Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2240

Bobol Rumah Menggunakan Obeng, Polsek Seibeduk Tangkap 2 Pelaku

0

Dua pelaku pembolan rumah diamankan di Mapolsek Seibeduk. F. Jonathan untuk Batam Pos

batampos – Unit Reskrim Polsek Sei Beduk berhasil mengungkap kasus pembobolan rumah di kawasan Duriangkang. Dua pelaku berinisial Febri Haris, 38, dan Dedi Susanto, 44 ditangkap setelah teridentifikasi melalui rekaman CCTV.

Kapolsek Sei Beduk, Iptu Jonathan Reinhart Pakpahan, mengatakan bahwa korban segera melapor ke pihak kepolisian setelah mendapati rumahnya yang berantakan.

“Kami melakukan penyelidikan intensif, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” ujar Jonathan.

Jonatahan mengatakan modus yang dilakukan pelaku dengan berkeliling menggunakan motor. Pelaku mendatangi rumah yang sepi atau ditinggalkan penghuninya.

Dalam aksinya tersebut, pelakh merusak jendela rumah menggunakan obeng dan menggasak emas seberat 7 gram dan uang tunai sebesar Rp 7 juta

“Korban meninggalkan rumahnya untuk menghadiri acara di daerah Barelang. Setibanya di rumah, korban mendapati jendela rumahnya dalam kondisi terbuka,” katanya.

Pelaku ditangkap di kawasan Sagulung. Dari tangan pelaku, dua helm, sepeda motor, obeng, dan hasil curian berupa uang tunai sebesar Rp 2,2 juta.

“Imbauan kepada masyarakat agar menjngkatkan kewaspadaan dan pengamanan properti pribadi, khususnya saat pemilik rumah meninggalkan kediamannya untuk sementara waktu,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 363 Ayat 1 ke-4e dan 5e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Bobol Rumah Menggunakan Obeng, Polsek Seibeduk Tangkap 2 Pelaku pertama kali tampil pada Metropolis.

