Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2277

Cuaca Ekstrem di Batam, Pemko Siapkan Respons Cepat untuk Situasi Darurat

0
Hujan disertai angin mengguyur Kota Batam, Jumat (10/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Hujan deras yang melanda Kota Batam dalam tiga hari terakhir menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah seperti Batuaji, Sekupang, Bengkong dan Batam Center. Tidak hanya itu, cuaca ekstrem ini juga meningkatkan risiko banjir rob di sejumlah kawasan pesisir di Kota Batam.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota (Pemko) Batam membuka layanan pusat panggilan darurat 112 yang dapat diakses selama 24 jam. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudy Panjaitan, menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk melaporkan situasi darurat guna mendapatkan respons cepat dari instansi terkait.

“Apabila ada keadaan darurat, masyarakat bisa langsung melaporkan melalui nomor tunggal penanganan darurat (NTPD) 112 milik Pemko Batam. Call center ini dapat dihubungi kapan saja, sehingga tidak perlu ragu untuk memberikan laporan,” kata Rudy, Minggu (12/1).

Selain membuka layanan darurat, Pemko Batam juga menyiagakan alat berat untuk mendukung penanganan genangan air dan banjir. Beberapa alat berat seperti amphibi, backhoe long arm, backhoe medium, backhoe mini, backhoe loader, dan dump truck telah disiapkan untuk mempercepat normalisasi wilayah terdampak.

“Sejumlah alat berat tersebut akan segera dikerahkan ke lokasi yang terdampak genangan untuk mempercepat penguraian dampak banjir. Kami harap dengan respons cepat ini, genangan dapat berkurang lebih cepat,” tambah Rudy.

Sementara itu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam juga telah menyiagakan personel di kawasan rawan banjir rob. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mengurangi dampak buruk akibat cuaca ekstrem.

Rudy juga mengimbau masyarakat di kawasan pesisir, seperti Batuaji, Batu Ampar, Sekupang, dan Nongsa, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.

“Kami terus memantau kondisi cuaca dan akan memberikan informasi terkini kepada masyarakat agar mereka dapat lebih siap menghadapi situasi ini,” ujarnya.

Dengan sinergi antara berbagai instansi, Pemko Batam berharap masyarakat tetap tenang namun tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Layanan darurat dan alat berat yang disiapkan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan warga Batam.

Sementara itu hujan akan diperkirakan masih mengguyur Kota Batam hari ini, Minggu (12/1) seperti yang disampaikan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim.

BMKG Hang Nadim Batam mengimbau warga tetap waspada khususnya yang berada di pinggiran pantai. Forecaster BMKG Hang Nadim Kota Batam, Ibnu Susilo menjelaskan untuk kondisi cuaca di batam masih berpotensi diguyur hujan hingga malam hari.

Susilo mengatakan kelembaban awan saat ini berada diangka 24-29 derajat celsius. Sementara kecepatan udara 11-26 kilometer per jam. Ia juga menghimbau untuk warga yang ti gg di daerah pesisir agar selalu waspada banjir rob yang bersamaan dengan hujan. “Warga agar selalu waspada banjir rob, selain itu kondisi ombak juga cukup tinggi,” kata Susilo. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Cuaca Ekstrem di Batam, Pemko Siapkan Respons Cepat untuk Situasi Darurat pertama kali tampil pada Metropolis.

Proses Penertiban Tembesi Tower Hampir Rampung

0
Sebanyak 1.445 personel gabungan dari TNI, Polri, Ditpam, dan Satpol PP Kota Batam dikerahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif saat penggusuran di Tembesi Tower, Sagulung. Foto: Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Penertiban Tembesi Tower yang berada di lokasi pemukiman warga hampir mencapai tahap akhir. Tim terpadu menargetkan proses ini selesai pada Senin (13/1) mendatang. Proses negosiasi dan pemberian sagu hati kepada warga yang terdampak juga telah selesai dilakukan oleh pihak terkait.

