Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2250

Swiss-Belhotel International Perluas Pangsa Pasar Jakarta dengan Rebranding Swiss-Belinn Cawang, Jakarta Timur

0

batampos – Swiss-Belhotel International, salah satu jaringan manajemen hotel dan hospitality global, baru-baru ini mengumumkan peralihan brand dari Sentral Cawang Hotel menjadi Swiss-Belinn Cawang, efektif mulai tanggal 10 Februari 2025. Transformasi ini menandai babak baru dengan meningkatkan fasilitasnya untuk memenuhi kebutuhan pelaku bisnis dan wisata yang mencari kenyamanan akomodasi dan kemudahan akses di Jakarta. Hotel ini juga menandai hotel ke-91 yang dikelola oleh Swiss-Belhotel International di Indonesia.

Terletak di jantung kota Jakarta Timur, dan pusat Cawang, Swiss-Belinn Cawang menawarkan 240 kamar ini memberikan akses mudah ke pusat transportasi utama, termasuk stasiun LRT terdekat, Halte Bus TransJakarta, dan Stasiun Kereta Api Cawang, menjadikan hotel ini pilihan ideal bagi para pelancong yang mencari konektivitas yang memudahkan aktivitas. Hotel ini berjarak kurang lebih 30 menit menuju Central Business District (CBD) dan Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, dan akses mudah ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kota-kota terdekat seperti Bekasi, Bogor, dan Tangerang melalui jalan tol.

Untuk keperluan bisnis, Swiss-Belinn Cawang menyediakan 10 ruang rapat serbaguna yang fleksibel dan ballroom yang luas untuk pertemuan mulai dari pertemuan skala kecil, konferensi, pernikahan, dan acara sosial, serta ideal untuk mengakomodir hingga 250 orang, dan dilengkapi dengan peralatan ruang rapat serbaguna yang modern standar internasional.

Para tamu akan mendapatkan pengalaman menginap yang nyaman dengan berbagai fasilitas berstandar internasional antara lain; outdoor swimming pool, layanan spa, ATM, dan Swiss-Bistro™ di lantai dasar yang menyajikan pilihan hidangan lokal dan internasional yang menggugah selera serta sarapan pagi setiap harinya yang disajikan dengan konsep all-you-can-eat mulai pukul 6:00 hingga 10:00 pagi. #9 yang merupakan Lobby Lounge yang juga berlokasi di lantai dasar hotel, akan menjadi pilihan spot yang sempurna untuk menikmati makanan ringan, teh, atau kopi dengan suasana yang lebih santai.

“Beralihnya hotel ini dari sebelumnya Sentral Cawang Hotel menjadi Swiss-Belinn Cawang mencerminkan tujuan kami untuk terus meningkatkan pilihan akomodasi sesuai dengan preferensi pasar, terutama di Jakarta, di mana kami mengoperasikan sembilan (9) hotel mulai dari hotel budget hingga hotel bintang 3 dan 4 di area ini. Swiss-Belinn Cawang akan menjalani proses rebranding yang komprehensif untuk menyelaraskan dengan komitmen Swiss-Belhotel International dalam menyediakan pengalaman dan layanan hospitality berkualitas tinggi dan fokus pada lokasi strategis, fasilitas yang ditingkatkan, dan layanan standar Internasional. ” Ujar Emmanuel Guillard, Senior Vice President of Operations and Development Swiss-Belhotel International untuk Indonesia.

Swiss-Belinn Cawang menawarkan harga promosi khusus selama periode rebranding mulai dari IDR 670,000,- net per kamar per malam di Kamar Superior, termasuk sarapan untuk dua (2) orang. Harga spesial ini berlaku hingga 31 Maret 2025, melalui pemesanan online atau offline.

Untuk informasi lebih lanjut tentang promosi terbaru dari Swiss-Belinn Cawang, silakan kunjungi Instagram resmi @swissbelinncawang atau situs web resmi di www.swiss-belhotel.com atau melalui telepon atau whatsapp di nomor +6221 2925 7777.

