Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 2188

Puskesmas Hadirkan Layanan Pijat Bayi untuk Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

0
Peluncuran inovasi baru yakni layanan pijat bayi Getaran Hati di Puskesmas Sekupang. (Dinkes Batam untuk Batam Pos)

batampos – Puskesmas Sekupang kini menghadirkan layanan pijat bayi Getaran Hati (Gerakan Pijat Agar Anak Sehat Melalui Stimulasi) bagi orang tua yang ingin memberikan stimulasi pijat profesional untuk si kecil. Layanan ini tersedia setiap hari Sabtu dan dilakukan oleh tenaga kesehatan bersertifikat.

Kepala Puskesmas Sekupang, Indriani Ningsih, menjelaskan pijat bayi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan anak, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki kualitas tidur, hingga membantu sistem pencernaan.

“Pijat bayi bisa membantu meningkatkan pertumbuhan anak, memperlancar peredaran darah, dan mengurangi risiko kolik atau gangguan pencernaan. Ini juga menjadi cara bagi orang tua untuk lebih dekat dengan buah hati mereka,” ujar Indriani, Rabu (29/1).

Lebih lanjut, Indriani mengungkapkan bahwa layanan pijat bayi ini tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga mendukung ikatan emosional antara orang tua dan anak. Pijat yang dilakukan dengan teknik yang tepat dapat menenangkan bayi, memberikan rasa aman, dan membangun kepercayaan diri.

“Stimulasi ini dapat mengoptimalkan proses perkembangan bayi yang sangat pesat pada usia dini, ” tambahnya.

Selain itu Puskesmas Sekupang berencana untuk memperluas layanan ini ke hari lain jika animo masyarakat tinggi. Untuk mengikuti sesi pijat bayi, orang tua cukup datang ke Puskesmas Sekupang setiap Sabtu. Pendaftaran dilakukan di loket layanan, dan sesi pijat bayi akan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah bersertifikat.

“Kami memastikan bahwa layanan ini dilakukan dengan teknik yang benar dan sesuai standar medis. Selain itu, tarifnya juga sangat terjangkau, mengacu pada Peraturan Wali Kota Batam No. 70 Tahun 2024,” tambah Indriani.

Dengan adanya layanan pijat bayi ini, Puskesmas Sekupang berharap semakin banyak orang tua yang menyadari pentingnya stimulasi untuk tumbuh kembang anak. Program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik tetapi juga mendukung pengasuhan yang lebih dekat dan penuh kasih sayang.

“Bagi masyarakat yang ingin memberikan perawatan terbaik bagi bayinya, dapat langsung datang ke Puskesmas Sekupang setiap hari Sabtu dan merasakan manfaat pijat bayi untuk kesehatan tumbuh kembang si kecil, ” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menyambut baik layanan pijat bayi Getaran Hati di Puskesmas Sekupang ini. Menurutnya, ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan.

“Kami sudah mulai melaksanakan ILP sejak tahun lalu. Namun, baru sedikit yang menerapkan secara menyeluruh. Sebelumnya, satu-satunya puskesmas yang menerapkan ILP di semua posyandu adalah Puskesmas Tanjung Buntung. Dengan pencanangan ini, Puskesmas Sekupang menjadi yang kedua,” jelas dr. Didi.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mendorong setiap puskesmas untuk membuat inovasi pelayanan. Salah satunya adalah layanan pijat untuk anak yang kini telah diterapkan di Puskesmas Sekupang.

“Kami memiliki banyak tenaga terlatih, termasuk yang mahir dalam pijat shiatsu. Ini merupakan langkah promotif dan kuratif yang luar biasa,” tambahnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Puskesmas Hadirkan Layanan Pijat Bayi untuk Stimulasi Tumbuh Kembang Anak pertama kali tampil pada Metropolis.

Berlayar Tak Dilengkapi Alat Komunikasi dan Navigasi, KM Murni Jaya III Tak Kunjung Tiba di Tarempa

0
Kapal kargo KM Murni Jaya III sebelum berlayar. Hingga kini keberadaan kapal tersebut masih dilakukan pencarian. f.basarnas untuk batampos

batampos– Kapal kargo dengan nama lambung KM Murni Jaya IiI yang mengangkut barang kebutuhan pokok dikabarkan hilang sejak Sabtu, (25/1) kemarin.

