Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2209

Atasi Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Bakal Tambah Bansos

0
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Istimewa).

batampos – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyatakan, bakal ada tambahan bantuan khusus untuk penduduk miskin ekstrem. Langkah ini jadi salah satu jurus untuk bisa mencapai target nol persen penduduk miskin ekstrem dalam dua tahun.

Hal ini disampaikan Muhaimin usai mengelar Rapat Tingkat Menteri (RTM) Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Kamis (30/1). Rapat dihadiri Menteri Sosial, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Menteri Desa PDT, Menteri Koperasi, Menteri UMKM, Menteri Ekraf, Kepala BPS, dan Kepala BP Taskin.

Cak Imin, begitu Muhaimin biasa disapa, mengatakan, ada tiga tahap skenario yang disusun dalam upaya mengatasi kemiskinan ekstrem ini. Pertama, dengan intervensi berupa tambahan bantuan sosial untuk penduduk miskin ekstrem.

Sebagai informasi, saat ini, ada sekitar 790 ribuan kepala keluarga atau 3,1 juta penduduk Indonesia yang masih dalam kategori miskin ekstrem ini. “Tiga bulan ke depan kita akan menyasar 3,1 juta warga miskin ekstrem ini untuk mendapatkan bantuan khusus supaya semakin cepat meninggalkan posisi level miskin ekstrem ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, bahwa bantuan ini dimungkinkan di luar bansos yang sudah ada, seperti program keluarga harapan (PKH) atau yang lainnya. Kementerian Sosial (Kemensos) tengah ditugaskan olehnya untuk melakukan refocusing dan upaya-upaya lain dari data-data yang ada untuk kemudian disinkronkan dengan rencana penambahan tersebut.

Kedua, pemerintah akan membuka akses seluas-luasnya pada masyarakat miskin ekstrem usia produktif untuk peningkatan kapasitas skill. Sehingga, kesempatan mereka bisa bekerja lebih produktif lebih besar.

“Dan yang ketiga, kita akan dorong pada akhirnya yang pada posisi miskin ekstrem itu untuk mandiri,” tegas Ketua Umum PKB tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan siap untuk melakukan penyesuaian terkait program bantuan tambahan khusus ini. Pihaknya akan melakukan koordinasi kembali untuk memastikan data-data kemiskinan ekstrem yang ada.

Dari pendalaman yang ada, miskin ektrem ini kebanyakan merupakan warga usia lanjut, disabilitas, tapi ada pula yang usia produktif. “Tentu program Kementerian Sosial akan menyesuaikan data terbaru dan prioritas presiden,” ungkapnya.

Jadi, akan ada program baru? Gus Ipul, sapaan mensos, belum berani berspekulasi. Tapi menurutnya lebih kepada penambahan indeks bantuan atau besaran bantuan yang ada. (*)

Artikel Atasi Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Bakal Tambah Bansos pertama kali tampil pada News.

3 Pelajar SMA di Batam Menjambret, Tenggak Arak Sebelum Beraksi

0
Ilustrasi. Jambret. Foto: JawaPos.com

batampos – Tiga pelajar SMA yang menjambret pasangan suami istri (pasutri) di Jalan Yos Sudarso atau tepatnya di depan kawasan Baloi Kolam membawa kabur tas yang berisikan 2 ponsel dan emas.

“Belum dijual (ponsel dan emas). Rencananya akan dijual dan uangnya dibagi bertiga,” ujar Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja, Iptu Noval Adimas, Kamis (30/1).

Noval menjelaskan sebelum menjambret, pelaku menegak arak atau minumal alkohol di kawasan Sengkuang, Batuampar. Kemudian, ketiganya berkeliling menggunakan motor trail.

“Rencana awal hanya berkeliling. Kemudian timbul niat secara spontan saat melihat korban menyandang tas,” katanya.

Noval menambahkan pelaku baru pertama kali melakukan aksi kriminal. Kepada polisi, pelaku mengaku menjambret dalam keadaan mabuk.

“Karena dipengaruhi alkohol, pelaku menjadi nekat,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 365 Ayat 2 KUHP tentang pencurian menggunakan kekerasan dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Lubukbaja menangkap 3 pelajar SMA berinisial CM, AR, dan NS. Ketiga remaja berusia 16 tahun ini menjambret pengendara motor di Jalan Yos Sudarso atau tepatnya di depan kawasan Baloi Kolam.

