Pemerintah harus betul-betul menjaga perbatasan laut kita. Jangan masyarakat terus yang diminta bersiaga,” katanya.

Menurutnya, pencemaran ini berdampak langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Ikan-ikan menjauh dari wilayah tangkap akibat bau dan pencemaran, sehingga penghasilan nelayan menurun. Selain itu, sektor pariwisata pantai juga terancam karena wisatawan enggan datang jika pantai tercemar dan berbau.

“Pantai ini sumber penghidupan nelayan dan pelaku usaha wisata. Kalau terus dibiarkan, siapa yang mau datang? Ini bukan sekadar harapan, tapi permintaan tegas agar pemerintah hadir dan menuntaskan persoalan yang berulang ini,” tutupnya.(*)

Artikel Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu pertama kali tampil pada Metropolis.

Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu

0
Bibir pantai di nongsa tercemar dan berbau. f Istimewa

batampos – Pantai Nongsa di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, kembali tercemar limbah cair berbau menyengat. Pantauan Batam Pos di pesisir pantai pada Senin (2/3) pagi, terlihat sisa limbah berwarna kehitaman menempel di sejumlah batu miring di bibir pantai. Air laut tampak keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap yang menyengat hidung.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bau limbah sudah tercium sejak pagi hari dan hingga siang belum juga hilang. Menurut dia, saat air laut surut, bau terasa semakin kuat karena limbah tampak mengendap di tepi pantai.

“Pagi tadi baunya lebih parah. Sampai sekarang masih bau. Kami sampaikan ini bukan cari sensasi, tapi memang fakta di lapangan. Tadi pagi limbahnya kelihatan sampai ke pinggir pantai,” ujar warga tersebut.

Ia menjelaskan, limbah yang muncul kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika dulu limbah kerap berbentuk gumpalan yang mengeras lalu meleleh saat terkena panas, kini limbah sudah dalam bentuk cair dan menyebar di laut. Kondisi itu dinilai lebih berbahaya karena langsung mencemari perairan.

“Airnya bukan hanya keruh, tapi baunya menyengat. Aktivitas warga terganggu. Ibu saya yang biasanya menghirup udara segar pagi-pagi jadi tidak jadi keluar rumah,” katanya.

Warga menyebut, pencemaran serupa kerap terjadi menjelang akhir tahun, namun tahun ini dinilai paling parah. Dampaknya dirasakan langsung oleh nelayan dan warga pesisir, termasuk para ibu rumah tangga yang biasa mencari gonggong di pantai untuk dijual ke pasar.

“Sekarang mereka takut ambil gonggong, khawatir beracun. Padahal itu sumber penghasilan. Kalau begini terus, nelayan dan warga pesisir sangat dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK DPD HNSI Kepri, Bernard Gultom, menilai pencemaran limbah di Pantai Nongsa terjadi hampir setiap tahun. Ia menyebut lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab masalah tak kunjung tuntas.

“Kejadian seperti ini bukan sekali dua kali, hampir setiap tahun. Pengawasan dari pemerintah, baik provinsi maupun kota, termasuk dinas lingkungan hidup, kami nilai masih lemah. Pelakunya tidak pernah tertangkap, seolah-olah datang buang limbah, lalu pergi begitu saja,” tegasnya.

Bernard mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam memperketat pengawasan di perairan perbatasan, termasuk berkoordinasi dengan patroli laut. Ia menduga pencemaran bisa berasal dari aktivitas kapal yang melintas di jalur perairan internasional.

“Banyak kapal internasional lalu-lalang. Kita tidak tahu apakah ada yang membuang limbah di laut lalu terbawa arus ke pantai Nongsa. Pemerintah harus betul-betul menjaga perbatasan laut kita. Jangan masyarakat terus yang diminta bersiaga,” katanya.

Menurutnya, pencemaran ini berdampak langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Ikan-ikan menjauh dari wilayah tangkap akibat bau dan pencemaran, sehingga penghasilan nelayan menurun. Selain itu, sektor pariwisata pantai juga terancam karena wisatawan enggan datang jika pantai tercemar dan berbau.

“Pantai ini sumber penghidupan nelayan dan pelaku usaha wisata. Kalau terus dibiarkan, siapa yang mau datang? Ini bukan sekadar harapan, tapi permintaan tegas agar pemerintah hadir dan menuntaskan persoalan yang berulang ini,” tutupnya.(*)

Artikel Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu pertama kali tampil pada Metropolis.

