batampos – Xiaomi dikabarkan bersiap meluncurkan ponsel lipat Mix Flip 2 lebih awal dari perkiraan. Pasalnya, versi pertama yakni Xiaomi Mix Flip mendapatkan feedback positif, yang membuat merek tersebut ingin mengembangkan edisi penerusnya.
Seperti dilansir dari Gizmochina, bocoran dari Digital Chat Station menunjukkan bahwa Xiaomi Mix Flip 2 akan memulai debutnya pada paro pertama 2025. Seperti diketahui, Mix Flip generasi pertama didukung oleh prosesor Snapdragon 8 Gen 3. Namun, pada versi Xiaomi Mix Flip 2, nanti akan menggunakan Snapdragon 8 Elite.
Hal ini membuat ponsel ini menjadi satu-satunya ponsel lipat bergaya flip yang ditenagai Snapdragon 8 Elite, sekaligus menantang Samsung Galaxy Z Flip 7 sebagai pesaing.
Selain itu, Mix Flip 2 akan dilengkapi dengan pengisian daya nirkabel, fitur yang tak tersedia pada generasi pertama. Meskipun model aslinya tak memiliki peringkat IP, Mix Flip 2 diharapkan hadir dengan peringkat IPX8.
Teruntuk ukuran, ponsel ini akan memiliki ukuran yang lebih tipis dan lebih serbaguna daripada pendahulunya. Sehingga lebih pas ditaruh di kantong.
Pada bulan Agustus kemarin, Xiaomi Mix Flip 2 dilaporkan terlihat dengan nomor model 2505APX7BC dan 2505APX7BG dalam basis data IMEI GSMA.
Meskipun nama perangkat tidak ada dalam basis data IMEI, spekulasi menunjukkan bahwa nomor model ini masing-masing sesuai dengan versi Tiongkok dan global Mix Flip 2.
Bahkan, otoritas EEC baru-baru ini menyetujui varian global Mix Flip 2 yang mengindikasikan peluncurannya di pasar Eropa di masa mendatang. Meski begitu, selain chipset, belum ada informasi lain yang terungkap tentang Mix Flip 2.
Di Tiongkok sendiri, terdapat beberapa ponsel lipat bergaya flip yang menawarkan baterai berkapasitas sekitar 4.800 mAh. Dengan tren peningkatan ukuran baterai, Mix Flip 2 diharapkan akan mengemas baterai dengan ukuran lebih. (*)
Deretan bus pengantar jemaah haji Indonesia bergerak dari tenda pemondokan Mina menuiu hotel tempat menginap di Makkah, Selasa (18/6) lalu. F. Aris Imam/Jawa Pos
batampos – Rapat terkait persiapan haji di Sekretariat Negara berlangsung kemarin (27/12). Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan, pertemuan itu diadakan untuk koordinasi. Kementerian Agama memang masih didapuk untuk mengurus haji dan bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Haji (BPH).
Saat ini pemerintah menyeleksi calon jemaah haji. ”Siapa yang sakit dan meninggal. Seleksi sudah mencapai 80 persen sehingga pada Januari nanti bisa diumumkan siapa yang bisa berangkat haji,” kata Menag.
Tidak hanya itu, pemerintah juga tengah melaksanakan tes petugas haji. Yang didapuk adalah mereka yang profesional, tidak hanya punya kemampuan membimbing, tapi juga memiliki kemampuan fisik atau sehat.
”Kami tidak ingin seperti tahun lalu. Ada catatan yang mengeluhkan pembimbing haji malah dibantu jemaah,” tuturnya.
Selain kenyamanan, biaya haji pun dibikin lebih murah. Namun, dia enggan menjelaskan lebih lanjut berapa biaya haji tahun depan. Senin (30/12) Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar rapat dengan DPR untuk menetapkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).
”Murahnya ini tidak berarti mengurangi kualitas pelayanan ya,” tegas Nasaruddin.