Penjambretan tersebut dilakukan pelaku pada Jumat (24/1) sekitar pukul 02.00 WIB. Selain kehilangan tas berisikan ponsel, korban juga mengalami luka-luka akibat terjatuh dari motor. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel 3 Pelajar SMA di Batam Menjambret, Tenggak Arak Sebelum Beraksi pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalan Rusak dan Berlubang di Sungai Buluh Lingga Intai Pemotor

0
Pengendara sepeda motor saat menghindari lubang di Jalan Sungai Buluh Kabupaten Lingga, Kamis (30/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepri penuh mengalami kerusakan parah. Kendaraan, baik pemobil dan pemotor wajib pasang mata saat melintasi jalan yang menghubungkan sejumlah desa tersebut.

Dari awal masuk ke jalan menuju Desa Sungai Buluh, Kuala Raya, Bukit Belah, Tinjol hingga Desa Sungai Harapan, pengendara sudah disambut dengan tekstur jalan yang berlubang. Kondisi ini pun menuai keluhan dari pengendara yang rutin melintasi jalan itu.

Satu diantara pengendara yang melintas, Gafar (45) mengaku selalu khawatir saat melintas jalan yang penuh dengan lubang tersebut, terutama saat malam hari. Dimana, lubang-lubang yang berada di badan dan bahu jalan itu kerap kali tidak terlihat.

BACA JUGA: Warga Bukit Kabung Lingga Keluhkan Jalan Rusak Parah Belasan Tahun Tak Diperbaiki

“Sudah lama jalan tersebut rusak, sangat banyak (jalan berlubang). Malam juga harus hati-hati, karena disini minim penerangan, jadi lubang (jalan) tidak terlihat,” kata Gafar, Kamis (30/1).

Pengendara yang melintasi jalan Sungai Buluh itu pun harus ekstra hati-hati. Sebab, tidak jarang ada pengendara yang mengalami kecelakaan usai tertabrak lubang, baik di bahu maupun badan jalan.

Ia berharap, pemerintah setempat dapat mengambil sikap untuk memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan parah tersebut. Perbaikan juga harus dilakukan secara serius, agar jalan yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Tanjungpinang Barat ini tidak mengalami kerusakan.

“Ya semogalah secepatnya diperbaiki, karena bahaya juga bagi kita yang sering melintasi jalan ini. Perbaikan nya juga jangan main tambal-tambal saja,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Reservasi Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kepri, Suji mengatakan bahwa pihaknya memang sudah menerima laporan, terkait banyaknya jalan yang rusak di wilayah Sungai Buluh Lingga.

Kendati demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan PUTR Lingga terlebih dahulu, untuk melakukan perbaikan jalan rusak ini. Koordinasi itu untuk mengetahui, titik jalan mana saja yang menjadi prioritas perbaikan.

“Kami diskusi dulu dengan PU Lingga (jalan) mana yang harus diprioritaskan. Karena keterbatasan anggaran,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Jalan Rusak dan Berlubang di Sungai Buluh Lingga Intai Pemotor pertama kali tampil pada Kepri.

1.478 Peserta Pelatihan Kerja 2025 Bakal Dapat Uang Transportasi Rp 330 Ribu

0
Kepala Disnaker Rudi Sakyakirti
Kepala Disnaker Batam Rudi Sakyakirti.

batampos – Sebanyak 1.478 peserta pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam pada tahun 2025 akan kembali menerima uang transport yang besarnya tetap sama seperti tahun lalu. Setiap peserta mendapatkan Rp 330.000, untuk transportasi, namun setelah dipotong pajak, mereka akan menerima Rp 313.000.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, menjelaskan bahwa uang transport tersebut akan diberikan kepada setiap peserta setelah dana cair, biasanya melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Berbeda dengan sebelumnya yang langsung ditransfer, dan kini uang transport disalurkan lewat LPK masing-masing.

“Ya sama semua, per orang setiap program pelatihan. Uangnya diberikan setelah cair, biasanya melalui LPK. Kalau dulu langsung ditransfer, sekarang disalurkan lewat LPK,” ungkap Rudi Kamis (30/1).

Baca Juga: Masalah Ekonomi Jadi Faktor Utama Perceraian di Batam

Namun, ia juga mengakui bahwa jumlah uang transport yang diberikan tidaklah besar. “Mengingat jumlahnya tidak seberapa, hanya bisa untuk beli minyak motor saja,” tambahnya. Meskipun demikian, uang transportasi ini diharapkan dapat sedikit membantu peserta selama mengikuti pelatihan.