DPRD Kepri Pertanyakan Keberlanjutan Penangkaran Buaya di Pulau Bulan

0
Lokasi penangkaran buaya PT PJK di Pulau Bulan. Eusebius Sara

batampos – Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau (Kepri) melakukan kunjungan ke lokasi penangkaran buaya milik PT PJK di Pulau Bulan pada Jumat (31/1). Kunjungan ini dilakukan menyusul insiden jebolnya kandang penangkaran yang menyebabkan 105 ekor buaya kabur ke alam liar beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut, anggota dewan tidak hanya menyoroti persoalan teknis terkait jebolnya kandang, tetapi juga mempertanyakan urgensi dan manfaat dari keberadaan penangkaran buaya ini. Mereka ingin memastikan bahwa usaha penangkaran tersebut tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan negara.
Muhammad Musofa, salah satu anggota DPRD Kepri, secara khusus mempertanyakan kontribusi penangkaran buaya ini terhadap negara. Ia membandingkan dengan penangkaran babi yang jelas memberikan pemasukan pajak bagi negara. “Kalau penangkaran babi itu jelas ada sumbangsinya pajak untuk negara, nah buaya ini seperti apa? Tujuannya apa? Menghasilkan bagi rakyat atau tidak? Jangan hanya menyusahkan rakyat saat lepas seperti ini,” ujar Musofa.
Menanggapi pertanyaan tersebut, perwakilan PT PJK, Toni, menjelaskan bahwa penangkaran buaya ini memiliki perizinan dari dinas karantina. Ia mengatakan bahwa keberadaan penangkaran ini bertujuan untuk mengakomodasi limbah dari peternakan babi PT ITS. Selain itu, kulit buaya dari penangkaran ini juga diekspor ke luar negeri sebagai produk bernilai ekonomi.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Kepri, Tommy Steven Sinambela, menegaskan bahwa peran BBKSDA dalam penangkaran ini hanya sebatas mengawasi kesehatan dan keberlangsungan hidup buaya yang ditangkar. Sedangkan urusan peruntukan atau pemanfaatan buaya bukan merupakan kewenangan BBKSDA.
Tommy juga menjelaskan bahwa buaya hasil penangkaran berbeda dengan buaya liar yang hidup di alam bebas. Buaya yang ditangkar sudah terbiasa diberi makan sehingga tidak efektif bertahan di alam liar karena kesulitan mencari makanan sendiri. Hal ini terbukti dari temuan 36 dan 37 ekor buaya yang sudah dalam kondisi mati setelah lepas dari penangkaran.
Namun, meskipun buaya penangkaran lebih lemah dibandingkan buaya liar, masyarakat tetap diminta waspada. “Bagaimanapun, ini tetap reptil buas, jadi harus tetap hati-hati. Makanya kita upayakan perburuan besar-besaran,” ujar Tommy. Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil menangkap kembali 38 ekor buaya, tiga di antaranya ditemukan dalam kondisi mati.
Tommy juga menekankan bahwa setiap buaya penangkaran memiliki tanda khusus berupa potongan pada sirip ekor. Hal ini sesuai dengan syarat penangkaran yang mewajibkan adanya penandaan agar buaya yang berasal dari penangkaran dapat dibedakan dengan buaya liar meskipun sudah bertahun-tahun hidup di alam bebas.
Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Imam Setiawan, memberikan tanggapan tegas terkait insiden kaburnya buaya ini. Menurutnya, kejadian ini menunjukkan adanya kelalaian dari pihak perusahaan dalam menjaga keamanan kandang penangkaran. Hal ini disampaikan usai kunjungan ke lokasi bersama anggota DPR RI Dapil Kepri, Endipat Wijaya.
“Dalam diskusi dengan manajer PT PJK, Pak Toni, kami menekankan pentingnya peninjauan kembali terhadap kondisi kolam penangkaran. Selain itu, kami meminta pertanggungjawaban perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ujar Imam Setiawan.
Berdasarkan data sementara, dari 105 buaya yang kabur, 38 ekor telah berhasil ditangkap, tiga ekor ditemukan mati, dan 66 ekor tetap berada di dalam penangkaran. Sementara itu, pihak perusahaan mengklaim hanya tersisa satu ekor yang belum ditemukan.
Namun, Imam Setiawan mengaku belum sepenuhnya yakin dengan jumlah tersebut. “Terus terang kami tidak terlalu percaya jika hanya tinggal satu ekor yang belum ditemukan. Kami meminta perusahaan untuk menghitung kembali jumlah buaya yang ada secara pasti dan mengidentifikasi dengan jelas,” tegasnya.
Selain itu, Imam juga menyoroti dampak kejadian ini terhadap masyarakat, khususnya para nelayan yang kini merasa takut melaut. “Kami meminta perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak. Namun, hingga saat ini pihak perusahaan masih mempertimbangkan hal tersebut,” jelasnya.
Terkait keberlanjutan penangkaran buaya ini, Imam Setiawan mengusulkan agar operasional PT PJK di Pulau Bulan ditutup. “Penangkaran ini sudah berjalan 36 tahun, tetapi tidak ada kontribusi nyata terhadap negara. Melihat kondisi saat ini, tempat ini sebenarnya tidak lagi layak. Oleh karena itu, kami menyarankan agar lebih baik ditutup,” katanya.
DPRD Kepri pun memberikan waktu satu minggu kepada PT PJK untuk memberikan jawaban resmi terkait berbagai tuntutan yang disampaikan.
Senada dengan Imam Setiawan, anggota DPR RI Dapil Kepri, Endipat Wijaya, juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap sistem operasional penangkaran buaya di Pulau Bulan. “Ke depan, SOP harus dijalankan dengan jauh lebih baik agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.
DPRD Kepri dan DPR RI akan terus mengawal perkembangan kasus ini guna memastikan keselamatan masyarakat serta keberlanjutan ekosistem di wilayah tersebut. (*)
Reporter: Eusebius Sara

Artikel DPRD Kepri Pertanyakan Keberlanjutan Penangkaran Buaya di Pulau Bulan pertama kali tampil pada Metropolis.