Saat ini fokus pemerintah adalah memperbaiki rangkaian di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Nasaruddin menyebutkan, pihaknya akan belajar dari kasus-kasus sebelumnya.
Kemenag juga merevitalisasi sarana dan prasarana misi haji di Arab Saudi. Di antaranya, 87 unit kendaraan yang sudah tidak layak. Puluhan kendaraan itu selama ini menimbulkan beban biaya sewa gudang setiap tahun.
”Alhamdulillah, seluruhnya sudah terjual,” kata Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam.
Dia menambahkan, kendaraan terdiri atas 66 unit mobil dan 21 unit motor. Mekanisme penjualan aset itu butuh waktu lama karena statusnya barang milik haji (BMH). Butuh proses untuk diubah menjadi barang milik negara (BMN) agar bisa dilepas atau dijual.
Sebelumnya, Sekjen Kemenag M. Ali Ramdhani mengatakan sedang mengupayakan tiga strategi untuk meningkatkan layanan penyelenggaraan haji di Saudi. Penjualan atau penghapusan kendaraan yang tidak layak pakai merupakan salah satu upaya yang sedang dikerjakan. Nanti digantikan kendaraan operasional yang disewa atau dibeli.
Kemudian, Kemenag sedang memperjuangkan standar biaya masukan lainnya (SBML) atau standar biaya khusus untuk mendukung kesejahteraan pegawai non-ASN di kantor urusan haji di Arab Saudi. Dhani mengatakan, Kemenkeu sudah menyetujui usulan itu. Dengan begitu, ada upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga administrasi, sopir, dan petugas keamanan yang non-ASN.
Upaya yang ketiga adalah Kemenag menyelesaikan regulasi standar biaya harian bagi petugas yang mendampingi pelaksanaan haji di Saudi. Mereka tidak hanya berasal dari Kemenag, tapi juga tenaga kesehatan sampai personel TNI dan Polri.
”Kemenag serius, tidak hanya perencanaan program, tetapi juga dalam penyiapan anggaran sebagai pendukung pelaksanaan ibadah haji,” tuturnya.
Sementara itu, pemerintah Arab Saudi mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Penyelenggara (BP) Haji. Dengan adanya badan khusus setingkat kementerian, penye-lenggaraan haji di Indonesia diharapkan bisa lebih fokus.
Dukungan pembentukan BP Haji itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdulfattah Sulaiman Mashat saat menerima Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak di Makkah pada Kamis (26/12) malam. Menurut Abdulfattah, langkah itu terobosan strategis meningkatkan fokus penyelenggaraan haji. Apalagi, kompleksitas penyele-nggaraan ibadah haji cukup tinggi karena melibatkan juta-an jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
”Dengan struktur yang lebih terfokus, badan ini akan lebih mampu menangani kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji dan memastikan layanan yang optimal bagi jemaah haji Indonesia,” ujarnya.
Abdulfattah menyatakan kesiapan dan komitmen untuk bekerja sama secara penuh dengan BP Haji. Terutama penyelenggaraan haji yang akan dikawal penuh oleh BP Haji pada 2026. Dia juga menegaskan pentingnya komunikasi berkelanjutan dengan BP Haji dalam upaya peningkatan dan optimalisasi layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.
”Kami siap memberikan dukungan penuh kepada BP Haji dalam persiapan dan pelaksanaan haji,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dahnil Anzar menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang visi besar Tri Sukses Penyelenggaraan Haji Indonesia. Yaitu, sukses ritual perhajian, sukses ekosistem ekonomi perhajian, serta sukses peradaban dan keadaban penyelenggaraan haji.
”Presiden Prabowo menekankan pentingnya penyelenggaraan haji yang tidak hanya sukses secara ritual,” tuturnya. (*)
batampos – Four Points By Sheraton Batam yang berlokasi di Jodoh, menawarkan fasilitas yang lengkap dan nyaman guna memanjakan setiap tamu hotel yang menginap.