Ia menambahkan, pada tahun 2025, Disnaker Batam membuka 56 paket pelatihan dengan berbagai jenis keterampilan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di Batam.

Pelatihan-pelatihan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari industri, jasa, hingga keterampilan usaha mandiri. Beberapa jenis pelatihan yang dibuka antara lain Welding Inspector Basic, Las 3G SMAW, Las 4G, 5G, 6G, Operator Forklift, Operator K3, K3 Madya, dan Operator K3 Migas. Pelatihan HRD Pariwisata, Bahasa Inggris, dan Animator Muda, Menjahit, Tata Boga, serta pelatihan lainnya yang mendukung keterampilan usaha mandiri.

Pelatihan ini terbuka untuk warga Batam yang belum bekerja, baik laki-laki maupun perempuan, dengan rentang usia 17 hingga 45 tahun.

Pendaftaran untuk mengikuti pelatihan ini dilakukan secara online melalui tautan bit.ly/DAFTARCALONPESERTAPELATIHANPENCAKERTA-2025. Pendaftaran dibuka mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2025, selama jam kerja. Setelah mendaftar secara online, peserta wajib melakukan verifikasi data langsung di Kantor Disnaker Batam.

Baca Juga: Terkait Buaya Lepas dari Pulau Bulan, Situasi Berangsur Normal, Warga Dihimbau Tetap Waspada

“Verifikasi langsung di Disnaker Batam. Peserta yang lolos verifikasi akan dimasukkan ke dalam WhatsApp Group. Jika tidak melakukan verifikasi, akan dianggap mengundurkan diri,” jelas Rudi.

Dengan adanya program pelatihan ini, Disnaker Batam berharap masyarakat Batam, khususnya yang belum bekerja, dapat meningkatkan keterampilan mereka sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha mandiri.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengurangan angka pengangguran di Batam serta meningkatkan daya saing para pencari kerja. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel 1.478 Peserta Pelatihan Kerja 2025 Bakal Dapat Uang Transportasi Rp 330 Ribu pertama kali tampil pada Metropolis.

11 Indonesia di Perempat Final di Thailand Masters 2025, Ini Lawannya

0
Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti pada Thailand Masters 2025, Rabu (29/1). (Dok. PBSI)

batampos – Sebanyak 11 wakil Indonesia memastikan melaju ke perempat final Thailand Masters 2025 setelah melalui pertandingan super ketat dan dramatis.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, Kamis (30/1), Indonesia meloloskan 11 dari 15 wakil yang bermain di babak kedua. Semua pemain Merah-Putih menunjukkan permainan gemilang pada ronde 16 besar.

Dari tunggal putra, Alwi Farhan mencuri perhatian dengan kemenangan dramatis atas unggulan kedua asal Hong Kong, Ng Ka Long Angus. Setelah unggul telak di gim pertama, Alwi sempat kehilangan momentum di gim kedua.

Namun, Alwi kembali bangkit di gim ketiga, memastikan kemenangan 21-8, 16-21, 21-12. Nhat Nguyen dari Republik Irlandia kemudian menjadi lawan Alwi berikutnya.

Dari sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani dan Komang Ayu Cahya Dewi juga memastikan diri di perempat final.

Putri sempat tertinggal di gim pertama melawan Selvaduray Kisona dari Malaysia. Akan tetapi, dia menunjukkan ketangguhannya dengan membalikkan keadaan di dua gim berikutnya dan menang 13-21, 21-14, 21-17.

Sementara itu, Komang juga menjalani duel tiga gim melawan wakil Taiwan, Yu-Hsun Huang. Setelah kehilangan gim pertama, Komang tampil luar biasa di dua gim berikutnya dan mengakhiri pertandingan dengan skor 18-21, 21-16, 21-4.

Kini, tantangan besar menanti keduanya. Putri KW akan berjumpa dengan Pornpicha Choeikeewong, pemain Thailand yang juga merupakan unggulan ketujuh di turnamen ini.

Kejutan datang dari Choeikeewong yang sebelumnya menyingkirkan wakil Indonesia Yulia Yosephine Susanto di babak pertama. Laga ini tentu akan menjadi misi balas dendam bagi Putri yang ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa berjaya di Thailand Masters 2025.

Sementara itu, Komang Ayu Cahya Dewi akan menghadapi Pitchamon Opatniputh yang juga bagian dari wakil tuan rumah. Opatniputh baru saja membuat kejutan besar dengan menumbangkan sesama rekan negaranya serta unggulan kedua, Ratchanok Intanon.