Artikel Swiss-Belhotel International Perluas Pangsa Pasar Jakarta dengan Rebranding Swiss-Belinn Cawang, Jakarta Timur pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tingkatkan Penindakan di Lokasi Rawan

0
Kapolresta Barelang Kombes Pol Heribertus Ompusunggu. memberikan keterangan penindakan terhadap roda dua yang menggunakan knalpot brong saat rilis di Mapolresta Barelang, Selasa (16/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang akan meningkatkan penindakan di lokasi rawan balap liar. Penindakan dilakukan secara random atau waktu yang acak.

“Kami akan melakukan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KYRD) di lokasi rawan secara random,” ujarnya, Selasa (11/2).

Ia mengatakan bagi pengendara yang kedapatan melanggar akan diberikan efek jera berupa sanksi Elektronik Tilang (ETLE) Mobile.

“Sedangkan, anak remaja yang kedapatan diberi efek jera berupa pemanggilan orangtua atau guru sekolah,” katanya.

Afid menambahkan pihaknya sudah rutin menindak para pembalap liar dan penggunaan knalpot brong. Pada tahun lalu, polisi mengamankan 1.961 unit motor dan menyita 1.855 knalpot brong.

“Saat pengambilan motor, pemilik harus melengkapi sesuai standar pabrik. Dan seluruh knalpot kita musnahkan,” ungkapnya.

Menurut Afid, pencegahan balap liar ini juga dibutuhkan peran para orangtua. Ia meminta orangtua untuk tidak mengizinkan anaknya keluar menggunakan motor saat larut malam.

“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama di malam hari,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Tingkatkan Penindakan di Lokasi Rawan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kebakaran Lahan di Sekupang, Dipicu Pembakaran Ilalang

0
Petugas memadamkan kebakaran lahan kosong di samping Morning Bakery, Selasa (11/2).
batampos – Kebakaran lahan kembali terjadi di Kecamatan Sekupang, tepatnya di lahan kosong samping Morning Bakery, Selasa (11/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Kebakaran yang menghanguskan sekitar setengah hektare lahan ini diduga akibat aktivitas pembakaran ilalang.
Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, mengonfirmasi bahwa kebakaran terjadi karena adanya warga yang membakar ilalang di lokasi tersebut. “Kondisi cuaca yang panas menyebabkan api dengan cepat menyebar. Lahan kosong di depan Morning Bakery Tiban Sekupang ini terbakar sekitar setengah hektare,” ujarnya, Selasa (11/2).
Pantauan di lokasi menunjukkan kepulan asap tebal membumbung tinggi, terlihat dari kejauhan. Api dengan cepat melahap semak belukar dan pepohonan kering, menimbulkan kepanikan di sekitar area tersebut. Beberapa pengendara yang melintas di jalan utama sempat memperlambat kendaraan mereka akibat asap yang mengganggu jarak pandang.
Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berupaya memadamkan api. Empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area pemukiman. Petugas berjibaku selama hampir satu jam sebelum api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Wahyudi, warga sekitar yang menyaksikan kejadian ini mengaku khawatir kebakaran bisa merembet ke bangunan sekitar.
“Kami lihat asap sudah tinggi, makanya langsung lapor ke pemadam. Untung cepat ditangani, kalau tidak bisa bahaya,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan serta lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim panas. “Kami juga mengingatkan agar tidak membuang puntung rokok ke arah lahan kosong atau hutan karena sangat rawan terbakar,” tutup Kapolsek Sekupang. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kebakaran Lahan di Sekupang, Dipicu Pembakaran Ilalang pertama kali tampil pada Metropolis.

Jawab Keluhan Pengrajin, Bupati Haris Ajak Generasi Muda Belajar Tenun, Bisa Dijadikan Peluang Usaha

0
Bupati Anambas, Abdul Haris. f.ihsan

batampos– Bupati Anambas, Abdul Haris menegaskan pengembangan kerajinan tenun di wilayahnya harus digencarkan.

“Memang harus dilestarikan, khususnya generasi muda dapat belajar serta meningkatkan kecintaan terhadap seni tenun,” ujar Abdul Haris, Senin, (10/2).