Apalagi, jumlah kamar yang disediakan terus bertambah. Saat ini, tercatat hotel ini memiliki 102 kamar dengan tipe Deluxe King dan Deluxe Twin.
Marcom Four Points by Sheraton Batam, Fea Ardiyani menjelaskan, setiap kamar dilengkapi working desk untuk menemani aktivitas tamu hotel, sehingga bisa betah bersantai sembari menyelesaikan tugas-tugas di kamar yang nyaman.
Selain itu, Four Points By Sheraton Batam juga memiliki Hotel Facility yang lengkap, mulai dari Fitness Center, Hotel Spa, Swimming Pool, dan fasilitas lain seperti Outlet, The Lounge, juga Evolusi Restoran.
”Silakan datang dan nikmati kenyamanan di dalamnya,” ujar Fea, Kamis (19/12) pekan lalu.
Tak hanya itu, bagi tamu yang menghendaki kamar connecting dengan kamar lainnya, juga tersedia di hotel ini. Sehingga, tamu yang datang bersama kelaurga besarnya bisa tetap terhubung satu sama lainnya, meski berbeda kamar. ”Untuk itu, kami tunggu di Four Points By Sheraton Batam,” ujar Fea. (*)
batampos – Kementerian Perdagangan berharap sektor makanan dan minuman (mamin) produksi Indonesia mampu menjadi raja di negeri sendiri sekaligus menembus pasar global. Spesifik untuk komoditas teh, Kemendag meyakini komoditas tersebut punya potensi yang besar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, Kemendag melalui perwakilan perdagangan di luar negeri terus berupaya memperluas pasar ekspor produk-produk Indonesia. Dia mengajak eksportir mamin untuk memanfaatkan perwakilan perdagangan RI di luar negeri seperti atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dalam perluasan pasar ekspor pelaku usaha.
”Kami akan terus membantu eksportir melalui perwakilan di luar negeri, yaitu atase perdagangan dan ITPC, untuk memasarkan produk mamin di Indonesia. Tentu ini termasuk untuk produk PT Perkebunan Nusantara (PTPN),” ujar Budi.
Salah satu contoh sukses adalah teh Walini yang merupakan salah satu produk hilir teh milik PTPN I Regional 2 sebagai produsen teh terbesar di Indonesia. Produk teh Walini berhasil menembus pasar internasional dengan pangsa pasar ekspor terbesar ke Amerika Serikat sebesar 40 persen.
Diikuti oleh Jerman (15 persen), Malaysia (11 persen), Inggris (11 persen), dan sejumlah negara lainnya seperti Polandia, Australia, Jepang, Pakistan, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Kanada. Keberhasilan Walini menembus pasar internasional didukung oleh pemenuhan beragam standar yang ditetapkan negara tujuan ekspor.
Budi membeberkan, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-16 sebagai negara eksportir teh terbesar di dunia dengan kontribusi ekspor sebesar 0,86 persen. (*)
batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, optimis target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam dapat mencapai Rp 5 triliun. Dengan dukungan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan berbagai proyek strategis yang tengah berjalan, Rudi menegaskan potensi Batam sebagai pusat investasi dan ekonomi semakin kuat.
“Terima kasih kepada OPD penghasil yang sudah bekerja optimal sehingga APBD Kota Batam saat ini mencapai Rp 4 triliun,” ujar Rudi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan APBD Akhir Tahun 2024 serta persiapan APBD Tahun Anggaran 2025 di Kantor Pemerintah Kota Batam (Pemko Batam), Jumat (27/12).
Rudi yakin, optimalisasi kerja yang lebih baik akan mampu mendorong pendapatan daerah untuk menembus angka Rp 5 triliun. Optimisme ini diperkuat oleh pembangunan infrastruktur seperti Bandara Internasional Hang Nadim, Pelabuhan Batuampar, dan Jalan Utama. Menurut Rudi, penyelesaian proyek-proyek tersebut tidak hanya meningkatkan daya tarik Batam bagi investor dan wisatawan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.