Di sektor ganda putra, dua pasangan terbaik Indonesia melangkah ke perempat final dengan cara yang berbeda.

Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, yang merupakan unggulan kedua, harus bekerja keras untuk menyingkirkan wakil Malaysia, Kang Khai Xing/Aaron Tai.

Setelah kalah di gim pertama, Fikri/Daniel menemukan ritme permainan mereka dan mengamankan dua gim berikutnya menjadi 19-21, 21-16, 21-14. Selanjutnya, mereka akan berhadapan dengan pasangan India, Pruthvi Krishnamurthy Roy/Sai Pratheek, yang merupakan unggulan kedelapan.

Di laga lain, pasangan unggulan pertama, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, tampil lebih dominan saat menghadapi kombinasi Korea Selatan-Malaysia, Choi Sol-gyu/Goh V Shem.

Dengan permainan cepat dan serangan tajam, Leo/Bagas mengunci kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-11, 21-18. Tantangan lebih berat menanti mereka di perempat final, di mana mereka akan berjumpa dengan duet Korea Selatan, Jin Yong/Seo Seung-jae.

Dua pasangan ganda putri Indonesia juga sukses melaju ke perempat final tanpa hambatan.

Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti, yang berstatus unggulan keenam, tampil dominan saat mengalahkan wakil Thailand, Yataweemin Ketklieng/Passa-Om Phannachet, dengan skor 21-9, 21-12. Lawan mereka selanjutnya adalah pasangan Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan.

Sementara itu, pasangan Meilya Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose harus berjuang lebih keras saat melawan duet Korea Selatan, Lee Yeon-woo/Lee Yu-lim. Setelah bertarung ketat, mereka akhirnya menang dengan skor 21-17, 21-19.

Di perempat final, Meilya/Rachel akan menghadapi pasangan Taiwan, Ya Ching Hsu/Yu-Hsuan Sung. Diharapkan mereka mampu melaju mulus ke semifinal.

Sektor ganda campuran menjadi sektor paling dominan dengan empat pasangan Indonesia berhasil lolos ke perempat final.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu tampil meyakinkan dengan menundukkan wakil Thailand, Surasit Ariyabaraneekul/Atitaya Povanon, dengan skor telak 21-10, 21-10. Selanjutnya, mereka akan menantang unggulan ketiga dari tuan rumah, Pakkapon Teeraratsakul/Phataimas Muenwong.

Pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga tampil solid saat menghadapi wakil Tiongkok, Li Yi Hong/Bao Li Jing. Setelah duel ketat, mereka memastikan kemenangan 21-18, 21-18. Lawan berikutnya bagi mereka adalah pasangan Tiongkok lainnya, Gao Jia Xuan/Wu Meng Ying.

Di laga lain, pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil harus berjuang hingga rubber game saat menghadapi pasangan Malaysia, Loo Bing Kun/Ho Lo Ee. Dengan skor 21-7, 18-21, 21-14 memastkan langkah Adnan/Indah ke perempat final dan berjumpa unggulan keempat dari Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran.

Namun, perang saudara di sektor ini membuat satu pasangan harus tersingkir. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja terpaksa mengakhiri perjalanan mereka setelah kalah dari kompatriotnya, Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dalam dua gim langsung, 19-21, 13-21.

Dejan/Fadia kini akan berhadapan dengan pasangan Thailand, Ratchapol Makkasasithorn/Nattamon Laisuan, yang berhasil lolos ke delapan besar.

Dengan 11 wakil yang masih bertahan, Indonesia memiliki peluang besar untuk meraih gelar di Thailand Masters 2025. Namun, lawan-lawan di perempat final bukanlah nama sembarangan, terutama beberapa unggulan tuan rumah yang siap memberikan perlawanan sengit. (*)

Artikel 11 Indonesia di Perempat Final di Thailand Masters 2025, Ini Lawannya pertama kali tampil pada Olahraga.

DPRD Batam Kawal Penundaan Fuel Card Pertalite, Disperindag Diminta Transparan

0
Kepala Dinas Perdagangan Kota Batam Gustian Riau memperlihatkan pelayanan pembuatan Fuel Card 5.0 di kantor Dinas Perdagangan Kota Batam , Rabu (4/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Penundaan penerapan fuel card untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam terus menjadi sorotan. DPRD Kota Batam menegaskan tetap mengawal dan mengawasi kebijakan ini agar tidak merugikan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Mangihut Rajagukguk, menilai penerapan fuel card tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut karena tidak memiliki dasar aturan yang jelas. Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan mendapatkan kepastian bahwa aturan fuel card hanya berlaku untuk Solar subsidi, bukan Pertalite.