Meskipun tidak semua warga menerima keputusan tersebut, penertiban tetap berjalan sesuai dengan rencana. Proyek Panbil II ini telah mendapatkan alokasi lahan resmi dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. “Semua tahapan sudah kita jalani, termasuk negosiasi dengan masyarakat. Proyek ini harus berjalan, sehingga penertiban harus segera dirampungkan,” ujar kuasa hukum PT Tanjungpiayu Makmur (TPM), pelaksana proyek, Bali Dalo.
Pihak PT TPM juga menegaskan bahwa mereka siap menghadapi langkah hukum dari warga yang tidak setuju. “Bagi warga yang memilih jalur hukum, itu adalah hak mereka. Namun, kami tetap melanjutkan proyek ini karena semua legalitas sudah terpenuhi,” ujar Bali Dalo.
Koordinator lapangan PT TPM, Berton Sormin, menegaskan bahwa proyek ini telah mendapatkan izin dan legalitas yang lengkap. “Kami targetkan Senin depan semuanya selesai. Penertiban ini dilakukan sesuai aturan yang berlaku,” jelas Berton.
Sebelumnya, PT TPM menghadapi tantangan dalam melakukan pendekatan dan negosiasi dengan warga yang terdampak. Namun, sebagian besar warga kini telah menerima sagu hati atau ganti rugi yang ditawarkan, bahkan beberapa di antaranya mendapatkan rumah relokasi siap huni.
Untuk warga yang menolak negosiasi, penyelesaian dilakukan berdasarkan Peraturan Kepala (PERKA) BP Batam Nomor 710 Tahun 2017. Penertiban paksa pun mulai dilakukan sejak 8 Januari lalu. “Saat ini hanya tinggal beberapa rumah yang belum ditertibkan. Sebagian besar bangunan telah diratakan oleh tim terpadu,” tambah Berton.
Bangunan dan aset yang berada di atas lahan proyek Panbil II akan tetap ditertibkan karena proyek pembangunan segera dimulai. Warga yang masih bertahan diberikan waktu hingga Senin (13/1) untuk pindah. “Jika tetap tidak pindah, tim akan melakukan penertiban paksa. Semua proses sudah sesuai aturan dan dilakukan secara manusiawi,” tegas Berton.
Proyek Panbil II ini dianggap strategis untuk pengembangan kawasan di Tembesi. Dengan alokasi lahan resmi dari BP Batam, PT TPM berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal meskipun menghadapi kendala sosial dari sebagian warga.
Sementara itu, sebagian warga yang telah menerima sagu hati mengapresiasi pendekatan yang dilakukan oleh PT TPM. “Kami sudah mendapatkan ganti rugi yang sesuai dan diperlakukan dengan baik oleh pihak proyek,” ujar salah satu warga yang telah pindah.
Penertiban ini diharapkan dapat selesai sesuai target, sehingga proyek Panbil II dapat segera berjalan tanpa hambatan. PT TPM dan tim terpadu terus memonitor proses ini agar berjalan lancar dan tetap mematuhi peraturan yang berlaku. (*)
Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Proses Penertiban Tembesi Tower Hampir Rampung pertama kali tampil pada Metropolis.

Hari Ini, 4 Gempa Terjadi di Beberapa Daerah Indonesia

0

 

Peta dampak gempa di Bantul, Yogyakarta pada 12/1 (Foto: BMKG Yogyakarta)

batampos – Kabar kurang sedap terjadi pada 12 Januari 2025, di mana telah terjadi 4 gempa di 4 daerah di Indonesia, terhitung sejak dini hari pukul 00:34 WIB, hingga yang terbaru, gempa terjadi pada pukul 09.52 WIB.

Gempa paling awal, terjadi di Pasirwangi, Garut, lalu disusul gempa di Sumatra Barat pada subuh tadi, lalu dilanjutkan gemba di Ruteng, Manggarai, dan yang terakhir gempa di Yogyakarta.