Sambangi BP Batam, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang Pelajari Tips Pengelolaan Kawasan

0

batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) yang diwakili oleh Direktur Pengelolaan Pertanahan, Ilham Eka Hartawan menerima kunjungan tim dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang pada Jum’at (31/1/2025) di Marketing Centre.

Tim yang dipimpin oleh Kepala Bidang Penataan Ruang dan Penataan Bangunan, Zulfikar M. Yamin Latuconsina hadir ke BP Batam dalam rangka melangsungkan kunjungan kerja terkait pengelolaan kawasan dan pembangunan infrastruktur.

Dalam kesempatan ini, Ilham menjelaskan berbagai perkembangan Batam mulai dari pengelolaan pertanahan hingga proyek kawasan yang sedang dan akan dijalankan oleh BP Batam pada tahun 2025 ini.

“Terima kasih kepada Bapak Zulfikar dan tim sudah berkunjung ke BP Batam, mudah-mudahan berkenan dengan penjelasan singkat kami tentang perkembangan Batam hari ini,” kata Ilham.

“Kami sangat senang dapat berdiskusi dengan tim dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang, semoga hasil pertemuan ini dapat menambah informasi bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan kawasannya masing-masing,” tutup Ilham.

Merespon pernyataan Ilham, Kepala Bidang Penataan Ruang dan Penataan Bangunan, Zulfikar M. Yamin Latuconsina mengakui Batam dipilih sebagai destinasi kunjungan kerjanya bersama tim mengingat kawasan ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun belakangan, ia turut menuturkan terima kasih kepada BP Batam yang telah bersedia menerima kunjungan ini.

“Kehadiran kami disini adalah untuk mempelajari langsung bagaimana BP Batam mengelola kawasan Batam hingga hari ini berkembang sangat pesat dari sisi infrastruktur dan juga perekonomiannya,” terang Zulfikar.

“Terima kasih atas penerimaan yang baik dari BP Batam, semoga informasi yang kami terima dapat menjadi referensi bagi kami untuk membawa kemajuan bagi Kabupaten Malang,” pungkas Zulfikar.

Turut hadir dalam pertemuan ini Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Surya Kurniawan Suhairi; Kepala Bagian Promosi, Sofyan; serta beberapa Pejabat Tingkat IV di lingkungan BP Batam. (MI)

Batam, 31 Januari 2025

Artikel Sambangi BP Batam, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang Pelajari Tips Pengelolaan Kawasan pertama kali tampil pada Metropolis.

Masuk Plapon, Petugas Damkar Evakuasi Sarang Lebah di Tanjunguban

0
Petugas Damkar Tanjunguban masuk ke dalam plapon saat mengevakuasi sarang lebah di ruko di jalan Manggar, Kampung Bugis, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (29/1/2025). F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Keberadaan lebah madu di plapon ruko di jalan Manggar, Kampung Bugis, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara membuat warga khawatir.

Akhirnya, warga meminta bantuan petugas Damkar Tanjunguban untuk mengevakuasi lebah madu.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, awalnya seorang warga hendak menempati ruko tiga lantai tersebut.

BACA JUGA: Sarang Lebah Kerap Dilempari Siswa, Guru di Bintan Minta Bantuan Damkar

“Rukonya sudah lama kosong, sekarang mau ditempati lagi,” katanya saat dihubungi, Kamis (30/1/2025).

Sebelum ditempati, warga hendak membersihkan lantai tiga ruko itu, Rabu (29/1/2025). Di lantai itu, banyak lebah terbang di sudut plapon.

Warga itu khawatir kalau dibiarkan lebah bisa membahayakan mereka.

“Ibunya khawatir karena mereka ada anak-anak,” katanya.

Akhirnya, mereka menguhubungi petugas Damkar.

“Kebetulan kenal sama petugas kita, jadi ibunya minta bantu kita untuk mengevakuasi sarangnya,” katanya.

Petugas sempat kesulitan untuk mengevakuasi sarang lebah karena berada di dalam plapon.