Kapal berbahan kayu ini berangkat dari Kijang menuju Tarempa dengan nakhoda, Januaruddin (40) pada pukul 17.00 WIB.

Semestinya, kapal tersebut bakal tiba di Tarempa, Minggu, (26/1) malam dengan lama perjalanan kurang lebih 28 jam.

“Hingga sekarang belum diketahui keberadaan KM Murni Jaya III. Saya sudah lapor ke Basarnas untuk meminta pertolongan,” ujar kerabat korban, Siswandi, Rabu, (29/1).

BACA JUGA: Keberadaan Kades Serat Masih Misterius, Hilang Sejak Jaksa Ungkap Penyelewengan Dana Desa

Dijelaskannya, komunikasi terakhir dengan salah satu awak kapal terjadi pada Sabtu kemarin pukul 20.30 WIB.

“Komunikasi melalui telefon. Sekarang belum bisa kita hubungi lagi,” ucap Siswandi.

Sementara itu, Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazli mengatakan pencarian KM Murni Jaya III sudah dilalukan. Saat ini telah memasuki hari keempat.

“Seluruh kekuatan personil kita turunkan,” ujar Fazli.

Berdasarkan laporan terakhir, kata dia, KM Murni Jaya III terdeteksi berada di perairan PT Bintan Alumina Indonesia, Kabupaten Bintan.

“Masih menyisir di daerah terakhir kapap itu terdeteksi. Memasuki sore hari area pencarian kita perluas,” tutur Fazli.

Ia menyayangkan kapal tidak dilengkapi alat komunikasi dan navigasi yang memadai. Bahkan untuk radio tidak ada. Apalagi Automatic Identification System (AIS) yang merupakan sistem identifikasi otomatis pada kapal.

Adapun awak kapal KM Murni Jaya III yaitu Januaruddin sebagai Nakhoda, Syafrizal sebagai Kepala Kamar Mesin, Riki dan Riski masing-masing sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Semuanya merupakan warga Desa Betu Belah, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Anambas. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Berlayar Tak Dilengkapi Alat Komunikasi dan Navigasi, KM Murni Jaya III Tak Kunjung Tiba di Tarempa pertama kali tampil pada Kepri.

Harga Cabai di Batam Masih Tinggi, IRT Hingga Pedagang Makanan Mengeluh

0
Ilustrasi. Warga saat membeli cabai merah di Pasar Bengkong Sadai. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Harga cabai di Batam masih bertahan di level tinggi yakni Rp 100 ribu perkilogram (kg). Situasi ini membuat ibu rumah tangga hingga pedagang makanan mengeluh, karena harus mengeluarkan budget lebih untuk cabai.

Pantauan di Pasar Botania, Batam Center Rabu (29/1), menunjukkan harga cabai masih belum mengalami penurunan signifikan. Saat ini, harga cabai rawit merah atau lombok dijual dengan kisaran Rp 95.000 hingga Rp 100.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau berkisar antara Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogram, dan cabai merah besar dijual dengan harga Rp 80.000 hingga Rp 90.000 per kilogram.

Fajar salah seorang pedagang di Botania mengatakan harga cabai yang tinggi disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil, terutama akibat faktor cuaca dan gangguan distribusi.

“Stok dari pemasok memang berkurang, jadi harga masih mahal. Biasanya kalau pasokan lancar, harga cabai rawit merah bisa di bawah Rp 50.000 per kilogram, tapi sekarang masih tinggi,” ujar Fajar.

Menurut dia, kenaikan harga berdampak pada penjualan. Banyak pelanggan yang mengurangi jumlah pembelian atau bahkan mencari alternatif lain.

“Sebelumnya ada pelanggan yang biasa beli 1 kilogram, sekarang paling banyak setengah kilogram, bahkan ada yang cuma beli seperempat kilo,” tambahnya.

Di sisi lain, para pembeli juga merasakan dampaknya.l, seperti Lina seorang ibu rumah tangga yang ditemui di Botania Batamcenter mengaku harus lebih selektif dalam mengatur pengeluaran karena harga cabai yang tinggi.

“Biasanya saya beli cabai rawit 1 kilogram untuk stok di rumah, tapi sekarang paling setengah kilo karena harganya mahal. Kadang kalau terlalu mahal, saya campur dengan cabai kering biar lebih hemat,” ujar Rina.