  1. Gempa di Garut

Pada 12 Januari 2025 pukul 00:34:07 WIB, gempa bermagnitudo 2.2 dengan koordinat garis lintang 7.23 LS, 107.70 BT, terjadi di 21 km barat daya Kabupaten Garut, dirasakan juga di Pasirwangi, dengan pusat gempa berada di kedalaman 6 km di bawah permukaan tanah.

2. Gempa di Sumatra Barat

Pada 12 Januari 2025 pukul 04:03:05 WIB, gempa bermagnitudo 4.3 dengan koordinat garis lintang 0.32 LS, 99.94 BT, terjadi di 20 km barat daya Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Gempa juga terasa di Pasaman Barat, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, dan Bukittinggi. Pusat gempa berada di kedalaman 10 km di bawah permukaan tanah.

3. Gempa di Manggarai

Pada 12 Januari 2025 pukul 09:40:19 WIB, gempa bermagnitudo 3.5 dengan koordinat garis lintang 8.04 LS, 120.50 BT, terjadi di 63 km timur laut Ruteng, Manggarai, dengan pusat gempa berada di kedalaman 13 km dibawah laut.

4. Gempa di Yogyakarta

Pada 12 Januari 2025 pukul 09:52:08 WIB, gempa bermagnitudo 4.4 dengan koordinat garis lintang 8.28 LS, 110.27 BT, terjadi di 43 km barat daya Bantul, dengan pusat gempa berada di kedalaman 20 km dibawah laut. Gempa juga dirasakan di daerah Yogyakarta, Pacitan, Trenggalek, dan Tulungagung, Jawa Timur.

Menurut BMKG, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dengan kemungkinan gempa susulan yang bisa saja terjadi.

Kenapa masih sering terjadi gempa di Indonesia?

Dilansir dari laman resmi BMKG, Indonesia memang merupakan wilayah yang rentan terhadap gempa bumi, karena berada di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Lempeng Indo-Australia bergerak ke arah utara dan menyusup di bawah Lempeng Eurasia, sementara Lempeng Pasifik bergerak ke arah barat.

Berdasarkan pengalaman dari bencana dahsyat yang terjadi sebelumnya yakni gempa dan tsunami di Aceh, Pangandaran, serta daerah lainnya yang menelan ratusan ribu korban jiwa dan kerugian materi yang besar, diperlukan upaya mitigasi baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk mengurangi risiko bencana tersebut.

Itulah kenapa masyarakat juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang mitigasi bencana, dan selalu memantau info terkini dari BMKG. Salah satu upaya dari pemerintah untuk mitigasi bencana terutama gempa dan tsunami adalah pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Early Warning System / Ina-TEWS). (*)

Sumber: JP Group

Artikel Hari Ini, 4 Gempa Terjadi di Beberapa Daerah Indonesia pertama kali tampil pada News.

Ex-Officio Berjalan Baik, Investasi dan Pembangunan Batam Terus Melaju

0
Ketua DPD Partai Gerindra Kepri Iman Sutiawan.

batampos – Ketua DPD Partai Gerindra Kepri Iman Sutiawan mengatakan kepemimpinan Ex-Officio di Batam sudah berjalan baik. Pola kepemimpinan yang membuat Batam semakin maju itu, hanya perlu penguatan-penguatan, sehingga visi misi yang dicanangkan tercapai sempurna.

“Apalagi visi yang diusung BP Batam adalah memberi kontribusi bagi peningkatan investasi untuk mewujudkan visi Presiden. Tentu kepimpinan di Batam harus sejalan. Jangan muncul dualisme yang membingungkan investor dan pelaku usaha lainnya,” kata Iman, di Tiban, Kota Batam, Minggu (12/1) pagi.

Setelah menegaskan Ex-Officio masih penting untuk kemajuan Batam, Ketua DPRD Provinsi Kepri ini mendapat banyak telepon, terutama dari pelaku usaha dan beberapa kelompok masyarakat. Semuanya menyampaikan bahwa pentingnya keberlanjutan Ex-Officio untuk keberlangsungan pembangunan dan masuknya investasi.