Hal ini ditegaskan Abdul Haris menyusul keluhan yang disampaikan salah satu pengrajin kain songket, Mak teh beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Melihat Rumah Produksi Kain Songket Mak Teh, Punya 6 Motif Kain Songket, Punya Pelanggan Hingga ke Thailand

“Ya memang saya turut prihatin, kurang minatnya generasi kita untuk belajar tenun. Kita tidak boleh berlarut dalam hal ini, saya sudah perintahkan instansi terkait untuk mengajak anak-anak muda belajar,” kata Haris.

Bupati 2 periode ini mengatakan pengembangan tenun dapat dilakukan dengan berbagai upaya, antara lain melalui pelatihan yang yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

“Program sudah dibuat, nanti kita tawarkan anak yang baru lulus sekolah agar belajar tenun. Setelah mahir, dia kan bisa buka usaha sendiri. Ya itung-itung menciptakan lapangan kerja kan,” bebernya.

Hal itu, kata dia, bertujuan agar kebanggaan terhadap tenun tertanam dalam hati dan terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya, Mak Teh gusar karena generasi muda yang ia harapkan enggan belajar tenun untuk melestariskan identitas budaya Anambas agar tidak musnah.

“Buat apa banyak pelanggan tapi penerus kami tak ada. Saya sudah buka kelas belajar tenun untuk anak-anak kita, tapi tak ada yang minat. Alasannya malu lah dan tak menjanjikan hasilnya,” keluh Mak Teh saat dijumpai batampos, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas dapat berperan aktif untuk mengajak generasi muda agar mau belajar tenun.

“Saya tak minta macam-macamlah sama Pemkab, cukup ajak generasi muda untuk belajar tenun. Saya siap untuk mengajar, gratis tak usah bayar. Karena saya sendiri gusar tak ada penerus,” pungkas Mak Teh. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Jawab Keluhan Pengrajin, Bupati Haris Ajak Generasi Muda Belajar Tenun, Bisa Dijadikan Peluang Usaha pertama kali tampil pada Kepri.

Puluhan Pangkalan Ditutup, Jual LPG di Atas HET

0
Distribusi gas 3 Kg ke pulau-pulau hinterland Batam. foto: Dali Harahap / Batam Pos

batampos – Pertamina Patra Niaga Area Kepri, telah mengambil langkah tegas terhadap 30 hingga 40 pangkalan LPG di Batam yang melanggar aturan. Pangkalan-pangkalan tersebut tersebar di wilayah Batam Kota hingga Bengkong, dan telah diberhentikan atau Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) sejak 2023.

Menurut Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Area Kepri, Gilang Hisyam Hasyemi, pemberhentian ini dilakukan karena pangkalan-pangkalan tersebut tidak menjual gas langsung kepada masyarakat.

“Mereka menjual tidak sesuai aturan, harga jualnya di atas HET (Harga Eceran Tertinggi), dan mereka menjual ke pengecer, bukan ke masyarakat,” katanya, Selasa (11/2).

Saat ini, HET elpiji 3 kilogram di Batam ditetapkan sebesar Rp21 ribu. Meski demikian, praktik penyimpangan oleh sejumlah pangkalan masih ditemukan, seperti menjual dengan harga lebih tinggi atau menyalurkan kepada pengecer tanpa melalui masyarakat langsung.

Meski ada temuan pelanggaran, Gilang menyebut, hingga saat ini belum ada laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas elpiji. “Alhamdulillah, hingga sekarang tidak ada laporan seperti itu. Kalau ada, masyarakat bisa melaporkannya ke nomor 135 atau langsung ke kami,” tambahnya.

Pengawasan terhadap pangkalan dilakukan setiap hari, termasuk pada akhir pekan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Pertamina untuk memastikan distribusi elpiji bersubsidi tepat sasaran.