“Petugas sedikit sulit bergerak karena di dalam plapon. Kita khawatirnya salah langkah, plaponnya roboh,” katanya.

Dia mengatakan, proses evakuasi berlangsung lancar meski lumayan lama setelah petugas menyemprotkan cairan baigon ke sarang lebah.

“Sebagian besar lebah berhasil dievakuasi ke dalam goni. Banyak juga lebah yang dilepaskan ke hutan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Masuk Plapon, Petugas Damkar Evakuasi Sarang Lebah di Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.

Berkas Perkara Oknum Polisi Polres Barelang Pemilik Sabu Masih Diteliti Jaksa

0
Ilustrasi. Oknum polisi narkoba

batampos – Jaksa peneliti Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam masih meneliti berkas perkara AKS, anggota polisi aktif di Polresta Barelang yang ditangkap atas dugaan kepemilikan narkotika. Hingga kini, proses hukum terhadap kasus tersebut masih berlangsung.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Batam, Iqram Saputra, mengungkapkan bahwa berkas tahap pertama telah diterima pihak kejaksaan pada 20 Desember 2024 dari penyidik Polresta Barelang.

“Berkasnya masih dalam proses penelitian oleh jaksa peneliti,” ujar Iqram.

Menurut dia, bila dalam penelitian berkas dinyatakan lengkap secara formil dan materiil, kasus akan berlanjut ke tahap II, yaitu pelimpahan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum. Namun, jika ditemukan kekurangan, berkas akan dikembalikan kepada penyidik dengan petunjuk untuk dilengkapi (P-19).

“Berkas perkara masih dikaji tim jaksa peneliti. Apabila tidak ada kekurangan, maka berkas perkara itu akan segera di-P-21, sehingga proses hukumnya akan berlanjut ke tahap selanjutnya,” kata Iqram.

Masih kata Iqram, jika setelah diteliti berkas dikembalikan ke penyidik, maka pihaknya akan menyerkatakan petunjuk dari jaksa. Yang mana petunjuk itu nantinya akan dilengkapi oleh penyidik.

“Jadi memang dipelajari dulu, kalau memang tak lengkap, pastinya pengembalian disertai dengan petunjuk,” tegasnya.

Sebelumnya, Kejari Batam menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama AKS dari penyidik Polresta Barelang pada 4 November 2024.

AKS ditangkap tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang pada Selasa dini hari, 29 Oktober 2024, di barak dengan barang bukti narkoba jenis sabu. Ia diduga terlibat dalam peredaran sabu di area barak asrama polisi di Baloi, Batam Kota, Kepulauan Riau.

Dalam penangkapan itu, AKS tertangkap basah sedang mengonsumsi sabu bersama seorang warga sipil berinisial AK. Petugas mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 26 gram, alat hisap (bong), timbangan digital, dan gunting.

AKS diketahui pernah bertugas di Satuan Narkoba Polresta Barelang sebelum dipindahkan ke Polsek Sekupang. Ia diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan seorang narapidana berinisial E, bandar sabu di Lapas Tanjungpinang.

Atas perbuatannya, AKS dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, seumur hidup, atau hukuman mati. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Berkas Perkara Oknum Polisi Polres Barelang Pemilik Sabu Masih Diteliti Jaksa pertama kali tampil pada Metropolis.

Bintan Berpotensi Diterjang Banjir Rob, Warga Diminta Waspada

0
Kasat Polairud Polres Bintan, Iptu Sidik Amin. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir atau rob.

Berdasarkan peringatan dini dari BMKG, daerah pesisir di Bintan berpotensi diterjang banjir rob pada Jumat (31/1/2025).

Kasat Polairud Polres Bintan, Iptu Sidik Amin mengatakan, banjir rob berpotensi terjadi di wilayah pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur dan sekitarnya pada 31 Januari 2025.

BACA JUGA: Jalan Rusak dan Berlubang di Sungai Buluh Lingga Intai Pemotor

Selain itu, diprediksi ketinggian pasang air laut maksimum terjadi pada 2 Februari 2025 dan dapat menimbulkan banjir rob di daerah pesisir.