Pria kelahiran Pulau Kasu ini juga mendapat “curhat” kelompok masyarakat yang menekankan Ex-Officio membuat Batam nyaman dan kondusif. Dengan tidak ada dualisme kepemimpinan, laju investasi dan pembangunan di Batam memang nyata.

“Pesan mereka, tetap perlu pembenahan dan penguatan struktur di bawah Kepala,” kata Iman.

Menurut Iman, dualisme yang diceritakan masyarakat itu, terbawa hingga ke kelompok paling bawah. Selalu saja ada yang memanfaatkan untuk membuat benturan-benturan. Tentu hal semacam ini membawa kebisingan yang bisa mengganggu kondusivitas daerah ini.

Kalau dihapus, Iman khawatir, beberapa hal akan dimulai dari nol lagi. Masing-masing nanti akan berbicara tentang kepentingan organisasi yang langsung atau tidak, akan mengganggu investasi dan kelangsungan pembangunan.

“Pola-pola yang baik harus diteruskan. Tentu ada evaluasi, terutama struktur di bawah kepala BP Batam,” sebut Iman lagi.

Sebelumnya, Iman sudah menegaskan bahwa jabatan Ex-Officio Kepala BP Batam masih sangat diperlukan. Namun, ke depan perlu diperkuat lagi struktur di bawahnya untuk mewujudkan visi misi BP Batam dan kemajuan daerah.

“Selaku Ketua DPRD Kepri, menurut saya masih diperlukan. Wali Kota Batam yang menjadi Ex-Officio Kepala BP Batam sangat perlu. Plus dan minus selama empat tahun terakhir pada kepemimpinan BP Batam bukan alasan untuk dipisahkan seperti sebelumnya,” kata Iman.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau, Stanly Rocky, juga menilai bahwa skema Ex-Officio masih relevan dan efektif dalam mendukung pembangunan di Batam. Menurutnya, jika model ini dihapuskan, akan ada risiko proses pembangunan harus dimulai kembali dari awal.

“Dari perspektif Apindo, kami melihat penggabungan BP Batam dan Pemerintah Kota sudah sangat bagus. Meski masih ada kekurangan seperti kebutuhan air bersih dan listrik, masalah-masalah utama lainnya telah diselesaikan dengan baik,” kata Stanly. (*)

Artikel Ex-Officio Berjalan Baik, Investasi dan Pembangunan Batam Terus Melaju pertama kali tampil pada Metropolis.

Ombak Kuat, Pelayaran Speedboat dari Uban, Bintan ke Punggur Dialihkan ke Alur Perairan dalam Pulau Ngenang

0
Speedboat yang membawa penumpang dari Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban melalui alur pelayaran Perairan dalam Pulau Ngenang, Batam pada Minggu (12/1/2025) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Alur pelayaran speedboat dari Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan menuju Pelabuhan Telagapunggur, Batam dialihkan sementara akibat cuaca buruk.

Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Rahmat mengatakan, pengalihan alur pelayaran penumpang speedboat sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir.

Pelayaran penumpang speedboat yang semula melalui alur pelayaran luar atau depan Perairan Kabil, Batam, dialihkan sementara ke alur pelayaran dalam Perairan Ngenang, Batam.

“Sudah beberapa hari dialihkan karena ombak kuat, jadi speedboat lewat dalam (Pulau Ngenang). Kalau sudah normal, kembali melewati alur biasa,” jelas Rahmat.

Cuaca buruk, kata Rahmat, mempengaruhi keberangkatan speedboat dan jumlah penumpang.

Pasalnya, sebagian besar penumpang akan menunda berangkat karena alasan hujan.

“Seperti Sabtu kemarin, beberapa speedboat mati jam karena tak cukup penumpang akhirnya yang biasanya setengah jam berangkat, kemarin Sabtu satu jam sekali speedboat baru berangkat,” ujarnya.

Cuaca buruk juga, katanya, membuat trip keberangkatan speedboat berkurang dari biasanya 23 trip per hari.