“Hari ini tim kami sedang di lapangan, di Kecamatan Bengkong dan Batam Kota. Setiap hari, sekitar 20 pangkalan kami kunjungi secara bergilir untuk memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Kami selalu melakukan pengawasan ketat, bahkan Sabtu dan Minggu pun kami turun ke lapangan,” ujar Gilang.

Pertamina memberikan sanksi bertahap kepada pangkalan yang melanggar aturan. Pertama, mereka akan memberikan teguran, namun bila tak diindahkan, akan dilakukan PHU.

“Jika pelanggarannya berat, seperti oplosan atau penimbunan gas, kami juga langsung PHU,” kata Gilang.

Namun, ia memastikan bahwa kasus oplosan atau penimbunan belum ditemukan di Batam. Langkah tegas ini diharapkan dapat menjaga distribusi LPG bersubsidi sesuai tujuan, yakni membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan pelanggaran di pangkalan-pangkalan LPG di sekitar. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Puluhan Pangkalan Ditutup, Jual LPG di Atas HET pertama kali tampil pada Metropolis.

Usai Kantor Ditjen Migas Digeledah Kejagung, Kementerian ESDM Buka Suara

0
Petugas Kejagung menggeledah kantor Ditjen Migas Kementerian ESDM pada Senin (10/2). (Puspenkum Kejagung)

batampos – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara usai kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) digeledah Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin (10/2).

Plt. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Chrisnawan Anditya mengatakan, pihaknya menghormati setiap proses penegakan hukum yang sedang dijalankan.

“Kementerian ESDM menghormati setiap proses penegakan hukum yang dijalankan sesuai ketentuan hukum yang berlaku menyusul adanya kunjungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia ke Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” kata Chrisnawan dalam keterangannya, Selasa (11/2).

Menurut Chrisnawan, penggeledahan yang dilakukan oleh Kejagung tak lain dalam rangka mengumpulkan data dan dokumen yang diperlukan. Dia memastikan pihak ESDM siap bekerja sama dalam proses penyelidikan tersebut.

“Menghormati apa yang dilakukan oleh Aparat Hukum dan siap untuk bekerja sama dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” tutupnya.

Sebelumnya, penggeledahan oleh Kejagung di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Senin (10/2) terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar menyampaikan, kasus dugaan korupsi itu terjadi pada Sub Holding dan Kontraktor Kerja sama atau KKS pada 2018 sampai 2023. Dia menyebut, total ada tiga ruangan yang digeledah.

”Satu ruangan direktur pembinaan usaha hulu, dua ruangan direktur pembinaan usaha hilir, tiga ruangan sekretaris direktorat jenderal minyak dan gas bumi,” terang Harli Siregar kepada awak media di Jakarta.

Baca Juga: Penggeledahan Kantor Ditjen Migas Kementerian ESDM, Kejagung Sisir Tiga Ruangan dan Amankan Sejumlah Barang Bukti

Harli mengungkapkan bahwa penggeledahan itu dilaksanakan sesuai dengan Surat Perintah Penggeledahan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung dengan Nomor PRIN-34/F.2/Fd.2/02/2025 Tanggal 10 Februari 2025.

Dalam penggeledahan terhadap ketiga ruangan tersebut, Tim Penyidik menemukan barang-barang antara lain lima dus dokumen, barang bukti elektronik handphone sejumlah 15 unit, satu unit laptop, dan empat empat soft file.

Menurut Harli, barang-barang yang ditemukan tersebut sudah menjadi barang sitaan berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Direktur Penyidikan pada JAM Pidsus Kejagung Nomor PRIN – 231/F.2/Fd.2/10/2024 tanggal 28 Oktober 2024 dan untuk selanjutnya akan dimintakan persetujuan penyitaan ke pengadilan negeri setempat. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Usai Kantor Ditjen Migas Digeledah Kejagung, Kementerian ESDM Buka Suara pertama kali tampil pada News.

Operasi Keselamatan Seligi 2025 Digelar 14 Hari, Polisi Sasar Truk Kelebihan Muatan di Bintan

0
Personel Polres Bintan mengikuti apel gelar pasukan di halaman Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Senin (10/2/2025). F.Kiriman Pras untuk Batam Pos.

batampos– Polres Bintan melaksanakan operasi keselamatan seligi 2025.