“Kalau ini selesai, orang akan ramai datang ke sini, perekonomian juga akan berputar dengan sendirinya. Saya berharap ke depan pendapatan terus mengalami peningkatan,” tambahnya.
Rapat ini juga menyoroti pentingnya pelaksanaan APBD berdasarkan aturan yang berlaku untuk menghindari potensi masalah hukum. Rudi mengajak seluruh pegawai Pemko Batam menjaga kekompakan dan koordinasi demi kemajuan bersama.
“Mari terus solid, menjaga kebersamaan, dan menjalin koordinasi yang baik demi kemajuan Kota Batam ke depan,” tutupnya.
Dengan semangat dan strategi yang terarah, Kota Batam diharapkan terus berkembang, mencapai target APBD Rp 5 triliun, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (*)
Pengunjung memilih baju di salah satu mal di Surabaya, beberapa waktu lalu.. (F. RIANA SETIAWAN/JAWA POS)
batampos – Industri tekstil mengeluhkan belum bisa keluar dari tekanan impor. Tidak hanya sepanjang tahun ini, pengusaha memproyeksi tahun depan masih akan kesulitan apabila arus produk impor tak terbendung oleh regulasi.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (Apsyfi) Redma Gita Wirawasta menga-takan, asosiasi masih menginginkan pemerintah mempertimbangkan untuk mengkaji ulang Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. ”Aturan tersebut meng-hilangkan peraturan teknis untuk impor pakaian jadi yang berpengaruh pada kenaikan impor,” ujar Redma.
Dia mengatakan, lonjakan impor pakaian jadi menjadi salah satu faktor terbesar yang mengakibatkan jatuhnya industri tekstil tanah air. Menurut Redma, Permendag 8/2024 yang menghapus peraturan teknis untuk perizinan impor pakaian jadi telah menaikkan impor pakaian jadi hingga sekitar 18 kali lipat dibanding sebelumnya.
Industri TPT, lanjut dia, merupakan sebuah ekosistem yang terdiri atas hulu hingga hilir. Dengan demikian, apabila terjadi gangguan pada salah satu bagiannya akan berpengaruh pada bagian yang lain.
Redma menyatakan, impor pakaian jadi tidak hanya berpengaruh pada produksi garmen. Lebih dari itu, dampaknya bisa sampai ke hulu produksi serat, benang, dan industri terkait lainnya.
”Artinya, ini menganggu seluruh rantai industri, bukan produksi garmen saja,” tegasnya.
Apsyfi sebelumnya melaporkan sebanyak 60 perusahaan tekstil berguguran dalam dua tahun terakhir. Redma memerinci, sebanyak 34 perusahaan tutup dan berhenti beroperasi. Sisanya melakukan efisiensi berupa pengurangan tenaga kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK), merumahkan tenaga kerja, dan relokasi.
”Hal ini mengakibatkan sekitar 250 ribu karyawan mengalami PHK,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pihaknya mendukung pemerintah apabila ingin me-review kembali Permendag 8/2024. ”Selain itu, perlu diperhatikan beberapa hal berikut seperti rendahnya revitalisasi mesin-mesin produksi baru di sektor tekstil-garmen nasional sehingga output produk yang dihasilkan oleh industri nasional lebih rendah, kurang cost-efficient, dan kurang ramah lingkungan dibandingkan produk-produk serupa dari negara pesaing,” ujar Shinta.
Dia pun menyoroti semakin berkurangnya daya saing akses pasar produk garmen/tekstil nasional di pasar-pasar tujuan ekspor utama. Hal itu terlihat jelas pasca berlakunya EU-Vietnam Free Trade Area (FTA). Yakni, terjadi peralihan demand produk garmen dari Indonesia ke Vietnam karena preferensi pasar yang lebih besar yang dimiliki oleh eksportir garmen asal Vietnam ke EU dibandingkan akses pasar yang dimiliki oleh eksportir asal Indonesia. (*)
batampos – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengumumkan hasil pemantauan kekerasan di lingkungan pendidikan di Jakarta, Jumat (27/12). Hasilnya, Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan angka kasus tertinggi. Kinerja satgas pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah dinilai kurang efektif.