“Hari Sabtu semalam, cuman 19 trip,” katanya.

Terkait cuaca yang kurang bersahabat dalam beberapa hari ini, Rahmat  meminta pihaknya kapal untuk mengutamakan keselamatan pelayaran.

Dia juga mengatakan, pinaknya terus memantau perkembangan cuaca.

Rahmat pun tidak bosan-bosannya mengingatkan nakhoda kapal untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto

Artikel Ombak Kuat, Pelayaran Speedboat dari Uban, Bintan ke Punggur Dialihkan ke Alur Perairan dalam Pulau Ngenang pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi dan Warga Evakuasi Pohon Tumbang Halangi Akses Jalan Indunsuri di Bintan

0
Evakuasi pohon tumbang yang sempat menutup menghalangi akses jalan di jalan Indunsuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Minggu (12/1/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. F.Kiriman Nurman untuk Batam Pos.

batampos – Polisi dan warga mengevakuasi pohon tumbang yang sempat menutup dan menghalangi akses jalan di jalan Indunsuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

Peristiwa pohon tumbang ini terjadi pada Minggu (12/1/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Nurman mengatakan, pihaknya merespon cepat setelah menerima informasi pohon tumbang yang menutup akses jalan di depan Gereja Don Bosco, Tanjunguban itu.

Polisi dibantu warga langsung melakukan pembersihan pohon tumbang yang menghalangi lalu lintas kendaraan itu.

Bahkan, polisi mengatur arus lalu lintas kendaraan saat proses pembersihan pohon yang tumbang.

“Kita lakukan cepat pembersihan pohon yang tumbang agar akses jalan terbuka dan menghindari kecelakaan,” jelasnya.

Dia mengatakan, proses pembersihan material pohon yang tumbang berlangsung cepat dan akses jalan sudah kembali dibuka.

Mantan Kasatpolairud Polres Bintan ini mengimbau masyarakat lebih berhati-hati karena musim hujan disertai angin kencang yang diprediksi masih terjadi dalam beberapa hari ini. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

Artikel Polisi dan Warga Evakuasi Pohon Tumbang Halangi Akses Jalan Indunsuri di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Angin Kencang, Sebuah Menara Timpa Atap Puskesmas MKP

0
Menara mini yang terlihat sudah berkarat timbang dan menimpa atap gedung Puskesmas MKP Tanjungpinang, Minggu (12/1). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos – Sebuah menara mini tumbang dan menimpa gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Melayu Kota Piring (MKP) Kota Tanjungpinang, Kepri pada Minggu (12/1). Menara tersebut tumbang diduga disebabkan diterjang angin kencang.

Pantauan Batam Pos, menara yang tumbang tersebut merusak atap salah satu gedung Puskesmas tersebut. Kejadian itu, membuat sebagian kecil plafon gedung tersebut ambruk.

“Iya benar. Saya juga baru tahu. Kayanya tumbang waktu angin kencang tadi pagi,” kata Kepala UPTD Puskesmas MKP Tanjungpinang, Dewi Andriani kepada Batam Pos.

Ia menerangkan, tower mini yang sudah berkarat tersebut menimpa atap ruang rapat Puskesmas MKP. Ia juga tidak mengetahui secara pasti, apakah atap dalam ruangan juga mengalami kerusakan atau tidak.

Ia juga tidak mengetahui secara pasti, siapa pemilik tower tersebut. Yang jelas, kata dia tower mini itu bukan milik Puskesmas MKP. Ia menduga, tower tersebut merupakan milik Dinas Perhubungan (Dishub).

“Saya kurang tahu (pemilik) siapa, Dishub mungkin. Yang jelas saya (menjabat) disitu dua tahun, towernya sudah ada,” pungkasnya. (*)

REPORTER: MOHAMAD ISMAIL

———

 

Artikel Angin Kencang, Sebuah Menara Timpa Atap Puskesmas MKP pertama kali tampil pada Kepri.