Operasi digelar selama dua pekan mulai dari tanggal 10 sampai dengan 23 Februari 2025.

“Operasi ini digelar selama 14 hari untuk meningkatkan kedisplinan berlalu lintas dan kepatuhan masyarakat dalam berkendara,” kata Kapolres Bintan, AKBP Yunita Stevani usai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Senin (10/2/2025).

Selain itu, masih kata Yunita, operasi dilaksanakan untuk menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan berlalu lintas.

BACA JUGA: Polisi Lingga Razia Balap Liar dan Knalpot Brong, Amankan 8 Kendaraan

Dia menekankan kepada anggota yang terlibat dalam operasi untuk selalu mengedepankan penyampaian edukasi dan humanis kepada masyarakat.

Dia juga menyampaikan, sasaran dari operasi ini diantaranya kendaraan bus yang menggunakan klakson telolet, kendaraan angkutan barang atau truk yang berlebihan muatan, kendaraan pelat hitam yang digunakan penumpang.

Dia berharap, operasi ini dapat meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas.

“Kita ingin masyarakat paham pentingnya ketaatan dan kepatuhan pada saat berkendara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Operasi Keselamatan Seligi 2025 Digelar 14 Hari, Polisi Sasar Truk Kelebihan Muatan di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Gedung Beringin Sekupang, Aset Bersejarah yang Terlantar

0
Gedung Beringin di Sekupang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Di tengah pesatnya pembangunan Kota Batam, ada satu bangunan yang justru seolah ditinggalkan oleh waktu. Gedung Beringin di Sekupang, yang dahulu menjadi pusat kegiatan masyarakat, kini terbengkalai dalam kondisi memprihatinkan. Bangunan yang didirikan oleh Otorita Batam pada 1986 itu kini dipenuhi semak belukar, dengan dinding kusam, jendela pecah, dan atap yang mulai runtuh.

Dulunya, Gedung Beringin berperan sebagai pusat seni dan budaya, tempat berbagai acara pernikahan, pertemuan, serta pertunjukan seni. Bahkan, menurut beberapa warga, gedung ini pernah menjadi lokasi pertemuan penting pejabat di era Presiden Soeharto. Namun, setelah Batam masuk dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau pada 2004, perannya mulai meredup hingga akhirnya benar-benar tak terurus.

Kini, masyarakat bertanya-tanya, apakah Gedung Beringin masih memiliki nilai bagi warga, atau lebih baik dirobohkan dan digantikan dengan pembangunan lain yang lebih bermanfaat?

Simanjuntak, warga Sekupang yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengaku prihatin melihat kondisi gedung yang dulu megah kini menjadi pemandangan suram.

“Dulu gedung ini jadi tempat acara warga, sekarang kalau dilihat dari jauh, sudah tidak kelihatan lagi kalau ini gedung,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Yudi, warga lainnya. Ia menyesalkan minimnya perhatian pemerintah terhadap bangunan yang memiliki nilai sejarah ini. Menurutnya, jika gedung ini dibiarkan terus terbengkalai, akan berpotensi disalahgunakan.

“Kami khawatir kalau tempat ini dipakai untuk hal-hal negatif, seperti tempat nongkrong anak-anak muda atau bahkan jadi tempat tinggal gelandangan,” katanya.

Warga berharap ada tindakan nyata dari pemerintah, baik dalam bentuk renovasi maupun perubahan fungsi gedung. Apapun keputusannya, mereka menginginkan Gedung Beringin kembali memiliki manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar bangunan kosong yang menunggu roboh.

“Sayang sekali kalau dibiarkan begini terus. Kalau diperbaiki, bisa jadi tempat kegiatan warga atau pemerintah,” pungkas Yudi.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit, turut menyoroti kondisi Gedung Beringin yang dibiarkan rusak tanpa ada kejelasan. Menurutnya, pemerintah seharusnya mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan aset bersejarah ini.