“Kami mempertanyakan dasar hukum Disperindag dalam memberlakukan kebijakan ini. Dari hasil komunikasi kami dengan Pertamina, tidak ada regulasi yang mengatur penggunaan ini untuk Pertalite. Kebijakan ini hanya didasarkan pada surat edaran (SE) Disperindag, bukan keputusan resmi dari Pertamina,” ujar Mangihut, Kamis (30/1).

Baca Juga: Warga Perum Central Hills Batam Tuntut Kejelasan Hibah Lahan untuk Masjid

Lebih lanjut, Mangihut menyoroti bahwa kebijakan fuel card untuk Pertalite ini hanya berlaku di Batam dan tidak diterapkan di daerah lain di Indonesia. DPRD Kota Batam telah meminta agar kebijakan tersebut ditunda sejak Desember 2024.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan keputusan Disperindag dalam menunjuk bank tertentu sebagai penyedia layanan fuel card, alih-alih menggunakan bank daerah seperti Bank Riau Kepri.

“Kami telah menanyakan hal ini kepada asosiasi migas, Pertamina, serta pengelola SPBU. Mereka mengaku keberatan karena kebijakan ini tidak memiliki dasar yang jelas dari Pertamina. Selain itu, masyarakat juga terbebani karena harus membuka rekening baru di bank yang ditunjuk Disperindag,” tambahnya.

Mangihut menegaskan bahwa sistem distribusi BBM sebenarnya sudah berjalan dengan baik menggunakan barcode Pertamina. Ia mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan yang justru menambah beban masyarakat.

“Kami akan terus mengawal kebijakan ini agar Disperindag tidak bertindak sepihak tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Batam Dukung Program MBG, Dorong Pemerataan di Seluruh Kecamatan

Sementara itu, muncul informasi aparat penegak hukum tengah mengkaji kebijakan fuel card ini dan berencana memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Hal ini menyusul keresahan di masyarakat yang mempertanyakan transparansi dan urgensi kebijakan tersebut.

“Kami meminta agar kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas tidak diterapkan secara sepihak dan tanpa kajian mendalam. Jika ada indikasi penyimpangan, maka harus diusut tuntas,” ujar Mangihut.

Dengan penundaan ini, masyarakat berharap agar pemerintah daerah lebih terbuka dalam mengambil kebijakan. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel DPRD Batam Kawal Penundaan Fuel Card Pertalite, Disperindag Diminta Transparan pertama kali tampil pada Metropolis.

Sistem Zonasi Dihapus, PPDB Resmi Ganti Nama jadi SPMB

0
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan soal rencana kebijakan pemerintah terkait libur sekolah di bulan Ramadan. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)

batampos – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mengganti nama Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Zonasi menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Domisili pada 2025. Mendikdasmen Abdul Mu’ti memastikan perubahan nama dari PPDB menjadi SPMB sudah disetujui Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sampaikan bahwa perancangan ini sudah kami sampaikan kepada Bapak Presiden dan beliau menyatakan setuju dengan substansi dari usulan kami,” kata Mendikdasmen kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/1).

Lebih lanjut, dia juga menyebutkan bahwa ada empat jalur penerimaan siswa dalam SPMB. Mulai dari jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili.

Abdul Mu’ti memastikan bahwa dengan kebijakan baru ini, tidak ada penerimaan siswa dilakukan dengan berdasarkan zonasi. “Jadi kami sampaikan bahwa jalur penerimaan murid baru itu ada empat, yang pertama adalah domisili. Ini berdasarkan tempat tinggal murid,” jelas Mu’ti.

“Kemudian yang kedua itu jalur prestasi, yang ketiga jalur afirmasi, yang keempat jalur mutasi,” sambungnya.

Mendikdasmen juga membeberkan penggantian nama ini berjalan lurus dengan visi Kemendikdasmen yakni pendidikan bermutu untuk semua. Bahkan, PPDB bukan sekadar nama baru, namun memang dibuat agar seluruh warga negara bisa mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik.

“Karena memang kita ingin memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi semua. Ada beberapa kelemahan dari sistem lama (PPDB) yang perlu kita perbaiki,” beber Sekjen PP Muhammadiyah ini.