Pemko Batam Gratiskan BPHTB untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

0
Deretan rumah yang berada di perumahan di kawasan Tanjung Riau Sekupang, Sabtu (15/6).

batampos – Di tengah upaya pemerintah pusat menyediakan tiga juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Pemko Batam mengambil langkah nyata dengan menggratiskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk sejumlah kawasan strategis. Langkah ini diambil untuk mendukung program pemerintah yang bertujuan menyediakan hunian yang layak bagi mereka yang selama ini kesulitan mengakses rumah dengan harga terjangkau.

Kebijakan pembebasan BPHTB berlaku untuk rumah-rumah yang berada di kawasan kampung tua dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam, Aidil Sahalo, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan wujud dukungan Pemko Batam terhadap kebijakan nasional yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu MBR mendapatkan akses kepemilikan rumah.

“Program tiga juta rumah ini dirancang untuk menjawab tantangan perumahan bagi kelompok masyarakat yang penghasilannya terbatas. Kami ingin memastikan mereka yang berpenghasilan rendah dapat memiliki tempat tinggal yang layak,” kata Aidil, Jumat (10/1).

Di Batam, MBR didefinisikan sebagai individu dengan penghasilan maksimal Rp7 juta per bulan atau pasangan suami-istri dengan penghasilan gabungan maksimal Rp8 juta. Pemerintah kota menggunakan kriteria ini untuk memberikan insentif kepada mereka yang memenuhi syarat, agar dapat lebih mudah memiliki rumah.

Aidil menjelaskan, selain pembebasan BPHTB, Pemko Batam juga terus menjalankan berbagai program lain untuk mendukung MBR memiliki hunian. Meski BPHTB merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam, Aidil meyakinkan bahwa pembebasan pajak ini tidak akan mengganggu stabilitas keuangan daerah.

“Memang ada potensi kehilangan pendapatan, tetapi itu sangat kecil, hanya beberapa persen saja. Itu tidak akan mempengaruhi kestabilan keuangan Batam,” ungkapnya. Aidil mencatat, target PAD dari BPHTB tahun 2024 mencapai Rp440 miliar. Pada tahun sebelumnya, pendapatan dari BPHTB tercatat melebihi target dengan angka mencapai Rp460 miliar atau 115 persen dari yang diharapkan.

Menurut Aidil, meskipun ada potensi penurunan penerimaan dari BPHTB, dampaknya sangat kecil dan tidak akan mengganggu keberlanjutan pembangunan dan pelayanan publik. Sumber utama pengisi kas daerah saat ini adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang terus didorong untuk meningkat. Laporan dari Real Estate Indonesia (REI) bahkan menunjukkan bahwa masih banyak rumah di Batam yang belum terjual, sehingga memiliki potensi besar untuk meningkatkan jumlah wajib pajak PBB di masa depan.

“Selain BPHTB, PBB tetap menjadi andalan untuk mengisi kas daerah, dan kami terus berupaya agar semakin banyak rumah yang terdaftar sebagai wajib pajak,” tambah Aidil.

Kebijakan penghapusan BPHTB ini tidak hanya bertujuan memberikan kemudahan bagi MBR, tetapi juga diharapkan dapat mendongkrak sektor properti di Batam. Aidil optimistis bahwa insentif ini akan mendorong daya beli masyarakat terhadap rumah, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Batam.

“Ini adalah investasi jangka panjang. Kami percaya dengan akses yang lebih mudah terhadap rumah, dampak positifnya akan terasa dalam waktu yang lama, baik bagi masyarakat maupun bagi pemerintah daerah,” ujarnya.

Lebih jauh, Aidil menilai kebijakan ini sebagai salah satu langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan sosial dan memperbaiki kualitas hidup MBR. Dengan memiliki rumah sendiri, Aidil percaya bahwa masyarakat akan merasakan peningkatan dalam kualitas hidup secara keseluruhan.