“Ketinggian air pasang tertinggi berpotensi mencapai 2,7 meter,” ujar Sidik.

Sidik mengatakan, banjir rob yang terjadi akan menganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan daerah pesisir.

Karena itu, Sidik mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan cuaca dari BMKG dan waspada terhadap dampak banjir rob. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Bintan Berpotensi Diterjang Banjir Rob, Warga Diminta Waspada pertama kali tampil pada Kepri.

Jadwal Lengkap Pekan 24 Liga Inggris 2024/2025

0
Ilustrasi logo Liga Inggris. (Antara)

batampos – Liga Inggris 2024/2025 pekan ke-24 akan berlangsung dari 1 hingga 4 Februari 2024. Sejumlah pertandingan seru hingga big match akan tersaji di pekan tersebut.

Ketika memasuki pekan pertandingan ke-24 Liga Inggris musim ini, persaingan semakin sengit di antara tim-tim yang berada di peringkat atas dan tengah klasemen.

Liverpool masih menduduki posisi teratas klasemen dengan perolehan 53 poin, diikuti Arsenal di posisi kedua dengan 47 poin.

Namun, The Reds akan mendapatkan ujian berat di pekan ke-24 saat menghadapi tim yang sedang naik daun, Bournemouth, di Vitality Stadium, Sabtu (1/2) malam WIB.

Tim asuhan Arne Slot jelas tak boleh meremehkan The Cherries karena anak asuh Andoni Iraola sedang dalam performa topnya musim ini. Bournemouth saat ini berada di posisi ketujuh Liga Inggris dengan koleksi 40 poin dari 23 pertandingan.

Ketakutan semakin menyelimuti skuad Liverpool ketika rekor pertemuan Bournemouth melawan klub papan atas Liga Inggris cukup cemerlang. The Cherries telah mengalahkan Manchester City, Manchester United, Arsenal, dan Tottenham Hotspur musim ini.

Kemudian, akan ada partai big match antara Arsenal vs Manchester City di Emirates Stadium, Minggu (2/2) malam WIB. Pasukan Mikel Arteta harus berhati-hati pada pertandingan ini, karena The Citizens sudah mulai kembali ke performa terbaiknya.

Manchester City berhasil menaklukkan Chelsea pada partai sebelumnya dengan skor 3-1, lewat gol Joško Gvardiol pada menit ke-42, Erling Haaland menit ke-68, dan Phil Foden pada menit ke-87.

Selain itu, ada pertandingan yang mempertemukan Manchester United vs Crystal Palace bermain di Old Trafford pada Minggu (2/2).

Setan Merah, yang dalam segi performa masih angin-anginan di bawah asuhan Ruben Amorim, harus bisa cepat bangkit untuk bisa bersaing di papan tengah musim ini.

Berikut adalah jadwal pertandingan Liga Inggris 2024/2025 akhir pekan ini.

Sabtu, 1 Februari 2025

19.30 WIB – Nottingham Forest vs Brighton
22.00 WIB – Newcastle vs Fulham
22.00 WIB – Everton vs Leicester City
22.00 WIB – Ipswich Town vs Southampton
22.00 WIB – Bournemouth vs Liverpool

Minggu, 2 Februari 2025

00.30 WIB – Wolves vs Aston Villa
21.00 WIB – Manchester United vs Crystal Palace
21.00 WIB – Brentford vs Tottenham
23.30 WIB – Arsenal vs Manchester City

Selasa, 4 Februari 2025

03.00 WIB – Chelsea vs West Ham

Artikel Jadwal Lengkap Pekan 24 Liga Inggris 2024/2025 pertama kali tampil pada Olahraga.

Bazar UMKM Gedung Nasional Tanjunguban, Bintan Ramai Dikunjungi Pecinta Kuliner

0
Ramai pecinta kuliner menikmati beragam kuliner di Bazar UMKM di Gedung Nasional, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (29/1/2025) malam. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Bazar UMKM di Gedung Nasional, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, ramai dikunjungi pecinta kuliner.