Menurutnya, kenaikan harga ini cukup membebani pengeluaran dapur, terutama bagi rumah tangga yang sering memasak makanan pedas.

“Kalau masakan khas Indonesia kan rata-rata butuh cabai. Jadi mau tidak mau tetap beli, tapi dikurangi saja jumlahnya,” tambahnya.

Tidak hanya pedagang dan pembeli di pasar, pelaku usaha kuliner juga ikut merasakan dampaknya. Irma pemilik warung makan di kawasan Batam Center, mengaku kesulitan menyesuaikan harga jual makanan akibat lonjakan harga cabai.

“Harga cabai naik terus, tapi kalau kami ikut naikkan harga makanan, pelanggan bisa kabur. Jadi sementara ini kami akali dengan mengurangi sedikit jumlah cabai di masakan,” ujarnya.

Ia berharap harga cabai bisa segera turun agar para pelaku usaha makanan tidak mengalami kerugian lebih besar.

“Kami butuh cabai setiap hari untuk sambal dan bumbu masakan. Kalau harganya terus tinggi, bisa berat untuk usaha kecil seperti kami,” tambahnya.

Tak hanya cabai, harga sayuran dipasaran Batam juga masih tinggi. Namun dibanding dua hari lalu, harga sayur seperti bayam dan kangkung sudah mulai berangsur turun. Dari yang sebelumnya Rp 30 ribu turun menjadi Rp 20 ribu per kilogram.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis belum bisa dikonfirmasi terkait masih tingginya harga cabai. (*)

Reporter: Yashinta

 

Artikel Harga Cabai di Batam Masih Tinggi, IRT Hingga Pedagang Makanan Mengeluh pertama kali tampil pada Metropolis.

Angin Kencang, Kanopi Rumah Warga di Bintan Terangkat

0
Kanopi atau atap bagian teras rumah warga di daerah Jago, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara terangkat angin kencang, Rabu (29/1/2025). F.Kiriman Azhar Widodo untuk Batam Pos.

batampos– Angin kencang menyebabkan kanopi atau atap bagian teras lantai dua rumah warga di daerah Jago, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara terangkat.

Sekretaris Desa Lancang Kuning, Azhar Widodo mengatakan, peristiwa itu terjadi saat angin kencang melanda Gang Wahid di daerah Jago, Desa Lancang Kuning pada Rabu (29/1/2025) siang.

“Sebagian atap terangkat,” kata Azhar.

Berdasarkan informasi diperoleh, kata Azhar, saat kejadian, pemilik rumah bernama Ta’lim sedang tidak berada di rumah. Sesaat setelah kejadian, pemilik rumah pulang ke rumah dan mendapati sebagian atap rusak dan terangkat.

BACA JUGA: Diterjang Angin Kencang, Rumah Panggung Milik Orang Singapura Ambruk dan Jatuh ke Laut

Azhar memastikan tidak ada korban dari insiden ini.

Setelah kejadian tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat setempat turun ke lokasi untuk menurunkan kanopi yang rusak.

“Kita langsung gotong-royong. Tadi dari BPBD sudah turun mengecek lokasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Angin Kencang, Kanopi Rumah Warga di Bintan Terangkat pertama kali tampil pada Kepri.

Kapal Barang Tenggelam Diterpa Ombak di Tanjung Nyang Lingga, 6 Korban Selamat

0
Para korban kapal tenggelam saat terombang ambing di Perairan Tanjung Nyang Lingga. F. Warga untuk BATAM POS

batampos– Sebuah kapal barang tenggelam di wilayah perairan Tanjung Nyang, Kabupaten Lingga, Kepri. Kapal yang mengangkut enam orang penumpang itu tenggelam, usai diterjang ombak besar.

Dari informasi yang diperoleh, kapal beserta isinya tenggelam pada Senin (27/1) kemarin saat hendak berlayar dari Tanjungpinang, hendak menuju Berau Kalimantan.

Enam orang penumpang berhasil selamat, usai terombang ambing dan diselamatkan oleh tugboat TB Bintan Kharisma 6.