“Kami akan terus mendukung kebijakan pemerintah pusat melalui berbagai program lokal yang relevan, termasuk yang terkait dengan perumahan rakyat. Program ini sejalan dengan tujuan kami untuk menciptakan Batam yang lebih baik untuk semua warganya,” tutup Aidil. (*)

 

Reporter : ARJUNA

Artikel Pemko Batam Gratiskan BPHTB untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemko Batam Optimalkan Program JKN-KIS

0

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Utama berkomitmen untuk meningkatkan cakupan kepesertaan dan keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Hingga Januari 2025, Kota Batam telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 97,89 persen atau mencakup 1.294.548 jiwa, dengan tingkat keaktifan peserta berada di angka 74,95 persen.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, menjelaskan pentingnya langkah strategis untuk meningkatkan cakupan dan keaktifan peserta JKN-KIS. ”Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah pendataan ulang untuk memastikan semua warga yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK),” kata Jefridin, Jumat (10/1).

Pendataan ulang ini akan dilakukan oleh petugas pencacah dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam. Tujuan utamanya adalah untuk merekrut peserta baru sekaligus memastikan keaktifan peserta yang sudah terdaftar dalam program JKN-KIS.

Sekda Batam, Jefridin Hamid. (F.Arjuna)

”Pemerintah Kota Batam telah mendapatkan predikat UHC Non Cut Off karena lebih dari 95 persen penduduk Batam terjamin oleh Program JKN-KIS,” ucap Jefridin.

Namun, salah satu syarat UHC Non Cut Off adalah memastikan tingkat keaktifan peserta tidak menurun. ”Oleh karena itu, kami perlu memastikan seluruh masyarakat tetap menjadi peserta aktif,” ujarnya.

Jefridin menyampaikan, bahwa target Pemkot Batam adalah meningkatkan tingkat keaktifan peserta menjadi 80 persen pada September 2025.

Untuk mencapai target tersebut, pembaruan data peserta secara berkala, minimal setiap tiga bulan, sangat diperlukan. ”Tim BPJS mengingatkan pentingnya update data, terutama untuk peserta yang meninggal dunia atau pindah domisili. Pendataan yang valid akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target ini,” tutup Jefridin.

Dengan langkah-langkah strategis yang telah direncanakan, Pemkot Batam berharap seluruh masyarakat dapat menikmati jaminan kesehatan yang memadai dan menjadi peserta aktif dalam program JKN-KIS. (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel Pemko Batam Optimalkan Program JKN-KIS pertama kali tampil pada Metropolis.

Bencana Akibat Hujan Deras Melanda Kepri, Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang Terjadi di Berbagai Wilayah

0

batampos – Dua hari terakhir, hujan deras yang disertai angin kencang melanda hampir seluruh wilayah Kepri, menyebabkan bencana di berbagai tempat. Kejadian bencana ini mencakup segala hal mulai dari kapal karam di Karimun, banjir besar di Bintan, hingga tanah longsor yang merobohkan rumah warga di Bintan Utara.

Di kawasan Tanjunguban, Bintan Utara, banjir merendam beberapa ruas jalan penting. Sejak Jumat (10/1), hujan deras yang mengguyur seharian membuat sejumlah ruas jalan di Perumahan Alamanda dan sekitarnya terendam. Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, menyebutkan ada empat titik jalan yang terendam, yakni di Jalan Karya Praja, Simpang 4 Pegadaian, Jalan Bhakti Praja, dan Jalan Diponegoro. “Banjir ini berlanjut hingga Sabtu (11/1),” ungkap Panyodi.

645 Rumah Warga Terendam Banjir, Longsor dan Angin Kencang Di Bintan, banjir juga merendam lebih dari 600 rumah di beberapa kecamatan. Camat Teluk Sebong, Julpri Ardani, melaporkan bahwa hampir seluruh desa di Kecamatan Teluk Sebong terdampak banjir. Desa seperti Pengudang, Sebong Lagoi, Kota Baru, dan Sri Bintan terendam air. “Akses jalan di Km 58, Desa Sri Bintan juga terendam, membuat warga kesulitan melewati daerah tersebut,” jelasnya.