“SPMB itu bukan sekadar nama baru, tapi memang ada yang baru dalam pendidikan kami untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik,” pungkasnya. (*)

Artikel Sistem Zonasi Dihapus, PPDB Resmi Ganti Nama jadi SPMB pertama kali tampil pada News.

Fakta Persidangan: Eks Polisi Narkoba Jemput 44 Kg Sabu hingga Perbatasaan Malaysia

0
Jaksa membacakan dakwaan kasus penyalahgunaan narkotika dengan terdakwa polisi di Pengadilan negeri Batam, Kamis (30/1). F.cecep Mulyana

batampos – Kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang menyeret 10 anggota polisi Polda Kepri akhirnya bergulir di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (30/1) sekitar pukul 11.20 WIB. Dua warga sipil yang satu diantaranya mantan anggota polisi dalam perkara yang sama juga disidang dengan agenda pembacaan dakwaan.

Dalam dakwaan, terungkap para terdakwa polisi tak hanya menyalahgunakan barang bukti narkoba jenis sabu. Namun juga menjemput 44 kilogram sabu hingga perbatasaan Malaysia, dengan membayar upah tekong Rp 20 juta dan upah informan Rp 20 juta perkilogram.

Proses persidangan yang dipimpin hakim Tiwik didampingi hakim anggota Douglas dan Andi Bayu tersebut dibagi dua, meski ke 12 terdakwa didakwa dengan surat dakwaan terpisah. Ke 12 terdakwa yakni Satria Nanda, Alex Candra, Jaka Surya, Shigit Sarwo Edi, Ibnu Marfu, Zulkifli Simanjuntak, Rahmadi, Fadillah, Ariyanto, Junaidi Gunawan, Wan Rahmad, dan Aziz Martua Siregar.

Dalam sidang pembacaan dakwaan, ada 5 JPU yang membacakan dakwaan secara bergantian. Sedangkan para terdakwa didampingi masing-masing penasehat hukum.

Dalam dakwaan dijelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung antara bulan Juni hingga September 2024. Berawal dari salah satu ruangan Satnarkoba Polrest Barelang.

Baca Juga: AWI, Pengendali Peredaran 10,95 Kg Sabu, Libatkan Keluarga dan Teman Dekat

Mereka mendapatkan informasi terkait penyelundupan 300 Kg sabu dari Malaysia yang diperoleh Rahmadi SI, seorang informan. Namun, rencana tersebut batal hingga akhirnya muncul informasi baru pada Mei 2024 mengenai masuknya 100 kg sabu ke Indonesia.

Atas informasi tersebut, beberapa terdakwa menggelar pertemuan di One Spot Coffee, Batam, guna membahas distribusi barang haram itu.

Awalnya, rencana penyelundupan mengalami kendala, namun setelah Ditresnarkoba Polda Kepri mengungkap kasus narkotika di Imperium, Batam, serta adanya tekanan dari pimpinan Polresta Barelang agar segera mengungkap kasus besar, Satria Nanda diduga memerintahkan timnya untuk kembali menjalankan operasi ini.

Dalam rapat lanjutan, terdakwa Shigit Sarwo Edhi sebagai Kanit memberikan arahan kepada Fadillah dan Rahmadi untuk memastikan eksekusi berjalan lancar. Rencana itu mencakup pembagian 100 Kg sabu, di mana 90 Kg digunakan untuk pengungkapan kasus, sedangkan 10 Kg lainnya diduga disisihkan untuk membayar SI dan keperluan operasional.

Pada akhirnya, strategi tersebut mendapat persetujuan Satria Nanda meski awalnya ia menilai skema itu berisiko tinggi.

Lalu, pada bulan Juni, beberapa terdakwa menyewa Awang, seorang tekong untuk mengambil sabu dari Malaysia. Awang diupah Rp 20 juta dan melaju dari Perairan Nongsa, menuju Tanjung Uban hingga ke Malaysia.

“Awang membawa kapal seorang diri, dikawal oleh beberapa terdakwa (polisi) menggunakan kapal terpisah. Namun diperbatasan, para terdakwa berhenti. Sedangkan Awang masuk ke perairan Malaysia,” ujar jaksa.