Dalam paparan JPPI, kekerasan di dunia pendidikan mengalami kenaikan sejak 2020. Perinciannya, pada 2020 tercatat ada 91 kasus. Kemudian, jumlahnya naik menjadi 142 kasus pada 2021. Lalu, 194 kasus pada 2022. Berikutnya, ada 285 kasus pada 2023. Tahun ini jumlah kekerasan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, yakni 573 kasus.
Untuk sebaran kasus kekerasan di dunia pendidikan berdasar provinsi, Jatim terbanyak dengan 81 kasus. Disusul Jawa Barat (56), Jawa Tengah (45), Banten (32), dan Jakarta 30 kasus. Lokasi kekerasan paling banyak ada di sekolah (64 persen). Sisanya di lingkungan pendidikan keagamaan, termasuk pesantren (20 persen) dan madrasah (16 persen).
Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mengatakan, kasus kekerasan di dunia pendidikan di Pulau Jawa cukup tinggi karena populasinya besar. Jumlah murid dan lembaga pendidikan sangat banyak. Potensi terjadinya kekerasan juga cukup tinggi.
Berbeda dengan di daerah luar Jawa, populasi sekolah dan peserta didik yang sedikit membuat pengawasannya lebih mudah. ”Tapi, saya lihat di Jawa ini pengawasannya lebih longgar,” katanya.
Idealnya, ketika jumlah lembaga pendidikan dan peserta didik sangat banyak, pengawasannya juga harus ketat dan maksimal. Dia mencontohkan, sekolah dengan jumlah peserta didik sampai ratusan murid.
Belum lagi ada pesantren di Jawa dengan jumlah santri ribuan orang. Tetapi, pengawasannya tidak terlalu maksimal. ”Seharusnya diperkuat pengawasannya,” sambungnya.
Sayangnya, keberadaan satgas pencegahan kekerasan di lembaga pendidikan selama ini hanya formalitas. Ketika sudah dibentuk, orang-orangnya tidak tahu melakukan apa saja. Sebab, pada praktiknya tidak ada pelatihan atau pendampingan untuk melakukan pengawasan serta pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Matraji juga menegaskan, sistem pengawasan, khususnya di lembaga pendidikan dengan jumlah murid atau santri banyak, tidak bisa hanya dilakukan lembaganya. Maka, harus bersifat terbuka atau inklusif dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Termasuk melibatkan unsur orang tua murid atau santri. ”Sehingga, beban untuk penga-wasan lingkungan pendidikan tidak hanya ada di pundak kepala sekolah atau kiai penga-suh pesantren,” paparnya. (*)
batampos – Dunia otomotif dunia kehilangan salah satu tokoh global paling berpengaruh dalam sejarah otomotif modern. Kabar duka tersebut datang dari Jepang. Osamu Suzuki, mantan pemimpin dan orang nomor satu pabrikan Suzuki dikabarkan meninggal dunia, Jumat (27/12).
Melalui informasi resmi perwakilan Suzuki di Indonesia, disampaikan bahwa Osamu Suzuki meninggal dunia pada usia 94 tahun. Osamu Suzuki meninggal karena menderita penyakit limfoma atau kanker kelenjar getah bening.
Kepergian Osamu Suzuki sekaligus menutup perjalanan bersejarah Suzuki selama masa kepemimpinannya.
Tercatat dalam sejarah, bahwa Osamu Suzuki adalah salah satu tokoh di industri otomotif. Dia berhasil mengubah Suzuki dari produsen kecil kendaraan ringan menjadi raksasa global yang dikenal di seluruh dunia.