Di Desa Sebong Lagoi, banjir cukup parah hingga menyebabkan kerusakan. Mazlan, Kepala Desa Sebong Lagoi, melaporkan bahwa sedikitnya 10 rumah terendam. Selain itu, di Jalan Pasar Baru, sebuah rumah dilaporkan mengalami tanah longsor yang menyebabkan dapur ambruk. Beruntung, warga yang mendengar suara keras langsung bergegas untuk membantu membersihkan puing-puing longsoran tanah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan mencatat hingga Sabtu, sebanyak 645 rumah terendam banjir, tanah longsor, dan terkena dampak angin kencang. Rumah-rumah yang terdampak tersebar di 6 kecamatan di Bintan. “Kami masih mendata jumlah kerugian dan terus memantau perkembangan bencana ini,” kata Kepala BPBD Bintan, Ramlah.

Banjir juga melanda Tanjungpinang, dengan beberapa wilayah terendam hingga mencapai ketinggian satu meter. Perumahan Puspandari di Batu IX menjadi salah satu titik terparah, dengan sekitar 30 hingga 50 rumah terendam. Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, menyampaikan bahwa warga yang terdampak segera diungsikan ke tempat-tempat aman seperti masjid dan rumah keluarga. “Kami juga mengkoordinasikan pemantauan khusus bagi ibu hamil yang terdampak banjir,” tambahnya.

Di tempat lain, banjir juga melanda Jalan Sri Katon akibat meluapnya Polder Sri Katon. Setidaknya 20 hingga 30 orang di kawasan ini harus diungsikan karena ketinggian air yang mencapai paha orang dewasa. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap, dimulai pada Jumat malam hingga Sabtu siang.

Selain banjir, gangguan juga terjadi pada distribusi air di Kepri. Waduk Sei Gesek yang meluap sejak Jumat (10/1) mengakibatkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) terendam, dan pelayanan PDAM Tirta Kepri terganggu. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Jalan Raya Tanjunguban, Perumahan Air Raja, dan Perumahan Hang Tuah. “Pompa distribusi air di IPA Sei Gesek sempat terhenti karena air masuk ke ruang pompa. Kami sudah mengamankan satu unit pompa dan memadamkan listrik untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” kata Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik.

Tak hanya daerah permukiman, akses jalan menuju kawasan industri di Bintan, tepatnya di Bintan Industrial Estate (BIE) di Kecamatan Seri Kuala Lobam, juga terendam banjir. Hujan deras menyebabkan jalan menuju kawasan tersebut terhalang genangan air yang cukup tinggi. Sejumlah kendaraan terpaksa bergantian melintasi jalan yang tergenang. Yani, seorang pekerja di kawasan industri Lobam, mengungkapkan kesulitan saat melewati jalan yang terendam. “Kami harus berhati-hati dan bergantian agar bisa melintas,” ujarnya.

Di Tanjunguban, hujan disertai angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang, menutupi akses jalan di Jalan Martosari. Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, melaporkan bahwa pohon tumbang ini menimpa kabel listrik dan menyebabkan akses jalan terhalang. “Kami bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan masyarakat bekerja sama untuk membersihkan pohon tumbang ini,” jelasnya.

Sementara itu, cuaca ekstrem juga mempengaruhi transportasi laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menunda keberangkatan KM Bukit Raya dari Kijang menuju Anambas dan Natuna pada Sabtu (11/1) akibat gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 6 meter. Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, menjelaskan bahwa kapal saat ini berada di Belinyu, Bangka Belitung, dan diputuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Kijang demi keselamatan. “Kami telah menyiapkan jadwal keberangkatan baru pada Senin (13/1),” ungkap Putra. (*)

Reporter : SLAMET NOVASUSANTO / IHSAN IMADUDDIN / MOHAMAD ISMAIL

Artikel Bencana Akibat Hujan Deras Melanda Kepri, Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang Terjadi di Berbagai Wilayah pertama kali tampil pada Kepri.