BACA JUGA: Tenggelam di Kolam Bekas Galian, Bocah Ditemukan Tidak Bernyawa

“Kapal mengalami kebocoran. Tapi air terus bertambah cuaca tidak mendukung sehingga kapal tenggelam,” kata Kepala Kantor Basarnas Tanjungpinang, Fazli, Rabu (29/1).

Ia menambahkan, bahwa enam korban tersebut saat ini masih berada di atas kapal TB Kharisma 6. “Evakuasi lebih lanjut mengikuti TB Kharisma 6 ke PT. Bai Kijang,” tambahnya.

Sementara itu Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal mengakui bahwa pihaknya baru menerima informasi insiden tersebut hari ini. Pihaknya juga masih mencari informasi terkait keberadaan kapal tugboat yang membawa para korban.

“Baru dapat laporan hari ini. Korban dan pihak kapal juga belum bisa dihubungi,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Kapal Barang Tenggelam Diterpa Ombak di Tanjung Nyang Lingga, 6 Korban Selamat pertama kali tampil pada Kepri.

Cuaca Buruk, Kapal Roro KMP Tanjungburang Dilarang Berlayar Kembali ke Batam dari Uban

0
Situasi Pelabuhan ASDP Tanjunguban terpantau ramai, Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. F.Kiriman Sukma untuk Batam Pos.

batampos– Kapal Roro KMP Tanjungburang dilarang berlayar kembali ke Batam dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan pada Rabu (29/1/2025) malam, karena cuaca buruk.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha mengatakan, KMP Tanjungburang terlambat datang di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan.

Kapal Roro tersebut baru bersandar di dermaga sekitar pukul 19.15 WIB.

“Biasanya satu jam tapi menjadi dua jam pelayaran karena cuaca buruk,” ujar Sukma melalui sambungan selular.

BACA JUGA: Hindari Cuaca Buruk, Jadwal Keberangkatan KMP Bahtera Nusantara 01 dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan Dipercepat

Akibat keterlambatan tiba di Pelabuhan ASDP Tanjunguban dan cuaca buruk, pihak BPTD melarang kapal KMP Tanjungburang kembali berlayar ke Batam.

“Tak dikasih berlayar lagi karena angin kuat,” kata Sukma mengakui, angin bertiup sangat kencang hari ini.

Sukma mengatakan, masih ada 4 unit truk dan 1 pikap lagi tidak bisa diangkut kapal Roro tujuan Batam karena cuaca yang kurang bersahabat.

Sukma meminta calon pengguna jasa kapal Roro memaklumi kondisi saat ini karena mengutamakan keselamatan pelayaran dan pengguna jasa kapal Roro. (*)

Reporter: SLamet

Artikel Cuaca Buruk, Kapal Roro KMP Tanjungburang Dilarang Berlayar Kembali ke Batam dari Uban pertama kali tampil pada Kepri.

Vihara di Dabo Lingga Siapkan Makanan Vegetarian saat Imlek

0
Umat Tionghoa dan umat agama lain saling berbaur merayakan Imlek 2025 di Vihara Kumala Maitreya, Rabu (29/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Vihara Kumala Maitreya, yang terletak di wilayah Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga menyuguhkan hidangan vegetarian saat perayaan Imlek tahun 2025, pada Rabu (29/1).

Makanan vegetarian yang disediakan secara prasmanan tersebut mirip dengan makanan olahan daging, seperti rendang, hingga sate. Tidak hanya umat tionghoa, makanan itu juga disantap oleh warga sekitar yang beragama lain.

Pengurus Vihara Kumala Maitreya, Zainul Arifin mengatakan pihaknya sengaja menyediakan makanan vegetarian, agar semua makhluk hidup, terutama hewan merasa bahagia dan tidak tersakiti saat perayaan Imlek tahun 2025 ini.

BACA JUGA: Sambut Imlek Vihara Ngo Hu Niu Niu Tambah Cantik dengan Lampu Lampion

“Jadi kita memang menyajikan makanan vegetarian, agar semua mahluk hidup berbahagia ataupun tidak menyakiti mahluk hidup,” kata Zainul di Vihara Kumala Maitreya.

Perayaan Imlek di Dabo tersebut juga dijaga ketat oleh petugas kepolisian. Setidaknya terdapat sembilan orang petugas Polsek Dabo Singkep yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan di tempat tersebut.