Mengutip informasi obituary yang dibagikan Suzuki Indonesia, Osamu Suzuki merupakan sosok yang lahir pada tahun 1930. Osamu Suzuki merupakan orang asli Gero City, Prefektur Gifu.
Osamu Suzuki bergabung dengan Suzuki Motor pada tahun 1958. Dia kemudian menikah dengan Shoko, cucu dari pendiri Michio Suzuki dan putri presiden kedua, Shunzo Suzuki.
Osamu Suzuki bergabung dengan Suzuki Motor tiga tahun setelah Suzuki meluncurkan sepeda motor pertamanya, yaitu Colleda COX 125cc 4-tak, serta mobil Suzulight 360cc 2-tak. Keduanya menjadi pelopor era kendaraan kecil atau Ke-i Car di Jepang.
Osamu Suzuki memang bukan pewaris asli trah Suzuki. Namun, kebiasaan dan budaya di sana, ketika bisnis keluarga tidak memiliki ahli waris laki-laki, sang suami kemudian mengambil nama belakang istri. Hingga Osamu mengubah nama belakangnya menjadi Suzuki.
Osamu Suzuki duduk menahkodai Suzuki mulai tahun 1978 sebagai Presiden Direktur. Saat itu, nama Suzuki belum seperti sekarang. Jauh dari kata dipertimbangkan sebagai produsen otomotif.
Namun demikian, di bawah kendali dan tangan dingin Osamu Suzuki, era ekspansi yang belum pernah terjadi sebelumnya dimulai. Osamu Suzuki memperkenalkan model ikonik yang kemudian memimpin ekspansi pesat ke pasar internasional.
Penjualan Suzuki ketika ia mengambil alih perusahaan pada 1978 mencapai JPY 323 miliar, menurut harian bisnis Nikkei Shimbun.
Saat Osamu pensiun sebagai ketua perusahaan pada tahun 2021, penjualan Suzuki mencapai JPY 3,18 triliun atau setara USD 20 miliar.
Angka tersebut merupakan catatan yang menakjubkan, yang meningkatkan pendapatan lebih dari sepuluh kali lipat, yang kemudian mengubah Suzuki menjadi salah satu produsen kendaraan yang diakui dunia.
Pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2024, Suzuki mencatat penjualan sekitar 3,2 juta kendaraan di seluruh dunia, berada di belakang Toyota, produsen mobil terbesar di Jepang dan dunia.
Lebih dari setengah penjualan Suzuki ini berasal dari India, di mana anak perusahaannya, Maruti Suzuki, mendominasi pasar.
Sebelum menjadi presiden pada 1978, Osamu Suzuki memegang berbagai posisi manajemen, dan pada tahun berikutnya, ia meluncurkan mobil mini Suzuki Alto di Jepang.
Selama masa jabatannya, pria yang lahir dengan nama Osamu Matsuda ini menjalin kemitraan strategis dengan General Motors dan Volkswagen.
Langkah ini memperluas kehadiran Suzuki di Amerika Utara dan Eropa, serta memperkuat posisinya di India melalui keunggulan Suzuki dalam mobil kecil dan mendapatkan banyak penghargaan dunia. (*)
batampos – Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Harlas Buana, menerima kunjungan Direktorat Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Jumat (27/12/2024).
Didampingi Direktur Lalu Lintas dan Penanaman Modal BP Batam, Surya Kurniawan Suhairi, rombongan disambut di Marketing Center BP Batam.
Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Muda, Umar Hasan selaku pimpinan rombongan menyampaikan apresiasinya atas sambutan dari BP Batam.
Pada pertemuan tersebut, Hasan mengatakan tujuan pertemuan ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengelolaan kawasan investasi guna mendukung rencana proses hilirisasi kelautan dan perikanan.
Rencananya, proses hilirisasi tersebut akan dilakukan secara terpusat dan terintegrasi secara sistem bisnis perikanan, meliputi praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran.
“Kami berharap bisa belajar dari BP Batam terkait pengelolaan kawasan sekaligus cara mengundang investor untuk berinvestasi, mengingat Batam sudah memiliki 31 kawasan industri dan 3 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” ujar Hasan.