Cari Tempat Bukber di Batam? Ini 5 Cafe untuk Buka Puasa yang Wajib Dicoba

0
5 cafe Batam rekomendasi bukber Ramadan bareng keluarga. Sumber gambar: Instagram cincai.cafe.

batampos – Momen buka puasa bersama atau bukber selalu menjadi agenda yang dinantikan saat Ramadan. Selain menikmati hidangan berbuka, suasana nyaman dan pilihan menu variatif menjadi pertimbangan utama dalam memilih tempat.

Bagi Anda yang sedang mencari cafe bukber di Batam, berikut lima rekomendasi tempat yang bisa menjadi pilihan bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

1. Cincai Cafe

Cafe ini dikenal memiliki tempat yang luas sehingga cocok untuk rombongan. Menu buka puasa yang ditawarkan mengusung konsep all you can eat dengan pilihan beragam.

Lokasi: Komp Pertokoan KBC, Belian, Kecamatan Batam Kota.

2. Bluefire Beach Club

Mengusung suasana tepi pantai, Bluefire menawarkan menu Nusantara yang variatif. Pengunjung dapat menikmati momen berbuka sambil menyaksikan suasana sore di kawasan Bengkong Laut.

Lokasi: Komplek Gold Coast Luxury, Golden City.

3. Kobie Coffee

Cafe ini menjadi salah satu tempat favorit anak muda. Selain menu buka puasa yang beragam, pengunjung juga bisa menikmati fasilitas photo box gratis.

Lokasi: Pelita dan Tiban.

4. Kopi Boemi

Dikenal sebagai cafe skena, Kopi Boemi menghadirkan paket buka puasa all you can eat dengan menu berbeda setiap harinya.

Lokasi: Jl. Sudirman Centre No.106, Teluk Tering, Batam Kota.

5. Tntrem Cafe

Berada di kawasan tepi laut, cafe ini menawarkan suasana berbuka yang lebih santai dan spesial. Tersedia paket buka puasa yang cocok untuk keluarga maupun sahabat.

Lokasi: Bundaran Ocarina, Ocarina Lot, Jl. Pasir Putih No.1, Sadai, Bengkong.

Dengan banyaknya pilihan cafe yang menawarkan suasana nyaman dan menu lezat, momen buka bersama tahun ini bisa menjadi lebih berkesan.

Namun, karena Ramadan biasanya ramai, pengunjung disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum datang. (*)

Artikel Cari Tempat Bukber di Batam? Ini 5 Cafe untuk Buka Puasa yang Wajib Dicoba pertama kali tampil pada Metropolis.

Pencuri Anjing yang Ternyata Juga Spesialis Pembobol Rumah, Gunakan Mobil Rental Setiap Beraksi

0
Mobil yang digunakan pencuri anjing di Batuaji menabrak rumah warga. F.Istimewa

batampos – Penyelidikan kasus komplotan pencuri anjing yang juga terlibat pembobolan rumah dan ruko di Kota Batam terus dikembangkan jajaran Polsek Sagulung. Polisi mengungkap para pelaku memiliki modus khusus dengan menggunakan mobil rental berbeda setiap kali beraksi untuk mengelabui aparat.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan kelompok tersebut sengaja menyewa kendaraan secara bergantian guna menghindari pelacakan maupun kecurigaan warga.

“Komplotan ini menggunakan mobil rental secara bergantian saat beraksi. Jadi kendaraan yang dipakai selalu berbeda, supaya tidak mudah dikenali,” ujar Iptu Anwar Aris saat dikonfirmasi, Senin (2/3).

Dalam kasus pembobolan ruko di kawasan Pertokoan Tunas Regency, Sagulung, pada 12 Februari 2026 lalu, para pelaku diketahui menggunakan mobil Toyota Calya sebagai sarana operasional. Dari aksi tersebut, tersangka berhasil membawa kabur baling-baling kapal dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.

Sementara pada aksi terakhir pencurian anjing di Perumahan Permata Laguna, Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, komplotan tersebut kembali memakai kendaraan berbeda, yakni Toyota Raize berwarna biru.

Aksi pencurian anjing itu akhirnya gagal setelah warga memergoki para pelaku saat memasukkan hewan peliharaan milik warga ke dalam mobil. Warga kemudian melakukan pengejaran hingga kendaraan pelaku hilang kendali dan menabrak salah satu rumah di kawasan perumahan.