Baca Juga: Sabu Ditumbuk dan Dihaluskan, Pasangan Kekasih Diupah Rp 50 Juta Selundupkan Sabu Melalui Bandara

Setelah Awang kembali dari perairan Malaysia, para terdakwa kembali mengawal Awang hingga perairan Nongsa. Sesampai di perairan Nongsa, Awang tetap berada diatas kapal, sedangkan para terdakwa mengambil dua tas besar dan memasukan ke dalam mobil warna silver untuk menuju Satnarkoba Polresta Barelang.

Di markas Satnarkoba Polresta Barelang, para terdkawa menghitung jumlah sabu didalam dua tas ada 44 bungkus, yang masing-masing bungkus berisi 1 kilogram. Sabu-sabu tersebut kemudian disisihkan 9 bungkus dan disimpan di tempat terpisah.

“Untuk 35 bungkus lagi atau 35 kilogram, dilaporkan untuk diekspos dan disetujui oleh Kasat yang saat itu berada di Bandara Hang Nadim Batam,” jabar jaksa.

Dalam pertemuan para terdakwa dan kasat, kasat juga sempat mengucapkan selamat kepada para terdakwa karena sudah sukses bekerja. Yang kemudian ditentukan waktu untuk melakukan ekspos perkara nantinya.

“Para terdakwa kemudian menghubungi Poy (DPO), untuk mencari orang yang akan membawa sabu itu ke Jakarta. Dan Poy mendapatkan 3 orang, yakni Effendi, Nely dan Ade,” ujar jaksa.

Dua diantara kurir adalah pasangan suami istri yang dijanjikan upah Rp 150 juta dan Ade yang dijanjikan upah Rp 10 juta. Namun dalam aksi itu, para polisi yang semula memiliki barang, melakukan aksi penyergapan kepada ketiganya.

“Orang suruhan Poy ditangkap di dekat Jembatan Barelang dengan barang bukti 35 kilogram sabu,” tegas jaksa.

Tak hanya itu, sembilan kilogram sabu yang disisihkan itu kemudian dijual. Salah satunya kepada Azis dengan harga Rp 400 juta per kilogram. Namun diperjalanan, Azis tak melunasi sisa dari pembelian sabu tersebut.

“Perbuataan para terdakwa dijerat dengan pasal 112 ayat 2 UU narkotika jo 132 jo pasal 64 UU narkotika. Atau pasal 114 ayat 2 Jo 132 Jo 64 UU narkotika,” jelas jaksa.

Atas dakwaan itu, 2 dari 12 terdakwa tidak mengajukan eksepsi atau keberatan. Yang tidak mengajukan keberataan yakni Satria Nanda dan Junaidi.

Atas pendapat penasehatnhukum terdakwa, majelis hakim Tiwik menunda sidang hingga 6 Februari untuk yang mengajukan eksepsi atas dakwaan, dan tanggal 20 Februari untuk yang tidak mengajukan eksepsi.

“Sidang ditunda, hingga minggu depan, dengan agenda Keberatan dari terdakwa,” ujar Tiwik.

Sementara, penasehat hukum Satria Nanda, Calvin Wijaya menjelaskan pihaknya menerima materi dakwaan, karena itu tak mengajukan eksepsi.

“Kami terima materi dakwaan, namun nanti dipembuktiaan akan kami bantah,” tegasnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

 

Artikel Fakta Persidangan: Eks Polisi Narkoba Jemput 44 Kg Sabu hingga Perbatasaan Malaysia pertama kali tampil pada Metropolis.

Hasil Survei: Seskab Teddy Dinilai Jadi Pejabat Baru yang Bersinar

0
Mayor Teddy Indra Wijaya memberikan hormat kepada Presiden Prabowo Subianto saat pengumuman jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)

batampos – Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya masuk sebagai pejabat baru yang dianggap bersinar oleh publik dalam Kabinet Merah Putih era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal itu sesuai hasil temuan survei Indikator Politik Indonesia periode Januari 2025.

Adapun, survei nasional Indikator Politik Indonesia dilakukan pada 16-21 Januari 2025 menempatkan 1.220 responden. Sementara, metode yang digunakan yaitu metode multi-stage random sampling dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan ada tujuh menteri atau pejabat yang disebut sebagai menteri dengan kinerja terbaik ketika pihaknya tidak memberi daftar nama kepada para responden alias top of mind.

Di antaranya Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Menteri BUMN, Erick Thohir; Menteti Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kemudian Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya; Menteri Agama, Nasaruddin Umar; Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.

