
f, TRI HARYONO/BATAMPOS
batampos – Beberapa hari lalu, harga emas 24 karat mencetak rekor dengan menyentuh angka Rp1,8 juta per gram. Namun, lonjakan harga tersebut ternyata tidak terlalu berdampak pada penjualan emas di Kabupaten Karimun.
Salah satu pedagang emas, Dayat, mengungkapkan bahwa meski sudah dua pekan berlalu sejak Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M, penjualan perhiasan emas masih lesu.
“Masih ada yang beli, tapi sepi. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, setelah Lebaran masih ramai. Sekarang banyak warga justru menjual perhiasan emasnya, padahal harga emas cukup tinggi. Emas 22 karat saja harganya sudah Rp1,240 juta per gram,” ujarnya, Selasa (15/4).
Kondisi ini berbanding terbalik dengan suasana menjelang Idulfitri lalu. Saat itu, antusiasme masyarakat untuk membeli atau menukar perhiasan emas cukup tinggi.
“Rata-rata yang laku itu perhiasan emas seperti cincin, kalung, dan gelang sebelum Lebaran,” tuturnya.
Sepinya transaksi jual beli emas di pertengahan April ini diduga disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu. Perputaran uang di Karimun pun tidak sebaik beberapa tahun lalu. Ditambah lagi, pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang terjadi di salah satu perusahaan di Pulau Burung dan Sungai Guntung turut memengaruhi daya beli masyarakat. Sekitar 3.700 orang terdampak PHK tersebut.
“Biasanya, karyawan dari sana (Pulau Burung dan Sungai Guntung) tiap akhir pekan sempat belanja emas di Karimun. Sekarang sudah tidak ada lagi. Wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia juga makin jarang ke sini,” tambahnya.
Ia berharap Bupati dan Wakil Bupati Karimun dapat membuat terobosan baru untuk menggerakkan roda ekonomi daerah, agar dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha, termasuk pedagang emas.
“Harapan kami, ekonomi Karimun bisa segera pulih seperti lima tahun lalu. Sudah beberapa tahun ini memang terasa berat,” harapnya.
Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa transaksi di beberapa toko emas di Karimun masih tampak sepi pengunjung.
“Jual sedikit saja, untuk persiapan anak sekolah. Maklumlah, sekarang ekonomi sulit, Bang,” kata Lia, salah seorang warga Karimun. (*)
Reporter: Tri Haryono
Artikel Harga Emas 24 Karat Tembus Rp1,8 Juta per Gram, Namun Masih Sepi Peminat pertama kali tampil pada Kepri.



batampos-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyatakan komitmennya untuk menuntaskan program Kepri terang. Menurutnya tahap demi tahap, apa yang menjadi target sudah tercapai. Karena saat ini, rasio elektrifikasi di Kepri sudah tembus pada angka 98,19 persen.



batampos– Komplotan pencuri kabel bawah tanah di area Alila Villas Bintan di Teluk Sebong, dibekuk, Sabtu (5/4/2025).