Ia juga berharap BP Batam dapat memberikan masukan atas program yang diusung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Kampung Nelayan Modern (Kalamo) yang bisa diterapkan di dalam rencana pengembangan hilirisasi tersebut.
Kalamo sendiri merupakan upaya pemerintah pusat dalam peningkatan produktivitas nelayan dengan membangun sejumlah fasilitas seperti, dermaga, balai pertemuan nelayan, koperasi, cold storage, dan infrastruktur pendukung lainnya.
“Rencananya pengembangan ini akan dilakukan dalam skala besar. Bila nanti layak secara teknis dan administrasinya, mudah-mudahan pembangunan kawasan industri ini bisa terlaksana atau bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi KEK perikanan,” harap Hasan.
Terkait hal tersebut, Harlas mengatakan, sebelumnya BP Batam bersama KKP telah mengunjungi Tanjung Banun dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang bermatapencaharian sebagai nelayan.
Dengan rencana pengembangan yang disampaikan Hasan dan tim, Harlas berharap proyek percontohan hilirisasi tersebut juga dapat dikembangkan di Tanjung Banun.
“Jadi kunjungan ini masih berkaitan dengan kunjungan kami kemarin. Harapannya dari kunjungan itu bisa menjadi salah satu target KKP untuk membangun Kalamo dalam rangka menyukseskan program pemberdayaan masyarakat Tanjung Banun,”
Bukan tanpa alasan, Harlas menjabarkan setidaknya ada 13 kelompok nelayan di Tanjung Banun yang dibina oleh Dinas Perikanan Kota Batam.
“Lahannya sudah ada. Apakah nanti akan dibangun pasar ikan atau infrastruktur lainnya, bisa dilakukan untuk menjadi pusat kegiatan perikanan. Sedangkan untuk perizinan usaha terkait perikanan berikut budidayanya akan diterbitkan oleh BP Batam melalui Online Single Submission (OSS),” pungkas Harlas. (rud)
Kapal Pelni KM. Sabuk Nusantara yang berada di perairan Pelabuhan SBP Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– PT. Pelni cabang Tanjungpinang, Kepri menyebut puncak penumpang kapal setelah perayaan Natal akan terjadi pada Sabtu (27/12). Pelni mencatat bakal ada 1.456 orang penumpang yang mudik menggunakan KM. Bukit Raya.
Per Jumat (27/12) setidaknya terdapat 1.200 orang yang telah membeli tiket rute Pelabuhan Kijang, menuju Pulau Laut, Pulau Tujuh hingga Surabaya. Angka itu, diprediksi terus bertambah hingga jadwal keberangkatan.
“Berangkat sekitar pukul 22.00 WIB. Waktu keberangkatan sedikit ditunda, salah satunya karena faktor cuaca. Awalnya pukul 13.00 WIB,” kata Kepala Pelni cabang Tanjungpinang, Putra Kencana, Jumat (27/12).
Ia menerangkan, puncak penumpang sebelum perayaan Natal telah terjadi pada 20 Desember 2024 lalu. Tercatat, ada 1.500 orang penumpang yang menggunakan KM Tidar tujuan Kijang-Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Baubau – Maumere, hingga Kupang.
Jumlah penumpang jelang maupun sesudah perayaan Natal ini mengalami kenaikan sebanyak 10 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Jumlah penumpang belum bisa disebutkan, karena masih direkap,” tambahnya.
Naiknya angka penumpang tersebut, menurutnya dipengaruhi musim libur yang cukup panjang, yaitu Natal, Tahun Baru dan ditambah libur anak sekolah, sehingga masyarakat banyak memilih pulang ke kampung.
“Tujuan penumpang sebelum Natal didominasi daerah Timur, terutama Nusa Tenggara Timur, Baubau, Lewoleba, serta Larantuka,” pungkasnya. (*)