“Gedung ini merupakan aset pemerintah, baik Pemkot Batam maupun BP Batam. Jangan dibiarkan rusak seperti ini. Jika perlu, kita jadikan sebagai gedung serbaguna untuk pertemuan atau kegiatan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, revitalisasi bisa menjadi solusi terbaik, terutama jika dilakukan dengan konsep yang jelas dan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

“Daripada jadi tempat yang tidak jelas, lebih baik dimanfaatkan kembali. Bisa untuk gedung serbaguna, pusat kegiatan budaya, atau bahkan ruang bagi UMKM,” tambahnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Gedung Beringin Sekupang, Aset Bersejarah yang Terlantar pertama kali tampil pada Metropolis.

465 TKA Bekerja di Batam, Paling Banyak dari Cina

0
Kepala Disnaker Rudi Sakyakirti
Kepala Disnaker Batam Rudi Sakyakirti.

batampos – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Batam sepanjang Januari hingga Februari 2025 mencapai 465 orang. TKA asal Cina mendominasi dengan jumlah mencapai 139 orang.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan selain dari Cina, tenaga kerja asing di Batam juga berasal dari India, 75 orang, Malaysia 47, Vietnam 45, Singapura 30, Jepang 23, Kamboja 16, Filipina 15, Myanmar 12, Taiwan 9 orang, Bangladesh 7, Inggris 7, Belanda 6 orang, Korea Selatan 5, Filipina 4 orang, Kroasia 3, dan Australia 3 orang.

“Ini daftar TKA yang diterbitkan periode 1 Januari sampai Februari 2025,” ujarnya, Selasa (11/2).

Menurut Rudi, dominasi TKA asal Cina tak lepas dari banyaknya perusahaan asal negara tersebut yang beroperasi di Batam, serta penggunaan alat dan mesin buatan Cina dalam sejumlah industri di kota ini.

“Ada korelasinya. Banyak perusahaan asal Cina beroperasi di sini, dan mereka juga menggunakan peralatan dari negara mereka sendiri, sehingga untuk tenaga mekanik dan teknisi, mereka mendatangkan langsung dari sana,” jelas Rudi.

Dari sisi sektor usaha, TKA di Batam terbanyak bekerja di sektor jasa konstruksi, diikuti industri komponen elektronik dan industri elektronik. Selain itu, terdapat juga TKA yang bekerja di jasa pertambangan minyak dan gas bumi, jasa pendidikan swasta, serta industri peralatan komunikasi.

“Di sektor konstruksi dan elektronik, terutama yang menggunakan alat berat dan teknologi tinggi, mereka membutuhkan TKA dengan spesialisasi tertentu,” tambahnya.

Rudi mengungkapkan, TKA di Batam umumnya menempati posisi profesional dan teknisi. Jabatan terbanyak antara lain, Mechanical Engineer sebanyak 65 orang. Lalu Production Engineer 65 orang, Production Manager 29 orang, Electrical Engineer sebanyak 24 orang, Quality Control Advisor sebanyak 15 orang, Quality Assurance Advisor sebanyak 14 orang, Technical Manager 13 orang, Direktur 11 orang, Commissioning Engineer sebanyak 10 orang dan System Engineer sebanyak 9 orang.

Rudi menambahkan bahwa untuk bekerja di Indonesia, TKA harus memiliki latar belakang pendidikan sarjana, kompetensi yang sesuai, dan menduduki level jabatan tertentu.

“Jika melihat level jabatannya, TKA paling banyak menempati posisi profesional atau teknisi, yang memang membutuhkan keterampilan khusus dan pengalaman,” ungkapnya.

Beberapa perusahaan yang tercatat sebagai pengguna TKA terbanyak di Batam antara lain PT MSUN Solar Indonesia sebanyak 24 orang, PT Pegaunihan Technology Indonesia sebanyak 20 orang, PT Thornova Solar Indonesia 20 orang, PT Mega Solar Indonesia 17 orang, PT Yisheng Photovoltaic New Materials 13 orang, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia 13 orang, PT TJK Power 11 orang, PT Profab Indonesia 10 orang, PT McDermott Indonesia 10 orang serta PT Wasco Engineering Indonesia sebanyak 8 orang.