“Mereka merupakan 7 menteri atau pejabat setingkat menteri yang disebut secara spontan sebagai menteri dengan kinerja terbaik. Selebihnya, disebut kurang dari 1 persen,” kata Burhanuddin dikutip pada Rabu, 29 Januari 2025.

Selanjutnya, Burhanuddin mengatakan Teddy juga masuk 5 besar sebagai menteri atau pejabat dengan tingkat kepuasan tertinggi di bawah Menteri Agama Nasaruddin Umar. Kemudian ada Sri Mulyani, Erick Thohir, serta Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Mayor Teddy berada di urutan kedua dengan tingkat kepuasan 90,1 persen dan berada di belakang Menteri Agama Nasaruddin Umar sebesar 92,8 persen,” lanjutnya.

Menurut dia, tingginya kepuasan publik dan popularitas tinggi terhadap Teddy karena yang bersangkutan mengikuti seluruh rangkaian kerja Presiden Prabowo.

“Mayor Teddy itu populer di kalangan pendukung Prabowo juga karena berkah mendampingi Prabowo ke mana-mana,” jelas Burhanuddin.

Artinya, kata Burhanuddin, ketika tingkat kepuasan publik terhadap kinerja atau approval rating terhadap Prabowo tinggi, maka akan berdampak positif terhadap orang di sekitarnya, termasuk Teddy.

“Ketika approval rating Prabowo tinggi, berdampak pada Teddy. Tentu saja berbeda ketika approval rating Prabowo turun,” ungkapnya. (*)

Artikel Hasil Survei: Seskab Teddy Dinilai Jadi Pejabat Baru yang Bersinar pertama kali tampil pada News.

Pemko Batam Siapkan Strategi Terpadu Atasi Masalah Sampah

0
Sampah menumpuk di sepanjang pingggir jalan menuju kawasan galangan kapal Seilekop. f.eusebius sara

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mempersiapkan langkah strategis untuk pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar persoalan sampah dapat teratasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, menyebut pentingnya pendekatan yang komprehensif dan terencana dalam menyelesaikan persoalan sampah yang terus berkembang di kota ini.

Menurut dia, pengelolaan sampah di Batam akan dibagi menjadi dua fokus utama, yaitu pengelolaan di hulu yang menjadi tanggung jawab pemerintah melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta pengelolaan di hilir yang direncanakan melibatkan pihak ketiga. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan dalam pengelolaan sampah dapat berjalan dengan efektif.

Baca Juga: Masalah Ekonomi Jadi Faktor Utama Perceraian di Batam

“Kita harus menyusun konsep pengelolaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Ini bukan hanya tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya, Kamis (30/1).

Ia menegaskan, upaya pengelolaan sampah harus melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

DLH pun diminta untuk segera menyusun kebutuhan anggaran secara detail, termasuk sarana prasarana, tenaga kerja, dan operasional untuk UPT. Ini bertujuan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara maksimal dengan dukungan sumber daya yang memadai.

Namun, Pemko Batam juga menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan sampah. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan armada pengangkutan dan sarana prasarana yang diperlukan. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah setempat berencana menambah armada pengangkutan.

Peningkatan armada pengangkutan ini dapat mendukung kelancaran pengumpulan dan pengangkutan sampah, serta mempercepat proses pengelolaan sampah di seluruh wilayah Batam. Selain itu, program edukasi kepada masyarakat juga akan terus ditingkatkan, agar masyarakat lebih sadar dan terampil dalam memilah sampah.

Baca Juga: PT TPM Rampungkan Pemberian Kompensasi bagi Warga Terdampak Penggusuran di Tembesi Tower

“Sampah terus meningkat volume per harinya, dan ini memerlukan perhatian serius. Edukasi kepada masyarakat untuk memilah sampah adalah langkah penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik,” kata dia.

Selain itu, masyarakat juga harus diajak untuk aktif berpartisipasi dalam pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga.

Seiring dengan terus meningkatnya volume sampah di Batam, pemerintah optimis langkah-langkah yang diambil dpat mengatasi tantangan yang ada. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan seluruh lapisan masyarakat, pengelolaan sampah di Batam bakal dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Batam juga berencana untuk terus memperbaiki infrastruktur pengelolaan sampah, seperti tempat pembuangan akhir (TPA) dan fasilitas daur ulang, agar sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga dimanfaatkan kembali dengan cara yang ramah lingkungan. (*)

 

 

Reporter: Arjuna

Artikel Pemko Batam Siapkan Strategi Terpadu Atasi Masalah Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.