“Untuk PAM luar ada enam orang dan PAM tertutup ada tiga orang. Total ada sembilan orang dan dibantu oleh petugas Satlantas Polres Lingga,” ujar Kapolsek Dabo Singkep, AKP Zainur.

Sejauh ini, kata dia situasi perayaan Imlek di Vihara tersebut berlangsung aman. Warga Dabo beragama Tionghoa saling berbaur dengan umat agama lain. Pengamanan sendiri, akan berlangsung hingga hari puncak perayaan Imlek.

“Kita harapkan masyarakat dapat saling berbaur dalam acara Imlek ini. Untuk mempererat hubungan silahturahmi sesama umat beragama,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Vihara di Dabo Lingga Siapkan Makanan Vegetarian saat Imlek pertama kali tampil pada Kepri.

Penurunan Biaya Haji 2025, Jamaah Batam Tunggu Kepres Soal Biaya per Embarkasi

0
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Batam Syahbudi.

batampos – Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Komisi VIII DPR telah menetapkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2025, yaitu sebesar Rp 89.4 juta per orang. Angka tesebut lebih rendah atau turun dibandingkan biaya haji tahun sebelumnya yang mencapai sebesar Rp93.4 juta.

Penurunan biaya ini berdampak langsung pada biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang harus dibayarkan calon jemaah. Rata-rata, jemaah hanya perlu membayar Rp55.4 juta, yang setara dengan 62% dari total BPIH tahun 2025.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kota Batam, Syahbudi, menjelaskan bahwa biaya Bipih yang harus dibayar oleh jamaah per orang rata-rata mencapai Rp 55.431.750. Namun, angka ini masih bersifat perhitungan nasional dan belum per embarkasi.

“Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah haji rata-rata per jemaah sebesar Rp 55.431.750, namun itu sifatnya masih hitungan nasional, belum per embarkasi,” ujar Syahbudi, Rabu (29/1).

Pihak Kemenag Batam saat ini masih menunggu keputusan terkait biaya haji per embarkasi. Syahbudi mengungkapkan bahwa pihaknya meminta agar masyarakat bersabar sembari menunggu terbitnya Keputusan Presiden (Kepres) yang akan mengatur biaya haji per embarkasi.

“Baru usulan, Kepres-nya belum keluar jadi belum bisa dipastikan untuk Batam. Kami minta untuk bersabar sambil menunggu terbitnya Kepres terkait biaya haji per embarkasi,” tambahnya.

Penurunan BPIH 2025 merupakan hasil kesepakatan antara Kemenag dan Komisi VIII DPR. Sebelumnya, Kementerian Agama dan DPR telah menetapkan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2025 sebesar Rp 89,4 juta per orang, lebih rendah dari biaya haji tahun sebelumnya yang mencapai Rp 93,4 juta.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menambahkan bahwa penurunan biaya ini akan memberi dampak langsung terhadap biaya perjalanan ibadah haji yang harus dibayarkan oleh calon jamaah. Calon jamaah haji hanya perlu membayar sekitar Rp 55,4 juta, yang setara dengan 62% dari total BPIH tahun 2025.

Sisanya, sebesar Rp 33,9 juta, akan ditanggung oleh nilai manfaat dari pengelolaan dana setoran awal yang telah diinvestasikan.

Untuk tahun 2025, Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 221.000 jamaah, terdiri dari 201.063 jamaah reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Penurunan Biaya Haji 2025, Jamaah Batam Tunggu Kepres Soal Biaya per Embarkasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Uang Kembalian Luntur, Warga Bengkong Tak Sadar Terima Diduga Uang Palsu

0
Uang ini luntur.

batampos – Seorang warga Bengkong, Batam, Rahayu, mengalami kejadian tak terduga saat mendapati uang Rp50 ribu yang diterimanya dari transaksi belanja didug palsu. Ia baru menyadari hal itu setelah uang tersebut tercuci di saku celananya.

“Saya beli telur di grosir dekat rumah pakai uang Rp100 ribu. Dapat kembalian Rp56 ribu. Setelah tercuci, baru sadar uang Rp50 ribu luntur, sementara yang lainnya masih bagus,” kata Rahayu, Minggu (28/1).

Rahayu mengaku tak menaruh curiga saat menerima uang kembalian. Kondisinya terlihat seperti uang asli, baik dari warna, tekstur, maupun desainnya.