Rudi menjelaskan bahwa pengajuan awal izin kerja TKA dilakukan di tingkat pusat, sedangkan perpanjangan izin dilakukan di daerah tempat perusahaan beroperasi.

“Jika perusahaan berbasis di Batam, perpanjangan izinnya dilakukan di sini, sehingga retribusi masuk ke kas daerah. Namun, jika perusahaan memiliki kantor cabang di daerah lain, perpanjangan izin bisa dilakukan di tingkat provinsi atau pusat, tergantung lokasi perusahaan,” jelasnya.

Dengan jumlah TKA yang cukup signifikan, Rudi berharap kehadiran mereka dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Batam, terutama di sektor yang membutuhkan keahlian teknis tinggi. Selain itu, diharapkan terjadi transfer ilmu dan teknologi bagi tenaga kerja lokal. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel 465 TKA Bekerja di Batam, Paling Banyak dari Cina pertama kali tampil pada Metropolis.

Polemik Pembangunan Masjid di Central Hills, DPRD Batam: Pemanfaatan Fasum Hak Warga, Bukan Developer

0
Beberapa warga Perumahan Central Hills, saat rapat di Dinas Perkimtan Batam, membahas pembangunan masjid. Foto. Harianto untuk Batam Pos

batampos – Polemik terkait pemanfaatan lahan fasilitas umum (fasum) untuk pembangunan masjid di Perumahan Central Hills, Batamcenter, masih menjadi perhatian publik.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Suryanto, menegaskan keputusan terkait pemanfaatan fasum seharusnya kembali kepada warga yang tinggal di perumahan tersebut.

Menurutnya, tugas developer perumahan hanya sebatas menyediakan dan menyerahkan lahan fasum atau fasilitas sosial (fasos) kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Perkimtan). Setelah penyerahan, hak pengelolaan lahan tersebut sepenuhnya berada di tangan masyarakat setempat.

Baca Juga: Hibah Lahan Masjid di Central Hills Tak Jelas, Warga Ajukan RDP ke DPRD Batam

“Developer itu pada umumnya cuma menyediakan lokasi fasum atau fasos, lalu menyerahkannya ke Pemko Batam lewat Dinas Perkimtan. Setelah itu, warga yang menentukan apakah di situ mau dibangun rumah ibadah atau yang lain,” katanya, Selasa (11/2).

Ia juga menyoroti tindakan developer yang terkesan menarik ulur proses pembangunan rumah ibadah di lokasi fasum. Menurutnya, hal semacam itu tidak tepat, karena lahan fasum adalah hak masyarakat yang membeli rumah di perumahan tersebut.

“Kalau ada statement dari developer yang melarang, menurut saya itu tidak pas. Fasum itu kan punya masyarakat yang beli rumah di situ,” ujar Suryanto.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa persoalan pembangunan masjid tergantung pada janji awal developer kepada pembeli. Jika pembangunan masjid sudah dijanjikan, maka kewajiban developer untuk merealisasikannya. Tetapi, apabila tidak ada janji semacam itu, keputusan sepenuhnya diserahkan kepada warga.

“Yang harus ditanya itu, pembangunan masjid itu dijanjikan oleh developer atau tidak? Kalau dijanjikan, ya harus ditepati. Tapi kalau tidak ada, itu kembali ke masyarakat yang tinggal di situ,” kata dia.

Ia menekankan pentingnya musyawarah warga untuk mencapai kesepakatan bersama terkait pemanfaatan lahan fasum. Jika warga sepakat untuk membangun masjid, langkah selanjutnya tinggal mengurus izin dan pelaksanaan pembangunan.

“Semua itu kembali ke warganya. Artinya, ada rapat warga untuk menemukan kesepakatan,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Polemik Pembangunan Masjid di Central Hills, DPRD Batam: Pemanfaatan Fasum Hak Warga, Bukan Developer pertama kali tampil pada Metropolis.