Seorang pengunjung, Murti mengaku antusias mengunjungi bazar UMKM di Gedung Nasional, Tanjunguban, karena bisa menemukan beragam kuliner khas Melayu.

“Ada kuliner khas Melayu yang hanya ada pada tempat-tempat tertentu, tapi kali ini bisa dinikmati di bazar,” katanya, Rabu (29/1/2025) malam.

Dia menyebut, salah satunya kuliner khas Melayu, lendot. Kuliner khas masyarakat pesisir Melayu ini bisa dinikmati di bazar UMKM Gedung Nasional, Tanjunguban.

BACA JUGA: Enam Pangkalan Didatangi, Pelaku UMKM di Lobam, Bintan Resah Cuma Temukan Tulisan Elpiji 3 Kg Habis

“Tadi rasa lendot, enak, rasanya pas,” ungkap wanita pecinta kuliner.

Panitia Bazar Gedung Nasional, Tanjunguban, Nuril mengatakan, bazar UMKM Gedung Nasional menghadirkan beragam jajanan dan kuliner khas Melayu, diantaranya lendot, kue sagu serta teh tarik Malaysia.

Selain kuliner khas Melayu, tersedia beragam makanan asal Vietnam dan Korea.

“Beragam kuliner ada di bazar ini,” ujarnya.

Dia mengatakan, keberadaan bazar UMKM Gedung Nasional Tanjunguban menjadi daya tarik wisatawan.

“Ini jadi ikon Tanjunguban, bahwa di Tanjunguban punya banyak kuliner yang sedap-sedap,” katanya.

Ketua Bazar UMKM Gedung Nasional, Tanjunguban, Ziko Riandy mengatakan, bazar ini digelar manajemen Gedung Nasional Tanjunguban untuk meningkatkan ekonomi dan menjadi wadah bagi pecinta kuliner yang ingin berburu kuliner khas Melayu dan lainnya.

“Jadi daya tarik wisatawan juga,” tambahnya.

Dia mengatakan, bazar ini melibatkan 40 pelaku UMKM di Tanjunguban dengan menghadirkan berbagai ramai kuliner.

Bahkan, pencinta kuliner dimanjakan saat berkunjung ke bazar karena disediakan tempat duduk.

“Kita letakkan meja dan kursi di tengah-tengahnya bazar, jadi pecinta kuliner bisa menikmati kuliner dengan santai,” katanya.

Kemudian, pecinta kuliner dihibur dengan budaya tradisional Melayu seperti joget dangkung dan budaya dari daerah lain serta fashion show dari anak-anak Tanjunguban.

Dia berharap, kegiatan bazar dapat berlanjut dan bisa digelar setiap bulan. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Bazar UMKM Gedung Nasional Tanjunguban, Bintan Ramai Dikunjungi Pecinta Kuliner pertama kali tampil pada Kepri.

Kenaikan Tarif Masuk Pelabuhan Dibatalkan, Pelindo Diminta Tingkatkan Pelayanan

0
Aktivitas penumpang di pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar

batampos– Pelindo Tanjungpinang resmi membatalkan rencana kenaikan tarif masuk pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang. Pembatalan itu untuk menyikapi berbagai aspirasi masyarakat terkait penyesuaian tarif masuk pelabuhan.

Pelindo mengumumkan pembatalan itu melalui surat Pengumuman Nomor: PU.05.01/30/1/1/GM/GM/TGPI-25 tentang Penyesuaian Tarif Tanda Masuk (Pas) Terminal Penumpang Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Kamis (30/1).

“Terima kasih kepada masyarakat yang memberikan atensi. Kondisi saat ini kita sepakat untuk pembatalan,” kata Utusan Khusus Eksekutif Director 1 PT Pelindo (Persero), I Wayan Wirawan, Jumat (31/1).