“Bener-bener mirip uang asli. Kalau enggak kecuci, saya juga enggak bakal tahu,” ujarnya.

Rahayu mengaku mendatangi kembali grosir tempatnya berbelanja untuk mengonfirmasi, tetapi pihak toko tidak bisa mengganti uangnya dengan yang asli karena uang tersebut sudah dalam kondisi rusak.

“Saya kasih info ke sana, uang saya terima luntur. Tapi kata mereka tidak bisa mengganti,” ucapnya.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang tunai, terutama pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Cara sederhana untuk mengenali uang asli adalah dengan metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang. Jika menemukan uang yang mencurigakan, sebaiknya segera melapor ke pihak berwenang agar peredaran uang palsu dapat ditekan. (*)

 

Reporter: Juanda

Artikel Uang Kembalian Luntur, Warga Bengkong Tak Sadar Terima Diduga Uang Palsu pertama kali tampil pada Metropolis.

Lahirkan Calon Fotografer Andal, KSF Potret Medan Lantik Anggota Baru

0
Anggota KSF Potret angkatan 16 bersama para senior KSF Potret.

batampos – Kelompok Studi Fotografi (KSF) Potret kembali melahirkan para calon-calon fotografer andal di Kota Medan. Hal ini usai melantik anggota baru Potret angkatan 16 yang diberi nama Continuous. Pelantikan ini digelar selama 2 hari di Explore Sumatera Rafting Camp, Jalan Perkebunan, Durian Lingga, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (27/1) hingga Selasa (28/1).

Sekedar informasi, KSF Potret adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan.

Sebelum dilantik, para Calon Potret (Capret) diberi Pendidikan Dasar (Diksar) agar lebih mengerti makna persaudaraan KSF Potret yang sudah berdiri sejak 20 Mei 1998.

Diksar yang dibekali oleh anggota Potret dan juga panitia kegiatan, bertujuan untuk membentuk fotografer yang kuat dan andal saat berada di lapangan nantinya.

“Di sini kami membekali mereka Diksar, agar dapat melatih keterampilan intelektual, etika maupun kepribadian, dan menambah pengetahuan mereka tentang fotografi,” ujar Adil Syahputra Situmorang selaku Ketua Umum KSF Potret.

Selama 26 tahun KSF Potret berdiri, Adil mengatakan tujuannya untuk melesat menjadi yang terdepan dalam memajukan para fotografer di Nusantara.

“Seperti tagline Potret yaitu, Keker dengan Mata Jepret dengan Hati,” pungkas Adil.

Sesuai nama angkatan 16 yang telah ditetapkan yakni Continuous, diharapkan para anggota ini dapat menjadi semangat baru bagi Potret untuk terus-menerus atau berkelanjutan dalam berkarya di dunia fotografi dan juga dapat mencetak fotografer andal selanjutnya.

Sementara itu ketua Panitia Pendidikan Dasar (Diksar) KSF Potret, Panyahatan Siregar atau Panya sapaan akrabnya mengatakan, semoga mulai dari sekarang sampai ke depannya mereka mampu membangun ikatan persaudaraan dan kekeluargaan supaya tetap erat dan silaturahmi terjaga di antara mereka dan para senior.

“Mereka juga dapat menjalankan roda organisasi ini semaksimal mungkin seperti tujuan kita di Potret, Melesat Menjadi yang Terdepan dalam Memajukan Fotografi di Nusantara,” ujar Panya, angkatan 14 bernama Light Meter itu.

Acara pelantikan tersebut disaksikan oleh perwakilan dari STIKPress, dan perwakilan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan serta para senior KSF Potret.

Sekadar informasi, Pendidikan Dasar Potret ini dimulai pada 14 Oktober 2024 lalu, dan dilantik pada 28 Januari 2025. Adapun ke-7 anggota Potret yang lulus pada angkatan XVI, yakni Aqillah Nun, Bagas Alkusti, Fadhilah Putri Iksyah, Nazwah Apriani, Putri Pratama Sianturi, Sara Amellya, dan Susan Dameria Hutauruk. (*)

Artikel Lahirkan Calon Fotografer Andal, KSF Potret Medan Lantik Anggota Baru pertama kali tampil pada News.