“Mobil yang digunakan pelaku juga mengalami kerusakan cukup parah karena sempat diamuk massa. Saat ini kendaraan tersebut sudah kami amankan sebagai barang bukti,” jelasnya.

Polisi menduga penggunaan mobil rental menjadi strategi utama komplotan untuk memperlancar mobilitas lintas kecamatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui beraksi di sejumlah wilayah, mulai dari Sagulung, Bengkong hingga Sekupang.

Dari hasil pengembangan, tiga pelaku masing-masing berinisial DIP (22), DD (27), dan IL (39) telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara satu orang lainnya berinisial GF (25) masih berstatus saksi karena tidak terlibat dalam aksi pembobolan ruko.

“Untuk satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan sudah kami tetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” tegas Iptu Anwar Aris.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Polisi memastikan proses penyidikan terus berjalan untuk mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejahatan lain yang dilakukan komplotan tersebut.(*)

Artikel Pencuri Anjing yang Ternyata Juga Spesialis Pembobol Rumah, Gunakan Mobil Rental Setiap Beraksi pertama kali tampil pada Metropolis.

Empat Pemakai Sabu di Anambas Diusulkan Rehabilitasi, Polisi Buru Bandar

0
Petugas Satres Narkoba Polres Kepulauan Anambas memintai keterangan salah satu pengguna sabu yang diamankan dalam pengungkapan kasus di Tarempa. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Empat pengguna narkotika jenis sabu yang diamankan Satres Narkoba Polres Kepulauan Anambas diusulkan menjalani rehabilitasi ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Usulan tersebut diajukan setelah hasil pemeriksaan sementara menunjukkan keempatnya diduga hanya sebagai pemakai.

Keempatnya yakni Yan, Tik, Dik dan Saf. Mereka diamankan pada Minggu (22/2) di kawasan kos-kosan Pasar Ikan, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan.

Dari empat orang tersebut, dua di antaranya merupakan pasangan suami istri, yakni Tik dan Yan. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi terkait dugaan penyalahgunaan narkotika di lokasi tersebut.

Kepala Satres Narkoba Polres Kepulauan Anambas, Iptu Kristian, mengatakan saat ini keempatnya masih menjalani proses asesmen oleh pihak BNN. Hasil asesmen akan menentukan apakah mereka dapat direhabilitasi.

“Lagi di-assessment oleh BNN, diusulkan untuk direhab kalau dikabulkan. Tapi kemarin kuota rehab di BNN Provinsi sedang penuh, begitu juga BNN Tanjungpinang,” ujar Kristian, Minggu (1/3).

Kristian menjelaskan, usulan rehabilitasi diajukan karena dari hasil pengembangan kasus, tidak ditemukan indikasi kuat keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran narkotika. Selain itu, barang bukti yang diamankan juga dalam jumlah kecil.

Sabu yang ditemukan dari tangan Yan memiliki berat 0,2 gram dan diduga sisa pemakaian.

“Sabu di tangan Yan seberat 0,2 gram. Itu pun bekas dipakai, jadi diusulkan untuk direhab,” jelasnya.

Ia juga membantah informasi yang menyebut keempatnya digerebek saat pesta sabu secara bersamaan. Menurutnya, penangkapan dilakukan secara bertahap di lokasi berbeda.

“Pertama kami amankan dua orang, Tik dan Yan. Dari pengembangan kemudian diamankan Dik dan Saf di kamar berbeda dan lokasi berbeda,” katanya.

Dalam pengembangan kasus, polisi turut menyelidiki seorang pria berinisial Den yang diduga sebagai pemasok sabu kepada para pengguna tersebut. Petugas sempat mendatangi kediaman Den dan melakukan penggeledahan yang disaksikan istrinya.

Namun, dari penggeledahan tersebut tidak ditemukan barang bukti tambahan terkait narkotika. Den diduga telah melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi.

“Untuk pemasok sabu, Den masih kita lakukan pengejaran,” tegas Kristian.

Meski tidak ditemukan barang bukti di rumah Den, polisi tetap melakukan pemeriksaan terhadap istrinya berinisial Cla. Tes urine dilakukan di RSUD Tarempa dan hasilnya negatif narkotika.

Cla juga telah dimintai keterangan guna kepentingan pengembangan kasus lebih lanjut. (*)

Artikel Empat Pemakai Sabu di Anambas Diusulkan Rehabilitasi, Polisi Buru Bandar pertama kali tampil pada Kepri.