BACA JUGA: Gubkepri Minta Kenaikan Tarif Pas Pelabuhan SBP Ditunda

Selanjutnya, Pelindo akan meningkatkan fasilitas hingga layanan yang ada di SBP Tanjungpinang. Hal itu juga sesuai dengan aspirasi masyarakat. Misalnya, peningkatan fasilitas di ruang tunggu hingga fasilitas untuk para difabel.

“Nanti akan kami fokus kebutuhan pengguna jasa seperti kursi ruang tunggu, AC, dan kemudian juga untuk difabel. Secara dukungan regional kita support full SBP,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tanjungpinang, Agus Djurianto menyambut baik pembatalan kenaikan tarif masuk pelabuhan SBP oleh Pelindo.

Agus menyebut, kebijakan pembatalan itu adalah hal yang baik. Terlebih dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan masukan dari berbagai pihak.

“Ini (pembatalan) langkah yang bijak dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat,” katanya.

Kendati demikian, Agus berharap kritisi yang masuk selama ini tak mempengaruhi kerja sama antara Pelindo dengan Pemerintah Kota melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Memang ini tidak mungkin batal selamanya. Tetapi harus ada peningkatan pelayanan termasuk fasilitas. Kalau semua sudah ada peningkatan dan ekonomi sudah membaik, itu tepatlah bisa dinaikkan,” sebutnya. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel Kenaikan Tarif Masuk Pelabuhan Dibatalkan, Pelindo Diminta Tingkatkan Pelayanan pertama kali tampil pada Kepri.

KM Murni Jaya III Ditemukan Dalam Keadaan Mati Mesin, 5 Hari Terombang-ambing di Perairan Merapas

0
KM Murni Jaya III ditemukan dalam keadaan mati mesin di perairan Merapas, Kabupaten Bintan. f.rinto untuk batampos

batampos– Kapal kargo KM Murni Jaya III akhirnya berhasil ditemukan setelah sempat hilang selama 5 hari di perairan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Kabupaten Bintan.

KM Murni Jaya III ditemukan oleh KM Sumber Abadi dalam keadaan mengapung-ngapung ditengah laut sekitar perairan pulau Merapas, Bintan.

“Kapal kita temukan dalam keadaan mati mesin. Terombang-ambing,” ujar pemilik kapal KM Sumber Abadi, Rinto kepada batampos.

BACA JUGA: Warga Kampung Mentigi yang Hilang saat Perbaiki Baling-baling Kapal Ditemukan Meninggal di Perairan Pulau Buau

Dijelaskan Rinto, kapalnya berangkat dari Tarempa hendak menuju Kijang. Dari kejauhan melihat ada objek yang terombang-ambing. Melihat itu, nakhoda lantas memutar haluan kapal untuk menuju lokasi tersebut.

“Pas sudah dekat, ternyata kapal Murni Jaya III. Alhamdulillah untung selamat semua. Mereka mati mesin pas hari Minggu,” kata Rinto.

Saat ini, KM Murni Jaya III sudah ditarik oleh kapal miliknya menuju Pelabuhan Pak Kadir, Kijang.

“Diperkirakan sampai di Pelabuhan jam 22.00 WIB malam ini,” sebut Rinto.

Sementara itu Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazli membenarkan jika KM Murni Jaya III sudah ditemukan.

“Ya benar sudah ditemukan. Operasi pencarian kita tutup,” kata Fazli.

Perlu diketahui, kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Kijang menuju Tarempa, Anambas pada Sabtu, (25/1) pukul 17.00 WIB.

kapal itu tidak dilengkapi alat komunikasi dan navigasi yang memadai saat berlayar. Bahkan untuk radio tidak ada. Apalagi Automatic Identification System (AIS) yang merupakan sistem identifikasi otomatis pada kapal.

Adapun awak kapal KM Murni Jaya III yaitu Januaruddin sebagai Nakhoda, Syafrizal sebagai Kepala Kamar Mesin, Riki dan Riski masing-masing sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Semuanya merupakan warga Desa Betu Belah, Kecamatan Siantan. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel KM Murni Jaya III Ditemukan Dalam Keadaan Mati Mesin, 5 Hari Terombang-ambing di Perairan Merapas pertama kali tampil pada Kepri.